Yayasan Pondok Modern Al-Rifa’ie 2
SMA MODERN AL-RIFA’IE GONDANGLEGI April 2022
Penyusun : Ahmad Fardan, M.Pd.
Ketua Yayasan : Dr. KH. Ahmad Muflih Azam, SE., MM.
Pengawas Cabdindik : Titi Setiyaningwati, S.Pd., M.Si.
PERANGKAT PEMBELAJARAN
MATERI HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SMA Modern Al-Rifa’ie Gondanglegi Kab. Malang Kelas/ Semester : X / Semester 2Tema : Hukum-hukum Dasar Kimia Sub Tema : Hukum Kekekalan Massa Pembelajaran : ke-1
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Kompetensi Dasar : 3.10 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia, konsep massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
4.10 Menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum-hukum dasar kimia kuantitatif.
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui model pembelajaran inkuiri dengan menggali informasi, merancang dan melakukan investigasi sederhana dan berperan aktif dalam mengolah informasi, diharapkan Peserta didik mampu menerapkan hukum kekekalan massa untuk menyelesaikan perhitungan kimia, terlibat aktif selama proses belajar mengajar, memiliki sikap rasa ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum kekekalan massa secara kuantitatif.
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN Tahap/
Sintaks Kegiatan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing
Pendahuluan Orientasi
Melakukan pembukaan dengan salam dan berdoa (Religius).
Mengkondisikan suasana belajar yang menyenangkan.
Memeriksa kehadiran Peserta didik (disiplin).
Aperpepsi
Guru mengaitkan pembelajaran dengan konsep yang telah diperoleh Peserta didik sebelumnya yaitu “Teori Dalton Tentang Materi”.
Menginformasikan topik pembelajaran yaitu “Hukum Kekekalan Massa”.
Motivasi
Guru menginformasikan manfaat mempelajari Hukul Kekekalan Massa dalam Kehidupan Sehari-hari, antara lain Prinsip Hukum Kekekalan Massa digunakan dalam mesin kendaraan bermotor, selain itu pada massa pandemi COVID-19 prinsip ini juga digunakan untuk mempelajari parameter pertumbuhan pandemi dan untuk memprediksi pertumbuhan total kasus, kematian, dan pemulihan COVID-19.
Pemberian Acuan
Guru menginformasikan garis besar materi dan tujuan pembelajaran.
Guru menginformasikan teknik penilaian.
Kegiatan Inti
Mengamati Fenomena Mengamati
Critical Thinking
Guru menayangkan slide power point yang memuat:
- Gambar reaksi antara iodine dengan padatan amilum.
- Gambar reaksi larutan HCl dengan padatan cangkang telor.
Tahap/
Sintaks Kegiatan Pembelajaran Inkuiri Terbimbing
Memfokuskan Pertanyaan Menanya
Critical Thinking and Cretivity
Merancang dan Melakukan Investigasi
Mengumpulkan Informasi Colaboration and Creativity
Analisis Data dan Implikasi Mengasosiasi dan
Mengomunikasikan
Collaboration, Critical Thinking, and Communication.
Membangun Pengetahuan Baru Mengomunikasikan
Collaboration, Critical Thinking, and Communication.
Untuk membangkitkan rasa ingin tahu Peserta didik, kemudian guru meminta setiap kelompok menyimak gambar tersebut dan memikirkannya.
Guru memberi kesempatan kepada Peserta didik dalam kelompok untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan terkait gambar yang disajikan untuk semakin membangkitkan rasa ingin tahu Peserta didik. Pertanyaan yang diharapkan:
“Mengapa massa larutan HCl dengan padatan NaOH sebelum dan setelah reaksi tetap, sedangkan massa reaksi cangkang telor dengan HCl berbeda pada awal dan akhir reaksi?”
Guru meminta Peserta didik mengerjakan LKPD memfokusikan pertanyaan.
