BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Terdapat dua hasil dalam penelitian ini yaitu hasil penelitian keterampilan belajar IPA tanpa perlakuan dan hasil penelitian keterampilan belajar IPA dengan perlakuan dengan pendekatan problem based learning. Pembelajaran dengan pendekatan problem based learning menekankan kepada siswa untuk dapat terlibat aktif dalam pembelajaran, siswa mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan serta mendorong siswa untuk berpikir secara ilmiah. Melalui penyajian permasalahan, siswa akan aktif untuk memecahkan masalah tersebut dan siswa lebih mudah dalam menerima materi pelajaran karena siswa melakukan sendiri seluruh proses penemuan jawaban dari masalah yang dipertanyakan. Selain itu siswa juga mendapat tantangan baru dalam belajar sehingga menimbulkan semangat dalam belajar. Dalam pembelajaran dengan pendekatan problem based learning guru hanya berperan sebagai fasilitator yang mendampingi siswa dalam belajar agar seluruh proses pembelajaran terlaksana dengan baik.
Pembelajaran dengan pendekatan problem based learning yang digunakan dalam penelitian ini melalui tahap atau langkah-langkah sebagai berikut: melihat gambar peristiwa alam, mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia, merumuskan masalah dampak peristiwa alam yang terjadi di Indonesia, mengumpulkan tiga dampak masing-masing peristiwa alam yang terjadi di Indonesia, menganalisis dampak masing-masing peristiwa alam yang terjadi di Iindonesia bagi makhluk hidup dan lingkungan mempresentasikan dampak masing-masing peristiwa alam yang terjadi di Indonesia bagi makhluk hidup dan lingkungan, refleksi proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan problem based learning.
Pemberian perlakuan pada sampel menggunakan pendekatan problem based learning dilakukan pada penelitian akhir, sedangkan pada penelitan awal tidak diberi perlakuan khusus, hanya pembelajaran yang biasa diberikan kepada siswa
setiap hari. Pada saat pembelajaran diadakan penilaian proses yaitu penilaian keteranpilan belajar siswa. Penilaian keterampilan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi yang terdiri dari enam indikator keterampilan belajar. Indikator keterampilan tersebut yaitu: terampil melihat, terampil menentukan, terampil bertanya, terampil mengumpulkan, terampil menganalisis, dan terampil menjelaskan. Lembar observasi tersebut diisi oleh guru dengan melihat keterampilan belajar yang dilakukan oleh siswa.
Langkah yang diambil untuk memperoleh perbandingan hasil pengukuran keterampilan belajar antara pembelajaran yang dilakukan menggunakan perlakuan pendekatan problem based learning dan pembelajaran tanpa perlakuan khusus, yang pertama dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran keterampilan belajar pada sampel yang dalam kegiaatan pembelajarannya dilakukan tanpa perlakuan khusus atau pembelajaran yang dilakukan kelas tersebut sehari-hari dengan KD “Mendeskripsikan perlunya penghematan air”. Kemudian dilakukan pengukuran keterampilan belajar, yang dalam kegiatan pembelajarannya menggunakan perlakuan pendekatan problem based learning pada KD “Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan”. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, dilakukan pengukuran keterampilan belajar siswa, untuk mengetahui pengaruh pendekatan problem based learning terhadap keterampilan belajar IPA siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2014/2015.
one-group pretest-postest design. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis statistik untuk mengetahui perbedaan rata-rata melakukan keterampilan belajar.
Hasil Penelitian Keterampilan Belajar IPA Tanpa Perlakuan
Penelitian keterampilan belajar IPA siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2014/2015 tanpa diberi perlakuan khusus, dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Mei 2015 pada mata pelajaran IPA SK 7. “Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan penggunaan sumber daya alam” dan KD 7.5 “Mendeskripsikan perlunya penghematan air”. Teknik penilaian dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dengan instrumen berupa lembar observasi yang berisi enam indikator keterampilan belajar. Pembelajaran yang dilakukan pada penelitian tanpa perlakuan ini berbeda dengan pembelajaran yang dilakukan pada penelitian dengan perlakuan. Pada penelitian tanpa perlakuan ini pembelajaran dilaksanakan seperti yang biasa dilakukan sehari-hari tanpa adanya perlakuan khusus seperti yang dilaksanakan pada kelas eksperimen. Pembelajaran dibagi ke dalam tiga kegiatan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan ini, dan kegiatan akhir. Dalam penelitian ini guru menilai keterampilan belajar siswa pada saat proses pembelajaran. Pengukuran keterampilan belajar menggunakan teknik observasi dengan instrumen berupa lembar observasi yang berisi enam indikator keterampilan belajar yang diisi guru dengan memberikan check (√) pada kolom sesuai kriteria. Adapun aspek-aspek keterampilan yang diukur pada penelitian ini yaitu terampil melihat, terampil menentukan masalah, terampil merumuskan, terampil mengumpulkan data/informasi, terampil menganalisis, dan terampil menjelaskan.
