Jurnal Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam ISSN 1829-751X
1 Analisis Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Dengan Teknik
Scaffolding Dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Siswa I Wayan Sukarjita
1-12
2 Analisis Miskonsepsi Tentang Benda Terapung Dalam Fluida Pada
Buku Ajar IPA SMP
Fakhruddin
13-17
3 Perubahan Kualitas Minyak Kelapa Murni, Minyak Kelapa
Tradisional, dan Minyak Goreng Kemasan Selama Penggorengan Berulang
Jasman1), Nenabu, D.A.L2), Dan Sudirman3)
18-23
4 Karakter Keasaman Katalis Ni-Mo/Nb2o5-Zaaf Dan Aktivitas
Desulfurisasi Pada Proses Hydrocracking Aspal Buton
Kasimir Sarifudin
24-31
5 Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Melalui Pendidikan Biologi
Sri Sumiyati 32-38
6 Penerapan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Hands On Activity
Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI SMA N 5 Kupang
Yusniati Muh Yusuf 1), I Wayan Sukarjita 2)
39-48
7 Isolasi Senyawa Fenolik Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol
Buah Terong Ungu (Solanum Melongena L.) Terhadap Bakteri
Escherichia Coli
Eirene E. L. Sailan1), Lolita A. M. Parera2), Jasman3)
49-56
8 Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kreativitas Peserta Didik Kelas XI MIPA Pada Materi Fluida (Pembuatan Air Mancur Sederhana)
Marsi D. S. Bani
57-65
9 Penerapan Problem Solving Dengan Game Pohon Pengetahuan Untuk
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa
Paulus Taek
66-70
10 Strategi Belajar Bahasa Inggris Berdasarkan Studi Kasus Untuk
Meningkatkan Kemampuan ‘Speaking’ Siswa Kelas XI IA 2 SMA Kristen Mercusuar Kupang
Soleman Dapa Taka
71-76
11 Implementasi Penilaian Berbentuk Portofolio Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pkn Di Kelas X SMA
Semuel Sabat
77-86
12 Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Dengan Media
Animasi Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik
Amiruddin Supu
Jurnal Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam
13 Penerapan Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika
Siswa
Antonius Suban Hali
93-98
14 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk
Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 6 Kupang
Soleman Bully
99-105
15 Penerapan Pembelajaran STAD Untuk Meningkatkan Prestasi Dan
Aktivitas Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Sumber Daya Manusia
Soleman D. Nub Uf
106-111
16 Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Media Pembelajaran Untuk
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Siswa Kelas XI IPA 2 SMA Negeri 3 Kupang
Yanpitherzon Liunokas
112-116
17 Meningkatkan Hasil Belajar Kewarganegaraan Siswa Melalui
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Pada Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 6 Kupang
Dorkas Langgar
117-121
18 Peningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Melalui Metode Time Token
Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 6 Kupang
Leonard Lobo
122-129
19 Peningkatan Kedisplinan Guru Melalui Teknik Individual Conference Pada Guru SDI Oesapa Kecil 1 Kota Kupang
Marthen Boboy
130-136
20 Analisis Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated
Reading And Composition (CIRC) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar
Kimia Siswa
Lolita A. M. Parera
137-144
Diterbitkan oleh
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Nusa Cendana
PENASEHAT : Dr. Malkisedek Taneo, M.Si. (Dekan FKIP Undana Kupang) DEWAN REDAKSI
Ketua
Bendahara : : Dr. Moses Kopong Tokan, M.Si. Yusniati, S. Si.,M. Pd.
DEWAN PENELAAH : : : : : Dr. Paul Taek, M.S.
(Pendidikan Biologi P MIPA FKIP Undana Kupang) Dr. Amiruddin Supu, S.Pd., M.Si.
(Pendidikan Fisika P MIPA FKIP Undana Kupang) Drs. Fakhruddin, M.Si.
(Pendidikan Fisika P MIPA FKIP Undana Kupang) Dr. Siprianus S. Garak, M.Sc.
(Pendidikan Matematika P MIPA FKIP Undana Kupang) Sudirman, S.Pd., M.Pd.
