PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO
PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA (PPAS) APBD PROVINSI GORONTALO
TAHUN ANGGARAN 2021
TIM ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH (TAPD)
PROVINSI GORONTALO
i DAFTAR ISI
DAFTAR ISI... i
BAB I PENDAHULUAN I.1
1.1. LATAR BELAKANG I.1
1.2. TUJUAN I.2
1.3. DASAR PENYUSUNAN I.2
BAB II RENCANA PENERIMAAN DAERAH II.1
2.1 RENCANA PENERIMAAN PENDAPATAN DAERAH II.1 2.2 RENCANA PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH II.1
BAB III PRIORITAS BELANJA DAERAH III.1
3.1 SINERGITAS PROGRAM PEMERINTAH PROVINSI III.1 TERHADAP PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
3.2 SINKRONISASI KEBIJAKAN PEMERITAH KAB/KOTA III.11 DENGAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI
3.3 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH BERDASARKAN III.11 PRIORITAS DAERAH
3.4 PRIORITAS PROGRAM/KEGIATAN DAN INDIKATOR III.12 KINERJA
BAB IV PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN URUSAN IV.1 PEMERINTAHAN DAN PROGRAM/KEGIATAN
4.1 PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN IV.1 URUSAN PEMERINTAHAN
4.2. PLAFON ANGGARAN SEMENTARA UNTUK BELANJA IV.3 DAERAH
BAB V RENCANA PEMBIAYAAN DAERAH V.1
BAB VI PENUTUP VI.1
ii DAFTAR TABEL DAN GAMBAR
1. TABEL 2.1 PLAFON ANGGARAN PENDAPATAN DAN PENERIMAAN II.2 DAERAH TAHUN 2021
2. TABEL 3.1 KESELARASAN PRIORITAS PEMBANGUNAN RPJMN 2020- III.11 2024 DENGAN RPJMD 2017-2022 PROVINSI GORONTALO
3. TABEL 3.2 KESELARASAN PROGRAM PRIORITAS RKP 2021 DENGAN III.12 RKPD 2021
4. TABEL 4.1 PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA IV.2 MENURUT ORGANISASI PEMERINTAHAN TA. 2021
5. TABEL 4.2 PLAFON ANGGARAN SEMENTARA UNTUK BELANJA IV.3 DAERAH TA. 2021
6. TABEL 5.1 RINCIAN PLAFON ANGGARAN PEMBIAYAAN DAERAH V.1 TAHUN ANGGARAN 2021
I-1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, maka seluruh rencana pembangunan yang akan dianggarkan dalam APBD dan telah disepakati dalam Kebijakan Umum Angggaran antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dengan Pemerintah Daerah terlebih dahulu dibuat kesepakatan lagi antara Pemerintah Daerah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam bentuk Nota Kesepakatan tentang Prioritas Plafon Anggaran Sementara.
Penyusunan dokumen PPAS Provinsi Gorontalo TA. 2021 pada dasarnya merupakan salah satu tahapan dari proses penyusunan APBD Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2021. Pemerintah Provinsi Gorontalo menyusun dokumen Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) melalui tahapan : (1) menentukan skala prioritas pembangunan daerah yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Gorontalo tahun 2021; (2) menentukan prioritas program untuk masing-masing urusan yang disinkronisasikan dengan prioritas dan program nasional yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah tahun 2021; serta (3) menyusun plafon anggaran sementara untuk masing-masing program/kegiatan.
Dokumen PPAS memuat prioritas pembangunan daerah sebagaimana sasaran pembangunan yang ingin dicapai termasuk program prioritas dari OPD terkait dengan patokan batas maksimal anggaran. Pagu sementara tersebut akan menjadi pagu definitif setelah peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) disepakati antara Kepala Daerah dan DPRD serta ditetapkan oleh Kepala Daerah.
Patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada OPD untuk setiap program menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA–SKPD) tahun anggaran 2021.
I-2 1.2 Tujuan
Tujuan penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Provinsi Gorontalo tahun 2021 adalah sebagai pedoman dalam penyusunan rancangan APBD Provinsi Gorontalo tahun anggaran 2021.
1.3 Dasar Penyusunan
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) disusun berdasarkan tahapan sebagai berikut :
1. menentukan skala prioritas pembangunan daerah;
2. menentukan prioritas program, kegiatan, dan sub kegiatan untuk masing- masing urusan yang disinkronkan dengan prioritas dan program nasional yang tercantum dalam rencana kerja Pemerintah Pusat setiap tahun untuk pemerintah provinsi;
3. menentukan prioritas program, kegiatan, dan sub kegiatan untuk masing- masing urusan yang disinkronkan dengan prioritas dan program nasional yang tercantum dalam rencana kerja Pemerintah Pusat dan Prioritas serta program Provinsi yang tercantum dalam rencana kerja Pemerintah Provinsi setiap tahun untuk Pemerintah Kabupaten/Kota; dan.
