• Tidak ada hasil yang ditemukan

KURIKULUM 2013 MODEL and PENERAPAN PEMBE (3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KURIKULUM 2013 MODEL and PENERAPAN PEMBE (3)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

MODEL & PENERAPAN

PEMBELAJARAN

BERBASIS MASALAH

(2)

Definisi

Problem Based Learning

adalah

model

pembelajaran

yang

menantang

siswa

untuk

belajar

melalui pemecahan masalah dunia

nyata

(real problem)

2

(3)

Tujuan

Sikap: Kerja tim, interpersonal, networking

Keterampilan: critical thinking, decision

making, problem solving and self learning

Pengetahuan: basic and clinical content in

context

(4)

Jenis Masalah Dalam

PBL

NOT

Well-Structerd

problem

easily defined

all information

provided

a single answer

not like real life

4

It is...

Ill-Structured Problem

like real life

not all information

present

many solutions

(5)

KELEBIHAN PBL

1.Pembelajaran menjadi lebih bermakna:

peserta didik termotivasi untuk belajar menyelesaikan

masalah

Peserta didik akan menyadari bahwa untuk dapat

menyelesaikan masalah dibutuhkan pengetahuan dan

keterampilantertentu yang relevan

5

2.

Meningkatkan kemampuan berpikir kritis

;

Mengembangkan keterampilan menganlisis

alasan-alasan pemecahan masalah

Memahami pengetahauan apa yang diperlukan untuk

dapat memecahkan masalah

(6)

KELEBIHAN PBL....

(2)

3. Mengembangkan kemampuan

interpersonal

Belajar dalam kelompok (

teamwork

)

Berkomunikasi membentuk jejaring

(

networking

)

(7)

Situasi kelas PBL

Tiap peserta didik bebas untuk

mengungkapkan ide maupun memberi

komentar apapun yang muncul dalam

pikiran mereka tanpa harus takut

disalahkan atau dikritik.

Guru harus mampu mengapresiasi dan

mempertimbangkan semua ide dan

komentar dari setiap peserta didik

(8)

Ciri-Ciri PBL

Apa yang

perlu?

Bagaimana?

Mengapa?

Berpusat pada Siswa dan

berdasarkan pengalaman siswa

(Student-centred & Experiential)

Masalah yang ditugaskan harus dipilih sesuai dengan materi yang dipelajari serta bermakna dan terkait dengan bakat dan kehidupan anak. Siswa dapat diberi tanggungjawab untuk mencari dan mengevaluasi sumber apa saja dilingkungan sekitar untuk dapat diangkat menjadi masalah yang didiskusikan, juga sumber yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah tersebut.

Siswa akan lebih termotivasi untuk berdiskusi dan

mencari solusi pemecahan jika masalah yang

ditugaskan terkait atau dekat dengan kehidupan nyata mereka

Memperkenalka n isi (Induction)

Sebaiknya, jelaskan mengenai substansi/isi masalah sepanjang proses diskusi pemecahan masalah daripada menjelaskan isi dahulu sebelum mereka berdiskusi dan bekerja memecahkan masalah.

Penelitian membuktikan bahwa pemahaman siswa akan semakin mendalam ketika informasi diberikan pada konteks yang lebih tepat dan bermakna ketika mereka membutuhkan informasi tersebut.

(9)

Ciri-Ciri PBL

Apa yang

perlu?

Bagaimana?

Mengapa?

Membangun

pengetahuan awal siswa

(Builds

on/challenges prior learning)

Jika masalah terkait erat dengan

kehidapan nyata anak, mereka dapat diminta untuk mengingat apa yang sudah diketahui atau pikirkan. Siswa, dapat fokus pada hasil belajar

sebelumnya, menguji asumsinya,

mengatur fakta-fakta pendukung serta startegi belajar/pemecahan

masalahnya

Hasil penelitian

membuktikan bahwa proses belajar terjadi jika ada

ketidaksesuaian antara apa yang diketahui

siswa sebelumnya

dengan informasi yang baru mereka dapatkan

Masalah yang

kompleks, ambigu dan membutuhkan kemampuan

metakognitif (Problems are complex and ambiguous, and require

meta-Pilihlah contoh kasus nyata sesuai materi ajar yang memerlukan jawaban atau penyelesaian yang tidak

sederhana. Mintalah siswa untuk memikirkan strategi mereka dalam menyelesaikan masalah tersebut

Membuat siswa untuk berpikir tingkat tinggi

(High Order Thinking) seperti mengalisis, mensitesa,

mengevaluasi dan

(10)

Ciri-Ciri PBL

What

How

Why

Konteks yang Khusus

(Context-specific)

Pilihlah masalah atau kasus yang sering dihadapi peserta didik di sekolah maupun di lingkungan rumah dan

sekitarnya.

