• Tidak ada hasil yang ditemukan

T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Video Dokumenter Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah T1 Full text

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Video Dokumenter Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah T1 Full text"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

0

Perancangan Video Dokumenter Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan

Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah

Artikel Ilmiah

Peneliti :

Kevin Kurniawan Sutrisno (692011016) Anthony Y.M. Tumimomor, S.Kom., M.Cs.

Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

1

Lembar Persetujuan

Perancangan Video Dokumenter Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan

Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah

Artikel Ilmiah

Peneliti :

Kevin Kurniawan Sutrisno (692011016)

Telah disetujui untuk diuji:

Tanggal ...

(7)

1

1. Pendahuluan

Kelenteng adalah tempat beribadah penganut kepercayaan tradisional Tionghoa pada umumnya yang di dalamnya terdapat tiga agama yaitu Buddha, Kong Hu Cu, dan Taoisme. Di Indonesia terdapat banyak sekali kelenteng. Dari berbagai banyak kelenteng yang terdapat di Indonesia, ada satu buah kelenteng yang memiliki keunikan tersendiri yang tidak didapatkan di kelenteng yang lainnya yaitu kelenteng di Kota Muntilan.

Kelenteng Hok An Kiong atau Kelenteng Muntilan adalah sebuah kelenteng tua yang aslinya didirikan pada tahun 1878 yang lokasinya berada di Jalan Pemuda No. 100, Kota Muntilan, Kabupaten Magelang. Adapun arti dari nama Kelenteng Hok An Kiong adalah Hok artinya rejeki, An berarti selamat, dan Kiong adalah istana. Apabila diperluas secara harafiah mempunyai arti istana keselamatan dan rejeki. Kelenteng ini memiliki keunikan dan sudah diakui oleh semua berbagai negara dimana keunikannya adalah kelenteng ini memiliki koleksi hiolo terbesar se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia dimana hiolo ini asli buatan Cina memiliki ornamen sepasang naga sebesar 188 cm, memiliki tinggi 158 cm, dan beratnya mencapai 3,8 ton dibuat dari bahan kuningan.

Berdasarkan dengan penelitian awal yang telah dilakukan, keunikan akan koleksi hiolo terbesar tersebut belum diinformasikan dengan baik, karena selama ini hanya dalam bentuk ulasan di media offline atau ulasan di media online berupa tulisan, sehingga bentuk atau keunikan dari ornamen yang terdapat di hiolo tidak dapat tersampaikan dengan mendetail. Salah satunya untuk dapat membuat menginformasikan dengan lebih detail dan lebih menarik yaitu menggunakan atau melakukan teknologi multimedia dalam hal ini adalah berupa dalam bentuk film, film yang dapat memberikan informasi atau memberikan ilmu pengetahuan mengenai kelenteng ini adalah dengan menggunakan film dokumenter karena genre film dokumenter ini akan menyajikan fakta yang terjadi di lapangan atau ornamen yang terdapat di kelenteng.

Berdasarkan dengan permasalahannya yang ada maka dilakukan perancangan film atau video dokumenter Kelenteng Hok An Kiong, sehingga informasi mengenai keunikan dan kelebihan Kelenteng Hok An Kiong, ini dapat diinformasikan dengan baik kepada masyarakat luas dan dapat menjadi sebuah ilmu pengetahuan yang baru bagi masyarakat.

2. Tinjauan Pustaka

Penelitian terdahulu mengenai “Seni Penyutradaraan Film Dokumenter (Tayangan Dokumenter Berjudul : Liukan Barongsai)” bertujuan untuk bagaimana film dokumenter tersebut merupakan salah satu media yang memiliki banyak kelebihan yang mampu mengangkat segi kebudayaan Indonesia, dan pelestarian seni. Tayangan di dominasi oleh para generasi muda sehingga tayangan ini diharapkan dapat membuat para generasi muda yang melihat tayangan ini tertarik sedari dini untuk ikut menjadi bagian melestarikan kebudayaan Indonesia [1].

