2.1. Pengaruh Lingkungan Sekitar terhadap Tapak
2.1.1. Pemilihan Lokasi dan Tapak
Gambar 2.1. Peta Kawasan Surabaya
Kawasan Surabaya Barat dipilih untuk dijadikan tempat berdirinya proyek Graha Pendidikan dan Pengembangan Seni Tari, Musik, dan Vokal, karena didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan :
• Pencapaian lebih luas karena memiliki akses dari dan keluar kota yaitu fasilitas jalan tol, sehingga pengunjung dari luar kota lebih mudah mencapai lokasi dibandingkan dengan daerah Surabaya lainnya.
• Kawasan ini jauh dari kegiatan industri, sehingga cocok untuk proyek Graha Pendidikan dan Pengembangan Seni Tari, Musik, dan Vokal.
• Prospek pengembangan kota sangat baik adanya segmen pasar menengah ke atas.
• Segmen konsumen yang menjadi sasaran utama proyek ini adalah masyarakat kelas menengah ke atas. Oleh karena itu, maka kawasan Surabaya Barat yang dipilih karena merupakan kawasan dimana sebagian besar penghuninya adalah
kalangan menengah ke atas, lebih dominan daripada kawasan Surabaya lainnya.
• Sesuai dengan master plan 2000, dimana perkembangan kota Surabaya lebih diarahkan ke Surabaya Barat. Maka yang dipilih adalah kawasan Surabaya Barat, sehingga diharapkan nantinya proyek Graha Pendidikan dan Pengembangan Seni Tari, Musik dan Vokal ini akan dapat semakin berkembang dari waktu ke waktu di masa yang akan datang.
• Aspek prasarana : tersedianya prasarana listrik, air bersih, telepon, saluran pembuangan serta jaringan infrastruktur yang baik dan memadai.
• Aktivitas penunjang : adanya daerah perbelanjaan, ruko-ruko serta perumahan menengah ke atas yang mendukung keberadaan proyek ini.
Tapak yang dipilih berada pada jalan Lingkar Dalam, berdasarkan pertimbangan :
Gambar 2.2. Peta Tapak dengan Bangunan Sekitar
• Tapak memiliki 3 sisi yang terbuka, satu sisi mengarah ke jalan Lingkar Dalam, satu sisi yang lain mengarah ke jalan Graha Famili Utara dan sisi lainnya mengarah ke jalan belakang kompleks perumahan Graha Famili.
Pemilihan tapak ini dengan pertimbangan bahwa proyek yang akan didirikan
adalah bangunan fasilitas umum yang membutuhkan view yang bisa dilihat dari segala arah.
• Pencapaian mudah karena terdapat jalan tol untuk pengunjung dari luar kota Surabaya dan jalan protokol Mayjend Sungkono dan H.R. Mohammad untuk pengunjung dari dalam kota Surabaya.
• Fungsi sekitar tapak : adanya kawasa perdagangan, kawasan pekantoran, kawasan pendidikan, kawasan perumahan/pemukiman di sekitar tapak yang dapat mendukung keberadaan dari bangunan yang akan dirancang.
• Utilitas : dapat ditangani dengan baik karena sarana dan prasarana sudah tersedia, yaitu jaringan listrik, air bersih, air kotor, telepon, dan infrastruktur yang memadai.
• Land Use : pada tapak ini funsi lahan dikhususkan untuk perdagangan, jasa, dan fasilitas umum yang sesuai dengan fungsi proyek ini.
2.1.2. Data Lokasi dan Tapak
Dalam pembagian wilayah administrasi kota Surabaya, kawasan jalan Lingkar Dalam ini termasuk dalam wilayah Surabaya Barat, dan dalam pembagian unit pengembangan Surabaya, kawasan ini terletak di Kelurahan Pradah Kali Kendal dan Putat Gede, Unit Distrik Putat Gede dengan ketentuan batasan fisik sebagai berikut :
• Batas utara : Lapangan Golf
(Bukit Darmo Golf)
• Batas selatan : Lahan kosong
• Batas timur : Ruko Graha Famili
• Batas barat : Supermall Pakuwon Trade Center
• Peruntukkan lahan : Fasilitas umum.
