BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Sasaran, Tempat dan Waktu Penelitian
Sebuah penelitian memiliki tempat dan waktu penelitian yang dipilih untuk mencapai tujuan dari penelitian tersebut. Penelitian ini memiliki hal yang sama, dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan yang dilalui, dimulai dari persiapan sampai penyusunan laporan.
a) Sasaran Penelitian
Sasaran Penelitian yang diambil oleh peneliti adalah kelas XI IPA MA Islamiyah Mundu Kab. Cirebon Semester 2 tahun pelajaran 2013/2014.
b) Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di MA Islamiyah Mundu Kab. Cirebon dikepalai oleh Bapak Tosuerdi, S.HI,M.Pd.I yang bertempat di Jalan Karangsari III No. 46 Mundu Cirebon Telp. (0231) 510573 Kode pos 45173, E-mail [email protected].
Adapun yang menjadi alasan mengenai pemilihan tempat penelitian adalah:
a. Letak MA Islamiyah Mundu Kab. Cirebon sangat strategis, sehingga dapat dijangkau oleh penulis dan dapat mempermudah serta memperlancar jalannya penelitian.
b. Kepala sekolah dan guru-guru MA Islamiyah Mundu Kab. Cirebon memberikan izin dan kemudahan dalam pelaksanaan penelitian.
c) Waktu Penelitian
Waktu yang diperlukan mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyusunan laporan diperkirakan selama lima bulan yaitu bulan April sampai dengan bulan September 2014 dan penelitiannya dilakukan saat kegiatan belajar mengajar. Adapun Surat Pengantar Penelitian dari Jurusan Nomor: IN. 14/F.I.1/PP.009/0596/2014 adalah tahap pengumpulan data dari lapangan yang dilaksanakan mulai tanggal 16
April 2014 sampai dengan tanggal 16 Juni 2014. Jadwal penelitiannya adalah sebagai berikut:
Tabel 3.1
Jadwal Pelaksanaan Penelitian
No Nama Kegiatan
Bulan
I II III IV V
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Perizinan
2 Persiapan
3 Bimbingan Instrumen 4 Uji coba instrument 5 Analisis hasil uji coba
instrument
6
Eksperimen mengajar dengan aplikasi GeoGebra
7 Pengumpulan data 8 Analisis data 9 Penyusunan laporan
B. Populasi dan Sampel a) Populasi
Menurut Kumaidi (2013 : 5) populasi adalah totalitas objek atau individu tempat pengacuan atau inferensi dibuat berdasarkan pengalaman yang dijumpai dalam sampel. Dengan menggunakan pengertiaan populasi tersebut, maka populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI sebagai populasi target dengan alasan dasar-dasar materi sudah diajarkan di kelas XI dan peneliti menganggap kelas XI sudah mampu menyesuaikan diri dengan sistem pembelajaran yang akan digunakan.
Tabel 3.2
Jumlah siswa MA Islamiyah Mundu kab. Cirebon Tahun Akademik 2013-2014
NO KELAS JUMLAH
LAKI-LAKI
JUMAH PEREMPUAN
JUMLAH SISWA
1 X 16 24 40
2 XI IPA 8 21 29
3 XI IPS 7 18 25
4 XII IPA 6 14 20
5 XII IPS 13 9 22
JUMLAH 50 86 136
Sumber data: Dokumentasi Tata Usaha (TU) MA Islamiyah Mundu b) Sampel
Riduwan (2010 : 10) berpendapat bahwa Sampel adalah bagian dari populasi (sebagian atau wakil populasi yang diteliti). Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi. Dalam penelitian ini peneliti meneliti siswa kelas XI IPA MA Islamiyah Mundu Kab. Cirebon.
Pertimbangan dalam pemilihan kelas IPA sebagai sampel adalah karena kelas ini merupakan kelas yang relative 3omogeny dan dapat mewakili karakteritik dari populasi.
