• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kelembaban Terhadap Arus Bocor Isolator Piring Jenis Porselen Terpolusi Abu Vulkanik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Kelembaban Terhadap Arus Bocor Isolator Piring Jenis Porselen Terpolusi Abu Vulkanik"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP ARUS BOCOR

ISOLATOR PIRING JENIS PORSELEN

TERPOLUSI ABU VULKANIK

Tugas Akhir ini Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S-1) pada

Departemen Teknik Elektro Sub Konsentrasi Teknik Energi listrik

Oleh :

OBET POWELL L TOBING

NIM: 090402065

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)
(3)

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP ARUS BOCOR

ISOLATOR PIRING JENIS PORSELEN

TERPOLUSI ABU VULKANIK

Oleh:

OBET POWELL L TOBING 090402065

Tugas Akhir ini diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik pada

DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

Sidang pada tanggal 19 bulan Agustus tahun 2015 di depan penguji : 1. Ketua Penguji : Syiska Yana, S.T, M.T

2. Anggota Penguji : Ir. Hendra Zulkarnaen Disetujui oleh : Pembimbing Tugas Akhir

Ir. Syahrawardi NIP: 19570223198303 1 002

Diketahui oleh :

Ketua Departemen Teknik Elektro FT USU

(4)

ABSTRAK

Polutan yang menempel pada isolator dan keadaan udara di sekitar permukaan isolator akan mempengaruhi tahanan dan konduktivitas permukaan isolator. Perubahan tahanan dan konduktivitas permukaan isolator akan mempengaruhi arus bocor yang mengalir di permukaan isolator. Pada tugas akhir ini, polutan berupa abu vulkanik yang menempel di permukaan isolator dan kelembaban udara di sekitar permukaan isolator dibuat beragam. Isolator piring dikotori dengan abu vulkanik selama 10 detik. Kemudian, isolator yang sudah terpolusi abu vulkanik dimasukkan ke ruang pengujian dan dilakukan pengukuran arus bocor. Kelembaban udara di sekitar permukaan isolator dinaikkan secara perlahan mulai dari 73,1 %RH hingga 100 %RH dan dilakukan pengukuran arus bocor untuk berbagai tingkat kelembaban. Demikian seterusnya untuk lama pengotoran isolator yaitu selama 20 detik, 30 detik, 40 detik, 50 detik, dan 60 detik. Dari percobaan ini diperoleh bahwa penambahan kadar polutan berupa abu vulkanik yang menempel pada permukaan isolator mempengaruhi arus bocor yang mengalir di permukaan isolator. Meningkatnya nilai kelembaban di sekitar permukaan isolator mengakibatkan arus bocor yang mengalir di permukaan isolator semakin meningkat.

(5)

ii KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

segala berkat dan anugerah-Nya yang telah diberikan kepada penulis, sehingga

penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul:

PENGARUH KELEMBABAN TERHADAP ARUS BOCOR

ISOLATOR PIRING JENIS PORSELEN TERPOLUSI ABU

VULKANIK

Penulisan Tugas Akhir ini merupakan salah satu persyaratan untuk

menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Teknik di Departemen Teknik

Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.

Tugas Akhir ini penulis persembahkan untuk kedua orang tua yang telah

membesarkan penulis dengan kasih sayang yang tak ternilai harganya,

danuntuksaudara kandung penulis atas seluruh perhatian dan dukungannya hingga

penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik.

Selama masa kuliah sampai masa penyelesaian Tugas Akhir ini, penulis

mendapat dukungan, bimbingan, dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu,

dengan setulus hati penulis hendak menyampaikan ucapan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Ir. Syahrawardi selaku Dosen Pembimbing Tugas Akhir yang telah

banyak meluangkan waktu dan pikirannya untuk memberikan bantuan,

bimbingan, dan pengarahan kepada penulis selama penyusunan Tugas

Akhir ini. Terima kasih sebesar-besarnya penulis ucapkan untuk beliau.

