ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
53 PENGARUH UMUR TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN
DAN KUALITAS MINYAK ATSIRI TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth.) DIBAWAH TEGAKAN
TANAMAN KELAPASAWIT Anis Tatik Maryani1*)dan Tiur Hermawati2
1Pascasarjana Universitas Jambi
2Prodi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi email :[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Umur Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Minyak Atsiri Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) dibawah Tegakan Tanaman Kelapa Sawit.Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok disusun secara faktorial dengan dua faktor terdiri dari 16 perlakuan dengan enam ulangan. P1U1 = Pupuk NPK 20 g dengan umur tanaman 4 bulan, P1U2 = Pupuk NPK 20 g dengan umur tanaman 5 bulan, P1U3 = Pupuk NPK 20 g dengan umur tanaman 6 bulan, P1U4 = Pupuk NPK 20 g dengan Umur 7 bulan, P2U1 = Pupuk kompos limbah nilam 150 g dengan tanaman umur 4 bulan, P2U2 = Pupuk kompos limbah nilam 150 g dengan tanaman umur 5 bulan, P2U3 = Pupuk kompos limbah nilam 150 g dengan tanaman umur 6 bulan, P2U4 = Pupuk kompos limbah nilam 150 g dengan tanaman umur 7 bulan, P3U1 = Pupuk kiserit 30 g dengan tanaman umur 4 bulan, P3U2 = Pupuk kiserit 30 g dengan tanaman umur 5 bulan, P3U3 = Pupuk kiserit 30 g dengan tanaman umur 6 bulan, P3U4 = Pupuk kiserit 30 g dengan tanaman umur 7 bulan, P4U1 = Pupuk NPK 10 g + pupuk kompos limbah nilam 75 g + pupuk kiserit 25 g dengan tanaman umur 4 bulan, P4U2 = Pupuk NPK 10 g + pupuk kompos limbah nilam 75 g + pupuk kiserit 25 g dengan tanaman umur 5 bulan, P4U3 = Pupuk NPK 10 g + pupuk kompos limbah nilam 75 g + pupuk kiserit 25 g dengan tanaman umur 6 bulan, P4U1 = Pupuk NPK 10 g + pupuk kompos limbah nilam 75 g + pupuk kiserit 25 g dengan tanaman umur 7 bulan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun dan kadar minyak.
Data hasil penelitian dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam dengan uji lanjut DMRT pada taraf 5%.Secara umum untuk pertumbuhan tinggi tanaman, tidak dipengaruhi oleh pemberian perlakuan pupuk dan umur tanaman sedangkan untuk pertumbuhan cabang dan daun dipengaruhi oleh pemberian perlakuan pupuk dengan umur tanaman. Pertumbuhan tanaman terbaik pada pemberian pupuk kompos limbah nilam 150 g dengan umur 7 bulan,pemberian perlakuan pupuk NPK 10 g + Kompos 75 g + Kiserit 25 g menghasilkan kadar minyak atsiri yang tertinggi .
Kata kunci : nilam, umur tanaman nilam, pupuk organik, pupuk Limbah nilam
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
54 PENDAHULUAN
Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting, menyumbang devisa lebih dari 50% dari total ekspor minyak atsiri Indonesia.Hampir seluruh pertanaman nilam di Indonesia merupakan pertanaman rakyat yang melibatkan 36.461 kepala keluarga petani (Ditjen Bina Produksi Perkebunan, 2004).Daerah sentra produksi nilam di Indonesia terdapat di Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam, kemudian berkembang di provinsi Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan daerah lainnya. Luas areal pertanaman nilam pada tahun 2002 sekitar 21.602 ha, namun produktivitas minyaknya masih rendah rata-rata 97,53 kg/ha/tahun (Ditjen Bina Produksi Perkebunan, 2004). Hasil dari pengujian di berbagai lokasi pertanaman petani, kadar minyak berkisar antara 1 - 2% dari terna kering (Rusli etal., 1993). Rendahnya produktivitas dan mutu minyak antara lain disebabkan rendahnya mutu genetik tanaman, teknologi budidaya yang masih sederhana, berkembangnya berbagai penyakit, serta teknik panen dan pasca panen yang belum tepat. Tingkat ketersediaan hara bagi tanaman harus optimal untuk memperoleh pertumbuhan dan produktivitas yang tinggi.Kandungan hara tanah yang seimbang dan yang tersedia dalam jumlah yang cukup sangat diperlukan oleh tanaman sehingga dapat mendukung pertumbuhan yang baik dan hasil yang tinggi.
Pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik merupakan alternatif terbaik untuk perbaikan sifat biologi, kimia dan fisika tanah.Pemberian pupuk organik dan pupuk anorganik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara oleh tanaman serta dapat mengurangi pemberian pupuk anorganik untuk tanaman nilam. Serapan hara yang efisien tersebut akan mendukung pertumbuhan tanaman tinggi rendahnya kualitas minyak atsiri tanaman nilam.
Seluruh bagian tanaman nilam seperti akar, batang, cabang dan daun mengandung minyak atsiri, namun kadar kandungannya berbeda. Kandungan minyak yang terbanyak terdapat pada daun nilam . Untuk memperoleh hasil yang optimum baik dari rendemen maupun mutu minyak nilam diperlukan standar perbandingan tertentu antara daun dan cabang yaitu sebesar 1 : 1 (Wikardi et al., 1991),dan sebesar 2 : 1(Rusli dan Hasanah, 1977),sedang penyuling nilam biasa menggunakan perbandingan 70 : 30 %(Yuhono dan Suherman, 2007).Mutu minyak nilam mempunyai ciri tingginya kadar patchouli alkohol,
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
55 yaitu lebih 30 %. Sedangkan kadar patchouli alkohol tertinggi terletak pada batang atau akar.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi pengaruh campuran pupuk organik dengan anorganik dan umur tanaman yang tepat terhadap pertumbuhan dan kualitas minyak atsiri dibawah tegakan tanaman sawit.
BAHAN DAN METODE
2.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Percobaan dilakukan di Desa Penerokan Kabupaten Batang Hari, danpercobaan berlangsung selama delapan bulan yakni dimulai pada bulan Januari - Oktober 2018.
2.2 Bahan dan Alat
Bahan-bahan dan alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah Tanaman Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth.)yang berumur 4, 5, 6 dan 7 bulan, pupuk NPK, pupuk kompos limbah nilam, dan pupuk kiserit, serta bahan-bahan untuk analisis di laboratorium.
2.3 Metode Penelitian
Rancangan percobaan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan dua faktor. Perlakuan yang dicobakan yaitu pupuk organic dan anorganik dengan berbagai macam umur tanaman dengan 16 perlakuanyaitu :
P1U1 = Pupuk NPK 20 g dengan Umur 4 bulan., P1U2 = Pupuk NPK 20 g dengan Umur 5 bulan, P1U3 = Pupuk NPK 20 g dengan Umur 6 bulan, P1U4 = Pupuk NPK 20 g dengan Umur 7 bulan, P2U1 = Pupuk kompos limbang Nilam 150 g dengan Umur 4 bulan, P2U2
= Pupuk kompos limbang Nilam 150 g dengan Umur 5 bulan, P2U3 = Pupuk kompos limbang Nilam 150 g dengan Umur 6 bulan, P2U4 = Pupuk kompos limbang Nilam 150 g dengan Umur 7 bulan, P3U1 = Pupuk Kiserit 30 g dengan Umur 4 bulan, P3U2 = Pupuk Kiserit 30 g dengan Umur 5 bulan,P3U3 = Pupuk Kiserit 30 g dengan Umur 6 bulan, P3U4
= Pupuk Kiserit 30 g dengan Umur 7 bulan, P4U1 = NPK 10 g+Kompos limbah nilam 75 g+Kiserit 25 g dengan Umur 4 bulan, P4U2 =NPK 10 g+Kompos limbah nilam 75 g+Kiserit 25 g dengan Umur 5 bulan, P4U3 = NPK 10 g+Kompos limbah nilam 75 g+Kiserit 25 g dengan Umur 6 bulan. P4U4 = NPK 10 g+Kompos limbah nilam 75
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
56 g+Kiserit 25 g dengan Umur 7 bulan. Masing-masingperlakuan diulang sebanyak6 kali, sehingga diperoleh 96 plot percobaan. Setiap kombinasi perlakuanterdiri satu tanaman tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 96 tanaman.Variabel yang diamati meliputi pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah cabang (cabang), pertambahan jumlah daun (helai) dan kadar minyak atsiri (%).