Kegiatan pendahuluan diawali dengan berdoa dan dilanjutkan dengan mengecek kehadiran siswa. Kemudian guru menyampaikan apersepsi dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Selanjutnya guru bertanya jawab dengan siswa tentang keberadaan air bersih di sekitar siswa.
menjelaskan bagaimana keberadaan air bersih. Guru meminta siswa mencari jenis-jenis kegiatan manusia yang mempengaruhi keberadaan air bersih, kemudian siswa diminta menganalisis kegiatan manusia sehingga dapat mengganggu keberadaan air bersih, guru aktif membimbing siswa untuk menganalis kegiatan manusia sehingga dapat mengganggu keberadaan air bersih. Setelah selesai menganalisis tentang kegiatan manusia yang mempengaruhi keberadaan air bersih, kemudian siswa menyampaikan hasil pekerjaannya di depan kelas untuk dijelaskan kepada teman-temannya, guru aktif membimbing siswa untuk menyampaikan pekerjaannya. Kemudian guru memberikan kesimpulan terhadap hasil yang presentasikan setiap siswa, dalam hal ini guru memberikan apresiasi terhadap siswa yang berani menjelaskan hasil pekerjaannya. Pada seluruh kegiatan inti, guru menyampaikan materi dengan jelas dan guru juga menunjukkan penguasaan materi dengan baik, guru selalu memfasilitasi dan memantau kemajuan siswa dalam belajar serta menumbuhkan semangat belajar siswa dengan baik.
Kegiatan akhir diawali dengan membuat kesimpulan tentang kegiatan manusia yang mempengauhi keberadaan air bersih, kemudian dilanjutkan dengan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran dari awal hingga akhir pembelajaran. Guru memberikan pesan kepada siswa yang diambil dari pembelajaran yang telah dilaksanakan yaitu setelah mengetahui keberadaan air bersih dan kegiatan manusia yang mempengauhi keberadaan air bersih, maka siswa harus menjaga keberadaan air bersih minimal di lingkungan sekitar siswa. Kemudian guru menutup pembelajaran dengan memberi salam, seluruh kegiatan penutup dilakukan guru dengan baik.
Berikut ditampilkan distribusi frekuensi melakukan keterampilan belajar IPA tanpa ada perlakuan khusus dalam pembelajaran.