2. Bapak Ir.RajaHarahap, M.T selaku dosen wali penulis.

3. Bapak Ir. Surya Tarmizi Kasim, M.Si selaku Ketua Departemen Teknik

Elektro FT. USU dan Bapak Rahmat Fauzi, S.T, M.T selaku sekretaris

Departemen Teknik Elektro FT. USU

4. Seluruh staf pengajar Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik,

Universitas Sumatera Utara

5. Seluruh staf pegawai Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik,

(6)

6. Seluruh asisten Laboratorium Teknik Tegangan Tinggi, khususnya saudara

Memory dan Andi hidayat, yang dengan kerelaan hati meluangkan

waktunya untuk membantu pengambilan data tugas akhir.

7. Rekan-rekan Elektro 09, khususnya Alfonso MS, Zico VS, Thanks FS,

Join SGG, Yehuda Marbun, Daniel Marpaung dan Ridho Sanjaya

Tamba,S.T rekan-rekan yang tak dapat disebutkan yang selalu ada disaat

suka maupun duka selama enam tahun.

8. Teman-teman Elektro 2010,2011 dan 2012, khususnya Yudi, Richard,

Frederick dan rekan lainnya yang turut membantu dalam pengambilan data

tugas akhir ini.

9. Serta untuk semua yang telah mendukung penyelesaian tugas akhir ini

yang tidak dapat disebutkan penulis satu per satu.

Penulis sadar bahwa tugas akhir ini masih kurang sempurna oleh karena itu

penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi memperbaiki

tugas akhir ini. Akhir kata semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi penulis dan

pembaca.

Medan, Agustus 2015 Penulis,

(7)

iv DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

Kata Pengantar ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 2

1.3 Batasan Masalah ... 2

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3

1.4.1 Tujuan penelitian ... 3

1.4.2 Manfaat Penelitian ... 3

1.5 Metode penelitian ... 3

1.6 Sistematika Penulisan ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Isolator ... 5

2.2 Jenis isolator ... 7

2.3 Isolator Piring ... 11

2.4 Isolator Terpolusi ... 15

2.5 Pembersihan Isolator Terpolusi ... 15

2.5.1 Perpanjangan Sirip ... 16

2.5.2 Pelapisan Minyak ... 16

2.5.3 Pencucian Berkala ... 16

2.5.4 Pelapisan RTV ... 17

2.5.5 Pelapisan Kaca ... 17

2.5.6 Penggunaan Isolator Komposit ... 17

2.6 Pengukuran Tingkat Polusi ... 18

2.7 Tahanan Isolator ... 20

(8)

2.9 Pengaruh Kelembaban Udara Terhadap Arus Bocor Isolator

3.5 Prosedur Eksperimen ... 30

3.5.1 Pengujian Arus Bocor Isolator Bersih ... 30

3.5.2 Pengujian Arus Bocor Isolator Terpolusi dengan lama

(9)

vi BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Percobaan ... 45

4.2 Analisa data ... 45

4.2.1 Arus Bocor Isolator ... 45

4.2.1.1Isolator dalam kondisi bersih ... 45

4.2.1.2Isolator piring dengan lama pengotoran 10 detik... 50

4.2.1.3Isolator piring dengan lama pengotoran 20 detik... 54

4.2.1.4Isolator piring dengan lama pengotoran 30 detik... 58

4.2.1.5Isolator piring dengan lama pengotoran 40 detik... 62

4.2.1.6Isolator piring dengan lama pengotoran 50 detik... 66

4.2.1.7Isolator piring dengan lama pengotoran 60 detik... 70

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 74

Daftar Pustaka ... 75 Lampiran A

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.2 Isolator piring yang diserikan pada tiang transmisi sistem

