PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
E-COMIC ”NO SMOKING”
KOMIK ELEKTRONIK DENGAN PEMANFAATAN MACROMEDIA FLASH SEBAGAI MEDIA KAMPANYE BAHAYA MEROKOK
DI SMP TEUKU UMAR SEMARANG BIDANG KEGIATAN
PKM Penelitian (PKMP)
Disusun Oleh : Ketua Kelompok
Nur Jannah (4201406011) ‘06
Anggota Kelompok
Nofita Dewi (4201406032) ’06 Nisrochah (4201406018) ‘06 Siti Latifah (4201406033) ‘06
HALAMAN PENGESAHAN
USUL PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA 1. Judul Kegiatan : E-Comic ”No Smoking” Komik Elektronik dengan
Pemanfaatan Makromedia Flash sebagai Media Kampanye Bahaya Merokok di SMP Teuku Umar Semarang.
2. Bidang Kegiatan : (V ) PKMP ( ) PKMK
a. Nama/ NIM : Nur Jannah/ 4201406011
b. Fakultas /Jurusan /Prodi : FMIPA/ Fisika / Pendidikan Fisika c. Universitas : Universitas Negeri Semarang
d. Alamat Rumah /No. HP : Jalan Cendrawasih No. 95 RT.01 RW.01 Pejagan RT.01 RW.01 Kec. Tanjung Kab. Brebes
e. Alamat E-mail : [email protected] 5. Anggota Pelaksana Kegiatan : 3 orang
6. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Isa Akhlis, M. Si
b. NIP : 132231405
c. Alamat rumah/ No. HP : Gribig Gebog RT 01/Rw 04 Kudus /0817246540
7. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti : Rp
6.000.000,-8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 bulan
Semarang, 6 Oktober 2008 Menyetujui,
Ketua Jurusan Fisika Ketua Pelaksana Kegiatan
Dr. Putut Marwoto, M. Si Nur Jannah
NIP. 131764029 NIM. 4201406011
Mengetahui,
Pembantu Rektor III Unnes Dosen Pembimbing
Drs. Masrukhi, M. Pd Isa Akhlis, M. Si
1) JUDUL PROGRAM
E-Comic “No Smoking” Komik Elektonik dengan Pemanfaatan Macromedia Flash Sebagai Media Kampanye Bahaya Merokok di SMP Teuku Umar Semarang.
2) LATAR BELAKANG MASALAH
Indonesia merupakan salah satu negara tingkat mengkonsumsi tembakau tertinggi di dunia. Konsumerisme tembakau ini yang menjadikan rokok sebagai kebutuhan hidup bagi sebagian besar masyarakat walaupun haram merokok dari fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) diluncurkan sejak bulan Juli lalu. Buktinya, masyarakat masih mengeluarkan biaya lebih besar untuk konsumsi rokok jauh dibandingkan anggaran kesehatan per kapita.
Tingginya konsumsi merokok dipercaya akan menimbulkan implikasi negatif yang sangat luas. Tidak saja terhadap kualitas kesehatan, tetapi juga menyangkut kehidupan sosial dan ekonomi. Menurut Badan Proteksi Lingkungan (EPA) Amerika Serikat yang memastikan bahwa asap rokok memuat 4.000 senyawa kimia, 200 di antaranya racun toksik, 43 diantaranya pemicu kanker, dan secara global rokok membunuh satu orang setiap 10 detik. Bahkan, kebiasaan merokok dianggap menjadi entry point pada penyalahgunaan narkotik.
Survei yang dilakukan Universitas Padjadjaran (1978) melaporkan usia pertama kali merokok pada anak kala itu adalah 12 tahun. Sebelas tahun kemudian, penelitian Universitas Airlangga (1989) melaporkan fakta baru bahwa angka 12 itu telah bergerak ke angka 8 tahun. Penelitian yang terbaru oleh Universitas Andalas, UGM, dan Universitas Padjajaran, usia anak pertama kali merokok telah menyentuh angka 7 tahun.
Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan peningkatan jumlah perokok anak di Indonesia diperkirakan 37 % atau 25 juta dari 70 juta anak Indonesia sudah menjadi perokok. Sedangkan 1,9 % di antaranya sudah merokok pada usia 4 tahun. Hal ini dsisinyalir bahwa anak didik SD sudah mulai mencoba merokok atau yang disebut dengan perokok pemula. Akan tetapi, masa SMP merupakan waktu anak akan menjadi perokok berat karena makin maraknya kenakalan remaja.
