• Tidak ada hasil yang ditemukan

4 KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4 KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

4 KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN   

 

4.1 Keadaan Geografis dan Topografis

Kabupaten Indramayu terletak di pesisir utara Pantai Jawa, dengan garis pantai sepanjang 114 km. Kabupaten Indramayu terletak pada koordinat 107°52'–

108°36' BT dan 6°15' – 6°40' LS. Kabupaten Indramayu terdiri dari 31 kecamatan dan 205 desa yang tersebar dalam wilayah dengan luas 2040,11 km2, dimana 10 kecamatan di antaranya berbatasan langsung dengan laut.

Indramayu memiliki batas wilayah administratif sebagai berikut:

1) Sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa;

2) Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Cirebon;

3) Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Cirebon; dan 4) Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Subang.

Kabupaten Indramayu merupakan daerah pertanian yang subur, dari wilayah seluas 204.011 Ha, 41,9% merupakan areal persawahan, dan sisanya berupa rawa, tambak, dan pekarangan. Kabupaten Indramayu memiliki ketinggian antara 0-18 m di atas permukaan laut dengan kemiringan lahan antara 0%-2%.

Sehingga bila curah hujan tinggi maka di daerah-daerah tertentu akan terjadi genangan air dan bila kemarau akan terjadi kekeringan (Pemerintah Kabupaten Indramayu, 2011).

4.2 Keadaan Iklim Indramayu

Secara iklim, Kabupaten Indramayu termasuk ke dalam tipe iklim Aw. Tipe iklim Aw merupakan tipe iklim hujan tropis dengan musim basah dan kering dan mempunyai curah hujan tahunan di bawah 2500 mm. Curah hujan pada bulan terkering lebih kecil dari 60 mm serta suhu udara rata-rata bulanan terdingin lebih dari 180C dan suhu bulan terpanas lebih besar dari 22oC. Curah hujan tertinggi di Kecamatan Indramayu terjadi pada bulan Januari-Maret dan curah hujan terendah terjadi pada bulan Juli-September. Seperti keterangan pada Tabel 1, Desa Karangsong yang merupakan bagian dari Indramayu memiliki curah hujan rata-

(2)

rata sebanyak 200 mm/tahun dengan suhu udara rata-rata 29oC (Profil desa Karangsong, 2011).

Tabel 1 Jumlah Hari Hujan dan Curah Hujan Kecamatan Indramayu Tahun 2009 Bulan Jumlah hari hujan Curah hujan (mm)

Januari 15 214

Februari 19 415

Maret 7 240

April 9 127

Mei 8 142

Juni 6 79

Juli 1 1

Agustus 1 3

September - -

Oktober 4 6

November 11 197

Desember 7 114

(Sumber: Profil desa Karangsong tahun 2011)

4.3 Oseanografi

Kondisi laut di pesisir Indramayu memiliki karakteristik seperti berikut:

bulan Desember sampai Februari ketika bertiup angin barat, arus laut bergerak dari arah Barat ke Timur dan sebaliknya antara bulan Juli sampai Agustus arus laut bergerak dari arah Timur ke Barat karena pengaruh angin timur. Periode bulan Maret sampai Mei dan September sampai November merupakan periode peralihan arah arus. Pada periode peralihan arus, kekuatan arus relatif rendah dan laut dalam kondisi relatif tenang. Di sekitar pesisir Indramayu, kecepatan arus permukaan pada musim barat dan musim angin timur diperkirakan mencapai 25 cm/detik sementara pada periode peralihan diperkirakan hanya berkisar 12 cm/dt.

Kondisi perairan di pantai utara Jawa pada umumnya, pasang-surut yang terjadi di wilayah perairan kabupaten Indramayu termasuk kedalam tipe campuran condong harian tunggal. Untuk tipe pasang surut campuran condong harian tunggal, dalam 1 hari (24 jam) terjadi satu kali pasang dan satu kali surut, akan tetapi kadang-kadang untuk terjadi dua kali pasang dan dua kali surut. Wilayah desa Karangsong mengalami pasang surut dua kali sehari dengan perbedaan tinggi pasang surut antara 50-100 cm.

