• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORM BIMBINGAN SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "FORM BIMBINGAN SKRIPSI"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

99

LAMPIRAN

(2)

100

FORM BIMBINGAN SKRIPSI

Nama Mahasiswa: Tasya Monica NIM: 00000020977

Dosen Pembimbing: Helga Liliani Cakra Dewi, S.I.Kom., M.Comm.

Tanggal Pokok Bahasan Saran Perbaikan Paraf Dosen

Pembimbing 5/2/2021 Konsultasi file sempro Variabel kurang cocok

dengan Love, Bonito Indonesia. Ganti variabel 19/2/2021 Konsultasi judul Ganti jadi kualitatif 26/2/2021 Asistensi judul dan

topik penelitian

Judul diterima, lengkapin bab 1 dan 2

5/3/2021 Asistensi bab 1 Dibuat lebih terstuktur, tidak bolak balik, bentuk kerangka berpikir, penulisan sumber kutipan

19/3/2021 Asistensi bab 1 Dicantumkan sumber, cari data yang lebih update/

terbaru, penulisan rumusan masalah, pertanyaan penelitian, keterbatasan penelitian

9/4/2021 Asistensi bab 1, 2, dan 3 Bab 1 sudah ok. Bab 2 tambahkan teori konsep media sosial Quesenberry.

Bab 3 kesalahan penulisan, tambahkan kriteria partisipan, pembuatan kerangka penelitian

24/4/2021 Asistensi bab 2, dan 3 Bab 2 Tata cara penulisan (italic, kata depan), tambahkan tipe strategi influencers marketing dan sales promotion tools, kerangka penelitian sudah ok Bab 3 kesalahan penulisan, tambahkan kriteria partisipan

(3)

101 30/4/21 Asistensi bab 3 dan 4

awal. Pertanyaan wawancara

Bab 3 sudah ok. Acuan pertanyaan wawancara sudah ok. Lanjutkan wawancara bersama partisipan

21/5/21 Asistensi hasil wawancara

Kejar wawancara bersama partisipan 2, masukkan hasil wawancara partisipan 1 ke hasil penelitian, beri tanda kutipan mana yang bisa dimasukkan dalam bab 4, transkrip wawancara dibuat dalam tabel

26/5/21 Asistensi halaman awal, asistensi hasil wawancara, asistensi tabel transkrip wawancara

Hasil wawancara dari partisipan 1 dan 2 sudah cukup untuk data penelitian.

Lanjut selesaikan 4.2 dan 4.3 1/6/21 Asistensi bab 1-5 Rapihkan spacing dan

halaman. Tambahkan influencers yang dipakai Love, Bonito selama April dan Mei.

(4)

102 Tabel 1

Insights Konten Instagram Story Elika di akun Instagram @elikaboen

Reach Impressions Profile Visits

Link Clicks

@lovebonitoid Taps Shares

9.895 9.926 28 231 368 6

Tabel 2

Insights Konten Instagram Story Elika di akun Instagram @lovebonitoid

Reach Impressions Profile Visits

Link Clicks @elikaboen Taps Shares

6.583 6.481 26 8 22 2

Tabel 3

Insights Konten Instagram Post Elika di akun Instagram @elikaboen

Reach Impressions Likes Comments Shares Saves Profile Visits

72.536 82.158 6.329 61 254 451 891

Tabel 4

Insights Konten Instagram Post Elika di akun Instagram @lovebonitoid

Reach Product Clicks

Website Clicks

Likes Comments Shares Saves Profile Visits

51.626 178 167 1.134 7 40 340 1.364

(5)

103 Tabel 5

Performance Elika Boen Periode April

Voucher Usage

New Customer

Total Traffic

Clippings Rate Card ER

2 2 272 9 Rp 1.500.000

Clothes Sponsorships Rp 1.500.000

Cash Fee

Tabel 6

Performance Elika Boen Periode April

Voucher Usage

New Customer

Total Traffic

Clippings Rate Card ER

0 0 296 5 Rp 1.500.000

Clothes Sponsorships Rp 1.500.000

Cash Fee

(6)

104

KLIPING DATA DAN INFORMASI

1. Insights konten Elika Boen di akun Instagram @elikaboen

2. Insights konten Elika Boen di akun Instagram @lovebonitoid

(7)

105

(8)

106

(9)

107

TRANSKRIP WAWANCARA

Strategi Penggunaan influencer Marketing dalam Menunjang Kegiatan Promosi Penjualan Love, Bonito Indonesia

Waktu Wawancara 4 Mei 2021

Partisipan 2 (P)

Sarah Hasibuan, Senior Marketing Executive

Tempat Wawancara Online - Google Meeting

Peneliti (T)

Tasya Monica, Mahasiswa UMN

T : Halo Kak Sarah, sebelum masuk ke daftar-daftar pertanyaan untuk keperluan skripsi aku, aku mau minta Kak Sarah untuk memperkenalkan diri. Posisi di Love, Bonito itu sebagai apa, tanggung jawab, dan job desk yang Kak Sarah handle di Love, Bonito selama ini tuh apa aja boleh tolong dishare ya.

P : Okay, jadi aku ini di Love, Bonito posisinya sebagai Senior Marketing Executive dan di posisi itu sendiri responsibility aku sehari-hari aku itu handling organic marketing channel, jadi organic marketing channel itu include

mengembangkan strategi komunikasi dan pemasaran dan merencanakan

komunikasi dan pemasaran itu sendiri termasuk media, public relations, internal communication dan pemasaran brand, media sosial, dan produksi konten juga buat jadi fashion brand yang top of mind. Itu sebenernya kurang lebih pengertian dari senior marketing executivenya. Tapi kalau buat tanggung jawab aku sehari-hari aku tuh mengembangkan strategi komunikasi dan memanage budget juga untuk

mencapai goal dari sisi komersial gitu. Nah, terus habis itu aku juga harus

menganalisa semua aktivitas marketing dan selalu optimize semua strategi itu biar lebih efisien termasuk kampanye2 media sosial yang kita jalankan. Terus aku juga biasanya bikin dan ngirim press release ke media buat menjaga hubungan baik terus aku juga monitoring akun media sosial dan content creative lalu aku juga

mengembangkan content calendar dan tema buat aktivitas setiap minggu. Selain itu, dari sisi komunikasi aku juga mengembangkan nada bicara yang paling bisa

merepresentasikan Love, Bonito juga. Lalu buat supporting goals nya biasanya aku lebih ngebantuin dari sisi digital marketing atau sisi merchandising buat ide2 kampanye terus udah gitu aku analisis, testing dan juga bikin laporan buat ROI atau the effectiveness of marketing campaign. Terus yang terakhir biasanya aku juga nge-lead dan nge-monitor inisiatif public relationship dan partner. Biasanya bentuknya itu kayak CSR, events, partnerships sama influencer. Gitu sih kurang lebih. Kalau kamu mau baca lebih lengkapnya di Linkedin aku ada sih, Tasya.

(10)

108

T : okay, overall cukup jelas aku udah paham. Kalau gitu aku mulai masuk ke pertanyaan dengan topik skripsi aku yang berjudul “Strategi Penggunaan influencer Marketing dalam Menunjang Kegiatan Promosi Penjualan di Love, Bonito

Indonesia”. Pertanyaan pertama itu Love, Bonito sendiri kan menggunakan sarana media sosial dalam memasarkan brand nya. Nah aku mau tanya, gimana tahapan yang dilakukan Love, Bonito dalam menjalankan strategi penggunaan media sosial?

Dan gimana cara Love, Bonito mengidentifikasi tujuan bisnis yang terukur dan terikat dengan waktu dan secara spesifik ?

P : okay, secara garis besarnya kita biasanya pakai SMART goals yang specific, measurable, attainable, realistic, and time-bound. Biasanya buat perencanaan strategi media sosial kita ngerencanain satu bulan sebelumnya dengan

mengadaptasi ide utama dari tim regional serta penyesuaian dengan koleksi merchandising kita sendiri. Terus perencanaannya ini juga dilakukan dengan cross department untuk merencanakan budget dan profit dari strategi yang akan

dijalankan. Sebenernya untuk strategi SMART goals ini gak pernah dibahas secara langsung dengan sebutan “SMART goals” tapi di setiap campaign kita itu kita selalu mulai dengan objektifnya apa, gimana cara ngukurnya, terus kira-kira ini possible ga maksudnya target ini achievable atau ga gitu, dan yang terakhir kita bikin timelinenya juga. Jadi kita bisa tau kapan kita mulai, kapan kita bisa expect result nya gitu.