Tabel 3.3
Daftar Nama Kelas XI IPA MA Islamiyah Mundu Kab. Cirebon
Tahun 2013/2014
No Nama Siswa L/P No Nama Siswa L/P
1 Akyas L 16 Nafsi Biyadih L
2 Anggi Lestari P 17 Nasrul Khoiri L
3 Asep Saepudin L 18 Nia Kurniawati P
4 Atmiyanah P 19 Rahayu Wulandari P
5 Ayu Anisah P 20 Saeful Ajat L
6 Ayu Rusmini P 21 Santi Safitri P
7 Budi Santoso L 22 Siti Ningsih P
8 Eko Prasetyo L 23 Susan P
9 Iis Istiyanah P 24 Yuni Fatma Sari P
10 Inayah P 25 Nurhanifah P
11 Kiki Susanto L 26 Nurleni P
12 Kunaeni P 27 Siti fadillah P
13 Kuniah P 28 Siti murni P
14 Liana P 29 Sri marayati P
15 Mailatul Mukhasanah P Ket. : Laki-laki = 8 orang
Perempuan = 21 orang
Sumber data: Dokumentasi Tata Usaha (TU) MA Islamiyah Mundu C. Metode dan Desain Penelitian
a. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan peneliti untuk memperoleh data atau menempuh tujuan yang hendak diteliti.
Dalam hal yang berkaitan dengan data yang berupa angka atau nilai peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif. Yakni penelitian yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektifitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol (Nana Syaodih, 2013: 53).
Desain penelitian merupakan segala hal yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan suatu penelitian. Adapun langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Tahap persiapan
Dalam tahap ini peneliti melakukan beberapa hal yang berkaitan dengan persiapan yaitu dengan mempersiapkan masalah yang akan diteliti (masalah tersebut didapat dari telaah peneliti di tempat penelitian), pembuatan proposal skripsi, pelaksanaan seminar proposal.
2) Tahap pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan ini, peneliti memberikan treatment/perlakuan kepada dua kelas yang berbeda-beda. Kelas yang pertama dengan memberikan materi pelajaran dengan metode konvensional dan kelas yang kedua dengan metode pembelajaran dengan bantuan perangkat GeoGebra.
3) Tahap evaluasi
Pada tahap pelaksanaan ini, peneliti memberikan sebauh penilaian dari penelitiannya dan mengambil sebuah kesimpulan dari dari data yang diperoleh.
b. Desain Penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Adapun desain yang dipakai dalam judul skripsi ini, disesuaikan dengan variabel yang diteliti dalam penelitian ini, yakni:
a) Variabel bebas : Penggunaan Pembelajaran berbasis Komputer b) Variabel terikat : Hasil belajar Matematika siswa kelas XI
Penelitian ini menggunakan satu kelompok siswa yaitu kelompok eksperimen sebagai kelompok siswa dengan pemebelajaran menggunakan
media komputer dengan aplikasi GeoGebra. Dan untuk mengetahui hasil belajar siswa maka diberilan tes.
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan desain one-shot case study (Sugiyono, 2011 : 110). Dengan pola sebagai berikut:
Keterangan:
X = Treatment yang diberikan (Variabel Independen) Y = Observasi (Variabel Dependen)
Paradigma diatas dapat dibaca sebagai berikut: Terdapat suatu kelompok yang diberi treatment atau perlakuan tentang pembelajaran berbasis komputer yaitu aplikasi GeoGebra, dan selanjutnya diobservasi hasilnya yaitu hasil belajar matematika siswa.
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Dalam pengumpulan data ini, digunakan metode sebagai berikut:
a. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data yang sudah ada. Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai nama-nama peserta didik kelas XI dan nilai ulangan harian materi sebelumnya. Data yang diperoleh dianalisis untuk menentukan normalitas, homogenitas, dan kesamaan rata-rata antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
X Y
b. Metode Tes
Anas Sudijono (1996 : 65) menerangkan bahwa tes merupakan alat yang digunakan untuk mendiagnosis atau mengukur keadaan individu. Keadaan tersebut dapat berupa ketrampilan, pengetahuan, kemampuan, atau bakat. Dalam instrument ini penulis menggunakan tes akhir yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar matematika siswa setelah diberikan materi pembelajaran dengan menggunakan Aplikasi GeoGebra.
c. Angket
Menurut Riduwan (2010 : 52) Angket (questionnaire) adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respon (responden) sesuai dengan permintaan pengguna. Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden. Biasanya dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab. Angket ini digunakan untuk menilai hasil belajar ranah afektif.
E. Instrumen penelitian
Dalam penelitian ini terdapat dua data, yaitu data tentang penggunaan aplikasi GeoGebra yang diperoleh melalui angket dan data tentang hasil belajar matematika siswa yang diperoleh melalui tes.
