PENGARUH KESADARAN MEREK, ASOSIASI MEREK, PERSEPSI KUALITAS, DAN ASET-ASET MEREK LAINNYA PADA MINAT PEMBELIAN ULANG
SEPEDA MOTOR HONDA VARIO TECHNO DI PURWOREJO
Oleh Itok Hindarto
manajemen
[email protected] Abstrak
Pada saat ini persaingan antara merek-merek sepeda motor di Indonesia semakin ketat. Para produsen sepeda motor berusaha untuk memproduksi sepeda motor yang mampu memenuhi keinginan dan harapan masyarakat, salah satunya Perusahaan Astra Honda Motor.
PT. AHM memiliki beberapa varian sepeda motor matik, diantaranya Beat, Vario, Scoopy, Spacy, dan Revo matik, sedangkan Vario sendiri terdiri dari Vario 110, Vario Techno 110, Vario Techno 125 PGM-FI. Saat awal kemunculannya Honda Vario Techno 125 PGM-FI telah memberikan kejutan bagi PT. AHM, yaitu telah mampu melampaui target penjualan pada bulan pertama. Peningkatan penjualan tersebut kemungkinan disebabkan adanya pemahaman konsumen terhadap suatu merek produk.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan aset-aset merek lainnya pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM-FI di kota Purworejo.Populasi penelitian ini adalah semua konsumen Honda Vario Techno 125 PGM-FI di kota Purworejo. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang.
Pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling yaitu dengan Judgement Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert yang masing-masing sudah diuji coba dan telah memenuhi syarat validitas dan reliabilitas.
Pengujian hipotesis menggunakan regresi linier berganda.
Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM- FI dengan taraf signifikansi PValue 0,039 (< 0,05) dan berpengaruh sebesar 0,190. Asosiasi merek berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM- FI dengan taraf signifikansi PValue 0,003 (< 0,05) dan berpengaruh sebesar 0,286. Persepsi kualitas berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM-FI dengan taraf signifikansi PValue 0,020 (< 0,05) dan berpengaruh sebesar 0,206. Aset- aset merek lainnya berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM-FI dengan taraf signifikansi PValue 0,000 (< 0,05) dan berpengaruh sebesar 0,293.
Kata kunci: kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, aset-aset merek lainnya, dan minat pembelian ulang
A. Pendahuluan
Fenomena persaingan yang ada dalam era globalisasi akan semakin mengarahkan sistem perekonomian Indonesia ke mekanisme pasar yang memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan merebut market share (pangsa pasar). Untuk merumuskan strategi dalam meningkatkan pangsa pasar, salah satunya dapat dilakukan dengan cara mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli ulang konsumen.
Minat untuk melakukan pembelian ulang merupakan suatu tingkat motivasional seorang konsumen untuk mengulangi perilaku pembelian suatu produk, yang salah satunya ditunjukkan dengan penggunaan brand (merek) suatu produk secara berkelanjutan. Merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol, desain ataupun kombinasinya yang mengidentifikasikan suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan (Durianto, dkk, 2001). Apabila suatu merek dapat memberikan nilai tambah bagi suatu produk, maka dapat dinyatakan bahwa merek produk tersebut memiliki ekuitas merek (Aaker, 1991: 14).
Brand Equity (ekuitas merek) adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek nama, simbol, yang mampu menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau jasa baik pada perusahaan maupun pada pelanggan (Durianto, dkk, 2001). Brand equity dapat dikelompokkan ke dalam lima elemen menurut Aaker (1997) dalam Atul dan Jatmiko (2006: 131) yaitu, brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty dan other brand asset.
Pada saat ini persaingan antara merek-merek sepeda motor di Indonesia semakin ketat. Para produsen sepeda motor di Indonesia berlomba-lomba untuk memproduksi sepeda motor yang mampu memenuhi keinginan dan harapan masyarakat. Salah satu produsen sepeda motor di Indonesia yang mencoba untuk memenuhi harapan dan keinginan masyarakat akan sepeda motor adalah PT.
Astra Honda Motor. PT. Astra Honda Motor adalah pelopor industri sepeda motor
di Indonesia, yang didirikan pada 11 juni 1971 dengan nama awal PT. Federal Motor yang sahamnya secara mayoritas dimiliki oleh PT. Astra Internasional.
PT. AHM pada bulan maret 2012 meluncurkan sepeda motor tipe matik yang diberi nama Honda Vario Techno 125 PGM-FI (hondawelove.com). Saat awal kemunculannya, Honda Vario Techno 125 PGM-FI sudah langsung bersaing dengan sepeda motor matik injeksi dari perusahaan Yamaha yaitu Yamaha Mio J Teen. Kehadiran Vario Techno 125 PGM-FI yang dibalut mesin 125cc langsung memberikan kejutan bagi pihak AHM sendiri, yang sebelumnya pihak Honda menargetkan penjualan sebesar 70.000 ribu unit dalam satu bulan pertama, namun dalam kenyataannya sekitar 74.000 ribu unit mampu terjual dalam waktu singkat tersebut.