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Indonesia Meutia Farida Hatta Swasono menghimbau agar masyarakat menjadikan iklan rokok sebagai musuh bersama karena rokok berdampak pada kesehatan dan menyebabkan kematian. Tidak hanya itu, iklan rokok juga meningkatkan prevalensi perokok usia dini dimana yang akan mengancam sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang. (Kompas, 29 Januari 2008).
memprioritaskan kesehatan dan kerugian konsumen perokok berat.
3) RUMUSAN MASALAH
Dari uraian diatas, rumusan masalah yang akan dibahas meliputi:
a. Bagaimana persepsi anak terhadap program E-Comic ”No Smoking” komik elektronik dengan pemanfaatan macromedia flash sebagai media kampanye bahaya merokok di SMP Teuku Umar Semarang?
b. Apakah program E-Comic ”No Smoking” komik elektronik dengan pemanfaatan macromedia flash sebagai media kampanye bahaya merokok berpengaruh kepada siswa SMP Teuku Umar Semarang agar tidak menjadi perokok berat?
4) TUJUAN PROGRAM
Setelah melihat permasalahan dalam rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk :
a. Menganalisis bagaimana persepsi anak terhadap program E-Comic ”No Smoking” komik elektronik dengan pemanfaatan macromedia flash sebagai
media kampanye bahaya merokok di SMP Teuku Umar Semarang.
b. Menganalisis apakah E-Comic”No Smoking” komik elektronik dengan pemanfaatan macromedia flash sebagai media kampanye bahaya merokok di SMP Teuku Umar Semarang berpengaruh kepada siswa agar tidak menjadi perokok berat?
5) LUARAN YANG DIHARAPKAN
bahaya merokok dan pencegahan bagi perokok pemula pada usia dini maupun perokok berat pada usia remaja.
6) KEGUNAAN PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Manfaat Praktis
Sebagai implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menambah khasanah pengetahuan tentang E-Comic”No Smoking” komik elektronik dengan pemanfaatan macromedia flash sebagai media kampanye bahaya merokok berpengaruh kepada siswa SMP Teuku Umar Semarang agar tidak menjadi perokok berat maupun perokok pemula. Selain itu juga dapat memberikan informasi tentang bahaya merokok bagi perokok aktif maupun perokok pasif.
2. Manfaat Teoritis
Di kalangan akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan konseptual terhadap teori bagaimana persepsi E-Comic”No Smoking” komik elektronik dengan pemanfaatan macromedia flash sebagai
media kampanye bahaya merokok untuk anak SMP Teuku Umar Semarang. Sehingga dari tulisan ini dapat dijadikan pedoman bagi penyempurnaan dan perbaikan bagi teori maupun data berikutnya.
7) TINJAUAN PUSTAKA A. Iklan dan Kampanye
Iklan merupakan salah satu perwujudan kebudayaan massa tidak hanya bertujuan menawarkan dan mempengaruhi calon konsumen untuk membeli barang atau jasa, tetapi juga turut mendedahkan nilai tertentu yang secara terpendam terdapat di dalamnya. Oleh karena itulah, iklan yang sehari-hari kita temukan di berbagai media massa cetak dan elektronik dapat dikatakan bersifat simbolik dan kampanye produk yang dihasilkan. Artinya, iklan dapat menjadi simbol sejauh imajinasi yang ditampilkannya membentuk dan merefleksikan nilai hakiki.
Periklanan merupakan suatu usaha untuk mempengaruhi kelompok atau masyarakat terhadap suatu produk dengan menonjolkan kelebihannya untuk proyeksi jangka panjang. Iklan hanya sekadar alat untuk memberikan informasi, melakukan persuasi atau menstimuli orang agar bertindak. Hal ini yang dapat disinyalir kalau iklan dapat dijadikan media kampanye suatu produk terbaru. Sedangkan makna kata kampanye dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002: 498) mempunyai arti gerakan tindakan serentak untuk melawan atau beraksi. Jadi, iklan merupakan suatu gerakan kampanye untuk memperkenalkan suatu produk atau melakukan aksi terhadap sesuatu yag dianggap bermanfaat.