(Pendidikan Kimia FKIP Undana Kupang) EDITOR & LAYOUT : Marsi D. S. Bani, S. Pd., M .Si.
PENERBIT : Jurusan P MIPA FKIP Undana, Kampus Baru Penfui Jl. Adisucipto Penfui Kupang – NTT
Tlp (0380)881369
e-mail : [email protected] REKENING BANK : Rekening Bank BNI Capem Undana
No. Rek. 229.001044308.901,a.n Christine K . Ekowati TERBIT : Juni dan Desember, edisi khusus diantara Juni dan
Desember
Jurnal Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam
137 ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED
READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM MENINGKATKAN
HASIL BELAJAR KIMIA SISWA Lolita A. M. Parera
Staf Pengajar Pada Program Studi Pendidikan Kimia FKIP UNDANA e-mail: [email protected]
Abstrak
Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil peserta didik untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Model pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan aspek keterampilan sosial sekaligus aspek kognitif dan aspek sikap peserta didik, sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakanmodel pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Pemilihan sampel menggunakan teknik Simple Random Sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis hasil belajar siswa menunjukkan bahwa nilai sig 2 tailed < nilai taraf kepercayaan, yaitu 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipeCooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kupang.
Kata kunci: Kooperatif, CIRC, Hasil Belajar, Kimia PENDAHULUAN
Hasil belajar yang baik dapat diperoleh melalui proses pembelajaran yang melibatkan berbagai metode, model, kegiatan dan tindakan. Pembelajaran bukan hanya sekedar penyampaian ilmu pengetahuan.
Model konvensional sering digunakan oleh guru dalampenyampaian materi. Model konvensional berbentuk penjelasan konsep, prinsip, dan fakta yang pada akhirnya ditutup dengan tanya jawab antara guru dan siswa.
Hasil observasi dan wawancara dengan guru kimia di SMA Negeri 6 Kupang diungkapkan beberapa masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran di kelas, yaitu pembelajaran masih berpusat pada guru sedangkan siswa cenderung pasif dan hanya
mendengarkan penjelasan dari guru. Masalah dalam proses pembelajaran ini akan berdampak pada hasil belajar siswa. Dari data hasil belajar siswa pada semester 1, diketahui bahwa banyak siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah tersebut, yaitu 76. Persentase yang tidak lulus sebesar 68% dan yang lulus sebesar 32%. Hal ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa masih rendah sehingga membutuhkan perubahan strategi dan model pembelajaran yang digunakan oleh guru.
Berdasarkan karakteristik materi pelajaran dan keadaan siswa,maka perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat membuat siswa lebih aktif karena dengan Jurnal Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam Penelitian
Media Sains, Volume 20 No 1 Edisi Juni 2020 ISSN 1829-751X
138 belajar aktif siswa akan terlatih untuk
melakukan sesuatu dalam membangun pengetahuannya yang menumbuhkan dinamika belajar. Dinamika yang dimaksud untuk mengkonfrontir ide itu dengan dunia realitas yang dihadapi dan bersemangat dalam pembelajaran yang melibatkan kemampuan siswa untuk memahami materi, menuangkan ide, dan mengembangkan pemikiran ide-ide mereka sehingga akhirnya mempengaruhi hasil belajar siswa agar dapat mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan.
Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil berjar siswa, salah satunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Menurut Istriani (2012) Model pembelajaran kooperatif tipe CIRC merupakan program komprehensif untuk mengajarkan siswa membaca materi yang telah diberikan untuk mempersiapkan diri sebelum pembelajaran dimulai. Sehingga model pembelajaran kooperatif tipe CIRC memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengembangkan membaca, ekspresi bahasa dan keterampilan bahasa ekspresif maupun resepsif dan untuk membantu siswa mengingat informasi, munculnya pertanyaan dan merangkum informasi. Model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) pernah digunakan oleh Neni (2013) dalam penelitian tindakan kelas.Hasil penelitiannya menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar sebesar 30% dari siklus 1 sampai siklus ketiga. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, model pembelajaran Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena model pembelajaran ini merupakan kombinasi antara active learning dan creative learning. Model pembelajaran kooperatif tipe CIRCtidak hanya untuk meningkatkan belajar aktif tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan pemahaman siswa dalam pembelajaran.