T : oh gitu, ya I see. Kalau untuk menentukan target audiens Love, Bonito Indonesia sendiri tuh gimana sih Kak?

P : Nah, buat menentukan target audiens sendiri itu sih sebenernya ditentukan sama koleksi merchandising kita juga sih sama strategi pemasaran untuk mendapatkan customer baru atau memperkenalkan existing customer. Nah selebihnya kayak usaha marketing akan dimonitor dari dashboard data untuk ngeliat daily atau weekly performance untuk menentukan strategi selanjutnya. Ya palingan kalau target audiens sih gaada yang spesifik ya menurut ku, kalau secara demografis di bagian mana yang sering beli baju kita. Kalau misalkan di Jakarta kan di bagian jakarta utara yang lebih sering beli baju kita berarti kan kebanyakan kayak chinese indo gitu kan. Jadi dari situ kita udah tau kan baju kita ini paling jalan di market chinese indo, makanya kita strategi pemasarannya juga selalu ditujukan buat customer group ini gitu, karena sekarang aja kita belom dapet nih the full market of chinese indo di Indonesia gitu. Jadi makanya kita tetep pertahanin existing

customer karena sebenarnya intinya lebih gampang ngeretain the existing customer, orang yang udah pernah belanja sama kita daripada ngeconvert orang yang baru pertama kali beli sama kita, gitu sih. Apa lagi kalau mereka belanjanya udah berulang kali gitu.

T : kalau dalam membuat ide dan rencana itu Love, Bonito biasa dimulai dari apa

(11)

109 sih Kak?

P : Hmm.. biasanya sih kalau garis besar ide pemasaran dan konten itu sih dimulai dengan ini sih perencanaan timeline serta tanggal rilis koleksi merchandise agar mendapatkan momentum tepat untuk hasil engagement dan awareness maksimal.

Biasanya gitu sih, setelah tau timelinenya baru kita akan move on ke support apa yang kita butuhkan. Misalnya kalau dari tim product oh kita butuh layout buat collection pagenya, kayak rearrange product display di website product yang best selling dipindah ke front page, dan dari team merch juga udah harus antisipasi ini bakal jadi Hero SKU bakal best selling jadi stocknya harus lebih tebel. Biasanya gitu sih, baru dari marketing kita memastikan kayak ada influencer dari segi organicnya.

T : Maksudnya organic apa yah Kak?

P : influencer kan termasuk organic ya maksudnya itu hasilnya kita gabisa liat langsung kayak dia beneran beli dari influencer atau engga. Kecuali dia belanjanya itu dari swipe up link nya influencer. Cuma maksudnya kenapa disebut organic karena kita itu lebih fokus di awareness nya aja gitu jadi lebih introducing our brand ke orang-orang, tapi kalau mereka convert atau browsing atau belanja, intinya mereka udah dapet exposure dari awareness yang udah kita share gitu.

T : Oh oke Kak. aku paham. Nextnya aku mau tanya nih Kak, kalau Love, Bonito sendiri pakai saluran media sosial apa aja sih Kak? Dan alesannya tuh apa ya?

P : kalau dalam memilih saluran media sosial sendiri kita sih pilihnya itu sosmed yang punya followers based yang tinggi dan aktif kayak Instagram, Facebook, e- mail, dan push notification. Kita pilih channel tersebut karena itu semua kasih akses yang mudah dan cepat pada produk dan servis yang diberikan oleh Love, Bonito.

Jadi kayak one touch away aja kita udah bisa klik produknya, masuk ke websitenya.

T : Hmm, iya kalau kayak gini mempermudah orang buat dapet infonya yah Kak.

kalau selain dari aktivitas pemasaran sendiri Love, Bonito punya ga aktivitas lainnya?

P : Yes LB punya aktivitas sosial selain aktivitas pemasaran. Biasanya dulu sebelum pandemi kita suka ngadain event, ada pop up store di Surabaya pernah, Medan pernah, sama dulu kita pernah bikin focus group discussion atau dinner lalu ada juga private shopping untuk VIP customers. Kalau buat yang sekarang ini biasanya kita sih lebih sering kerja sama dengan brand lain buat cross promotion.

Misalnya skin care brand gitu, terus mereka mau kasih voucher 10% off buat 100

(12)

110

customer kita dan kita juga kasih voucher 10% off buat 100 customer mereka. Jadi sama-sama cross promotion. Lalu kita juga ada brand giveaway, PR Kits juga menurut ku salah satu aktivitas sosialnya, terus ada Corporate Social

Responsibility. Nah kalau CSR ini berarti lebih kayak yang program “subshare” itu loh, jadi setiap pembelian masker kita sisihkan berapa persen buat didonasiin ke wanita-wanita yang kurang mampu.

T : kalau dari eventnya sendiri itu biasanya diadain based on apa ya Kak? Apa dibuat eventnya secara randomly atau ada koleksi tertentu yang mau dihighlight di event itu atau gimana?

P : Nah jadi biasanya kalau events itu kita sering diundang. Dulu kita pernah diundang sama BrideStory. Kebanyakan kalau events itu biasanya mereka udah pernah bekerja sama dengan kita atau dari koneksinya Bianca (head country LBID) juga. Biasanya mereka lebih kayak ngundang speaker gitu sih dan speaker nya itu memang pengennya female entrepreneur, inspiring entrepreneur. Biasa Bianca jadi keynote speaker tapi teamLB juga hadir buat bikin pop up booth. Kadang-kadang boothnya itu engga buat jualan sih tapi kita ada disana buat ngenalin produk kita, terus kalau ada yang tanya-tanya soal styling tips atau fashion advise jadi kita juga selalu standby disitu. Intinya sih kalau events itu fokusnya lebih ke awareness aja yah, apalagi kalau event-event ini biasanya yang hadir mostly fresh-grad, anak kuliahan, atau yang baru kerja. Karena kan ini juga lebih banyak ke sharing sessions gitu buat orang-orang yang masih pengen belajar atau baru masuk di industri kerja.

T : Wah seru ya eventnya, kalau event yang pop up store sendiri tuh gimana sih Kak?

P : kalau buat pop up sendiri yaitu awareness plus sales. Jadi kayak yang di Medan, itu tuh lebih kayak occasions base aja sih. Kalau setiap Chinese New Year di Medan kita udah tau orang medan itu shopping behaviournya emang mereka spent gila-gilaan. Makanya setiap CNY selalu buka di Medan, dan kita juga tau kalau shopping behaviournya mereka itu ga suka belanja online. Jadi mereka lebih suka belanjanya dilayanin dan bisa dicoba langsung. Kalau di Surabaya sih aku ga pernah ikut ya, tapi di Surabaya juga ada satu brightspot gitu ya namanya Basha Market. Ya basically event-event gini sih fokusnya ke awareness, pengen attracting more crowds by bringing in Love, Bonito as one of fashion brand.

T : oh berarti pop up store semacem bazaar gitu yah berarti Kak.

P : yes betul gitu Tasya

(13)

111

T : okay okay, lalu untuk final step yang dilakukan Love, Bonito dalam

menjalankan perencanaan media sosial ini apa Kak? Kayak ada semacem report atau evaluasi kah?

P : yes ada dong. Kalau di Love, Bonito setiap minggunya kita ada weekly meeting report. Biasanya yang dibahas itu seminggu sebelumnya apa aja yang udah

dikerjain, what works and what doesn’t works, terus kalau kesimpulannya bagus atau jelek itu what’s the next step. Biasanya setiap minggu kita ada evaluasi. Lalu kalau kita ada special project yang berjalan 3 bulan atau 1 bulan bahkan sesimple kayak GWP (give with purchase) atau Giveawaylah gitu ya. Itu kan biasa cuma 2-3 hari. Nah kita kan selalu tetep monitor dan tanya, kalau giveaway kita liat berapa orang yang submit, mana jawaban yang paling ok. Sama kayak UGC Incentive kan kita track tiap minggu dan perbulannya kita bikin analisis kan kayak “oh bulan ini lebih sedikit yang submit”. Jadi sebenernya kalau the whole Business Department kita ada Weekly dan Monthly meeting report. Misalnya di bulan April kemarin kan kita ada &REA 2.1, Spring Savings, terus ada Staples jadi disitu biasa kita bakalan discuss satu per satu mana yang performancenya paling ok gitu, mana yang bawa new cust, mana yang bikin existing cust belanja, mana yang generating traffic, dan lain lain. Itu kalau buat yang whole business department. Kalau untuk yang

perproject biasanya kita bahas tergantung kebutuhannya sih. Misalnya sekarang ada LB Ambasador dan LB Advocate itu bisa aja direview by weekly buat liat konten- konten yang dipost sama mereka dan seberapa sering gitu, lalu nanti kita liat lagi hasilnya per bulan. Jadi buat marketing project itu depends on the projects duration sih.

