• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBAHAGIAAN SEBUAH RUMAH TANGGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEBAHAGIAAN SEBUAH RUMAH TANGGA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KEBAHAGIAAN SEBUAH RUMAH TANGGA

Posted on Juni 10, 2010 by blessedday4us

Mazmur 128:1-6

“ berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya.”

(Mazmur 128: 1) Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Apakah yang diidamkan oleh setiap orang dalam kehidupan berumah tangga ? Apa yang diidamkan banyak orang pada saat ia memutuskan untuk berumah tangga ? Saudara, tidak salah rasanya kalau saya menjawab bahwa yang diidamkan oleh banyak orang dan kita semua dalam berkeluarga ialah kita

beroleh kebahagiaan. Setiap orang ingin bahagia. Tidak ada orang menikah untuk menderita. Kalau tidak percaya kita tanya saja pada Saudara……… dan Saudari…………. yang akan menikah ini.

Saudara yang terkasih,

Mazmur 128 yang kita baca bersama pasa saat ini berbicara mengenai apa yang menjadi dambaan kita semua dalam berkeluarga, yaitu kebahagiaan. Dan bagi pemazmur, dasar utama untuk meraih

kebahagiaan ialah takut kan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya. Takut akan Tuhan berarti menjadikan Tuhan dan perintahNya sebagai dasar utama kehidupan keluarga. Takut akan Tuhan berarti siap menerima pasangan hidupnya dengan penuh cinta kasih yang murni yang rela memberi dan berkorban bagi orang yang dicintainya; sebab ada orang yang menikah dengan tujuan supaya ia dapat menuntut pasangannya berbuat ini dan itu untuk kepuasan dirinya sendiri. Takut akan Tuhan berarti siap berbagi kehidupan dengan pasangannya baik saat suka maupun duka; saling memberi semangat,

dorongan dalam hal-hal yang baik dan saling menerima segala kelebihan dan kekurangan masing- masing.

Apabila kita benar-benar membangun keluarga kita di dalam takut akan Tuhan dan petunjukNya, maka kata pemazmur kita akan memperoleh tiga berkat yang akan melengkapi kebahagiaan kita, yaitu:

Pertama, kita akan berbahagia dalam menikmati hasil jerih lelah pekerjaan kita. Tuhan memberkati orang yang bekerja sehingga ia dapat menikmati hasil keringatnya itu dengan penuh sukacita. Mereka penuh syukur atas apa yang boleh mereka nikmati bersama. Harta benda yang kita peroleh dengan hasil kerja sendiri akan memberikan kebahagiaan buat keluarga kita. Sebab kita memperolehnya dengan kejujuran.

Berkat kedua, istrinya akan menjadi pohon anggur yang subur di dalam rumahnya. Petani di Israel biasanya menanam pohon anggur karena air buah anggur merupakan minuman yang menyegarkan.

Anggur yang menyegarkan dan menggembirakan hati itu dipelihara dengan baik sehinga menjadi pohon anggur yang subur dan menghasilkan buah yang lebat. Demikian jugalah seorang istri yang takut kan Tuhan ia akan seperti pohon anggur yang memberikan kesegaran dan kegembiraan. Tetapi dari pihak suami pun dituntut perlakuan yang sama terhadap istrinya. Sehingga keluarga yang dibangun akan penuh cinta kasih dan damai sejahtera.

Berkat ketiga, kalau di tengah keluarga itu hadir anak-anak maka anak-anak itu akan seperti pohon zaitun di sekeliling meja. Minyak pohon zaitun sangat harum yang membuat wajah berseri-seri. Juga dari tunas pohon zaitun itu akan menghasilkan buah yang lebat. Di sini kita dapat mengerti bila pemazmur menggambarkan anak-anak yang tahu menghormati, mengasihi orangtuanya maka masa depan anak sangat berbahagia.

Saudara, kita juga perlu memperhatikan di sekitar kita bahwa pangkal kerusakan dan perceraian suami- istri karena sering gara-gara harta, gara-gara kelakuan suami atau istri atau gara-gara kejahatan anak- anak. Dan tidak sedikit keluarga Kristen yang berakhir dengan perceraian. Bahkan akhir-akhir ini katanya tingkat perceraian, termasuk di kalangan Kristen, semakin tinggi.