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Keterampilan Belajar IPA Tanpa Perlakuan Pendekatan Problem Based Learning
Jumlah Keterampilan
Belajar IPA
Kriteria F Persentase (%)
1-2 Sedikit 10 43,5
3-4 Sedang 11 47,8
5-6 Tinggi 2 8,7
Jumlah 23 100
Sumber : Data Primer
Gambar 4.1
Grafik Distribusi Frekuensi Keterampilan Belajar IPA Tanpa Perlakuan Pendekatan Problem Based Learning
Berdasarkan gambar 4.1 nampak bahwa siswa yang memiliki jumlah keterampilan belajar terendah dengan jumlah satu keterampilan belajar sebanyak 4 siswa, dengan jumlah dua keterampilan belajar sebanyak 6 siswa, dengan jumlah tiga keterampilan belajar sebanyak 7 siswa, dengan jumlah empat keterampilan belajar sebanyak 4 siswa, dengan jumlah keterampilan belajar tertinggi dengan jumlah lima keterampilan belajar sebanyak 2 siswa. Dalam penelitian sebelum perlakuan ini ada keterampilan yang tidak dilakukan oleh semua siswa, yaitu keterampilan dalam menentukan permasalahan. Tidak ada siswa yang terampil dalam menentukan permasalahan, karena guru tidak meminta siswa menentukan permasalahan di dalam pembelajaran. Deskripsi sampel tersebut mengalami perubahan setelah adanya perlakuan dengan pendekatan problem based learning. Hasil Penelitian Keterampilan Belajar IPA Dengan Perlakuan
Penelitian keterampilan belajar pada kelas 5 SD Negeri Ledok 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2014/2015 dengan perlakuan pendekatan problem
based learning dilakukan pada hari Jumat, tanggal 15 Mei 2015 pada mata pelajaran IPA SK 7 “Memahami perubahan yang terjadi di alam dan hubungannya dengan menggunaan sumber daya alam”, KD 7.6 “Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan”. Pembelajaran dibagi menjadi dalam tiga pokok yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dalam penelitian ini guru menilai keterampilan belajar siswa pada saat proses pembelajaran. Pengukuran keterampilan belajar menggunakan teknik observasi dengan instrumen berupa lembar observasi yang berisi enam indikator keterampilan belajar yang diisi guru dengan memberikan check (√) pada kolom sesuai kriteria. Adapun aspek-aspek keterampilan yang diukur pada penelitian ini yaitu terampil melihat, terampil menentukan, terampil merumuskan, terampil mengumpulkan data/informasi, terampil menganalisis, dan terampil menjelaskan. Dalam penelitian ini juga menggunakan lembar observasi untuk mengetahui apakah guru dan siswa benar-benar melaksanakan seluruh sintaks pembelajaran dengan pendekatan problem based learning dengan baik.
Kegiatan pendahuluan dimulai dengan mengucapkan salam, doa, dan absensi. Kemudian dilanjutkan dengan tahap motivasi dan apersepsi. Guru dan siswa bertanya jawab tentang peristiwa alam. Guru juga tidak lupa menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
masalah dampak peristiwa alam yang terjadi di Indonesia. Langkah selanjutnya yaitu, siswa secara individu mengumpulkan data melalui media masa maupun pengalanam pribadi siswa mengenai dampak peristiwa alam yang terjadi di Indonesia. Dalam kegiatan ini guru aktif membimbing siswa untuk mengumpulkan dampak peristiwa alam dengan baik. Pada kegiatan ini guru menilai keterampilan siswa saat mengumpulkan data/informasi. Langkah selanjutnya siswa kembali ke kelompoknya untuk berdiskusi menganalisis dampak masing-masing peristiwa alam bagi makhluk hidup dan lingkungan, dalam kegiatan ini guru aktif membimbing dan memfasilitasi siswa yang mengalami kesulitan untuk menganalisis dampak peristiwa alam yang terjadi di Indonesia bagi makhluk hidup dan lingkungan. Pada kegiatan ini guru menilai keterampilan siswa saat menganalisis dampak peristiwa alam yang terjadi di Indonesia bagi makhluk hidup dan lingkungan. Langkah selanjutnya siswa mempresentasikan hasil diskusi mengenai peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan, setiap kelompok menjelaskan hasil diskusinya kepada teman-temannya. Pada kegiatan ini guru menilai keterampilan siswa saat menjelaskan hasil diskusinya kepada teman-temannya. Langkah terakhir yaitu siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran dengan mengunakan pendekatan problem based learning, setiap kelompok menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran dengan pendekatan problem based learning yang telah dilaksanakan. Pada kegiatan inti guru menunjukkan penguasaan materi dengan baik, memfasilitasi siswa dalam menyelesaikan setiap langkah pembelajaran dengan sangat baik, menumbuhkan semangat belajar siswa dengan baik, serta menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa dengan baik. Siswa juga terlihat antusias dan terpacu semangatnya dalam mengikuti pembelajaran.
eksperimen terlihat pada lampiran 2. Berdasarkan lampiran 2 hasil observasi implementasi RPP untuk aktivitas guru, semua kegiatan telah dilakukan guru. Hal ini berarti guru telah mengimplementasikan RPP dengan sangat baik bahkan bisa dikatakan sempurna dalam mengajar.
