• Tidak ada hasil yang ditemukan

SERTIFIKASI BENIH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SERTIFIKASI BENIH"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

• PENGERTIAN : suatu cara pemberian sertifikat atas cara perbanyakan,

produksi dan penyaluran benih sesuai dengan peraturan yang

ditetapkan departemen pertanian republik indonesia

• TUJUAN : memelihara kemurnian

mutu benih dari varitas unggul serta meneyediakan nya secara kontinyu kepada petani

SERTIFIKASI BENIH

(2)

BADAN BENIH NASIONAL

• BBN BERADA DI LINGKUNGAN DEPARTEMEN PERTANIAN DAN BERTANGGUNG JAWAB KEPADA MENTERI PERTANIAN

• FUNGSI : MEMBANTU MENTAN DALAM MERENCANAKAN DAN MERUMUSKAN KEBIJAKAN DI BIDANG PERBENIHAN

(3)

BENIH BINA

• Adalah benih dari jenis dan atau varitas tanaman yang benihnya

sudah ditetapkan untuk diatur dan diawasi dalam pemasarannya

berdasarkan peraturan yang berlaku

(4)

• MENGAJUKAN PERMOHONAN

• PEMERIKSAAN LAPANGAN : 4 X

• PEMERIKSAAN GUDANG DAN PERALATAN

• PENGAWASAN TERHADAP BENIH YANG SEDANG DIOLAH ATAU

DISIMPAN

• PEMERIKSAAN LABORATORIUM : KADAR AIR, KEMURNIAN, DAYA TUMBUH

• PEMASANGAN LABEL DAN

PENYEGELAN BENIH BERSERTIFIKAT

PROSEDUR PELAKSANAAN

SERTIFIKASI BENIH

(5)

PERMOHONAN PEMERIKSAAN PENDAHULUAN

PEMERIKSAAN FASE VEGETATIF

PEMERIKSAANP VASE BUNGA PEMERIKSAANP

VASE MASAK PEMERIKSAANP

LABORATORIU M

PEMASANGAN LABEL

BENIH

BERSERTIFIKAT DINYATAKAN

LULUS

PROSEDUR SERTIFIKASI

(6)

STANDAR PERSYARATAN SERTIFIKASI BENIH

• Berlaku untuk semua benih tanaman pangan dan holtikultura

• Sertifikasi benih dilaksanakan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih dan merupakan pelaksana sertifikasi benih di Indonesia atau Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu yang telah ditunjuk.

(7)

Varietas tanaman

• Suatu varietas hanya dapat

disertifikasi bila telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian atas usul Badan

Benih Nasional.

(8)

Kelas dan sumber benih

• Kelas-kelas benih dalam sertifikasi ialah :

Benih Dasar (BD)  warna label PUTIH Benih Pokok (BP)  warna label UNGU Benih Sebar (BR)  warna label BIRU

• Kelas-kelas benih ini harus

memenuhi standar yang ditetapkan untuk tiap-tiap jenis dan/ atau

varietas tanaman.

(9)

Sumber benih

• Kepada BPSB harus diberikan bukti kelas dan sumber benih yang

dipergunakan untuk menanam setiap tanaman, (dilampirkan pada

permohonan sertifikasi)

(10)

Areal sertifikasi

• Areal sertifikasi adalah areal tanah yang harus dinyatakan dengan jelas, luas, letak dan batas-batas, yang

boleh terbagi-bagi menurut

peraturan-peraturan khusus untuk tiap-tiap jenis tanaman.

(11)

Permohonan

Sertifikasi Benih

• Hanya satu varietas boleh ditanam dalam satu areal sertifikasi.

• Permohonan diajukan paling lambat 10 hari sebelum tabur benih kepada BPSB

(12)

• Pemohon mengisi formulir yang

ditetapkan, serta melampirkan bukti- bukti kelas dan sumber benih.

