• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORMAT PENULISAN KARYA ILMIAH KTI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FORMAT PENULISAN KARYA ILMIAH KTI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

FORMAT PENULISAN KARYA ILMIAH

Berisi, Karya Ilmiah oleh…, ini telah disetujui untuk dipresentasikan. Nama lengkap pembimbing 1 dan pembimbing 2, serta tanda tangan keduanya.

3. Abstrak

Berisi latar belakang, masalah yang diteliti, metode yang digunakan, hasil yang diperoleh, kesimpulan yang dapat ditarik, serta jika ada saran yang diajukan.

Note: Pembuatan abstrak dilakukan ketika peneliti telah sampai pada kesimpulan dari penelitian. Abstrak berisi garis besar dari penelitian yang

dilakukan peneliti.

4. Kata pengantar

Berisi ucapan syukur, ringkasan penelitian, ucapan terimakasih, harapan

kritik dan saran yang membangun.

5. Daftar isi

Memuat judul bab, judul subbab, judul anak subbab yang disertai nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Semua judul bab dikerik

dengan huruf capital.

6. Daftar tabel

Memuat nomor table, judul table, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal, antara judul tabel yang satu dengan judul tabel yang lain di beri

jarak 2 spasi. diselidiki, bagaimana menyalidikinya dan untuk apa diselidiki atau diteliti.

B. Identifkasi Masalah

(2)

kecil ruang lingkupnya. Batasan masalah biasanya diuraikan dalam

bentuk kalimat pernyataan.

D. Rumusan masalah

Merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya, pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifkasi masalah. Dalam format kalimat Tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampilkan variabel yang akan diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variable tersebut, dan subjek penelitian.

E. Tujuan penelitian

Maksud atau hal-hal yang ingin dicapai, serta sasaran yang dituju oleh peneliti. Di tuangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.

Uraikan cara mengalirkan jalan pikiran peneliti menurut kerangka teori dan kerangka konsep yang logis, dengan kerangka berpikir deduktif. 2. Kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas

hipotesis yang telah diajukan pada bab 1.

Pemilihan bahan kajian pustaka didasarkan pada dua criteria: 1. Prinsip kemuthakiran (kecuali untuk penelitian historis)

2. Prinsip relevansi.

Setiap keerangan yang diperoleh dari sumber pustaka dan dicantumkan dalam karya tulis wajib diikuti keterangan acuan (rujukan).

BAB III METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian

(3)

B. Populasi dan sampel Populasi dan sampel tepat digunakan pada penelitian kuantitatif. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survey sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan. Hal yang dibahas dalam

Uraikan masing-masing variable yang diteliti. Dalam deskripsi data untuk masing-masing vaiabel dilaporkan hasil penelitian yang telah diolah dengan teknik statistic deskriptif, seperti : distribusi frekuensi, grafk atau

histogram, nilai rerata, simpang baku, dll. 6. Menjelaskan implikasi lain dari hasil penelitian, termasuk keterbatasan

(4)

diuraikan secara lengkap dalam BAB IV. 4. Jika penulis yang sama menulis beberapa karya ilmiah yang dikutip,

nama penulis harus dicantumkan ulang.

Teknik:

1. Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga. 2. Tahun terbit karya ilmiah yang bersangkutan. 3. Judul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama tiap kata kecuali untuk kata sambung dan kata depan, ditulis

dengan format huruf miring.

Pada dasarnya karya tulis sains memuat format yang sama seperti karya tulis lainnya seperti karya tulis social. Namun, ada perbedaan pada BAB III atau pada metodologi penelitian. Pada Penelitian Sains BAB III Metodologi diganti dengan “Bahan dan Cara Kerja”, yang di dalamnya memuat unsur:

BAB III BAHAN DAN CARA KERJA.

Bab ini merupakan bab karya tulis yang penataannya disesuaikan dengan jenis penelitian yang dilakukan. Penyajian penelitian yang bercorak maupun bahan habis pakai, seperti bahan kimia. Penyebutan bahan yang digunakan hendaknya disertai keterangan yang terperinci. Misalnya bahan kimia hendaknya disertai dengan merk dagang.

(5)

a. Sperma diperoleh dari penderita (pasien) RSCM berumur 30-35 tahun yang menderita….dst. (di sini perlu diberi keterangan jelas mengenai kondisinya, karena tidak akan dibicarakan lagi dalam bagian cara kerja. b. Sampel ragi tape dibeli secara acak di pasar X, Y, dan Z dalam keadaan

kering dan terbungkus rapi. penelitian. Peralatan yang yang berada di dalam laboratorium dituliskan

secara lengkap. pengambilan sampel, perlakuan sampel di lapangan dan di laboratorium, serta pengawetannya (jika ada). Perincian cara kerja harus cermat dan jelas agar bila diulang peneliti lain dalam kondisi yang sama akan acuannya. Contohnya perhitungan dicantumkan dalam lampiran.