Konteks yang lebih khusus akan membuat pemahaman selama proses belajar lebih mendalam

Ciptakan

suasana konflik kognitif

(Creates cognitive conflict)

Pilihlah masalah dengan informasi yang membuat pemecahan masalah tidak mudah. Bila satu bagian masalah diselesaikan maka memungkinkan munculnya masalah baru.

Hasil penelitian membuktikan bahwa proses belajar terjadi jika ada ketidaksesuaian antara apa yang diketahui siswa sebelumnya dengan informasi yang baru

mereka dapatkan

Kerja

Kolaboratif (Collaborative &

Interdependent)

Minta siswa untuk bekerja dalam kelompok untuk mendiskusikan masalah yang diberikan

Dengan bekerjasama, siswa akan melihat strategi pemecahan

masalah yang diangkapkan oleh siswa lain, memecahkan masalah berdasarkan data/informasi dari semua anggota kelompok serta bertanggungjawa pada proses

(11)

Perbandingan PBLs & PBL

Persamaan

1. Fokus pada

open-ended problem

(ill-structured Problem)

2. Memerlukan penerapan pengetahuan

dan keterampilan secara nyata

(authentic

)

3. Menekankan proses

inquiry

4. Memerlukan waktu untuk

menyelesaikan tugas/masalah

(12)

Perbandingan PjBL & PBL

12

Project Based Learning

Problem Based

Learning

Memungkinkan

keterkaitan antarmata

pelajaran

Fokus pada satu topik

permasalahan tertentu

saja

Memerlukan waktu yang

lebih panjang (seminggu,

sebulan)

Memerlukan waktu yang

lebih singkat

Tahapan

penyelesaiannya dapat

bervariasi

Tahap penyelesaianya

mengikuti prosedur

khusus

Ada produk yang dicipta

atau dihasilkan

(13)

Tahapan Penyelesaian Masalah

13

1

Meet The Problem

Pre-Teaching:

Make sure students understand the goal and

benefits of a problem based approach for

language learning

Emphasize the important of using English in

problem solving activities

Introduce Problem and Vocabulary:

Introduce problem to the students using,

video, picture, text, etc.

Introduce vocabulary relate to the problem

Ask the students about their previous

personal experiences with the problem

Provide prereading exercises about the

problem

(14)

Group students, provide resources

:

Make sure the students understand about the

problem and the expectation of them

Emphasise that there is no single answer or

solution and that they need to choose what

appears to be the most viable solution to

them and be prepared to explain why they

choose that solution

Give students access to resources such as the

internet, books, magazines, brochures,

newspapers, televisions and telephones

Make sure the students are aware of the

range of resources available and how to use

them

Group students, preferably in group with

different English proficiency level and

character.

Tahapan Penyelesaian Masalah

14

Generate Possible

Solutions

Role of the teacher

Process for student

Explore Knowns and

Unknowns

2

(15)

Tahapan Penyelesaian Masalah

15

Observe and support:

Observe student and provide support needed, but do not attempt to direct their effort or control their activities in solving the problem

Observe, take notes and provide feedback on students participation in the activity and on language use during the activity

Follow up and assess progress:

Provide students with opportunities to present and share the result of their work

Provide follow up activities based on your observation, e.g: form-focused instruction on grammar, pronunciation, or pragmatic issues.

Assess student’s participation and success in the

activity

Role of the teacher

Process for student

Consider

Consequncies and

choose the more

viable solution

(16)

Contoh Penerapan

Sebelum memulai proses belajar-mengajar di

dalam kelas, peserta didik terlebih dahulu

diminta untuk mengobservasi suatu fenomena

terlebih dahulu. Kemudian peserta didik

diminta mencatat masalah-masalah yang

muncul.