Penelitian ini menerapkan pendekatan problem based learning di dalam pembelajarannya, yang langkah-langkah kegiatannya yaitu siswa mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, kemudian menganalisis data, data yang telah dianalisis kemudian dipresentasikan dengan dijelaskan kepada siswa lainnya.
Berikut ditampilkan distribusi frekuensi aktivitas keterampilan belajar IPA dengan perlakuan pendekatan problem based learning.
Tabel 4.2
Distribusi Frekuensi Keterampilan Belajar IPA dengan Perlakuan Pendekatan Problem Based Learning
Jumlah Keterampilan
Belajar IPA
Kriteria F Persentase (%)
1-2 Sedikit 5 21,74
3-4 Sedang 11 47,83
5-6 Tinggi 7 30,43
Jumlah 23 100
Sumber : Data Primer
Gambar 4.2
Grafik Distribusi Frekuensi Keterampilan Belajar IPA dengan Perlakuan Pendekatan Problem Based Learning
Berdasarkan gambar 4.2, nampak bahwa siswa yang memiliki jumlah keterampilan belajar terendah dengan jumlah 1 sebanyak 1 siswa, dengan jumlah 2 keterampilan belajar sebanyak 3 siswa, dengan jumlah 3 keterampilan belajar sebanyak 4 siswa, dengan jumlah 4 keterampilan belajar sebanyak 6 siswa, dengan jumlah 5 keterampilan belajar sebanyak 5 siswa, dan dengan jumlah keterampilan belajar tertinggi dengan jumlah 6 keterampilan belajar sebanyak 4 siswa.
Analisis Data
Berdasarkan hasil penelitian di atas, uji perbedaan mean hasil penelitian sebelum perlakuan dan dengan perlakuan, teknik analisis data menggunakan uji t paired samples test. Berikut ini disajikan tabel hasil uji t hasil penelitian sebelum perlakuan dan hasil penelitian setelah perlakuan melalui tabel 4.3.
Tabel 4.3
Uji T-Test Keterampilan Belajar IPA
Paired Samples Test
Pair 1 Keterampilan Belajar IPA
dengan Perlakuan -
Keterampilan Belajar IPA
tanpa Perlakuan
1,26087 ,54082 ,11277 1,02700 1,49474 11,181 22 ,000
Tabel 4.3 menunjukkan hasil analisis SPSS terlihat bahwa perbedaan rata-rata sebesar 1,26087 dan thitung sebesar 11,181 dengan nilai signifikansi 0,000.
Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis didasarkan pada hasil perhitungan dalam uji t paired samples test. Berikut akan dijelaskan tentang hipotesis statistik yang telah dirumuskan.
Ha : Terdapat pengaruh pendekatan problem based learning terhadap keterampilan belajar IPA siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2014/2015.
H0 : Tidak terdapat pengaruh pendekatan problem based learning terhadap
keterampilan belajar IPA siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 01 Salatiga semester II tahun pelajaran 2014/2015.
Berdasarkan analisis uji t paired samples test, hipotesis diterima jika signifikansi < 0,05 dan thitung>ttabel sedangkan hipotesis ditolak jika signifikasi >
0,05 dan thitung<ttabel . Dari hasil analisis data uji t paired samples test diperoleh
nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan thitung>ttabel yaitu 11,181>2,074 maka Ha
4.2 Pembahasan Hasil Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilakukan di kelas 5 SD Negeri Ledok 01 Kota Salatiga semester II Tahun pelajaran 2014/2015. Dalam kegiatan penelitian ini dilakukan penelitian tanpa perlakuan dan dengan perlakuan pendekatan problem based learning. Dalam penelitian keterampilan belajar yang pembelajarannya tanpa perlakuan mengajarkan KD “Mendeskripsikan perlunya penghematan air”. Kemudian dilakukan penelitian keterampilan belajar, yang dalam kegiatan pembelajarannya menggunakan perlakuan pendekatan problem based learning pada KD “Mengidentifikasi peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan”.