B. Media dalam Kampanye
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harafiah berarti perantara atau pengantar pesan dari
pengirim ke penerima pesan. Asosiasi dan komunikasi pendidikan (Association of Education and Communication Technologi) mengartikan media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan dan informasi.
lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara konsumen dan produsen dalam memperkenalkan produk terbaru. (Oemar Hamalik, 1988:13).
Media instruksional adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai sumber iklan yang dapat merangsang fikiran, perhatian dan kemauan konsumen sehingga mendorong terjadinya proses ketertarikan sesuatu ketingkat yang lebih efisien dan efektif. Media iklan juga dapat dikatakan sebagai komponen dari sistem kampanye yang mempunyai fungsi untuk membantu produsen menyampaikan produk barunya kepada konsumen dengan tujuan tertentu.
Menurut (Hidayah, 2004:5) secara garis besar media kampanye dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
a. Media objek fisik (model, makromedia falsh, alat peraga) b. Media grafik atau visual (poster, chart, kartu, komik) c. Media proyeksi (film)
d. Media audio (radio, tape) e. Media audio visual (Tv)
C. Kecerdasan Emosi Anak
Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan anak adalah kecerdasan emosional (Natawidjadja, 2002:1). Kecerdasan emosional merupakan kemampuan memecahkan masalah berdasarkan segi sosial pada belahan otak kanan. Kenyataan membuktikan bahwa tidak semua masalah dapat diatasi dengan kemampuan intelektual atau kognitif dalam kehidupan sehari-hari. Anak membutuhkan kemampuan emosional atau afektif pula dalam mengatasi suatu masalah sosial.
Hernacki: 1992:38). Emosi positif dapat meningkatkan kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri. Pada akhirnya, anak tetap dihargai sebagai individu yang utuh sehingga menjadi manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan hidup yang tinggi yang dilandasi oleh kehalusan budi dan kepekaan rasa.
Pendidikan anak akan lingkungan luar sangat penting demi menjaga anak agar tidak terjun dalam hal-hal yang berbahaya seperti kebiasaan merokok karena pengaruh teman sebayanya. Peran orang tua dalam keluarga sangatlah penting utuk mengontrol emosi anak agar tidak lepas kontrol.
D. Perokok dan Merokok
Tipe orang perokok dibagi menjadi 2 yaitu: perokok aktif dan perokok pasif. Pengertian dari perokok pasif yaitu orang yang tidak merokok tapi tercemar oleh asap rokok. Pencemaran tersebut dapat terjadi dalam rumah, ruangan kantor, kendaraan, dan tempat umum lainnya. Sedangkan untuk perokok aktif yaitu orang yang setiap periode tertentu merokok karena rokok merupakan kebutuhan primer.
Survei membuktikan !ebih dari 90% perokok aktif mengaku merokok dalam rumah ketika bersama anggota keluarga, sehingga sekitar 70% penduduk Indonesia berumur 0-14 tahun telah terpapar asap rokok sejak lahir (perokok pasif). Ini menunjukkan betapa besarnya prevalensi perokok pasif dengan akibat yang lebih parah lagi. (kompas, 1 Februari 2007)
Untuk itu, berbagai langkah perlu segera dilakukan pemerintah, baik upaya penanganan terhadap zona perokok aktif maupun pasif. Langkah-langkah tersebut bisa ditempuh dengan:
sekolah dasar dan menengah, sekolah kedokteran atau sekolah paramedic. 2) Membuat kegiatan yang mendukung antirokok dan bahaya merokok pada
usia sekolah.
3) Membangkitkan kesadaran tentang bahaya merokok, kecanduan rokok, dampak sosial ekonomi akibat rokok pada publik (khususnya anak SMP Teuku Umar Semarang).
4) Melakukan counter marketing guna mengurangi atau meniadakan keterlibatan industri rokok, terutama pada usia anak dan remaja.
Untuk itu, ketentuan publik tentang larangan merokok bagi anak perlu segera disusun. Setidaknya memasukkan substansi larangan anak merokok dalam rencana aturan tersebut. (www. sinar harapan.com)
Hingga saat ini, aturan spesifik melarang anak merokok dan membeli rokok serta sanksi bagi pihak penjual atau pemberi rokok pada anak belum ada. Walaupun berbagai peraturan perundangan tentang perlindungan anak sudah ada, tapi tidak ada satu ketentuan pun yang secara spesifik menyebutkan tentang larangan anak merokok.
