RENCANA STRATEGIS
Biro Perencanaan Tahun 2020-2024
REVISI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga Rencana Strategis (Renstra) Biro Perencanaan Tahun 2020 – 2024 yang merupakan dokumen perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sesuai dengan tugas dan fungsi Biro Perencanaan dapat tersusun.
Renstra Biro Perencanaan Tahun 2020 – 2024 Revisi 1 ini disusun atas dasar perubahan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian yang dituangkan dalam peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian, monitoring dan evaluasi Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perindustrian 2020 – 2024, monitoring dan evaluasi Rencana Strategis (Renstra) Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian 2020 – 2024, serta hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Biro Perencanaan Tahun 2020.
Dokumen ini menyajikan visi, misi, tujuan, sasaran kegiatan, indikator kinerja, dan target Biro Perencanaan hingga tahun 2024 yang ditunjukkan dengan komitmen yang kuat dalam melaksanakan amanat Rencana Strategis (Renstra) Biro Perencanaan Tahun 2020 – 2024 secara akuntabel dan berorientasi pada peningkatan kinerja secara berkesinambungan. Selanjutnya untuk menjamin keberhasilan pencapaian visi, misi, dan tujuan Biro Perencanaan tahun 2020 – 2024, tetap dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.
Akhir kata kami sampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas upaya dan kerja keras seluruh jajaran Biro Perencanaan, semoga Renstra Biro Perencanaan Tahun 2020 – 2024 Revisi 1 ini dapat menjadi pedoman bagi pencapaian target kinerja Biro Perencanaan hingga tahun 2024.
Jakarta, Desember 2021 Plt. Kepala Biro Perencanaan
Kasduni
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ...iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. KONDISI UMUM ... 1
1. KINERJA BIRO PERENCANAAN TAHUN 2015-2019 ... 1
2. RENCANA STRATEGIS BIRO PERENCANAAN TAHUN 2020-2024 ... 4
B. POTENSI DAN PERMASALAHAN ... 6
BAB II TUJUAN, DAN SASARAN KEGIATAN BIRO PERENCANAAN... 8
A. TUJUAN BIRO PERENCANAAN ... 8
B. SASARAN BIRO PERENCANAAN ... 8
BAB III ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN BIRO PERENCANAAN ... 11
A. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN ... 11
B. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIRO PERENCANAAN TAHUN 2020-2024 ... 13
BAB IV TARGET KINERJA DAN PENDANAAN ... 18
A. TARGET KINERJA ... 18
B. KERANGKA PENDANAAN ... 20
BAB V PENUTUP ... 21
LAMPIRAN ... 22
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Realisasi dan Target Jangka Menengah Sasaran Strategis 1 (IKU) ... 1
Tabel 1. 2 Realisasi dan Target Jangka Menengah Sasaran Strategis 2 ... 2
Tabel 1. 3 Realisasi dan Target Jangka Menengah Sasaran Strategis 3 ... 3
Tabel 1. 4 Peta Analisis SWOT ... 7
Tabel 3. 1 Sub-sektor Manufaktur dalam Aspirasi Making Indonesia 4.0 ...12
Tabel 4. 1 Sasaran dan Indikator Kegiatan Penyusunan, Perencanaan, Pemrograman, Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian serta Koordinasi Tahun 2020-2024 ... 19
Tabel 4. 2 Kebutuhan Pendanaan Kegiatan Biro Perencanaan ...20
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. 1 Peta Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2020-2024 ... 6
Gambar 1. 2 Pemangku Kepentingan Biro Perencanaan ... 6
Gambar 2. 1 Peta Strategi Biro Perencanaan Tahun 2020-2024 ... 10
Gambar 3. 1 Struktur Organisasi Biro Perencanaan ... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. KONDISI UMUM
1. KINERJA BIRO PERENCANAAN TAHUN 2015-2019
Keberhasilan Kementerian Perindustrian dalam melaksanakan program dan kegiatan prioritas tahun 2015 – 2019 tidak terlepas dari upaya peningkatan kualitas sistem perencanaan program dan penganggaran. Secara ringkas capaian kinerja masing-masing sasaran strategis dengan tujuan renstra biro perencanaan yaitu “Terwujudnya perencanaan yang implementatif serta evaluasi dan pelaporan yang akuntabel”, sebagai berikut:
Sasaran Kegiatan I : Meningkatnya Kualitas, Keterkaitan, serta Konsistensi Perencanaan dan Penganggaran
Indikator kinerja sasaran strategis I adalah sebagai berikut:
1. Persentase kesesuaian rencana program dan kegiatan prioritas dengan dokumen Trilateral Meeting
Indikator kinerja ini diukur dengan melakukan penilaian kesesuaian antara rencana program dan kegiatan prioritas yang terdapat dalam dokumen Trilateral Meeting dengan dokumen Rencana Kerja (Renja) Kementerian Perindustrian.
2. Nilai SAKIP Sekretariat Jenderal
Indikator nilai SAKIP Sekretariat Jenderal merupakan indikator yang mengukur tingkat kualitas implementasi manajemen kinerja organisasi Sekretariat Jenderal atas kaidah- kaidah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Tabel 1. 1 Realisasi dan Target Jangka Menengah Sasaran Strategis 1 (IKU) Sasaran
Strategis IKU
2015 2016 2017 2018 2019
Satuan
T R T R T R T R T R
Meningkatnya Kualitas, Keterkaitan, Serta Konsistensi Perencanaan dan
Penganggaran
Persentase kesesuaian rencana program
dan kegiatan prioritas dengan
dokumen Trilateral Meeting
90 *) 90 92.24 90 98 95 95.48 95 95.7 Persen
Nilai SAKIP Sekretariat
Jenderal
70 (A)
66,83 (B)
80 (A)
79,98 (A)
80 (A)
90,48 (AA)
80-85 (A)
83,24 (A)
80-85 (A)
81,69 (A)
Nilai (Predikat)
*) Pada tahun 2015, indikator Persentase kesesuaian rencana program dan kegiatan prioritas dengan dokumen Trilateral Meeting ini telah dinilai serta direviu, namun hasil penilaiannya belum bisa dikonversikan ke dalam ukuran kuantitatif sehingga mengakibatkan capaian indikator ini belum dapat dihitung
Keterangan: T: Target, R: Realisasi, C: Capaian (Realisasi/Target)
Pencapaian target ini didukung oleh berbagai program/kegiatan yang terus menerus mengalami perbaikan kualitas dari tahun ke tahun.
Sasaran Strategis II : Meningkatnya Kualitas Perencanaan/Program, Penganggaran dan Pengendalian
Indikator kinerja sasaran strategis II adalah sebagai berikut:
1. Persentase anggaran Kementerian Perindustrian yang masih tercantum dalam Catatan Halaman IV DIPA
Penyusunan rencana kerja yang baik dan benar dengan mengacu kepada arah kebijakan dan direktif presiden melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional sehingga diharapkan dapat meminimalisir blokir anggaran. Indikator ini dihitung berdasarkan persentase dari anggaran blokir pada akhir tahun anggaran 2019 dibagi total pagu Kementerian Perindustrian.