Pembelajaran dengan perlakuan pendekatan problem based learning dilaksanakan oleh guru kelas. Untuk mengetahui apakah seluruh langkah-langkah pendekatan problem based learning dilaksanakan atau tidak maka dilakukan observasi pada saat pembelajaran. Selain itu observasi saat pembelajaran juga dilakukan pada siswa untuk mengetahui apakah siswa benar-benar melakukan seluruh sintaks pendekatan problem based learning. Aktivitas tindakan perlakuan menggunakan pendekatan problem based learning yang dilakukan oleh guru, nampak bahwa kekurangan guru adalah pada aspek mengaitkan materi pembelajaran dengan pengetahuan lain yang relevan, sehingga siswa tidak mengetahui apabila materi “Peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungan” yang dipelajari juga berkaitan dengan pengetahuan lain. Kelebihan guru adalah pada pelaksanaan pembelajaran guru telah mengimplementasikan langkah-langkah pembelajaran yang tercantum pada RPP dengan maksimal.
Tabel 4.4
Deskripsi Perbandingan Persentase Hasil Penelitian Keterampilan Belajar Tanpa Perlakuan dan Dengan Perlakuan
Kriteria
Hasil Penelitian
Tanpa Perlakuan % Dengan Perlakuan %
Rendah 43,5 21,74
Sedang 47,8 47,83
Tinggi 8,70 30,43
Jumlah 100 100
Dari tabel 4.4 menunjukkan bahwa siswa yang memiliki keterampilan dengan kriteria rendah turun dari 43,5% menjadi 21,74 % setelah diberi perlakuan. Siswa yang memiliki keterampilan belajar dengan kriteria sedang naik dari 47,8% naik menjadi 47,83% setelah diberi perlakuan. Siswa yang memiliki keterampilan belajar dengan tinggi naik dari 8,7% menjadi 30,43%. Hal ini berarti pembelajaran dengan pendekatan problem based learning berpengaruh pada peningkatan keterampilan belajar IPA siswa.
Hal ini juga dibuktikan dari data deskripsi statistik keterampilan belajar IPA tanpa perlakuan dan dengan perlakuan pendekatan problem based learning.secara statistik hasil pengukuran keterampilan belajar IPA tanpa perlakuan dan dengan perlakuan secara detil disajikan melalui tabel 5 berikut ini.
Tabel 4.5
Deskripsi Statistik Keterampilan Belajar IPA Tanpa Perlakuan dan Dengan Perlakuan
Descriptive Statistics
N Mean Std.
Deviation
Std. Error
Mean
Tanpa Perlakuan 23 2,7391 1,21421 ,25318
Perbedaan rata-rata melakukan keterampilan belajar tanpa perlakuan dan dengan perlakuan yang ditunjukkan melalui tabel 5 yakni dari 2,74 menjadi 4,00. Perbedaan rata-rata sebesar 1,26 menunjukkan adanya peningkatan keterampilan belajar IPA siswa, karena ada perlakuan pendekatanproblem based learning.
Perbedaan perlakuan yang diberikan ternyata menghasilkan rata-rata melakukan keterampilan yang berbeda. Dari hasil analisis data uji t paired samples t-test, menunjukkan thitung sebesar 11,181 dengan skor signifikansi
0,000. Hal ini menunjukkan bahwa skor signifikansi 0,000 < 0,05 dan thitung>ttabel yaitu 11,181>2,074, jadi terdapat pengaruh pendekatan problem
based learningterhadap keterampilan belajar IPA siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 01Kota Salatiga semester II Tahun pelajaran 2014/2015.
Data yang diperoleh membuktikan bahwa rata-rata jumlah melakukan keterampilan belajar IPA dengan menggunakan pendekatan problem based learning lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata jumlah melakukan keterampilan belajar IPA pada pembelajaran yang berpusat pada guru tanpa menggunakan pendekatan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prametasari, Merinda Dian (2011) yang menyatakan bahwa pembelajaran dengan pendekatan problem based learning efektif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 5 SD Negeri Ledok 01 Kota Salatiga semester II Tahun pelajaran 2014/2015. Dalam pendekatan problem based learning, pembelajaran berbasis pada siswa. Siswa aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran, keaktifan siswa terjadi, karena ada keterampilan belajar yang dilakukan siswa saat proses pembelajaran. Keterampilan belajar yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran dengan pendekatan problem based learning dapat mendukung kefeektifan hasil belajar IPA siswa.
Pembelajaran yang digunakan juga mengajarkan siswa untuk terampil, aktif, saling bekerjasama, mendapatkan pengalaman baru, dan percaya diri.