(3)

4.4 Demografi

Jumlah penduduk Kabupaten Indramayu pada tahun 2010 sebanyak 1.663.737 orang. Penduduk desa Karangsong berjumlah 4.677 jiwa pada tahun 2011, penduduk laki-laki berjumlah 1.890 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 2.787.. Jumlah penduduk menurut mata pencaharian di desa Karangsong dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Jumlah penduduk menurut mata pencaharian di desa Karangsong pada 2011

No. Mata Pencaharian Jumlah (Orang)

1 Petani 106

2 Buruh Tani 252 3 Buruh/Swasta 20 4 Pegawai Negeri 58

5 Pedagang 212

6 Peternak 6

7 Montir 7

(Sumber: Profil Desa Karangsong tahun 2011)

4.5 Keadaan Perikanan Kabupaten Indramayu

Usaha perikanan di Kabupaten Indamayu dibagi menjadi dua, yakni usaha perikanan darat dan perikanan laut. Perikanan darat mencakup tambak, sungai, dan kolam. Perikanan laut bergerak di kegiatan penangkapan. Produksi perikanan Indramayu didominasi hasil produksi dari kegiatan penangkapan ikan di laut.

Berkembangnya usaha perikanan laut di Indramayu tidak lepas dari kegiatan pembangunan daerah pesisir dan sarana kegiatan perikanan tangkap seperti pelabuhan, TPI, dan koperasi perikanan. Kabupaten Indamayu memiliki 37 desa nelayan yang tersebar di 11 kecamatan, dengan 14 pusat kegiatan pendaratan ikan (PPI dan TPI) dan 14 koperasi perikanan.

4.5.1 PPI Karangsong

PPI Karangsong berjarak 4,5 km dari pusat kota Indramayu dan terletak pada koordinat 06°18'45" dan 06°19'45" LS dan 108° 21'30" dan 108° 22'30" BT.

PPI Karangsong berada di pesisir Laut Jawa dan masuk ke bagian dalam dari bibir pantai. PPI Karangsong sendiri memiliki topografi yang datar dengan ketinggian dari permukaan laut sebesar 0,5 Mdl (Profil Desa Karangsong, 2011). Keberadaan

(4)

PPI Karangsong juga ditunjang oleh adaya aliran Sungai Prajagumiwang yang berfungsi sebagai alur keluar masuk kapal atau perahu ke pelabuhan (Omat, 2008).

PPI Karangsong memiliki fasilitas-fasilitas sebagai berikut: TPI, koperasi, eskavator, kantor administrasi, papan informasi DPI, keranjang ikan, alat timbang, pabrik es, TPI, dan drum, kantor administrasi, dan papan informasi DPI. PPI Karangsong memberlakukan kebijakan retribusi sebesar 3% dari nelayan dan 3%

dari bakul. Biaya ini lebih besar dibandingkan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Hal ini sudah disepakati oleh para juragan pemilik kapal, bakul, KUD, dan pihak TPI disepakati dalam rapat anggota tahunan. PPI Karangsong beroperasi sejak pukul 07.00 sampai pukul 15.00 setiap hari.

4.5.2 Unit penangkapan ikan

Terdapat tiga unsur yang sangat penting dalam kegiatan penangkapan ikan, yang mempengaruhi keberhasilan operasi penangkapan ikan. Ketiga unsur tersebut adalah alat tangkap yang digunakan, kapal penangkap ikan, dan nelayan sebagai pengguna kedua unsur tersebut.

1. Alat tangkap

Nelayan di Kabupaten Indramayu menggunakan berbagai macam alat tangkap seperti payang, dogol, pukat cincin, pukat pantai, gillnet, jaring klitik, trammel net, pancing, sero, dan alat tangkap lainnya. Ada 2 jenis alat penangkap ikan yang banyak diminati di PPI Karangsong. Kedua alat tangkap tersebut adalah jaring rampus dan gillnet millenium. Seperti yang terlihat pada Tabel 3, alat tangkap lain yang umum digunakan di PPI karangsong adalah payang dan pancing, namun jumlahnya tidak sebanyak jaring rampus maupun gillnet millenium.

(5)

Tabel 3 Jenis dan jumlah alat tangkap yang beroperasi di PPI Karangsong tahun 2010.