Pemazmur dengan sungguh-sungguh berbicara tentang kebahagiaan yang dihubungkan dengan ketiga macam berkat itu kita boleh berbahagia karena hasil kerja atau jerih lelah kita, kita berbahagia bersama suami/istri dan anak-anak asal saja kita menghayati dan melaksanakan firman Tuhan dalam Mazmur 128 ayat 1, yaitu takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya.

Saudara, berbahagialah suami-istri yang selalu takut akan Tuhan, yang selalau beribadah, selalu berdoa, selalu bersyukur, selalu hidup menurut jalan yang ditunjukkannya. Nah, tentunya Saudara…… dan Saudari…… ingin agar pernikahan saudara diwarnai oleh kebahagiaan. Oleh sebab itu, jadikan Mazmur 128 ini sebagai bahan renungan yang berharga dalam menjalani kehidupan keluarga saudara. Tuhan memberkati keluarga Saudara. Amin.

Have a blessed day, Pdt. Jotje Hanri Karuh

(2)

Berkat di Tengah Sebuah Keluarga

18 Mei 2017

Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.

Roma 5:18.

“Dan sekarang, ya TUHAN, diteguhkanlah untuk selama-lamanya janji yang Kau ucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.” 1 Tawarikh 17:23. Daud tahu bahwa Tuhan yang ia sembah adalah Tuhan yang memberkati keluarga. Bahkan mujizat pertama yang dilakukan Yesus saat Yesus hidup di dunia adalah Mujizat di tengah sebuah keluarga yang mengadakan pesta perkawinan. Oleh karena itu, Daud memberanikan diri berdoa buat keluarga di hadapan Tuhan. “Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu.” 1 Tawarikh 17:25.

Bagaimana kita bisa hidup di tengah-tengah keluarga yang penuh damai sejahtera?

1. Menjadi Hamba Tuhan di tengah-tengah Keluarga

“Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan- Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama- lamanya." 1 Tawarikh 17:27. Daud merendahkan diri di hadapan Tuhan, “Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, …” Daud menyebut dirinya hamba, ‘ebed’ yang memiliki arti seorang hamba yang memiliki tugas penting. Saat Daud berkata bahwa ia adalah hamba maka turunlah kasih karunia Allah kepada keluarga Daud. ‘Ebed’ adalah seorang hamba yang memiliki tugas penting dan seseorang yang bisa membawa serta berjanji dan memiliki kerinduan membawa keluarganya datang menyembah Tuhan. Daud menghadirkan Ibadah di tengah-tengah keluarganya. Biarlah Ibadah kita tidak hanya di Gereja saja tetapi biarlah ada ibadah, ‘abudah’ di tengah-tengah keluarga dan tempat tinggal kita.

‘Ebed’ juga memiliki arti menjadi seorang pejabat, orang penting yang dipercayakan hal-hal yang penting oleh Tuhan. Saat daud berkata kepada Tuhan bahwa ia adalah seorang hamba, maka di mata Tuhan Daud adalah seorang pejabatnya Tuhan. Seorang pejabat memiliki fasilitas yang terbaik dan pengamanan yang terbaik dari atasannya. Daud menjadi hamba di tengah-tengah keluarganya dan sekaligus menjadi pejabat di mata Tuhan. Seorang pejabat pasti memiliki kuasa, bahkan setiap perkataannya pun selalu diperhatikan orang karena mengandung janji dan kuasa.

2. Tidak membuang-buang waktu yang ada

Selain itu seorang pejabat juga tidak pernah membuang-buang waktunya. “Kiranya Engkau sekarang …”

Sekarang, ‘ata’ berbicara sekarang bukan besok atau lusa. Apa yang akan terjadi sekarang saat kita menjadi pejabat Tuhan?

a. Bertemu dengan Tuhan

“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ayub 42:5. Saat kita menjadi seorang ;pejabat maka kita akan bisa bertemu dengan orang yang memberi kuasa kepada setiap kita. Dalam kehidupan kita pun saat kita menjadi pejabatnya Tuhan maka kita akan bisa bertemu dengan Tuhan. Tidak hanya mendengar dari kata orang tetapi kita akan melihat dan bisa memandang Tuhan. Jadilah hamba Tuhan di tengah-tengah keluarga kita dan bawa keluarga kita untuk datang mengenal dan menyembah Tuhan.