Oleh karena itupeneliti memilihmodel pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition(CIRC) untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dan kemudian dibandingkan dengan model konvensional yang biasanya digunakan oleh guru.
MATERI DAN METODE
Pembelajaran CIRC dikembangkan oleh Stevans, Madden, Slavin dan Farnish. Pembelajaran kooperatif tipe CIRC dari segi bahasa dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran kooperatif yang mengintegrasikan suatu bacaan secara menyeluruh kemudian mengkomposisikannya menjadi bagian-bagian yang penting. Model pembelajaran cooperative tipe CIRC ini terfokus pada keterlibatan siswa untuk belajar secara aktif merupakan salah satu indikator keefektifan belajar. Dengan demikian siswa tidak hanya menerima saja materi pengajaran yang diberikan guru, melainkan siswa juga berusaha menggali dan mengembangkan sendiri dalam kelompoknya (Sapardini, 2007). Model CIRC memungkinkan siswa dari berbagai latar belakang untuk mempelajari ilmu teknologi dan memungkinkan siswa untuk melakukan suatu penelitian, membuat desain dan rencana serta memikirkan tentang penciptaan proyek teknologi. Pemikiran kreatif akan muncul pada siswa melalui proses desain produk mereka (Doppelt, 2003).
Dalam model pembelajaran CIRC, siswa ditempatkan dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen, yang terdiri atas 4 atau 5 siswa. Dalam kelompok ini tidak dibedakan atas jenis kelamin, suku/bangsa, atau tingkat kecerdasan siswa. Jadi, dalam kelompok ini sebaiknya ada siswa yang pandai, sedang atau lemah, dan masing-masing siswa merasa cocok satu sama lain.
Dengan pembelajaran kooperatif, diharapkan para siswa dapat meningkatkan cara berfikir kritis, kreatif dan menumbuhkan rasa sosial yang tinggi.
a. Komponen-komponen dalam pembelajaran CIRC
Model pembelajaran CIRC menurut Slavin dalam Suyitno (2005) memiliki delapan komponen. Kedelapan komponen tersebut antara lain: (1). Teams, yaitu pembentukan kelompok heterogen yang terdiri atas 4 atau 5 siswa; (2). Placement test, misalnya diperoleh dari rata-rata nilai ulangan harian sebelumnya atau berdasarkan nilai rapor agar guru mengetahui kelebihan dan kelemahan siswa pada bidang tertentu; (3). Student creative, melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan
Media Sains, Volume 20 No 1 Edisi Juni 2020 ISSN 1829-751X
139 menciptakan situasi dimana
keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya; (4). Team study, yaitu tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan kepada kelompok yang membutuhkannya; (5). Team scorer and team recognition, yaitu pemberian skor terhadap hasil kerja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas; (6). Teaching group, yakni memberikan materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok; (7). Facts test, yaitu pelaksanaan test atau ulangan berdasarkan fakta yang diperoleh siswa; (8). Whole-class units, yaitu pemberian rangkuman materi oleh guru di akhir waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah.
b. Kegiatan pokok pembelajaran CIRC Kegiatan pokok dalam CIRC untuk menyelesaikan soal pemecahan masalah meliputi rangkaian kegiatan bersama yang spesifik (Suyitno 2005), yaitu: (1). Salah satu anggota atau beberapa kelompok membaca soal, (2). Membuat prediksi atau menafsirkan isi soal pemecahan masalah, termasuk menuliskan apa yang diketahui, apa yang ditanyakan dan memisalkan yang ditanyakan dengan suatu variabel, (3). Saling membuat ikhtisar/rencana penyelesaian soal pemecahan masalah, (4). Menuliskan penyelesaian soal pemecahan masalah secara urut, dan (5). Saling merevisi dan mengedit pekerjaan/ penyelesaian (Suyitno 2005).
c. Penerapan model pembelajaran CIRC Pembelajaran CIRC pertama kali dikembangkan oleh Steven and Slavin, dengan langkah-langkah sebagai berikut (Sahrudin & Iriani 2010):
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen.
2. Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran.
3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberikan tanggapan terhadap wacana dan ditulis pada lembar kertas
4. Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok.
5. Guru memberikan penguatan 6. Guru dan siswa bersama-sama
membuat kesimpulan 7. Penutup.
Dari setiap fase tersebut di atas dapat kita perhatikan dengan jelas sebagai berikut:
1. Fase Pertama, Pengenalan konsep. Fase ini guru mulai mengenalkan tentang suatu konsep atau istilah baru yang mengacu pada hasil penemuan selama eksplorasi. Pengenalan bisa didapat dari keterangan guru, buku paket, atau media lainnya.
2. Fase Kedua, Eksplorasi dan aplikasi. Fase ini memberikan peluang pada siswa untuk mengungkap pengetahuan awalnya, mengembangkan pengetahuan baru, dan menjelaskan fenomena yang mereka alami dengan bimbingan guru minimal. Hal ini menyebabkan terjadinya konflik kognitif pada diri mereka dan berusaha melakukan pengujian dan berdiskusi untuk menjelaskan hasil observasinya. Pada dasarnya, tujuan fase ini untuk membangkitkan minat, rasa ingin tahu serta menerapkan konsepsi awal siswa terhadap kegiatan pembelajaran dengan memulai dari hal yang kongkrit. Selama proses ini siswa belajar melalui tindakan-tindakan mereka sendiri dan reaksi-reaksi dalam situasi baru yang masih berhubungan, juga terbukti menjadi sangat efektif untuk menggiring siswa merancang eksperimen, demonstrasi untuk diujikannya. 3. Fase Ketiga, Publikasi. Pada fase
ini Siswa mampu mengkomunikasikan hasil
temuan-Media Sains, Volume 20 No 1 Edisi Juni 2020 ISSN 1829-751X
140 temuan, membuktikan,
memperagakan tentang materi yang dibahas. Penemuan itu dapat bersifat sebagai sesuatu yang baru atau sekedar membuktikan hasil pengamatannya. Siswa dapat memberikan pembuktian terkaan gagasan-gagasan barunya untuk diketahui oleh teman-teman sekelasnya. Siswa siap menerima kritikan, saran atau sebaliknya saling memperkuat argumen. d. Kekuatan model pembelajaran CIRC
Secara khusus, Suyitno (2005) menyebutkan kelebihan model pembelajaran CIRC sebagai berikut: 1. CIRC sangat tepat untuk
meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah
2. Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang
3. Siswa termotivasi pada hasil secara teliti, karena bekerja dalam kelompok
4. Para siswa dapat memahami makna soal dan saling mengecek pekerjaannya
5. Membantu siswa yang lemah 6. Meningkatkan hasil belajar
khususnya dalam menyelesaikan soal yang berbentuk pemecahan masalah
Menurut pendapat Sari (2007) dalam penelitiannya, pada pembelajaran kooperatif tipe CIRC memberi kesempatan pada siswa untuk dapat berdiskusi dan berpendapat dengan teman-teman lainnya dalam situasi yang terbuka dan dapat memicu siswa untuk meningkatkan ketrampilan komunikasi. Pada awal pembelajaran kesulitan siswa dalam menyelesaikan tugas kelompok tidak begitu singnifikan, mengingat tugas yang harus diselesaikan siswa menyulitkan siswa, membuat prediksi penyelesaian dan menyelesaikan soal secara teoritis dan urut. Teori Sari (2007) menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran kooperatif CIRC, tugas siswa adalah menyelesaikan permasalahan, membuat prediksi penyelesaian dan menyelesaikan soal
secara teoritis dan urut. Setiap siswa dalam kelompok bekerjasama dan saling merevisi pengerjaan tugas kelompok. Setiap ketua kelompok membantu anggota kelompoknya yang mengalami kesulitan, sehingga kesulitan siswa dalam memahami materi pembelajaran dapat terkurangi. METODE PENELITIAN
Penelitian ini digolongkan dalam “Penelitian Eksperimen Semu” (Quasi Experiment Research) tipe nonequivalent control group design dengan kelas sampel yang dipilih terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen diterapkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC), sedangkan pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional.
