• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

5 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Penelitian Terdahulu

Penelitian mengenai Dampak Covid-19 Terhadap Industri tas dan koper merupakan penelitian yang bertujuan untuk melihat dampak ekonomi yang terjadi karena adanya Covid-19 serta bagaimana kondisi perekonmian masyarakat sekitar. Penelitian ini mengacu pada beberapa penelitian terdahulu yang relevan yang dapat dijadikan sebagai refrensi untuk pengetahuan yang lebih luas, diantaranya adalah :

1. Evi Suryani, (2021) dalam penelitiannya yang berjudul “ ANALISIS DAMPAK COVID-19 TERHADAP UMKM (STUDI KASUS : HOME INDUSTRI KELEPON DI KOTA BARU DRIYOREJO” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Covid-19 terhadap UMKM home Industri kelepon di kota Baru Driyorejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode wawancara secara langsung dengan narasumbe pihak pertama dan analisi SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi covid-19 ini banyak sekali dampak yang dirasakan oleh pemerintah bahkan masyarakat kecil sekalipun.

Salah satu dampak yang memiliki pengaruh yang sangat besar yakni masalah perekonomian. pertumbuhan ekonomi global juga menurun ditandai dengan PDB dunia yang menurun di angka 2%. Perekonomian Indonesia ke depan akan sangat bergantung pada proses penanganan pandemi ini.

2. Silpa Hanoatubun, (2020) dalam penelitiannya yang berjudul “ DAMPAK COVID-19 TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak dari Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia saat ini dan.Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu menyimak serta mencatat informasi penting dalam melakukan analisis data dengan cara reduksi data, display data dan gambaran kesimpuan sehingga mendapatkan suatu gambaran kesimpulan mengenai studi literatur untuk dikembangkan dalam penelitian ini dan untuk validasi datanya menggunakan triangulasi sumber

(2)

6

data. Hasil penelitian ini menunjukan dampak Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia yaitu terjadi kesusahan dalam mencari lapangan pekerjaan, susah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan juga tidak mempunyai penghasilan akibat dampak dari Covid-19.

3. Maleo Tri Iriyanto, (2017) dalam penelitiannya yang berjudul “ PERANAN INDUSTRI KERAJINAN KULIT TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI DUSUN

MANDING, DESA SABDODADI KECAMATAN BANTUL

KABUPATEN BANTUL” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peranan industri kerajinan kulit terhadap pendapatan rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja di Dusun Manding Desa Sabdodadi Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah tenaga kerja yang bekerja pada industri kerajinan kulit di Dusun Manding Desa Sabdodadi Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul sebanyak 325 orang.

Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 76 orang. Metode pengumpulan data berupa angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dengan tabel frekuensi dan tabulasi silang.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa Peranan industri kerajinan kulit terhadap pendapatan rumah tangga di Dusun Manding Desa Sabdodadi Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul sebesar 55,61 %. Dimana jumlah keseluruhan pendapatan rumah tangga dari industri kerajinan kulit sebesar Rp 82.500.000,00 dan total pendapatan rumah tangga dari pendapatan kerajinan kulit dan pendapatan lain-lain sebesar Rp 148.350.000,00.

Kemudian Peranan industri kerajinan kulit terhadap penyerapan tenaga kerja di Dusun Manding Desa Sabdodadi Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul sebesar 51,39 %. Dimana jumlah angkatan kerja yang bekerja di industri kerajinan kulit sebanyak 573 orang (325 orang tenaga kerja yang bekerja di industri kerajinan kulit dan mampu melibatkan tenaga kerja rumah tangga sebanyak 248 orang). Sedangkan jumlah angkatan kerja di Dusun Manding sebanyak 1.115 orang.

