• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1   

dengan peserta didik dalam suatu pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan. Mengingat mengajar pada hakikatnya merupakan upaya guru dalam menciptakan situasi balajar, metode yang digunakan oleh guru harus mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi siswa sehubungan dengan kegiatan mengajar. Ali Mudhofir dan Evi Fatimatur R. (2016:150) setiap metode pembelajaran memiliki rana pembelajaran yang paling menonjol, meskipun juga memiliki rana pembelajaran yang lain. Rana pembelajaran ada 3 (tiga) macam, yaitu: rana kognitif yaitu rana perubahan pengetahuan, rana afektif yaitu rana perubahan tingkah laku dan rana psikomotorik yaitu perubahan atau peningkatan keterampilan.

Menurut Abdul Majid (2006:135) metode apapun yang digunakan oleh pendidik/guru dalam proses pembelajaran, yang perlu diperhatikan adalah akomodasi menyeluruh terhadap prinsip-prinsip KBM. Pertama, berpusat kepada anak didik (student oriented). Guru harus memandang anak didik sesuatu yang unik, tidak ada dua orang anak didik yang sama, sekalipun mereka kembar. Satu kesalahan jika guru memperlakukan mereka secara sama. Gaya belajar (learning style) anak didik harus diperhatikan. Kedua, belajar dengan melakukan (laerning by doing), supaya proses belajar itu menyenangkan, guru harus menyediakan kesempatan kepada anak didik untuk melakukan apa yang dipelajarinya, sehingga ia memperoleh pengalaman nyata. Ketiga, mengembangkan kemampuan sosial.

Proses pembelajaran dan pendidikan selain sebagai wahana untuk memperoleh pengetahuan, juga sebagai sarana untuk berinteraksi sosial (learning go to live together). Keempat, mengembangkan keinginan dan imajinasi. Proses pembelajaran dan pengetahuan harus dapat memancing rasa ingin tahu anak didik.

Juga mampu memompa daya imajinatif anak didik untuk berfikir kritis dan kreatif. Kelima, mengembangkan kreatifitas dan keterampilan memecahkan masalah. Proses pembelajaran dan pendidikan yang dilakukan oleh guru bagaimana merangsang kreatifitas dan daya imajinasi anak untuk menemukan jawaban terhadap setiap masalah yang dihadapi anak didik.

Metode Pembelajaran sendiri terdapat berbagai macam bentuknya, diantaranya adalah metode Drill. Roestiyah NK. (2001:125) metode Drill ialah suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar di mana siswa

(2)

melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah dipelajari.

Berdasarkan pengertian diatas secara langsung atau tidak langsung metode Drill dapat meningkatkan kemampuan peseta didik terkait halnya keterampilan atau ketangkasan dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an.

Mata pelajaran Al-Qur’an Hadits memang memiliki perbedaan yang signifikan dengan mata pelajaran yang lain, yakni pada aspek ingatan (hafalan).

Mata pelajaran lain pada umumnya lebih menekankan pada pemahaman, jika seseorang telah faham dengan maksud suatu kalimat maka sudah dianggap hafal meskipun ada beberapa kalimat yang terpotong. Berbeda dengan itu, menghafal ayat-ayat Al-Qur’an sangat membutuhkan kejelian dan kehati-hatian sebab kesalahan dalam menghafal sebuah ayat akan berakibat fatal terhadap makna ayat tersebut.

Wiwi Alawiyah W. dan Siti Aisyah (2014:142) menghafal merupakan suatu perbuatan yang sangat terpuji dan mulia. Orang-orang yang mempelajari, membaca atau menghafal al-Qur'an adalah orang-orang pilihan yang memang dipilih oleh Allah SWT. Secara syar’i menghafal Al-Qur'an adalah wajib kifayah bagi umat Islam, ini berarti orang yang menghafalnya tidak boleh kurang dari jumlah mutawatir sehingga tidak akan mengalami pemalsuan dan pengubahan.

Setiap penghafal Al-Qur’an tentu menginginkan waktu yang cepat dan singkat, serta hafalannya menancap kuat dimemori otak dalam proses menghafalkan Al- Qur’an. Hal tersebut dapat terlaksana jika sang penghafal menggunakan metode yang tepat, serta mempunyai ketekunan, rajin dan istiqomah dalam menjalani prosesnya, walaupun cepatnya menghafal seseorang tidak terlepas dari otak atau IQ yang dimiliki.