4. menyusun capaian kinerja, sasaran, dan plafon anggaran sementara untuk masing-masing program, kegiatan, dan sub kegiatan.
Selain beberapa hal tersebut, penyusunan PPAS tahun 2021 didasarkan pada ketentuan perundang-undangan sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
3. Undang-Undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
4. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2014 Nomor 15, Tambahan
I-3
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4135) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2015 Nomor 05, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4028);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2018 Nomor 90);
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun anggaran 2020;
8. Peraturan Daerah Nomor 03 tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
9. Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2011 tentang Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Gorontalo;
10. Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Gorontalo 2007 – 2025;
11. Peraturan Gubernur Gorontalo Nomor 26 tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo Tahun 2021.
II-1 BAB II
RENCANA PENERIMAAN DAERAH
2.1 Rencana Penerimaan Pendapatan Daerah
Pendapatan daerah adalah hak Pemerintah Daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih. Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui rekening kas umum daerah, yang menambah ekuitas dana lancar sebagai hak pemerintah daerah dalam 1 (satu) tahun anggaran yang tidak perlu dibayar kembali oleh daerah. Target pendapatan daerah meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.
Berdasarkan pada kebijakan penerimaan pendapatan daerah dalam Kebijakan Umum Anggaran Provinsi Gorontalo Tahun 2021, maka target pendapatan daerah dalam Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Provinsi Gorontalo Tahun 2021 diprediksi sebesar Rp1.760.709.241.818,67 atau turun sebesar Rp30.542.534.991,25 (1,71%) dibanding APBD tahun 2020 sebesar Rp1.791.251.776.809,92
2.2 Rencana Penerimaan Pembiayaan Daerah
Pembiayaan ditetapkan untuk menutup defisit yang disebabkan oleh lebih besarnya belanja daerah dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh.
Penyebab utama terjadinya defisit anggaran adalah adanya kebutuhan pembangunan daerah yang semakin meningkat di satu sisi dan semakin terbatasnya jumlah pendapatan di sisi lain.
Penerimaan pembiayaan pada Tahun 2021 direncanakan sebesar Rp879.352.534.667,20 yang berasal dari SiLPA Tahun 2020 dan penerimaan pinjaman daerah. Rincian pendapatan dan penerimaan pembiayaan sebagaimana tersebut diatas, tertuang dalam Tabel 2.1 berikut:
II-2 Tabel 2.1
Plafon Anggaran Pendapatan dan Penerimaan Daerah Tahun 2021
URAIAN KU-APBD 2021 DASAR HUKUM
4 PENDAPATAN DAERAH 1.760.709.241.818,67
4.1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 331.214.595.818,67
a Pendapatan Pajak Daerah 295.573.589.420,50
b Hasil Retribusi Daerah 4.366.960.000,00
c Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 3.230.454.894,00
d Lain-lain PAD yang sah 28.043.591.504,17
4.2 PENDAPATAN TRANSFER 1.426.494.646.000,00
a Transfer Pemerintah Pusat 1) Dana Perimbangan
a) Dana Transfer Umum
(1) Dana Bagi Hasil (DBH) 20.736.684.000,00 (2) Dana Alokasi Umum (DAU) 946.452.624.000,00 b) Dana Transfer Khusus
(2) Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 451.805.338.000,00 (2) Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik -
2) Dana Insentif Daerah 7.500.000.000,00
4.3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 3.000.000.000,00
a Hibah 3.000.000.000,00
JUMLAH PENDAPATAN DAERAH 1.760.709.241.818,67
6 PENERIMAAN PEMBIAYAAN
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya 474.749.861.331,20
Penerimaan Pinjaman Daerah 404.602.673.336,00
JUMLAH PENERIMAAN PEMBIAYAAN 879.352.534.667,20 TOTAL PENERIMAN DAERAH 2.640.061.776.485,87 NOMOR URUT
Sumber :Badan Keuangan Provinsi Gorontalo
III-1 BAB III
PRIORITAS BELANJA DAERAH
3.1 SINERGITAS PROGRAM PEMERINTAH PROVINSI TERHADAP PRIORITAS PEMBANGUNAN NASIONAL
Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, Undang – Undang tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa perencanaan pembangunan di daerah harus mengacu pada perencanaan yang lebih atas yaitu pada Pemerintah Pusat.
Sinkronisasi kebijakan Pemerintah Provinsi dengan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2021, meliputi :
A. Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan, antara lain;
1. Urusan Pemerintahan Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Urusan Pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup.
Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) 2. Urusan Pemerintahan Bidang Pangan.
a. Program Pengelolaan Sumber Daya Ekonomi untuk Kedaulatan dan Kemandirian Pangan.
b. Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat.
c. Program Penanganan Kerawanan Pangan.
d. Program Penanganan Keamanan Pangan.
