• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka 2.1.1. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu adalah perbandingan serta acuan untuk melanjutkan sebuah penelitian yang sudah ada sebelumnya maupun menemukan hal berbeda dari penelitian terdahulu untuk melakukan penelitian yang baru. Adapun penelitian terdahulu dari Surmayoto (2010) dengan judul “Dampak Keberadaan Jalan Tol Terhadap Kondisi Fisik, Sosial, dan Ekonomi lingkungannya” merekognisi imbas keadaan fisik serta sosial ekonomi warga disekitar tol. Berdasarkan hasil penelitian, pembangunan jalan tol dapat mempersingkat kegiatan usaha, sekaligus menumbuhkan kerugian seperti berkurangnya lahan pertanian dan kerusakan kawasan.

Pada penelitian Jamalus (2015) dengan judul “Dampak Sosial Ekonomi Pasca Pembangunan Jembatan Baru Purus Atas”. Dimana peneliti mengidentifikasi imbas positif dan negatif terkait sosial dan ekonomi atas pendirian Jembatan Baru Purus Atas. Peneliti menyimpulkan bahwa Dampak Positif yang ditimbulkan yaitu meningkatnya pendapatan ekonomi biasa perharinya pendapatan Rp.100.000 per hari, setelah pembangunan jembatan pendapatan menjadi Rp.700.000 semalam, perubahan mata pencarian yang biasa kerjanya sebelum pembangunan jembatan sebagai maraok, setelah pembangunan menjadi pedagang, dan meningkatnya solidaritas masyarakat Kelurahan Rimbo Kaluang seperti tempat berdagang yang berdekatan dan mengenal satu sama lain. Sedangkan Dampak negatif yang ditimbulkan adalah memudarnya nilai dan norma masyarakat seperti prilaku masyarakat lebih individual sejak jembatan ini serta nilai dan norma masyarakat sudah mulai bergeser dan memudar dari awalnya.

Pada penelitian Maulana dan Syiddatul (2015) berjudul “Analisis Dampak Pembangunan Jembatan Suramadu Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Kabupaten Sumenep”. Peneliti menyimpulkan akan dampak kemajuan ekonomi memegang korespondensi dengan keberadaan jembatan yang akan berimbas

(2)

dengan ekonomi masyarakat Kabupaten Suramadu. Keberadaan jembatan tersebut menghadirkan efek positif akan peningkatan ekonomi wilayah tersebut. Oleh karena itu transportasi yang ada di Kabupaten Sumenep berjalan efektif dan lancar.

Pada penelitian Aini (2015) dengan judul “Dampak Sosial Pembangunan Jembatan Desa Kampung Panjang Airtiris Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar”.

Peneliti mengidentifikasi terkait dampak, kenaikan status sosial, perubahan status sosial masyarakat dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil yang didapatkan yaitu 61,11% mengalami dampak baik, 55,56% efektifitas lalulintas, 41,67% efisien perihal menghemat waktu perjalanan, 13,89% tingkat kecelakaan rendah, 44,44 % penghasilan bertambah, 38,89% adanya probabilitas guna memajukan usaha, 61,11% efektifnya arus barang dan layanan, 61,11 % tercapainya ikatan harmonis, 61,11% menampakkan ikatan masyarakat yang baik. Akibat buruk dari yang tercipta yaitu 38,89% mengalami imbas buruk, 22,22% tidak aktifnya layanan transit, 27,78% penyalahgunaan sarana oleh kaula muda, 38,89%

menurunnya kebiasaan lokal, 11,11% masyarakat berselisih terhadap pendatang yang mempunyai akses ke desa.

Pada penelitian Suseno, Soedarsono, Anindyawati (2017) dengan judul “Analisis Dampak Jalan Tol Terhadap Faktor Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan di Desa Kaligangsa Kulon Kabupaten Brebes”. Dimana ketiga peneliti ini fokus mengidentifikasi besar pengaruh faktor sosial, lingkungan, dan ekonomi terkait adanya jalan tol. Faktor sosial memiliki pengaruh sebesar 34,454%, faktor ekonomi sebesar 21,351% dan faktor lingkungan sebesar 13,913%.