(3)

7

4. Viviana Yuni Tami,(2021) dalam penelitiannya yang berjudul

“PENDAMPINGAN MANAJEMEN PEMASARAN PRODUK UMKM TAS ANYAM DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA DI TENGAH PADEMI COVID-19” Penelitian ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Objek penelitian adalah Home Industri Tas Anyaman yang terletak di Dusun Bogem, Sampung Ponorogo. Pandemi Covid-19 ternyata menjadi hambatan bagi UMKM. Adanya pembatasan sosial di semua wilayah, juga menjadi problematika yang terjadi di tengah masyarakat mengenai turunnya pendapatan masyarakat di saat pandemi Covid-19. Maka pendampingan manajemen pemasaran produk UMKM untuk bagaimana mempertahankan usaha di tengah pandemi Covid-19. Berdasarkan fenomena tersebut, penulis melakukan pengabdian pada masyarakat melalui kegiatan KPM DDR (Kuliah Pengabdian Masyarakat Daring Dari Rumah) edisi Covid-19. Kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan metode Pendekatan Asset Based Community-Driven Development (ABCD). Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan yang dilakukan melalui manajemen pemasaran produk mampu mendorong pelaku usaha tas anyam ini untuk mempertahankan usahanya di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

5. Hurriyaturrohman, (2020) dalam penelitiannya yang berjudul

“PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM UNTUK

MENINGKATKAN PROMOSI DAN NILAI JUAL PRODUK UMKM TAS DIKOTA BOGOR” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Tas Kota Bogor dalam Memanfaatkan media sosial Instagram Sebagai Media Promosi dan meningkatkan nilai jual produknya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan cara melakukan observasi ke lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Media sosial instagram memiliki banyak fitur, yang sering digunakan adalah fitur IG Story, DM (direct message), highlight, promote/boost ost/ads. Selain Instagram juga memiliki akun E-Commerce seperti shopee. Sedangkan untuk melanjutkan ke tahap order produk bisa melalui aplikasi Whatsapp, shopee. Jadi peran instagram

(4)

8

sebagai media promosi produk di UMKM Tas di Kota Bogor sangat penting dan berpengaruh besar pada perekonomian pemilik UMKM. Terlebih lagi penggunaan instagram yang dirasa lebih murah dan lebih efisien dibandingkan dengan media lain. Media sosial Instagram dapat meningkatkan penjualan produk UMKM Tas Kota Bogor apalagi dengan kondisi pandemik covid-19 yang mengharuskan masyarakat untuk diam dirumah dan pusat perbelanjaan di tutup.

6. Firdausyah, (2015) dalam penelitiannya yang berjudul “STRATEGI PEMASARAN KOPERASI INDUSTRI TAS DAN KOPER (INTAKO)

TANGGULANGIN SIDOARJO PASCA BENCANA LUMPUR

LAPINDO” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi pemasaran yang dilakukan sentra Industri Tas dan Koper Tanggulangin Sidoarjo pasca bencana lumpur lapindo, penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran dengan paradigma deskriptif, yaitu strategi yang melibatkan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama, yang kemudian di ikuti oleh pengumpulan dan analisis data kuantitatif yang didasarkan pada hasil tahapan pertama. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian ini adalah dalam startegi pemasaran yang baru terdapat faktor- faktor yang bisa menjadi penilaian perusahaan dalam mengembangkan reformulasi strategi pemasaran yang lebih baru dan optimal. Penilaian tersebut berasal dari internal prusahaan maupun dari eksternal perusahaan.

(5)

9 B. Landasan Teori

1. Pengertian Industri

Menurut Sutarto, (2010) Industri merupakan sistem kegiatan yang terkoordinasi dari satu kelompok orang yang bekerja secara kooperatif untuk mencapai tujuan yang sama dengan otoritas dan kepemimpinan tertentu.

Dengan demikian, sebuah industri akan menyerap sekumpulan orang untuk melakukan kegiatan bekerja dengan otoritas dan kedudukannya masing – masing. Berdasarkan Menteri Perindustrian dan Perdagangan, (2014) adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi ataupun barang jadi menjadi barang yang memiliki nilai lebih tinggi untuk penggunaanya, termasuk kegiatan racang bangunan dan rekayasa industri.