Selain itu hasil Seni Penyutradaraan Film Dokumenter (Tayangan Dokumenter Berjudul : Liukan Barongsai) bertujuan untuk menjadi sarana dokumenter yang ditujukan untuk generasi muda harapan bangsa ikut berperan aktif dalam melestarikan budaya yang ada di Negara Indonesia. Dan sebaiknya menanamkan rasa memupuk rasa cinta akan budaya Negara Indonesia.

(8)

2

dan pengetahuan sejarah tentang tiap kelenteng pada masyarakat Indonesia. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dengan adanya buku ini dapat menjadi paduan wisata religi dan memberi pengetahuan tentang kelenteng di Bangka serta menghadirkan ketertarikan kepada pembaca untuk mengunjungi kawasan tersebut [2].

Keunggulan dari media dokumenter kelenteng yang dirancang yaitu dalam hal teknik pengambilan visual detail gambar hiolo ini dikemas dengan sinematografi yang baik dengan harapan informasi mengenai keunikan dan kelebihan Kelenteng Hok An Kiong ini dapat tersampaikan di masyarakat luas.

Kelenteng Hok An Kiong terletak di Jalan Pemuda No. 100 Muntilan, Kabupaten Magelang. Kelenteng Hok An Kiong sering juga disebut dengan Kelenteng Muntilan karena letaknya di Pecinan yang merupakan pusat perdagangan kota Muntilan. Nama Hok An Kiong merupakan gabungan dari kata Hok, An, dan Kiong yang mempunyai arti Hok berarti Rejeki, An berarti Selamat, dan Kiong berarti Istana. Kelenteng Hok An Kiong pertama kali didirikan pada tahun 1878 dengan lokasi di sisi selatan Jalan Pemuda. Pada tahun 1906 bangunan kelenteng dipindahkan ke sisi utara Jalan Pemuda atau di lokasi sekarang ini. Pada tahun 1929 bentuk bangunannya disempurnakan, ditandai dengan prasasti di tiang pintu pagar bertuliskan ANNO 11–5–1929. Berdasarkan keterangan dari pengurus harian Kelenteng Hok An Kiong penyempurnaan ini terutama pada tembok bangunan utama dan pembuatan pagar kelenteng.

Kelenteng yang terletak di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini memiliki koleksi hiolo terbesar se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia. Hiolo ini menjadi salah satu peralatan sembahyang yang memiliki panjang 158 cm, dan diameter 188 cm. Di atas hiolo ini, biasanya umat menancapkan dupa dan bersembahyang kepada para dewa [3].

Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harafiah kata tersebut mempunyai arti “perantara” atau “pengantar”, yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Jadi dalam pengertian yang lain media adalah alat atau sarana yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak [4].

Media informasi dapat disimpulkan sebagai alat untuk mengumpulkan serta menyusun kembali sebuah informasi sehingga menjadi bahan yang bermanfaat bagi penerima informasi, adapun penjelasan Sobur media informasi merupakan “alat-alat grafis, fotografis atau elektronis untuk menangkap, memproses, serta menyusun kembali informasi visual”. Sedangkan menurut Degeng media informasi adalah komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada pembelajar bisa berupa alat, bahan, dan orang [5].

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi (Hofstetter 2001). Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game. Multimedia juga dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda dalam menyampaikan informasi berbentuk teks, audio, grafik, animasi, dan video [6].

(9)

3

Dokumenter adalah merupakan rekaman audio visual suatu kejadian yang faktual dan aktual tanpa adanya unsur rekayasa. Dokumenter dapat diambil pada lokasi pengambilan apa adanya, atau disusun secara sederhana dari bahan-bahan yang sudah diarsipkan [8].

Genre memiliki fungsi untuk memudahkan sebuah klasifikasi sebuah film adapun jenis dokumenter yaitu video dokumenter Kelenteng Hok An Kiong ini merupakan dalam genre ilmu pengetahuan karena di dalam video dokumenter ini berisi mengenai informasi sebuah ilmu pengetahuan yang baru akan keunikan dan kelebihan Kelenteng Hok An Kiong [9].

Sinematografi adalah sebagai ilmu terapan merupakan bidang ilmu yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang dapat menyampaikan ide. (dapat mengembangkan cerita). Sinematografi memiliki objek yang sama dengan otografi yakni menangkap pantulan cahaya yang mengenai benda. Karena, objeknya sama maka peralatannya pun mirip. Perbedaannya, peralatan fotografi menangkap gambar tunggal, sedangkan sinematografi menangkap rangkaian gambar [10].

3. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan untuk perancangan video dokumenter Kelenteng Hok An Kiong ini adalah metode penelitian kualitatif, metode penelitian kualitatif yaitu melakukan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian [11]. Sedangkan untuk strategi penelitian yang digunakan adalah linear strategy, linear strategy atau disebut dengan strategi lurus, yakni menetapkan urutan logis pada tahapan perancangan sederhana yang sudah dipahami komponennya, dan telah berulangkali dilaksanakan [12]. Strategi penelitian dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Strategi Perancangan Video Dokumenter [12]

Dalam pelaksanaan dan perancangan linear strategy ini terdapat empat buah tahap diantaranya yaitu: Langkah pertama kali yang dilakukan adalah mengidentifikasi masalah, dengan wawancara kepada Bapak Vincent sebagai ahli sejarah dan salah satu pengurus Kelenteng Hok An Kiong dari hasil wawancara yang didapatkan adalah kelenteng ini memiliki koleksi hiolo terbesar se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia, tapi belum ada media yang menyampaikan secara audio dan visual untuk menjelaskan detail seperti apa itu filosofi, ukiran, sejarah, dan ornamen terdapat di hiolo, selain itu masyarakat luas dan umat kelenteng tidak mengetahui sejarah kelenteng karena selama ini hanya tersaji dalam website dengan berupa tulisan. Langkah berikutnya adalah mengidentifikasi masalah, kepada Bapak Budi sebagai pengurus sekretaris Kelenteng Hok An Kiong dari hasil wawancara yang didapatkan adalah bahwa hiolo tidak diketahui yang terdapat di Kelenteng Hok An Kiong merupakan hiolo terbesar se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia, banyak masyarakat luas mengetahui hiolo tapi tidak tahu filosofi yang terdapat di hiolo, dan menjelaskan bagaimana cara perawatan hiolo yang tidak diketahui oleh masyarakat luas dan umat kelenteng.

(10)

4

Observasi pengamatan langsung pada Tempat Ibadat Tri Dharma Kelenteng Hok An Kiong yang akan digunakan dalam perancangan video dokumenter, diantaranya ada profil kelenteng dalam bentuk brosur, tidak ada penjelasan mengenai hiolo terbesar se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia, di dalam sejarah kelenteng, dan sejarah hiolo belum pernah ada media informasi dalam bentuk audio dan visual. Selama ini sejarah kelenteng dan sejarah hiolo hanya tersaji dalam bentuk tulisan, tapi belum ada dalam bentuk audio dan visual dan tidak ada medianya.

Pengumpulan data primer ini diperoleh dari wawancara kepada Bapak Vincent sebagai ahli sejarah dan salah satu pengurus Kelenteng Hok An Kiong. Hasil dari wawancara ahli sejarah dan salah satu pengurus Kelenteng Hok An Kiong adalah mendapatkan informasi sejarah kelenteng, sejarah hiolo, filosofi kelenteng, dan filosofi hiolo, tapi belum ada media berupa multimedia karena selama ini hanya tersaji dalam bentuk website dengan berupa tulisan. Adapun diperoleh dari wawancara kepada Bapak Budi sebagai pengurus sekretaris Kelenteng Hok An Kiong. Hasil dari wawancara pengurus sekretaris Kelenteng Hok An Kiong adalah data mengenai hiolo, bagaimana cara perawatan hiolo, dan cara perawatan alat-alat sembahyang serta patung-patung dewa di Kelenteng Hok An Kiong.

Pengumpulan data sekunder merupakan data tambahan untuk melengkapi data primer yang ada, data sekunder akan diperoleh melalui media perantara yaitu brosur kelenteng, proposal kelenteng yang berjudul “Pembangunan dan Pengembangan Tempat Ibadat Tri Dharma Hok An Kiong Muntilan”, dan berupa artikel mengenai latar belakang kelenteng, serta terdiri dari website dari Tempat Ibadat Tri Dharma di Kota Muntilan, melalui website dari Tempat Ibadat Tri Dharma Kota Muntilan.

