• Tidak ada hasil yang ditemukan

E-RESORCES UNTUK RISET DAN INOVASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "E-RESORCES UNTUK RISET DAN INOVASI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia vol. 4, no. 1 tahun 2019

108

E-RESORCES UNTUK RISET DAN INOVASI

Ir. Rita Komalasari*

* [email protected]

ABSTRACT

Moving Librarian must be active and creative to improve their skills and develop the creativities to serve and providing the best for their institution. Research and innovations that are increasingly intense, must be immediatly captures and responded by librarians as information and knowledge manager. The purpose of this paper is to provide tips to librarians, how to utilized e-resorces for research and innovation for lecturers and researchers. The methode used in this study is deskription methode base on application/implementation of the author’s experience to present information from various e-resources for lecturers and researchers. The information that presented to the lecturers and researchers proven can produce innovation that are beneficial for our country development.

ABSTRAK

Pustakawan bergerak, harus aktif dan kreatif mengasah kemampuannya dan harus berani menjemput bola dalam memberikan yang terbaik bagi institusinya. Reset dan Inovasi yang semakin gencar gaungnya, harus secepatnya ditangkap dan direspon oleh pustakawan selaku pengelola informasi dan ilmu pengetahuan. Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan tips kepada pustakawan, bagaimana langkah strategis memanfaatkan e-resources untuk kepentingan riset dan inovasi bagi dosen maupun peneliti di lingkungan institusi/lembaga terkait. Dalam kajian ini digunakan metode deskriptif dan implementasi pengalaman yang dilakukan oleh penulis dalam upayanya menjemput bola dan menyajikan informasi yang diperoleh dari berbagai e-resources. Informasi yang diperoleh dalam format PDF disampaikan ke dosen/peneliti via surel untuk menunjang penelitian yang akhirnya terbukti mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan negeri.

Keywords: moving librarian, knowledge manager; e-resources; research; innovations.

(2)

PENDAHULUAN

Profesi pustakawan hingga saat ini masih belum mendapat penghargaan yang proporsional, bahkan seringkali dianggap sebelah mata oleh beberapa kalangan, baik di lingkup masyarakat maupun di lingkungan institusi/universitas atau lembaga tempatnya bertugas. Pustakawan bergerak, bukan berarti fisiknya yang bergerak, tetapi fikirannya yang terus bergerak, sehingga mampu menghasilkan ide-ide, ataupun gagasan yang kreatif dan inovatif.

Kini saatnya pustakawan bergerak dan membuktikan kemampuannya dalam mengelola informasi dan menyajikannya kepada para dosen maupun peneliti, sehingga mereka dapat melakukan penelitain dan menghasilkan inovasi dengan dukungan sumber referensi yang, relevan, mutakhir dan terakreditasi secara internasional.

Institut Pertanian Bogor (IPB), sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkemuka, terus berusaha menjawab permasalahan yang sedang dihadapi saat ini. Dosen maupun Peneliti IPB memiliki tanggung jawab untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat, terkait pengetahuan, penelitian dan inovasi, yang apabila diimplementasikan, dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan rakyat Indonesia. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), dimana inovasi yang dihasilkan, benar-benar dapat dirasakan hasilnya dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Dengan keterbatasan waktu yang ada, tentunya peneliti, ilmuwan maupun dosen membutuhkan mitra yang handal dalam mencari informasi untuk mendukung dan menunjang penelitiannya.

Mengingat hal tersebut, Pustakawan IPB melakukan inisiatif dengan program “menjemput bola”, yaitu mencari data kepada fihak yang berwenang mengeluarkan data tentang rencana penelitian yang dilakukan oleh dosen/peneliti IPB, untuk tahun yang sedang berjalan. Berdasarkan data tersebut, Pustakawan IPB menjalankan perannya dalam mencari dan menyediakan literatur yang relevan, yang diambil dari e-resources, repository IPB, tesis dan disertasi yang diperoleh dari seluruh penjuru dunia. Untuk e-journal dipilih literatur dari tahun terbaru, sedangkan e-book, tesis dan disertasi dipilih yang relevansi keilmuannya paling mendekati topik penelitian. Hasil penelusuran yang diperoleh dalam format PDF, dikirim ke dosen maupun peneliti melalui surel (e-mail). Upaya pustakawan IPB menyediakan literatur dari e-resources terbukti mampu membantu dosen maupun peneliti meraih

inovasi. Hal ini sejalan dengan tujuan dan visi Perpustakaan IPB. Tujuan penulisan paper ini adalah untuk memberikan motivasi kepada Pustakawan agar mampu dan mau meningkatkan kompetensinya, mampu mengolah dan mencari informasi yang relevan dan terbaru dari e-resources yang tersedia, serta menyajikannya kepada para peneliti atau dosen di institusinya, sehingga lahirlah inovasi inovasi yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