Merancang dan Melakukan Experiment
Peserta didik berdiskusi dan berkolaborasi dalam kelompok, mengembangkan kreativitas untuk merancang dan melakukan percobaan Hukum Kekekalan Massa dengan teliti dan penuh tanggung jawab sesuai alat dan bahan yang disediakan dan arahan pada LKPD.
Peserta didik berdiskusi mengolah data hasil pengamatan dengan cara menjawab pertanyaan yang terdapat pada LKPD bagian analisis data dan Implikasi.
Peserta didik melakukan presentasi hasil percobaannya dalam diskusi kelas.
Peserta didik menjawab pertanyan pada LKPD yaitu bagian membangun pengetahuan baru dan mempresesentasikannya di depan kelas.
Kegiatan Penutup Peserta didik, dengan bimbingan guru, membuat kesimpulan.
Guru melakukan refleksi hasil proses belajar yang telah dilaksanakan.
Guru memberikan apresiasi kepada seluruh Peserta didik yang telah bekerjasama dengan baik dalam kelompok.
Guru melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pembelajaran dengan memberi soal/kuis.
Guru menginformasikan materi pertemuan selanjutnya.
Guru menutup pelajaran dengan do’a dan mengucapkan salam (Religius).
C. PENILAIAN PEMBELAJARAN
1. Penilaian sikap: rasa ingin tahu, teliti, kerjasama, tanggung jawab;
2. Penilaian keterampilan: unjuk kerja (merancang investigasi, melakukan investigasi, menyajikan data, menganalisa data, komunikasi/presentasi, dan menarik kesimpulan) 3. Penilaian pengetahuan: tes tulis
Mengetahui, Malang, 07 April 2022
Kepala SMA Modern Al-Rifa’ie Guru Kimia,
Ahmad Fardan, M.Pd. Ahmad Fardan, M.Pd.
DAFTAR LAMPIRAN
1. Lampiran 1 : Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Tema Hukum-hukum dasar Kimia 2. Lampiran 2 : Instrumen penilaian sikap
3. Lampiran 3 : Instrumen penilaian keterampilan
4. Lampiran 4 : Instrumen penilaian pengetahuan (Kisi-kisi dan Instrumen tes Pengetahuan)
LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)
Tema : Hukum-hukum Dasar Kimia /Sub Tema : Hukum Kekekalan Massa Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
Kompeten Dasar : 3.10 Menerapkan hukum-hukum dasar kimia, konsep massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
4.10 Menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum-hukum dasar kimia kuantitatif.
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui model pembelajaran inkuiri dengan menggali informasi, merancang dan melakukan investigasi sederhana dan berperan aktif dalam mengolah informasi, diharapkan Peserta didik mampu menerapkan hukum kekekalan massa untuk menyelesaikan perhitungan kimia, terlibat aktif selama proses belajar mengajar, memiliki sikap rasa ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik, serta dapat menganalisis data hasil percobaan menggunakan hukum kekekalan massa secara kuantitatif.
B. LANGKAH KEGIATAN
Mengamati adalah salah satu kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan, karena ilmu pengetahuan seringkali didapat melalui kegiatan mengamati (observasi). Untuk membuktikan bahwa pengetahuan diperoleh melalui proses pengamatan, maka ilmuwan melakukan
eksperimen untuk mendapatkan bukti-bukti.
Eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan merupakan kegiatan untuk mengetahui alasan mengapa suatu fenomena dapat terjadi.
Hasil ekperimen yang diperoleh ilmuwan merupakan data empiris.
Masing-masing kelompok akan mengukur massa larutan cuka dan soda kue sebelum reaksi dan membandingkannya dengan massa zat yang terbentuk setelah reaksi dalam ruang tertutup.