• KDB (Koefisien Dasar Bangunan) : 60 %
• KLB (Koefisien Lantai Bangunan) : 25 - 301ebar persil (meter)
• Tinggi bangunan : 1 – 4 lantai
• GSB (Garis Sempadan Bangunan) : 20 meter
• GSB (Garis Sempadan Bangunan) : 8 meter
Gambar 2.3. Batas Sekitar Tapak dan Luas Tapak
Tapak yang dipilih masih menjadi lahan kosong, dimana merupakan kepemilikan dari perumahan Graha Famili yang akan digunakan sebagai fasilitas umum.
2.1.3. Analisa Urban dan Tapak
Pengelolaan tapak terhadap lingkungan sekitarnya juga berpedoman pada dua teori yaitu teori Kevin Linch dan teori Hamid Shirvani.
2.1.3.1. Teori Kevin Linch
Menurut teori Kevin Linch ada lima elemen yang mempengaruhi penataan suatu kota sehingga kota tersebut menjadi teratur, adapun ke lima elemen tersebut adalah :
• Node
Titik-titik strategis dalam kota dimana seorang pengamat dapat masuk kedalamnya dan merupakan pusat yang intensif sehingga seseorang dapat menuju atau memulai perjalanannya. Pada jalan Lingkar Timur (jalan utama) terdapat
beberapa persimpangan/pertemuan yaitu pada jalan Kondominium Graha Famili dan Graha Famili Selatan. Tingkat sirkulasi tidak tinggi karena lahan sekitarnya banyak merupakan lahan kosong. Pada jalan Bukit Darmo Boulevard terdapat pertemuan jalan yaitu jalan menuju perumahan Pakuwon Indah dan jalan menuju perumahan Citra Raya. Nodesnya terletak pada persimpangan Pakuwon Trade Center, karena yang memperkuat citra tempat ini adalah bangunan tersebut dan juga apartement Graha Famili.
• Landmark
Suatu tanda tunggal, tersendiri tanpa penguatan, mengarahkan orang, keadaan yang menonjol, membuat suatu elemen menjadi landmark dalam dua cara, mudah dilihat/dikenali dari berbagai lokasi dan kontras dengan elemen disekitarnya.Yang menjadi Landmark kawasan ini adalah Plaza Graha Famili karena letaknya di sisi jalan Lingkar Dalam, sekitarnya hanya berupa lahan kosong dan perumahan. Apartement Graha Famili, bangunan bertingkat banyak ini terletak di dalam kawasan melalui jalan Kondominium Graha Famili. Karena di sekitarnya hanya berupa lahan hijau, perumahan dan bangunan yang relatif rendah maka bangunan ini sudah terlihat dari kejauhan. Pakuwon Trade Center, bangunan bertingkat banyak ini terletak di dalam kawasan melalui jalan Bukit Darmo Boulevard. Karena di sekitarnya hanya berupa lahan hijau, perumahan dan bangunan yang relatif rendah maka bangunan ini sudah terlihat dari kejauhan (sangat menonjol). Pintu Gerbang Pakuwon Indah, karena dimensi pintu gerbang yang besar dan style yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya, maka bangunan ini tampak mencolok walaupun dari kejauhan. Sehingga bisa dijadikan patokan.
• Pathways
Terusan memanjang dimana pengamat bergerak dan menjadi elemen yang menonjol dalam image mereka.
Pada tapak, Path yang mengelilingi lahan adalah Path Mayor yaitu Bukit Darmo Boulevard, berdasarkan RTDRK merupakan jalan arteri sekunder karena menghubungkan antara pusat pengembangan Surabaya barat - Surabaya tengah - Surabaya timur. Merupakan jalan raya (aspal) dengan panjang ± 1,38 km dalam kondisi sedang (akan terus berkembang). Berseberangan dengan
Pakuwon Trade Center. Merupakan akses utama menuju tapak, jalur ini melayani aktivitas kendaraan pribadi maupun umum. Sementara lahan dalam tahap pengembangan, jalanan terasa lenggang. Jalanan ini akan dikembangkan lagi menjadi dua jalur.
