• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KRED (9)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KRED (9)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KREDIT DAN INSTRUMENT DERIVATIF PADA PT.BANK WINDU KENTJANA INTERNATIONAL Tbk

Fachri Fahmi Universitas Trilogi

Latar Belakang Masalah

Bank adalah bank umum sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 7

Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10

Tahun 1998, termasuk kantor cabang dari bank yang berkedudukan di luar negeri, yang

melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional. Risiko adalah potensi kerugian akibat

terjadinya suatu peristiwa tertentu. Risiko Kredit adalah Risiko akibat kegagalan pihak lain

dalam memenuhi kewajiban kepada Bank, termasuk Risiko Kredit akibat kegagalan debitur,

Risiko konsentrasi kredit, counterparty credit risk, dan settlement risk. Risiko Pasar adalah

Risiko pada posisi neraca dan rekening administratif, termasuk transaksi derivatif, akibat

perubahan secara keseluruhan dari kondisi pasar, termasuk Risiko perubahan harga option.

Manajemen Risiko adalah serangkaian metodologi dan prosedur yang digunakan untuk

mengidentifikasi, mengukur, memantau, dan mengendalikan Risiko yang timbul dari seluruh

kegiatan usaha Bank. Pelaksanaan manajemen risiko kredit sangat perlu diterapkan secara

berkesinambungan seiring dengan adanya risiko tunggakan kredit yang semakin meningkat

Risiko terkait dengan aktivitas perbankan, tidak dapat dihilangkan tetapi dapat

diantisipasi melalui instrumen derivatif. Pihak bank perlu secara aktif melakukan peninjauan

nasabah yang kemungkinan akan mengalami penunggakan kredit sehingga pihak bank dapat

meminimalisir risiko dengan adanya upaya melalui instrumen derivatif yang sesuai dengan

(2)

Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menentukan dan menganalisis instrument

derivative untuk mengatasi resiko kredit pada PT. BANK WINDU KENTJANA

INTERNATIONAL Tbk.

Literatur

Pengelolaan Manajemen Risiko kredit pada perbankan dapat meliputi antara lain,

pemberian profil risiko kredit yang dapat bersumber dari berbagai aktivitas bank, antara lain

pemberian kredit, transaksi derivatif, perdagangan instrumen keuangan lain, serta aktivitas

bank lainnya, termasuk yang tercatat dalam banking book maupun trading book. Bank harus

menjamin bahwa risiko-risiko yang terkandung dalam produk/kegiatan baru sudah tercakup

dalam proses manajemen risiko, dan telah mendapat persetujuan direksi. Bank harus

memiliki metodologi yang memungkinkan pengukuran risiko kredit baik individu peminjam

atau counterparty. Bank juga harus dapat menganalisis risiko kredit pada tingkat produk dan

portofolio agar dapat mengidentifikasi setiap sensitivitas atau konsentrasi khusus.

Pengukuran risiko kredit harus mempertimbangkan, sifat yang spesifik dari kredit (pinjaman,

derivatif, dan fasilitas pembiayaan lainnya), kondisi keuangan debitur, dan persyaratan dalam

kontrak/perjanjian kredit (jangka waktu, tingkat bunga referensi, dan lainlain).

Credit Collection dan Recovery

System penagihan kredit oleh Bank secara proaktif melalui Satuan Kerja Loan Recovery yang

khusus menangani kredit dengan kualitas kolektibilitas 2 atau special mention. Credit

collection dan recovery di lakukan untuk debitur-debitur bermasalah dimana penanganan

yang di lakukan menyesuaikan permasalahan yang berbeda-beda disetiap debitur. Credit

collection untuk kredit dengan kualitas Non Performing Loan (NPL) dilakukan oleh satuan

kerja Special Asset Management (SAM). Untuk eksekusi jaminan, satuan kerja special asset

management (SAM) bekerjasama dengan Divisi Legal dalam hal penyitaan jaminan maupun

proses pelelangan ke Balai Lelang Negara.