Pendahuluan
Padatan amilum + Larutan Iodine Hasil Reaksi
10 gram 20 gram 30 gram
Padatan cangkang telur + Larutan HCl Hasil reaksi
10 gram 20 gram 27 gram
A. Eksplorasi Fenomena
Padatan Amilum Larutan iodine
+ +
Padatan cangkang telur Larutan HCl
1. Pada kegiatan observasi fenomena di atas, tulisakan pertanyaan kalian!
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
2. Dapatkan kalian memberikan inferensi jawaban atas pertanyaan tersebut?
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
__________________________________________________________________
3. Pada percobaan kali ini, kalian akan mereaksikan larutan cuka dengan soda kue dengan mengukur massanya sebelum dan setelah reaksi.
a. Menurut kalian bagaimana massanya sebelum dan sesudah reaksi jika massa larutan cuka dibuat tetap sedangkan massa soda kue diubah-ubah. Tuliskan inferensimu!
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
b. Menurut kalian bagaimana massanya sebelum dan sesudah reaksi jika massa soda kue dibuat tetap sedangkan massa larutan cuka diubah-ubah. Tuliskan inferensimu!
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
c. Menurut kalian bagaimana massanya sebelum dan sesudah reaksi jika massa soda kue dan massa larutan cuka diubah-ubah. Tuliskan inferensimu!
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
4. Catat hipotesis berdasar teori yang kalian miliki untuk menggambarkan pengaruh perubahan massa awal reaktan terhadap selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi!
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
____________________________________________________________________
B. Memfokuskan pertanyaan
1. Petunjuk Percobaan
Perhatikan variabel yang diharapkan pada setiap percobaan sebagai berikut dan perhatikan tabel pengamatan untuk mendapat gambaran data yang diharapkan.
Percobaan 1 dan 2
Uraian Variabel-variabel
Variabel bebas Soda kue Varaibel kontrol Larutan cuka
Variabel terikat Selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi Percobaan 3 dan 4
Uraian Variabel-variabel
Variabel bebas Larutan cuka Varaibel kontrol Soda kue
Variabel terikat Selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi Percobaan 5 dan 6
Uraian Variabel-variabel
Variabel bebas Soda kue Varaibel kontrol Larutan cuka
Variabel terikat Selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi 2. Desain eksperimen
Gambarkan desain eksperimen yang akan kalian lakukan serta alat dan bahan yang akan kalian gunakan.
- Alat
No Nama Alat Jumlah perset percobaan
1. Botol air mineral /botol UC.1000 1
2. Balon 1
3. Karet gelang 1
- Bahan
No Nama bahan Massa bahan (gram) pada Percobaan:
1 2 3 4 5 6
1.
2.
- Gambar Desain eksperimen
B. Membuat Rancangan Kegiatan investigasi
Jawablah pertanyaan berikut!
1. Gambarkan grafik hubungan antara massa soda kue terhadap selisih massa sebelum dan sesudah reaksi berdasarkan data percobaan 1 dan 2.
Xa-X0
Xsoda kue Keterangan:
Xsoda kue = massa soda kue (gram)
Xa-X0 = selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi (gram)
2. Gambarkan grafik hubungan antara massa cuka terhadap selisih massa sebelum dan sesudah reaksi berdasarkan data percobaan 3 dan 4.
Xa-X0
Xcuka Keterangan:
Xcuka = massa cuka (gram)
Xa-X0 = selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi (gram)
D. Analisis Data dan Implikasi
Data hasil investigasi kelompok
No Reaktan 1 Massa reaktan
1 (gram)
Reaktan 2 Massa reaktan
2 (gram)
Massa zat sebelum reaksi (X0)
(gram)
Massa zat setelah reaksi (Xa)
(gram)
X0-Xa
(gram)
1. Soda kue Larutan cuka
2. Soda kue Larutan cuka
3. Soda kue Larutan cuka
4. Soda kue Larutan cuka
6. Soda kue Larutan cuka
C. Melakukan Kegiatan investigasi
3. Gambarkan grafik hubungan antara massa zat sebelum reaksi terhadap selisih massa sebelum dan sesudah reaksi berdasarkan data percobaan 5 dan 6.