Pada penelitian Noor (2017) berjudul “Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Jalan Tol Surabaya – Mojokerto (Studi Kasus Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Wringinan, Kecamatan Kedamean, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik)”. Peneliti ini mendapati imbas ekspansi jalan tol akan pekerjaan masyarakat di Kecamatan Wringinan, Kecamatan Kedamean, Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik dengan hasil sekitar 7% menunjukan perubahan profesi petani akibat adanya pembangunan jalan tol.

Pada penelitian Abdurahman (2018) dengan judul “Dampak Pembangunan Jembatan Rumpiang Terhadap Perekonomian Masyarakat di Kecamatan Cerbon

(3)

Kabupaten Barito Kuala”. Dimana peneliti ini fokus mengkaji dan mengevaluasi dampak ekonomi pada Jembatan Rumpiang. Peneliti menyimpulkan bahwa terdapat dampak baik dan buruk mengenai aspek ekonomi warga dan mengatur skema guna memperkirakan akibat yang timbul dengan meminimalisasir imbas negatif dan memaksimalkan imbas positif keberadaan jembatan tersebut.

Pada penelitian Jaya (2018) berjudul “Dampak Pembangunan Jalan Tol Bakauheuni – Terbanggi Besar Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Penduduk Sekitar Gerbang Tol di Kelurahan Korpri Jaya Kota Bandar Lampung”. Dalam riset tersebut menyatakan terdapat penurunan pendapatan warga Korpri Raya dan masyarakat yang awalnya berprofesi sebagai petani kehilangan mata pencaharian dikarenakan terjadi perubahan tata guna lahan pertanian.

Pada penelitian Revayanti (2019) dengan judul “Dampak Pembangunan Jalan Tol Bocimi Terhadap Sosial, Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Sukabumi”.

Berdasarkan hasil penelitian, keberadaan jalan tol dapat memangkas waktu tempuh, peningkatan serta peralihan profesi masyarakat dan di sisi lingkungan jalan Tol Bocimi dapat meningkatkan polusi serta kualitas udara yang memburuk selain itu juga didapati dampak terburuknya ialah banjir.

Pada riset Hardika dan Aridianto (2020) dengan judul “An Analysis Socio- Economic of Trans Sumatera Pekanbaru – Dumai Toll Road Development”

menganalisis terkait efek sosial-ekonomi dari pembangunan jalan Tol Pekanbaru – Dumai. Berdasarkan hasil penelitian, pembangunan jalan Tol Pekanbaru – Dumai memiliki dampak positif pada skala ekonomi makro karena dapat memfasilitasi aksebilitas antar daerah, mengurangi kemacetan serta meningkatkan pendapatan negara sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya perubahan lahan pertanian oleh masyarakat Pekanbaru – Dumai.

Sedangkan untuk penelitian mengenai analisi dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi terhadap pengguna Jembatan Way Sekampung. Peneliti akan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan uji validitas, realibitas, uji regresi linear berganda serta analisa faktor. Sebelum melakukan uji-uji tersebut peneliti akan menyebarkan kuesioner guna mendapatkan data dari responden terkait dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi. Data yang didapatkan akan diuji

(4)

menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science) v.16.

Perbedaan penelitian kali ini dengan penelitian terdahulu adalah di bagian pemetaan ruas jalan menggunakan aplikasi ArcMap. Dimana dengan adanya pemetaan ini, peneliti berharap pemetaan yang dilakukan dapat dijadikan informasi kepada seluruh pengguna Jembatan Way Sekampung.

2.2. Landasan Teori 2.2.1. Infrastruktur

Berdasarkan Perpres Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2015, infrastruktur adalah fasilitas teknis, fisik, sistem, instrumen keras ataupun lunak yang dibutuhkan guna memberikan jasa bagi publik. Selain itu juga untuk membantu jaringan struktur sehingga peningkatan ekonomi dan sosial berfungsi dengan benar.