Agar memperoleh data tentang kemampuan hafalan siswa, peneliti melakukan wawancara pada tanggal 13 November 2017 di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon. Peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Sri Musrifah, S.Ag selaku guru Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis Kelas VII. Data awal bahwa guru mata pelajaran Al-Qur’an Hadis terlihat cukup baik dari penampilan, perilaku sehari-hari, maupun dari penguasaan materi. Namun dalam hal ini, proses

(3)

belajar siswa terlihat kurang begitu bersemangat dalam mengikuti proses kegiatan menghafal.

Kenyataan dilapangan, proses kegiatan menghafal pada mata pelajaran Al- Qur’an Hadis yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon masih menggunakan metode hafalan teman sebaya. Metode tersebut baik untuk diterapkan, akan tetapi kurang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan hafalan siswa. Karena ketika diterapkan metode tersebut, siswa menghafal tanpa bimbingan guru secara langsung. Dalam hal ini, siswa hanya melakukan proses hafalan dengan teman sebayanya atau yang ditunjuk guru.

Tentu saja hal ini menjenuhkan bagi siswa. Sehingga banyak siswa yang tidak terfokus pada menghafal, seperti izin keluar saat proses pembelajaran, membuat kegaduhan di dalam kelas, mengganggu teman, kurang semangat dalam belajar, bahkan terdapat beberapa yang mengantuk. Potret proses pembelajaran seperti inilah yang kurang efektif. Sedangkan proses pembelajaran yang efektif dimulai dari lingkungan yang berpusat dari dalam diri murid (student centered). Sehingga perlu dilakukan suatu Metode pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan. Metode Drill menawarkan ide baru tentang bagaimana menciptakan lingkungan yang jauh lebih baik dan mendukung peserta didik dalam proses menghafal ayat-ayat Al-Qur’an agar terjadi keefektifan dan keoptimalan antara metode yang digunakan dengan hasil kemampuan belajar siswa dalam menghafal pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis. Oleh sebab itu peneliti ingin mengkaji lebih dalam lagi tentang pengaruh penerapan metode Drill terhadap kemampuan menghafal ayat Al-Qur’an siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon.

B. Rumusan Masalah 1. Wilayah Kajian

Wilayah penulisan skripsi ini adalah Metodologi Pembelajaran.

2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan masalah pada latar belakang masalah di atas, maka peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

(4)

a. Penerapan metode pembelajaran yang kurang efektif pada mata pelajaran Al- Qur’an Hadis kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon.

b. Siswa-siswi kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon kesulitan menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis.

c. Kemampuan hafalan ayat al-Qur’an siswa-siswi kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon masih kurang baik.

d. Siswa-siswi kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon masih kurang semangat dalam menghafal ayat-ayat al-Qur’an pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.

3. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, agar penelitian tidak terlalu luas, perlu dilakukan pembatasan masalah. Dalam penelitian ini, masalah dibatasi sebagai berikut:

a. Penerapan Metode Drill pada Siswa Kelas VII dalam Mata Pelajaran Al- Qur’an Hadis di Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon.

b. Kemampuan Menghafal Ayat Al-Qur’an pada Siswa kelas VII dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon.

c. Pengaruh Penerapan Metode Drill terhadap Kemampuan Menghafal Ayat Al-Qur’an pada Siswa Kelas VII Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon.

4. Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka penulis membuat tiga pertanyaan penelitian sebagai berikut:

a. Apakah penerapan metode drill siswa kelas VII mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon telah dilakukan baik ?

b. Apakah kemampuan menghafal Ayat Al-Qur’an Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol setelah perlakuan (Treatment) dengan Posttest Siswa Kelas VII Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon ?

(5)

c. Apakah Terdapat Pengaruh Penerapan Metode Drill Terhadap Kemampuan Menghafal Ayat Al-Qur’an Siswa Kelas VII dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini penulis mempunyai beberapa tujuan sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui penerapan metode Latihan (Drill) siswa kelas VII mata pelajaran Al-Qur’an Hadis di Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon.

b. Untuk mengetahui kemampuan menghafal ayat Al-Qur’an Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol setelah perlakuan (Treatment) dengan Posttest Siswa Kelas VII Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon.

c. Untuk Mengetahui Pengaruh Penerapan Metode Drill Terhadap Kemampuan Menghafal Ayat Al-Qur’an Siswa Kelas VII Madrasah Tsanwiyah (MTs) Negeri 1 Kota Cirebon.