Untuk menolong anak dari perokok pasif dapat diambil langkah-langkah berikut:
1) Pengenalan dan pemberlakukan daerah bebas rokok di berbagai tempat; 2) Pemberlakukan daerah dilarang merokok di institusi sekolah dan institusi
kesehatan.
(3) Melakukan pendidikan pada publik tentang bahaya perokok pasif.
kegiatan publik lain baik yang bersifat lokal maupun internasional.
Iklan bahaya rokok yang tergolong sukses bila konsumen berhenti dari merokok. Mereka menilai, iklan rokok dengan menggunakan animasi atau kartun seperti komik dapat secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi anak-anak. Hal ini dimungkin iklan lebih fun dan berwarna cerah yang menjadikan tertariknya konsumen untuk berhenti merokok.
8) METODE PENELITIAN 1. Populasi
Populasi merupakan kelompok elemen lengkap yang biasanya berupa orang, objek, transaksi atau kejadian dimana kita tertarik untuk mempelajari atau menjadi objek penelitian (Kuncoro, 2003). Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah semua perokok baik perokok aktif maupun perokok pasif.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2002:109). Sampel dalam penelitian ini menggunakan stratified random sampling, yaitu memilih sampel dengan acak sesuai dengan strata yang telah
ditentukan yaitu siswa SMP Teuku Umar Semarang. Sampel yang diambil untuk penelitian adalah siswa SMP Teuku Umar Semarang sebanyak 20 orang tiap angkatan. Pengambilan ini berdasarkan permasalah tiap siswa yang merokok berbeda tujuannya. Ada yang disebabkan stress pelajaran, terpengaruh teman atau adanya rasa penasaran.
3. Variabel Penelitian
yang hendak diselidiki bagaimana pengaruhnya terhadap gejala. Variabel eksperimen dalam penelitian di bagi menjadi dua, yaitu:
a. Variabel Penyebab (X)
Variabel penyebab dalam penelitian ini adalah banyaknya perokok baik pasif maupun aktif dan peyebab mereka merokok.
b. Variabel Akibat (Y)
Variabel akibat dalam penelitian ini adalah dampak sosial, ekonomi, kesehatan dan kualitas belajar akibat kebiasaan merokok pada anak SMP Teuku Umar Semarang .
4. Pemilihan Daerah Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Semarang dengan mengambil objek yang kami anggap layak untuk diadakan penelitian di SMP Teuku Umar Semarang sebagai sampel. Hal ini dikarenakan sekolah swasta di kota besar tingkat kenakalan siswanya agak tinggi karena kurang ditegakknnya kedisiplinan sekolah.
5. Teknik Pengumpulan Data a. Data Primer 1. Wawancara
Wawancara dapat dilakukan secara bebas tanpa panduan (walk and talk) dimana si peneliti menginverntarisi isu. Wawancara juga dapat
disertai pedoman pertanyaan sehingga jawaban responden akan bersifat terbuka. Wawancara kepada murid yang menjadi perokok pasif, guru wali kelas, guru Bimbingan Konseling dan kepala sekolah. Wawancara tersebut menanyakaan hal-hal kepada siswa tentang alasan mereka merokok, sejak kapan mereka merokok dan akibat yang dirasakan selama mereka merokok.
2. Observasi
3. Kuisioner
Penggunaan kuisioner didasari keyakinan bahwa responden adalah orang yang paling faham masalahnya. Kuisioner dapat dilakukan langsung atau tidak langsung.
Kuisioner dapat dibagi menjadi dua, yakni kuisioner terbuka dan kuisioenr tertutup. Kuisioner dikatakan terbuka jika responden dapat menyatakan pendapat sesuai keyakinannya. Sedangkan tertutup jika sudah disediakan alternatif pilihan jawaban. Pada penelitian ini, kuisioner yang digunakan adalah kuisioner tertutup.
b. Data Sekunder
Data sekunder yang digunakan berupa dokumentasi yaitu rekaman saat melakukan penelitian, berupa tape recorder saat mengambil data melalui kuesioner.
6. Analisis Data
Analisis data pada dasarnya merupakan kegiatan yang dilakukan bersama dan saling menjalin antara data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dimulai antar reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dimulai sejak tahapan sebelum penelitian, ketika merumuskan penelitian, mengklarifikasi masalah penelitian, dan terus berlanjut dalam proses penelitian.
a. Analisis Deskriptif 1. Mean
n x X =
∑
i2. Median
Median menentukan letak data setelah data itu disusun menurut urutan nilainya.
b = batas bawah kelas median p = panjang kelas median
b1 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas internal dengan tanda kelas < sebelum tanda kelas modal.
b2 = frekuensi kelas modal dikurangi frekuensi kelas interval dengan tanda kelas > sesudah tanda kelas modal.