3. Urusan Pemerintahan Bidang Kelautan dan Perikanan.
a. Program Pengelolaan Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
b. Program Pengelolaan Perikanan Tangkap.
c. Program Pengelolaan Perikanan Budaya.
d. Program Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan.
e. Program Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.
4. Urusan Pemerintahan Bidang Pariwisata
a. Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata.
b. Program Pemasaran Pariwisata.
c. Program Pengembangan Ekonomi Kreatif Melalui Pemanfaatan dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.
d. Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan ekonomi kreatif.
5. Urusan Pemerintahan Bidang Pertanian
III-2
a. Program Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian.
b. Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana Pertanian.
c. Program Pengendalian Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner.
d. Program Pengendalian dan Penanggulangan Bencana Pertanian.
e. Program Perizinan Usaha Pertanian.
f. Program Penyuluhan Pertanian.
6. Urusan Pemerintahan Bidang Kehutanan a. Program Pengelolaan Hutan.
b. Program Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
c. Program Pendidikan dan Pelatihan, Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kehutanan.
d. Program Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS).
7. Urusan Pemerintahan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.
a. Program Pengelolaan Aspek Kegeologian.
b. Program Pengelolaan Mineral dan Batubara.
c. Program Pengelolaan Energi Terbarukan.
d. Program Pengelolaan Ketenagalistrikan.
8. Urusan Pemerintahan Bidang Perindustrian.
a. Program Perencanaan dan Pembangunan Industri.
b. Program Pengendalian Izin Usaha Industri.
c. Program Pengelolaan Sistem Informasi Industri Nasional.
B. Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan dan Menjamin Pemerataan, antara lain:
1. Urusan Pemerintahan Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
a. Program Pelayanan Izin Usaha Simpan Pinjam.
b. Program Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi.
c. Program Penilaian Kesehatan KSP/USP Koperasi.
d. Program Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian.
e. Program Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi.
f. Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil dan Usaha Mikro (UMKM).
g. Program Pengembangan UMKM.
2. Unsur Sekretariat Daerah.
Program Perekonomian dan Pengembangan.
III-3
3. Urusan Pemerintahan Bidang Transmigrasi.
a. Program Perencanaan Kawasan Transmigrasi.
b. Program Pembangunan Kawasan Transmigrasi.
c. Program Pengembangan Kawasan Transmigrasi.
4. Urusan Pemerintahan Bidang Pendidikan.
a. Program Pengelolaan Pendidikan.
b. Program Pengembangan Kurikulum.
c. Program Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
d. Program Pengendalian Perizinan Pendidikan.
e. Program Pengembangan Bahasa dan Sastra.
f. Program Pendidikan Dayah.
g. Program Penyelenggaraan Sekretariat Majelis Pendidikan.
5. Unsur Pendidikan dan Pelatihan.
Program Pengembangan Sumber Daya Manusia.
6. Unsur Penelitian dan Pengembangan.
Program Penelitian dan Pengembangan Daerah.
7. Urusan Pemerintahan Bidang Kesehatan.
a. Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat.
b. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan.
c. Program Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Makanan Minuman.
d. Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan.
8. Urusan Pemerintahan Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
a. Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).
b. Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
c. Program Pengembangan Sistem dan Pengelolaan Persampahan Regional.
d. Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah.
e. Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase.
f. Program Pengembangan Permukiman.
g. Program Penataan Bangunan Gedung.
h. Program Penataan Bangunan dan Lingkungannya.
i. Program Penyelenggaraan Jalan.
j. Program Pengembangan Jasa Konstruksi.
k. Program Penyelenggaraan Penataan Ruang.
III-4
9. Urusan Pemerintahan Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
a. Program Pengembangan Perumahan.
b. Program Kawasan Permukiman serta Permukiman Kumuh.
c. Program Peningkatan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU).
d. Program Peningkatan Pelayanan Setrifikasi, Kualifikasi, Klasifikasi dan Registrasi Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
10.Urusan Pemerintahan Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat.
a. Program Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Umum.
b. Program Penanggulangan Bencana.
c. Program Penanggulangan Kebakaran.
11.Urusan Pemerintahan Bidang Sosial.
a. Program Pemberdayaan Sosial.
b. Program Penanganan Warna Negara Migran Korban Tindak Kekerasan.
c. Program Perlindungan dan Jaminan Sosial.
d. Program Penanganan Bencana.
e. Program Pengelolaan Taman Makam Pahlawan.
12.Urusan Pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup.
a. Program Perencanaan Lingkungan Hidup.
b. Program Pengendalian Pencemaran atau Kerusakan Lingkungan Hidup.
c. Program Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (Kehati).
d. Program Pengendalian Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (Limbah B3).
e. Program Pembinaan dan Pengawasan terhadap Izin Lingkungan dan Izin Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).
f. Program Pengaduan Keberadaan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Kearifan Lokal dan Hak MHA yang terkait dengan PPLH.
g. Program Peningkatan Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Lingkungan Hidup untuk Masyarakat.
h. Program Penghargaan Lingkungan Hidup untuk Masyarakat.
i. Program Penanganan Pangaduan Lingkungan Hidup.
j. Program Pengelolaan Persampahan.
C. Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing, antara lain:
III-5
1. Urusan Pemerintahan Bidang Pengendalian Penduduk dan Keuarga Berencana.
a. Program Pengendalian Penduduk.
b. Program Pembinaan Keluarga Berencana (KB).
c. Program Pemberdayaan dan Peningkatan Keluarga Sejahtera (KS).
2. Urusan Pemerintahan Bidang Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
a. Program Pendaftaran Penduduk.
b. Program Pencatatan Sipil.
c. Program Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan.
d. Program Pengelolaan Profil Kependudukan.
3. Urusan Pemerintahan Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat.
a. Program Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Umum.
b. Program Penanggulangan Bencana.
c. Program Penanggulangan Kebakaran.
4. Urusan Pemerintahan Bidang Sosial.
a. Pogram Pemberdayaan Sosial.
b. Program Penanganan Warna Negara Migran Korban Tindak Kekerasan.
c. Program Rehabilitasi Sosial.
d. Program Perlindungan dan Jaminan Sosial.
e. Program Penanganan Bencana.
f. Program Pengelolaan Taman Makam Pahlawan.
5. Urusan Pemerintahan Bidang Kesehatan.
a. Program Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat.
b. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan.
c. Program Sediaan Farmasi, Alat Kesahatan dan Makanan Minuman.
d. Program Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan.
6. Urusan Pemerintahan Bidang Pendidikan.
a. Program Pengelolaan Pendidikan.
b. Program Pengembangan Kurikulum.
c. Program Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
d. Program Pengendalian Perizinan Pendidikan.
e. Program Pengembangan Bahasa dan Sastra.
III-6 f. Program Pendidikan Dayah.
7. Urusan Pemerintahan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
a. Program Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan.
b. Program Perlindungan Perempuan.
c. Program Peningkatan Kualitas Keluarga.
d. Program Sistem Data Gender dan Anak.
e. Program Pemenuhan Hak Anak (PHA).
f. Program Perlindungan Khusus Anak.
8. Urusan Pemerintahan Bidang Kepemudaan dan Olahraga.
a. Program Pengembangan Kapasitas Daya Saing Kepemudaan.
b. Program Pengembangan Daya Saing Keolahragaan.
c. Program Pengembangan Kapasitas Kepramukaan.
9. Urusan Pemerintahan Bidang Tenaga Kerja.
a. Program Perencanaan Tenaga Kerja.
b. Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja.
c. Program Penempatan Tenaga Kerja.
d. Program Hubungan Industrial.
e. Program Pengawasan Ketenagakerjaan.
10.Urusan Pemerintahan Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
a. Program Penataan Desa.
b. Program Peningkatan Kerjasama Desa.
c. Program Administrasi Pemerintahan Desa.
d. Program Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan, Lembaga Adat dan Masyarakat Hukum Adat.
e. Program Pemberdayaan Masyarakat.
11.Urusan Pemerintahan Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
a. Program Pelayanan Izin Usaha Simpan Pinjam.
b. Program Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi.
c. Program Penilaian Kesehatan KSP/USP Koperasi.
d. Program Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian.
e. Program Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi.
f. Program Pemberdayaan Usaha Menengah, Usaha Kecil dan Usaha Mikro (UMKM).
g. Program Pengembangan UMKM
III-7
12.Urusan Pemerintahan Bidang Penanaman Modal.
a. Program Pengembangan Iklim Penanaman Modal.
b. Program Promosi Penanaman Modal.
c. Program Pelayanan Penanaman Modal.
d. Program Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal.
e. Program Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal.
13.Urusan Pemerintahan Bidang Perdagangan.
a. Program Perizinan dan Pendaftaran Perusahaan.
b. Program Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan.
c. Program Stabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting.
d. Program Pengembangan Ekspor.
e. Program Standarisasi dan Perlindungan Konsumen.
f. Program Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri.
14.Urusan Pemerintahan Bidang Perindustrian.
a. Program Perencanaan dan Pembangunan Industri.
b. Program Pengendalian Izin Usaha Industri.
c. Program Pengelolaan Sistem Informasi Industri Nasional.
15.Unsur Sekretariat Daerah.
Program Perekonomian dan Pembangunan.
D. Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan, antara lain:
1. Unsur Kepegawaian
Program Kepegawaian Daerah 2. Urusan Pemerintahan Umum
a. Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan.
b. Program Peningkatan Peran Partai Politik dan Lembaga Pendidikan melalui Pendidikan Politik dan Pengembangan Etika serta Budaya Politik.
c. Program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan.
d. Program Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya.
e. Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional dan Peningkatan Kualitas dan Fasilitasi Penanganan Konflik Sosial.