D. Kerangka Pemikiran

Menurut Ahmad Tafsir (1995:9) “metode berasal dari kata method dalam bahasa Inggris yang berarti cara. Metode adalah cara yang tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu.”

Menurut Ahmad Warson Munawwir (2002:279) “menghafal berasal dari kataظفح– ظفحي - اظفح yang berarti menjaga, memelihara dan melindungi.”

Menurut Ahmad Munjin Nasih dan Lilik Nur K. (2013:91) “metode latihan (drill) merupakan metode pembelajaran yang digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan dari apa yang telah dipelajari.”

Menurut Hamdani (2011:237) “metode drill merupakan metode yang mengajarkan siswa untuk melaksanakan kegiatan latihan agar siswa memiliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi materi yang diajarkan.”

Menurut Ismail (2008:21) metode drill adalah pemberi latihan kepada siswa agar pengetahuan dan kecakapan tertentu dapat dimiliki dan dikuasai sepenuhnya oleh siswa. Dari dua pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa metode drill memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih melakukan berulang-ulang suatu keterampilan tertentu berdasarkan petunjuk dari guru.

(6)

Menurut Sri Hadiati (2001:34) kemampuan sebagai suatu dasar seseorang yang dengan sendirinya berkaitan dengan pelaksanaan peerjaan secara efektif atau sangat berhasil. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan adalah kecakapan atau potensi menguasai satu keahlian yang digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang diwujudkan melalui tindakan.

Jalaludin Rakhmat (2005:63) menghafal dapat disebut juga sebagai memori, dimana apabila mempelajarinya maka membawa kita pada psikologi kognitif, terutama pada model manusia sebagai pengolah informasi. Secara singkat memori melewati tiga proses yaitu Perekaman, Penyimpanan dan Pemanggilan. Perekaman (encoding) merupakan pencatatan informasi melalui reseptor indera dan saraf internal. Penyimpanan (storage) merupakan menentukan berapa lama informasi itu berada beserta kita baik dalam bentuk apa dan dimana.

Penyimpanan ini bisa aktif atau pasif. Jika kita menyimpan secara aktif, bila kita menambahkan informasi tambahan. Mungkin secara pasif terjadi tanpa penambahan. Pemanggilan (retrieval), dalam bahasa sehari-hari mengingat lagi, adalah menggunakan informasi yang disimpan.

Abdul Syahin (2006:2) pengertian Al-Qur'an secara bahasa adalah bacaan, karena kata al-Qur'an adalah bentuk masdar dari fiil madhi . Sedangkan pengertian al-Qur'an secara istilah adalah kalam Allah SWT yang diturunkan ke hati Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur dalam bentuk ayat-ayat dan surat-surat selama fase kerasulan (23 tahun), dimulai dari surat Al-Fatihah dan di akhiri dengan surah an-Nas, disampaikan secara mutawatir mutlak, sebagai bukti kemu’jizatan atas kebenaran risalah Islam.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa metode drill adalah suatu latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali secara kontinyu untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. Dari segi pelaksanaannya siswa terlebih dahulu telah dibekali dengan pengetahuan secara teori. Kemudian dengan tetap dibimbing oleh guru, siswa diminta mempraktikkannya sehingga menjadi mahir dan terampil yang dalam hal ini terhadap kemampuan dalam menghafal ayat-ayat al-Qur’an.

Bagan 1.1 Paradigma Penelitian

Penerapan

Metode Drill Pengaruh

Kemampuan Menghafal Ayat

Al-Qur’an

(7)

E. Hipotesis Penelitian

Menurut Sugiyono (2016:64) “hipotesis diartikan sebagai jawaban sementara terhadap rumusan masalah penulisan.”

Dalam penelitian ini yang menjadi hipotesis adalah:

Ha : Terdapat pengaruh penerapan metode drill terhadap kemampuan menghafal ayat al-qur’an pada kelas VII mata pelajaran al-Qur’an hadis di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon.