1. Definisi Konseptual
a. Variabel Respon Penggunaan Aplikasi GeoGebra (X)
Aplikasi GeoGebra merupakan Aplikasi komputer yang sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa. program ini memiliki fasilitas animasi dan gerakan-gerakan (slider) yang dapat memberikan pengalaman visual yang lebih jelas kepada siswa dalam memahami sifat dari tiap koefisien yang ada pada persamaan grafik transformasi geometri.
b. Variabel Hasil Belajar Matematika Siswa (Y)
Hasil Belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah mereka menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar merupakan perubahan tingkah laku secara keseluruhan yang dimiliki seseorang. Perubahan tingkah laku tersebut menyangkut perubahan tingkah laku kognitif, afektif dan psikomotorik.
2. Definisi Operasional
a. Variabel Respon Penggunaan Aplikasi GeoGebra (X)
Penggunaan Aplikasi GeoGebra adalah skor total yang diperoleh dari hasil pemberian angket (respon) kepada siswa yang menjadi sampel yang diukur melalui berbagai indikator-indikator penggunaan Aplikasi GeoGebra yang merupakan media pembelajaran berbasis komputer.
b. Variabel Hasil Belajar Matematika Siswa (Y)
Hasil Belajar matematika siswa adalah skor total yang diperoleh siswa setelah mengerjakan soal matematika dalam bentuk tes Pilihan Ganda Beralasan sebanyak 20 soal yang diberikan peneliti kepada responden.
3. Instrumen Penelitian yang Digunakan
Variabel (Sugiyono, 2007 : 3) adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut. Variabel (Arikunto, 2010 : 161) adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.
Sesuai dengan judul skripsi tentang “Penerapan Apikasi GeoGebra terhadap Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Transformasi Geometri (Studi Eksperimen pada Siswa MA Islamiyah Mundu Kab. Cirebon)”, dapat diketahui bahwa penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu: Penggunaan Aplikasi GeoGebra sebagai variabel X dan Hasil Belajar Matematika Siswa sebagai variabel Y. Variabel
penggunaan Aplikasi GeoGebra merupakan variabel bebas (independent variable), sedangkan variabel Hasil Belajar matematika siswa sebagai variabel terikat (dependent variable). Masing-masing variabel tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
a. Variabel Respon Penggunaan Aplikasi GeoGebra (X)
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang digunakan untuk memperoleh data mengenai “Penggunaan Aplikasi GeoGebra”. Beberapa pernyataan disusun untuk mengetahui respon siswa terhadap Penggunaan Aplikasi GeoGebra dalam bentuk skala likert antara 1-5. Dikarenakan skala likert memiliki tingkat reliabilitas yang relatif tinggi dibandingkan dengan skala Thrustone untuk jumlah item yang sama (Nazir, 2005 : 339).
Instrumen angket dibuat sebanyak 25 pernyataan dengan lima alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (RR), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Dengan ketentuan penskoran (Riduwan, 2011: 87) sebagai berikut:
Tabel 3.4 Skor Skala Likert Skor
Pernyataan Positif
Alternatif Jawaban
Skor Pernyataan
Negatif
5 Sangat Setuju (SS) 1
4 Setuju (S) 2
3 Ragu-ragu (RR) 3
2 Tidak Setuju (TS) 4
1 Sangat Tidak Setuju (STS) 5
b. Variabel Hasil Belajar Matematika Siswa (Y)
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif berbentuk Pilihan Ganda Beralasan yang dibuat sendiri oleh peneliti sebanyak 20 soal, digunakan untuk memperoleh data mengenai “Hasil Belajar Matematika Siswa”. Instrumen ini dibuat
sesuai dengan materi yang akan diberikan pada saat penelitian, yaitu materi Transformasi Geometri.
Pemberian skor tes aspek Hasil Belajar matematika siswa mengadopsi penskoran holistic scale dari North Carolina Department of Public Instruction (1994) seperti tertera pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.5
Pedoman Pemberian Skor Soal Hasil Belajar Matematika Siswa Pilihan Jawaban Alasan atau Penyelesaian Skor
Salah Salah 0
Benar Salah 1
Benar Benar 2
4. Kisi-kisi Instrumen
Kisi-kisi instrumen disusun sebagai acuan peneliti dalam menyusun instrumen pengumpulan data. Penyusunan tersebut berdasarkan pada teori yang melandasinya dan aspek atau indikator yang telah diuraikan pada Bab II.
5. Uji Coba Instrumen
Uji coba instrumen ini dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang akan peneliti gunakan dalam penelitian layak dipakai atau tidak. Uji coba instrumen ini dilakukan sebelum penelitian.
Instrumen akan diujicobakan kepada siswa Kelas XI IPA MA Islamiyah Mundu Kabupaten Cirebon. Adapun teknik pengambilan sampel yang akan digunakan adalah Cluster Random Sampling.