3. Urusan Pemerintahan Bidang Pendidikan a. Program Pengelolaan Pendidikan.
b. Program Pengembangan Kurikulum.
c. Program Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
III-8
d. Program Pengendalian Perizinan Pendidikan.
e. Program Pengendalian Perizinan Pendidikan.
f. Program Pendidikan Dayah.
4. Unsur Pendidikan dan Pelatihan.
a. Program Pendaftaran Penduduk.
b. Program Pencatatan Sipil.
c. Program Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan.
d. Program Pengelolaan Profil Kependudukan.
5. Urusan Pemerintahan Bidang Kebudayaan a. Program Pengembangan Kebudayaan.
b. Program Pengembangan Kesenian Tradisional.
c. Program Pembinaan Sejarah.
d. Program Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya.
e. Program Pengelolaan Permuseuman.
6. Unsur Sekretariat Daerah
Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
E. Memperkuat infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar, antara lain:
1. Urusan Pemerintahan Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
a. Program Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).
b. Program Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum.
c. Program Pengembangan Sistem dan Pengelolaan Persampahan Regional.
d. Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Air Limbah.
e. Program Pengelolaan Dan Pengembangan Sistem Drainase.
f. Program Pengembangan Permukiman.
g. Program Penataan Bangunan Gedung.
h. Program Penataan Bangunan dan Lingkungannya.
i. Program Penyelenggaraan Jalan.
j. Program Pengembangan Jasa Konstruksi.
k. Program Penyelenggaraan Penataan Ruang.
2. Urusan Pemerintahan Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
a. Program Pengembangan Perumahan.
b. Program Kawasan Permukiman serta Pemukiman Kumuh.
c. Program Peningkatan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU).
III-9
d. Program Peningkatan Pelayanan Sertifikasi, Kualifikasi, Klasifikasi dan Registrasi Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
3. Unsur Kewilayahan.
Program Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan.
4. Urusan Pemerintahan Bidang Perhubungan.
a. Program Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
b. Program Pengelolaan Pelayaran.
c. Program Pengelolaan Penerbangan.
d. Program Pengelolaan Perkeretaapian.
5. Urusan Pemerintahan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.
a. Program Pengelolaan Aspek Kegeologian.
b. Program Pengelolaan Mineral dan Batubara.
c. Program Pengelolaan Energi Terbarukan.
d. Program Pengelolaan Ketenagakelistrikan.
6. Urusan Pemerintahan Bidang Komunikasi dan Informatika.
a. Program Informasi dan Komunikasi Publik.
b. Program Aplikasi Informatika.
F. Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim, antara lain:
1. Urusan Pemerintahan Bidang Lingkungan Hidup a. Program Perencanaan Lingkungan Hidup.
b. Program Pengendalian Perencanaan Lingkungan dan Kerusakan Lingkungan Hidup.
c. Program Pengelolaan Keanekaragaman Hayati.
d. Program Pengendalian Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Limbah BAhan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3).
e. Program Pembinaan dan Pengawasan terhadap Izin Lingkungan dan Pengelolaan Hidup (PPLH).
f. Program Pengakuan Keberadaan Masyarakat Hukum Adat (MHA), Kearifan Lokal dan Hak MHA yang terkait PPLH.
g. Program Peningkatan Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Lingkungan Hidup untuk Masyarakat.
h. Program Penghargaan Lingkungan Hidup untuk Masyarakat.
i. Program Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup.
j. Program Pengelolaan Persampahan.
III-10
2. Urusan Pemerintahan Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat.
a. Program Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Umum.
b. Program Penanggulangan Bencana.
c. Program Penanggulangan Kebakaran.
3. Urusan Pemerintahan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral a. Program Pengelolaan Aspek Kegeologian.
b. Program Pengelolaan Mineral dan Batubara.
c. Program Pengelolaan Energi Terbarukan.
G. Memperkuat Stabilitas Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan dan Transformasi Pelayanan Publik, antara lain:
1. Unsur Kepegawaian.
Program Kepegawaian Daerah.
2. Unsur Sekretariat Daerah.
Program Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
3. Urusan Pemerintahan Umum.
a. Program Penguatan Ideologi Pancasila dan Karakter Kebangsaan.
b. Program Peningkatan Peran Partai Politik dan Lembaga Pendidikan melalui Pendidikan Politik dan Pengembangan Etikacserta Budaya Politik.
c. Program Pemberdayaan dan Pengawasan Organisasi Kemasyarakatan.
d. Program Pembinaan dan Pengembangan Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya.
e. Program Peningkatan Kewaspadaan Nasional dan Pendidikan Kualitas dan Fasilitasi Penanganan Konflik Sosial.
4. Unsur Sekretariat DPRD.
a. Program Layanan dan Administrasi Keuangan.
b. Program Dukungan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD.
c. Program Sekretariat DPRD
5. Urusan Pemerintahan Bidang Komunikasi dan Informatika.
a. Program Informasi dan Komunikasi Publik.
b. Program Aplikasi Informatika.