T : ohh gitu, berarti Love, Bonito selalu update sama performence dari hasil kerja dan selalu ngeliat oh whats the next step gitu.

P : Iya betul banget, soalnya kita kan fast-paced start up business jadi harus bisa beradaptasi sama perubahan-perubahan yang dinamis.

T : Hm okay-okay I see. Lalu aku mau tau nih Kak, tujuan dari aktivitas influencer marketing di Love, Bonito Indonesia sendiri itu apa sih Kak?

P : Jadi untuk influencer marketing sendiri itu sebenernya salah satu upaya upper funnel marketing yang bertujuan untuk meningkatkan awareness secara organik melalui follower base influencer tersebut. Jadi kita juga pengen tap into their follower base melalui influencer tersebut. Walaupun influencer ini sebenernya dibayar tapi secara ga langsung mereka juga kasih honest review gitu. Biasanya sih kalau yang kasih review kayak real person instead of a brand at least terdengar lebih natural dan organic, gitu sih. Ya kita disini mengandalkan cara dari influencer berkomunikasi sama followersnya. Selain itu tujuan influencer marketing ini

mengarah ke konten-konten. Influencer-influencer ini kan bakalan bikin konten foto

(14)

112

atau video dengan produk-produk Love, Bonito yang bisa digunakan juga di channel social dan organic. Kayak di instagram dan di email. Jadi tujuan influencer marketing ini juga bertujuan untuk menumbuhkan brand love juga dan kita juga pengen mengakuisisi followers mereka buat jadi followers kita.

T : Sekarang kan Love, Bonito ada program baru dalam influencer marketingnya yaitu LB Ambassador dan LB Advocate, ada perbedaan tujuan kah dari aktivitas influencer marketing yang dulu yang baru ini?

P : okay kalau yang ini tuh bedanya kita mau jalanin hubungan kerja sama yang lebih panjang untuk monitor influencer marketing dengan success metric seperti sessions dan order. Jadi kalau influencer marketing yang lama dengan cara seeding aja kan lebih ke arah untuk promosi koleksi aja, lebih buat clippings gitu ya, lebih kayak kita berharap influencernya itu produksi konten dari baju-baju yang kita kasih tapi kita gabisa monitor performancenya dalam waktu lama. Palingan cuma bisa one time off, jadi kalau yang LB Ambassador and LB Advocade ini kan dalam jangka waktu 3 bulan kita bisa track progressnya.

T : berarti kalau cara influencer marketing yang lama itu cuma sekedar promosi dan ningkatin awareness ya, sedangkan yang LB Ambassador and Advocade ini lebih kompleks dan detail gitu ya?

P : iya bener, mungkin yang seeding biasa lebih ke nambah clippings sih seperti yang aku bilang tadi. Jadi emang awarenessnya itu kita dapet dari konten-konten yang udah diproduksi sama influencer gitu.

T : okay aku paham, lalu hal apa yang memicu Love, Bonito bisa punya ide baru buat bikin program LB Ambassador dan LB Advocate ini?

P : alesan kenapa sekarang ada program ini tuh karena sebenarnya kita udah mulai mikirin influencer marketing ini gimana cara ngukur performence nya. Jadi kalau selama ini sistemnya kita lebih sering barter dengan clothes sponsorships atau kita cuma kasih fee, partnershipsnya itu jadi ga lama gitu, ga long lasting. Jadi kayak ad hoc aja per project. Nah dengan adanya program LB Ambassador dan LB Advocate ini kita mau partneran sama mereka lebih lama dalam durasi 3 bulan. Dan untuk 3 bulan ini kita juga udah bikin kesepakatan tentang fee dan insentif yang bakal diterima sama mereka. Dan tiap bulannya kita juga bakalan kasih mereka clothes sponsorships, kasih mereka promo code. Promo code ini sebenernya buat followers mereka juga sih, jadi kalau mereka belanja di Love, Bonito mereka bakalan dapet diskon 10% dan kita juga bakalan track performance penggunaan kuponnya sama swipe up linknya. Dengan adanya program ini kita berharap kerja sama dengan influencernya bakal jadi lebih efisien dan mereka juga ngerasa lebih punya

tanggung jawab karena kan kita udah udah sepakat agreement nya gimana dan kita

(15)

113

udah kasih target juga penggunaan kuponnya berapa sama traffic yang mereka harus bawa itu berapa. Jadi biar sama-sama punya rasa tanggung jawab gitu loh, biar lebih efisien. Itu sih goal utamanya kenapa mau jalanin program ini.

T : okay aku paham maksudnya, kalau gitu kita next ke pertanyaan selanjutnya ya Kak. Kalau dari Love, Bonito sendiri tuh influencer yang kayak gimana sih yang sering dipilih Love, Bonito untuk diajak bekerja sama dan mempromosikan Love, Bonito?

P : okay, buat kategori influencer juga kita pilihnya lumayan selective ya. Jadi kita awalnya filter lewat group umur 22-an samapai 30-an ke atas dengan kelas SES A dan B, selain itu ada konsederasi juga followers mereka punya daya belanja tinggi atau ga, dan tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Nah, itu mungkin demograpicnya ya. Selain itu, kategori influencer yang kita pilih juga fokusnya di industri fashion, beauty, sama lifestyle product yang align sama kebutuhan lifestyle wanita modern yang selalu ikutin trend gitu sih.

T : kalau dari sisi jumlah followersnya Love, Bonito punya patokan atau standar khusus ga?

P : sekarang sih kita lebih mikir gini sih, soalnya kayak pernah beberapa kali pakai yang followersnya banyak tapi ternyata ga terlalu nendang juga kan. Jadi sekarang kita lebih mikir mendingan yang mendingan gayanya LB banget kayak Elika tuh gayanya kan LB banget yah dan dianya juga happy sama brand kita. Biasa lebih keliatan sih kalau buat koleksi BAU gaada patokan, tapi biasanya sih diatas 10.000 followers soalnya kan kita pengen mereka pakai swipe up link gitu. Jadi micro atau macro ga masalah, yang mau kita liat malahan kontennya itu perform in term of engagement. Jadi lets say commentnya banyak ga, ga sekedar liat cantik tapi ternyata ga komunikatif sama followersnya ya gimana bisa dia mau promosiin brand kita gitu kan. Kalau buat macro influencer kita biasanya fokusin buat special collection. Tapi kalau buat BAU influencernya lebih fleksibel, yang penting kita tau gayanya tuh LB banget dan kalau dia bikin konten tuh dengan koleksi ini pasti kontennya ok. Lebih yang kayak gitu sih

T : ok, berarti dari overall kategori influencer yang Love, Bonito sering ajak kerja sama itu di influencer micro dan macro gitu ya?

P : iyah bener

T : okay, kalau dari kriteria pemilihan influencer sendiri Love, Bonito based on apa ya Kak?

(16)

114

P : nah kita sih mau cari influencer yang punya nilai sama dengan visi dan misi dari brand kita sendiri dan juga mencerminkan wanita modern yang percaya diri. Kita juga cari influencer yang punya skill komunikasi dan tingkat engagement yang tinggi, dengan followers base yang loyal agar mereka bisa menjadi representasi positif dari Love, Bonito gitu.

T : lalu kalau dari sisi authenticity, brand fit, community, dan content sendiri gimana Kak?