2. Pendapatan

Pendapatan merupakan salah satu unsur yang paling utama dari pembentukan laporan laba rugi dalam suatu perusahaan. Banyak yang bingung mengenai istilah pendapatan. Hal ini disebabkan pendapatan dapat diartikan sebagai revenue dan dapat juga diartikan sebagai income, maka income dapat diartikan sebagai penghasilan dan kata revenue sebagai pendapatan penghasilan maupun keuntungan. Pendapataan juga bisa diartikan dengan jumlah penghasilan, baik itu perorangan atau keluarga dalam bentuk uang yang diperoleh dari keberhasilan usahanya M. Tohar, (2000). Sedangkan dalam jurnal Maheswara et al, (2016), menurut Paula Judith Hasaini, (2005), pendapatan adalah unsur yang paling penting dalam perdagangan, dalam suatu usaha tentunya kita ingin mengetahui berapa nilai atau total dari pendapatan yang sudah kita peroleh selama menjalankan usaha tersebut.

Pendapatan sangat berpengaruh bagi keseluruhan hidup perusahaan, semakin besar pendapatan yang diperoleh maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk membiayai segala pengeluaran dan kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan. Selain itu pendapatan juga berpengaruh terhadap laba rugi perusahaan yang tersaji dalam laporan laba rugi maka, pendapatan adalah darah kehidupan dari suatu perusahaan.

(6)

10

Dalam kamus besar bahasa Indonesia pendapatan adalah hasil kerja (usaha atau sebagainya).Sedangkan pendapatan dalam kamus manajemen adalah uang yang diterima oleh perorangan, perusahaan dan organisasi lain dalam bentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi, ongkos dan laba. Pendapatan adalah jumlah yang dibebankan kepada langganan untuk barang dan jasa yang dijual.

Pendapatan adalah aliran masuk aktiva atau pengurangan utang yang diperoleh dari hasil penyerahan barang atau jasa kepada para pelanggan.

Didalam suatu pendapatan terdapat biaya produksi dimana biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dengan rumus sebagai berikut :

a. TC (Total Cost) / Biaya Total TC = FC + VC

Dimana :

FC (Fixed Cost) / Biaya Tetap, tidak dipengaruhi Q (Kuantitas)

VC (Variable Cost) / Biaya Variabel, dipengaruhi jumlah produksi (Q)

Gambar 2.1. Kurva Biaya Total (Total Cost)

Pada kurva Biaya Total (Total Cost) atau Gambar 2.1. Kurva FC berbentuk horizontal hal ini dikarena Fixed Cost merupakan biaya tetap, jadi tidak perduli berapapun jumlah output yang dihasilkan maka biayanya akan tetap.

Pada VC atau Variable Cost dapat lihat kurvanya mengalami kenaikan. Dimana kurva VC menjelaskan biaya variabel yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya output yang dihasilkan.

Biaya variabel ini akan menyesuaikan dengan biaya yang diperlukan untuk penggunaan input.

(7)

11

Sedangkan pada kurva TC atau Total Cost ini merupakan penjumlahan dari biaya tetap (FC) dan biaya variabel (VC) yang dikeluarkan. Sehingga bentuk kurva TC akumulasi dari biaya tetap dan biaya variabel.

b. AC (Average Cost) / Biaya rata-rata

𝐴𝐶 = 𝑇𝐶 𝑄

Gambar 2.2. Kurva Biaya Rata-Rata (Average Cost)

Pada Gambar 2.2. terlihat kurva Biaya Rata-rata atau Average Cost. Kurva AC ini berbentuk U, yang artinya hal ini disebabkan karena pada saat produksi masih sedikit, pertambahan sejumlah biaya produksi akan menyebabkan pertambahan yang besar terhadap jumlah produksi, tapi jika produksi sudah sangat banyak maka pertambahan jumlah produksi semakin sedikit.