Infrastruktur merupakan penghubung dengan sistem lingkungan melalui sistem sosial dan sistem ekonomi pada masyarakat. Keberadaan infrastruktur di masyarakat berimbas pada dampak sosial dan ekonomi.

a. Jenis Infrastruktur

Berdasarkan pengertian di atas, adapun macam-macam bentuk infrastruktur adalah sebagai berikut:

1. Infrastruktur Keras

Yang dimaksud dengan infrastruktur ini ialah fasilitas umum yang berwujud fisik. Yang tergolong infrastruktur ini yaitu sebagai berikut:

a. Jalan raya;

b. Jembatan;

c. Bandar udara;

d. Jalur kereta api;

e. Pelabuhan;

f. Saluran irigasi

2. Infrastruktur Keras Non-Fisik

Infrastruktur keras non-fisik ialah pembangunan yang berkaitan tentang fungsi utilitas. Yang tergolong didalamnya yaitu:

a. Pengadaan air bersih;

b. Alokasi disitribusi istrik;

c. Alokasi jaringan telekomunikasi;

(5)

d. Alokasi distribusi energi 3. Infrastruktur Lunak

Merupakan pembangunan dimana berkaitan tentang peraturan, metode, norma, taraf, dan layanan terbuka, hal ini telah tersedia serta difasilitasi oleh pemerintah. Yang tergolong dalam infrastruktur ini yaitu sebagai berikut:

a. Etos kerja;

b. Peraturan lalu lintas;

c. Layanan publik bermutu;

d. Undang-Undang hukum b. Fungsi dan Manfaat Inrastruktur

Fungsi dan manfaat infrastruktur sebagai pondasi kegiatan masyarakat.

Kapasitas menyediakan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat, penyebaran barang (produk), jasa. Berikut contoh-contoh infrastruktur dengan fungsinya:

1. Jembatan merupakan sarana yang menghubungkan satu area ke area yang lain. Area yang dihubungkan berupa kota atau suatu daerah.

2. Berdasarkan fungsi (kapasitas), jalan dikelompokkan menjadi beberapa jenis yaitu:

a. Jalan arteri ditujukan untuk perjalanan jarak jauh dimana kecepatan tinggi.

b. Jalan kolektor diperuntukan rute jarak menengah dimana kecepatan sedang.

c. Jalan lokal diperuntukan rute jarak dekat dengan kecepatan rendah.

d. Jalan lingkungan dikhususkan untuk rute dekat dengan kecepatan rendah.

3. Kediaman memiliki fungsi menjadi lokasi untuk tinggal bernaung dan melaksanakan kegiatan.

Selain itu, infrastruktur mempunyai fungsi pada aspek sosial dan finansial. Pada aspek sosial, infrastruktur sangat penting laksana metode untuk berkomunikasi.

Tanpa infrastruktur, suatu wilayah akan terlepas serta tidak bisa menjalin kerjasama atau hubungan dengan daerah lain disekitarnya. Daerah terisolasi jaringan atau hubungannya akan terhenti dengan daerah lain, sehingga mengganggu warga pada wilayah sekitar.

(6)

Pada aspek finansial, infrastruktur berguna layaknya suatu cara untuk kegiatan niaga. Disisi lain, fungsi infrastruktur selaku penyambung untuk melangsungkan peredaran serta fabrikasi barang dan jasa. Apabila hal itu dapat menunjang dan mendukung proses distribusi, maka dampak ekonomi pada suatu daerah akan meningkat dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya pun dapat meningkat dan stabil.

Pada bidang sosial budaya, infrastruktur dapat dipresentasikan sebagai salah satu dari kebudayaan itu sendiri, dengan contoh di bangunnya infrastruktur atau bangunan-bangunan yang mempunyai nilai kebudayaan di daerah tersebut seperti rumah adat dan rumah yang memiliki ornamen serta bentuk khas daerah tersebut.

2.2.2. Jembatan

Menurut UU 38 Tahun 2004, jalan dan jembatan memegang peranan penting sebagai elemen dari skena transportasi nasional, terpenting guna mendukung sektor sosial, budaya dan ekonomi, selain itu lingkungan hidup yang dibesarkan melalui metode pembangunan wilayah demi mencapai keseimbangan dan kesetaraan.