2. Nilai SAKIP Biro Perencanaan
Indikator nilai SAKIP Biro Perencanaan merupakan indikator yang mengukur tingkat kualitas implementasi manajemen kinerja organisasi Biro Perencanaan atas kaidah- kaidah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Tabel 1. 2 Realisasi dan Target Jangka Menengah Sasaran Strategis 2 Sasaran
Strategis IKU
2015 2016 2017 2018 2019
Satuan
T R T R T R T R T R
Mewujudkan Sistem Perencanaan
dan Pengendalian
Industri yang Handal
Persentase anggaran Kementerian Perindustrian yang masih tercantum dalam Catatan Halaman
IV DIPA
Belum digunakan
sebagai indikator
10 11.5 10 2.77 5 2.77 5 2.28 Persen
Nilai SAKIP Biro Perencanaan
75
(A) 59,62 75 (A)
83,21
(A) 80 (A) 90,66
(AA) 80 (A) 89,65
(A) 85 (A) 90,52 (AA)
Nilai (Predikat)
Sasaran Strategis III: Tersusunnya dokumen perencanaan dan laporan yang Berkualitas
Indikator kinerja sasaran strategis III adalah sebagai berikut:
1. Jumlah dokumen perencanaan yang berkualitas
Penyusunan penyusunan dokumen perencanaan juga dilakukan dalam rangka menyusun dokumen perencanaan baik jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek yang nantinya digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam
Unit kerja yang bertugas melakukan koordinasi penyusunan rencana dan program adalah Sekretariat Jenderal melalui Biro Perencanaan.
Dalam sebuah pencapaian tujuan/target membutuhkan perencanaan yang baik sehingga program/kegiatan dapat berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Dengan demikian awal dari semua pelaksanaan program adalah perencanaan.
Dokumen perencanaan ini menjadi pedoman bagi unit lain untuk menyusun program/kegiatan dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan nasional.
2. Jumlah laporan monitoring dan evaluasi yang berkualitas
Biro Perencanaan melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja di lingkungan Kementerian Perindustrian dalam rangka evaluasi pelaksanaan program. Evaluasi tersebut menggambarkan perlaksanaan program dalam rangka pencapaian kinerja baik secara triwulan maupun tahunan yang tertuang dalam laporan PP 39 dan LAKIP sedangkan analisis evaluasi kinerja industri yang mengulas mengenai dampak dan pengaruh kondisi ekonomi global terhadap industri dalam negeri, yang diwujudkan dalam laporan secara triwulanan.
Laporan monitoring dan evaluasi berupa LAKIP dan PP 39 Triwulan I, II, III, dan IV untuk tingkat Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal dan Kementerian Perindustrian digunakan oleh unit lain sebagai dasar dalam menyusun perencanaan dan bahan pertimbangan pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Laporan analisis perkembangan kinerja industri disusun berdasarkan data makro ekonomi yang bersumber dari press rilis resmi pemerintah yang dikeluarkan oleh BPS dan BKPM.
Tabel 1. 3 Realisasi dan Target Jangka Menengah Sasaran Strategis 3 Sasaran
Strategis IKU 2015 2016 2017 2018 2019
Satuan
T R T R T R T R T R
Tersusunnya dokumen perencanaan
dan laporan hasil evaluasi
Jumlah Dokumen Perencanaan
Belum digunakan
sebagai indikator 8 22 8 13 8 16 Dokumen
Jumlah Laporan Monitoring dan
Evaluasi
Belum digunakan
sebagai indikator 6 11 6 11 6 12 Dokumen
Sasaran Strategis IV: Meningkatnya kinerja SDM dan Organisasi
Sasaran strategis ini memiliki indikator tingkat kinerja rata-rata pegawai Biro Perencanaan dan tingkat kinerja Biro Perencanaan. Tingkat kinerja rata-rata pegawai Biro Perencanaan dihitung melalui hasil Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)
pegawai Biro Perencanaan dengan target nilai rata-rata 87. Pada akhir tahun 2019 capaian kinerja rata-rata pegawai Biro Perencanaan adalah 88,64.
Adapun tingkat kinerja Biro Perencanaan dihitung melalui rata-rata nilai akhir kinerja pegawai dalam 1 tahun pada Daftar Penilaian Kinerja Bulanan dengan target nilai 96. Pada akhir tahun 2019 tingkat kinerja Biro Perencanaan adalah sebesar 97,13.
Sasaran Strategis IV: Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana kerja Biro Perencanaan
Tingkat Kepuasan penggunaan sarana dan prasarana kerja akan diukur dengan menggunakan kuesioner kepada pegawai di lingkungan Biro Perencanaan dengan target skala 3 dari Skala (1-4). Hasil survei yang dilaksanakan pada akhir tahun 2019 mendapatkan angka 2,83 yang berarti pegawai Biro Perencanaan puas dengan sarana dan prasarana di Biro Perencanaan walau hasilnya masih dibawah target sangat puas yang sudah ditetapkan.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa dalam periode 2015-2019, Biro Perencanaan telah mampu mencapai target yang telah ditetapkan. Namun demikian, masih terdapat banyak hal yang perlu diperbaiki dan menjadi tugas bagi Biro Perencanaan di tahun-tahun mendatang
2. RENCANA STRATEGIS BIRO PERENCANAAN TAHUN 2020-2024
Rencana Strategis (Renstra) Biro Perencanaan tahun 2020-2024 disusun berdasarkan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal (Renstra Setjen) Tahun 2020 – 2024, hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Biro Perencanaan 2015 – 2019 serta tugas dan fungsi Biro Perencanaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian.
2.1 Tujuan Strategis Renstra Setjen Tahun 2020-2024
Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi pembangunan industri, maka disusunlah tujuan dari Sekretariat Jenderal yakni, “Terwujudnya Dukungan Manajemen Kementerian Perindustrian yang Efektif” dengan indikator tujuannya yakni Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kementerian Perindustrian.