Xa-X0
X0 Keterangan:
X0 = massa total zat sebelum reaksi (gram)
Xa-X0 = selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi (gram)
4. Berdasarkan grafik pada soal nomor 1 dan 2 di atas, apakah ada pengaruhnya jika kita mengubah- ubah massa salah satu reaktan terhadap selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi? Jelaskan!
________________________________________________________________________
________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
5. Berdasarkan grafik pada soal nomor 3 di atas, apakah ada pengaruhnya jika kita mengubah-ubah massa salah seluruh reaktan terhadap selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi? Jelaskan!
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
6. Berdasarkan ketiga grafik di atas, berapakah selisih antara massa zat sebelum dan setelah reaksi pada seluruh percobaan? Jelaskan pula apa artinya?
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
7. Bagaimana kesimpulan kalian terhadap hasil percobaan ini?
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
8. Apakah kesimpulan kalian sesuai dengan hipotesis yang kalian buat sebelumnya? Jelaskan!
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
9. Setelah kalian melakukan investigasi, dapatkah kalian jelaskan kembali mengapa massa reaksi antara cangkang telor dan larutan HCl berbeda pada awal dan akhir reaksi? Apakah jawaban kalian sesuai dengan inferensi yang kalian buat sebelumnya? Jelaskan!
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
D. Analisis Data dan Implikasi
1. Lakukan kembali percobaan yang mirip dengan percobaan 1 pada investigasi yang telah kalian lakukan sebelumnya, namun ganti soda kue dengan serbuk cangkang telor yang telah disediakan! Berikan nama percobaan ini dengan percobaan 7, kemudian tuliskan hasil percobaan 1 dan 7 pada tabel berikut.
No Reaktan 1 Massa reaktan
1 (gram)
Reaktan 2 Massa reaktan
2 (gram)
Massa zat sebelum
reaksi (X0) (gram)
Massa zat setelah reaksi (Xa)
(gram)
X0-Xa
(gram)
1. Soda kue Larutan cuka
7. Cangkang telor Larutan cuka
2.
Gambarkan grafik hubungan antara massa zat sebelum reaksi terhadap selisih massa sebelum dan sesudah reaksi berdasarkan data percobaan 1 dan 7.
Xa-X0
X0 Keterangan:
X0 = massa total zat sebelum reaksi (gram)
Xa-X0 = selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi (gram)
10. Berdasarkan grafik di atas, apakah ada pengaruhnya jika kita mengubah-ubah jenis zat terhadap selisih massa zat sebelum dan sesudah reaksi? Jelaskan!
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
3. Bagaimana kesimpulan kalian terhadap hasil percobaan ini?
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
E. Membangun Pengetahuan Baru
B. PENILAIAN PEMBELAJARAN 1. Instrumen Penilaian Sikap
No Siswa/Kelompok Rasa ingin
tahu Kerjasama Teliti Tanggung jawab
Nilai katagori 4 sangat Baik; 3 baik; 2 cukup baik; 1 kurang baik
2. Instrumen Penilaian Keterampilan
No Siswa/Kelom pok
Merancang investigasi
Melakukan investigasi
Menyajikan data
Menganalisa data
Presentasi Menarik kesimpulan
Nilai katagori 4 sangat Baik; 3 baik; 2 cukup baik; 1 kurang baik
3. Instrumen Penilaian Pengetahuan (penilaian untuk keseluruhan materi KD 3.10)
Kisi-kisiNo Aspek
No IPK
Indikator Soal
Ranah
Kognitif
Soal no
Rubrik Penilaian/
Kunci Jawaban
1 Pengetahuan 3.10.1 Diberikan massa senyawa yang bereaksisiswa dapat menentukan massa senyawa hasil reaksi
C1 1 B
3.10.2 Disajikan suatu masalah peserta didik mampu menetukan hukum dasar kimia yang cocok dengan masalah tersebut
C3 2 C
3.10.3 Disajikan grafik perbandingan massa zat- zat yang bereaksi, peserta didik dapat menentukan perbandingan massa zat-zat yang bereaksi
C3 3 C
3.10.4 Disajikan tabel persentase unsur dalam dua senyawa peserta didik dapat menetukan perbandingan salah satu unsur dalam kedua senyawa
C3 4 C
No Aspek
No IPK
Indikator Soal
Ranah
Kognitif
Soal no
Rubrik Penilaian/
Kunci Jawaban
3.10.5 Diberikan persentasi suatu unsur dalamdua senyawa peserta didik dapat
menetukan perbandingan salah satu unsur dalam kedua senyawa
C3 5 C
Disajikan deskripsi massa zat-zat yang bereaksi dan massa senyawa yang dihasilkan, peserta didik dapat
membuktikan berlakunya hukum kelipatan perbandingan
(hukum Dalton).