6. Urusan Pemerintahan Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat.
a. Program Peningkatan Ketentraman dan Ketertiban Umum.
b. Program Penanggulangan Bencana.
III-11 c. Program Penanggulangan Kebakaran.
3.2 SINKRONISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DENGAN PRIORITAS PEMBANGUNA PROVINSI
Keselarasan perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah merupakan cerminan dari harmonisnya arah pembangunan di pusat dan di daerah. Hal ini menjadi penting, agar pembangunan daerah tidak menuju ke arah yang berlawanan dengan terhadap arah pembangunan nasional.
Adapun beberapa keselarasan perencanaan pembangunan Provinsi Gorontalo yang selaras dengan perencanaan pembangunan nasional dapat dicermati sebagai berikut:
Tabel 3.1
Keselarasan Prioritas Pembangunan RPJMN 2020-2024 dengan RPJMD 2017- 2022 Provinsi Gorontalo
Agenda Pembangunan RPJMN 2020-
2024 (PrioritasNasional) Prioritas Daerah RPJMD 2017-2022 Memperkuat ketahanan ekonomi untuk
pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan
Ekonomi kerakyatan yang meningkat
Pariwisata lebih mendunia Mengembangkan wilayah untuk mengurangi
kesenjangan dan menjamin pemerataan - Meningkatkan sumber daya manusia yang
berkualitas dan berdaya saing Pendidikan yang lebih berkualitas Kesehatan lebih prima
Revolusi mental dan pembangunan
kebudayaan Agama dan budaya lebih semarak
Memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar
Infrastruktur lebih merata
Membangun lingkungan hidup, meningkatkan
ketahanan bencana dan perubahan iklim Lingkungan hidup lebih lestari Memperkuat stabilitas Polhukhankam dan
trasnformasi pelayanan publik Pemerintahan lebih melayani
3.3 PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH BERDASARKAN PRIORITAS DAERAH
Prioritas dan sasaran pembangunan pada tahun 2021 adalah penjabaran berupa strategi arah kebijakan yang dirumuskan dalam rangka menentukan arah pembangunan pada tahun 2021, di sektor-sektor pembangunan yang
III-12
diproyeksikan akan berkontribusi optimal dalam pencapaian target daerah serta target sektoral. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan sebelumnya diawali dengan indentifikasi permasalahan yang dihadapi Provinsi Gorontalo di tahun 2019.
3.4 PRIORITAS PROGRAM/KEGIATAN DAN INDIKATOR KINERJA
Tabel 3.2
Keselarasan Program Prioritas RKP 2021 dengan RKPD 2021
No Agenda
Pembangunan Program Prioritas RKP Tahun
2021 Program Prioritas RKPD Provinsi Gorontalo Tahun 2021 1. Memperkuat
ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan
1. Pemenuhan kebutuhan energi dengan
mengutamakan
peningkatan energy baru terbarukan (EBT)
2. Peningkatan
kuantitas/ketahanan air untuk mendukung pertumbuhan ekonomi 3. Peningkatan ketersediaan,
akses dan kualitas konsumsi pangan
4. Peningkatan pengelolaan kemaritiman, perikanan dan kelautan
1. Program Penyelidikan pelayanan, pembinaan dan pengawasan, pengendalian air tanah
2. Pengembangan kinerja air minum dan sanitasi
3. Peningkatan nilai tambah hasil pertanian
4. Program peningkatan produksi pertanian/populasi ternak berkelanjutan
5. Program penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (PAHASUH)
6. Program ketersediaan dan penanganan kerawanan pangan 7. Program pengembangan distribusi,
pemantauan, dan stabilisasi harga serta penguatan cadangan pangan 8. Program pengembangan
diversifikasi pangan dan
peningkatan keamanan pangan segar
9. Program optimalisasi pengelolaan dan pemasaran produksi perikanan 10. Pembinaan dan pengujian mutu
hasil perikanan
11. Program pengembangan perikanan tangkap
12. Program pelayanan sarana produksi perikanan
13. Program pengembangan perikanan tangkap (bantuan ikan untuk
III-13
5. Penguatan Kewirausahaan, usaha mikro, kecil,
menengah (UMKM) dan koperasi
6. Peningkatan nilai tambah, lapangan kerja dan investasi di sektor riil dan industrialisasi
7. Peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi dan
penguatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)
8. Penguatan pilar
pertumbuhan dan daya saing ekonomi
masyarakat miskin
14. Program Pengembangan industry kecil menengah
15. Program pengembangan koperasi dan UKM
16. Peningkatan nilai tambah hasil pertanian
17. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja
18. Program pelatihan berbasis kompetensi tenaga kerja, latihan transmigrasi dan pegembangan produktivitas daerah
19. Program peningkatan standarisasi mutu barang
20. Program peningkatan standarisasi mutu barang