Pada akhir tahun 2012 Honda Vario Techno 125 PGM-FI meraih penjualan yang cukup tinggi yaitu mencapai 689.940 unit atau sekitar 21,35% dari total penjualan motor matik di Indonesia, sehingga menempatkan merek ini di posisi kedua setelah Honda Beat Karburator (AISI).
B. Metode Penelitian 1. Uji Instrumen
a. Uji Validitas
Uji validitas ini dilakukan dengan rumus Korelasi Pearson (Korelasi Product Moment). Jika korelasi faktor positif besarnya 0,3 ke atas, dapat dianggap sebagai konstruk kuat atau instrumen mempunyai validitas yang baik. Begitu pula sebaliknya, jika korelasi faktor negatif besarnya 0,3 ke bawah dapat dianggap sebagai konstruk lemah atau instrumen mempunyai validitas yang tidak baik (Sugiyono,2006).
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas menunjukkan tingkat kemantapan atau konsistensi suatu alat ukur (kuesioner). Kriteria yang dipakai adalah dengan melihat besarnya nilai Cronbach Alpha. Suatu alat ukur dapat disebut reliabel jika mempunyai
nilai Cronbach Alpha > 0,6 dan sebaliknya jika nilai Cronbach Alpha < 0,6 maka instrumen tidak reliabel (Arikunto, 2002: 170).
2. Teknik Analisis Data a. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2004: 169).
b. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda adalah analisa yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan bantuan komputer melalui program SPSS 19,0 for Windows. Persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2006: 261):
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Keterangan:
Y = Minat Membeli Ulang
a = Konstanta
b1, b2, b3, b4 = Koefisien Regresi
X1 = Kesadaran Merek
X2 = Asosiasi Merek X3 = Persepsi Kualitas
X4 = Aset-Aset Merek Lainnya
e = Error Term (Variabel Pengganggu)
3. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t. Uji t yaitu suatu pengujian pengaruh variabel bebas (X) secara individu atau parsial pada variabel terikat (Y) (Sugiyono, 2004: 292).
c. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh hasil bahwa nilai r hitung per item pertanyaan dan r hitung per variabel nilainya positif dan lebih dari 0,3, sedangkan hasil uji reliabilitas, diperoleh hasil bahwa semua variabel menghasilkan nilai Alpha > 0,6 dan Cronbach Alpha if Item Delected > 0,6, sehingga dapat disimpulkan bahwa kuesioner terbukti valid dan reliabel.
Hasil Uji Regresi Linier Berganda Variabel Standardized
Coeficients Beta P value Keterangan
Kesadaran
Merek 0,190 0,039 Positif dan signifikan
Asosiasi
Merek 0,286 0,003 Positif dan signifikan
Persepsi
Kualitas 0,206 0,020 Positif dan signifikan
Aset-Aset Merek Lainnya
0,293 0,000 Positif dan signifikan
Sumber: Data Primer Diolah, 2013
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai PValue variabel kesadaran merek sebesar 0,039 kurang dari 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang. Dengan demikian, hipotesis 1 (H1) yang menyatakan bahwa kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM-FI terdukung.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai PValue variabel asosiasi merek sebesar 0,003 kurang dari 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti asosiasi merek berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang.
Dengan demikian, hipotesis 2 (H2) yang menyatakan bahwa asosiasi merek berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM-FI terdukung.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai PValue variabel persepsi kualitas sebesar 0,020 kurang dari 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti persepsi kualitas berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang. Dengan demikian, hipotesis 3 (H3) yang menyatakan persepsi kualitas berpengaruh pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM-FI terdukung.
Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai PValue variabel aset-aset merek lainnya sebesar 0,000 kurang dari 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti aset-aset merek lainnya berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang. Dengan demikian, hipotesis 4 (H4) yang menyatakan aset- aset merek lainnya berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang terdukung.
d. Simpulan dan Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan aset-aset merek lainnya secara berpengaruh positif dan signifikan pada minat pembelian ulang Honda Vario Techno 125 PGM-FI.
Agar kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan aset-aset merek lainnya dari Honda Vario Techno 125 PGM-FI semakin meningkat, perusahaan perlu membuat iklan yang kreatif dan inovatif, perlu menyesuaikan harga yang ditawarkan dengan manfaat yang diperoleh, perlu mengembangkan mesin agar awet dan tahan lama, dan perusahaan perlu menambah bengkel AHHAS yang tersedia.
DAFTAR PUSTAKA
Aaker, D. A. (1991). Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of a Brand Name. New York: The Free Press.
Aaker, D. A. (1997). Managing Brand Equity. New York: The Free Press.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Atul, L. H., dan Jatmiko, J. A. S. (2006). Pengaruh Brand Equity Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Pengguna Sepeda Motor Honda Pada Mahasiswa Muhammmadiyah Magelang). Jurnal Analisis Bisnis dan Ekonomi. Vol. 4. hal 129-141. Magelang.