c. MC (Marginal Cost) / Biaya Marginal 𝑀𝐶 = 𝛥𝑇𝐶

𝛥𝑄

Gambar 2.3. Kurva Biaya Marginal (Marginal Cost)

Berdasarkan Gambar 2.3 kurva biaya marginal merupakan representasi dari (biaya marginal) yang dialami produsen pada tingkat produksi yang berbeda. Dilihat kurvanya berbentuk U, artinya pada awalnya penigkatan output dapat menurunkan biaya marginal, akan

(8)

12

tetapi setelah mencapai titik optimum, biaya marginal juga akan meningkat seiring tambahan produksi.Menurut (Boediono, 1982), dalam jurnal (Rakhmawati, 2009) total pendapatan merupakan perkalian antara produk yang diperoleh dengan harga jual. Biaya Penerimaan (Revenue) dengan rumus :

a. TR (Total Revenue) / Penerimaan Total TR = P x Q

Dimana :

TR = Total pendapatan yang diterima P = Harga jual produk atau unit, dan Q = Hasil produksi yang dicapai

Gambar 2.4. Penerimaan Total (Total Revenue)

Berdasarkan Gambar 2.4 Penerimaan Total (Total Revenue) kurva TR naik terus yang artinya berapapun jumlah barang yang ditawarkan penjual, semua akan laku tanpa mengalami penurunan harga.Sedangkan pendapatan bersih merupakan selisih dari total pendapatan yang diterima dengan total biaya yang dikeluarkan dalam produksi. Pendapatan bersih dapat dirumuskan sebagai berikut :

Pd = TR-TC Dimana

Pd = Pendapatan Bersih, TR = Total pendapatan, dan TC = Total biaya

Pendapatan yang diterima seseorang menurut (Boediono, 2002) dipengaruhi tiga faktor, yaitu faktor produksi yang dimiliki,

(9)

13

harga per unit dari faktor produksi, dan hasil kegiatan sebagai kerja sampingan. Adapun tiga konsep pendekatan dalam perhitungan pendapatan menurut (Sukirno, 2000) dalam jurnal (Mustika, 2013), yaitu :

1. Pendekatan Produksi (Production Approach) yaitu menghitung semua nilai tambah produksi barang atau jasa yang sudah didapatkan dalam kurun waktu tertentu.

2. Pendekatan Pendapatan (Income Approach) yaitu menghitung semua nilai balas jasa yang didapat pemilik factor produksi dalam kurun waktu tertentu.

3. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) yaitu menghitung segala pengeluaran dalam waktu tertentu.

Pendapatan yang diperoleh para penjual dipengaruhi beberapafaktor, menurut (Basu, 2008), faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan tersebut adalah :

1. Modal,Untuk memperoleh keuntungan maksimal para pengusaha tentu membutuhkan modal yang digunakan untuk operasional usahanya.

2. Kondisi pasar, hal ini berhubungan dengan lokasi yang dipilih parapedagang untuk berdagang, selera pembeli serta keadaan dan jenis pasar.

3. Kemampuan pedagang, untuk mendapatkan penghasilan yang sesuai harapan, kemampuan pedagang dibutuhkan untuk menarik perhatian para pembeli sehingga pembeli tertarik terhadap barang yang dijual.

4. Organisasi, keuntungan yang diperoleh akan semakin besar jika frekuensi penjualan yang dimiliki semakin tinggi.

5. Faktor lainnya, faktor lain yang mempengaruhi pedapatan dari penjualan produk seperti meningkatkan pemasaran dan branding produk.

(10)

14

b. MR (Marginal Revenue) / Penerimaan Marginal

MR =

∆TR

𝑄

Gambar 2.5. Penerimaan Marginal (Marginal Revenue)

Berdasarkan Gambar 2.5 Penerimaan Maarginal (Marginal Revenue) merupakan tambahan penerimaan yang diperoleh sebagai hasil penjualan satu unit produk lagi. Karena harga tetap maka penerimaan marginal konstan sesuai dengan tingkat harga.