METODE

Penulisan paper ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan data faktual dan implementasi pengalaman yang dilakukan penulis sejak tahun 2013 hingga saat ini. Langkah strategis yang perlu dilakukan oleh pustakawan adalah dengan mengusulkan kepada Pejabat terkait pengelolaan informasi di perpustakaan untuk mendapatkan data tentang rencana penelitian di tahun yang sedang berjalan, yang akan dilakukan oleh peneliti maupun dosen. Data yang diperoleh umumnya, berisi informasi tentang ketua peneliti, judul penelitian yang akan dilakukan, alamat e-mail dan besarnya anggaran biaya yang diperlukan. Selanjutnya hasil penelusuran yang didapat (format PDF) dikirim ke peneliti/dosen yang bersangkutan via e-mail.

Hasil dan Pembahasan

Perpustakaan IPB sebagai mitra Civitas Akademika, senantiasa berupaya memberikan layanan terbaik, berupa penelusuran informasi yang dibutuhkan oleh para dosen dan peneliti. Kegiatan dilaksanakan sejak bulan Juni 2013 dan masih berlangsung hingga saat ini. Data penerima dana yang berisikan: Judul penelitian anggaran yang disetujui beserta ketua penelitinya, didistribusikan kepada pustakawan ahli di Perpustakaan IPB. Dari data tersebut, jajaran Pustakawan IPB, melakukan penelusuran informasi dari berbagai sumber seperti: e-journal, e-book, dan repository IPB.

Hasil penelusuran dikirimkan kepada ketua peneliti melalui e-mail. Respon positif telah diterima oleh perpustakaan IPB, atas upayanya, “menjemput bola”, memberikan layanan penelusuran informasi yang sangat dibutuhkan oleh para dosen maupun peneliti Institut Pertanian Bogor. Hasil penelusuran yang disajikan kepada dosen maupun peneliti terbukti sangat bermanfaat dan membantu dalam proses pra penelitian hingga pembuatan laporan akhir.

Laporan penelitan tersebut selanjutnya dinilai oleh tim penilai, apakah layak masuk kategori inovasi

(3)

Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia vol. 4, no. 1 tahun 2019

110

atau tidak. Hasil penelusuran yang dikirim ke para dosen/ilmuwan IPB, mempunyai nilai relevansi yang tinggi, hal ini tercermin dari jawaban dari para dosen/

ilmuwan yang memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Perpustakaan IPB yang disampaikan via telepon, secara langsung ataupun melalui e-mail.

Bagi Pustakawan, setiap kegiatan penelusuran informasi yang dilakukan, mempunyai nilai angka kredit yang dibutuhkan untuk kenaikan pangkat yang bersangkutan, Hal ini sudah dijelaskan dalam UU no 43 tahun 2007. Pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan pelayanan perpustakaan.

Selanjutnya dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya dijelaskan:

“Pustakawan adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan”.

Oleh karena itu, pustakawan IPB berusaha dengan sungguh sungguh untuk mendapatkan informasi/

literarur yang akurat dan relevansinya tinggi bagi setiap penelitian yang akan dilakukan. Dengan teknik penelusuran informasi yang tepat, maka literatur yang diperoleh dapat menunjang proses penelitian hingga pembuatan laporan akhir. Pustakawan yang melakukan penelusuran harus memahami dan mengerti topik penelitian yang akan dilakukan.

Hasil temuan literatur yang optimal dan relevan, dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi pustakawan karena dapat membantu para dosen maupun peneliti meraih inovasi. Melalui kreatifitas menjemput bola dan penelusuran informasi yang dilakukan pustakawan, telah terjalin hubungan saling menguntungkan, atau simbiose mutualisma antara pustakawan dan ilmuwan. Peran Pustakawan IPB tidak diragukan lagi sangat membantu IPB dalam menunjang visi dan misi IPB. Berkat kerjasama antara pustakawan, dosen/ilmuwan dan seluruh stakeholder yang ada di IPB, kini IPB berhasil meraih prestasi di kancah nasional maupun internasional.