b. Terbebas dari setiap belenggu

“Sekarang, Aku akan mematahkan gandarnya yang memberati engkau, dan akan memutuskan belenggu- belenggu yang mengikat engkau." Nahum 1:13. Saat kita menjadi hamba Tuhan maka Tuhan akan melepas setiap belenggu yang mengikat setiap kita. Kita akan menjadi orang yang merdeka di hadapan Tuhan. Kuasa Tuhanlah yang akan memutuskan belenggu-belenggu yang mengikat setiap kita. Bahkan hal-hal yang memberatkan setiap kita, tuhan akan melepaskan itu semua.

3. Memberanikan diri agar kita mengetahui jalan Tuhan

“…. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu.” 1 Tawarikh 17:25. Memberanikan diri, ‘yaal’ memiliki arti berkenan di hadapan Tuhan serta memberanikan diri untuk mengetahui jalan-jalan Tuhan. Karena Daud berkenan di mata Tuhan maka Tuhan menjagai dan memulihkan keluarga Daud. Untuk menjadi seseorang yang baik kita perlu memberanikan diri kita tampil berbeda di tengah-tengah dunia. Bahkan untuk memulai sebuah keluarga pun kita harus siap dan memberanikan diri untuk menjadi ayah dan ibu.

“Lalu aku berpikir: "Itu hanya orang-orang kecil; mereka adalah orang-orang bodoh, sebab mereka tidak mengetahui jalan TUHAN, hukum Allah mereka.” Yeremia 5: 4. Kita akan menjadi seorang yang bodoh

(3)

jika kita tidak memberanikan diri untuk mengetahui jalan-jalan Tuhan. Jangan takut dengan masalah karena lewat setiap masalah kita, kita akan mengetahui jalan Tuhan dan mengenal pribadinya.

4. Berlutut kepada Tuhan

Berlututlah di hadapan Tuhan dan berdoa agar keluarga setiap kita penuh kebahagiaan dan damai sejahtera. “Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangun keturunan baginya. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ke hadapan-Mu.” 1 Tawarikh 17:25. Berdoa, barakh memiliki arti berlutut di hadapan Tuhan. Saat kita tidak mau berlutut di hadapan tuhan maka Tuhan sendirilah yang akan membuat setiap kita berlutut di hadapan-Nya. Saat kita berlutut maka berkat itu akan turun di tengah-tengah keluarga kita.

(4)

Keluarga Yang Diberkati dan Menjadi Berkat

Ayat Pokok : Mazmur 37:35-25 “ Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat .” PENDAHULUAN Daud penulis Mazmur 37 membandingkan keberhasilan orang fasik dengan orang benar yang takut akan Tuhan. Tanpa mengandalkan Tuhan,bisa saja orang fasikmengumpulka kekayaan dengan ketekunan dan kerajinan atau dengan kelicikan dan kejahatannya. “ Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin, untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur; ( Mazmur 37:14 ) Hidup orang fasik bisa saja sepertinya secara materi diberkati,namun tidak mungkin menjadi berkat secara rohani.Bahkan diri orang fasik sendiripun akan berkahir dalam kebinasaan “….Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik;… ” ( Mazmur 37:10 )

“..Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa;..” ( Mazmur 37:20 ) Tentunya kita ingin memiliki kehidupan rumah tangga atau keluarga yang diberkati dan pada gilirannya menjadi berkat.

AGAR KELUARGA DIBERKATI DAN MENJADI BERKAT

Bagaimanana agar keluarga kita dapat menjadi keluarga yang diberkati dan menjadi berkat? Mari kita memperhatikan tuntunan firman Tuhan yang terdapat dalam Mazmur 37:35-36 Pertama: Milikilah kehidupan yang benar “….tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan,..” ( Mazmur 37:20 ) Orang benar tidak didefinisikan sebagai orang yang tidak pernah berbuat dosa atau kesalahan.Orang benar adalah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan dibenarkan oleh kuasa darah-Nya “ Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” ( 1 Petrus 18:19 ) Dalam menjalankan kehidupannya “ orang benar ” takut akan Tuhan “ Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.”