2.4 Analisis Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini akan dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam dengan uji lanjut DMRT pada taraf 5%.
HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Penelitian
3.1.1. Pertambahan Tinggi Tanaman (cm)
Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan pemberian berbagai macam pupuk dan berbagai umur tanaman untuk variabel pertambahan tinggi tanaman berpengaruh tidak nyata terhadap tanaman nilam. Hasil uji beda nyata DMRT pada taraf 5% disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Pertambahan tinggi tanaman pada berbagai macam pupuk denganberbagai umur tanaman nilam.
Pupuk Umur Tanaman
Rata-rata 4 bulan 5 bulan 6 bulan 7 bulan
NPK (20 g) 95.00 95.5 79.17 90.5 90.04 A Kompos (150 g) 98.33 74.17 83.17 92.67 87.08 A Kiserit (30 g) 95.17 90.67 78.17 87.67 87.92 A NPK 10 g + Kompos 75 g +
Kiserit 25 g 83.33 82.83 78.5 82.17 81.71 A Rata-rata 92.96 a 85.79 a 79.75 a 88.25 a 86.69
Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata menurut uji Duncan NewMultipleRange Test pada taraf α = 5%.Huruf besar dibaca ke arah vertikal dan huruf kecildibaca ke arah horizontal
Tabel 1 memperlihatkan bahwa pemberian perlakuan umur tanaman dengan pupuk pada variable pertambahan tinggi tanaman setelah diuji lanjut berbeda tidak nyata.
Pertambahan tinggi tanaman yang tertinggi diperlihatkan pada kombinasi perlakuan P2U1 sbesar 98,33 cm sedangkan yang terendah pada pemberian perlakuan P2U5 sebesar 74,17 cm.
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
57 3.1.2. Pertambahan Jumlah Cabang (cabang)
Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan pemberian berbagai macam pupuk berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan jumlah cabang, namun pada berbagai umur tanaman berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang dan terjadi interkasi pada berbagai macam pupuk dengan berbagai umur tanaman. Hasil uji beda nyata DMRT pada taraf 5% disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Pertambahan jumlah cabang pada berbagai macam pupuk dengan berbagai umur tanaman nilam.
Pupuk Umur Tanaman
Rata-rata 4 bulan 5 bulan 6 bulan 7 bulan
NPK (20 g) 28.83 B 25.00 A 34.67 C 39.67 A 32.04 A
ab a bc c
Kompos 150 (g) 26.67 AB 23.00 A 26.00 AB 38.5 A 28.54 A
a a a b
Kiserit (30 g) 21.67 A 25.50 A 23.00 A 42.00 A 28.04 A
a a a b
NPK 10 g + Kompos 75 g +
22.00 A 23.50 A 30.67 BC 38.33 A 28.62 A Kiserit 25 g
a a b c
Rata-rata 24.79 a 24.25 b 28.58 b 39.63 b
Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata menurut uji Duncan New MultipleRange Test pada taraf α = 5%.Huruf besar dibaca ke arah vertikal dan huruf kecildibaca ke arah horizontal
Tabel 2 memperlihatkan bahwa pemberian perlakuan umur tanaman dengan pupuk pada variabel pertambahan jumlah cabang setelah diuji lanjut berbeda nyata.