Ho : Tidak terdapat pengaruh penerapan metode drill terhadap kemampuan menghafal ayat al-qur’an pada kelas VII mata pelajaran al-Qur’an hadis di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Cirebon.

F. Penelitian Relevan

Dalam sub bab ini dijelaskan tentang penelitian relevan, baik dari sisi persamaan dan perbedaannya dengan penelitian ini, diantaranya:

Tabel 1.1 Penelitian Relevan

No Judul dan Penulis Persamaan Perbedaan

1

“Penerapan Metode Drill Sebagai Upaya

Peningkatan Kemampuan Membaca Al Qur’an Siswa Kelas V Sd Negeri Tegowanu 3 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak”.

Oleh Muh. Muslim, Jurusan Pendidikan Agama Islam,Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Wali Songo, Tahun 2011.

- Penggunaan Metode Drill sebagai Variabel X (Bebas/

Independent).

- Penggunaan dalam pendekatan penelitian

Kuantitatif.

- Penggunaan Variabel Y atau Terikat (Penelitian terdahulu yaitu Kemampuan Membaca Al- Qur’an, sedangkan Penelitian ini yaitu Kemampuan Menghafal Ayat Al-Qur’an).

- Tempat/ Objek Penelitian.

- Penggunaan

(8)

Jenis/ Metode Penelitian (Penelitian terdahulu yaitu menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, sedangkan

penelitian ini yaitu menggunakan Penelitian Eksperimen)

2

“Upaya Meningkatkan Pemahaman Cara Membaca

Al-Qur’an Pada Mata Pelajaran Tajwid Melalui Metode Drill Siswa Kelas Ii Madrasah Diniyah Darul Hikmah Bancak Kabupaten Semarang”

Oleh Suraya Lutfatul Afidah, Jurusan

Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang, Tahun 2010- 2011

- Penggunaan Metode Drill sebagai Variabel X (Bebas/

Independent).

- Penggunaan dalam pendekatan penelitian

Kuantitatif.

- Objek/

tempat Penelitian - Penggunaan Variabel Y (Terikat/

dependent) - Penggunaan Jenis/ metode Penelitian yaitu dengan

menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, sedangkan dalam penelitian ini menggunakan Eksperimen.

(9)

3

“Pengaruh Penggunaan Metode Drill Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Kelas Viii Madrasah

Tsanawiyah (MTs) Kapetakan Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon”

Oleh Koriah, Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Tahun 2017 M/1438 H

- Penggunaan Metode Drill sebagai Variabel X (Bebas/

Independent).

- Penggunaan dalam pendekatan penelitian

Kuantitatif.

- Objek/ tempat Penelitian - Penggunaan Variabel Y (Terikat/

dependent)

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu juga beberapa pasar tradisional di kota Solo seperti Pasar Klewer, Pasar Gede, Pasar Triwindu sudah menjadi ikon kota Solo sehingga sudah banyak dikenal

mengidentifikasikan bahwa pengetahuan yang baik belum sepenuhnya dapat mempengaruhi responden dalam melakukan praktik dalam pelaksanaan Discharge planning yang

Jadi, dapat disimpulkan bahwa setiap negara didunia memiliki bahasa yang berbeda-beda. Indonesia adalah negara yang memiliki bahasa nasional yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa

Analisis Keragaman Pengaruh Jenis Klon dan Asal Tanah Gambut Terhadap Panjang Pelepah Hasil (cm), Tebal Pelepah Hasil (cm), Lebar Pelepah Hasil (cm), Berat per Pelepah

Perlakuan tingkat keasaman (pH) limbah industri teh pada pH 8 dan pH 7 sebelum pelapukan memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan miselium jamur tiram cokelat

diperlukan dalam konservasi mata air di Komplek Pura Mengening meliputi pembuatan penyengker di mata air Tirta Gelung, Penambahan patung Dewi Gangga, penambahan patung

Dalam tulisan ini, kelebihan yang dimiliki oleh metode pohon regresi dan analisis regresi bertatar akhirnya dapat digabungkan dalam suatu teknik segmentasi

Senyawa fenolik antioksidan dapat terbentuk melalui proses biosintesa dengan bantuan Rhizopus oryzae menggunakan substrat limbah kulit pisang kepok.. Limbah kulit