SISTEMATIKA PENULISAN

(6)

Alternatif kedua

Di tulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului. Di tulis 7 ketukan dari tepi kiri dan kanan, dan diketik spasi tunggal. diikuti nama penulis, tahun dan nomor halaman yang di letakkan di dalam kurung.

3. Kutipan sebagian dihilangkan.

Sama penulisannya dengan kutipan lagsung kurang dari 40 kata. Apabila kata yang di buang, maka kata yang dibuang diganti dengan tiga titik. Apabila kalimat yang di buang, diganti dengan empat titik.

Kutipan tidak langsung

Biasanya dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri, ditulis dengan menggunakan tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama penulis, tahun

(7)

Nama penulis, diikuti tanggal, bulan, dan tahun. Judul artikel ditulis dengan cetak biasa dan huruf besar pada tiap awal kata, kecuali kata hubung. Nama majalah atau Koran ditulis dengan huruf kecil dan diceak

miring, dan nomor halaman.

D. Karya terjemahan

Nama penulis asli, tahun terbit, judul terjemahan, nama penerjemah, tahun terjemahan, dan tempat penerbitan dan nama tempat terjemahan.

E. Tesis, skripsi, atau disertasi

Nama penulis, tahun pada sampul, judul skripsi diketik dengan huruf miring diikuti kata skripsi tidak diterbitkan, nama kota tempat perguruan

tinggi, nama fakultas dan pergurun tinggi.

F. Internet

Nama penulis, tahun, judul artikel, alamat web dan kapan diakses ditulis

dalam kurung.

FORMAT PENGETIKAN

1. Tata letak

a. Karya tulis diketik 1,5 spasi pada kertas berukuran A4, (font 12, Times

New Roman style). 1) Jarak pengetikan antara Bab dan Sub-bab 3 spasi, sub bab dan kalimat

di bawahnya 2 spasi

2) Judul Bab diketik di tengah dengan huruf besar dan dengan jarak 4 cm

dari tepi atas tanpa di garisbawahi.

3) Judul sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (capital), kecuali kata penghubung. 4) Judul anak sub bab ditulis mulai dari sebelah kiri dengan indens lima pukulan yang diberi garis bawah. Huruf pertama setiap kata ditulis dengan menggunakan huruf besar, kecuali kata penghubung.

2. Pengetikan kalimat

Alinea baru diketik sebaris dengan baris di atasnya dengan jarak 2 spasi. Pengetikan kutipan langsung yang lebih dari 3 baris diketik satu spasi menjorok ke dalam dan semuanya tanpa diberi tanda petik.

3. Penomoran halaman

a. Bagian pendahuluan yang meliputi halaman judul, nama atau daftar anggota kelompok, kata pengantar dan daftar isi memakai angka romawi kecil dan diketik sebelah kanan bawah (i,ii, dan seterusnya). b. Bagian tubuh atau pokok sampai dengan bagian penutup memakai angka Arab dan diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari

tepi atas (1,2,3, dan seterusnya).

(8)

JENIS PENELITIAN

1. Berdasarkan Tujuan penelitian

a. Penelitian eksploratif

Penelitian berusaha mengeksplorasi topic yang sama sekali baru. Ditandai dengan masih sedikitnya tulisan yang dihasilkan mengenai topic ini. Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasikan pertanyaan penelitian yang lebih tepat sehingga hasil dari penelitian nanti dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang diadakan di masa yang akan datang. Bersifat kreatif, feksibel, dan terbuka, semua sumber dianggap

penting untuk dijadikan sumber informasi. dan memiliki gambaran yang lebih jelas. Penelitian ini mencari sebab dan

alasan mengapa suatu terjadi.

2. Bedasarkan manfaat penelitian.

a. Penelitian Murni

Menjelaskan pengetahuan yang amat mendasar mengenai dunia social. Penelitian ini mendukung teori yang menjelaskan bagaimana dunia social, apa yang menyebabkan sebuah peristiwa terjadi. Penelitian murni menjadi sumber gagasan dan pemikiran tentang dunia social. Penelitian murni memberikan dasar untuk pengetahuan dan pemahaman yang ini menghasilkan rekomendasi bagi masalah tertentu, dan bukan

semata-mata untuk mengembangkan teori.