Alat Tangkap Yang Beroperasi (unit) Bulan Payang Jaring

Rampus

Gillnet millenium

Pancing Jumlah

Januari 3 915 263 18 1199 Februari 5 811 243 24 1083

Maret 6 968 337 26 1337

April 5 864 305 28 1202

Mei 4 875 368 25 1272

Juni 3 826 288 27 1144

Juli 2 799 250 25 1076

Agustus 3 867 350 42 1262

September 3 728 167 39 937

Oktober 3 1274 291 42 1610

November 0 906 281 96 1283

Desember 0 818 292 12 1122

(Sumber: Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra 2010) 2. Kapal

Di Kabupaten Indramayu, terdapat tiga kategori kapal yang digunakan yakni kapal motor, kapal motor tempel, dan perahu tanpa motor. Dinas perikanan Indramayu mengelompokkan kapal motor dalam 5 kelas yakni < 5 GT, 5-10 GT, 10-30 GT, 30-50 GT, dan kapal > 50 GT. Kapal motor tempel hanya memiliki 2 kelas yaitu dibawah 5 GT dan kapal berukuran 5-10 GT.

Perahu motor tempel yang berukuran lebih kecil dari 5 GT adalah armada penangkap ikan yang paling banyak di Kabupaten Indramayu. Perahu motor tempel ini menggunakan bahan bakar solar dengan kekuatan mesin 20PK. Perahu tanpa motor jumlahnya pada tahun 2009 hanya 1,34% dari keseluruhan armada penangkapan ikan yang berada di Kabupaten Indramayu, ini menunjukkan bahwa motorisasi kapal sudah terlaksana dengan baik. Jumlah armada penangkapan ikan di Indramayu dapat dilihat pada Tabel 4.

(6)

Tabel 4 Jumlah armada penangkapan di Indramayu tahun 2005-2009 Tahun Kapal Motor Motor Tempel Jumlah Kenaikan(%)

2005 285 5656 5941 -

2006 285 5656 5941 0

2007 303 5725 6028 1,46 %

2008 303 5725 6028 0

2009 697 5282 5979 -8%

(Sumber: Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu 2005-2009) 3. Nelayan

Nelayan merupakan bagian yang sangat penting dari unit penangkapan ikan karena nelayan menggunakan dan mengoperasikan alat serta kapal penangkap ikan. Nelayan memegang peranan kunci dalam keberhasilan suatu operasi penangkapan ikan.

Nelayan di Indramayu dibagi berdasarkan kepemilikan alat tangkap, yaitu:

1) Juragan atau nelayan pemilik yang merupakan pemilik fasilitas produksi seperti kapal dan alat penangkap ikan. Juragan bertanggung jawab dalam membiayai kegiatan operasi dan pemasaran hasil tangkapan.

2) Nelayan buruh, adalah nelayan yang turun langsung dalam kegiatan operasi penangkapan ikan. Nelayan buruh hanya menyediakan tenaga dan keahlian dalam operasi penangkapan ikan karena seluruh biaya dan komponen operasi disediakan oeh nelayan pemilik. Tabel 5 memperlihatkan bahwa jumlah nelayan pemilik dan nelayan buruh meningkat dari tahun 2006 ke tahun 2007, setelah itu jumlahnya cenderung tetap hingga tahun 2009.

Tabel 5 Jumlah nelayan di Indramayu tahun 2005-2009

Tahun Nelayan Pemilik Nelayan Buruh Jumlah

2005 4271 30411 34682

2006 4271 30411 34682

2007 4283 31124 35407

2008 4283 31124 35407

2009 4283 31124 35407

(Sumber: Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu 2005-2009)

Jumlah nelayan dalam suatu unit penangkapan ikan bergantung pada ukuran kapal tersebut. Kapal penangkapan ikan 5 GT memiliki jumlah nelayan sebanyak 4-5 orang, kapal 30 GT sebanyak 11-12 orang nelayan, dan pada kapal 40 GT - 60 GT jumlahnya sekitar 13-14 orang nelayan.

(7)

4.5.3 Koperasi

Koperasi perikanan yang ada di desa Karangsong bernama Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra. Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra melayani administrasi empat desa nelayan yakni desa Paoman, Margadadi, Karangsong, dan Pabean Udik. Hasil pencatatan administratif Koperasi Mina Sumitra berasal dari TPI Karangsong.

Koperasi Mina Sumitra berdiri pada tahun 1918 yang dulu masih berbentuk KUD. Pada tahun 2006 berubah nama menjadi KPL Mina Sumitra dari nama sebelumnya KUD Mandiri. KPL Mina Sumitra melayani unit pelelangan, pencatatan hasil lelang dan penimbangan hasil lelang. Unit usaha koperasi mencakup penyediaan BBM, warung serba ada, BAP (sparepart peralatan perikanan), perbekalan, penyediaan basket, simpan pinjam untuk bakul dan juragan, perkreditan, toserba angota, unit es dan sembako.