Pertambahan jumlah cabang tanaman yang tertinggi diperlihatkan pada kombinasi perlakuan P3U4 sebanyak 42.00 cabang, sedangkan yang terendah pada pemberian perlakuan P3U1 sebanyak 21.67 cabang.
3.1.3. Pertambahan Jumlah Daun (helai)
Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan pada masing-masing pemberian berbagai macam pupuk dan berbagai umur pada tanaman nilam berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan jumlah daun, namun terjadi interkasi pada berbagai macam pupuk dengan berbagai umur tanaman. Hasil uji beda nyata DMRT pada taraf 5% disajikan pada Tabel 3.
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
58 Tabel 3. Pertambahan jumlah daun pada berbagai macam pupuk denganberbagai umur
tanaman nilam.3. Tabel rata-ratajumlah daun (helai)
Pupuk Umur Tanaman Rata-
rata 4 bulan 5 bulan 6 bulan 7 bulan
NPK (20 g) 120.50
A 97.67 B 67.33
A 134.00 C 104.88 A
bc b a c
Kompos 150 (g) 97.83 A 67.17 AB 98.00
A 108.33 BC 92.83 A
b A a a
Kiserit (30 g) 93.83 A 58.17 A 91.67
A 67.00 A 77.67 A
b a b ab
NPK 10 g + Kompos 75 g
+ 90.17 A 71.50 AB 85.83
A 84.50 AB 83.00 Kiserit 25 g A
a a a a
Rata-rata 100.58 a 73.63 a 85.71 a 98.46 a
Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama berbeda tidak nyata menurut uji Duncan New MultipleRange Test pada taraf α = 5%.Huruf besar dibaca ke arah vertikal dan huruf kecildibaca ke arah horizontal
Tabel 3,setelah diuji lanjut menunjukkan bahwa faktor tunggal pemberian berbagai macam pupuk dan berbagai umur tanaman nilam berbeda tidak nyata terhadap pertambahan jumlah daun, namun interaksi antara pemberian berbagai macam pupuk denganberbagai usiatanaman nilam memberikan perbedaan yang nyata. Pertambahan jumlah daun tertinggi pada pemberian perlakuan P1U4 yaitu sebesar 134.00 daun .
3.1.4. Kadar Minyak Atsiri (%)
0.00 1.00 2.00 3.00 4.00
P1U1 P2U1 P3U1 P4U1 P1U2 P2U2 P3U2 P4U2 P1U3 P2U3 P3U3 P4U3 P1U4 P2U4 P3U4 P4U4
Kadar Minyak Atsiri (%)
September
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
59 Gambar 1 menunjukkan bahwa hasil dari kadar minyak atsiri pada tanaman nilam dengan perlakuan pemberian pupuk NPK 10 gram + Kompos limbah nilam 75 gram + Kiserit 25 gram dengan tanaman umur 7 bulan (P4U4) menunjukkan hasil yang terbaik.
3.2. Pembahasan
Variabel tinggi tanaman nilam (Tabel 1) menunjukkan bahwa pemberian berbagai macam pupuk pada umur tanaman nilam yang berbeda-beda belum mhasil yang signifikan namun. Pemberian pupuk kompos limbah nilam150 g dengan tanaman umur 4 bulan memperlihatkan pertambahan tinggi tanaman yang tertinggi yaitu 98.33 cm.
Menurut penelitian (Dzajuli, 2013) pemberian pupuk kompos limbah nilam 3 kg sudah memberikan pertumbuhan yang baik untuk pertambahan tinggi tanaman. Pupuk kompos limbah nilam memiliki manfaat bagi tanah dan pertumbuhan tanaman terutama untuk peningkatan kadar C-organik di dalam tanah terutama yang kandungan karbonnya rendah.Semakin tinggi jumlah pupuk kompos limbah nilam yang diberikan semakin baik pertumbuhan tanaman nilam. Abdurohim (2008) menyatakan bahwa pemberian pupuk kompos limbah nilam, sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai kompos bermutu tinggi dan menunjukkan bahwa kompos memberikan peningkatan kadar kalium pada tanah .