Jembatan ialah struktur bangunan yang diperuntukan untuk mempertemukan dua ruas jalan yang terpisah oleh rintangan semisal lembah, sungai, saluran irigasi, danau, rel kereta api, tanggul serta jalan raya yang tidak bersilangan. Jembatan merupakan salah satu jenis bangunan yang apabila dilakukan perubahan bangunan maka sulit untuk dimodifikasi. Anggaran yang dikeluarkan pun cukup tinggi serta memberikan imbas untuk arus lalu lintas selama masa konstruksi. Umumnya jembatan mempunyai umur rencana 100 tahun untuk jembatan besar, sedangkan jembatan terkecil yang dipergunakan yaitu 50 tahun. Artinya, selain memiliki ketahanan dan kapasitas dalam hal melayani beban lalu lintas, perlu juga memperhatikan cara preservasi jembatan yang benar.

Tujuan dibangunnya jembatan ini adalah guna membantu fluensi arus lalu lintas serta peningkatan bagi kawasan disekitar pada bidang ekonomi, sosial dan budaya. Jembatan juga berguna untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, mewujudkan keseimbangan dan pemerataan pembangunan daerah.

(7)

Adapun manfaat dibangunnya jembatan adalah agar aksesibilitas pada daerah tersebut menjadi lebih mudah, aman dan lancar serta sebagai pengembangan pembangunan daerah serta meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya didaerah tersebut.

2.2.3. Dampak Pembangunan Infrastruktur a. Dampak Lingkungan

Lingkungan merupakan suatu organisme yang dipengaruhi oleh seluruh faktor, yaitu faktor biotik dan faktor abiotik. Faktor biotik ialah faktor yang bermula dari (seperti:manusia, hewan, tumbuhan), sedangkan abiotik ialah faktor dimana bersumber dari suatu sistem yang tidak hidup (seperti:

lingkungan atau cuaca). Menurut UU Nomor 32 Tahun 2009 berkenaan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menjelaskan sentral perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup merujuk kepada pokok umum supremasi yang baik. Maka dari itu, tiap prosedur pemaduan dan implementasi instrumen pencegahan pencemaran, pengendalian nature mengharuskan menerapkan asas keterbukaan, keikutsertaan, tanggung gugat, serta keadilan.

Tindakan yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia guna melaksanakan laju dan ekspansi peningkatan ekonomi yaitu dengan melakukan pembangunan infrastruktur fisik. Pembangunan tersebut wajib memerhatikan beberapa dampak salah satunya dampak lingkungan. Karena, pembangunan yang tidak memerhatikan dampak lingkungan akan memberikan dampak buruk bagi lingkungan hidup terkhusus lingkungan disekitar pembangunan infrastruktur tersebut. Oleh karena itu, selain pertumbuhan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan lapangan, kelestarian lingkungan menjadi kunci pembangunan infrastruktur.

b. Dampak Sosial

Dampak sosial ialah pengaruh yang disebabkan oleh sesuatu. Hal yang dimaksud adalah imbas yang tercipta di masyarakat, biasanya tumbuh dari suatu peristiwa dan memengaruhi hal lainnya di masyarakat yang menyebabkan suatu perubahan. Menurut pendapat Kingslay Davis (dalam Djazifah,2012) perubahan struktur serta fungsi sosial merupakan perubahan

(8)

pada masyarakat. Selo Soemardjan (dalam Wulansari, 2009) juga mengemukakan pandangan lain bahwa perubahan sosial adalah segala perubahan dalam sistem sosial suatu masyarakat, dan sistem sosial itu meliputi nilai, adab, serta kecenderungan kelompok masyarakat.