P : sebenernya kita sih pengennya ada authenticity yah tapi mau ga mau kita tetep ngikutin followers kita. Jadi karena potongan baju kita yang feminine yang banyak dresses kita tetep harus consider brand fit. Jadi kita udah sempet feature authentic- authentic kayak yang LB Women’s Collective yang Alvina Olivia, Adinda Sukardi, Vanesa Budihardja, kayak mereka tuh authentic people yang kayak cocok sama visi dan misi Love, Bonito tapi bagi followers kita kurang appealing karena mungkin ada persepsi yang beda. Menurut mereka kalau influencer di Indonesia harus orang yang dandan banget, cetar banget. Maka itu kita lebih ngeliat ke brand fit. Kalau dari brand fit aja kita bisa liat dari gayanya yang feminine, kira-kira dari gaya berpakaiannya cocok ga pakai baju LB gitu dan apakah followersnya sendiri bakalan beli apa yang dia pake. Soalnya banyak yang kayak Raisa, ya yang follow tuh kebanyakan cowo bukan cewe gitu. Ataupun kayak influencer lain yang followersnya cewek tapi ngeliatin doang tapi ga beli. Jadi community itu penting cuma kita tetep consider ke brand fitnya dulu. Karena ya liat aja kayak Keanu, dia jualan ya laku banget gitu cuma kan ga mungkin kita endorse dia. Atau kayak Jovi Adhiguna dia communitynya juga loyal banget kan, tapi kita ga boleh endorse dia gitu. Jadi I think brand fit yang paling utama.

T : yes paham paham. Kalau dari communitynya sendiri kriteria yang kayak gimana yang Love, Bonito inginkan dari influencer?

P : hmm okay, mungkin sebenernya kalau kita sendiri sih dari target audiens yang udah sering kita bikin survei sama customer kita atau sama orang yang belum pernah belanja, karena ini kan brand regional juga dari Singapur jadi kita sih emang nargetin pengennya secara piecewise ga sekompetitif brand lokal jadi emang what we have in mind for our community itu orang yang high standing power, yang pernah kuliah di luar negeri, atau lebih international aja sih dan lebih peduli kualitas dari barang tersebut. Bukan kayak orang yang sekedar ngikutin trend tapi ya murah dan kualitasnya ga jelas juga gapapa gitu. Kalau kita maunya lebih selective gitu ya, in

(17)

115

terms of community gitu. Kita butuh yang engagementnya tinggi sih, kayak orang yang bisa share her recommendation. Kenapa kita suka sama Elika dia juga engga selalu melulu recommend baju, tapi dia juga merupakan seorang key opinion leader gitu loh. Karena dia bisa bahas finance, dan bisa share hal-hal lainnya. Itu sih, dan dari situ juga kan engagement muncul. Kalau misalkan influencernya cuma kerjaannya jualan mulu tapi kayak ga ada faedahnya ya yaudah namanya juga diendorse gitu. Jadi emang kita butuh sense of community engagement juga dari influencer.

T : okay, berarti influencer yang mau diajak kerja sama dengan Love, Bonito itu influencer-influencer yang punya value-value yang sama dengan Love, Bonito. Gitu ya?

P : iya bener gitu Tasya, kayak yang tadi aku udah bilang juga.

T : okay, kalau gitu dari sisi konten influencer itu sendiri berarti kayak yang tadi udah Kak Sarah share ya, yang engga melulu jualan tapi ada konten-konten lainnya yang bermanfaat dan bisa menciptakan engagement sama followers-followersnya.

Gitu yah Kak?

P : hemm iya sih pengennya kayak gitu. Emang kayak influencer yang thought leader. Dia ga cuma sekedar jualan, soalnya kan kita emang mau mendukung wanita buat lebih percaya diri melalui pakaian gitu, jadi kalau bisa sih selain mendukung fashionnya, kita juga pengen influencernya ada substance nya gitu sih. Jadi kalau dia sharing juga ada faedahnya gitu, bisa ngebantu orang lain juga, kasih ilmu-ilmu gitu.

T : yes aku paham Kak, jadi followers-followersnya juga ga boring ya liat influencer itu jualan aja kerjaannya. Hahaha…okay lalu aku mau tanya soal strategi penjualan melalui Instagram Elika Boen sendiri itu kalau dilihat dari contextnya, communicationnya, collaborationnya, dan connectionnya itu gimana Kak?

P : Jadi dalam perbulannya itu harus ada 1x IG Post dan 3-4 Instagram story series.

Lalu kewajiban lainnya itu di IGS nya itu harus selalu nyantumin swipe up link biar kita bisa ukur sessions yang masuk, lalu promosiin promo codenya dia.

T : kan setiap bulannya Love, Bonito ada ngirimin clothes sponsorships ke Elika, kalau dari LB sendiri ada kasih ketentuan ga buat Elika untuk tema konten yang mau di highlight gimana? Atau semua itu dibebasin aja ke Elika?

(18)

116

P : jadi kalau dari tim marketing sendiri setiap bulan kita punya marketing campaign yang berbeda. Nah dari situ kita break down lagi untuk perminggunya dengan content angle yang berbeda-beda. Jadi content anglenya itu disesuaikan sama launchingan bajunya juga gitu loh. Jadi misalkan week 1 bajunya dresses, kalau gitu kita bisa sesuaiin tuh kontennya mau yang lebih mengarah ke feminine, dreamy, dll. Setelah tau content anglenya kayak gimana dan produk launchingannya itu apa jadi tiap minggu aku juga bakal bikin brief yang berbeda. Kalau misalnya week 1 yang summer dress gitu, ya nanti aku bakal bikin moodboardnya gitu kayak ini referensi foto-fotonya, LB mau gaya nya yang seperti ini, lalu ada keywords yang perlu dihighlight. Nanti mereka bisa explore sendiri sih dari brief yang tim marketing ini.

Dan ada tanggal postingnya, tanggal approvalnya, dan tetep bakal ada mood of the collection, kita kasih pre-phase of the collection, kita kasih introduction mengenai koleksi ini tentang apa sebenarnya, kenapa kita mau highlight koleksi ini, siapa target audience yang mau kita tuju dari koleksi ini. Jadi pas mereka pake engga sekedar foto pakai baju LB aja tapi kita juga pengen mereka tuh ngerti konsepnya seperti ada dari kita

T : kalau dari yang ka Sarah liat selama ini, gimana sih cara Elika berkomunikasi sama followers-followersnya?

P : Selama ini sih yang aku liat, Elika kalau berinteraksi sama followersnya ada two ways communications. Jadi dia engga sekedar sharing-sharing aja tapi dia ga take any inputs from her followers. Jadi selama ini dia juga sering sih ok ada sharing sessions tapi by the end of it dia juga mau tau pendapat orang, dan terus kalau ada followersnya yang nanya ini belinya dimana dia juga balesin. Dia bukan influencer yang karena gaul doang, tapi she want to build her community juga lah. Kalau menurut aku sih gitu. Terus kalau diliat dari gaya komunikasinya si Elika ini orangnya lumayan nyantai terus dia juga ga terlalu jaim atau kaku. Ya kalau jaim atau kaku tuh pasti ada namanya juga influencer. Tapi dalam sisi bahasa ya masih nyantai sih, kadang juga kalau dia sharing ada hal-hal yang lucu ada yang fail juga.

Dan bahasa yang dipakai Elika buat ngobrol sama followers-followersnya itu emang deket banget gaada gap antara dia dan followers-followersnya. Jadi kayak memang followers-followersnya itu udah dianggap temen sama dia

T : berarti cara komunikasi Elika dan followersnya quite good lah ya Kak. Lalu menurut ka Sarah cara Elika bisa menjalin hubungan baik sama followersnya gimana?

(19)

117

P : Terus kalau dari segi gimana Elika bisa menjalin hubungan baik sama followersnya ya kurang lebih kayak yang udah aku share tadi. Dia influencer yang ga sekedar sharing-sharing aja tapi ada two ways communications. Selain itu Elika juga suka ngadain Q&A sessions sama followers-followersnya. Jadi disitu followers- followersnya bisa tanya-tanya tentang apapun ke Elika dan nantinya Elika juga bakal ngejawabin pertanyaan-pertanyaan itu. Selain Q&A sessions, itu sih Elika juga rajin balesin DM dan comments-comments followersnya di postingan dia. Soalnya sering kan ada yang DM dia tanya yaampun ci lucu banget bajunya beli dimana, terus Elika tuh bakal capture semua pertanyaan itu dan dia masukin di IG story sambil jawab, oh ini dari Love, Bonito loh.

