• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Walking Exercise Terprogram Terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Walking Exercise Terprogram Terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

i

Judul Tesis : Pengaruh Walking Exercise Terprogram Terhadap Perubahan Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara

Nama : Ainil Yusra

Program Studi : Magister Ilmu Keperawatan Minat Studi : Keperawatan Medikal Bedah

Tahun : 2016

ABSTRAK

Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Latihan fisik (walking exercise) adalah salah satu pilar dalam pengelolaan diabetes selain dua terapi lainnya yaitu terapi obat dan diet yang sehat. Walking exercise yang dilakukan 3 4 kali seminggu dengan intensitas sedang dapat dengan cepat meningkatkan GLUT4 (glukosa transporter tipe 4), transporter gula dalam otot rangka, sehingga oksidasi asam lemak dan penyerapan glukosa akan dipercepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh walking exercise terprogram terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan metode pretest dan posttest pada satu kelompok perlakuan tanpa ada kelompok kontrol dengan total sampel penelitian 37 penderita diabetes mellitus tipe 2. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik consecutive sampling yaitu sampel diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi.Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan dependent t-test. Dari hasil uji statistik didapatkan nilai rata-ratakadar glukosa darah sebelum intervensi (pretest) yaitu 258,54 mg/dl sedangkan nilai rata-rata kadar glukosa darah setelah intervensi 202,19 mg/dl. Dari data tersebut dapat dilihat adanya penurunan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebesar 56,35 mg/dl. Hasil uji dependent t test terhadap kadar glukosa darah pretest dan posttest, menunjukkan nilai p=0.001 atau nilai p<0.05, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang bermakna antara walking exercise terprogram terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2.Hasil penelitianinidapatmenjadirekomendasi bagi penderita DMT2 agar termotivasidalammelakukanlatihan fisik walking exercise secara rutinsebagaiterapi nonfarmakologis dan dapat mencegah komplikasi lebih lanjut dari DMT2.

Kata kunci:walking exercise,kadarglukosa darah, diabetes mellitus tipe 2.

(2)

ii

Thesis Title : Effect of the Programmed Walking Exercise on Change of BloodGlucose Concentration among Patients with Type 2 Diabetes in Aceh Utara, Indonesia

Name : Ainil Yusra

Study Program : Master of Nursing Field of Specialization : Medical SurgicalNursing

Year : 2016

ABSTRACT

Type 2 diabetes is a chronic disease as the result of pancreasinsuficiencyto produce a proper insulin,or, in this case, the body does not use insulineffectively produced by pancreas. Diabetes management consists of medication management, diet management and walking exercise. A prescribed walking exercise is performed 3-4 times a week with moderate intensity. The effect willincrease GLUT4 (glucose transporter type 4) and sugar transporters in skeletal significantly. Thus, the oxidation of fatty acids and glucose uptake will be accelerated. This study aimed to identify the effect of programmed walking exercise on blood glucose levels of patients with type 2 diabetes. This study used quasi-experimental design with one group sample pretest and posttest method without a controlled group. The sample consists of 37 patients with type 2 diabetes with consecutive sampling technique applied, based on the inclusive criteria.Thedata analysis was carried with t-test dependent. Based on the statistical test results showed that mean of blood glucose levels before the intervention (pre-test) is 258.54 mg/dl, while a mean blood glucose level after intervention (post-test) is 202.19 mg /dl. This statistical test showed that there was a

decrease in the mean of blood glucose levels of 56.35 mg / dl.The test results dependent t-test on blood glucose levels pretest and posttest, revealed the value of p = 0.001 or p value of <0.05. Therefore it can be concluded that there is a significant influence between the walking exercise programmed toward the changingof blood glucose levels among patients with type 2 diabetes. It is also recommended that this study results will guide the patients with type 2 diabetes to have physical and walking exercise on a regular basis as non-pharmacological therapy. Thus, it can prevent further complications of type 2 diabetes mellitusin the future.

Keywords : walking exercise,blood glucose concentration, type2 diabetes mellitus.

Referensi

Dokumen terkait

Pentingnya asupan magnesium yang cukup terutama pada individu dengan diabetes melitus dapat dikaitkan dengan perannya dalam pemeliharaan homeostatis glukosa darah

dan referensi untuk mengembangkan penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan asupan vitamin D dengan kadar glukosa darah puasa pada penderita DMT2

EFEKTIVITAS UMBI PORANG (Amorphophallus oncophillus) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA

Berdasarkan hasil uji statistic nilai pretest dan posttest dengan menggunakan rumus Wilcoxon Match Test didapatkan nilai p=0.080 (p&gt;0.05), sehingga dapat disimpulkan

Responden diukur kadar glukosa darah kapiler secara puasa, sebanyak 2x yaitu sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest) selama 7 hari. Responden

Nilai p yang didapatkan pada hari I dan hari II pada perbandingan selisih kedua kelompok tersebut menunjukkan adanya perbedaan penurunan kadar glukosa darah yang

Ada hubungan antara tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada pasien DM di ruang penyakit dalam RSUD Gambiran kota Kediri tahun 2015, dengan tingkat

Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: ada perbedaan penurunan kimiawi darah (kadar glukosa darah dan kadar kolesterol darah) antara