STRATEGI MEMASUKI PASAR GLOBAL
INTERNAL
Oleh :
1. MOH IQBAL MAULUDI 2. MOH. YAHYA H
3. M. LUKMAN F 4. SETIARIS WAWAN 5. ISKANDAR RIBSYAH 6. ADE RAHMAN
7. SRI HARYATI
8. FITRIA MARTADELA 9. RIDHA KHALIDA
FAKULTAS EKONOMI
BAB I PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN PASAR GLOBAL
Pengertian pasar global adalah pasar berskala dunia yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha. Pasar global mengalami perkembangan yang pesat belakangan ini karena beberapa faktor, antara lain:
- Adanya beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga murah, misalnya China dan Taiwan
- Semakin banyak orang yang melakukan perjalanan antar negara yang
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pasar global adalah peluang bisnis yang sangat besar dan menantang. Kesempatan bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya dan mengambil lebih banyak keuntungan. Adapun beberapa keuntungan tersebut antara lain:
- Perusahaan dapat membuka pabrik di negara lain yang upah buruhnya lebih murah.
- Perusahaan dapat membuka kantor cabang dan pabrik cabang di beberapa tempat di seluruh dunia untuk mempermudah dan mempermurah distribusi produknya
- Perusahaan dapat memperoleh target konsumen yang lebih banyak dengan memperkenalkan produknya di negara lain yang potensial
Selain itu pasar global juga memiliki beberapa kendala/masalah bagi perusahaan yang akan masuk ke dalamnya. Kendala itu antara lain :
- Perbedaan budaya dan selera - Perbedaan daya beli masyarakat - Peraturan Nasional / Pemerintah
Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia. keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan serta kesediaan membelinya.
Keinginan menjadi permintaan bila didukung dengan daya beli. 2. Produk
Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan.
3. Nilai, Biaya dan Kepuasan
Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Biaya adalah harga yang diberikan terhadap nilai suatu produk. Sedangkan Kepuasan adalah nilai hasil dari pemakaian suatu produk.
4. Pertukaran, Transaksi dan Hubungan
Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya.. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikatan ekonomi, teknis clan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan. 5. Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.
Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasar adalah orang yang mencari sumber daya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain, maka pihak pertama adalah pemasar dan pihak kedua adalah calon pembeli.
C. STRATEGI PEMASARAN GLOBAL
Strategi Pemasaran Global adalah strategi yang meliputi negara-negara dari beberapa wilayah regional yang berbeda di dunia dan bertujuan untuk mengkoordinasikan upaya pemasaran perusahaan di pasar di negara-negara yang dituju.
Strategi Pemasaran Global tidak harus mencakup semua negara.tetapi dapat diterapkan berdasarkan regional/wilayah sesuai ciri khas masing-masing, seperti wilayah Afrika, Asia dan Pasifik, Eropa, Timur Tengah, Amerika Latin dan Amerika Utara. Strategi Pemasaran “Wilayah” adalah salah satu cara untuk mengkoordinasikan upaya pemasaran dalam satu wilayah.
Ada dua macam strategi untuk dapat memasuki pasar global, yaitu strategi Eksternal dan Strategi Internal.
BAB II
STRATEGI INTERNAL MEMASUKI PASAR GLOBAL
A. Tujuan Manajemen Perusahaan
Tujuan perusahaan melakukan ekpansi ke pasar global antara lain adalah :
1. Untuk memasuki akses terhadap pelanggang-pelanggang baru, dengan alasan bahwa ekspansi ke dalam pasar dunia akan memberi potensi untuk meningkatkan pendapatan, laba dan pertumbuhan jangka panjang, dan dapat menjadi perusahaan domestik yang mapan.
2. Untuk mencapai biaya rendah dan dan meningkatkan daya saing perusahaan. Banyak perusahaan melakukan perluasan usaha karena pasar domestik dan industri mereka sudah terbatas, sehingga dengan demikian pada hakekatnya meningkatkan daya saing- perusahaan.
3. Untuk mengkapitalisasi kompetensi utamanya. Sebuah perusahaan dapat memperluas kompetensi dan kapabilitasnya untuk posisi memperoleh keuntungan kompetetif dalam pasar luar negeri seperti pada pasar domestik.
4. Untuk menyebar atau membagi risiko bisnisnya melalui perluasan pasar yang telah ada.
B. STRATEGI SELEKSI NEGARA
Yang dimaksud strategi seleksi negara adalah strategi yang dilakukan oleh perusahaan dalam memasuki pasar global dengan mengantisipasi kebijakan dari negara tujuan.