Tenaga listrik ... 6

Gambar 2.2 Jenis Isolator Tegangan Tinggi ... 7

Gambar 2.3 Bentuk-bentuk isolator keramik ... 8

Gambar 2.4 Jenis-jenis isolator pendukung ... 9

Gambar 2.5 Isolator rantai ... 10

Gambar 2.6 Isolator Piring Pada Tiang Penyambung ... 10

Gambar 2.7 Konstruksi Isolator Piring ... 11

Gambar 2.8 Isolator Gantung ... 12

Gambar 2.9 Jenis Isolator Piring Berdasarkan Bentuknya ... 14

Gambar 2.10 Arus Bocor pada Permukaan Isolator ... 21

Gambar 2.11 Rangkaian Ekivalen ArusBocor ... 22

Gambar 2.12 Rangkaian Ekivalen Arus Bocor pada Isolator ... 23

Gambar 3.1 Ruang pengabutan isolator ... 28

Gambar 3.2 Ruang Pengeringan ... 29

Gambar 3.3 Rangkaian Eksperimen Pengujian ... 30

Gambar 3.4 Sistem Pengkondisian Isolator Secara Tiruan ... 32

Gambar 3.5 Diagram Alir ( Flowchart ) Penelitian ... 36

Gambar 4.1 Grafik arus bocor isolator dalam keadaan bersih pada Berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing-masing 10 kV, 20 kV, dan 30 kV ... 49

Gambar 4.2 Grafik arus bocor isolator dengan lama pengotoran10 detik Pada berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing-masing 10 kV, 20 kV, dan 30 kV ... 53

Gambar 4.3 Grafik arus bocor isolator dengan lama pengotoran20 detik Pada berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing-masing 10 kV, 20 kV, dan 30 kV ... 57

(11)

viii Gambar 4.5 Grafik arus bocor isolator dengan lama pengotoran 40 detik

Pada berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul

masing-masing 10 kV, 20 kV, dan 30 kV ... 65 Gambar 4.6 Grafik arus bocor isolator dengan lama pengotoran 50 detik

Pada berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul

masing-masing 10 kV, 20 kV, dan 30 kV ... 69 Gambar 4.7 Grafik arus bocor isolator dengan lama pengotoran 60 detik

Pada berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Arus bocor isolator dalam keadaan bersih pada berbagai Tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing-masing

10 kV, 20 kV dan 30 kV... 46 Tabel 4.2 Arus bocor isolator dengan lama pengotoran 10 detik pada

Berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing- masing 10 kV, 20 kV dan 30 kV ... 50 Tabel 4.3 Arus bocor isolator dengan lama pengotoran 20 detik pada

Berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing- masing 10 kV, 20 kV dan 30 kV ... 54 Tabel 4.4 Arus bocor isolator dengan lama pengotoran 30 detik pada

Berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing- masing 10 kV, 20 kV dan 30 kV ... 58 Tabel 4.5 Arus bocor isolator dengan lama pengotoran 40 detik pada

Berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing- masing 10 kV, 20 kV dan 30 kV ... 62 Tabel 4.6 Arus bocor isolator dengan lama pengotoran 50 detik pada

Berbagai tingkat kelembaban untuk tegangan pikul masing- masing 10 kV, 20 kV dan 30 kV ... 66 Tabel 4.7 Arus bocor isolator dengan lama pengotoran 60 detik pada

Referensi

Dokumen terkait

Pembersihan yang dilakukan oleh hujan tidak dapat menjamin arus bocor yang mengalir pada permukaan isolator pin-post mencapai nilai yang sama pada saat isolator

Gambar 4.17 Hubungan antara arus bocor terhadap tegangan pada 5 sampai 10 keping isolator kondisi basah tinggi.. Dari kurva pada Gambar 4.17, dapat dilihat bahwa tegangan

Pada saat isolator terpolusi berat, penurunan tegangan flashover yang paling signifikan terjadi pada saat kelembaban di kisaran nilai ( 88,5 –.. 95,5) %RH dan kemiringan

dijelaskan dapat terjadi dan pada saat yang bersamaan kelembaban juga.. membuat kekuatan dielektrik udara turun sehingga tegangan lewat denyar. isolator turun. a) Mekanisme

Hubungan antara arus bocor terhadap tegangan pada 5 sampai 10 keping isolator kondisi basah sedang ... Hubungan antara banyaknya keping isolator terhadap arus bocor pada kondisi

“Pengaruh Kelembaban Udara Terhadap Arus Bocor Isolator.. Post 20

PENGARUH BANYAKNYA KEPING ISOLATOR TERHADAP DISTRIBUSI TEGANGAN DAN ARUS BOCOR PADA ISOLATOR. RANTAI KONDISI BASAH

Gambar 7 Arus bocor isolator yang terpolusi sedang pada berbagai keadaan Dari hasil percobaan, diperoleh data penurunan nilai ESDD saat isolator terpolusi sedang.