Laba – Rugi menggunakan rumus : a. Laba = TR > TC

Rugi = TR < TC

Gambar 2.6. Keadaan Laba

Dapat dilihat pada gambar 2.6 merupakan sebuah kurva dalam keadaan laba. Dimana MR berbentuk garis horizontal karena dalam penentuan harga penjual adalah sebagai price taker atau penentu harga.

Untuk AC pada gambar tersebut membentuk lengkungan berada di bawah garis MR, karena dalam keadaan laba maka titik lengkungnya berada di bawah MR.

Sedangkan MC pada gambar tersebut berbentuk lengkungan hampir sama dengan AC namun MC selalu memotong di titik

(11)

15

terendah AC. Selanjutnya untuk mengetahui dimana letak keadaan laba maka syarat keuntungaan/laba maksimum adalah MR=MC.

Maka titiknya berada di antara garis MR dan MC, setelah menemukan titik tersebut maka di temukan Total Revenue. Selanjutnya ketemu dengan AC menjadi Total Cost. Sehingga keadaan laba keuntungan ketika TR > TC, daerah (persegi Panjang) berwarna orange.

Gambar 2.7. Keadaan Rugi

Pada Gambar 2.7 bentuk kurva untuk yang berada dalam keadaan rugi dimana AC berbentuk lengkungan berada di atas garis MR, karena dalam keadaan rugi maka titik lengkungannya berada di atas MR.

MC pada gambar tersebut berbentuk lengkungan hampir sama dengan AC namun MC selalu memotong titik terendah AC. Setelah itu untuk syaratnya menentukan dimana letak kerugiannya masih sama dengan kurva laba sebelumnya dimana MR = MC. Maka titiknya berada di antara garis MR dan MC, setelah menemukan titik tersebut maka di temukan Total Cost. Selanjutnya ketemu dengan AC menjadi Total Cost. Sehingga keadaan rugi Ketika TR < TC, daerah (persegi Panjang) berwarna orange.

b. Titik Impas (Break Event Point) TR = TC

Titik Impas (Break Event Point) memiliki dua rumus yang pertama rumus untuk mencari satuan unit dan yang kedua rumus untuk mencari satuan rupiah, rumus sebagai berikut :

BEP (Satuan Unit) = FC

P−VC

(12)

16 BEP (Satuan Rupiah) = FC

1−VC P

Dimana:

FC = Total biaya tetap P = Harga jual per unit VC = Biaya variabel per unit

Gambar 2.8. Kurva Titik Impas (Break Event Point)

Berdasarkan Gambar 2.8 kurva titik impas (Break Event Point) diatas dapat dijelaskan bahwa Q merupakan volume penjualan yang dapat dinyatakan sebagai satuan kuantitas ataupun pendapatan penjualan, selanjutnya P merupakan pendapatan penjualan dan biaya dalam rupiah.

Impas atau BEP pada gambar tersebut terletak pada potongan garis pendapatan penjualan atau total revenue dan garis biaya total atau total cost. Bila dari perpotongan garis tersebut ditarik garis tegak ke sumbu Q maka diketahui pencapaian impas berdasarkan volume penjualan, dan apabila titik impas ditarik garis tegak lurus ke sumbu P maka diketahui pencapaian impas berdasarkan pendapatan penjualan.

Dengan adanya Covid-19 ini pendapatan diberbagai sektor diindonesia mengalami penurunan. Diantarannya yaitu sektor pariwisata, kontruksi, transportasi, Industri, umkm dan pertanian, tetapi tidak semuanya selama covid-19 ini dampaknya ke penurunan

P

0 Q

Q Biaya Variabel (VC)

Biaya Tetap (FC) FC BEP

TR TC

(13)

17

pendapatan dan penyerapan tenaga kerja. Ada beberapa sektor yang pendapatannya dan tenaga kerjanya malah meningkat dimasa pademi ini. Diantaranya yaitu sektor industri konveksi, kimia farmasi, alat kesehatan, elektronik, jasa telekomunikasi, makanan dan minuman.