Dalam proses perancangan video dokumenter terdiri dari perancangan film pada umumnya yaitu pra produksi kemudian produksi dan pasca produksi. Di dalam proses pra produksi terdapat beberapa proses lagi yaitu perancangan ide, konsep, storyline, treatment, dan storyboard. Di dalam proses produksi terdapat beberapa proses lagi yaitu pengambilan gambar atau foto yang sesuai dengan storyboard, setelah itu diseleksi sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan untuk digabungkan menjadi satu video dokumenter. Kemudian pada tahap dubbing yaitu penambahan dan pelengkap narasi untuk menjelaskan isi di dalam video dokumenter tersebut. Di dalam proses pasca produksi yaitu melihat hasil dari tahap produksi, proses editing dan melakukan cut to cut untuk pada bagian isi dari video yang tidak diperlukan atau disertakan. Lalu setelah itu pada tahap terakhir dalam strategi perancangan adalah pengujian dan membuat kesimpulan dari hasil perancangan video dokumenter yang telah dibuat dan dilakukan. Perancangan video dokumenter dapat dilihat pada gambar 2.

(11)

5

Pada bagian Pra produksi dibagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu:

Konsep yang digunakan adalah video yang bersifat dokumenter dengan membangun suatu alur cerita berdasarkan kenyataan yang ada. Konsep video dokumenter ini adalah memberikan informasi suatu ilmu pengetahuan yang baru mengenai Kelenteng Hok An Kiong yaitu seperti filosofi kelenteng, sejarah kelenteng, filosofi hiolo dan sejarah hiolo, dimana kelenteng ini memiliki keunikan dan kelebihan yaitu terdapat koleksi hiolo terbesar se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia asli buatan Cina dibuat dari bahan kuningan yaitu berada di Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah.

Storyline adalah sebuah naskah cerita dalam bentuk teks. Merancang naskah merupakan spesifikasi lengkap dari teks dan narasi dalam aplikasi multimedia. Dalam merancang naskah, analisis menetapkan dialog dan urutan elemen-elemen secara rinci [13].

Video Dokumenter ini dimulai dari pengenalan latar belakang dan letak geografis di Kota Muntilan. Berikutnya menceritakan letak geografis Kelenteng Hok An Kiong. Selanjutnya menceritakan mengenai fungsi dan sejarah kelenteng. Fungsi kelenteng yaitu kelenteng memiliki fungsi umat Tionghoa untuk bersembahyang. Sedangkan untuk sejarah kelenteng yaitu mengetahui, mengerti, dan menjelaskan sejarah kelenteng. Selanjutnya menceritakan filosofi pada setiap rnament di kelenteng bahwa setiap ornamen yang berada di Kelenteng Hok An Kiong memiliki arti dan makna masing-masing. Selanjutnya menceritakan keistimewaan dan keunikan di Kelenteng Hok An Kiong Muntilan yaitu memiliki koleksi hiolo terbesar Se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia. Selanjutnya menceritakan fungsi hiolo Kelenteng Hok An Kiong Muntilan yaitu sebagai salah satu peralatan sembahyang untuk menancapkan dupa dan bersembahyang kepada para dewa. Selanjutnya menceritakan sejarah dan filosofi hiolo Kelenteng Hok An Kiong Muntilan bahwa hiolo Kelenteng Hok An Kiong memiliki sejarah dan filosofi yang memiliki berbagai arti dan makna. Sebagai akhir cerita atau penutup menceritakan penjelasan hiolo Kelenteng Hok An Kiong.

Treatment adalah seluruh rencana, pembagian sequence, dan scene dilakukan pada tahap ini. Merencanakan shot atau gambar yang dibutuhkan untuk mendukung tema [14].