( Mazmur 112:1 ) Keluarga yang menjalankan roda kehidupannya dengan benar,pasti akan harmonis,diberkati dan menjadi berkat bagi orang-orang disekitarnya. Masing-masing anggota keluarga,baik suami-istri, dan anak-anak bertanggung jawab menjalankan peranannya. Bukan karena takut kepada manusia tetapi “ takut kepada Tuhan”. Takut akan Tuhan mencakup : - Kehidupan yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan - Menjauhkan diri dan membenci dosa - Melakukan kebenaran firman Tuhan dalam praktek kehidupan sehari-hari. Mari kita doakan suami kita,Istri kita atau anak-anak kita supaya senantiasa hidup takut akan Tuhan. Demikian juga mari kita mulai dari diri kita pribadi lepas pribadi senantias berusaha menjadi orang yang takut akan Tuhan dan rendah hati. “ Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.” ( Amsal 22:4 ) Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.” ( Amsal 14:27 ) Orang benar dijanjikan tidak akan ditinggalkan sampai anak-cucunya meminta- minta,tetapi sebaliknya dijanjikan berkat ada diatas kepala orang benar “ Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.” ( Amsal 10:6 ) Yang kedua, agar keluarga kita diberkati dan menjadi berkat: Praktekkanlah kehidupan yang penuh dengan kemurahan dan belas kasihan. “tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat .”

( Mazmur 37:26 ) Jika keluarga kita tidak mempraktekkan kehidupan yang murah hati dan penuh dengan belas kasihan,jangan harap kita akan diberi kemurahan. “ Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” ( Galatia 6:7 ) “ Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” ( Galatia 6:10 ) Orang yang kaya secara materi,belum tentu otomatis kaya dalam kemurahan. Tidak jarang kita melihat orang yang semakin kaya,semakin kikir dan tidak mau peduli dengan orang lain Kemurahan hati adalah buah Roh Kudus “ Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,..” ( Galatia 5:22 ) Jemaat Makedonia adalah teladan dalam kemurahan hati “ Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.” ( 2 Korintus 8:2 ) Kasih adalah dasar hubungan antara suami-istri “ Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya ” ( Efesus 5:25 )

PENUTUP

Kekayaan dan kehormatan bukanlah segala-galanya. Kejarlah yang utama yaitu hidup takut akan Tuhan dan dalam kemurahan hati,maka kekayaan dan kehormtan akan menjadi bonus dalam kelauarga atau rumah tangga kita. Dengan demikian keluarga yang diberkati dan menjadi bekat bukan sekedar impian tetapi akan menjadi kenyataan.Bersama Tuhan kita mampu mewujudkannya. Amin Tuhan Yesus memberkati Lagu: - Mengasihi Lebih Sungguh - Kasih Pasti Lemah Lembut

Diposkan oleh AGUS SUSANTO

(5)

Keluarga Yang Diberkati Oleh Tuhan

"Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu;

anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN." (Maz. 128:1-4)

Bagi orang Israel seperti kebanyakan orang di dunia ini memiliki keluarga adalah sebuah hal yang sangat penting dalam tatanan hidup bermasyarakat. Oleh sebab itu Menjadi keluarga Kristen yang bahagia dan diberkati adalah tujuan orang Kristen. Di dalam keluarga, terdapat banyak pemicu konflik seperti masalah ekonomi, perselingkuhan (PIL, WIL), kesalah pahaman (komunikasi), spiritualitas, perbedaan agama dan sebagainya. Dalam konflik keluarga, semua pihak yang terlibat memiliki andil melukai dan dilukai, yang pasti semua terluka. Luka-luka yang tidak tersembuhkan berdampak buruk pada saat ini atau masa yang akan datang. Tidak jarang dari berbagai konflik dan saling melukai itu terjadi perceraian.