Beberapa tahapan-tahapan uji coba instrumen adalah:
a. Uji validitas
Menurut Arikunto (2010 : 211), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur (instrumen). Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2011 : 173).
Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan rumus Pearson
Product Moment yang ditemukan oleh Karl Pearson tahun 1900.
Kegunaannya (Riduwan, 2011 : 138) untuk mengetahui derajat hubungan dan kontribusi variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent). Rumusnya (Surapranata, 2004 : 58-59) adalah:
∑ –(∑ )(∑ )
[( ∑ (∑ ) ][( ∑ (∑ ) ]
Keterangan:
= Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
= Skor butir/item
= Skor total (seluruh item) n = Jumlah responden
Hasil uji validitas instrumen tes Hasil Belajar Matematika Siswa pada signifikansi 0.05 dengan uji 2 sisi dan jumlah data (n) = 29 sehingga df = n – 2, diperoleh rtabel = 0.367. Menunjukkan dari 25 butir pertanyaan yang diajukan dalam soal tes, ternyata 5 butir diantaranya dinyatakan tidak valid, yaitu nomor 3, 5, 13, 16 dan 22. Sehingga butir pertanyaan yang dinyatakan valid ada 20 butir, yaitu 1, 2, 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 23, 24, dan 25.
b. Uji reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang (Priyatno, 2011 : 69). Menurut Surapranata (2004 : 86), metode yang mempelajari, mengidentifikasi, dan mengestimasi keajegan atau ketidakajegan skor tes merupakan fokus dari pengkajian tentang reliabilitas.
Reliabilitas angket dan soal tes dihitung dengan maksud untuk mengetahui sejauhmana alat evaluasi dapat dipakai dua kali
pengukuran gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konstan, sehingga dapat digunakan sebagai pengumpul data.
Dalam penelitian ini pengujian reliabilitas instrumen penelitian menggunakan rumus Alpha Cronbach (Surapranata, 2004 : 114):
= − 1 . 1 −∑ Dimana:
= Koefisien reliabilitas internal = Jumlah butir soal
∑ = Jumlah varian dari skor soal
= Jumlah varian dari skor total
Tabel 3.6
Klasifikasi Koefisien Reliabilitas
Nilai Kriteria
0.90 ≤ ≤ 1.00 Sangat Tinggi
0.70 ≤ < 0.90 Tinggi
0.40 ≤ < 0.70 Sedang
0.20 ≤ < 0.40 Rendah
< 0.20 Sangat Rendah
Setelah diperoleh harga hitung selanjutnya untuk dapat diputuskan instrumen tersebut reliabel atau tidak, harga tersebut dibandingkan dengan harga rtabel. Dengan n =29 taraf kesalahan 5%
diperoleh rtabel = 0.367. Jika rhitung > rtabel, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut reliabel.
Penulis menggunakan bantuan program Microsoft Word Excel 2007 untuk menguji reliabilitas angket dan tes. Dari hasil uji reliabilitas diketahui bahwa tingkat koefisien reliabilitas 22 butir pernyataan instrumen angket tentang Penggunaan Apliksai GeoGebra
adalah 1,03. Maka dapat disimpulkan bahwa instrumen angket tentang Penggunaan Aplikasi GeoGebra reliabel, karena rhitung > rtabel (1,03 >
0.367).
Demikian juga hasil uji terhadap 20 butir pertanyaan instrumen tes hasiil belajar matematika siswa, menunjukkan tingkat koefisien reliabilitas yaitu 0.7821. Karena rhitung > rtabel (0.7821> 0.367), maka instrumen tes hasil belajar matematika siswa reliabel. Menurut Klasifikasi Koefisien Reliabilitas antara 0.70 ≤ < 0.90 termasuk dalam kategori reliabilitas tinggi.