Dampak sosial memiliki peran yang penting dalam pembangunan infrastruktur, sehingga pemerintah memprioritaskan pemerataan pembangunan. Salah satunya dengan meningkatkan taraf pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat memfasilitasi perkembangan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Transportasi merupakan salah satu upaya yang ditempuh guna meningkatkan taraf pembangunan infrastruktur di Indonesia. Karena, dengan adanya peningkatan pembangunan transportasi tersebut dapat meningkatkan kepentingan manusia dengan langkah merubah letak geografis komoditas dan penduduk yang dapat menciptakan persatuan dan kesatuan yang kuat dalam bersosialisasi antar manusia.

c. Dampak Ekonomi

Dampak ekonomi adalah dampak paling diperhatikan di Indonesia. Hal itu disebabkan karena negara yang berkembang atau negara yang mengalami perkembangan pada wilayahnya adalah negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik. Perkembangan pertumbuhan suatu wilayah yang dimaksud merupakan perkembangan pada segi barang dan jasa. Infrastruktur merupakan salah satu bukti dari pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang direncakan secara matang diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas masyarakat. Meningkatnya kuantitas dan kualitas masyarakat dapat dinilai dari peningkatan produktivitas dan konsumsi masyarakat itu sendiri.

Maka, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dibutuhkan kebijakan- kebijakan pada infrastruktur. Sehingga pertumbuhan ekonomi yang terjadi berkualitas dan berkelanjutan. Berkualitas dalam arti memiliki dampak yang baik (positif) bagi masyarakat.

(9)

2.2.4. Statistical Package for the Social Sciences (SPSS)

Statistical Package for The Social Sciences atau dapat disebut SPSS merupakan aplikasi komputer yang digunakan untuk pengolahan data statistik atau analisis statistik interaktif atau juga batch. Program SPSS mampu mengakses data dari berbagai format yang ada, sehingga format apapun dapat di olah oleh aplikasi ini.

Tampilan hasil data olahan SPSS sangat informatif sehingga mudah di pahami pembaca. SPSS juga merupakan perangkat lunak yang mempunyai fungsi untuk membantu menganalisis data dan mengerjakan kalkulasi statistik baik parametrik ataupun non parametrik. SPSS mempunyai kapasitas analisa statistik yang tinggi, hal ini dikarenakan selain menambah keringanan dalam kalkulasi, SPSS juga sanggup mengkaji riset dengan variabel yang lebih banyak.

2.2.5. ArcGIS (Geographic Information System)

ArcGIS merupakan piranti lunak yang mencakup dari produk perangkat lunak program informasi geografis. ArcGIS adalah salah satu piranti lunak yang disempurnakan oleh ESRI (Environment Science & Research Institue) yang menggabungkan kegunaan dari bermacam software GIS yang berbeda seperti GIS desktop, server, dan GIS berbasis web. Piranti lunak ini kemudian diluncurkan oleh ESRI pada tahun 2000. Produk utama dari ArcGIS adalah ArcGIS desktop, dimana ArcGis desktop merupakan software GIS profesional lengkap dan dikelompokkan berdasarkan elemen yaitu: ArcView, ArcMap, ArcEditor, ArcInfo, ArcCatalog.

2.2.6. ArcMap

ArcMap adalah aplikasi utama untuk sebagian besar pemetaan komputer dan proses GIS. ArcMap mempunyai kesanggupan untuk melihat, mengedit, membuat peta tematik, mengelola dari data tabular (Excel), memilih (Query), mempergunakan opsi Geoprocessing guna menganaliss dan menyesuaikan data atau output dalam bentuk tampilan peta. Teknisi juga mampu mengelola data sesuai keinginan. Terdapat berbagi opsi yang mampu dilaksanakan oleh ArcMap antara lain data mining (eksplorasi), seal analysis, presentasi hasil, personalisasi data dan pemrograman. ArcMap juga merupakan aplikasi ArcGIS utama yang ditujukan untuk membuat dan menerbitkan peta.

(10)

2.3. Research Gap

Adapun research gap antara penelitian yang akan di teliti dengan penelitian terdahulu adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1. Research Gap

No Judul Peneliti Peneliti Gap

Pemetaan Jenis Analisis Metode Analisis Lingkungan Sosial Ekonomi

1

Pengaruh Dampak Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi Terhadap Pengguna Jembatan Way Sekampung

Alkafi Taliga Qifta (2021)

Analisis Kualitatif Deskriptif.