Masalah ekonomi terbesar pada tata kelola ekonomi rumah tangga. Tata kelola ekonomi keluarga terkait dengan gaya hidup. Dan saat ini, gaya hidup yang dihidupi oleh banyak keluarga adalah gaya hidup konsumtif di mana kebutuhan sering dikalahkan oleh keinginan. Munculnya perselingkuhan juga tidak lepas dari gaya hidup keluarga saat ini. kecenderungan mengabaikan prinsip-prinsip keluarga yang setia terjadi karena maraknya tawaran-tawaran yang menggiurkan, sekalipun harus mengorbankan cinta kasih dan kesetiaan bagi keluarga. Kisah-kisah yang berisi persoalan keluarga sangat banyak. Karena berbagai persoalan itu tidak sedikit keluarga kehilangan orientasi awal pembangunan keluarga. Jati diri sebagai keluarga yang serupa-segambar dengan Allah menjadi kabur. Oleh sebab itu ditengah-tengah banyaknya tantangan dalam keluarga bagaimana kita tetap memiliki keluarga yang diberkati:

1. Bagaimana menjadi Keluarga Yang Diberkati

"Berbahagialah orang yang takut Tuhan dan hidup menurut jalan Tuhan" (Ay. 1) Kepada siapakah di dalam keluarga dikehendaki untuk takut dan hidup menurut jalan Tuhan?

Memang pada dasarnya ini ditujukan kepada kita semua tanpa terkecuali tetapi mari kita lihat konteks yang ada dalam pasal ini. Pada ayat 4 jelas menyatakan kepada siapa ayat ini ditekankan yaitu para lelaki. Tuhan menhendaki seorang laki-laki (kepala keluarga) untuk hidup takut akan Tuhan dan menuruti Firman-Nya. Allah menghendaki lebih banyak tindakan daripada sekedar kata-kata dan pengetahuan belaka. Sebab, "iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.

Oleh karena itu, dalam sebuah keluarga, seorang laki-laki dituntut untuk hidup takut dan taat kepada Tuhan. Bahkan seorang suami yang menginginkan keluarganya diberkati, hendaknya hidup takut dan taat pada firman-Nya.

o Sudahkah Laki-laki (kepala keluarga) hidupnya takut dan taat pada Firman-Nya ...

o Kendala-kendala Apa saja yang dihadapi dalam mentaati Firman-Nya ...

2. Apa Manfaat Keluarga Yang Diberkati

“Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN (Ay. 2-4)

o Jerih payahmu tidak sia-sia dan baik keadaanmu (Ay. 2)

o Istrimu akan menjadi sperti pohon anggur yang subur (Ay. 3)

o Anak-anakmu sperti tunas pohon zaitun (Ay. 3)

o Bagaimana keadaan kita hari ini apakah kita sudah mengalami seperti yang dikatakan Firman Tuhan

...

o Apakah Istri dan anak-anak apakah hidup takut Tuhan dan meknimati berkat-berkat Tuhan ...

Penerapan:

1. Gembala Cool Share pengalaman saudara bagaiamana keadaan keluarga saudara di dalam hidup takut dan mentaati Firman-Nya dan apa dampaknya bagi keluarga saudara.

2. Gembala Cool mendorong kepala-kepala keluarga untuk hidup takut Tuhan dan mentaati Firman- Nya

"TUHAN YESUS MEMBERKATI"

Referensi

Dokumen terkait

Air adalah media quenching yang paling sering digunakan dalam proses quenching. Air murni atau aquades memiliki kapasitas pendinginan yang sangat besar pada temperatur 300⁰C,

Gambar 5.11 Lokasi Terjadinya Sendi Plastis dari Hasil Analisis Time History untuk Bangunan 4-lantai pada Portal Interior 500 Tahun ……… 24.. Gambar 5.12 Lokasi Terjadinya

Berdasarkan komentar dan saran yang telah diperoleh dari para validator, hasil revisi terhadap produk pengembangan bahan ajar matematika dalam bentuk LKS dengan

Perlakuan panjang entres 3 cm adalah perlakuan yang memberikan pengaruh yang rendah pada persentase sambung hidup (yaitu 92%), peubah jumlah tunas, panjang tunas,

Hipotesis yang diajukan adalah ada perbedaan kestabilan emosi antara mahasiswa yang berteater dan tidak yang hasilnya adaIah hipotesis diterima bahwa mahasiswa

Hasil menunjukan persepsi masyarakat pada elemen fisik kota yang sudah sesuai adalah : penggunaan lahan, bentuk dan massa bangunan, jalur pejalan kaki, papan penanda serta

Hal ini disebabkan karena kurang maksimalnya proses persiapan penyambungan seperti; proses pengupasan cladding yang kurang baik sehingga cladding tidak terkupas

Manfaat praktis lainnya ialah penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi ilmiah yang dapat digunakan sebagai bahan komparasi antara