C4 1
essay
Terlampir
3.10.6 Diberikan persamaan reaksi yang belum setara peserta didik dapat membuktikan berlakunya hukum gay lussac dari data yang diberikan
C4 6 D
3.10.07 Diketahui massa suatu gas peserta didik dapat menghitung volume gas tersebut pada kondisi yang ditentukan.
C3 7 D
3.10.08 Diberikan nama senyawa dalam
persamaan reaksi kimia peserta didik dapat menetukan persamaan reaksi yang setara
C3 8 C
3.10.9 Diberikan massa dan konsentrasi dari senyawa dalam persamaan reaksi peserta didik mampu menentukan massa senyawa yang terbentuk
C4 9 C
3.10.10 diberikan persamaan reaksi dan volume campuran dua gas siswa mampu menentukan volume salah satu gas
C4 10 E
Diberikan data massa pereaksi dan persamaan reaksi belum setara , peserta didik dapat menentukan volum gas gas hasil reaksi
C4 2
essay
Terlampir
3.10.11 Diberikan massa cuplikan suatu zat dan massa zat yang dihasilkan dari suatu reaksi, peserta didik dapat menghitung kadar zat dalam cuplikan tersebut dengan benar
C4 11 C
Evaluasi
1. Sebanyak 254 gram tembaga dan 128 gram belerang (sulfur) bereaksi habis membentuk senyawa tembaga sulfida. Menurut Hukum Kekekalan Massa, berapa banyak tembaga sulfida yang akan diperoleh dari reaksi tersebut?
A. 382 gram D.360 gram B. 380 gram E. 350 gram C. 370 gram
2. Pada ruang tertutup dilakukan pembakaran 7 gram besi dengan 4 gram sulfur menghasilkan
besi sulfida sebanyak 11 gram. Kenyataan ini sesuai hukum dasar kimia, yaitu ....
A. Hukum Perbandingan Tetap (Proust)
B. Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac) C. Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier) D. Hukum Perbandingan Berganda (Dalton) E. Hukum Perbandingan Molekul (Avogadro)
3. Perhatikan grafik berikut!
Berdasarkan grafik diatas perbandingan massa S : Massa Fe adalah...
A. 3 : 4 B. 3 : 6 C. 4 : 7 D. 5 : 7 E. 7 : 4
4. Unsur karbon dan unsur oksigen dapat membentuk dua macam senyawa. Persentase massa unsur-unsur penyusun senyawa I dan II sebagai berikut:
No. Senyawa Persentase unsur
C O
1. I 40 60
2. II 25 75
Perbandingan massa C dalam senyawa I dan II sesuai Hukum Dalton adalah ....
A. 1 : 2 B. 1 : 3 C. 2 : 1 D. 2 : 3 E. 3 : 1
5. Unsur A dan Unsur B dapat membentuk dua macam senyawa. Senyawa I mengandung 25% unsur A dan senyawa II mengandung 20% unsur A. Perbandingan massa unsur B sesuai hukum kelipatan perbandingan berganda (Hukum Dalton) adalah ….