(Sudjana, 1996 : 77) b. Analisis Inferensial
1. Uji Parsial
variabel dependen. Pengambilan kesimpulan berdasarkan perbandingan nilai hitung masing-masing koefisien regresi dengan t tabel (nilai kritis) pada tingkat signifikan 5% suatu arah
( )
( )
ii Se t
β β =
βί = Koefisien variabel Xί
Se β = Standar error βί
(Gujarati,2003)
Di dalam penelitian ini terdapat hipotesis statistik dalam menguji pengaruh secara simultan.
Ho = β1 = β2 = 0; E-Comic ”No Smoking” tidak berpengaruh terhadap kampanye bahaya rokok di SMP Teuku Umar Semarang
Ho = β1 / β2 ≠0; E-Comic ”No Smoking” berpengaruh terhadap kampanye bahaya rokok di SMP Teuku Umar Semarang.
7. Metode Penarikan Sampel
Penarikan sampel dilakukan dengan metode purpose quoted random sampling (sampling acak secara terbatas dan disengaja melalui unit observasi).
8. Model Pendekatan
dilakukan dalam pendekatan analisis ini dan prinsip pengulangan akan diimplementasikan dalam kegiatan wawancara di lapangan dengan tujuan meningkatkan responden yang memberi jawaban sebenarnya atau wajar sesuai kenyataan (reasurable).
9) JADWAL KEGIATAN
KETERANGAN BULAN
KE-1 2 3 4
A. TAHAP 1
1. Studi pendahuluan dan Survei lapangan XXXX
2. Perizinan XX
3. Penyusanan Instrumen penelitian X B. TAHAP 2
1. Pengumpulan Data XX
2. Pengolahan Data XXXX
3. Analisis Data XXX X
C. TAHAP 3
1. Perumusan hasil dan kesimpulan X
2. Evaluasi program X
3. Penyusunan dan penyerahan Laporan Akhir
XX
10) NAMA DAN BIODATA KETUA DAN ANGGOTA Ketua Pelaksana Kegiatan
Nama Lengkap : Nur Jannah
Fakultas/ Jurusan : MIPA / Fisika
Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang Waktu untuk Kegiatan PKM : 8 jam / minggu
Anggota 1
Nama Lengkap : Nofita dewi
NIM : 4201406032
Fakultas / Jurusan : MIPA / Fisika
Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang Waktu untuk Kegiatan PKM : 5 jam / minggu
Anggota 2
Nama Lengkap : Nisrokhah
NIM : 42014060
Fakultas / Jurusan : MIPA / Fisika
Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang Waktu untuk Kegiatan PKM : 5 jam / minggu
Anggota 3
Nama Lengkap : Siti Latifah
NIM : 4201406033
Fakultas / Jurusan : MIPA / Fisika
Perguruan tinggi : Universitas Negeri Semarang Waktu untuk Kegiatan PKM : 5 jam / minggu
11) NAMA DAN BIODATA DOSEN PENDAMPING
1. Nama : Isa Akhlis, M. Si
2. Golongan Pangkat dan NIP. : III a/ 132231405 3. Jabatan Fungsional : Asisten Ahli 4. Fakultas/ Jurusan : FMIPA/ Fisika
12) BIAYA
13) DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Parktek. Jakarta:Rajawali Press
Hamalik, Oemar. 1992. Metode Mengajar dan Kesulitan-Kesulitan Belajar. Bandung : Ganava NV
Sudjana.2001.Metode statistika.Bandung: PT.Tarsito
Tim penyusun. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
www.kompas.com Jum’at, 29 Agustus 2008/ MUI siapkan fatwa haram untuk Rokok
www.kompas.com 1 Februari 2007/ Kontroversi Efek Iklan
www.kompas.co.id/kesehatan/news/0306/30/105012.htm.