Perusahaan dapat mengikuti strategi seleksi negara, baik berdasarkan kecepatan (speed) maupun berdasarkan urutan (sequence).
1. Kecepatan (Speed)
Jika strategi seleksi negara dari sebuah perusahaan adalah Berdasarkan kecepatan (speed) maka keinginan untuk masuk ke negara harus dilakukan secara cepat untuk mengambil keuntungan dari kesempatan dari perkembangan pasar. Misalnya perizinan, waralaba dan memperoleh perusahaan yang ada.
2. Tahapan (sequence)
seperti mulai dari ekspor dan secara bertahap beralih ke lisensi, lalu ke kerjasama dan kemudian mendirikan anak perusahaan sendiri.
C. PENGALAMAN DAN KEAHLIAN
Pengalaman dan keahlian perusahaan diperoleh dari kegiatan pasar global akan membantu mengidentifikasi efektivitas proses pemasaran tertentu. Meskipun tidak ada cara tersendiri untuk menangani situasi pada perdagangan global, seringkali wawasan dari pengalaman masa lalu dapat diterapkan untuk membuat keputusan yang baik. Misalnya, proses ekspor dan konsekuensinya di pasar global sebelumnya dapat digunakan sebagai pelajaran untuk menghindari kesalahan yang sama untuk akan meraup keuntungan.
D. FLEKSIBILITAS
Pengaturan kontrak dengan perusahaan lain atau investasi modal nyata yang cukup besar dalam produksi, pergudangan, atau fasilitas penjualan di pasar luar negeri biasanya adalah yang paling fleksibel dan paling sulit untuk berubah dalam jangka pendek.
Lisensi dan perjanjian kontrak lainnya membatasi kemampuan perusahaan untuk beradaptasi atau mengubah strategi selama durasi perjanjian mereka dan perlu dievaluasi secara hati-hati, terutama saat kondisi pasar yang berubah dengan cepat. Demikian pula, jaringan produksi atau distribusi yang dimiliki sepenuhnya di pasar luar negeri mungkin akan memakan biaya yang mahal dan sulit untuk melakukan divestasi (melepaskannya).
E. RISIKO
Pilihan strategi pemasaran juga dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan untuk menahan risiko yang terkait dengan setiap mode. Tingkat risiko meningkat di urutan ekspor, lisensi, waralaba, aliansi strategis dan kerjasama, serta anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki. Hal ini juga tergantung pada sejauh mana sebuah perusahaan siap untuk memberikan pengetahuan, kompetensi inti dan keunggulan kompetitif.
Tingkat penetrasi oleh perusahaan berarti sejauh mana perusahaan ingin terlibat dalam pasar, untuk jangka pendek atau jangka panjang, dan sejauh mana hal itu direspon oleh keinginan lokal. Ini mempengaruhi penyesuaian saluran distribusi perusahaan. Dalam penetrasi biasanya memerlukan kehadiran yang permanen di negara yang bersangkutan. Dalam kasus seperti mendirikan anak perusahaan akan lebih baik jika diikuti oleh aliansi strategis dan kerjasama.
G. TINGKAT KONTROL
Pemilihan strategi pemasaran juga dipengaruhi oleh tingkat kontrol manajemen perusahaan yang diperlukan selama beroperasi di pasar luar negeri. Strategi pemasaran dengan komitmen sumber daya yang minimal seperti ekspor dan lisensi memberikan kontrol yang sangat sedikit atau tidak ada kontrol penuh atas pengembangan pasar luar negeri atau bahkan cara produk atau jasa yang dipasarkan di pasar luar negeri.
Produk yang mungkin berada di bawah atau terlalu mahal mengakibatkan hilangnya penjualan atau keuntungan potensial.
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
Dari penjelasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa Strategi Internal Pasar Global mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kesuksekan perusahaan dalam melakukan strategi pemasaran global.
Komponen internal dalam Strategi Pemasaran Global antara lain terdiri dari : a. Tujuan Manajemen Perusahaan
b. Strategi Seleksi Negara Terdiri dari :
1. Kecepatan (Speed) 2. Tahapan (sequence) c. Pengalaman Dan Keahlian d. Fleksibilitas
e. Risiko
f. Tingkat Penetrasi g. Tingkat Kontrol
B. SARAN
Berdasarkan penjelasan di atas, kami menyarankan hal-hal sebagai berikut : 1. Strategi Pemasaran, baik internal maupun eksternal sangat penting untuk
diterapkan apabila kita ingin masuk ke pasar global, agar perusahaan dapat menaklukkan pasar global.
DAFTAR PUSTAKA
- https://gimbalkurangdarah.wordpress.com/kulyah/bersaing-di-pasar-luar-negri/
- https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_global