3. Berdasarkan dimensi waktu

a. Cross cectional

Mengambil satu bagian dari gejala (populasi) pada satu waktu tertentu.

b. Longitudinal

Peneliti melakukan pengamatan yang berkaitan dengan satu fenomena social, informasi mengenai masyarakat atau unit penelitian lain dalam durasi waktu tertentu yang dilakukan lebih dari sekali.

c. Case study

Penelitian ini lebih mendalam dengan penekanan pada kasus-kasus yang spesifk yang terjdi pada rentang waktu yang ketat, penelitian ini sangat

rinci dan variatif.

(9)

a. Kuantitatif

Data yang berupa angka-angka

1) Eksperimen

Dapat dilakukan dalam lingkungan laboratorium ataupun dalam kehidupan yang sebenarnya. Peneliti membagi subjek penelitiannya dalam dua kelompok atau lebih, dimana peneliti biasanya akan menciptakan kondisi yang dimanipulasi bagi salah satu kelompok subjek penelitian, dan kelompok tersebut diperlakukan secara khusus, sementara kelompok yang lain dimanipulasi, setelah itu peneliti akan mengukur reaksi yang diberikan oleh kedua kelompok tersebut.

2) Survey

Peneliti mengajukan pertanyaan tertulis, baik yang telah tersusun dalam kuesioner maupun dalam wawancara lisan yang hasilnya direkam. Peneliti tidak memanipulasi kondisi penelitian. Peneliti hanya mengajukan beberapa pertanyaan pada sejumlah kecil subjek penelitian dalam jangka waktu yang relative singkat. Biasanya menggunakan sample yang ditarik dalam suatu populasi. Data yang didapat biasanya akan digeneralisasi

kedalam kelompok yang lebih besar

3) Content Analisys

Teknik pengumpulan data untuk menjelaskan informasi yang terdapat dalam material yang bersifat simbolis sepeti gamabar, flm, dan lirik lagu.

4) Existing statistic

Dilakukan dengan menggunakan data statistic yang dikumpulkan pada penelitian terdahulu maupun laporan yang diberikan oleh suatu lembaga. Peneliti menyusun kembali data yang ada dalam bentuk baru yang lebih

sesuai bagi penelitian yang sedang diadakan.

b. Kualitatif

1) Field Resesarch

Diadakan dalam bentuk studi kasus pada sekelompok kecil orang dalam durasi waktu tertentu. Dimulai tanpa perumusan gagasan penelitian yang kuat, setelah itu peneliti akan memilh kelompok masyarakat yang akan diteliti lalu memulai pengamatan. Peneliti akan menganal secara personal

terhadap subjek penelitian.

2) Historical Comparative

(10)

kuantitatif dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: 1. Variebel bebas (independent), merupakan variable yang ada atau terjadi mendahului variable terikatnya. Merupakan variable yang menjelaskan terjadinya fokus atau topik penelitian. 2. Variabel terikat (dependen), Variabel yang diakibatkan atau yang dipengaruhi oleh variable bebas., keberadaan variabel ini sebagai variabel yang dijelaskan dalam fokus atau topic penelitian.

Ragam Penelitian Kuntitatif

1. Eksperimen

Bagian dari penelitian kuantitatif yang sangat kuat dalam menguji hubungan sebab-akibat. Dalam penelitian ini suatu sebab dari gejala yang akan diuji sedemikian rupa, apakah benar sebab tersebut (independent variable) menyababkan gejala yang diteliti (dependen variable), atau biasanya peneliti melakukan “manipulasi kondisi variable penyabab”. Subjek dihadapkan pada kondisi buatan (sesuai dengan topik penelitian), yang belum tentu sama dengan kondisi kesehariannya. a. Laboratory eksperimen, subjek penelitian dipisahkan dari lingkungan

keseharian, kebiasaan , atau habitatnya. observasi awal, tidak dilakukan treatment, dan dilakukan observasi akhir.

2. Two group pasttest only

Terdapat kelompok pembanding yang pembagiannya dilakukan dengan cara random asigment. Kepada kelompok eksperimen langsung diberikan treatment, tanpa dilakukan observasi awal terlebih dahulu. Untuk kelompok pembanding, hanya dilakukan satu kali observasi saja.

3. Solomon four group

(11)

Membuat instrument penelitian

Jenis-jenis pertanyaan:

1. Menggolongkan pertanyaan sensitive dan non sensitive, hal ini akan mempengaruhi penempatan urutan dalam kuesioner. Pertanyaan yang sensitive adalah pertanyaan yang masih sangat dianggap tabu atau sulit untuk ditanyakan kepada masyarakat, misalnya tentang sexual, kegiatan illegal,dll.