c. Daya pembeda
Yang dimaksud dengan indeks daya pembeda tes adalah indeks yang digunakan untuk membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah. Untuk menentukan daya pembeda suatu soal harus diurutkan dari nilai tertinggi siswa ke nilai terendah siswa, setelah itu membagi jawaban siswa tersebut ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok atas dan kelompok bawah. Setelah terurut, maka kita bisa menentukan daya pembeda soal itu. Rumus yang digunakan (Surapranata, 2004 : 31) adalah:
= ∑ ∑
Keterangan:
D = indeks daya pembeda
∑ = jumlah peserta tes yang menjawab benar pada kelompok atas
∑ = jumlah peserta tes yang menjawab benar pada kelompok bawah
= skor maksimum
= jumlah peserta tes kelompok atas = jumlah peserta tes kelompok bawah
Interprestasi daya pembeda setiap butir soal dapat dilihat pada tabel klasifikasi berikut:
Tabel 3.7
Klasifikasi Daya Pembeda
Nilai D Kriteria
D ≤ 0.20 Jelek
0.21 ≤ D ≤ 0.40 Cukup
0.41 ≤ D ≤ 0.70 Baik
0.71 ≤ D ≤ 1.00 Sangat Baik
(Suwarto, 2007:170)
Penulis menguji daya pembeda dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Dari hasil perhitungannya diperoleh daya pembeda untuk soal nomor 1, 17, 24, dan 25 dengan kriteria soal sangat baik, untuk soal nomor 2, 3, 4, 7, 8, 9, 10, dan 11 dengan kriteria soal baik. Adapun untuk soal nomor 6, 14, 15, dan 21 dengan kriteria cukup, untuk soal nomor 5, 12, 16, 18, 19, dan 23 dengan kriteria jelek sedangkan untuk soal nomor 13 dengan kriteria sangat jelek.
d. Indeks kesukaran
Tingkat kesukaran merupakan jumlah peserta tes yang menjawab benar pada butir soal yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah atau tidak terlalu sukar (Arikunto, 2010 : 207).
Tingkat kesukaran itu diperoleh dengan menggunakan rumus (Surapranata, 2004 : 12):
= ∑
Keterangan:
= tingkat kesukaran atau proporsi menjawab benar
∑ = banyaknya peserta tes yang menjawab benar
= skor maksimum N = jumlah peserta tes
Interprestasi tingkat kesukaran setiap butir soal dapat dilihat pada tabel klasifikasi berikut:
Tabel 3.8
Klasifikasi Koefisien Indeks Kesukaran
Nilai Kriteria
< 0.30 Sukar
0.30 ≤ ≤ 0.70 Sedang
> 0.70 Mudah
(Surapranata, 2004 : 21)
Penulis menguji tingkat kesukaran dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Dari hasil perhitungannya diperoleh beberapa kriteria soal, yaitu soal sedang nomor 9, 12, 16, dan 25, dan soal mudah yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 13, 14, 15, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, dan 24.
F. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, penulis selanjutnya menganalisis data untuk mencari korelasi antara penggunaan Aplikasi GeoGebra dengan Hasil Belajar matematika siswa. Adapun langkah- langkahnya sebagai berikut:
1. Uji Prasyaratan Analisis a. Uji Normalitas Residual
Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah sampel yang dipilih berdistribusi normal atau tidak. Hal ini penting diketahui berkaitan dengan ketetapan pemilihan uji statistik yang akan dipergunakan. Uji parametrik misalnya, mengisyaratkan data
harus berdistribusi normal. Apabila data tidak berdistribusi normal, maka disarankan untuk menggunakan uji non parametrik. Uji normalitas yang digunakan dalam analisis ini adalah uji normalitas residual.
Rumus yang digunakan untuk uji normalitas data yaitu dengan menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov (Sugiyono, 2007:
156) sebagai berikut:
D = | S (X) – f0 (X) | Dimana,
D = Deviasi maksimum
S (X) = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif sampel f0 = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif teoritis
Sementara rumus untuk mencari residu dari persamaan regresi (Siregar, 2010 : 232) adalah:
e = | − Ŷ | Dimana,
e = nilai residual atau error = nilai
Ŷ = nilai yang diproyeksikan
Penulis menggunakan bantuan program SPSS 17.0 untuk menguji normalitas data. Hasil uji normalitas dapat dilihat dari output Test Of Normality. Apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
b. Uji homogenitas
Pengujian homogenitas adalah pengujian mengenai sama atau tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang satu memiliki persamaan (sifat homogen) atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis Independent Sample T Test. Uji
homogenitas dapat dilakukan dengan Uji Levene (Levene Test) sebagai berikut:
= ( − ) ∑ ( − ̅)
( − 1) ∑ ∑ ( − )
Dimana, = | - | = ∑
= ∑
Keterangan:
L = nilai Levene hitung
W = jumlah bobot keseluruhan data = rata-rata grup ke-i
k = banyaknya grup
= banyaknya data dari grup ke-i = bobot ke-j dari grup ke-i = nilai ke-j dari grup ke-i
Penulis menggunakan bantuan program SPSS 17.0 untuk menguji homogenitas data. Hasil uji homogenitas dapat dilihat dari output Test Homogeneity of Variance. Apabila nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa data homogen.
c. Uji Linieritas
Uji Linieritas merupakan uji prasyarat yang biasanya dilakukan jika akan melakukan analisis korelasi atau regresi linier.
Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel secara signifikan mempunyai hubungan yang linier atau tidak. Pengujian pada SPSS 17.0 menggunakan Test for Linearity pada taraf signifikansi 0.05. Dua variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila nilai signifikansi pada Linearity kurang dari 0.05
(Priyatno, 2011 : 89). Rumus dari uji kelinieran regresi adalah sebagai berikut:
f =
Dimana,
= ∑ – (∑ ) - (n -1) dan = ∑ - ∑
2. Uji Hipotesis
a. Analisis Regresi
Regresi atau peramalan adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa yang paling mungkin terjadi di masa yang akan datang berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki agar kesalahannya dapat diperkecil. Salah satu kegunaan regresi dalam penelitian adalah untuk meramalkan atau memprediksi variabel terikat (Y) apabila variabel bebas (X) diketahui (Riduwan, 2011 : 147-148). Model umum dari persamaan regresi linier sederhana adalah:
= β + β +
Adapun rumus yang digunakan untuk menguji koefisien regresi (Sudjana, 2005 : 232) adalah sebagai berikut:
Ŷ = + X Dimana,
Ŷ = variabel terikat (dependent variable) X = variabel bebas (independent vaiable)
= konstanta atau bila harga X = 0 = koefisien regresi
= error
Untuk dapat menemukan persamaan regresi, maka harus dihitung terlebih dulu nilai dan . Rumusnya (Sugiyono, 2007 : 245) sebagai berikut:
= (∑ ) ∑ (∑ )(∑ )
∑ – (∑ )
= ∑ – (∑ )(∑ )
∑ – (∑ )
Dimana,
Xi = variabel X Yi = variabel Y
b. Uji Koefisien Korelasi
Mencari koefisien korelasi bertujuan untuk menentukan tingkat hubungan antara variabel X dengan Y. Koefisien korelasi dapat dihitung dengan menggunakan rumus analisis korelasi Product Moment (Sugiyono, 2011 : 255) sebagai berikut:
(∑ ) (∑ )(∑ )
{( ∑( ) (∑ ) ) ( (∑( ) (∑ ) }
Keterangan:
N = banyak data
X = hasil tes variabel bebas Y = hasil tes variabel terikat
Kriteria pengujian menggunakan interpretasi terhadap korelasi atau nilai r sebagai berikut:
Tabel 3.9
Klasifikasi Koefisien Korelasi (Nilai r) Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0.00 – 0.199 Sangat Rendah
0.20 – 0.399 Rendah
0.40 – 0.599 Sedang
0.60 – 0.799 Kuat
0.80 – 1.000 Sangat Kuat
(Sugiyono, 2011 : 257)
Ketentuan bila rhitung < rtabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Tetapi sebaliknya, bila rhitung > rtabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.
c. Uji koefisien determinasi (kebaikan model)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi dari variabel X terhadap variabel Y (Riduwan, 2011 : 139). Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
KD = r2 x 100%
Dimana,
KD = nilai koefisien determinasi r = nilai koefisien korelasi
d. Uji Hipotesis (Uji-t)
Uji Hipotesis dilakukan untuk mengetahui makna pengaruh variabel X terhadap Y, yaitu terdapat pengaruh penggunaan Aplikasi GeoGebra terhadap hasil belajar matematika siswa. Adapun uji hipotesis ini menggunakan uji-t dengan rumus sebagai berikut:
th =
th = Dimana, th = t hitung
b = koefisien regresi
Sb = kesalahan baku koefisien regresi b Adapun kriteria penolakan dan penerimaan Ho:
Ho ditolak jika thitung > ttabel atau thitung < -ttabel, maka Ha diterima.
Ho diterima jika -thitung < ttabel < thitung, maka Ha ditolak.
(Hasan, 2002: 112-113)
G. Hipotesis Statistik
Hipotesis statistik pada penelitian yang berjudul “Penerapan Aplikasi GeoGebra terhadap Hasil Belajar Matematika pada Pokok Bahasan Transformasi Geometri (Studi Eksperimen pada Siswa MA Islamiyah Mundu Kab. Cirebon)” adalah sebagai berikut:
: = 0;
а : ≠ 0;