T : iya bener banget, karena aku salah satu followersnya Elika Boen jadi aku juga bisa ngerasain hal itu. Lalu untuk program LB Advocate ini kan Elika salah satunya.

Kalau dari deliverablesnya Elika sendiri dalam 1 bulan itu Elika harus ngelakuin dan kasih apa aja ke Love, Bonito?

P : jadi kalau perbulan itu harus ada 1 IG Post dan 3-4 IG Stories sessions. Lalu kalau untuk kewajiban lainnya IGSnya harus selalu pakai swipe up link biar kita bisa track sessions yang masuk di UTM link tersebut. Dan yang terakhir harus promosiin promocodenya dia.

T : kan selama ini program LB Advocate udah berjalan nih Kak, udah ada hasil yang signifikan belum dari kerja sama dengan Elika?

P : kalau hasil yang signifikan belum kita evaluasi sih Tasya, rencananya bakal di evaluasi setiap 1 bulan, jadi nanti hasil kerja sama di bulan pertama baru akan ada kira-kira nanti setelah libur lebaran Tasya. Soalnya kan kemarin Elika baru mulai post di belasan akhir April ya.

T : oh gitu, I see. Okay deh ka Sarah untuk hari ini cukup dulu segitu pertanyaannya.

Kalau nanti aku hubungin ka Sarah lagi setelah libur lebaran untuk tanya-tanya hasil kerja sama dengan Elika boleh kah?

P : yes Tasya boleh banget dong, nanti kabarin aku aja kita janjian lagi mau set up meeting di hari apa.

(20)

118

T : yay, thank you banget ya ka Sarah for today. Terima kasih udah mau luangin waktu buat sharing-sharing soal influencer marketing Love, Bonito ke aku. See you ka Sarah! Bye.

P : Bye Tasya!

(21)

119

Strategi Penggunaan influencer Marketing dalam Menunjang Kegiatan Promosi Penjualan Love, Bonito Indonesia

Waktu Wawancara 24 Mei 2021

Partisipan 2 (P)

Sarah Hasibuan, Senior Marketing Executive

Tempat Wawancara Online - Google Meeting

Peneliti (T)

Tasya Monica, Mahasiswa UMN

T : Hai ka Sarah, karena kemarin masih ada beberapa pertanyaan yang belum sempat aku tanyain jadi hari ini aku bakal tanya-tanya lagi seputar strategi influencer marketingnya Love, Bonito dan hasil kerja sama dengan Elika Boen sebagai salah satu LB Advocate yah.

P : yes Tasya, feel free mau tanya-tanya apa lagi

T : okay kalau gitu, sejak kapan sih LB menggunakan influencer sebagai salah satu sarana promosi?

P : kayaknya udah mulai dari tahun 2015 tuh udah sih Tasya, sejak awal hadir di Indonesia. Karena aku inget banget dulu LB tuh pernah collab sama Tex Saverio dan influencer-influencer Indo juga sih dan Bianca sendiri juga kan networknya kebetulan temen-temennya kan banyak yang influencer, jadi memang udah dari awal banget LB promosi melalui influencer-influencer.

T : okay kalau gitu, kalau menurut ka Sarah sendiri orang yang seperti apa yang bisa dikatakan sebagai influencer?

P : menurut aku influencer itu orang yang memiliki pengaruh atau memberikan pengaruh pada sekelompok masyarakat atau followersnya dia untuk mengambil suatu keputusan. Gitu sih, jadi orang yang bisa ngepush seseorang atau sekelompok yang spesifik untuk memperoleh decision making

T : berarti kayak orang yang punya trust dari sekelompok masyarakat gitu ya?

P : iya bener begitu Tasya, pengaruh atau kepercayaan gitu sih. Jadi dia punya pengaruh atau kepercayaan dari sekelompok orang tertentu

(22)

120

T : okay, kalau menurut ka Sarah sendiri dari sisi Love, Bonito seorang influencer itu perlu ga punya hubungan yang otentik atau asli dan terpercaya dengan followers- followers mereka?

P : perlu sih menurut ku, karena mereka harus punya kemampuan buat menjangkau audiens yang spesifik yang cocok dengan produk mereka sendiri. Jadi kalau misalkan influencernya ga punya hubungan authentic atau hubungan yang dipercaya sama komunitas mereka, jadi dia juga gabisa memasarkan produk endorsement dan rekomendasinya dia juga ga berpengaruh dalam purchasing decision pengikutnya gitu

T : iya berarti poin authentic ini menentukan keputusan followersnya itu mau mendengarkan dia atau engga, mau percaya sama konten-kontennya atau engga.

Sama kayak tadi balik lagi ke trust gitu ya?

P : yaps kayak gitu Tasya.

T : terus kan selama ini Love, Bonito udah banyak nih kerja sama dengan influencer, itu dipilihnya selain berdasarkan kriteria-kriteria yang kemarin itu pernah ada coba- coba trial and error gitu ga sih? Kayak yang mana yah yang kira-kira cocok sama LB, pernah ga kayak yang LB kira influencer ini bakal cocok sama target market LB eh tapi tertanya it doesn’t works?

P : iya pernah sih kayak gitu, jadi memang awalnya dulu pasti ada trial and error kan, mungkin kita kayak kita ngeliat influencer A itu lagi banyak banget dipake sama semua brand terus kita coba juga gitu, tapi dari trial and error kita udah mutusin kayak sekarang itu dalam memilih influencer kita pilih sesuai sama kebutuhan marketing campaign dan koleksinya sendiri. Jadi prosesnya kita lebih fokus sama niche yang ditawarkan setiap influencer agar lebih tepat sasaran. Contohnya kayak koleksi

&REA yang koleksinya itu lebih simple and casual , nah kalau dulu sebelumnya kita masih mau seeding Nikita Kusuma atau influencer lain yang gayanya lebih girly dan kita pakai buat campaign BAU. Sekarang itu kita lebih fokusin kayak siapa sih orang- orang yang gayanya sesuai sama koleksi &REA. Makanya kemarin kita akhirnya kerja sama dengan elxi elvina, kallula, cisylia. Jadi emang bukan influencer yang familiar yang kita pakai gitu, tapi kita sesuaikan influencer yang gayanya sesuai koleksi karena pasti followers dia suka sama style itu.

(23)

121

T : okay, terus kan sekarang ini Elika salah satu Brand Advocate nya Love, Bonito.

Menurut ka Sarah sendiri apakah ada kesamaan target audience antara followersnya LB dan followersnya Elika?

P : menurut ku persamaannya ada, tapi selama ini belum pernah ada evaluasi khusus mengenai followersnya Elika Boen. Cuma kenapa kita bisa bilang sama itu karena kalau dilihat secara demografis Elika domisilinya di Jakarta dan presence kita juga paling kuat di Jakarta, itu yang pertama. Lalu buat umur Elika kan masih di mid-20s ya, dia juga ga terlalu muda yang early 20s dan dia itu sering banget di endorse sama lifestyle brands kayak beauty, skincare, terus kayak baju rumahan, bahkan activewear yang menurut kita juga relatable sama followers kita. Karena as a fashion brand kita juga selalu cari orang-orang yang punya minat di lifestyle dan beauty, soalnya biasanya kelompok audience ini juga bakal tertarik dalam fashion. Gitu sih

T : yes, paham paham Kak. Lalu aku mau tanya nih kak gimana sih cara Love, Bonito menilai kalau followersnya Elika punya kesesuaian target konsumen sama LB?

P : hmm, jadi selama ini tuh kalau kita feature Elika di konten sosmed itu performancenya selalu bagus gitu, jadi kesimpulan yang aku ambil Elika itu adalah tipe wanita yang dianggap mungkin ideal dan familiar dalam standar kecantikannya customer atau followersnya LB. Jadi kayak penampilan itu juga berpengaruh sih di customer gitu, di konsumen soalnya pasti mereka mau liat bajunya dipakai sama orang yang bisa dikatakan “cantik” gitu ya dan dia juga punya antusiasme tinggi buat kerja sama dengan LB. Jadi selama ini kita juga nilainya dari sisi kerja samanya juga.

Gitu Tasya

T : jadi kalau aku simpulin dari jawaban ka Sarah tadi intinya konten Elika jalan di instagramnya dia dan konten Elika juga jalan di instagramnya Love, Bonito. Berarti secara ga langsung itu ada irisan yang sama, bener gitu kah kak?