Berikut treatment dalam video dokumenter Kelenteng Hok An Kiong:

Scene 1 : Opening dengan mengenai latar belakang Kota Muntilan beserta letak geografisnya

Long shoot (LS)

Exp : Menampilkan suasana di Kota Muntilan

Scene 2 : Letak geografis Kelenteng Hok An Kiong Muntilan Long shoot (LS), Medium shoot (MS)

Exp : Penjelasan letak geografis Kelenteng Hok An Kiong Muntilan Scene 3 : Sejarah dan Fungsi Kelenteng Hok An Kiong Muntilan

Medium shoot (MS), Close up (CU)

Exp : Menampilkan sejarah ornamen dan fungsi Kelenteng Hok An Kiong

Scene 4 : Filosofi pada setiap rnament di Kelenteng Hok An Kiong Muntilan Medium shoot (MS), Close up (CU)

Exp : Memperlihatkan keindahan ornamen Kelenteng Hok An Kiong

(12)

6 Medium shoot (MS)

Exp : Menampilkan hiolo Kelenteng Hok An Kiong Scene 6 : Fungsi hiolo Hok An Kiong Muntilan

Medium shoot (MS)

Exp : Menampilkan umat kelenteng menancapkan dupa di hiolo

Scene 7 : Sejarah hiolo dan filosofi di setiap rnament hiolo Kelenteng Hok An

Kiong Muntilan

Medium shoot (MS), Close up (CU)

Exp : Memperlihatkan ornamen di hiolo Scene 8 : Closing

Long shoot (LS), Medium shoot(MS)

Exp : Menampilkan keseluruhan hiolo dan gapura Kelenteng Hok An Kiong

Storyboard adalah visualisasi ide dari aplikasi yang akan dibangun, sehingga dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan. Storyboard dapat dikatakan juga visual script yang akan dijadikan outline dari sebuah proyek, ditampilkan shot by shot yang biasa disebut dengan istilah scene [15].

Berikut storyboard video dokumenter Kelenteng Hok An Kiong dapat dilihat pada tabel 1:

Tabel 1. Perancangan Storyboard

No Gambar Jenis Shoot Durasi Keterangan

1 Long Shoot

(LS)

00:05 Menampilkan suasana di Kota

Muntilan

2 Long Shoot

(LS), Medium Shoot (MS)

00:05 Penjelasan letak geografis Tempat

Ibadat Tri Dharma Kelenteng Hok An Kiong Muntilan

3 Medium Shoot

(MS)

00:05 Menampilkan fungsi Kelenteng

Hok An Kiong Muntilan

4 Close Up (CU) 00:05 Menampilkan sejarah ornamen

(13)

7

7 Medium Shoot (MS) 00:05 Menampilkan hiolo terbesar se-Asia

Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia

(14)

8

Gambar 3. Stok Video

Setelah melakukan proses pengambilan gambar dan dubbing audio maka berikutnya dilakukan adalah tahap pasca produksi, dalam tahap ini adalah dilakukan proses editing dan mixing atau penggabungan video, pemberian transisi serta pengolahan audio dengan menggunakan software editing video dalam menggabungkan tiap video footage. Dalam pengerjaannya dilakukan cut to cut untuk bagian yang tidak diperlukan. Agar gambar sesuai dengan mood yang hendak dibawa, maka dilakukan proses colour grading pada video. Proses grading adalah proses pewarnaan pada gambar yang disesuaikan dengan suasana yang hendak ditampilkan sehingga dapat menimbulkan kesan tersendiri. Jenis grading yang digunakan pada video dokumenter memakai jenis warm (warna hangat), hal ini dipakai agar gambar terlihat lebih cerah sehingga diharapkan detail dari ornamen hiolo dapat terlihat dengan jelas. Proses grading dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Grading Editing

Proses selanjutnya adalah editing narasi dan pemilihan audio backsound yang disesuaikan dengan konsep video yang telah dirancang sebelumnya. Langkah terakhir dari proses pasca produksi adalah rendering, dimana untuk video dokumenter ini dirender dengan format DVD MPEG-2 dengan resolusi 720P, proses ini dilakukan agar memiliki kualitas gambar dan audio yang jernih, serta memiliki ukuran file yang tidak terlalu besar sehingga dapat diaplikasikan ke berbagai media dokumenter baik secara offline maupun online.

4. Hasil dan Pembahasan

(15)

9

Scene 1 adalah opening pengenalan latar belakang dan letak geografis menceritakan bagaimana suasana di Kota Muntilan yang terdapat gapura bertuliskan Selamat Datang Di Jawa Tengah dan terdapat ikon Kota Muntilan yaitu Taman Bambu Runcing. Jenis Shoot yang digunakan adalah Long Shoot dengan maksud agar dapat memvisualisasikan secara jelas bagaimana suasana di Kota Muntilan. Scene 1 dapat dilihat pada gambar 5.