Durianto, D., Sugiarto, dan Sitinjak, T. (2001). Startegi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas Dan Perilaku Merek. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV. Alfabeta.
Sugiyono. (2006). Statistika untuk Penelitian (Cetakan Kesembilan ed.). Bandung: CV.
Alfabeta.
Data AISI 2012. (2012). Diakses dari autoblogindonesia.htm pada 21 Januari 2013.
Vario Techno 125 PGM-FI. (2012). Diakses dari www.welovehonda.com pada 21 Januari 2013.
U N I V E R S I T A S M U H A M M A D I Y A H P U R W O R E J O
F A K U L T A S E K O N O M I
A l a m a t : Jalan K.H.A. D a h l a n N o . 3 Telp./Faks. ( 0 2 7 5 ) 3 2 1 4 9 4 P U R W O R E J O 5 4 1 1 1
P E R S E T U J U A N REVIEWERARTIKEL
B e r d a s a r k a n h a s i l k a j i a n y a n g k a m i l a k u k a n m a k a :
J u d u l A r t i k e l : P e n g a r u h K e s a d a r a n M e r e k , A s o s i a s i M e r e k , P e r s e p s i K u a l i t a s , d a n A s e t - a s e t M e r e k l a i n n y a p a d a M i n a t P e r a b e l i a n U l a n g S e p e d a M o t o r V a r i o T e c h n o d i P u r w o r e j o
N a m a P e n y u s u n : I t o k H i n d a r t o N I M : 0 9 2 2 1 0 0 4 4
P r o g . S t u d i / U n i v . : M a n a j e m e n / U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h P u r w o r e j o d i n y a t a k a n m e m e n u h i p e r s y a r a t a n u n t u k d i u n g g a h k e d a l a m e-journal.
P u r w o r e j o , 1 2 A p r i l 2 0 1 3 Reviewer,
D w i I r a w a t i , S . E . , M . S i . . N I D N . 0 6 2 3 1 0 7 4 0 1
U N I V E R S I T A S M U H A M M A D I Y A H P U R W O R E J O
F A K U L T A S E K O N O M I
A l a m a t : Jalan K.H.A. D a h l a n N o . 3 Telp./Faks. ( 0 2 7 5 ) 3 2 1 4 9 4 P U R W O R E J O 5 4 1 1 1
P E R S E T U J U A N P E M B I M B I N G A R T I K E L
B e r d a s a r k a n h a s i l r e v i s i d a n d i s k u s i , m a k a :
J u d u l A r t i k e l : P e n g a r u h K e s a d a r a n M e r e k , A s o s i a s i M e r e k , P e r s e p s i K u a l i t a s , d a n A s e t - a s e t M e r e k l a i n n y a p a d a M i n a t P e m b e l i a n U l a n g S e p e d a M o t o r V a r i o T e c h n o d i P u r w o r e j o
N a m a P e n y u s u n : I t o k H i n d a r t o N I M : 0 9 2 2 1 0 0 4 4
P r o g . S t u d i / U n i v . : M a n a j e m e n / U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h P u r w o r e j o d i n y a t a k a n m e m e n u h i p e r s y a r a t a n u n t u k d i u n g g a h k e d a l a m e-journal.
P u r w o r e j o , 12 A p r i l 2 0 1 3 P e m b i m b i n s
I n t a n P u s p i t a s a r i , S . E . , M . S c . N I D N . 0 6 1 0 0 6 7 6 0 1
U N I V E R S I T A S M U H A M M A D I Y A H P U R W O R E J O F A K U L T A S E K O N O M I
A l a m a t : Jalan K.H.A. Dahlan N o . 3 Telp./Faks. (0275) 3 2 1 4 9 4 P U R W O R E J O 5 4 1 1 1
T A N D A B U K T I M E N E R I M A A N A R T I K E L
B e r d a s a r k a n h a s i l p e r s e t u j u a n p e m b i m b i n g d a n r e v i e w e r : J u d u l A r t i k e l
N a m a P e n y u s u n N I M
P e n g a r u h K e s a d a r a n M e r e k , A s o s i a s i M e r e k , P e r s e p s i K u a l i t a s , d a n A s e t - a s e t M e r e k l a i n n y a p a d a M i n a t P e m b e l i a n U l a n g S e p e d a M o t o r V a r i o T e c h n o d i P u r w o r e j o .
I t o k H i n d a r t o 0 9 2 2 1 0 0 4 4
P r o g . S t u d i / U n i v . : M a n a j e m e n / U n i v e r s i t a s M u h a m m a d i y a h P u r w o r e j o
t e l a h d i t e r i m a o l e h P e n g e l o l a J u r n a l S e g m e n d a n m e m e n u h i p e r s y a r a t a n u n t u k d i u n g g a h k e d a l a m e-journal U n t u k edisi No 1, Juli 2013.