Setelah itu tugas guru adalah merangsang

peserta didik untuk berpikir kritis dalam

memecahkan masalah yang ada. Tugas guru

adalah mengarahkan peserta didik untuk

bertanya, membuktikan asumsi, dan

mendengarkan pendapat yang berbeda dari

mereka.

(17)

Contoh Penerapan

Memanfaatkan lingkungan peserta didik untuk memperoleh

pengalaman belajar. Guru memberikan penugasan yang

dapat dilakukan di berbagai konteks lingkungan peserta didik,

antara lain di sekolah, keluarga dan masyarakat.

Penugasan yang diberikan oleh guru memberikan

kesempatan bagi peserta didik untuk belajar di luar kelas.

Peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman

langsung tentang apa yang sedang dipelajari. Pengalaman

belajar merupakan aktivitas belajar yang harus dilakukan

peserta didik dalam rangka mencapai penguasaan standar

kompetensi, kemampuan dasar dan materi pembelajaran.

(18)

SISTEM PENILAIAN

Penilaian dilakukan dengan memadukan tiga aspek pengetahuan

(

knowledge

), keterampilan (

skill

), dan sikap (

attitude

). Penilaian

terhadap penguasaan pengetahuan yang mencakup seluruh

kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan ujian akhir

semester (UAS), ujian tengah semester (UTS), kuis, PR,

dokumen, dan laporan.

Penilaian terhadap keterampilan dapat diukur dari penguasaan

alat bantu pembelajaran, baik

software

,

hardware

, maupun

kemampuan perancangan dan pengujian. Sedangkan penilaian

terhadap sikap dititikberatkan pada penguasaan

soft skill,

yaitu

keaktifan dan partisipasi dalam diskusi, kemampuan bekerjasama

dalam tim, dan kehadiran dalam pembelajaran. Bobot penilaian

untuk ketiga aspek tersebut ditentukan oleh guru mata pelajaran

yang bersangkutan.

(19)

SISTEM PENILAIAN

Penilaian pembelajaran dengan

PBL

dilakukan dengan

authentic assesment

.

Penilaian dapat dilakukan dengan

portfolio yang

merupakan kumpulan yang sistematis pekerjaan-pekerjaan peserta didik yang dianalisis untuk melihat kemajuan belajar dalam kurun waktu tertentu dalam kerangka pencapaian tujuan pembelajaran.

Penilaian dalam pendekatan PBL dilakukan dengan cara evaluasi diri (self-assessment) dan peer-assessment.

Self-assessment. Penilaian yang dilakukan oleh pembelajar itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan hasil pekerjaannya dengan merujuk pada tujuan yang ingin dicapai (standard) oleh pembelajar itu sendiri dalam belajar.

Peer-assessment. Penilaian di mana pembelajar berdiskusi untuk memberikan penilaian terhadap upaya dan hasil penyelesaian tugas-tugas yang telah dilakukannya sendiri maupun oleh teman dalam kelompoknya

(20)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Jika tidak ada siswa yang dapat memberikan jawaban yang benar, maka jawaban diberikan oleh guru sendiri, dengan me-ngajak mereka untuk kembali memahami ungkapan yang terkait

Tujuan dari layanan bimbingan belajar seharusnya adalah agar siswa mampu menguasai pengetahuan dan dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh dari sekolah,

 Keterampilan membaca ( ناديعلاو نآرقلا لوزن ( ةءارقلا dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh

didik dan pendidik, dan antara peserta dansumber belajar lainnya pada suatu lingkungan belajar yang berlangsung secara edukatif, agar peserta didik dapat membangun sikap,

Diberikan sebuah teks berbentuk procedure text, siswa dapat menemukan informasi tertentu pada teks. Diberikan sebuah teks berbentuk procedure text, siswa dapat

Serta diharapkan siswa lebih memiliki kedalaman wawasan materi dengantingkat keterampilan dan pengetahuan yang beragam dan kompleks (multiple knowladge) serta

Keterampilan 4. Menyajikan pengetahuan faktual dan konseptual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis dan kritis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang

merasa bahwa pelatihan yang diberikan menyediakan mereka dengan pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan agar mereka dapat meningkatkan kinerja dalam pekerjaan mereka dalam