SPSS

2

An Analysis Socio-Economic of Trans Sumatera Pekanbaru-Dumai Toll

Road Development

Suci Atma Hardika, Jeki Aridianto (2020)

Analisis

Kualitatif SPSS

3

Dampak Pembangunan Jalan Tol Bocimi Terhadap Sosial, Ekonomi

Masyarakat di Kabupaten Sukabumi

Ina Revayanti (2019) Analisis

Kualitatif Reduksi Data

4

Dampak Pembangunan Jembatan Rumpiang Terhadap Perekonomian

Masyarakat di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala

Abdurrahman (2018)

Analisis Kualitatif Deskriptif

Purposive Sampling

5 Dampak Pembangunan Jalan Tol Bakauheuni-Terbanggi Besar Terhadap

Kehidupan Sosial Ekonomi Penduduk Sekitar Gerbang Tol di Kelurahan Korpri Jaya Kota Bnadar Lampung

Egi Loveyan Jaya (2018) Analisis

Kuantitatif SPSS

(11)

6

Analisis Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Jalan Tol Surabaya- Mojokerto (Studi Kasus Kondisi Sosial

Ekonomi Masyarakat di Kec.

Wringinan, Kec. Kedamean, Kec.Driyorejo Kabupaten Gresik)

Rosalina Noor, dkk (2017) Analisis

Kualitatif Reduksi Data

7

Analisis Dampak Jalan Tol Terhadap Faktor Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan di Desa Kaligangsa Kulon

Kabupaten Brebes

Dhony Priyo Suseno, Soedarsono, Nina Anindyawati (2017)

Analisis

Kualitatif SPSS

8

Dampak Sosial Pembangunan Jembatan Desa Kampung Panjang AirTiris Kecamatan Kampar Utara Kabupaten

Kampar

Fitrah Aini (2015)

Analisis Kuantitatif

Deskriptif

SPSS

9

Dampak Sosial Ekonomi Pasca Pembangunan Jembatan Baru Purus

Atas

Jamalus (2015)

Analisis Kualitatif Deskriptif

Reduksi Data

10

Analisis Dampak Pembangunan Jembatan Suramadu Terhadap Kondisi

Ekonomi Masyarakat Kabupaten Sumenep

Galang Maulana M, Lely Syiddatul (2015)

Analisis Kualitatif Deskriptif

Reduksi Data

11

Dampak Keberadaan Jalan Tol Terhadap Kondisi Fisik, Sosial, dan

Ekonomi Lingkungannya

Sumaryoto (2010) Analisis

Kualitatif Reduksi Data

Gambar

Tabel 2.1. Research Gap

Referensi

Dokumen terkait

Adanya konversi lahan pertanian untuk pembangunan jalan tol Solo Ngawi dapat memberikan dampak positif dan dampak negatif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat

Hambatan samping merupakan interaksi antara arus lalu lintas dengan kegiatan pada samping jalan dalam suatu simpang yang mengakibatkan menurunnya kapasitas jalan

1) Pemeliharaan rutin yaitu aktivitas memelihara yang dilaksanakan sepanjang tahun yang bertujuan menjaga keadaan jalan agar tetap ada dalam limit tertentu SPM jalan

Dampak positif yang menguntungkan berupa dalam bidang ekonomi seperti pariwisata mendatangkan pendapatan devisa negara dan terciptanya lapangan pekerjaan serta kesempatan

Berdasarkan pengertiannya, dapat disimpulkan pembangunan nasional ialah suatu upaya pembangunan berkesinambungan yang mencakup semua kehidupan masyarakat, bangsa serta

Perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pembangunan tersebut membutuhkan banyak bahan-bahan material dalam jumlah

Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran Pembangunan Daerah Pertumbuhan Ekonomi Kecamatan Ketimpangan Distribusi Pendapatan Antar Kecamatan Ketersedian Infrastruktur Tipologi

I Nyoman Sugita (2011) mengkaji kelayakan finansial pembangunan gedung parkir Universitas Udayana di jalan Sudirman Denpasar.Tesis ini bertujuan