ABSTRAK
LatarBelakang: Talasemia merupakan kelainan genetic dimana terdapat defek pada sintesis rantai globin. Hal ini menyebabkan berkurangnya hemoglobin yang fungsional dalam aliran darah yang menimbulkan anemia, retardasi pertumbuhan dan gangguan fungsi organ. Pasien talasemia membutuhkan transfusi darah yang regular untukbertahan hidup. Tranfusi darah yang regular dapat menimbulkan masalah-masalah berupa penimbunan zat besi, penularan infeksi, gangguan pertumbuhan dan reaksi alergi.
Tujuan: Untuk melihat efek negatif dari transfusi darah berulang pada pasien talasemia anak di Poli Hemato-Onkologi Anak RSUP Haji Adam Malik Medan periode Januari 2011 – Juli 2014.
Metode: Penelitian ini bersifat retropektif deskriptif yang bertujuan melakukan deskripsi mengenai efek-efek negatif yang ditimbulkan dari tranfusi darah berulang pada pasien talasemia anak di RSUP H Adam Malik. Data diambil dari rekam medis dan diolah dalam spss.
Hasil: Dari 44 sampel penelitian, terdapat laki-laki sebanyak 32 orang (71,1%) dan perempuan berjumlah 12 orang (28,9%). Dari 44 sampel proporsi pasien talasemia yang mengalami penimbunan zat besi berjumlah 23 orang (54,8%), penularan infeksi berjumlah 6 orang (13,3%), reaksi alergi berjumlah 4 orang (8,9%) dan gangguan pertumbuhan berjumlah 36 orang (80%).
Kesimpulan: Pemberian tranfusi darah berulang dengan jumlah yang banyak dan jangka waktu yang lama dapat menimbulkan efek – efek negatif yang tidak diinginkan.
Kata Kunci: talasemia, tranfusi darah, efek samping
ABSTRACT
Background: Thalassemia is a genetic disorder in which there is a defect in the
synthesis of globin chains. This leads to reduced functional hemoglobin in the bloodstream that cause anemia, growth retardation and impaired organ function. Thalassemia patients require regular blood transfusions to survive. Regular blood transfusions can cause problems - the problem of accumulation of iron, transmission of infection, growth disorders and allergic reactions.
Objective: To determine the negative effects of regular blood transfusions in
patients with thalassemia children in hemato-oncology Children Poly Haji Adam Malik Hospital period January 2011 - July 2014.
Methods: This study is a descriptive retropektif aimed at doing a description of
the effects - negative effects arising from repeated blood transfusions in patients with thalassemia children at Adam Malik Hospital. Data taken from the complete medical record.
Results: Out of the 44 samples of research, male as 32 people (71.1%) and female
12 persons (28.9%). Of the 44 samples proportion of thalassemia patients iron accumulation were found 23 people (54.8%), transmission of infection amounted to 6 people (13.3%), allergic reaction amounted to 4 people (8.9%) and growth disorders accounted for 36 people (80%).
Conclusion: Giving repeated blood transfusions in large numbers and long
periods of time can cause unintended negative effects.
Keywords: thalassemia, blood transfusion, side effect