• Areal sertifikasi harus diperiksa oleh pengawas benih, sebelum

persetujuan atas permohonan sertifikasi dikeluarkan.

(13)

Produsen/penangkar benih harus :

menguasai tanah untuk produksi benih;

mampu memelihara/ mengatur tanah tersebut

mempunyai fasilitas pengolahan dan penyimpanan sendiri atau secara

kontrak.

wajib mematuhi petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh BPSB , dan

terikat pada peraturan serta ketentuan yang berlaku.

(14)

Pengolah benih harus memenuhi persyaratan

• Mempunyai fasilitas pengolahan, penyimpanan sendiri atau

kontrak dengan pihak lain ;

• Mempunyai rencana penguasaan suatu areal pertanaman calon

benih yang perbanyakannya

melalui system sertifikasi.

(15)

Pemeriksaan lapangan.

• Harus dilakukan oleh pengawas benih.

• Permohonan pemeriksaan lapangan diajukan paling lambat satu minggu sebelum pelaksanaan pemeriksaan lapangan kepada BPSB

• Pemeriksaan lapangan dilakukan pada fase pertumbuhan tertentu,

sesuai dengan petunjuk pemeriksaan lapangan untuk tiap-tiap jenis

tanaman.

(16)

• Bila pada fase –fase tertentu, ternyata dalam pemeriksaan

lapangan tidak memenuhi standar lapangan, produsen/ penangkar

benih diperkenakan untuk memperbaiki keadaan

pertanamannya dan dapat meminta pemeriksaan lapangan ulangan

setelah perbaikan selesai.

(17)

• Pengujian laboratories dilakukan bila pertanaman telah lulus pemeriksaan lapangan terakhir.

• Bila pertanaman dilapangan tidak

lulus pemeriksaan lapangan terakhir pengujian laboratorium tidak

dilakukan.

(18)

Pengawasan panen, pengeringan, dan pengolahan.

• Peralatan dan/ atau cara panen, dan pengolahan diperiksa sebagaimana yang ditetapkan untuk menjamin

bahwa benih yang dipanen, dan diolah tersebut tidak tercampur varietas lain.

(19)

Pemeriksaan gudang dan tempat penyimpanan benih

• Pemeriksaan tempat penyimpanan termasuk pemeriksaan gudang

dilakukan sebelum benih disimpan.

• Pemeriksaan tempat penyimpanan dilakukan oleh pengawas benih.

• Permohonan pemeriksaan tempat penyimpanan paling lambat satu

minggu sebelum penyimpanan benih kepada BPSB.

(20)

Pemeriksaan tempat penyimpanan meliputi

Cukup tersedianya tempat dan ruangan penyimapanan ;

Kebersihan gudang penyimpanan sebelum menyimpan benih ;

Sarana untuk melindungi benih dari hama dan penyakit ;

Keadaan ventilasi yang cukup ;

Sarana untuk pengeringan ulangan dari benih yang bersangkutan.

(21)

Pengambilan contoh benih

• Hanya dilakukan oleh pengawas benih.

• Hanya dapat diambil dari kelompok benih yang seragam mutunya dan mempunyai identitas serta sejarah pembentukan yang jelas.

• Besarnya/ beratnya satu kelompok benih tidak melebihi ketentuan yang tercantum pada pedoman

pengambilan contoh benih.

(22)

• Wadah benih harus disusun

sedemikian rupa sehingga contoh dapat dimbil dengan mudah.

• Pengawas benih dapat menolak

pengambilan contoh jika kelompok benih tidak memenuhi ketentuan di atas.

(23)

• Alat, cara pengambilan contoh benih dan jumlah/ berat contoh benih yang dikirim ke laboratorium benih harus sesuai dengan pedoman

pengambilan contoh benih.

• Contoh untuk pengujian kadar air

harus dikirim ke laboratorium benih dalam wadah yang kedap uap air dan terpisah dari contoh untuk pengujian kemurnian dan daya tumbuh.