Karena adanya permintaan yang tinggi pada APD, masker, vitamin untuk menambah imun, dan jasa telekomunikasi pun meningkat akibat aktivitas Work Form Home (WFH). Berkaitannya Covid-19 dengan penyerapan tenaga kerja dan pendapatan mengalami penurunan, terjadinya banyak daerah melakukan PSBB, PPKM sehingga berdampak pada turunnya permintaan dan penawaran berbagai prodak Industri Tas dan Koper (INTAKO). Dikarenakan Industri Tas dan Koper (INTAKO) bukan prodak kebutuhan pokok.

(14)

18 C. Kerangka Berfikir

Gambar 2.9. Kerangka Berfikir

Berdasarkan gambar 2.9 Implementasi langkah-langkah strategi pencegahan penyebaran Covid-19 akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Semakin baik langkah strategi pencegahan penyebaran Covid-19, maka semakin kecil kemungkinan terpaparnya virus Covid-19 dilingkungan masyarakat sekitarnya. Maka pemerintah melakukan penghimbauan terkait kegiatan PSBB, PPKM dan WFH yang di dalamanya pembatasan jam operasional, pembatasan pengunjung, dan pemutusan beberapa akses. Sehingga hal tersebut dianggap merugikan bagi para Industri Tas dan Koper yang dimana mengakibatkan penurunan jumlah konsumennya. Sehingga dengan adanya hal tersebut akan berdampak pada pendapatan Industri Tas dan Koper selama pandemi Covid-19 ini. Maka dari itu peneliti akan melihat perbedaan pendapatan sebelum dan selama covid-19 dengan menggunakan Uji paired sampel T test.

(15)

19 D. Hipotesis

Pendapatan Industri Tas dan Koper (INTAKO) selama Covid-19 di Kecamatan Tanggulangi Kabupaten Sidoarjo :

H0 : (μ1 − μ2) = 0 atau μ1 = μ2 H1 : (μ1 − μ2) ≠ 0 atau μ1 ≠ μ2

- H0 : Covid-19 tidak berpengaruh terhadap pendapatan Industri Tas dan Koper (INTAKO) di Kecamatan Tanggulangi Kabupaten Sidoarjo.

- H1 : Covid-19 berpengaruh terhadap pendapatan Industri Tas dan Koper (INTAKO) di Kecamatan Tanggulangi Kabupaten Sidoarjo.

Referensi

Dokumen terkait

a) Waktu, keragaman komunitas bertambah sejalan waktu, berarti komunitas tua yang sudah lama berkembang, lebih banyak terdapat organisme dari pada komunitas muda yang

telah menjadi adat masyarakat Desa Sidoraharjo apabila mereka mengalami kegagalan dalam rumah tangga, maka suami akan menarik kembali barang seserahan yang

Dalam studi manajemen, kehadiran konflik pendidikan tidak bisa terlepas dari permasalahan keseharian yang dirasakan oleh pengelola lembaga pendidikan. Konflik tersebut

Penelitian dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap pembuatan minuman sari buah sirsak sesuai dengan Standart Operasional Procedur (SOP) yang ada di unit usaha ABEC

Uji coba akan dilakukan perbandingan kedua metode yang digunakan yaitu antara metode Simple Exponential Smoothing dan metode Winter. Dasar periode perhitungan yang digunakan

Pengaruh Resiko Saham dan Ukuran Perusahaan Terhadap Return Saham Page 71 Uji Hetrokedastisitas dengan Glejser SPSS Tahap 2. Coefficients a Model Unstandardized Coefficients

Sistem adalah sekumpulan objek yang merupakan suatu wadah terdiri dari pada sub-sub sistem yang saling berhubungan dan di dalam hubungan tersebut terdapat ketergantungan antara

Gambar 5.48 : Output extreme total displacement tanpa beban dengan skala sebenarnya Pemodelan 2 Alternativ II ... Gambar 5.49 : Output extreme total displacement tanpa