(3)

Bank melakukan diversifikasi portofolio kredit dengan melakukan penyebaran risiko yang

timbul dari berbagai sektor industri maupun segment kredit. Pengelolaan risiko konsentrasi

kredit dilakukan antara lain :

- Penetapan limit berdasarkan sektor Industri melalui analisa yang dilakukan oleh

Satuan Kerja Manajemen Risiko kepada Komite Kebijakan Perkreditan dan atau

kepada Komite Manajemen Risiko.

- Analisa risiko konsentrasi kredit dilakukan sesuai profil portfolio yang dikelola Bank

dengan mempertimbangkan berbagai dampak perubahan berbagai indikator ekonomi

yang dapat mempengaruhi pemberian kredit pada sektor ekonomi tertentu.

- Analisa pergerakan Non Performing Loan (NPL) pada tiap sektor bisnis dan industri.

- Pengelolaan risiko konsentrasi kredit di monitoring secara ketat oleh Satuan Kerja

Manajemen Risiko bersama Divisi Credit Review pada pelaksanaan Komite Kredit.

- Bank melakukan perhitungan alokasi modal terhadap risiko konsentrasi kredit, yang

di sampaikan melalui laporan perhitungan Modal Berdasarkan Profile Risiko atau

ICAAP.

Risiko Pasar –Trading Book

Risiko pasar trading book merupakan potensi kerugian yang disebabkan oleh perubahan suku

bunga dan nilai tukar atas portfolio trading. Selama tahun 2016, eksposur trading book Bank

masih sangat terbatas dan sederhana. Setiap perubahan harga yang terjadi dapat dikelola

dengan cukup baik dan tidak mengakibatkan dampak yang signifikan terhadap permodalan

Bank.

Risiko Pasar –Banking Book

Risiko pasar banking book disebabkan oleh pergerakan nilai tukar dan suku bunga atas

aktivitas banking book yang dapat merugikan bank. Pengelolaan risiko pasar banking book

yang timbul dari kegiatan treasury maupun dari posisi neraca Bank disesuaikan dengan

strategi dan kebijakan yang ditetapkan oleh Manajemen melalui keputusan komite ALCO.

Setiap perubahan suku bunga dan nilai tukar atas aktivitas banking book dikelola dengan

mengoptimalkan struktur neraca bank untuk mendapatkan imbal hasil yang maksimal sesuai

tingkat risiko yang dapat diterima oleh bank maupun maupun nilai ekonomis modal bank

(4)

Sumber-sumber risiko suku bunga banking book adalah repricing risk (repricing mismatch

antara komponen asset dan kewajiban), basis risk (penggunaan suku bunga acuan yang

berbeda), option risk (pelunasan kredit atau pencairan deposito sebelum jatuh waktu). Satuan

Kerja Manajemen Risiko melakukan perhitungan menggunakan repricing gap dan

melakukan sensitivity analysis guna memperoleh proyeksi Net Interest Income (NII) dan

Economic Value of Equity (EVE).

Manajemen Pricing

Untuk memaksimalkan Net Interest Margin (NIM), Bank menerapkan kebijakan pricing

produk dana maupun produk kredit dengan mempertimbangkan kondisi market persaingan.

Selain dari itu Bank mempertimbangkan kondisi likuiditas dan kebutuhan dana. Dalam

rangka meminimalkan risiko suku bunga, suku bunga kredit Bank akan disesuaikan dengan

suku bunga dana. Suku bunga kredit Bank ditetapkan dengan mempertimbangkan biaya

reserve requirement (GWM) dan marjin keuntungan Bank dengan tetap memperhatikan

competitiveness dengan pesaing utama. Bank telah mempublikasikan Suku Bunga Dasar

Kredit (SBDK) valuta Rupiah melalui pengumuman disetiap Kantor cabang Bank, website

Bank dan setiap triwulan melalui surat kabar sesuai Surat Edaran Bank Indonesia

No.13/5/DPNP tanggal 8 Februari 2011.