•  

(24)

Pengujian di laboratorium.

• Pengujian benih harus dilakukan di laboratorium pusat, laboratorium Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih atau di laboratorium LSSM yang ditunjuk

(25)

MACAM PENGUJIAN RUTIN

– Pengujian kadar air ;

– Pengujian kemurnian untuk

mengetahui komposisi contoh yang diuji yang akan mencerminkan

komposisi kelompok benih ;

– Pengujian daya tumbuh untuk mengetahui presentase benih

murni dari benih yang diuji, yang dapat menghasilkan kecambah normal.

(26)

• Prosedur pengujian benih secara terperinci ditetapkan lebih lanjut dalam pedoman pengujian benih laboratories.

• Pengujian ulangan benih yang tidak lulus pada pengujian laboratorium dibatasi hanya satu kali saja.

(27)

Laporan

• Semua laporan mengenai

pemeriksaan lapangan, pengujian benih dilaboratorium dan

pemeriksaan tempat penyimpanan harus dibuat dalam bentuk yang

ditetapkan dengan cara yang

ditentukan dan harus selesai dalam satu minggu setelah selesai

pemeriksaan.

(28)

• Bila semua pemeriksaan suatu kelompok benih sudah selesai

dengan baik dan memenuhi standar, suatu laporan akan dikeluarkan

untuk produsen/ penangkar benih yang menyatakan bahwa kelompok benih tersebut diberi sertifikat untuk kelas benih tertentu yang sesuai.

(29)

Pemasangan label dan penyegelan benih sertifikat

• Penangkar benih akan diberi label

benih yang ditetapkan menurut kelas benih yang dinyatakan bersetifikat

dalam jumlah yang cukup untuk

ditempelkan satu label pada setiap wadah benih dari kelompok benih yang bersertifikat.

 

(30)

• Proses sertifikasi selesai dan

kelompok benih tersebut dinyatakan bersertifikat bila label telah ditempel dengan teratur pada masing-masing wadah benih dan disegel.

(31)

Warna dan tanda label

• Pada tiap label harus dicantumkan kata- kata dalam huruf cetak BENIH

BERSERTIFIKAT diikuti dengan nama kelas benih yang bersangkutan yaitu

Benih Dasar, Benih Pokok, Benih Sebar.

• Warna label adalah sebagai berikut : – Benih Dasar : Putih ;

– Benih Pokok : Ungu ; – Benih Sebar. : Biru

(32)
(33)

KETENTUAN PRODUKSI BENIH BERSERTIFIKAT

1. PermohonanSertifikasi

a. Setiap orang/badan hukum yang akan memproduksi benih harus mengajukan permohonan ke

UPTPSBTPH

b. Permohonan paling lambat

diajukan 10 hari sebelum tanam

(34)

KETENTUAN PRODUKSI BENIH BERSERTIFIKAT

c. Satu formulir permohonan hanya untuk satu areal, satu varietas

dan satu kelas benih

d. Permohonan dilampiri : label benih sumber, peta lapangan, biaya

pendaftaran dan pemeriksaan lapangan

(35)

2. Subjek yang dapat mengajukan permohonan

a. Sertifikasi hanya diberikan kepada pihak yang menandatangani

permohonan

b. Jika permohonan diajukan oleh 2 orang atau lebih, maka masing- masing harus menandatangani permohonannya

(36)

3. Benih yang ditanam

a. Sumber benih harus berasal dari kelas benih yang lebih tinggi

b. Apabila kondisi terpaksa, benih dasar dapat digunakan sebagai keturunan kedua dari benih

penjenis.