Sedangkan Path Minor yaitu jalan Kondominium Graha Famili, merupakan jalan lokal sekunder. Dalam RTDRK panjang jalan ini ± 1,76 km, berupa jalan kembar dengan boulevard dan dalam kondisi baik. Jalan ini terdiri dari dua jalur dengan lebar ± 12 m. Merupakan jalan utama menuju plaza dan ruko, perumahan dan apartement Graha Famili. jalan Graha Famili Selatan, menurut RTDRK jalan ini masih berupa jalan tanah yang akan dikembangkan menjadi jalan kolektor sekunder. Jalan Graha Famili Selatan (dari Pulau Golf Graha Famili sampai Lingkar Dalam) memiliki panjang ± l,1 km dengan kondisi sedang. Jalan ini memiliki lebar ± 10 m, dikelilingi lahan hijau.
• District
Suatu bagian dari kota yang dapat dinikmati dan memiliki karakter atau kebiasaan yang dapat dikenali dari dalam distrik, juga digunakan sebagai petunjuk eksterior bila dapat dilihat dari luar. Menurut rencana dari site plan daerah Graha Famili : Sebelah Selatan, untuk kawasan komersial, kondisi sekarang berupa komplek ruko dan plaza Graha Famili, sedangkan di Utaranya lagi berupa kawasan pendidikan yaitu sekolah Kristen Petra. Sebelah Timur, merupakan kawasan perumahan, didominasi juga oleh lapangan golf Sebelah Utara, kondisi sekarang berupa lahan hijau yang nantinya akan dibangun kompleks ruko.
Merupakan kawasan perumahan yang didominasi juga oleh lapangan golf.
Sebelah Barat, merupakan kawasan perumahan Pakuwon Indah yang dalam tahap pengembangan.
• Edges
Perbatasan antara dua fase, perpecahan linear dalam kontinuitas berupa pemisahan/penghubung antara dua daerah. Menyerupai path namun diperkuat karakter perbatasan. Edges kawasan ini adalah : Sebelah Selatan, merupakan plaza Graha Famili didominan dengan ruko yang dibatasi oleh jalan Kondominium Graha Famili. Sebelah Timur, jalan menuju untuk kawasan perumahan Graha Famili. Pada daerah ini lahan belum dibangun secara optimal,
diseberangnya terdapat lapangan golf dan lahan kosong. Sebelah Utara, didominasi lahan hijau yang dibatasi oleh jalan menuju perumahan Graha Famili. Sebelah Barat, dibatasi jalan Bukit Darmo Boulevard yang membatasi Pakuwon Trade Center, pada bagian Barat didominasi perumahan.
• Rekomendasi
Pada jalan Bukit Darmo Boulevard yang merupakan jalan utama berpotensi dibuat entrance utama space penangkap pada persimpangannya.
Membuat pedestrian untuk mendukung proyek yang akan dikerjakan. Membuat jalur untuk kendaraan umum untuk mendukung sirkulasi pada proyek, seperti tempat pemberhentian. Hal ini untuk mengantisipasi perkembangan yang akan terjadi pada kawasan, untuk jangka panjang Jl. Bukit Darmo Boulevard akan menjadi jalan yang cukup ramai.
2.1.3.1. Teori Hamid Shirvani
Menurut teori Hamid Shirvani ada tujuh hal yang mempengaruhi dalam penataan suatu kawasan. Hal tersebut adalah sebagai berikut :
• Signage
Suatu tanda/penunjuk suatu tempat dan dapat juga berupa sesuatu yang menarik, sehingga mengundang seseorang. Yang menjadi signage di kawasan ini, antara lain : Plaza Graha Famili, berada di tepi jalan Lingkar Dalam Gerbang masuk ke Kompleks Perumahan Pakuwon Indah. Gerbang ini menjadi signage karena dimensinya yang besar (terlihat menonjol dibandingkan dengan sekitarnya). Desainnya yang menarik (bergaya Yunani Klasik). serta letaknya yang strategis. Pakuwon Trade Center ini menjadi signage karena merupakan bangunan bertingkat banyak dan dimensinya yang besar. Kondominium Graha Famili ini menjadi signage karena merupakan bangunan yang bertingkat banyak, sehingga terlihat jelas.