Rekomendasi

PT. Bank Windu Kentjana International Tbk harus tetap mengefektifkan dan

mempertahankan stabilitas risiko pasar agar potensi kerugian yang di sebabkan oleh

perubahan suku bunga dan nilai tukar atas portfolio trading dan bankingnya tetap stabil dan

dapat dikelola dengan lebih baik sehingga tidak berdampak yang signifikan terhadap

permodalan bank.

Kesimpulan

Efektifitas proses manajemen risiko perbankan dalam mengelola risiko kredit dilihat

dari upaya yang dilakukan dalam mengendalikan risiko kredit dan tingkat NPL sebagai hasil

(5)

Untuk memaksimalkan Net Interest Margin (NIM), Bank Windu Kentjana International Tbk

menerapkan kebijakan pricing produk dana maupun produk kredit dengan

mempertimbangkan kondisi market persaingan. Selain dari itu Bank mempertimbangkan

kondisi likuiditas dan kebutuhan dana. Dalam rangka meminimalkan risiko suku bunga, suku

bunga kredit Bank akan disesuaikan dengan suku bunga dana. Suku bunga kredit Bank

ditetapkan dengan mempertimbangkan biaya reserve requirement (GWM) dan marjin

keuntungan Bank dengan tetap memperhatikan competitiveness dengan pesaing utama. Bank

telah mempublikasikan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) valuta Rupiah melalui

pengumuman disetiap Kantor cabang Bank, website Bank dan setiap triwulan melalui surat

kabar sesuai Surat Edaran Bank Indonesia No.13/5/DPNP tanggal 8 Februari 2011.

Daftar Pustaka

1) Kisman, Z. Model For Overcoming Decline in Credit Growth (Case Study of Indonesia

with Time Series Data 2012M1-2016M12). Journal of Internet Banking and

Commerce.Vol.22, No. 3,2017.

2) Kisman, Z., & Shintabelle Restiyanita, M. The Validity of Capital Asset Pricing Model

(CAPM) and Arbitrage Pricing Theory (APT) in Predicting the Return of Stocks in

Indonesia Stock Exchange. American Journal of Economics, Finance and Management

Vol. 1, No. 3, 2015, pp. 184-189

3) Kisman, Z. Disappearing Dividend Phenomenon: A Review of Theories and Evidence.

Transylvanian Review. Vol XXIV, No. 08,2016

4) Setiawan, Dharma. Analisis Terhadap Penerapan Manajemen Risiko Kredit Pada PT.

Bank Ekspor Indonesia.Program Pasca Sarjana Universitas Gunadarma, 2007

5) Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia, salinan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Nomor 18/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum

Referensi

Dokumen terkait

tenun menjadi berkualitas dan tahan lama. Kain songket sendiri, memiliki jenis-jenis yang dapat dibedakan berdasarkan motif dari benang tersebut. Beberapa contoh dari jenis

yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada materi reaksi redoks terhadap hasil belajar siswa kelas X SMA N 10 Kota Jambi..

Analisis Pengaruh Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia, Jumlah Uang Beredar, Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Suku Bunga SIBOR Terhadap Suku Bunga Pinjaman Bank Umum

Berdasarkan profil hormon gonad serta perubahan morfologi dan aktivitas gonad selama 12 bulan dapat ditentukan siklus reproduksi walet linchi yang meliputi periode

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi permainan tunjukkan padaku yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan

BAB VI : Bab ini menjelaskan tentang aplikasi rancangan dari Pusat Pengembangan Seni Tari Tradisional Jawa Timur di Surabaya dengan menggunakan persyaratan-persyaratan yang ada

Pengelolaan sampah merupakan kegiatan dalam pengaturan terhadap timbulan sampah, penyimpanan sementara, pengumpulan, pemindahan atau pengangkutan dan pengolahan serta

Pengencer terbaik untuk mempertahankan kualitas semen Sapi Limousin yang disimpan pada suhu 3-5 0 C yaitu Tris Aminomethan + 20% kuning telur. Disarankan untuk