(37)

4. Areal Tanah untuk Produksi Benih a. Areal tanah harus diketahui

sejarah pengguaan sebelumnya dan harus memenuhi syarat

b. Areal harus mempunyai batas- batas yang jelas

(38)

c. Satu areal dapat terpisah

sepanjang tidak melebihi dari ketentuan

d. Satu areal hanya boleh ditanami satu kelas dan satu varietas benih

(39)

5. Pemeriksaan lapangan

a. Maksud pemeriksaan untuk

mendapatkan kepastian tentang kebenaran dan kemurnia varietas b. Hanya dilakukan oleh pengawas

benih

c. Sebelum pemeriksaan, produsen harus membersihkan

/menghilangkan campuran dan rumput

(40)

d. Pemeriksaan dilakukan pada fase- fase tertentu

e. Pemeriksaan lapang dilakukan sesuai petunjuk pemeriksaan lapangan

f. Jika hasil pemeriksaan tidak

sesuai standar, produsen dapat memperbaiki tanamannya dan menguajukan pemeriksaan ulang

(41)

g. Jika pemeriksaan ulang tidak memenuhi standar, proses

sertifikasi tidak dilanjutkan.

• Laporan pemeriksaan dibuat oleh

pengawas benih pada formulir yang telah disediakan

• Jika suatu areal tidak lulus pemeriksaan, harus segera

dibuatkan surat resmi penolakan.

(42)

KETENTUAN PEMERIKSAAN GUDANG DAN PERALATAN

• Maksud untuk mendapat kepastian bahwa benih terhindar dari

pencampuran sehingga kemurnian terjamin

• Peralatan dan fasilitas

pemnyimpanan harus bersih

• Produsen mengajukan pemeriksaan paling lambat seminggu sebelum

panen/ digunakan

(43)

• Biaya pemeriksaan harus dibayar sebelum pemeriksaan dilakukan

• Ditempat pengolahan/penyimpanan tidak diperbolehkan ada benih lain selain yang akan diperiksa, kecuali jika benih tersebut jelas identitasnya

(44)

PENGAWASAN BENIH YANG DIOLAH DAN DISIMPAN

Maksud pengawasan : untuk menjamin bahwa benih yang sedang diolah tidak tercampur dengan varietas lain

Dilakukan oleh pengawas benih pada saat-saat tertentu

Benih disimpan dalam tempat yang kering, sirkulasi udara terjamin atau terkontrol

Benih dimasukkan dalam wadah yang bersih

(45)

• Benih yang disimpan dalam bulk harus diatur sehingga kualitasnya harus seragam

• Identifikasi kelompok benih (varietas, nomor kelompok, asal lapangan)

harus terpelihara

• Wadah benih disusun sehingga

jumlahnya dapat dihitung dengan tepat dan contoh dapat diambil

dengan mudah

Referensi

Dokumen terkait

berdiameter 0,5 mm, menyiapkan larutan Iodium-125 hasil proses aktivasi neutron di RSG-GAS, menandai resin dengan Iodium- 125, penutupan mikro kapsul dummi (berisi

Apabila image yang tertanam dalam suatu produk baik, maka konsumen akan membeli produk itu untuk dikonsumsi, namun sebaliknya bila image yang tertanam dalam

Menurut Cahyadi (2006), bahan tambahan pangan secara umum adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai

Tujuan pengembangan benih melalui pola waralaba adalah: menyediakan benih unggul dan bermutu bagi masyarakat perkebunan dalam rangka meningkatkan produksi dan

pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan Kedokteran berdasarkan pengalaman Kedokteran berbasis bukti (‘EBM”) pengalaman ( EBM ) Abdikasi

Tugas Merumuskan Tujuan Pembelajaran Pada Aplikasi Mobile Learning: Pertemuan 6 Tugas Mendesain User Interface: Pertemuan 7. Tugas Mendesain User Experience: Pertemuan 8

5.5.4 Pengurangan hasil tangkapan sampingan berdasarkan morfologi ikan Berdasarkan persentase pengurangan berat ikan yang tertangkap pada bagian kantong yang dilengkapi dengan

sistem pengendalian internal berfungsi dengan baik, diperlukan kelima komponen tersebut sehingga akan mendorong terlaksananya struktur sistem pengendalian internal yang