Peran Pustakawan IPB yang dirasakan dampaknya terhadap keberhasilan IPB yaitu pada tahun 2015, IPB masuk kategori perguruan tinggi terbaik berdasarkan kualitas ilmuwan dan Publikasi yang ditempati oleh ITB, IPB, UI, UGM, UNPAD, UNHAS, UNS, UB dan UNDIP. Pada tahun 2017, IPB meraih ranking ke 4, menururut penilaian Webometrik, dan pada tahun 2018, IPB berhasil menduduki ranking ke 4

dokumen terindeks Scopus (http://sinta2.ristekdikti.

go.id/). Kualitas penelitian dan publikasi yang baik, erat kaitannya dengan proses penelitian, penyediaan literatur yang relevan, terbaru, dan dari sumber jurnal yang terindeks scopus. Peran Pustakawan IPB terbukti nyata dapat memberikan kontribusi positif bagi dosen/ilmuwan IPB melahirkan inovasi di bidang Riset dan Teknologi dan membantu institusi meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Sebagai gambaran, langkah langkah yang telah dilakukan oleh pustakawan IPB diuraikan dalam gambar 1, 2 dan 3 berikut ini.

Gambar 1. Nama Ketua Peneliti, Judul, alamat e-mail dan jumlah temuan hasil penelusuran

Gambar 2. Folder Hasil temuan Penelusuran

Gambar 3. Hasil temuan dari e-resources untuk topik “Isolat protein tempe”

(4)

Literasi Informasi untuk Mencapai Kesetaraan perempuan 111

Gambar 4. Dokumen terindeks Scopus dari Perguruan Tinggi di Indonesia

Sumber: (http://sinta2.ristekdikti.go.id/)

Karya Inovasi IPB

Kementrian Riset dan Teknologi telah mengkoordinir kegiatan Program 106 Inovasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Business Innovation Center (BIC). Kegiatan tersebut telah mengeluarkan hasil berupa Buku 100 plus Inovasi Indonesia yang merupakan hasil seleksi berlapis yang dilakukan oleh juri dari tokoh-tokoh senior bisnis dan kewirausahaan Indonesia. Buku tersebut nyata dirasakan manfaatnya, sebagai salah satu media promosi bagi karya-karya inovasi. Berdasarkan hasil rekapitulasi terhadap karya-karya inovasi sejak tahun 2008 hingga tahun 2017 menunjukkan bahwa BIC telah menyeleksi sebanyak 1.045 karya inovator Indonesia dari 4.555 proposal. Pada kategori universitas riset di Indonesia, IPB tercatat sebagai peringkat pertama inovasi terbanyak dengan total inovasi mencapai 417 karya inovator. Artinya IPB berhasil menyumbang 39,91 persen dari total karya 1.045 inovasi dan mendominasi inovasi serta riset kategori perguruan tinggi. Peringkat kedua diraih Universitas Indonesia, dan peringkat ketiga oleh Universitas Gadjah Mada, disusul Institut Teknologi Bandung. Ini merupakan wujud komitmen IPB untuk terus mengembangkan riset dan inovasi yang prospektif di masyarakat (https://megapolitan.

antaranews.com/berita/40320/).

Gambar 5. Data Inovasi IPB Bidang Ilmu Pangan

KESIMPULAN

Pustakawan bergerak, jika diberi kesempatan dan peluang, ternyata mampu berkolaborasi dengan peneliti, ilmuwan maupun dosen dalam pengembangan kariernya. Pustakawan terbukti mampu menjalin kerjasama, menjadi mitra bagi peneliti, ilmuwan maupun dosen dalam meraih inovasi. Walaupun bekerja di belakang layar, Pustakawan tidak perlu berkecil hati, karena kiprahnya mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Saran yang dapat penulis sampaikan diantaranya:

Pustakawan harus berani mengambil inisiatif

• untuk “menjemput bola”, meminta data terkait penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, ilmuwan maupun dosen

Pustakawan harus mampu dan jeli dalam

• menggunakan sumber informasi dari e-resources, sehingga hasil penelusuran yang didapat, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peneliti, ilmuwan maupun dosen;

untuk penulisan penelitian ataupun karya ilmiah

• yang dihasilkan;

Jika tempatnya bekerja tidak melanggan

• e-resources, sebaiknya pustakawan menjadi anggota Perpustakaan Nasional republik Indonesia. Karena dengan menjadi anggota, Pustakawan dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan PERPUSNAS RI, diantaranya dapat mengakses e-resorces yang dilanggan oleh PERPUSNAS RI.

Pustakawan harus melek informasi, dan selalu

• mengikuti perkembangan zaman. Sumber informasi yang dapat diakses bebas oleh pustakawan diantaranya:

http://e-

• resources.perpusnas.go.id http://www.onesearch.i

• d

http://sinta2.