21. Program pengembangan dan pengamanan perdagangan dalam negeri
22. Program pengembangan ekonomi produktif masyarakat miskin
23. Program pengembangan pemasaran pariwisata
24. Program pengembangan ekonomi kreatif, kelembagaan dan SDM pariwisata
2. Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing
1. Perlindungan sosial dan tata kelola kependudukan 2. Penguatan pelaksanaan
perlindungan sosial
3. Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan
1. Program pengembangan destinasi dan industri pariwisata
2. Program penanganan fakir miskin 3. Program pemberdayaan sosial 4. Program perlindungan dan jaminan
kesejahteraan sosial 5. Program rehabilitasi sosial 6. Program jaminan pemeliharaan
kesehatan
7. Program kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
pencegahan, pengendalian penyakit dan masalah kesehatan jiwa
8. Peningkatan mutu Fasyankes 9. Peningkatan sarana prasarana dan
pemeliharaan RS
10. Peningkatan kemitraan dan peningkatan pelayanan medik RS
III-14
4. Peningkatan pemerataan layanan pendidikan berkualitas
5. Peningkatan kualitas anak, perempuan dan pemuda
6. Peningkatan produktivitas dan daya saing
11. Program pendidikan untuk rakyat (bantuan studi bagi mahasiswa miskin)
12. Pendidikan menengah dan pendidikan khusus
13. Pembinaan guru dan tenaga kependidikan
14. Program pengembangan ekonomi kreatif, kelembagaan dan SDM pariwisata
15. Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja
16. Program pelatihan berbasis kompetensi tenaga kerja, latihan transmigrasi dan pengembangan produktivitas daerah
3. Memperkuat infrastruktur untuk mendukung
pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar
1. Infrastruktur pelayanan dasar
2. Infrastruktur ekonomi
3. Infrastruktur perkotaan
4. Energi dan ketenagalistrikan
5. Transformasi digital
1. Penyelenggaraan jalan dan jembatan
2. Peningkatan layanan transportasi 3. Peningkatan kapasitas keselamatan
transportasi
4. Program penyediaan rumah hunian layak bagi masyarakat miskin, korba bencana provinsi dan dampak pembangunan provinsi (Mahyani untuk masyarakt miskin)
5. Penyediaan rumah hunian layak bagi masyarakat miskin, korban bencana provinsi dan dampak pembangunan provinsi
6. Penyediaan lahan untuk kepentingan umum
7. Peningkatan kawasan permukiman 8. Program pembinaan dan
pengembangan bidang energy dan ketenagalistrikan (penyediaan listrik RT tidak mampu)
9. Pengembangan komunikasi informasi dan media massa 10. Kesempatan Kerja
4. Membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan
1. Peningkatan kualitas
lingkungan hidup 1. Pengembangan kinerja air minum dan sanitasi
2. Program penyelidikan pelayanan, pembinaan dan pengawasan,
III-15 bencana dan
perubahan iklim
2. Peningkatan ketahanan bencana dan iklim 3. Pembangunan rendah
karbon
pengendalian air tanah -
-
IV-1 BAB IV
PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN URUSAN PEMERINTAHAN DAN PROGRAM/KEGIATAN
4.1 Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan Urusan Pemerintahan
Kebijakan anggaran belanja tahun 2021 diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan untuk didasarkan pada prinsip money follow program priority yang bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas perencanaan anggaran dan memperjelas efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran.
Program dan kegiatan harus memberikan informasi yang jelas dan terukur serta memiliki korelasi langsung dengan keluaran yang diharapkan dari program dan kegiatan dimaksud ditinjau dari aspek indikator, tolok ukur dan target kinerjanya.
Orientasi belanja daerah diprioritaskan untuk efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing‐masing SKPD.
Dengan demikian, pada prinsipnya setiap peningkatan alokasi belanja yang direncanakan setiap pengguna anggaran harus diikuti peningkatan kinerja pelayanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beberapa penyesuaian yang dilakukan sejalan dengan adanya perubahan peraturan perundang‐undangan yang berlaku dalam kaitannya dengan pengaturan teknis anggaran belanja daerah, sepenuhnya merujuk pada Kebijakan Umum APBD TA 2021.
Berdasarkan hal tersebut, pada Tabel 4.1 disajikan prioritas dan plafon anggaran sementara belanja berdasarkan urusan Pemerintahan/SKPD sebesar Rp2.630.061.776.485,87. Uraian selengkapnya mengenai plafon anggaran sementara belanja langsung per urusan tahun anggaran 2021 disajikan pada Tabel 4.3.