Gambar 5. Scene 1

Scene 2 adalah scene yang menceritakan letak geografis Kelenteng Hok An Kiong Muntilan. Shoot yang digunakan. Jenis Shoot yang digunakan adalah Long Shoot dan Medium Shoot dengan maksud agar dapat memvisualisasikan gapura Kelenteng Hok An Kiong dapat terlihat menyeluruh dan begitu juga dengan tempat kelenteng terlihat secara jelas, hal ini bertujuan untuk detail dari kelenteng terlihat dengan jelas. Scene 2 dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6. Scene 2

(16)

10

Gambar 7. Scene 3

Scene 4 adalah scene yang menceritakan filosofi pada setiap ornamen di Kelenteng Hok An Kiong Muntilan bahwa setiap ornamen yang berada di Kelenteng Hok An Kiong memiliki arti dan makna masing-masing. Jenis Shoot yang digunakan adalah Medium Shoot dan Close Up dengan maksud agar dapat memvisualisasikan detail ornamen secara jelas yang terdapat di kelenteng. Scene 4 dapat dilihat pada gambar 8.

Gambar 8. Scene 4

Scene 5 adalah keistimewaan dan keunikan Kelenteng Hok An Kiong Muntilan yaitu kelenteng ini memiliki koleksi hiolo terbesar Se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia. Jenis Shoot yang digunakan adalah Medium Shoot dengan maksud agar dapat memvisualisasikan detail pada hiolo berupa dupa dan dua ekor naga terlihat secara jelas. Scene 5 dapat dilihat pada gambar 9.

Gambar 9. Scene 5

(17)

11

Gambar 10. Scene 6

Scene 7 adalah menjelaskan sejarah dan filosofi hiolo Kelenteng Hok An Kiong Muntilan bahwa hiolo ini memiliki riwayat sejarah dan filosofi yang memiliki berbagai arti dan makna. Jenis Shoot yang digunakan adalah Medium Shoot dan Close Up dengan maksud agar detail ornamen pada hiolo terlihat secara jelas. Scene 7 dapat dilihat pada gambar 11.

Gambar 11. Scene 7

Scene 8 adalah Closing Scene yang menceritakan penjelasan hiolo Kelenteng Hok An Kiong dan kata penutup. Jenis Shoot yang digunakan adalah Long Shoot dan Medium Shoot dengan maksud detail pada hiolo dan gapura terlihat secara jelas. Scene 8 dapat dilihat pada gambar 12.

Gambar 12. Scene 8

(18)

12

diimplementasikan secara online pada website resmi Ibadat Tri Dharma kelenteng Kabupaten Magelang Jawa Tengah Indonesia, yang kemudian akan di share di media youtube, facebook, dan lainnya agar video dokumenter ini dapat memberikan informasi sebuah ilmu pengetahuan yang baru disampaikan kepada masyarakat luas. Perancangan implementasi bagi kelenteng ini dapat dilihat pada gambar 13, 14, 15, dan 16.

Gambar 13. Implementasi pada website daftar alamat kelenteng Kabupaten Magelang Jawa Tengah Indonesia

(19)

13

Gambar 15. Implementasi pada media sosial facebook

Gambar 16. Implementasi pada cover CD

Pengujian Perancangan Video

(20)

14

yang lebih menarik untuk kelenteng di Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah dan hal yang kedua adalah apakah muatan isi video sudah sesuai dengan objek kelenteng yang nantinya akan dikembangkan. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan menurut Ketua Kepala Sesi Upacara Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah menjelaskan secara keseluruhan video dokumenter yang dibuat layak untuk dijadikan sarana dokumenter yang lebih baik dan menarik Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah terutama mengenai pada detail dan filosofi hiolo, alur cerita sudah baik, detail kelenteng sudah terlihat jelas dan baik, dan video dokumenter yang telah dirancang sangat berguna yaitu menjadi media informasi kelenteng dan menjadi media profil kelenteng. Dengan adanya video dokumenter ini maka diharapkan dapat sebagai sumber informasi suatu ilmu pengetahuan yang baru akan keunikan dan kelebihan Kelenteng Hok An Kiong yaitu terdapat hiolo terbesar se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia ini dapat tersampaikan di masyarakat luas.