• ristekdikti.go.id

http://arjuna.ristekdikti.go.i

• d

http://

• garuda.ristekdikti.go.id http://lipi.go.i

• d

Kecepatan Penelusuran sangat ditentukan juga

• oleh koneksi dan kecepatan internet, oleh karena itu kecepatan internet di perpustakaan harus ditingkatkan, sehingga proses penelusuran dapat lebih baik dan lebih cepat dari sebelumnya.

Seyogyanya ada penghargaan khusus bagi

• Pustakawan yang berhasil membatu dosen/

ilmuwan yang sukses meraih inovasi, karena hal tersebut dapat meningkatkan motivasi Pustakawan untuk benar-benar memberikan yang terbaik dalam setiap kegiatan yang

(5)

Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia vol. 4, no. 1 tahun 2019

112

dilakukannya.

Perlu dijalin kerjasama antar perpustakaan dari

• semua jenis perpustakaan (Perpustakaan Umum, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Nasional) sehingga akan terjalin hubungan yang harmonis antar Perpustakaan. Kerjasama antar perpustakaan jangan hanya sebagai wacana, tapi perlu diimplementasikan dalam wujud nyata dalam bentuk MOU. Dengan hubungan yang harmonis antar perpustakaan diharapkan kepentingan pemustaka dan ilmuwan dalam melahirkan inovasi bagi kesejahteraan negeri, dapat terpenuhi.

DAFTAR PUSTAKA

http://dik.ipb.ac.id/daftar-inovasi-ipb/, diakses 10 September 2018

https://megapolitan.antaranews.com/berita/40320/

diakses 12 September 2018

http://sinta2.ristekdikti.go.id/, diakses 12 September Indonesia, 2007. Undang Undang Republik Indonesia 2018

No. 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara

nomor 132/K/Kep/M.Pan/2002, tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka

Kreditnya.

Komalasari, Rita. 2015. Peran Pustakawan dalam Membantu Ilmuwan IPB Meraih Inovasi (Studi

Kasus di Institut Pertanian Bogor). Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.

Komalasari, Rita. 2017. Peran Strategis Perpustakaan dan Kiprah Pustakawan Institut Pertanian Bogor dalam Mendukung Ilmuwan IPB Meraih

Inovasi di Era Digital. Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.

Institut Pertanian Bogor. 2016. Laporan Tahunan Perpustakaan IPB tahun 2015. Perpustakaan Institut Pertanian Bogor.

Tim Direktorat Riset dan Inovasi IPB. 2013. 234 Inovasi IPB dalam 615 Inovasi Indonesia.

Institut Pertanian Bogor.

Tim Direktorat Riset dan Inovasi IPB. 2014. 44 Inovasi IPB dalam 106 Inovasi Indonesia.

Institut Pertanian Bogor

Tim Direktorat Riset dan Inovasi IPB. 2017. 323 Inovasi IPB dalam 828 Inovasi Indonesia.

Institut Pertanian Bogor

Referensi

Dokumen terkait

Komunikasi dan hubungan yang baik dengan penyuluh dan pendamping di Gunung Kidul tidak hanya terbatas pada proses sertifikasi Hutan Rakyat Lestari saja, tetapi terus

Meskipun sama-sama menggunakan novel, tetapi penulis memilih novel Keajaiaban Rezeki karya Tasaro GK sebagai objek kajian, sedangkan A’yuni dan Parji memilih novel

Pencucian sisa residu di kertas saring kembali dilakukan dengan menggunakan 200 ml larutan NaOH mendidih sampai samua residu masuk ke dalam erlenmeyer dan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) manakah yang memiliki prestasi belajar lebih baik, siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe

Tujuan penelitian ini adalah (i) mengkaji karakteristik fisik pada beberapa varietas padi; (ii) mengkaji pengaruh alat/mesin perontok terhadap susut perontokan; dan (iii)

Dari pemilihan proses disebutkan bahwa proses yang digunakan adalah proses Oxo, pembuatan butanol menggunakan bahan baku propilen dan gas sintesa. Proses Oxo dapat diuraiakan

Namun demikian, dari beberapa kali run perhitungan dengan beberapa nilai yang berbeda, nilai hasil perhitungan untuk temperatur bahan bakar tidak terlalu terpengaruh, demikian

Pada jurusan akidah filsafat islam turnitin han- ya digunakan untuk melengkapi syarat dan pera- turan saja untuk mengetahui prosentase tindak plagiarisme, dan pada dasarnya