2.2 Sasaran Program Sekretariat Jenderal
a) Perspektif Pelanggan (Customer Perspective)
Sasaran Program (SP) 1 : Terwujudnya tata kelola kementerian yang efektif dan efisien
Sasaran Program (SP) 2 : Meningkatnya penggunaan produk dan industri halal dalam negeri
Sasaran Program (SP) 3 : Terwujudnya sistem informasi industri yang andal dan efektivitas publikasi kinerja industri
b) Perspektif Proses Internal (Internal Process Perspective)
Sasaran Program (SP) 4 : Terwujudnya tata kelola keuangan, BMN, Sarana dan Prasarana kemenperin yang efektif dan efisien Sasaran Program (SP) 5 : Meningkatnya kualitas dan efektivitas perencanaan
program, anggaran, dan evaluasi kinerja industri Sasaran Program (SP) 6 : Meningkatnya kinerja ASN dan Efektivitas Organisasi Sasaran Program (SP) 7 : Meningkatnya layanan legislasi dan advokasi yang
andal
Sasaran Program (SP) 8 : Meningkatnya nilai TKDN produk industri
Sasaran Program (SP) 9 : Tersedianya data dan informasi industri yang berkualitas
Sasaran Program (SP) 10 : Meningkatnya pemberitaan media massa dan interaksi media sosial terhadap kinerja industri
c) Perspektif Pembelajaran Organisasi (Learn and Growth Perspective)
Sasaran Program (SP) 11 : Terwujudnya ASN yang kompeten dan berintegritas Sasaran Program (SP) 12 : Meningkatnya penggunaan knowledge management
di Setjen
Sasaran Program (SP) 13 : Terwujudnya organisasi dan tata laksana yang tepat fungsi, tepat proses, dan tepat ukuran
Sasaran Program (SP) 14 : Meningkatkan tata kelola keuangan Sekretariat Jenderal secara efisien dan akuntabel
Gambar 1. 1 Peta Strategis Sekretariat Jenderal Tahun 2020-2024
B. POTENSI DAN PERMASALAHAN
Berdasarkan hasil analisis lingkungan strategis Biro Perencanaan dengan menggunakan strengths, weaknesses, opportunities, and threats (SWOT Analysis), dan dengan mempertimbangkan pemangku kepentingan dalam bidang perencanaan sebagaimana disajikan pada
Gambar 1. 2, maka diperoleh hasil analisis sebagaimana disajikan pada
Tabel 1. 4
Gambar 1. 2 Pemangku Kepentingan Biro Perencanaan
Tabel 1. 4 Peta Analisis SWOT Lingkungan Internal
Kekuatan - Memiliki sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi dan pengalaman di bidang perencanaan, penganggaran, dan evaluasi - Hubungan koordinasi yang baik dengan seluruh unit kerja di
lingkungan Kementerian Perindustrian - Sarana dan prasarana kerja yang mendukung
- Keterlibatan dan arahan pimpinan dalam pelaksanaan tusi - Semakin besarnya peran fungsional perencana
- Suasana kerja yang mendukung
Kelemahan - Kurang optimalnya implementasi proses bisnis Biro Perencanaan - Belum adanya SOP tentang tata kelola perencanaan dan
penganggaran
- Urgensi penyusunan dokumen perencanaan
- Tidak terpenuhinya timeline penyusunan dokumen perencanaan - Rendahnya kesadaran untuk melaporkan progress pelaksanaan
kegiatan Lingkungan Eksternal
Peluang - Hubungan koordinasi yang baik antara Biro Perencanaan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PPN/Bappenas
- Kepercayaan puncak pimpinan kepada Biro Perencanaan
- Terbukanya kesempatan dari K/L lain untuk peningkatan kemampuan SDM seperti : beasiswa, training, dll
- Terjalinnya hubungan yang baik dengan akademisi dari perguruan tinggi terkemuka
Ancaman - Berubahnya ketentuan penyusunan dokumen perencanaan, penganggaran dan evaluasi
- Banyaknya kepentingan yang harus diakomodir oleh Biro Perencanaan
- Kebijakan K/L lain yang mempengaruhi Biro Perencanaan misalnya kebijakan pemotongan anggaran
BAB II
TUJUAN, DAN SASARAN KEGIATAN BIRO PERENCANAAN
A. TUJUAN BIRO PERENCANAAN
Berdasarkan kondisi umum dan potensi serta permasalahan sebagaimana yang telah dijelaskan pada Bab I, Biro Perencanaan sesuai dengan tugas dan fungsinya dituntut untuk dapat bekerja profesional. Berdasarkan visi dan misi Kementerian serta tujuan dan sasaran yang ditetapkan di lingkup Sekretariat Jenderal maka dirumuskanlah tujuan Biro Perencanaan yang akan dicapai melalui sasaran kegiatan Biro Perencanaan. Tujuan Biro Perencanaan yang akan dicapai hingga tahun 2024 yaitu : “Meningkatnya Kualitas Dokumen Perencanaan dan Pelaporan di lingkungan Kementerian Perindustrian”.
Indikator kinerja tujuan juga merupakan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ingin dicapai adalah pada periode 2020-2024 adalah :
1. Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional
2. Nilai SAKIP Kementerian Perindustrian
3. Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa
B. SASARAN BIRO PERENCANAAN
Untuk mencapai visi, misi dan tujuan biro perencanaan maka disusunlah sasaran kegiatan sebagai berikut:
1. PERSPEKTIF PELANGGAN (CUSTOMER PERSPECTIVE) Sasaran Kegiatan 1:
“Meningkatnya Kualitas dan Efektivitas Perencanaan Program, Anggaran dan Evaluasi Kinerja Industri”, dengan indikator kinerja sasaran kegiatan sebagai berikut:
1. Tingkat kesesuaian antara rencana kerja Kemenperin dengan dokumen perencanaan pembangunan industri (Persen).
2. Tingkat Kesesuaian Dokumen Perencanaan Pembangunan Industri dengan Amanat Peraturan Perundangan (Persen).
3. Tingkat Kepuasan Pemangku Kepentingan Terhadap Layanan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Industri Lintas Sektor dan Daerah (Skala)
2. PERSPEKTIF PROSES INTERNAL (INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE) Sasaran Kegiatan 2 :
“Terwujudnya Sinergitas Dokumen Perencanaan Pembangunan Industri”, dengan indikator kinerja sasaran kegiatan sebagai berikut:
1. Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan dengan rencana aksi nasional (Persen)
2. Bahan Pimpinan sesuai dengan topik dan tepat waktu (Persen) Sasaran Kegiatan 3:
“Meningkatnya Kualitas Dokumen Evaluasi Dan Akuntabilitas Kinerja”, dengan indikator kinerja sasaran kegiatan sebagai berikut:
1. Persentase Rekomendasi yang ditindaklanjuti (Persen) 2. Nilai SAKIP Setjen (Nilai)
3. Nilai SMART DJA Setjen (Nilai)
3. PERSPEKTIF PEMBELAJARAN ORGANISASI (LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE)
Sasaran Kegiatan 4:
“Meningkatnya Kompetensi SDM Biro Perencanaan”, dengan indikator kinerja sasaran kegiatan sebagai berikut:
1. Rata-rata indeks profesionalitas ASN Biro Perencanaan (Indeks) 2. Rata-rata kinerja unit Biro Perencanaan (Nilai)
Sasaran Kegiatan 5:
“Meningkatnya Tata Kelola Organisasi Biro Perencanaan”, dengan indikator kinerja sasaran kegiatan sebagai berikut :
1. Nilai SAKIP Biro Perencanaan (Nilai)
2. Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro Perencanaan (Persen)
3. Rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh Biro Perencanaan (Persen)
Keterkaitan antar strategi pada perspektif pemanggung kepentingan, proses bisnis internal, dan pembelajaran organisasi dapat dilihat pada Gambar 2.1.