Selanjutnya dilakukan oleh ahli sinematografi melalui wawancara kepada Bapak Martin Setyawan sebagai staff pengajar di Program Studi Desain Komunikasi Visual-UKSW. Wawancara tersebut membahas mengenai kualitas sinematografi yang diaplikasikan dalam video dokumenter tersebut serta keseluruhan teknis dalam video tersebut. Hasil yang dilakukan mengenai teknik sinematografi yang digunakan dalam video ini secara keseluruhan sudah bagus dan jelas karena bisa terlihat detail dari objek yang didokumenterkan. Transisi sudah terlihat bagus dan baik, backsound sudah balance dengan suara narator, colour correction menggunakan jenis warm colour (warna hangat) sudah sesuai, karena hal ini dipakai agar gambar terlihat lebih cerah sehingga detail dari ornamen hiolo dapat terlihat dengan jelas. Untuk statement, narasi video, dan pada bagian closing sudah terlihat bagus dan baik.

5. Kesimpulan

Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan maka Perancangan Video Dokumenter Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah bertujuan untuk dapat dijadikan sebagai media informasi kelenteng, sebagai media profil kelenteng, dan sebagai media informasi suatu ilmu pengetahuan yang baru akan keunikan dan kelebihan Kelenteng Hok An Kiong Muntilan yaitu terdapat koleksi hiolo terbesar se-Asia Tenggara dan terbesar nomor dua di dunia asli buatan Cina yang dibuat dari bahan kuningan. Karena selama ini hanya dalam bentuk ulasan di media offline atau ulasan di media online berupa tulisan, sehingga bentuk atau keunikan dari ornamen yang terdapat di kelenteng tidak tersampaikan dengan mendetail. Informasi yang terdapat dalam video dokumenter Kelenteng Hok An Kiong telah ditampilkan sesuai dengan beberapa kriteria kelenteng yaitu seperti fungsi kelenteng, sejarah kelenteng, fungsi hiolo, sejarah hiolo, dan keistimewaan atau keunikan kelenteng yang menjadikan media dokumenter ini bertujuan untuk dapat dijadikan sebagai media informasi kelenteng, media profil kelenteng, dan sebagai media informasi suatu ilmu pengetahuan yang baru ini dapat tersampaikan di masyarakat luas.

6. Daftar Pustaka

[1] Sulastri, Romaria. 2014. Seni Penyutradaraan Film Dokumenter (Tayangan Dokumenter Berjudul : Liukan Barongsai. Juli 2014. Diambil dari:

(21)

15

[2] Estiana, Ida. 2014. Perancangan Komunikasi Visual Publikasi Buku Kelenteng Di Bangka. Diambil dari: http://thesis.binus.ac.id/Doc/WorkingPaper/2014-2-02010-DS%20WorkingPaper001.pdf. (29 Mei 2017)

[3] Resa, Adnan. 2014. Kelenteng Hok An Kiong Tertua di Muntilan. Diambil dari: http://www.magelangonline.com/klenteng-hok-an-kiong-tertua-di-muntilan/. (13 Desember 2016)

[4] Susilana, Rudi, dan Riyana, Cepi. 2009. Media Pembelajaran: Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian. Bandung: CV Wacana Prima.

[5] Ubay. 2016. Pengertian Media Informasi Menurut Para Ahli. Diambil dari: http://www.seputarpendidikan.com/2016/04/pengertian-media-informasi-menurut-para-ahli.html. (7 Maret 2017)

[6] Khurriyatur, R. 2013. Multimedia. Diambil dari: http://sir.stikom.edu/302/5/BAB II.pdf. (13 Desember 2016)

[7] Pengertian. 2016. Pengertian Video Menurut Para Ahli. Diambil dari:

http://www.pengertianmu.com/2016/10/pengertian-video-menurut-para-ahli.html. (13 Desember 2016)

[8] Onong Uchjana Effendy, Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi, (Bandung : PT. Citra Aditya Bakti, 2003), hal 214.