Desain penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:
Tabel 1. Desain Penelitian Pre test Sampel Perlakuan Post test
T1 I X1 T2
T1 II X2 T2
Keterangan:
X1 : Pembelajaran dengan menggunakan
metode konvensional
X2 : Pembelajaran menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC).
T1 : Tes awal (kemampuan siswa)
T2 : Tes akhir (hasil belajar siswa)
Sampel I : Kelas kontrol atau pembanding Sampel II : Kelas eksperimen
Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tahap persiapan
Pada tahap persiapan merupakan tahap pembuatan instrument penelitianantara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), soal-soal test hasil belajar, lembar observasi siswa serta angket. Uji coba soal dilakukan pada tingkatan yang telah mendapatkan atau mempelajari materi yang digunakan. Analisis yang dilakukan terhadap soal-soal uji coba adalah uji validitas, uji reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan analisis item soal.
Media Sains, Volume 20 No 1 Edisi Juni 2020 ISSN 1829-751X
141 Tahap Pelaksanaan Penelitian
Pada penelitian ini terdapat satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Pada kelas kontrol diterapkan metode konvensional, sedangkan pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC).
Tahap Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, metode observasi dan metode angket.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif, karena itu data tersebut dianalisis dengan menggunakan persamaan-persamaanstatistik. Uji statistik yang digunakan adalah uji kemampuan awal siswa, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesisdengan menggunakan program SPSS versi 16.
HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data
Data pada penelitian ini, yaitu hasil belajar siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data uji coba instrumen soal, data tes kemampuan awal siswa, data tes hasil belajar siswa, dandata skor angket tanggapan siswa terhadap model pembelajaran sebagai data pendukung.
Deskripsi Hasil Uji Coba Instrumen
Uji coba soal dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah soal-soal tersebut memenuhi syarat atau tidak. Soal uji coba terdiri dari 30 butir soal. Dari analisis soal diperoleh taraf kesukaran item (TK) tersebar dari TK = 0,13 sampai TK = 0,8. Daya pembeda (DP) item dari D = 0, sampai D = 0,47. Setelah dilakukan analisis DP, diperoleh 10 butir soal baik, 15 butir soal cukup baik, 5 butir soal kurang baik.
Validitas butir soal diperoleh dengan menggunakan persamaan “r” Product moment.Dari 30 butir soal yang diujicobakan, diperoleh nilai rxy = 0,699 dan nilai rtabel =
0,3610 pada taraf signifikan (α = 0,05) serta dk = 28. Pengujian ini valid karena nilai rtabel <
r hitung.
Pengujian reliabilitas soal menggunakan persamaan KR-20 diperoleh harga r11= 0,904 dan nilai rtabel = 0,3610 pada
taraf signifikan (α = 0,05) serta dk = 28.
Diperoleh nilai rtabel < r hitung sehingga dapat
dikatakan bahwa soal- soal tersebut reliabel. Uji Prasyarat Analisis
Uji prasyarat analisis dilakukan untuk menentukan metode pengujian hipotesis yang tepat berdasarkan data yang diperoleh.Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini meliputi uji normalitas data dan uji homogenitas data. 1. Uji Normalitas
Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui data hasil penelitian berdistribusi normal atau tidak.Pengujian normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji Lilliefors. Hasil uji normalitas dapat dilihat dari nilaisignifikansi (Sig.) ≥ 0,05 maka dapat dikatakan data berdistribusi normal (Sugiyono, 2012).