KPL Mina Sumitra juga turut mengelola PPI Karangsong. Pendapatan KPL Mina sumitra berasal dari jasa lelang sebanyak 2% dari anggota dan non anggota. Selain itu, pendapatan KPL Mina sumitra juga berasal dari retribusi yang berdasarkan Rapat Anggota Tahunan dimana para pengusaha bakul wajib membayar 3% dari hasil lelang dan nelayan juga membayar 3% dari hasil penjualan lelang. Biaya ini digunakan untuk pengelolaan TPI dan biaya keruk kolam pelabuhan dan aliran sungai yang berada di PPI Karangsong. KPL Mina Sumitra juga memberikan asuransi bagi anggotanya yang meninggal akibat kecelakaan di laut.

(8)

  Gambar 2 Kantor KPL Mina Sumitra, Karangsong 4.5.4 Produksi dan nilai produksi

Produksi perikanan Kabupaten Indramayu berasal dari 14 koperasi perikanan yang mengelola kegiatan di daerahnya masing-masing. Perkembangan produksi perikanan selama periode 2006-2010, produksi tertinggi terjadi pada tahun 2010 dan yang terendah terjadi pada tahun 2007. Jumlah produksi dan nilai produksi tidak selalu berbanding lurus, misalnya pada tahun 2006 dan 2007, meskipun jumlah produksi perikanan mengalami penurunan, namun nilai produksinya mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan perbedaan harga ikan di pasaran dan jenis serta kualitas ikan yang didaratkan. Hal ini dapat dilihat seperti pada tabel 6.

Tabel 6 Perkembangan volume dan nilai produksi di Indramayu tahun 2006-2010 Tahun Produksi Nilai Rupiah (Rp)

2006 25.205.291,10 134.380.384.100,00 2007 23.851.487,70 145.360.954.975,00 2008 30.668.798,00 206.969.729.400,00 2009 29.325.048,50 197.024.396.300,00 2010 34.585.015,65 241.998.234.340,00 (Sumber: Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu 2006-2010)

PPI Karangsong merupakan PPI dengan volume dan nilai produksi yang tertinggi jika dibandingkan dengan 13 pusat pendaratan ikan yang ada di Kabupaten Indramayu. Tabel 7 memperlihatkan bahwa volume produksi PPI Karangsong terus meningkat sejak tahun 2006-2010 dengan puncak jumlah dan

(9)

nilai produksi terjadi pada tahun 2010, yakni sebesar 16.525.820 kg dan nilai produksi Rp180.943.935.000,00.

Tabel 7 Perkembangan volume dan nilai produksi di PPI Karangsong tahun 2006-2010

Tahun Produksi (kg) Kenaikan Nilai Rupiah (Rp) Kenaikan

2006 10.775.000 - 82.689.000.000 -

2007 11.484.000 6,58% 98.642.000.000 19,29%

2008 13.408.000 16,75 % 153.973.000.000 56,09%

2009 14.130.000 5,38% 147.777.000.000 -4,02%

2010 16.525.820 16,96% 180.943.935.000 22,44%

Volume produksi perikanan di PPI Karangsong selama periode 2006-2010 mengalami peningkatan setiap tahun. Peningkatan volume produksi yang paling besar terjadi pada tahun 2010 yakni sebesar 16,96%. Peningkatan volume produksi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan nilai produksi. Tahun 2009, ketika volume produksi mengalami kenaikan sebesar 5,38%, nilai produksi mengalami penurunan sebesar 4,02%. Hal ini dapat diakibatkan oleh harga jual ikan hasil tangkapan, jenis ikan yang ditangkap, dan kualitas ikan. Tabel 8 menunjukkan komposisi dan volume hasil tangkapan gillnet millennium pada tahun 2010.