[9] Putri, dityatama. 2013. Mengenal Genre Film Dari Isinya. Diambil dari: http://www.idseducation.com/articles/mengenal-genre-film-dari-isinya/. (13 Desember 2016)

[10] Video, quipper. 2016. Suka Film? Yuk Belajar Sinematografi. Diambil dari: https://video.quipper.com/id/blog/suka-film-yuk-belajar-sinematografi/. (13 Desember 2016)

[11] Apipah. 2012. Pengertian Penelitian Kualitatif. Diambil dari:

http://www.diaryapipah.com/2012/05/pengertian-penelitian-kualitatif.html. (14 Desember 2016)

[12] Sasongko, aditya. 2012. Strategi Desain. Diambil dari:

https://www.slideshare.net/AdityaSasongko/12-metodologi-desain-strategi-desain. (8 Maret 2017)

[13] Pratama, afif. 2013. Storyboard Dan Storyline. Diambil dari:

https://www.slideshare.net/afifWoDota/storyboard-dan-storyline. (4 Mei 2017) [14] Citra, sanggit. 2013. Standard Operating Procedure Dalam Film Dokumenter.

Diambil dari: http://www.sanggitcitrafilms.com/2013/07/standard-operating-procedure-dalam-film.html. (6 April 2017)

[15] Prasetyo, david. 2015. Pengertian Storyboard. Diambil dari:

(22)

16

Pernyataan

Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Kevin Kurniawan NIM : 692011016

Program Studi : Desain Komunikasi Visual Fakultas : Teknologi Informasi

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas akhir dengan judul :

Perancangan Video Dokumenter Kelenteng Hok An Kiong Kecamatan

Muntilan Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah

yang dibimbing oleh :

1. Anthony Y.M Tumimomor, S.Kom., M.Cs.

adalah benar-benar merupakan hasil karya saya.

Di dalam tugas akhir ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan atau gagasan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau gambar serta simbol yang saya akui seolah-olah sebagai karya saya tanpa memberikan pengakuan pada penulis atau sumber aslinya.

Salatiga, 12 Mei 2017 Yang memberi pernyataan,

(23)

Gambar

Gambar 1. Strategi Perancangan Video Dokumenter [12]
Gambar 2. Perancangan Video Dokumenter
Tabel 1. Perancangan Storyboard
Gambar 3.  Stok Video
+7

Referensi

Dokumen terkait

Jika dilihat dari tahun berdirinya Masjid, Masjid yang berdiri sebelum abad ke 19 tidak memiliki beranda pada keliling bangunan, beranda hanya berada di belakang

ةيبرعلا ةغللا ىف مهت دق ةيقرتل ةباتكلا ىف يماتلا ة اهم نع فارشإا ةسا د يم كحلا يلاعلا سردماب يليلحت سارد( ت ي ساردلا ماعلل يامردنإ اتجنأ 2ةت5 / 2ةت6 ) ةلاس

Teori perjanjian masyarakat atau teori kontrak sosial menganggap perjanjian sebagai dasar negara dan masyarakat. Teori ini meletakkan negara untuk tidak berpotensi menjadi negara

Laik Fungsi Jalan adalah kondisi suatu ruas jalan yang memenuhi persyaratan teknis kelaikan untuk memberikan keselamatan bagi penggunanya, dan persyaratan

Dari sidang BPUPKI ini kemudian dibentuk suatu panitia kecil yang bertugas untuk merumuskan suatu dasar Negara yang dinamakan Pancasila dan menjadikan dokumen tersebut

Sub DAS Paninggahan dengan luas wilayah 11.704,29 ha adalah Sub DAS cukup luas pada daerah tangkapan air (DTA) Danau Singkarak yang merupakan bagian dari hulu DAS

Oleh karena itu berdasarkan filosofi TQM yang berusaha untuk mengintegrasikan semua fungsi-fungsi organisasi (pemasaran, keuangan, desain, rekayasa dan produksi,

menggunakan teknik cakap semuka yang diiringi oleh teknik rekam. Dengan teknik ini peneliti merekam yang telah disediakan oleh peneliti. Ini dilakukan agar data yang