Gambar 2. 1 Peta Strategi Biro Perencanaan Tahun 2020-2024
Keberhasilan dari visi, misi, dan tujuan Biro Perencanaan tahun 2020-2024 tersebut ditentukan oleh ketercapaian dari sasaran strategi. Adapun penjelasan mengenai sasaran strategi dan indikator sasaran strategi dijelaskan dalam Manual Indikator Kinerja pada LAMPIRAN 4.
BAB III
ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN BIRO PERENCANAAN
A. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
Arah kebijakan Kementerian Perindustrian dalam Rencana Strategis tahun 2020-2024 sebagai berikut:
1. Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 merupakan strategi untuk mempercepat pencapaian target pengembangan industri yang implementasinya tidak lepas dari rencana strategis pengembangan perindustrian yang sudah ada. Percepatan pengembangan industri melalui pemanfaatan teknologi disruptive sekalipun tetap membutuhkan perbaikan dasar mulai dari penguatan rantai nilai untuk industri bahan baku/hulu, pengolahan/antara, serta produk siap konsumsi/hilir, pengembangan wilayah industri, pengembangan jaringan pasar, serta pengembangan kapasitas tenaga kerja. Oleh karena itu, Indonesia perlu menata kembali ekosistem pengembangan industri melalui pembinaan kawasan/wilayah industri berdasarkan sumber daya alam. Efisiensi proses pengolahan bahan baku, air, dan energi dengan aplikasi teknologi disruptive menjadi kunci utama dalam pengembangan industri yang berkelanjutan. Efisiensi proses pengolahan bahan baku, air, dan energi dengan aplikasi teknologi disruptive menjadi kunci utama dalam pengembangan industri yang berkelanjutan. Produksi manufaktur Indonesia juga masih menitikberatkan pada proses di tingkat hilir sehingga memiliki nilai tambah yang rendah. Hal-hal tersebut sangat mempengaruhi pengembangan industri manufaktur.
2. Aspirasi Making Indonesia 4.0
Making Indonesia 4.0 memiliki aspirasi untuk menjadi top 10 ekonomi dunia pada tahun 2030 dengan target berikut:
- Meningkatkan daya saing dengan target 10% porsi ekspor netto terhadap PDB, atau peningkatan sebesar 13x dari kondisi saat ini.
- Meningkatkan rasio produktivitas tenaga kerja per biaya hingga 2x dari kondisi saat ini.
- Meningkatkan pengeluaran litbang nasional hingga 2% PDB, atau peningkatan
Pencapaian aspirasi dilakukan melalui fokus 5 sub-sektor manufaktur dan 3 horizon berikut:
Tabel 3. 1 Sub-sektor Manufaktur dalam Aspirasi Making Indusonesia 4.0
No. Sektor Horizon 1 (2021) Horizon 2 (2025) Horizon 3 (2030) 1 Makanan dan
minuman
Mengurangi net export 50%
Pemain ASEAN melalui peningkatan daya saing dan kemampuan teknis
Eksportir
processing foods tingkat global 2 Tekstil Mengurangi impor,
meningkatkan produktivitas melalui zonasi, mengolah serat sintesis tingkat ASEAN
Memenuhi permintaan lokal, pertumbuhan ekspor 15% per tahun
Top 5 manufaktur tekstil dunia, terutama inovasi functional clothing
3 Otomotif Memperkuat
produksi dan ekspor KBH2 dan multi- purpose vehicle
Ekspor motor listrik 2W ke negara berkembang
Ekspor mobil listrik 4W ke negara berkembang
4 Kimia Mengurangi impor
kimia dasar 30%
Meningkatkan kontribusi resin &
serat sintesis thd produksi dari -5%
menjadi 1.5x
Top 5 produsen biokimia dunia (biofuel, bioplastic)
5 Elektronik Mengurangi impor 30%
Pemain ASEAN melalui peningkatan daya saing produk fokus (IOT, EV)
Mengembangkan 2- 3 industri elektronik berksala besar (>Rp15 milyar)
Dalam implementasinya, Making Indonesia 4.0 memiliki 10 prioritas nasional dengan penjelasan berikut:
1. Memperbaiki alur aliran material
Meningkatkan suplai bahan baku dasar domestic, membangun kemampuan manufaktur komponen bernilai tinggi, memperkuat produksi material sektor hulu, misalnya menurunkan bahan baku impor petrokimia 50%, logam dasar 74%
2. Mendesain ulang zonasi/ perwilayahan industri
Membuat zona baru yang sejalan dengan sektor prioritas dan membangun konektivitas diantara zona industri, membangun peta jalan untuk zona industri nasional yang komprehensif, misalnya mendekatkan lokasi migas dengan lokasi pabrik petrokimia, relokasi konsentrasi Kawasan Industri Jabodetabek dan mengoptimalkan logistik, misalnya Automotive Industrial Belts di Utara Jawa (Batam, Karawang, Bekasi, Jawa Tengah).
3. Mengakomodir standar sustainability
Mengidentifikasi peluang pertumbuhan serta promosi investasi lingkungan kondusif ramah lingkungan, meningkatkan kesempatan daya saing melalui pemenuhan tren sustainability global (misalnya Euro-x, EV), dan perubahan peluang bisnis (misalnya biofuel, biomaterial, EBT).
Membangun platform e-commerce secara nasional, mengembangkan technology bank, serta fondasi bisnis bagi UMKM.
5. Membentuk infrastruktur digital nasional
Mempercepat pembangunan broadband speed dan kemampuan digital nasional, menyelaraskan standar digital dengan norma dunia, misalnya 5G, serat optic 1Gbps, infrastruktur data center dan data cloud.
6. Menarik investasi asing
Bekerja sama dengan manufaktur besar dunia serta menawarkan insentif menarik, Membuka dialog dengan pemerintah asing untuk berkolaborasi tingkat nasional, percepatan transfer teknologi melalui skema insentif dan investasi asing.
7. Meningkatkan kualitas SDM
Mendesain kurikulum Pendidikan menyesuaikan kebutuhan Industry 4.0, program professional talent mobility, meningkatkan anggaran pendidikan Pemerintah dari
$114 per kapita
8. Membentuk ekosistem inovasi
Mengembangkan sentra RD&D dengan kolaborasi Pemerintah, swasta, publik, dan universitas
9. Menerapkan insentif investasi teknologi
Memperkenalkan insentif yang komprehensif untuk adopsi teknologi Industry 4.0, misalnya penundaan/pengurangan/penghapusan pajak, subsidi adopsi teknologi, dan dukungan pendanaan.
10. Harmonisasi peraturan dan kebijakan
Melakukan harmonisasi peraturan yang tumpang tindih antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
B. ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI BIRO PERENCANAAN TAHUN 2020-2024 Berdasarkan Strategi Pembangunan Industri Tahun 2020 – 2024, Strategi Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian Tahun 2020 – 2024, serta dalam rangka mencapai tujuan Biro Perencanaan, maka ditetapkan arah kebijakan Biro Perencanaan tahun 2020- 2024 sebagai berikut:
1. Meningkatnya kualitas dan efektivitas perencanaan program, anggaran dan evaluasi kinerja industri;
2. Terwujudnya sinergitas dokumen perencanaan pembangunan industri;
3. Meningkatnya kualitas dokumen evaluasi dan akuntabilitas kinerja;
4. Meningkatnya kompetensi SDM Biro Perencanaan;
Sasaran Kegiatan pada Biro Perencanaan mendukung program pada Sekretariat Jenderal yaitu Program Dukungan Manajemen Kementerian Perindustrian.
2. KEGIATAN
Dalam rangka mewujudkan tujuan Biro Perencanaan, maka Biro Perencanaan melaksanakan kegiatan “Peningkatan Kualitas Dokumen Perencanaan dan Pelaporan”.
Adapun inisiatif strategis atau aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh Biro Perencanaan dalam mencapai sasaran kegiatan dijelaskan dalam Matriks Keterkaitan pada LAMPIRAN 3
3. KERANGKA KELEMBAGAAN
a. STRUKTUR ORGANISASI BIRO PERENCANAAN
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Biro Perencanaan, sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian, Biro Perencanaan dipimpin oleh Kepala Biro Perencanaan yang membawahi Subbagian Tata Usaha, dan Kelompok Jabatan Fungsional.
1. Subbagian Tata Usaha
Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan rencana, program, anggaran, keuangan, sumber daya manusia, organisasi, tata laksana, barang milik negara, persuratan, kearsipan, dan rumah tangga serta penyusunan evaluasi dan pelaporan biro.
2. Kelompok Jabatan Fungsional
Terdapat 3 (tiga) jenis Jabatan Fungsional pada Biro Perencanaan, yaitu : a. Kelompok Jabatan Fungsional Perencana
Tugas Jabatan Fungsional Perencana adalah menyiapkan, mengkaji, merumuskan kebijakan, dan menyusun rencana pembangunan pada instansi pemerintah secara teratur dan sistematis, termasuk mengendalikan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan rencana pembangunan. (PermenpanRB Nomor 4 Tahun 2020, Bab IV, Bagian Kesatu, Pasal 6)
b. Kelompok Jabatan Fungsional Analis Anggaran
Tugas jabatan Analis Anggaran yaitu melaksanakan kegiatan analisis di bidang penganggaran dalam pengelolaan APBN. (PermenpanRB nomor 21 Tahun 2016, Bab IV, Bagian Kesatu, Pasal 5)
c. Kelompok Jabatan Fungsional Analis Kebijakan
Tugas pokok Analis Kebijakan yaitu melaksanakan Kajian dan Analisis Kebijakan. (PermenpanRB Nomor 45 Tahun 2013 Bagian Ketiga, Pasal 4)
fungsional saling berkoordinasi dan bekerjasama untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.
Struktur organisasi Biro Perencanaan Kementerian Perindustrian sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian, dapat dilihat pada Gambar 3. 1 berikut ini.
Gambar 3. 1 Struktur Organisasi Biro Perencanaan
b. MANAJEMEN SDM APARATUR BIRO PERENCANAAN
Secara internal Biro Perencanaan harus didukung oleh ketersediaan SDM Aparatur yang profesional dan berintegritas, baik dari segi kuantitas dan kualitas. Biro Perencanaan dalam menjalankan fungsinya membutuhkan SDM Aparatur yang memiliki kecakapan dalam melaksanakan koordinasi dan menyusun perencanaan lintas sektoral dan wilayah, program dan anggaran, perencanaan dukungan sumber daya dan investasi industri, serta evaluasi dan pelaporan.
Implementasi UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) juga memberikan harapan besar bagi upaya pelaksanaan manajemen ASN Biro Perencanaan.
Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa manajemen ASN bertujuan untuk menghasilkan SDM Aparatur yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
(PPPK). Manajemen PNS meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan, pengadaan, pangkat dan jabatan, pengembangan karier, pola karier, promosi, mutasi, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan, penghargaan, disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun dan jaminan hari tua, dan perlindungan. Sementara itu, Manajemen PPPK meliputi penetapan kebutuhan, pengadaan, penilaian kinerja, gaji dan tunjangan, pengembangan kompetensi, penghargaan, disiplin, pemutusan hubungan perjanjian kerja, dan perlindungan.
Pelaksanaan manajemen ASN di lingkungan Biro Perencanaan harus terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan dukungan SDM Aparatur terhadap pencapaian tujuan organisasi. Kinerja SDM Aparatur yang optimal akan menciptakan efektifitas kinerja organisasi dalam mendukung pencapaian visi dan misi Biro Perencanaan. Namun permasalahan pokok yang belum dan harus terselesaikan dalam pelaksanaan manajemen ASN di lingkungan Biro Perencanaan, yaitu :
1. Jumlah SDM saat ini yang belum memadai. Hal ini ditambah dengan kondisi dimana dalam kurun waktu 2020-2024, beberapa pegawai memasuki masa pensiun, pindah unit kerja (mutasi), maupun tenaga PPPK yang berencana atau telah mengundurkan diri;
2. SDM Biro Perencanaan saat ini perlu mendapatkan tambahan pembekalan skill yang diperlukan;
3. Pejabat fungsional di lingkungan Kementerian Perindustrian perlu dikelola dan diberdayakan agar lebih optimal. UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengamanatkan SDM profesional dan pengembangan kelompok jabatan fungsional dalam sebagai pilar utama dalam melaksanakan tugas dan fungsi;
4. Belum tersedianya analisis kebutuhan Diklat SDM Aparatur sesuai dengan jabatan yang disandangnya akibat belum tersedianya standar kompetensi jabatan itu sendiri. Analisis kebutuhan Diklat jabatan yang sesuai dengan kompetensi jabatan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pegawai terhadap kinerjanya. Hal yang terjadi saat ini adalah keikutsertaan Diklat yang kurang tepat sasaran, yakni ketidaksesuaian substansi Diklat dengan tugas dan fungsi yang dilaksanakan di unit kerja pegawai.
Dalam menghadapi tantangan pembangunan industri tahun 2020-2024, beberapa hal yang harus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASN di lingkungan Biro Perencanaan adalah sebagai berikut :
1. Pengelolaan dan pemberdayaan pejabat fungsional;
2. Sebagian besar SDM di Biro Perencanaan agar dapat mengikuti Diklat yang sesuai dengan jabatan fungsional yang dipegang untuk menjalankan tugas substansi, sementara sebagian lainnya akan melaksanakan tugas pendukung;
Peta Jabatan unit organisasi perlu dilaksanakan secara rutin setiap tahun untuk mengetahui jumlah pegawai yang ada (bezetting), pegawai pensiun, mutasi, meninggal dunia, dan untuk mengantisipasi perubahan organisasi sehingga dapat menggambarkan kekurangan/ kelebihan jumlah pegawai pada setiap jabatan.