• Sirkulasi
Jalur sirkulasi yang terpadat terjadi pada kawasan perdagangan di jalan HR. Muhammad (jalan Arteri Sekunder) baik pada waktu pagi, siang maupun sore. Sedangkan jalan Bukit Darmo Boulevard yang merupakan jalan utama ke tapak relatif sepi. Hal ini terjadi karena di sekitar tapak masih banyak lahan yang
kosong yang memiliki rencana pengembangan masa mendatang. Jalanan belum memiliki rambu - rambu lalu lintas dan papan nama jalan, serta masih belum ada sirkulasi untuk pejalan kaki sehingga sering terlihat pejalan kaki yang masih berjalan di tepi jalan raya.
Rekomendasinya yaitu menambahkan rambu - rambu lalu lintas, papan nama jalan , dan yang lain yang diperlukan. Perencanaan trotoar selebar 1,5 - 2 meter di sepanjang jalan utama dengan konsep pembangunan yang lebih manusiawi.
• Open space
Banyak terdapat ruang terbuka hijau di kawasan sekitar tapak. Ruang terbuka ini sebagian besar merupakan lahan-lahan kosong yang nantinya akan mengalami perkembangan dan juga berupa lapangan - lapangan golf yang mendominasi di Kompleks Perumahan Graha Famili.
• Mass & form
Pada area sebelah Barat dari tapak, terdapat kompleks perumahan menengah ke atas, yang memiliki ketinggian 2 lantai dan bercirikan modern peralihan (gaya modern yang sudah tampak lebih variatif, namun tidak memiliki pemikiran filosofis seperti post modern). Pakuwon Trade Center yang terdapat pada seberang tapak merupakan bangunan bertingkat banyak dengan tampilan gaya modern peralihan. Kondominium Graha Famili yang terdapat di dekat site, merupakan bangunan tinggi dengan tampilan modern peralihan Plaza Graha Famili dan kompleks ruko merupakan bangunan bertingkat 1 - 2 lantai yang juga menampilkan gaya modern peralihan.
Secara keseluruhan, kawasan tapak dan sekitarnya berada di bawah satu pengembang yang sama (berada dalam satu kompleks Perumahan Graha Famili dan Pakuwon) sehingga gaya yang ditampilkan sama, yaitu modern peralihan. Ciri bangunan yang tampak di kawasan ini, antara lain: permainan bentuk geometris, tampak yang lebih variatif, atap genteng atau cor beton, dinding plester, dan penggunaan warna natural seperti warna putih, coklat, dll.
• Parkir
Pada kawasan Jl. Bukit Darmo Boulevard ( jalan Arteri Sekunder) terdapat lahan parkir di sepanjang tepi jalan, sedangkan pada Pakuwon Trade
Center dan kompleks ruko Graha Famili (dalam tahap pembangunan) terdapat lahan parkir khusus.
Rekomendasinya yaitu pada saat ini tapak dan sekitarnya masih dalam keadaan sepi, sehingga di sepanjang tepi jalan Bukit Darmo Boulevard dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkir. Tetapi pada perkembangan selanjutnya kawasan ini akan menjadi kawasan yang semakin padat sehingga diperlukan lahan parkir sendiri pada petaknya.
• Urban solid
Pada kawasan sebelah Timur dan Barat dari tapak, permukiman penduduk merupakan blok massa yang mendominasi, dimana kawasan sebelah barat merupakan Kompleks Perumahan Graha Famili, sedangkan sebelah timur merupakan Perumahan Pakuwon Indah. Blok - blok massa lebih banyak terdapat pada sebelah timur tapak, sebab pembangunan Perumahan Pakuwon sudah hampir selesai secara menyeluruh.
