• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sanksi & Kajian Hukum Hoax

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sanksi & Kajian Hukum Hoax"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

HOAX

(2)

Seleksi dan analisis :

HOAX

Tipe Hoax

Ciri HOAX

Sanksi & Kajian Hukum Hoax

Goals

(3)

Apa itu Hoax?

(4)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoaks atau hoax adalah berita bohong atau berita tidak bersumber. Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar. Tapi dibuat seolah-olah benar adanya dan diverifikasi kebenarannya.

Dengan kata lain, sebagai upaya memutarbalikkan fakta.

(5)
(6)
(7)
(8)

Ciri-ciri Hoax

(9)

Ciri-ciri Berita HOAX

Setelah memahami definisi dari hoax, berikut beberapa ciri umum berita bohon tersebut yang dapat kita waspadai:

Didistribusikan melalui email atau media sosial yang efeknya lebih besar.

Berisi pesan yang membuat cemas atau

panik para pembaca.

(10)

Ciri-ciri Berita HOAX

Diakhiri dengan imbauan agar pembaca

segera menyebarkan peringatan tersebut ke forum yang lebih luas. Hoax memanfaatkan iktikad baik si pembaca, sehingga pembaca berita ini tanpa meneliti dulu kebenarannya, segera menyebarkan ke forum lain.

Akibatnya rantai peredaran data di internet makin padat dengan berita yang tidak benar.

- Pengirim awal hoax tidak disebutkan atau

diketahui identitasnya.

(11)

Tipe-tipe Hoax

(12)
(13)

Konten jenis ini biasanya tidak memiliki potensi atau kandungan niat jahat, namun bisa mengecoh.

Satire merupakan konten yang dibuat untuk menyindir pada pihak tertentu.

Kemasan konten berunsur parodi, ironi, bahkan sarkasme. Secara

keumuman, satire dibuat sebagai bentuk kritik terhadap personal maupun kelompok dalam menanggapi isu yang tengah terjadi.

Sebenarnya, satire tidak termasuk konten yang membahayakan. Akan tetapi, sebagian masyarakat masih banyak yang menanggapi informasi dalam

konten tersebut sebagai sesuatu yang serius dan menganggapnya sebagai kebenaran.

Satire atau Parodi

(14)

Contoh Berita Satire

atau Parodi

(15)

Misleading Content atau Konten Menyesatkan

Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat

secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

(16)

Contoh Berita Misleading Content

atau Konten

Menyesatkan

(17)

Imposter Content (Konten Tiruan)

Imposter content terjadi jika sebuah informasi mencatut pernyataan tokoh terkenal dan berpengaruh. Tidak cuma

perorangan, konten palsu ini juga bisa berbentuk konten tiruan dengan cara

mendompleng ketenaran suatu pihak atau lembaga.

(18)

Fabricated Content (Konten Palsu)

Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya.

Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta.

Biasanya, fabricated

content berupa informasi

lowongan kerja palsu dan lain- lain.

(19)

False Connection (Koneksi yang Salah)

Ciri paling gamblang dalam mengamati konten jenis ini adalah ditemukannya judul yang berbeda dengan isi

berita. Konten jenis ini biasanya diunggah demi memperoleh keuntungan berupa profit atau publikasi berlebih dari konten sensasional.

(20)

False Context (Konteks yang Salah)

False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah.

Biasanya, false

context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu

tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai

dengan fakta yang ada.

(21)

Manipulated Content (Konten Manipulasi)

Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media- media besar dan kredibel.

Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara

mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk

mengecoh publik.

(22)

Sanksi & Kajian

Hukum Hoax

(23)

Sanksi dan Kajian

Hukum Hoax

(24)

Sanksi dan Kajian

Hukum Hoax

(25)

Melaporkan dan

Menghindari HOAX

(26)

Bagaimana Cara

Melaporkan Hoax ?

(27)

Bagaimana

Menghindari Hoax ?

(28)

TUGAS KELOMPOK

Referensi

Dokumen terkait

Jika seluruhnya dari potensi bahan kering hasil samping perkebunan digunakan sebagai komponen ransum yaitu 50% KBK, 30% kulit kopi, 58% pucuk tebu, 50% bagas, 30% daun sawit, 30%

ItulahAlasannya disebut Asimetris.Berbeda dengan Asimetri pada modem 56K, para perancang Khusus ADSL membagi bandwidth yang tersedia dari loop lokal tidak merata

telah disampaikan PPATK kepada Penyidik selama tahun 2017 (s.d. Jumlah HA dengan dugaan tindak pidana Korupsi tersebut lebih rendah sebesar 15,1 persen dibandingkan jumlah

Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat disimpulkan ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

Selama penyangraian terjadi perubahan fisiko-kimia dalam biji kakao yang ditandai dengan penurunan kadar air, terbentuknya aroma khas cokelat, penurunan rasa sepat, keping

a) Performa switch OF software-based dapat dikatakan baik dengan hasil gap rata-rata pada setiap pengujian menunjukkan angka yang tidak tinggi. Bahkan pada pengujian jitter dapat

Gambar 4 Pemetaan Pelaksanaan Safety Management System Penyedia Jasa Penerbangan Gambar 4.3 menunjukkan bahwa program keselamatan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh penyedia

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kompetensi kewirausahaan kepala sekolah dalam pengorganisasian