P : iya bener gitu

T : lalu biasanya output konten-konten dari Elika itu dalam bentuk apa aja sih kak?

P : selama ini ya ada instagram story dengan UTM link, ada IG Post, ada IGTV. itu aja sih. Kalau di instagram story kontennya lebih ke unboxing package dan try-on review gitu, untuk di IG Post biasanya cuma OOTD photo aja, dan kalau di IGTV biasanya styling sessions gitu.

(24)

122

T : ok ok kak. lalu poin apa yang jadi pertimbangan Love, Bonito dan ka Sarah sendiri bisa memilih Elika jadi salah satu brand advocate Love, Bonito?

P : yang jadi pertimbangan itu soalnya selama ini si Elika itu gampang diajak kerja sama, orangnya juga professional, punya antusiasme tinggi terhadap produk Love, Bonito dan kolaborasi yang kita tawarkan. Jadi setelah dari situ kita juga liat setiap kali kita feature konten Elika di instagram Love, Bonito pasti punya performance tinggi yaitu ada engagement, likes, terus juga reachnya biasanya diatas 20.000an lah itu paling sedikit, sessionsnya juga. Itu aja sih palingan yang jadi pertimbangan.

T : berarti selama ini tuh sebelum ada program LB Advocate dan LB Ambassador ini udah sering kerja sama bareng Elika ya terus performance yang diberikan sama konten-konten Elika juga menjanjikan gitu ya, makanya Elika bisa dipilih jadi salah satu LB Advocate.

P : iya bener gitu

T : lalu kan program ini udah berjalan 1 bulan nih sama Elika, konten promosi apa yang paling efektif dan berpengaruh yang pernah dishare sama Elika?

P : selama satu bulan ini Elika promote IGS dan IG Post buat koleksi terbaru LB sama kode belanja 10%. Jadi buat foto Elika yang di post di akun instagram LB biasa punya reach lebih dari 20.000 dan likesnya juga lebih dari 1000 itu udah lumayan tinggi di kita terus kalau buat IG stories biasa rata-rata dia tuh selalu ngebawa minimal 200 sessions, gitu setiap ngepost swipe up linknya.

T : yang aku liat kan selama 1 bulan ini Elika ga cuma ngepromote new arrivalsnya Love, Bonito tapi dia juga sempet promote sale eventnya Love, Bonito. Nah kalau dibandingin sama konten new arrivals dan konten sale gitu konten mana yang bawa performance lebih tinggi?

P : hmm kalau lebih tinggi pasti di sale sih cuma kadang-kadang kalau dia ngepost try-on review gitu bisa juga tinggi sih. Jadi menurut aku memang sale pasti lebih tinggi, tapi ga menutup kemungkinan konten try-on new arrivals yang emang cocok sama dia bisa ngebawa sessions yang lebih tinggi.

(25)

123

T : kalau menurut ka Sarah sendiri Elika dalam mempromosikan produk Love, Bonito menarik ga? Kata-kata yang dia sampaikan itu ga cuma sekedar bilang bagus- bagus aja, tapi dia bisa ga nyampein USP dari produk Love, Bonito?

P : iya menurut aku dia juga udah establish kayak cara dia berkomunikasi sama followersnya, jadi memang mungkin ini kan masih endorsement tapi menurut aku sih selama followersnya masih bisa menerima informasi atau promosi yang disampaikan dengan baik ga ada masalah sih, ya walaupun kadang masih terkesan hard selling dan menurut aku dia bisa translate brief yang LB kasih dengan gaya dia sendiri. Jadi overall menurut aku udah ok sih.

T : okay, kalau gitu untuk last question aku mau tanya evaluasi selama 1 bulan pertama kerja sama dengan Elika dalam program LB Advocate gimana? Poin-poin apa aja yang jadi bahan evaluasi Love, Bonito? Mungkin seperti reach, sessions, engagement, kayak gitunya.

P : jadi sejauh ini kesimpulannya itu strateginya cukup membantu dalam tahap awareness dan website traffic dengan usaha yang minimal. Tapi sejauh ini kode promosinya baru digunakan 2x dan menurutku faktor yang bikin penggunaan kode promo ini rendah itu karena diskon yang terlalu kecil dan kode yang hanya berlaku untuk akuisisi new customer jadi existing customer gabisa pakai kodenya. Jadi kalau dari Love, Bonito strategi selanjutnya itu kita mau akuisisi customer baru dengan lebih agresif dengan cara memberikan limited typing discount dengan nominal yang lebih besar. Itu sih.

T : terus hasil kerja sama dengan Elika selama 1 bulan ini kalau aku minta insightsnya kira-kira boleh ga ka Sarah? Buat aku lampirin di skripsi aku nanti.

P : boleh Tasya, nanti kamu chat aku aja ya apa aja yang mau kamu minta datanya nanti aku kirimin ke kamu.

T : okay deh ka Sarah, nanti aku chat detailsnya ya Kak aku perlu datanya apa aja.

Makasih banyak ya ka Sarah atas waktunya, terima kasih juga udah mau jadi narasumber penelitian aku ini. See you ka Sarah!

T : iya sama-sama Tasya, no worries. Semoga yang aku sampaikan ini bisa bermanfaat ya buat penelitian kamu. See you Tasya!

(26)

124

Strategi Penggunaan influencer Marketing dalam Menunjang Kegiatan Promosi Penjualan Love, Bonito Indonesia

Waktu Wawancara 25 Mei 2021

Partisipan 1 (P)

Suzanne Sarah, Brand Marketing Manager Tempat Wawancara

Online - Google Meeting

Peneliti (T)

Tasya Monica, Mahasiswa UMN T : Hi ka Suzanne, apa kabar?

P : Hi Tasya! I’m great walaupun akhir-akhir ini lagi lumayan padet di kantor ya

T : Nice to hear that! Btw kak, karena ini untuk keperluan skripsi jadi aku izin untuk record ya and aku mau minta ka Suzanne untuk memperkenalkan diri, posisinya sebagai apa di Love, Bonito, job desk dan tanggung jawabnya sehari-hari itu apa di Love, Bonito ?

P : okay, jadi aku Suzanne aku posisinya sebagai brand marketing manager di Love, Bonito and I taking care of the marketing, creative, and customer care and commerce.

Jadi kalau dari posisi aku sendiri lebih ke men-set visi marketing secara keseluruhan untuk LB Indonesia dan including kalau kita punya setting campaign, terus juga bertanggung jawab untuk traffic yang kita bringing to the online own atau online channelnya kita dan juga making sure that all the marketing channel stay on their on site dan juga Instagram, social, dan influencer semuanya itu jadi tanggung jawab aku sih. Jadi lebih ke supervisi dan kalau dari sisi kreatif lebih memastikan ke branding kita itu sesuai dengan guideline atau sesuai dengan quality of LB punya creative guidelines dan kalau dari sisi chat commerce itu kita menggunakan chat commerce untuk sebagai channel customer retention.

T : okay, kalau gitu aku langsung masuk ke pertanyaan interviewnya yah Kak.

selama ini kan Love, Bonito ada menggunakan media sosial untuk strategi promosinya. Boleh tolong dijelasin kah bagaimana tahapan yang dilakukan Love, Bonito dalam menggunakan strategi media sosial ini?

P : okay jadi kan sekarang kita bisa menemukan market kita atau customer kita itu di digital, especially dengan kondisi covid sekarang yang memang secara offline atau secara fisik ga pernah ketemu gitu. Jadi kita menggunakan media sosial sebagai salah satu channel untuk reaching out our potential customer lah gitu. Jadi kalau ditanya

(27)

125

penggunaan media sosial pastinya untuk reaching more market atau set the group market dari apa yang udah kita punya sekarang.

T : kalau dalam strategi media sosial ini di Love, Bonito ada tahapan untuk menentukan objektif gitu ga?

P : kalau di LB kita itu pasti kalau mau meluncurkan sebuah inisiatif kita harus tau objektifnya apa gitu. Which yang biasanya itu akan berangkat dari problemnya dulu apa. Jadi misalnya problemnya adalah kita tidak bisa mendapatkan angka customer baru seperti yang sudah kita set. Berarti permasalahannya adalah new customer. Nah jadi harusnya inisiatif kita akan memberikan solusi kepada permasalahan kita. Dari situlah kita menemukan objektifnya gitu, and then baru dari situ kan we will do the research lah, kira-kira apa sih yang sudah dilakukan market lain dan apa yang belum dilakukan market lain dan kira-kira opportunity nya apa dan strength of this inisiatif apa ya, weaknessnya apa, baru setelah diluncurkan baru kita liat resultnya gitu.