Skyline massa bangunan didominasi oleh bangunan perumahan dengan ketinggian 1 - 2 lantai. Massa solid terbentuk oleh fasilitas perdagangan, seperti Plaza Graha Famili, Ruko Graha Famili, Kondominium Graha Famili, Food City, serta Pakuwon Trade Center yang saat ini dalam masa pembangunan. Pada dasarnya skala urban solid dan property di bagian Barat dan Timur adalah sama namun kekontrasan terjadi pada massa Pakuwon Trade Center.
• Urban void
Pada bagian selatan tapak terdapat lahan persawahan dan perumahan penduduk asli. Pembagian lahan berdasarkan sistem kapling, Urban void terbentuk oleh lapangan golf serta lahan kosong (merupakan lahan siap bangun) yang nantinya akan dikembangkan lebih lanjut.
2.2. Pengaruh Bangunan yang Dirancang terhadap Lingkungan
Dengan adanya bangunan ini diharapkan adanya peningkatan kualitas kawasan Surabaya Barat yang sedang berkembang ini menjadi lebih baik. Hal ini dikarenakan bangunan yang didesain dengan teknologi canggih sehingga dapat mencerminkan suatu objek arsitektur yang mampu memperindah lingkungan sekitarnya.
2.3. Pencapaian Tapak
Tapak terletak di jalan Lingkar Dalam & jalan Raya Graha Family Utara, untuk mencapainya tapak dapat menggunakan alternatif-alternatif di bawah ini :
• Alternatif 1 : jalan Raya Darmo – jalan Dr. Soetomo – jalan Diponegoro – jalan Ciliwung – jalan Adityawarman – jalan Mayjend Sungkono – jalan HR.
Muhammad – jalan Bukit Darmo Boulevard – jalan Raya Graha Family Utara.
• Alternatif 2 : jalan Raya Darmo – jalan Wonokromo – jalan Joyoboyo – jalan Gunungsari – jalan Mastrip – jalan Raya Menganti – jalan Bab – jalan Lingkar Dalam.
• Alternatif 3 : jalan Panglima Sudirman – jalan Urip Sumoharjo – jalan Dr.
Soetomo – jalan Indragiri – jalan Adityawarman – jalan Mayjend Sungkono – jalan HR. Muhammad – jalan Putat – jalan Graha Family Utara – jalan Lingkar Dalam.
• Alternatif 4 : Tol Surabaya Malang – Bundaran Mayjend – jalan HR.
Muhammad – jalan Putat – jalan Raya Graha Bukit Darmo – Jalan Lingkar Dalam.
2.4. Sistem Sirkulasi dalam Tapak
Mobil untuk teater
Mobil untuk Graha Sepeda motor untuk teater Sepeda motor untuk Graha Pemain
Servis Pejalan Kaki
Gambar 2.4. Layout Plan
Sistem sirkulasi dalam tapak diatur secara linear untuk meminimalkan terjadinya cross over antara lain sebagai berikut :
• Entrance mobil pengunjung teater dan graha terletak di jalan Lingkar Dalam yang merupakan jalan arteri sekunder. Parkir mobil mobil untuk teater dan graha dipisahkan untuk menghindari terjadinya kemacetan di dalam tapak.
Pada parkir mobil untuk pengunjung teater dan graha terdapat jalur yang menghubungkan kedua area parkir tersebut yang berada pada lantai basement.
• Entrance motor pengunjung teater terletak pada jalan Raya Graha Family Utara. Sedangkan entrance motor pengunjung graha terletak di jalan Lingkar Dalam. Jalur entrance motor untuk teater dan graha dipisahkan untuk menghindari kemacetan yang terjadi di dalam tapak.
• Jalur entrance untuk pemain teater dipisahkan dengan jalur parkir pengunjung dan memiliki lahan parkir sendiri.
• Jalur entrance kendaraan servis melalui jalan Raya Graha Family Selatan.
2.5. Lansekap
Konsep penataan lansekap pada bagian luar bangunan dimaksudkan untuk mempertegas aksen pintu masuk terutama pada main entrance.
Hal ini diperoleh lewat penataan pepohonan yang mengarah kearah pintu masuk. Penataan pepohonan ini selain memberi kerindangan pada jalan setapak untuk pejalan kaki sekaligus sebagai pengarah menuju main entrance.