www. sinar harapan.com Jum’at, 15 September 2006/ Materi Bahaya Rokok untuk Kurikulum Sekolah
Lampiran 1
DAFTAR RIWAYAT HIDUP TIM PELAKSANA PROGRAM
Ketua Pelaksana
Nama lengkap : Nur Jannah
NIM : 4201406011
Fakultas / Jurusan /Prodi : MIPA / Fisika / Pend. Fisika Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang No. Hp : 088 839 203 82
Tempat, Tanggal lahir : Brebes, 25 Desember 1988 Riwayat Pendidikan
a. SD : SD Negeri Pejagan II
b. SLTP : SLTPN I Tanjung
c. SMA : SMAN I Brebes
Anggota 1
Nama lengkap : Nofita Dewi
NIM : 4201406032
Fakultas / Jurusan /Prodi : MIPA / Fisika / Pend. Fisika Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang No. Hp : 085 640 015 187
Tempat, Tanggal lahir : Grobogan, 9 November 1987 Riwayat Pendidikan
a. SD : SDN 4 Kuwaron
b. SLTP : SLTP N 1 Gubug
Anggota 2
Nama lengkap : Nisrochah
NIM : 4201406018
Fakultas / Jurusan /Prodi : MIPA / Fisika / Pend. Fisika Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang No. Hp : 085 642 597 418
Tempat, Tanggal lahir : Pemalang, 10 Mei 1988 Riwayat Pendidikan
a. SD : SDN 01 Bumirejo
b. SLTP : SLTP Negeri 1 Ulujami c. SMA : SMA Negeri 1 Pekalongan
Anggota 3
Nama lengkap : Siti Latifah
NIM : 4201406033
Fakultas / Jurusan /Prodi : MIPA / Fisika / Pend. Fisika Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Semarang
No. Hp : 085 641 956 039
Tempat, Tanggal lahir : Jepara, 29 Agustus 1987 Riwayat Pendidikan
a. SD : SDN2 Lebuawu
b. SLTP : SLTPN 1 Pecangaan
Lampiran 2
PEDOMAN WAWANCARA
Nama :
Jabatan/ Kelas : Hari/tanggal : Waktu/tempat :
A. Wawancara ditujukan kepada siswa 1. Apa yang Anda ketahui tentang rokok? 2. Sejak kapan Anda merokok?
3. Apa yang menyebabkan Anda merokok? 4. Apakah prestasi Anda turun karena merokok?
5. Bagaimana rasanya bila Anda meninggalkan kebiasaan merokok?
6. Apakah selama ini Anda mengeluhkan kesehatan Anda karena merokok? 7. Bagaimanakah perasaan Anda ketika pertama kali merokok?
8. Apakah Anda termasuk perokok pemula, sedang atau berat? 9. Apakah Anda berkeinginan untuk berhenti merokok?
10. Apa yang Anda lakukan ketika berkeinginan untuk berhenti merokok?
11. Setelah Anda melihat E-Comic ”NoSmoking”, bagaimana tanggapan anda mengenai rokok?
12. Apakah Anda tertarik dengan isi dari E-Comic ”NoSmoking”? 13. Apa yang Anda lakukan setelah melihat E-Comic ”NoSmoking”?
14. Apakah Anda berkeinginan untuk berhenti merokok setelah melihat E-Comic ”NoSmoking”?
B. Wawancara ditujukan kepada guru dan kepala sekolah 1. Berapa banyak siswa yang menjadi perokok aktif di sekolah Anda? 2. Apakah masalah rokok merupakan masalah utama di sekolah? 3. Apa yang menyebabkan siswa di sekolah Anda merokok?
4. Bagaimana prestasi siswa Anda yang merokok dengan yang tidak?
5. Apakah selama ini ada antisipasi dari pihak sekolah untuk meminimalisir siswa yang menjadi perokok aktif?
6. Bagaimana dengan adanya program kampanye bahaya rokok yang berupa komik elektronik E-Comic ”NoSmoking” ini?
7. Apakah anda tertarik dengan program baru ini dalam meminimalisir peserta didik yang menjadi peroko berat?
8. Bagaimana tindak lanjut Anda setelah mengkampanyekan program baru ini kepada siswa?
9. Setelah E-Comic ”NoSmoking” ini dilaksanakan, apakah Anda akan tetap melaksanakan program ini?
10. Bila ya, berapa periode waktu pelaksanaan program?
11. Apakah Anda berkeinginan untuk memasukkan E-Comic ”NoSmoking” dalam kegiatan belajar mengajar?
12. Kalau ya, apakah anda juga berkeinginan untuk memasukkannya juga dalam kurikulum sekolah?