(10)

Tabel 8 Volume produksi gillnet millenium berdasarkan jenis ikan hasil tangkapan tahun 2010

No Jenis ikan Gillnet Millenium

kg Presentase 1 Bawal Hitam (Formio niger) 284.727 2,97 % 2 Tongkol (Auxis thazard) 3.537.456 36,91%

3 Klayaran (Makaira indica) 191.249 1,99%

4 Tenggiri (Scomberomorus commersoni )

1.246.990 13,01%

5 Alamkao (Psettodes erumeri) 177.943 1,86%

6 Manyung (Arius thalassinus) 1.515.132 15,81%

7 Remang (Congresox talabon) 1.212.786 12,66%

8 Cucut (Carcharhinus sp.) 467.475 4,88%

9 Pari (Dasyatis sp.) 77.787 0,81%

10 Kakap Putih (Lates calcarifer) 112.335 1,17%

11 Blidah (Chirocentrus dorab) 97.688 1,01%

12 Kakap Merah (Lutjanus malabaricus)

455.763 4,76%

13 Krempul (Caranx sexfasciatus) 75.933 0,79%

14 Ikan Campur 129.969 1,36%

Jumlah 9.583.243 100%

Gambar 3 Presentasi Volume Produksi Gillnet Millenium di PPI Karangsong

(Sumber: Koperasi Perikanan Laut Mina Sumitra 2010)

(11)

4.5.5 Daerah penangkapan ikan

Daerah penangkapan ikan untuk kapal motor tempel 5-10 GT berada di wilayah Indramayu sampai dengan Pulau Biawak. Daerah penangkapan ikan untuk kapal dengan kapasitas 20-30 GT berada di wilayah perairan Karimunjawa, Masalembu, dan Selat Karimata. Kapal dengan kapasitas 40-60 GT melakukan kegiatan penagkapan ikan di perairan Masalembu, Karimun Jawa, Selat Karimata, dan Kepulauan Natuna (Lintang 1-3). .Posisi daerah penangkapan ikan dapat dilihat pada Gambar 4.

Keterangan: Perairan Pulau Biawak Perairan Masalembu PerairanLaut Jawa Perairan Laut Cina Selatan Perairan Selat Karimata

Gambar 4 Daerah Penangkapan Ikan Gillnet Millenium.

Indonesia

Gambar

Tabel 1  Jumlah Hari Hujan dan Curah Hujan Kecamatan Indramayu Tahun 2009  Bulan  Jumlah hari hujan  Curah hujan (mm)
Tabel 3 Jenis dan jumlah alat tangkap yang beroperasi di PPI Karangsong   tahun 2010.
Tabel 6  Perkembangan volume dan nilai produksi di Indramayu tahun 2006-2010  Tahun  Produksi  Nilai Rupiah (Rp)
Tabel 7   Perkembangan  volume  dan  nilai produksi di PPI Karangsong tahun  2006-2010
+3

Referensi

Dokumen terkait

Kabupaten Subang memiliki 30 kecamatan (Lampiran 2), namun hanya 4 kecamatan yang merupakan kecamatan di wilayah pesisir dan laut dengan panjang garis pantai kurang lebih 68 km,

Kabupaten Subang merupakan kabupaten yang memiliki areal lahan sawah terluas ketiga di Jawa Barat setelah Indramayu dan Karawang, sekaligus merupakan penyumbang /

Wilayah pesisir di Desa Keffing dan Desa Kway sangat strategis untuk pengembangan kegiatan perikanan karena memiliki karakteristik sumberdaya perikanan yang

Jumlah kapal di Kabupaten Bantul pada tahun 2011 mencapai 5 buah, sedangkan jumlah Perahu Motor Tempel (PMT) di Kabupaten Bantul pada tahun 2011 mencapai

Kapal-kapal tersebut umumnya melakukan penangkapan ikan di daerah penangkapan ikan (DPI) di perairan bagian utara Pulau Jawa dan perairan bagian timur Pulau Sumatera,

Kabupaten Trenggalek merupakan satu dari 38 (tiga puluh delapan) kabupaten/kota di Propinsi Jawa Timur, yang terletak di Kawasan Selatan Jawa Timur (KSJT) yaitu ± 181 km

Perahu tanpa Perahu Motor Kapal Motor Kabupaten/Kota Motor Tempel In Board Jumlah Regency/City Non Motorized Out Board Motorized Boat Total Boat Motorized Boat [1] [2] [3] [4] [5]

Keragaman nilai dari pendapatan nelayan pada perahu tanpa mesin memiliki R2 sebesar 54,9% sedangkan pada kapal motor tempel memiliki R2 sebesar 83,7% dimana keragaman nilai dari