IV-2
Tabel 4.1
Prioritas Dan Plafon Anggaran Sementara Menurut Organisasi Pemerintahan Tahun Anggaran 2021
KODE ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (OPD) ANGGARAN BELANJA
LANGSUNG KETERANGAN
1.01.01 DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA 609.774.934.906,89
1.02.01 DINAS KESEHATAN 326.843.478.728,15
RSUD dr. HASRI AINUN HABIBIE (RKA) 68.687.436.520,95 1.03.01 DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG 553.569.177.984,70 1.04.01 DINAS PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN 84.459.660.061,64 1.05.01 BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK 16.640.547.069,15 1.06.01 DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN
PERINDUNGAN ANAK
43.713.302.816,66
1.06.02 BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH 8.378.928.436,38
2.03.01 DINAS PANGAN 9.956.505.819,64
2.05.01 DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN 51.408.874.204,44 2.07.01 DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA,
ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN PENCATATAN SIPIL 11.119.486.706,44
2.09.01 DINAS PERHUBUNGAN 11.266.155.547,43
2.10.01 DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK 13.529.579.128,27 2.11.01 DINAS KOPERASI, UKM, PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN 27.977.370.177,03 2.12.01 DINAS PENANAMAN MODAL, ESDM DAN TRANSMIGRASI 27.251.399.112,51 2.17.01 DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN 9.199.917.287,23 3.01.01 DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN 74.267.159.817,94
3.02.01 DINAS PARIWISATA 27.698.730.930,88
3.03.01 DINAS PERTANIAN 146.177.159.910,01
4.01.03 PIMPINAN SETDA 31.012.774.810,57
- BIRO UMUM 18.654.904.653,46
- BIRO PENGADAAN 5.562.884.797,44
- BIRO PENGENDALIAN EKONOMI 5.642.922.687,81
- BIRO HUKUM 6.770.745.801,21
- BIRO PEMERINTAHAN DAN KESEJAHTERAAN RAKYAT 14.884.080.149,42
- BIRO HUMAS 10.231.350.113,27
4.01.04 SEKRETARIAT DPRD 71.858.416.760,83
4.01.08 BADAN PENGHUBUNG 9.146.015.055,98
4.01.09 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN PERLINDUNGAN
MASYARAKAT 14.633.252.660,02
4.02.01 INSPEKTORAT PROVINSI GORONTALO 16.812.126.362,44 4.03.01 BADAN PERENCANAAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
DAERAH 18.328.984.563,19
4.04.05 BADAN KEUANGAN 258.618.671.754,94
4.05.07 BADAN KEPEGAWAIAN 12.482.600.024,60
4.06.10 BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN 13.502.241.124,34 2.630.061.776.485,87
JUMLAH Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo
IV-3
4.2 Plafon Anggaran Sementara untuk Belanja Daerah
Berisikan plafon anggaran sementara untuk belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja modal, belanja tidak terduga, belanja bagi hasil kepada prov/kab/kota dan belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota/pemerintah desa yang dituangkan pada Tabel 4.2 berikut.
Tabel 4.2
Plafon Anggaran Sementara untuk Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021
NOMOR URAIAN PLAFON ANGGARAN
SEMENTARA (Rp.)
1 Belanja Pegawai 752.623.234.288,81
2 Belanja Barang dan Jasa 530.779.069.865,15
3 Belanja Hibah 234.504.259.268,00
4 Belanja Bantuan Sosial 24.246.935.404,91
5 Belanja Modal 884.588.554.334,20
6 Belanja Tidak Terduga 5.000.000.000,00
7 Belanja Bagi Hasil kepada Prov/Kab/Kota dan Pemdes 191.819.723.324,80
8 Belanja Bantuan Keuangan kepada Prov/Kab/Kota/Pemdes 6.500.000.000,00
TOTAL 2.630.061.776.485,87 Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo
V-1 BAB V
RENCANA PEMBIAYAAN DAERAH
Sebagaimana telah dipaparkan pada bab II, bahwa pada KU-APBD TA 2021, dengan penyerapan anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo yang semakin membaik setiap tahunnya sehingga pada tahun 2021 Pemerintah Provinsi Gorontalo belum merencanakan penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari SiLPA. Sedangkan untuk Pengeluaran Pembiayaan untuk tahun 2021 juga belum dianggarkan tetapi jika ada penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) yang signifikan, maka akan dipertimbangkan untuk dianggarkan pada pengeluaran pembiayaan penyertaan modal Pemerintah Provinsi Gorontalo ke PT.Bank SULUTGO.
Struktur pembiayaan daerah tahun anggaran 2021 dapat dilihat pada Tabel 5.1 berikut.
Tabel 5.1
Rincian Plafon Anggaran Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2021
NOMOR URAIAN
PLAFON ANGGARAN SEMENTARA TA. 2021
(Rp.)
PEMBIAYAAN DAERAH
6.1 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH
6.1.01 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya 474.749.861.331,20
6.1.04 Penerimaan Pinjaman Daerah 404.602.673.336,00
Jumlah Penerimaan Pembiayaan 879.352.534.667,20 6.2 PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH
6.2.02 Penyertaan Modal Pemerintah Daerah 10.000.000.000,00 Jumlah Pengeluaran Pembiayaan 10.000.000.000,00
PEMBIAYAAN NETTO 869.352.534.667,20 Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo