• Tidak ada hasil yang ditemukan

pakhongbp kurtilas xi bukusiswa rev2017 terampilmatematika blogspot com

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "pakhongbp kurtilas xi bukusiswa rev2017 terampilmatematika blogspot com"

Copied!
202
0
0

Teks penuh

I. Pembinaan Diri sebagai Kewajiban Pokok

Bab 1 mengupas tuntas pentingnya pembinaan diri sebagai landasan utama dalam mencapai kedamaian dunia. Ia menekankan konsep 'Mingde', 'Zai Qinmin', dan 'Zhishan' dari Kitab Daxue sebagai tiga pilar utama. Daxue menyajikan proses bertahap pembinaan diri: meluruskan hati, mengimankan tekad, mencukupkan pengetahuan, dan akhirnya, membina diri. Proses ini dijelaskan secara rinci, disertai dengan contoh-contoh dan ilustrasi untuk memudahkan pemahaman. Bab ini juga menghubungkan pembinaan diri dengan pengaturan rumah tangga dan negara, menekankan bahwa kedamaian global berakar pada individu yang terbina.

1.1 Pelajaran Agung dari Daxue

Sub-bab ini membahas Kitab Daxue, menekankan pentingnya pembinaan diri sebagai pintu gerbang kebajikan. Ia menjelaskan tujuh ayat utama yang menjabarkan proses pembinaan diri, dimulai dari meneliti hakikat setiap perkara hingga mencapai damai di dunia. Penggunaan ilustrasi seperti Gambar 1.1 dan 1.2 memperjelas konsep mengasihi sesama dan berhenti pada puncak kebaikan. Aktivitas diskusi kelompok mendorong pemahaman kritis terhadap konsep-konsep ini.

1.2 Pembinaan Diri: Kewajiban Pokok Setiap Manusia

Bagian ini memperkuat pernyataan bahwa pembinaan diri merupakan kewajiban pokok setiap manusia. Ia mengutip Daxue Bab Utama ayat 4-5 yang menjelaskan proses bertahap dari pembinaan diri hingga pengaturan negara menuju kedamaian dunia. Tugas mandiri mendorong refleksi kritis terhadap peran individu dalam mewujudkan kedamaian global. Penjelasan yang sistematik dan ringkas membantu pembaca memahami konsep tersebut.

1.3 Proses Pembinaan Diri

Sub-bab ini menjabarkan proses pembinaan diri secara bertahap: meneliti hakikat tiap perkara, mencukupkan pengetahuan, mengimankan tekad, dan meluruskan hati. Setiap langkah dijelaskan secara terperinci dengan rujukan dari Kitab Daxue. Gambar 1.3 digunakan untuk menggambarkan konsep iman yang tampak dari dalam. Aktivitas mandiri memberikan kesempatan kepada pembaca untuk merenungkan kebiasaan buruk dan merancang strategi untuk memperbaiki diri. Penilaian diri yang disertakan memungkinkan pembaca menilai pemahaman dan komitmen mereka terhadap proses pembinaan diri.

II. Laku Bakti: Pokok Kebajikan

Bab 2 mendefinisikan 'Xiao' (laku bakti) bukan hanya sebagai bakti kepada orang tua, tetapi sebagai prinsip memuliakan hubungan dalam berbagai aspek kehidupan: dengan Tian, alam, dan sesama manusia. Ia menghubungkan 'Xiao' dengan konsep 'Wudadao' (lima hubungan kemasyarakatan) dan 'Shiyi' (sepuluh kewajiban), menekankan pentingnya harmoni dalam semua hubungan sosial. Bab ini kaya dengan kutipan dari kitab suci dan ajaran Konfusius, memperkuat konsep 'Xiao' sebagai landasan utama ajaran Konghucu.

2.1 Pengertian Laku Bakti (Xiao)

Sub-bab ini menjelaskan makna 'Xiao' berdasarkan karakter hurufnya, yang menggambarkan hubungan timbal balik antara yang muda dan yang tua. Namun, ia memperluas makna 'Xiao' secara imani, mencakup hubungan dengan Tian, alam, dan sesama manusia. Gambar 2.1 membantu menggambarkan hubungan saling mendukung antara yang muda dan yang tua. Penjelasannya ringkas dan mudah dipahami, membuka jalan kepada pemahaman yang lebih mendalam.

2.2 Laku Bakti (Xiao) sebagai Pokok Kebajikan

Bagian ini membahas 'Xiao' sebagai akar dari semua kebajikan, mengutip ajaran Konfusius yang menekankan pentingnya 'Xiao' dalam perkembangan ajaran Konghucu. Ia menghubungkan 'Xiao' dengan keutamaan manusia dan peran pentingnya dalam menciptakan harmoni. Penjelasan yang disertai dengan petikan dari kitab suci memperkuat signifikansi 'Xiao' sebagai inti ajaran. Tugas mandiri mendorong refleksi kritis terhadap konsep ini.

2.3 Laku Bakti (Xiao) kepada Orangtua

Sub-bab ini mengkaji laku bakti kepada orangtua sebagai perwujudan 'Xiao'. Ia membahas konsep 'Wudadao' (lima hubungan) dan 'Shiyi' (sepuluh kewajiban), menjelaskan bagaimana 'Xiao' diterapkan dalam berbagai hubungan sosial. Gambar 2.3 dan 2.4 memperjelas konsep hormat kepada orang tua dan dampaknya. Penjelasan yang rinci, mencakup kutipan dari kitab suci dan ajaran Konfusius, membantu pembaca memahami aplikasi praktis 'Xiao' dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar

Gambar 2.3    Hormat kepada orang tua adalah langkah awal hormat
Gambar 2.9     Sikap dalam menerima nasihat dari orangtua
Gambar 3.2.  Nabi Huang Di (2698 – 2598 SM), leluhur Nabi Kongzi.
Gambar 3.6    Muduo berasal dari Kitab Hui Tu Li Jie Ben
+7

Referensi

Dokumen terkait

Maka, rasanya kita tidak perlu menjadi heran, bila ada perbedaan dalam menyembah Tian yang sama itu, dan yang lebih penting lagi untuk tidak berusaha terus

Setelah membahas materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel yang melibatkan konsep nilai mutlak, maka dapat diambil berbagai kesimpulan sebagai acuan untuk

Objek-objek tersebut dapat divisualisasikan dengan berbagai cara, pilihlah unsur-unsur rupa (garis, warna, tekstur, bidang, volume, ruang), sesuai dengan kebutuhan interes

3. Perkembangan Seni Lukis Potret di Indonesia. Museum Basoeki Abdullah Jakarta: 2011. Hak Kekayaan Intelektual: Hak Cipta Seni Rupa dan Desain, Permasalahan dan Solusinya.

Bertahun-tahun lamanya Laut Tengah menjadi pusat perdagangan internasional antara para pedagang dari Barat/Eropa dan Timur. Salah satu kota pusat perdagangan itu yang terkenal

Mulailah pemasaran dengan mengenalkan makanan khas daerah yang dibuat kepada masyarakat sekitar. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat acara dan mengundang masyarakat luas

Masakan kontinental biasan ya menggunakan bumbu instan atau bumbu siap pakai berupa bumbu kering. Bumbu yang banyak digunakan orang Eropa adalah bumbu herb, dan garam, tidak

7) Tugaskan peserta didik untuk melakukan menggiring bola dengan gerakan yang benar dan menerapkan disiplin, percaya diri, dan saling menghargai saat melakukan aktivitas