Hasil penelitian pada jumlah cabang tanaman nilam (Tabel 2) menunjukkan bahwa pemberian perlakuan P3U4 yaitu pemberian kiserit 30 dengan umur tanaman 7 bulan memperlihatkan pertambahan cabang yang terbanyak dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya yaitu sebanyak 42 cabang Hal ini dikarenakan tanaman nilam pada umur 7 bulan pertumbuhan cabangnya sudah bertambah banyak, cabang tanaman nilam cukup banyak mengandung air.Menurut Nio dan Banyo (2011), bahwa pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat dipengaruhi oleh keadaan air dalam jaringan tanaman.
Jika kandungan air dalam jaringan tanaman cukup, maka semua proses yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman akan berjalan sebagaimana mestinya.
Tanaman akan memanfaatkan unsur hara yang tersedia dalam tanah sesuai dengan kebutuhannya karena tanaman nilam sangat rakus akan usur hara, oleh karena itudosis pemberian pupuk yang belum optimal tidak memberikan perbedaan yang nyata bagi pertambahan jumlah cabang karena pupuk kiserit yang dapat memperbaiki sifat kimia
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
60 tanah dan pupuk kiserit hanya memiliki peran yang dapat meningkatkan ketersediaan hara pada tanah sehingga pertumbuhan tanaman juga meningkat. Kandungan kieserit yang sangat berperan dalam pertumbuhan tanaman adalah Mg.Menurut Maryani and Gusmawartati (2011)hal ini dikarenakan dengan pemberian pupuk kieserit dapat meningkatkan ketersediaan hara yang ada di tanah, ketersediaan kandungan kiserit berupa Mg yang cukup dapat dimanfaatkan oleh tanaman untuk meningkatkan jumlah klorofil sehingga proses fotosintesis dapat lebih optimal.
Tabel 3 menunjukkan bahwa pada perlakuan pemberian dosis pupuk NPK 20 g dengan umur tanaman 7 bulan memberikan pertambahan jumlah daun yang sangat tinggi (P1U4) yang memiliki nilai rata-rata yang tertinggi yaitu 134. Tanaman nilam dengan umur 7 bulan yang bertambah dengan kuncup ujung yang akan memperpanjang pertumbuhan sumbu utama secara terus menerus seiring bertambahnya umur tanaman.
MenurutHaryani et al., 2015 bahwa jumlah daun tanaman nilam akan semakin meningkat dengan umur yang semakin bertambah.
Unsur hara yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman adalah unsur hara N, P dan KPupuk NPK sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan,antara lainmembuat tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijaudaun (Chlorophyl) yangmempunyai peranandalam prosesfotosintesis (Novizan, 2002). karena pada tingkat umur tanaman yang sudah memasuki umur yang cukup optimaldan Unsur hara yang terkandung dalam tanah masih mampu menopang pertumbuhan tanaman, sehingga dengan penambahan pupuk NPK maka dapat meningkatkan jumlah daun.Mustika et al., (1995) menyatakan bahwa Nitrogen dalam jaringan tanaman digunakan untuk membentuk asam amino dan asam nukleat, protein penyusun kloroplas, mitokondria, dan struktur sel. Suplai nitrogen yang cukup menyebabkan optimalnya proses fotosirrtesis dan pertumbuhan vegetatif tanaman.faktor genetis dan lingkungan tempat tanaman itu tumbuh, sehingga akan mempengaruhi penampilan tanaman baik secara fisiologis maupun morfologi.
Gambar 1 menujukkan bahwa pemberian pupuk NPK 10 gram + Kompos limbah nilam 75 gram + Kiserit 25 gram dengan tanaman umur 7 bulan memberikan kadar minyak atsiri yang terbaik. Hal ini dikarenakan dengan pemberian pupuk NPK, pupuk kompos limbah nilam yang mengandung unsur N( 3,59%), K ( 1,26%), P2O5(0,28%) serta kiserit yang mengandung 26,5% Mg memiliki peran sebagai pengatur proses
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
61 fisiologi tanaman seperti fotosintetis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel.