Tabel 2. Hasil uji normalitas kemampuan awal Kelas Kolmogorov-Smirnov a Statistic Df Sig. Eksperimen .121 28 .200* Kontrol .153 25 .135 a. Lilliefors Significance Correction
Tabel 3. Hasil uji normalitas hasil belajar siswa Kelas Kolmogorov-Smirnov a Statistic Df Sig. Eksperimen .260 28 .194 Kontrol .198 25 .105 a. Lilliefors Significance Correction
Dari hasil penghitungan tersebut diperoleh nilai signifikansi di kelas eksperimendan kelas kontrol ≥ taraf signifikansi 5% (α = 0,05), sehingga dapat dikatakan bahwa databerdistribusi normal. 2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui beberapa varian populasi data adalah sama atau tidak. Data dinyatakan homogen jika nilai signifikansi (Sig.) pada Output Test of Homogeneity Variance ≥ 0,05 (Suliyono 2012).
Media Sains, Volume 20 No 1 Edisi Juni 2020 ISSN 1829-751X
142 Tabel 4.Uji homogenitas kemampuan
awal siswa Kelas Levene
Statistic df1 df2 Sig. Eksperimen .891 6 17 .523 Kontrol 1.368 6 16 .286 Tabel 5.Uji homogenitas hasil belajar siswa
Kelas Statistic df1 df2 Sig. Levene Eksperimen 1.589 2 22 .227 Kontrol 2.302 7 14 .087
Berdasarkan hasil analisis uji homogenitas dengan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat nilai signifikansi (Sig.) ≥ taraf signifikansi 5% sehingga dapat dinyatakan homogen. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui hipotesis diterima atau ditolak.Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan independent sample T testdilakukan dengan menggunakan program SPSS 16.
Tabel 6.Uji hipotesis hasil belajar siswa Levene's Test for Equality of Variances
F Sig. Equal variances
assumed 42.646 .000 Dari hasil uji hipotesis tersebut diketahui nilai sig. 2-tailed 0,000< α (0,005), maka H1 diterima H0 dtolak Berdasarkan hasil
penghitungan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dengan siswa yang diajarkan menggunakan model konvensional siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kupang
Hasil belajar berkaitan dengan proses pembelajaran. Keberhasilan proses pembelajaran berkaitan dengan model pembelajaran yang digunakan, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimenlebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa kelas kontrol. Grafik
peningkatan hasil belajar siswa pada kedua kelas sampel dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1 Grafik peningkatan hasil belajar siswa
Gambar 1 menyajikan data peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Terlihat bahwa hasil belajar siswa di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa di kelas kontrol yang menerapkanmodel konvensional. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran tersebut merupakan komposisi terpadu, di mana siswa saat pembelajaran wajib membaca dan menulis secara kooperatif (kelompok). yakni siswa membaca materi yang diajarkan dari berbagai sumber dan selanjutnya menuliskannya kedalam bentuk tulisan yang dilakukan secara kooperatif. Hal ini membuat siswa aktif secara merata dalam pembelajaran yang menyenangkan. Model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) mampu membuat siswa aktif dalam pembelajaran sehingga akhirnya mempengaruhi nilai hasil belajar siswa.
Berdasarkan angket tanggapan siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) di kelas eksperimen di mana siswa diberi pertanyaan tentang penggunaan model pembelajaran tersebut. Dari hasil angket tersebut, siswa menanggapi bahwa mereka lebih senang, semangat, tidak mengantuk, tidak membosankan, dan aktif selama proses pembelajaran berlangsung serta siswa bisa
29.76 33.14 64.32 85.86 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Kelas Kontrol Kelas Eksperimen N ila i S is w a Sampel Penelitian
Tes Kemampuan Awal Tes Hasil Belajar
Media Sains, Volume 20 No 1 Edisi Juni 2020 ISSN 1829-751X
143 saling membantu dalam kelompok untuk
memahami materi yang dipelajari. SIMPULAN
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan, bahwa: Hasil uji hipotesis hasil belajar siswa dengan uji-t menggunakan program SPSS 16, menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis tersebut diketahui nilai sig 2-tailed 0,000< α (0,005), maka H1 diterima H0
dtolak. Berdasarkan analisis tersebut, maka dapat disimpulkan ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dengan siswa yang diajarkan dengan menggunakanmodel konvensional pada siswa kelas XI SMA Negeri 6 Kupang.