T : okay, kalau Love, Bonito sendiri dalam menentukan target audiensnya itu gimana?

P : jadi kalau dari target audiens LBID secara simple sih first thing first kita berangkat dari kayak produk kita ini awalnya dibangun di singapur untuk orang umur berapa, untuk orang seperti apa, jadi kembali dulu ke visi dan misi brand tersebut, and then kita juga ngeliat jadi bukan dari sisi design tapi also ngeliatin price range.

Nah itu yang dilokalisasikan ke Indonesia. Di Indonesia profil orang seperti apa yang bisa beli dengan harga segitu. Jadi intinya kita akan melihat designnya untuk karakter orang yang seperti apa, dan kita juga ngeliat price rangenya dan kita sandingkan kepada market di Indonesia.

T : berarti lebih ngarah ke price, place, product gitu yah kak?

P : yaps betul.

T : lalu kalau dalam membuat ide dan rencana yang akan dilakukan, Love, Bonito biasanya mulai dari apa?

P : pastinya yang pertama adalah setting objektif, sama seperti tadi yang sudah aku jelaskan. Jadi identifying the problem sih untuk find the objective.

(28)

126

T : okay, kalau Love, Bonito sendiri tuh pakai saluran media sosial apa aja dan kenapa pilih saluran media sosial itu?

P : jadi media sosial yang kita pakai ada Instagram and then I think we actually use very common social media ada instagram, ada facebook. If what side is like one of social media dan it is that tapi other than that we do use anything else.

T : ada alesannya sendiri kah kenapa Love, Bonito memilih instagram sebagai main media sosial yang dipakai selama ini?

P : nah jadi kenapa kita pilih Instagram dan facebook hanya jadi supporter right? Jadi balik lagi ke produk kita tuh apa, fashion kan? Dan Instagram sendiri udah jadi rumah fashion gitu loh. Sebagai sosial media yang menjadi rumahnya fashion gitu. Jadi kalau orang mau melihat try on dan lain lain mostly doingnya itu di instagram.

Mungkin ada sekarang tiktok juga, tapi again balik lagi ke product itself memang instagram lah yang terbukti memang paling banyak featuring dan revealing fashion daripada facebook or maybe other socmed lah like youtube, tiktok. Nah selain itu kita ngeliat lagi sesuai ga sama target audiens kita. Media sosial apa yang dipakai sama target audiens kita, pakai youtube kah? Pakai tiktok kah? Nah most likely our target audiens itu pakainya instagram. Jadi again kita menggunakan social media tergantung dari audiens kita ada di platform yang mana. Tapi for the example buat tiktok gitu, why we are not at least for now to leverage tiktok. That because most of tiktok user is mostly teenager. While target kita lebih ke millennials dan above lah gitu, like 25 tahun keatas, yang lebih mature lah gitu. I think not younger than that.

T : okay I see. And then selain dari aktivitas pemasaran di Love, Bonito sendiri ada aktivitas sosial, events atau yang lain-lainnya ga kak?

P : aktivitas sosial yang kamu maksud kayak community punya event kah?

T : yes bener gitu kak

P : oh okay, I think kalau for now we don’t really have community event, at least selama covid period sih karena first thing first we did have that before covid, antara ada acara di store atau kita juga pernah ngadain fashion show, tapi untuk sekarang kita gaadaa ngelakuin hal itu dan juga karena we believe untuk sekarang target audiens kita yang adalah ibu rumah tangga, wiraswasta yang kurang bisa punya

(29)

127

waktu untuk spending time online or they most likely they don’t wanna spent time untuk kayak community event lah gitu. So, for now we don’t have it.

T : kalau kayak CSR program atau charity gitu ada ga kak?

P : fow now belum ada tapi kemarin kita sempet ada CSR program yang “saab share”

and untuk kedepannya kita udah ada plan but now I can not reveal it yet but definitely we have like one charity event since 2020 we are targeting to have one CSR event every year

T : oh okay I see, gapapa kak ehhehe. And untuk final step yang dilakukan Love, Bonito dalam melakukan perencanaan strategi media sosial ini ada ga kayak bikin report atau evaluasi?

P : oh pasti ada, for every inisiatif we do mau CSR or not CSR we always have an evaluation. Thats point is very important

T : kalau dari keseluruhannya, engga cuma fokus dalam 1 aktivitas. Ada ga report yang dilakukan secara rutin?

P : yes we do have. We have weekly and monthly report and even quarterly report.

T : kalau tujuan dari report-repot ini apa yah kak?

P : definitely to evaluate ya. Whether programnya itu berhasil atau tidak. Kita wasting time atau tidak. Tapi definitely the objective is to evaluation lah intinya T : okay, kalau gitu next ke tujuan dari influencer marketing di Love, Bonito itu untuk apa kak?

P : so yes basically we know that influencer is one of the marketing strategy yang quite work di Indonesia terutama kalau kita ngomongin specificly to Indonesian market. Jadi tujuannya adalah to reach out more people for us sih. Jadi to reach out more potential audience

T : okay, sekarang kan Love, Bonito ada new program influencer marketing yaitu LB Ambassador dan LB Advocate. Itu ada perbedaan tujuan kah dari aktivitas influencer marketing yang sebelumnya ?

(30)

128

P : sebenernya garis besarnya sama. Intinya kita mau engage utilizing influencer yang punya good relationship to promote our brand site through our social media gitu T : oh okay okay, and then apa yang memicu Love, Bonito bisa punya ide baru buat bikin program influencer marketing baru ini? Apakah program yang lama ga cukup efektif dan efisien atau gimana kak?

P : sebenernya a lot to think about. Definitely again right when we actually meluncurkan sebuah program we always come with a problem. Jadi kita menemukan problem dari yang sebelumnya dan kita melihat opportunitynya kedepan gitu dan kira-kira salahnya dimana yang kita bisa memberikan solusi kepada yang lama gitu intinya. Jadi is just we believe that this Ambassador and Advocate akan membantu kita. Dengan orang yang sedikit dalam timnya kita bisa lebih efektif bekerjanya karena ga perlu ngurusin beda-beda influencer all the time that at the same time juga kita bisa utilizing the Ambassador and Advocate not only untuk reach out the new customer tapi juga bisa motivating untuk order too. Bedanya apa dari Ambassador dan Advocate, kita give out promo code to all influencer, jadi mereka harus promoting the promo code sesering mungkin.

T : okay I see, and then kalau menurut ka Suzanne sendiri orang yang seperti apa yang bisa disebut sebagai influencer?

P : orang yang bisa disebut sebagai influencer definitely kalau dia tuh punya orang- orang yang terinfluence gitu. Intinya dia punya sekumpulan orang yang actually follow them, impacted by what they do, and inspired by what they do gitu and those are the influencer I think.

T : lalu di Love, Bonito sendiri ada pengkategorian influencer ga kak?

P : so far sih sebenernya yang spesifik to LB is only Ambassador and Advocate other than that palingan ada yang lain but actually that’s internal term yang ga necessary berlaku untuk semua company lah gitu. Tapi other than that term yang kita selalu pake itu top tier, medium tier, low tier juga gitu.

T : oh gitu, aku mau tanya nih kak. Apa bedanya LB Advocate dan LB Ambassador?

P : yang bedain itu Ambassador definitely dari followers, intinya ambassador adalah top tier. Kalau Advocate are still more low to mid tier gitu.

(31)

129

T : kategori yang kayak gimana tuh ka Suzanne yang bisa disebut sebagai top tier, mid tier and low tier?

P : I think is also a different raging depending on the company itself ya, tapi for us kalau top tier is definitely dilihat dari followersnya dia dan juga how recently things our brand to their followers gitu.

T : kalau untuk mid and low tier sama juga kah kak?

P : yes sama, jadi tergantung sama followersnya berapa gitu kan and untuk spesifik angkanya I can not share. Definitely itu cara kita mengkategorikan influencer mana yang termasuk top tier, mid tier and low tier.