Dengan demikian secara umum dengan hasil fotosintat yang tinggi pada umur tanaman 7 bulan dapat mendukung pertumbuhan cabang sekunderdan daun sehingga memberikan hasil minyak atsiri yang lebih tinggi. Hasil penelitian Singh dan Rao (2008) menunjukkan bahwa aplikasi pupuk nitrogen meningkatkan produktivitas kandungan patchouly oil dan kadar minyak atisiri tanaman nilam.
KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan
Secara umum untuk pertumbuhan tinggi tanaman nilam dibawah tegakan kelapasawit umur 3 tahun, tidak dipengaruhi oleh pemberian perlakuan pupuk dan umur tanaman sedangkan untuk pertumbuhan cabang dan daun serta kadar minyak atsiri dipengaruhi oleh pemberian perlakuan pupuk dengan umur tanaman. Pemberian perlakuan pupuk NPK 10 g + Kompos 75 g + Kiserit 25 g menghasilkan kadar minyak atsiri yang tertinggi .
4.2 Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan perlu dilakukan penelitian lanjutan yaitu penanaman nilam dibawah tegakan tanaman perkebunan kelapasawit umur 4 tahun.
ISBN: 978-602-97051-7-1 E-ISSN :
DOI :
62 DAFTAR PUSTAKA
Abdurohim ,O. 2008. Pengaruh Kompos Terhadap Ketersediaan Hara dan Produksi Tanaman Caisin Pada Tanah Latosol Dari Gunung Sindur. Skripsi. Dalam IPB Repository, 13 Juni 2010.
Ditjen Bina Produksi Perkebunan, 2004. Nilam.Statistik Perkebunan Indonesia.2001- 2003. 23 hal.
Dzauli, M. 2013. Pengaruh Pemupukan Kompos Limbah Nilam Dan NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Nilam.Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.
Bogor.Bul. Littro, Vol 24, No 2.
Hariyani, Eko. WDan Ninuk. H. 2015. Pengaruh Umur Panen Terhadap Rendemen Dan Kualitas Minyak Atsiri Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.). Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Vol 3. No 3.hlm. 205 – 211.
Maryani, A. T., & Gusmawartati, G. (2011). Pengaruh Naungan Dan Pemberian Kieserit Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Nilam (Pogostemon Cablin Benth.) Pada Medium Gambut. Agroteknologi, 2(1), 7–16.
Mustika, I., A. Rachmat, S. dan Suyanto. 1995. Pengaruh Pupuk, Pestisida Dan Bahan Organik Terhadap Ph Tanah, Populasi Nematoda Dan Produlai Nilam. Media Komunikasi Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Industri (15):70 -74.
Nio, S. A., dan Banyo, Y. 2011. Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman. Jurnal Ilmiah Sains, 11 (2): 166-173.
Novizan, 2002. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Rusli, S., Hobir,. A. Hamid, A. Asman, S. Sufiani dan M. Mansyur, 1993. Evaluasi Hasil Penelitian Minyak Atsiri, Balittro. 15 hal.
Rusli, S. dan M. Hasanah.1977. Cara Penyulingan Daun Nilam Mempengaruhi Rendemen dan Mutu Miny.
Singh, M dan R.S.G. Rao. 2008. Influence Of Sources And Doses Of N And K On Herbage, Oil Yield And Nutrient Uptake Of Patchouli (Pogostemon cablin(Blanco) Benth.) in semi-arid tropics. Elsevier.
Wikardi, E.A., A. Asman dan P. Wahid. 1991. Perkembangan Penelitian Tanaman Nilam.
Edisi Khusus Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 6 (1) : 23-29.
Yuhono, J.T. dan S, Suhirman.2007. Strategi Peningkatan Rendemen dan Mutu Minyak dalam Agribisnis Nilam.Balittro. Bogor. Perkembangan Teknologi TRO 11 (3) : 69-71.