REKOMENDASI
Rekomendasi peneliti berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut:
1. Model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) perlu dijadikan sebagai model pembelajaran alternatif, dan dapat dimodifikasi dengan metode atau media pembelajaran lain sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa
2. Bagi peneliti selanjutnya tentang kombinasi model pembelajaran, maka yang menjadi kelas kontrol harus diterapkan salah satu model pembelajaran yang digunakan.
Daftar Rujukan
Arikunto. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
---. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Depdiknas. 2003. Pedoman Khusus Pengembangan Silabus dan Penilaian Mata Pelajaran Kimia. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas
Doppelt, Y. 2003. A Methodology for Infusing Creative Thinking into a Cooprative and its Assessment Process. International Journal of Technology and Design Education.
Haetami, A.. 2011. Pembelajaran Inovatif Kimia Unsur. Http://www.Artikel Pendidikan.go.id. (diakses pada tanggal 20 Desember 2015)
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Ina. 2010. Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dengan Two Stay Two Stray (TSTS) pada Materi Pokok Asam, Basa, dan Garam terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Semester Genap MTs. Darul Ulum Semarang.Skripsi. Fakultas Tarbiyah. Semarang
Istriani. 2012. 58 Model Pembelajaran Inovatif. Medan: Media Parsada
Komalasari, Kokom. 2013. Pembelajaran Kontekstual Prinsip dan Aplikasi.Bandung: Refika Aditama
Lie, Anita. 2002. Cooperrative Learning: Mempraktikkan Cooperrative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: PT. Grasindo
Neni. 2013. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Aritmatika Sosial Siswa Kelas VII C SMPN 5 Jember Tahun Ajaran 2012/2013.
usro, I. S., 2010. Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Integrated Reading Composition (CIRC) dengan Two Stay Two Stray (TSTS) pada Materi Pokok Asam, Basa, dan Garam terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Semester Genap MTs. Darul Ulum Semarang. Skripsi Program Strata S1 Jurusan Tadris Kimia IAIN Walisongo, Semarang
Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Yogyakarta: Mediakom Purwanto. 2011. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosada Karya
Ridwan. 2011. Pengantar Statistika Untuk Penelitian: Pendidikan, Sosial, Ekonomi, Komunikasi dan Bisnis. Bandung: Alfabeta
Rusman. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Alfabeta
Sahrudin & Iriani. 2010. Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Jakarta: http://s1pgsd.blogspot.com/2010/01/model-pembelajaran cooperative.html.
Media Sains, Volume 20 No 1 Edisi Juni 2020 ISSN 1829-751X
144 Sapardini R. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B SMP 2 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Perbandingan Melalui Implementasi Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe CIRC. Tugas Akhir tidak dipublihkasikan. Semarang.Jurusan Matematika UNNES.
Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Sari V. 2007. Keefektifan Model Pembelajaran Problem Posing Dibanding Kooperatif Tipe CIRC
(Cooperative Integrated Reading And Composition) Pada Kemampuan Siswa Kelas VII Semester 2 SMP Negeri 16 Semarang Dalam Menyelesaikan Soal Tahun Pelajaran 2006/2007. Tugas Akhir tidak dipublihkasihkan. Semarang. Jurusan Matematika UNNES.
Septiana, Riza. 2011. Pengaruh Pembelajaran Kolaborasi Model Problem Posing-Think Pair Share Berbantuan LKS Terhadap Hasil Belajar Kimia Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Gubug. Program Strata S1 Pendidikan Kimia. FMIPA. Universitas Negeri Semarang
Siberman, Mell. 2000. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Yappendis Slameto. 2003. Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Slavin, R.E. 2008. Cooperative Learning Teori.Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media Sudirman, 2009.Penilaian Hasil Belajar Kimia. Kupang: Universitas Nusa Cendana Press Sudjana. 1989. Analisis dan Desain Eksperimen. Bandung: Sinar Baru
Sugiyono. 2012. Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
Suyitno A. 2005. Mengadopsi Pembelajaran CIRC dalam Meningkatkan Keterampilan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita. Seminar Nasional FMIPA UNNES
Usman, User. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Bandung: Prestasi Pustaka