T : okay, and then influencer yang kayak gimana sih yang dipilih Love, Bonito untuk bekerja sama dengan Love, Bonito?

P : I think definitely yang align with our design direction dan juga the message message yang dia sampaikan through their social media itu sesuai dengan our vision and misson dan intinya bisa merepresentasikan our brand dengan baik gitu. Dan juga have enough followers to be influenced. So that two main things about that.

T : okay, kalau dari kriteria pemilihan influencer sendiri punya standar khusus ga based on apa?

P : I think this every organic as seen tergantung imagenya sesuai sama our brand image atau engga gitu. That the most important thing. Kalau dia tidak bisa menyampaikan the brand message ya buat apa gitu. Kadang definitely is just not the look, tapi how they actually they talk through waktu kita kasih produk kita, how they promoting it, and who are their follower. I think who are their follower itu very important. Bukan hanya misalnya the specific influencer misalnya dia cukup suka sama brand kita, dia bisa promoting our product dengan natural tapi sebenernya audiensnya terlalu muda. We wouldn’t use her as much gitu.

T : berarti communitynya juag penting ya kak?

P : definitely yes

(32)

130

T : menurut ka Suzanne sendiri dari sisi LB seorang influencer itu perlu ga punya hubungan yang otentik dan terpercaya dengan followersnya?

P : aku rasa penting karena the basic of that is definitely trust. Jadi the more community trust the influencer pasti mereka juga sangat berpengaruh. Kan kenapa kita follow seseorang, pasti karena kita percaya dengan apa yang direkomendasikan, dengan apa yang dibagikannya. That is why the originality is important.

T : setuju, kalau dari sisi brand fit dan content dari influencer itu gimana? Disini brand fit itu konteksnya adalah konsistensi personal branding untuk dapetin efek pengaruh dan untuk content itu output yang dishare sama influencer.

P : I think both are equally important because kalau brand fit aja yang dipikirin tapi outpunya ga dipikirin trus buat apa karena kalau mereka cocok sama brandingnya kita tapi she can not promote our brand so what for and then the other way kalau dari sisi brand fit ga sesuai we don't even want them to promote our brand gitu

T : begitu juga sama kontennya ya kak? Kontennya juga harus sesuai sama tipenya Love, Bonito gitu.

P : yes of course. Actually is just recently we didn’t even like put out an influencer’s content karena we feel it’s not align with our direction gitu. Jadi it happens sih.

T : okay, selama ini kan bekerja sama dengan banyak influencer, dalam memilih influencer LB menggunakan sistem trial and error atau gimana buat tau mana yang cocok?

P : of course, karena unless you try it you never know gitu. Dan juga influencer sendiri kan part of organic marketing jadi memang only until you recently you can track their performance gitu. As in my side gitu ya, kalau kamu notice soal branded content dan by having the paid partnerships we can track their performance lah dari instagram dashboardnya influencer. Yes I think we do a lot trial and error karena juga kita bisa belajar nih dari other brand gitu tapi belom tentu other brand itu sesuai dengan kita. Jadi kita juga belajar apa yang works sama our brand dan apa yang doesn’t work. Trial and error is normal, its healthy. Tapi trial and error is nothing kalau kita ga track performancenya gitu. Makanya tracking performance is important gitu.

(33)

131

T : lalu aku mau tanya soal strategi promosi melalui instagram elika boen. Kalau menurut ka Suzanne dari segi konten-konten yang Elika bikin itu ada briefnya kah atau Love, Bonito kasih kebebasan ke Elika?

P : oh no. I think especially starting recently we have a very proper brief for influencer. Jadi definitely we want them to be natural, and this is not limited for Elika Boen. we definitely make a proper brief for them. Tapi pastinya mereka bisa adapt it to their own way

T : biasa poin-poin apa aja yang disampaikan di dalam brief itu?

P : pastinya we are highlighting what is actually our purpose. Tapi pertama-tama pasti kita ingetin about our brand image, visi misi, and all. Dan juga kita kasih tau tentang produk biar mereka tau what is the unique selling point dan juga what kind of content yang kita harapkan dari dia misalkan IGS aja atau IGS and IGP. dan kita juga sampaikan informasi-informasi khusus misalnya kita lagi ngadain sale, ya kita kasih tau details sale eventnya. Dan yang ga kalah penting itu timeline untuk post the content.

T : okay, kalau menurut ka Suzanne sendiri cara penyampaian pesan dari Elika itu secara verbal dan non-verbal udah sesuai belum sama yang LB mau?

P : kalau dari Elika mostly udah sesuai sama yang LB mau tapi namanya influencer kita gabisa paksa untuk sesuai 100% dengan cara kita. But kalau itu works with her followers ya masih ok lah. As we can see kalau Elika post insta story suka ada customer yang tanya dan kasih capturean insta story nya Elika, it means dengan caranya dia itu bisa meng-engaged followersnya gitu. I think ga semua yang dia post udah sesuai sama standarnya LB karena bahkan udah dikasih brief aja kadang masih ga sesuai jadi ofc we have to brief them. Tapi mungkin thats yang works with her followers gitu.

T : kalau menurut ka Suzanne sendiri kolaborasi antara Elika dan followersnya itu gimana?

P : dari yang aku lihat dari her instagram, elika suka sharing sama followersnya suka tanya-tanya juga ke followersnya. Intinya I think she has a good relationship lah sama her followers.

(34)

132

T : okay, lalu menurut ka Suzanne sendiri ada kesamaan target audiens kah antara followersnya LB dan followersnya Elika?

P : yes I think that’s why we using her tapi menurut aku ga sama 100% I mean like mirroring one on one sebenernya. Hal ini dilihat dari 3 hal tadi, brand image, followers, and audiensnya siapa gitu.

T : lalu Love, Bonito kan sudah bekerja sama dengan Elika as a LB Advocate for 1 month. Menurut ka Suzanne konten promosi apa yang paling efektif dan berpengaruh yang dishare sama Elika?

P : hmm I think content dia yang selalu bawa good performance itu while she do try- on review dan ootd sih.

T : okay, for the last question. Untuk evaluasinya sendiri selama 1 bulan pertama ini kerjas sama dengan Elika tuh gimana? Poin-poin apa aja yang jadi bahan evaluasi?

P : I think I can not share the results tapi basically apa yang kita lihat ada beberapa metric pastinya kayak traffic yang dia bawa, order yang dia bawa melalui promo codenya dia. Itu sih 2 metric yang kita perhatiin banget. Dan juga kita bakal lihat return of invesmentnya. Karena kan kita udah keluarin cash fee keluarin clothes sponsorships and then kita mau tau ROInya seberapa besar.

T : kalau secara keseluruhan menurut ka Suzanne sendiri selama 1 bulan ini efektif dan efisien kah bekerja sama dengan Elika as a LB Advocate?

P : aku rasa secara keseluruhan program LB Ambassador dan LB Advocate belum sangat efisien. Thats not because the influencer but I think the program itself yang masih butuh improvement.

T : oh ya I see, kan tadi ka Suzanne bilang programnya yang masih butuh improvement. Menurut ka Suzanne apa yang harus ditingkatin dari program ini?

P : I think we are consistently trying to check on how we can improve the program gitu ya. I think dari sisi apakah promonya itu cukup menarik untuk customer kita dan juga yang kedua itu bagaimana caranya our influencer lebih natural lagi untuk promoting our brand. Those two point yang kita lagi pikirkan dan balancing dengan return of invesment yang akan dibawa.

(35)

133

T : yes I see. Okay thats all pertanyaan-pertanyaan dari aku. Makasih banget ka Suzanne udah mau luangin waktu dan bersedia jadi narasumber aku dan udah share informasi-informasi yang very useful for my thesis. See you ka Suzanne!

P : yes Tasya, happy can help you too. Bye!

(36)

134

Bukti Wawancara Online

1. Wawancara Online Sesi 1 dengan May Sarah Hasibuan Pada 4 Mei 2021, via Google Meeting

2. Wawancara Online Sesi 2 dengan May Sarah Hasibuan Pada 24 Mei 2021, via Google Meeting

3. Wawancara Online dengan Suzanne Sarah Pada 25 Mei 2021, via Google Meeting

(37)

135

(38)

136

(39)

137

(40)

138

(41)

139

(42)

140

(43)

141

(44)

142

(45)

143

Referensi

Dokumen terkait