A. 1 : 2 B. 2 : 3 C. 3 : 4 D. 4 : 3 E. 3 : 2
6. Gas Metana dibakar dengan oksigen, menurut reaksi yang belum setara : CH
4(g)+
O
2(g)→ CO
2+ H
2O
(g)Perbandingan volume gas gas yang terlibat dalam reaksi menurut
hukum Gay Lussac yang paling tepat adalah....
7. Volume 14,2 gram gas klor ( Ar Cl = 35,5 ) pada kondisi STP adalah ….
A. 44,8 L D. 4,48 L B. 22,4 L E. 0,448 L C. 11,2 L
8. Jika kalium nitrat dipanaskan akan terbentuk kalium nitrit dan gas oksigen. Data tersebut jika ditulis dengan reaksi setara adalah …
A. Ca(NO
3)
2(aq)→ Ca(NO
2)
2(aq)+ O
2(g)B. 2CaNO
3(aq)→ 2CaNO
2(aq)+ O
2(g)C. 2KNO
3(aq)→2KNO
2(aq)+ O
2(g)D. K(NO
3)
2(aq)→K(NO
2)
2(aq)+ O
2(g)E. K(NO
3)
3(aq)→K(NO
3)
2(aq)+NO
2(g)9. Sebanyak 5,4 g alumunium dilarutkan dalam 400 mL asam sulfat 1 M membentuk aluminium sulfat dan gas hidrogen menurut persamaan reaksi: 2Al
(s)+ 3H
2SO
4(aq)→ Al
2(SO
4)
3(aq)+ 3H
2(g)Massa H
2yang terbentuk adalah .... (Ar H=l; Al=27)
A. 0,3 gram B. 0,4 gram C. 0,6 gram D. 1,0 gram E. 2,7 gram
10. Gas metana (CH
4) dan gas asetilena (C
2H
2) terbakar menurut persamaan reaksi sebagai berikut.
CH
4(g)+ 2O
2(g)→ CO
2(g)+ 2H
2O
(l)2C
2H
2(g)+ 5O
2(g)→ 4CO
2(g)+ 2H
2O
(l)Pada pembakaran sempurna 5 liter (T.P) campuran metana dan asetilena dihasilkan 6 liter CO
2(T.P) maka volum metana dalam campuran itu adalah ….
A. 1 liter B. 2 liter C. 2,5 liter D. 3 liter E. 4 liter
11. Pembakaran sempurna 32 gram cuplikan belerang menghasilkan 50 gram SO3. Kadar belerang dalam cuplikan tersebut adalah (Ar S= 32, O =16) …..
A. 31,25 %
B. 45 %
C. 62,5 %
D. 75 %
E. 100 %
Essay
1. Dua buah senyawa oksida berturut turut bermassa 30 dan 28 gram dianalisa, terdiri dari karbon dan oksigen dan memberikan hasil-hasil sebagai berikut.
Senyawa pertama terdiri dari 24 gram karbon dan sisanya oksigen.
Senyawa kedua terdiri dari 4 gram oksigen dan sisanya adalah karbon
Berdasarkan data diatas tentukan :a. Perbandingan massa atom pembentuk senyawa tersebut?
b. Apakah senyawa tersebut memenuhi hukum Dalton?
2. Dalam sebuah generator, sejumlah 12,6 gram CaH
2direaksikan dengan air menurut persamaan reaksi: CaH
2(s)+ H
2O
(l)→ Ca(OH)
2(aq)+ H
2(g)(belum setara)
Jika Gas hidrogen yang dihasilkan diukur pada P dan Tdimana pada keadaan tersebut 16 gram oksigen memiliki volum 10 liter (Ar H = 1, O = 16, Ca = 40) Tentukan
a) Persamaan reaksi setara
b) Volum gas hidrogen yang dihasilkan pada reaksi tersebut Kunci Essay
1.
2.