Perhitungan kebutuhan SDM Aparatur meliputi pendataan jumlah pejabat struktural, pejabat fungsional, pelaksana dan PPPK.
4. Analisis kebutuhan Diklat ASN dapat dilakukan dengan menyelenggarakan Diklat dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Biro Perencanaan, Biro Perencanaan ke depan akan mengadakan Diklat yang bertujuan untuk meningkatkan:
a) Kualitas perencanaan, penganggaran, dan penyusunan kebijakan;
b) Kerjasama program dan anggaran pembangunan industri;
c) Efektifitas kinerja program;
d) Solidaritas dan team building;
e) Kemampuan dalam menganalisis keekonomian proyek;
f) Kualitas laporan dan evaluasi ;
g) Dukungan bagi peningkatan kinerja sektor industri;
h) Kualitas Pejabat Fungsional.
Untuk mewujudkan SDM yang kompeten di bidangnya, Biro Perencanaan dapat : 1. Menyelenggarakan Diklat secara mandiri;
2. Berpartisipasi pada Diklat non-gelar dan/atau Diklat dengan gelar yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Industri, Bappenas, dan/atau lembaga lain;
3. Mengikuti internship/magang pada lembaga penelitian, lembaga internasional, atau perusahaan industri manufaktur di dalam maupun di luar negeri.
Melalui peningkatan kualitas dan kuantitas ASN di lingkungan Biro Perencanaan diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pencapaian visi-misi dan tujuan Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal, dan Kementerian Perindustrian.
BAB IV
TARGET KINERJA DAN PENDANAAN
A. TARGET KINERJA
Untuk mencapai sasaran kegiatan yang telah ditetapkan pada tahun 2020-2024, Biro Perencanaan akan melaksanakan kegiatan sesuai dengan arah kebijakan dan strategi serta struktur organisasi Biro Perencanaan yang telah dijabarkan pada Bab III, termasuk kegiatan yang dilaksanakan Biro Perencanaan tahun 2020-2024.
Dalam proses penyusunan Revisi Renstra Biro Perencanaan Tahun 2020-2024 yang dilaksanakan sepanjang tahun 2021, terdapat penyesuaian kembali atas sasaran kegiatan, indikator, dan target indikator kinerja pada konsep revisi rencana strategis Biro Perencanaan tahun 2020-2024.
Penyesuaian tersebut dilakukan dalam rangka penyempurnaan proses bisnis Biro Perencanaan agar sejalan dengan perubahan organisasi dan tata kerja Kementerian Perindustrian sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perindustrian, perubahan rencana strategis Kementerian Perindustrian sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 15 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Perindustrian Tahun 2020-2024, dan perubahan rencana strategis Sekretaris Jenderal sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 5 Tahun 2021 tentang Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian Perindustrian Tahun 2020-2024.
Sasaran kegiatan, indikator, dan target indikator kinerja Biro Perencanaan berdasarkan Renstra Biro Perencanaan tahun 2020-2024 sebelum revisi adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 1 Sasaran dan Indikator Kegiatan Penyusunan, Perencanaan, Pemrograman, Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian serta Koordinasi Tahun 2020-2024 (Sebelum Revisi Renstra)
Program/
Kegiatan
Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan
(Output)/Indikator Satuan Target
2020 2021 2022 2023 2024 Peningkatan Kualitas Perencanaan Dan Pelaporan
TJ Meningkatnya Kualitas Dokumen Perencanaan dan Pelaporan di lingkungan Kementerian Perindustrian
TJ1
Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional
Persen 95,5 96 96,5 97 97,5
TJ2 Nilai SAKIP Kementerian Perindustrian Nilai 78,0 78,5 79 79,5 80
Perspektif Pemangku Kepentingan (Stakeholders Perspective)
SK1
Meningkatnya kualitas dan efektivitas perencanaan program, anggaran dan evaluasi kinerja industri
SK1.1
Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional
Persen
95,5 96 96,5 97 97,5
SK1.2 Nilai SAKIP Kementerian Perindustrian Nilai 78,0 78,5 79 79,5 80
Perspektif Proses Internal (Internal Process Perspective)
SK2
Terwujudnya sinergitas dokumen perencanaan pembangunan industri
SK2.1 Tersusunnya dokumen perencanaan jangka Dokumen
3 1 1 1 3
Kegiatan (Output)/Indikator Satuan
2020 2021 2022 2023 2024 SK2.2 Tersusunnya perencanaan terkait isu strategis
industri
Dokumen
Perencanaan 1 1 1 1 1
SK3.3 Tersusunnya bahan pimpinan sesuai dengan topik
dan tepat waktu Persen 91 92 93 94 95
SK3
Meningkatnya kualitas dokumen evaluasi dan akuntabilitas kinerja SK3.1 Jumlah hasil evaluasi yang direkomendasikan untuk
ditindaklanjuti Rekomendasi 1 3 3 3 3
SK3.2 Nilai SAKIP Setjen Nilai 84 84 85 85 85
SK3.3 Nilai SMART DJA Setjen Nilai 75 76 77 78 79
Perspektif Pembelajaran Organisasi (Learn & Growth Perspective)
SK4
Meningkatnya kompetensi SDM Biro Perencanaan
SK4.1 Meningkatnya kinerja ASN Biro Perencanaan Persen 90 90,5 91 91,5 92
SK4.2 Penilaian kinerja unit Biro Perencanaan Nilai 96 96 96 96,5 96,5
SK5
Meningkatnya Tata Kelola organisasi Biro Perencanaan
SK5.1 Nilai SAKIP Biro Perencanaan Nilai 84,5 84,75 85 85,25 85,5
SK5.2 Tingkat kepuasan sarana dan prasarana kerja Nilai 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5
Adapun sasaran kegiatan, indikator, dan target dalam Revisi Renstra Biro Perencanaan tahun 2020-2024 ditetapkan sebagaimana pada tabel berikut:
Tabel 4. 2 Sasaran dan Indikator Kegiatan Penyusunan, Perencanaan, Pemrograman, Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian serta Koordinasi Tahun 2020-2024 (Revisi Renstra)
Program/
Kegiatan Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan (Output)/Indikator Satuan Target
2020 2021 2022 2023 2024 Peningkatan Kualitas Perencanaan Dan Pelaporan
TJ Meningkatnya Kualitas Dokumen Perencanaan dan Pelaporan di lingkungan Kementerian Perindustrian TJ1 Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan
rencana program dan kegiatan prioritas nasional Persen 95,5 95,7 95,9 96,1 96,3
TJ2 Nilai SAKIP Kementerian Perindustrian Nilai 78,0 78,2 78,4 78,6 78,8
Perspektif Pelanggan (Customer Perspective)
SK1
Meningkatnya kualitas dan efektivitas perencanaan program, anggaran dan evaluasi kinerja industri SK1.1 Tingkat kesesuaian antara rencana kerja Kemenperin
dengan dokumen perencanaan pembangunan industri Persen n.a 70 71 72 73 SK1.2 Tingkat Kesesuaian Dokumen Perencanaan Pembangunan
Industri dengan Amanat Peraturan Perundangan Persen n.a n.a 80 81 82
SK1.3
Tingkat Kepuasan Pemangku Kepentingan Terhadap Layanan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Industri Lintas Sektor dan Daerah
Skala n.a n.a 4,0 4,1 4,2
Perspektif Proses Internal (Internal Process Perspective)
SK2
Terwujudnya sinergitas dokumen perencanaan pembangunan industri SK2.1 Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan dengan rencana
aksi nasional Persen 85 85,5 86 86,5 87
SK2.2 Bahan Pimpinan sesuai dengan topik dan tepat waktu Persen 91 92 93 94 95 SK3 Meningkatnya kualitas dokumen evaluasi dan akuntabilitas kinerja
SK3.1 Persentase Rekomendasi yang ditindaklanjuti Persen n.a n.a 75 78 82
SK3.2 Nilai SAKIP Setjen Nilai 81,5 81,7 81,9 82,1 82,3
SK3.3 Nilai SMART DJA Sekretariat Jenderal Nilai 75 76 77 78 79
Perspektif Pembelajaran Organisasi (Learn & Growth Perspective)
SK4
Meningkatnya kompetensi SDM Biro Perencanaan
SK4.1 Rata-rata indeks profesionalitas ASN Biro Perencanaan Indeks 70 71 73 76 80 SK4.2 Rata-rata kinerja pegawai Biro Perencanaan Nilai 96,0 96,1 96,2 96,3 96,4
SK5
Meningkatnya Tata Kelola organisasi Biro Perencanaan
SK5.1 Nilai SAKIP Biro Perencanaan Nilai 82 82,2 82,4 82,6 82,8
SK5.2 Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri
dalam pengadaan barang dan jasa di Biro Perencanaan Persen n.a 75 80 85 90 SK5.3 Rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti
oleh Biro Perencanaan Persen n.a 91,5 92 92,5 93
Dalam rangka mencapai sasaran kegiatan Biro Perencanaan tahun 2020-2024, dibutuhkan pendanaan bagi kegiatan sebagaimana yang telah dijabarkan di atas. Kebutuhan pendanaan Biro Perencanaan untuk tahun 2020-2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 3 Kebutuhan Pendanaan Kegiatan Biro Perencanaan
KODE
KEGIATAN / SASARAN KEGIATAN / INDIKATOR SASARAN / KRO / INDIKATOR KRO / RO /
INDIKATOR RO
SATUAN
2020 2021 2022 2023 2024
Rp. Ribu Rp. Ribu Rp. Ribu Rp. Ribu Rp. Ribu Pengelolaan Perencanaan, Penganggaran Dan Pelaporan
TJ Meningkatnya Kualitas Dokumen Perencanaan dan
Pelaporan di lingkungan Kementerian Perindustrian 10.217.675 7.817.260 11.248.192 13.393.730 13.393.730 TJ1 Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan
dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional Persen 7.694.908 5.028.229 8.721.521 9.419.703 9.419.703 TJ2 Nilai SAKIP Kementerian Perindustrian Nilai 2.522.767 2.789.031 2.526.671 3.974.027 3.974.027 A. Perspektif Pelanggan (Customer Perspective)
SK1 Meningkatnya kualitas dan efektivitas perencanaan
program, anggaran dan evaluasi kinerja industri 4.930.408 2.048.718 3.046.525 5.750.000 5.750.000 SK1.1 Tingkat kesesuaian antara rencana kerja Kemenperin
dengan dokumen perencanaan pembangunan industri Persen 1.601.355 775.166 1.853.273 3.150.000 3.150.000 SK1.2 Tingkat Kesesuaian Dokumen Perencanaan
Pembangunan Industri dengan Amanat Peraturan Perundangan
Persen 2.723.320 758.430 540.595 1.000.000 1.000.000
SK1.3 Tingkat Kepuasan Pemangku Kepentingan Terhadap Layanan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Industri Lintas Sektor dan Daerah
Skala 605.733 515.122 652.657 1.600.000 1.600.000
B. Perspektif Proses Internal (Internal Process Perspective) SK2 Terwujudnya sinergitas dokumen perencanaan
pembangunan industri 1.684.283 2.568.756 4.913.055 2.468.534 2.468.534 SK2.1 Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan dengan
rencana aksi nasional Persen 1.262.233 2.128.090 4.709.564 1.766.340 1.766.340 SK2.2 Bahan Pimpinan sesuai dengan topik dan tepat waktu Persentase 422.050 440.666 203.491 702.194 702.194 SK3 Meningkatnya kualitas dokumen evaluasi dan
akuntabilitas kinerja 1.420.690 1.152.485 1.291.855 3.017.509 3.017.509 SK3.1 Persentase Rekomendasi yang ditindaklanjuti Persen 1.080.217 410.755 761.941 1.201.169 1.201.169
SK3.2 Nilai SAKIP Setjen Nilai 290.103 677.730 432.676 966.340 966.340
SK3.3 Nilai SMART DJA Setjen Nilai 50.370 64.000 97.238 850.000 850.000
C. Perspektif Pembelajaran Organisasi (Learn and Growth Perspective)
SK4 Meningkatnya kompetensi SDM Biro Perencanaan 329.798 210.314 183.202 261.664 261.664 SK4.1 Rata-rata Indeks Profesionalitas ASN Biro Perencanaan Indeks 130.260 183.914 147.776 221.664 221.664 SK4.2 Rata-rata kinerja pegawai Biro Perencanaan Nilai 199.538 26.400 35.426 40.000 40.000 SK5 Meningkatnya tata kelola organisasi Biro
Perencanaan 1.852.496 1.836.987 1.813.555 1.896.023 1.896.023
SK5.1 Nilai SAKIP Biro Perencanaan Nilai 96.473 29.000 23.175 40.000 40.000
SK5.2 Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa di Biro Perencanaan
Persen 1.756.023 1.756.023 1.756.023 1.756.023 1.756.023
SK5.3 Rekomendasi hasil pengawasan internal telah
ditindaklanjuti oleh Biro Perencanaan Persen
- 51.964 34.357 100.000 100.000
Total 10.217.675 7.817.260 11.248.192 13.393.730 13.393.730
Tabel 4. 2 merupakan tabel yang menjelaskan tentang kebutuhan pendanaan untuk mencapai outcome Biro Perencanaan dari tahun 2020 hingga tahun 2024. Pada tahun 2021 terdapat perubahan indikator pada Sasaran Kegiatan 1 (SK1) dimana anggaran pada komponen indikator SK1.2 dan SK1.3 pada tahun 2020-2021 masih mendukung indikator SK1.1. Hal ini dikarenakan pada tahun 2020-2021 indikator SK1.2 dan SK1.3 belum digunakan dan indikator SK1.2 dan SK1.3 digunakan mulai tahun 2022.
Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakomodir kesesuaian kegiatan pada RO/KRO dengan tugas masing-masing pokja yang telah disepakati. Disamping itu, penyesuaian ini juga mempermudah pemantauan realisasi anggaran dan realisasi fisik yang ada pada
BAB V PENUTUP
Rencana strategis Biro Perencanaan tahun 2020-2024 merupakan rencana kerja jangka menengah yang disusun berdasarkan Tugas dan Fungsi Biro Perencanaan, dan UU No. 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Rencana strategis tersebut juga merupakan penjabaran program, kegiatan, sasaran, dan indikator kinerja dalam upaya untuk mencapai visi dan misi Biro Perencanaan selama lima tahun.
Penyusunan Renstra dilakukan secara sistematis, komprehensif, integratif, dan sinergis dengan Peta Strategi dan Key Performance Indicator (KPI) agar penggunaan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien dan efektif. Rencana Strategis Biro Perencanaan di reviu secara berkala setiap tahunnya dan dilakukan penyesuaian- penyesuaian terhadap perubahan kebijakan.
Kegiatan-kegiatan tahunan telah disusun dan direncanakan berdasarkan kondisi lingkungan saat ini, oleh karena itu seiring dengan berjalannya waktu pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut dapat diperkaya sesuai dengan perubahan lingkungan yang ada ketika menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT).
Revisi Renstra Biro Perencanaan ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja dan memberikan kejelasan terhadap tahap-tahap pencapaian tujuan Biro Perencanaan secara sistematis sehingga Renstra tersebut dapat dipergunakan sebagai road map dalam pelaksanaan tupoksi hingga tahun 2024.
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 Pohon Kinerja Biro Perencanaan Tahun 2020-2024
LAMPIRAN 2 Matriks Kinerja dan Pendanaan Biro Perencanaan Tahun 2020-2024
Program/
Kegiatan
Sasaran Program (Outcome)/Sasaran
Kegiatan (Output)/Indikator Satuan Target Alokasi (dalam Miliar rupiah)
Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024
Peningkatan Kualitas Perencanaan Dan Pelaporan 10,22 7,82 11,25 13,39 13,39
Tj
Meningkatnya Kualitas Dokumen Perencanaan dan Pelaporan di lingkungan Kementerian Perindustrian TJ1
Tingkat kesesuaian antara dokumen perencanaan dengan rencana program dan kegiatan prioritas nasional
Persen 95,5 95,7 95,9 96,1 96,3
TJ2 Nilai SAKIP Kementerian Perindustrian Nilai 78 78,2 78,4 78,6 78,8
Perspektif Pelanggan (Customer Perspective)
SK1
Meningkatnya kualitas dan efektivitas perencanaan program, anggaran dan evaluasi kinerja industri SK1.1
Tingkat kesesuaian antara rencana kerja Kemenperin dengan dokumen perencanaan pembangunan industri
Persen n.a 70 71 72 73
Pokja Perencanaan Program, Kegiatan, dan Anggaran ; Pokja Pembangunan Industri
SK1.2
Tingkat Kesesuaian Dokumen Perencanaan Pembangunan Industri dengan Amanat Peraturan
Perundangan
Persen n.a n.a 80 81 82 Pokja Pembangunan Industri
SK1.3
Tingkat Kepuasan Pemangku Kepentingan Terhadap Layanan Koordinasi Perencanaan
Pembangunan Industri Lintas Sektor dan Daerah
Skala n.a n.a 4 4,1 4,2 Pokja Pembangunan Industri
Perspektif Proses Internal (Internal Process Perspective)
SK2
Terwujudnya sinergitas dokumen perencanaan pembangunan industri SK2.1
Tingkat kesesuaian dokumen perencanaan dengan rencana aksi nasional
Persen 85 85,5 86 86,5 87
Pokja Penyusunan Bahan Pimpinan serta Analisis Isu Aktual Sektor Industri
SK2.2 Bahan Pimpinan sesuai dengan topik
dan tepat waktu Persen 91 92 93 94 95
Pokja Penyusunan Bahan Pimpinan serta Analisis Isu Aktual Sektor Industri
SK3
Meningkatnya kualitas dokumen evaluasi dan akuntabilitas kinerja SK3.1 Persentase rekomendasi yang
ditindaklanjuti Persen n.a n.a 75 78 82 Pokja Pemantauan dan Evaluasi
SK3.2 Nilai SAKIP Setjen Nilai 81,5 81,7 81,9 82,1 82,3
Pokja Pemantauan dan Evaluasi;
Pokja Perencanaan Program, Kegiatan, dan Anggaran
SK3.3 Nilai SMART DJA Sekretariat Jenderal Nilai 75 76 77 78 79 Pokja Perencanaan Program,
Kegiatan, dan Anggaran Perspektif Pembelajaran Organisasi (Learn & Growth Perspective)
SK4 Meningkatnya kompetensi SDM Biro Perencanaan
Program/
Kegiatan
Sasaran Program (Outcome)/Sasaran
Kegiatan (Output)/Indikator Satuan Target Alokasi (dalam Miliar rupiah)
Unit Organisasi Pelaksana 2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024
SK4.1 Rata-rata indeks profesionalitas ASN
Biro Perencanaan Indeks 70 71 73 76 80 Subbagian Program dan Tata
Usaha SK4.2 Rata-rata kinerja pegawai Biro
Perencanaan Nilai 96 96,1 96,2 96,3 96,4 Subbagian Program dan Tata
Usaha
SK5
Meningkatnya Tata Kelola organisasi Biro Perencanaan
SK5.1 Nilai SAKIP Biro Perencanaan Nilai 82 82,2 82,4 82,6 82,8 Pokja Perencanaan Program,
Kegiatan, dan Anggaran
SK5.2
Persentase nilai capaian penggunaan produk dalam negeri dalam
pengadaan barang dan jasa di Biro Perencanaan
Persen n.a 75 80 85 90 Subbagian Program dan Tata
Usaha
SK5.3
Rekomendasi hasil pengawasan internal telah ditindaklanjuti oleh Biro Perencanaan
Persen n.a 91,5 92 92,5 93 Subbagian Program dan Tata
Usaha
Ket :
PE :Pokja Pemantauan dan Evaluasi PI : Pokja Pembangunan Industri
PPKA :Pokja Penyusunan Program, Kegiatan, dan Anggaran
PBP : Pokja Penyusunan Bahan Pimpinan serta Analisis Isu Aktual Sektor Industri