2. Pertanyaan tentang pengetahuan, menggali pengetahuan responden. 3. Pertanyaan tentng fakta, menggali kejadian yang sesungguhnya terjadi

atau terdapat pada responden.

2. Pertanyaan terbuka, dimana peneliti tidak memberikan pilihan jawaban, sehingga responden dapat menjawab apa saja sesuai dengan pemikiran

dan pendapatnya.

3. Pertanyaan setengah terbuka, peneliti memberi alternative jawaban, namun tidak seluruhnya, sehingga apabila responden memberikan

jawaban yang lain masih sangat dimungkinkan.

Hal yang perlu dihindari dalam menyusun pertanyaan: 1. Hindari penggunaan jargon (sosialisasi, demokrasi), istilah daerah,

bahasa gaul, dan singkatan.

2. Hindari ambiguitas atau pertanyaan yang kabur (apakah bapak dan ibu

merasakan kenikmatan dalam bekerja?).

3. Hindari bahasa yang emosional, dan bias prestise (banyak dokter yang mengatakan bahwa rokok dapat merusak pasru-paru, bagaimana

7. Memulai pertanyaan dengan premis yang salah. (jam tayang TV swasta sudah cukup panjang apakah perlu ditambah lagi?) Panjang di sini belum

tentu panjang.

8. Pertanyaan mengenai masa depan.

(12)

yang telah dibuat dalam kuesioner kepada responden tidak secara jenjang kepegawaian (goongan 1,2,3,4), tingkat pendidikan formal yang di tamatkan (SD,SMP,SMA,Universitas), tingkatan kecantikan (kurang cantik,

cantik, sangat cantik).

3. Interval

Sama dengan skala ordinal. Bedanya jika pada skala ordinal tidak dapat membedakan jarak atau bobot antar kelompok, pada skala interval urutan anatara satu kelompok dengan kelompok lsi lainnya sama. Contoh: skor kecerdasan IQ, operasi matematika (suhu 27 derajat celcius).

4. Rasio

Sama dengan skala interval, namun jika pada interval nol bukan berarti tidak ada, pada rasio nol mutlak tidak ada sama sekali. Misalnya uang Rp

0 berarti tidak ada sama sekali.

Tahap Analisis data

1. Data Coding

Dalam pengertian lain yaitu memberi kode terhadap data. Meyusun secara sistematis data mentah (yang ada dalam kuesioner) ke dalam bentuk yang mudah dibaca oleh mesin pengolah data seperti computer.

2. Data entry

Memindahkan data yang telah diubah menjadi kode ke dalam mesin

pengolah data seperti computer.

3. Data Cleaning

Memastikan bahwa seluruh data yang telah dimasukkan kedalam mesin pengolah data sudah sesuai dengan sebenarnya. Dalam proses ini terdapat possible code cleaning yaitu melakukan perbaikan kesalahan pada kode yang jelas tidak mungkin ada akibat salah memasukkan kode. Dan modifkasi yaitu melakukan pengkodean kembali data asli.

4. Data output

Yaitu hasil pengolahan data dapat berupa table, diagram, atau grafk.

5. Analisis data

Poroses lanjutan dari proses pengolahan data untuk melihat bagaimana menginterpretasikan data dan kemudian meganalisis data dari hasil yang

(13)

a. Analisis Univariat, yaitu analisis terhadap satu variabel 1) Distribusi Frekuensi, yaitu susunan data dalam satu tabel yang telah diklasifkasi menurut kelas dan kategori tertentu. Misal data: seberapa besar kecenderungan data memusat pada nilai tertentu. Nilai tertentu tersebut merupakan nilai tunggal atau nilai pusat. Disebut nilai pusat karena umumnya nilai tersebut berlokasi di bagian tengah atau pusat dari suatu distribusi. Ukuran pemusatan terdiri dari: a. Modus, merupakan nilai data yang mempunyai frekuensi terbesar dalam satu kumpulan data. Modus dapat digunakan untuk semua skala pengukuran, namun lebih cocok untuk skala nominal. b. Mean, rata-rata ditentukan dengan jalan menjumlahkan nilai seluruh pengamatan di bagi dengan banyaknya data. Biasanya digunakan pada

skala pengukuran interval dan rasio.

c. Median, merupakan nilai yang terletak di tengah bila nilai pengamatan disusun secara teratur menurut besarnya, dari besar ke kecil, atau kecil, maka keragaman data rendah. Contoh: data ( 2 4 5 7 8 200, maka

rengenya adalah 200-2= 192).

b. Variansi, merupakan jumlah kuadrat dari selisih nilai data pengamatan dengan rata-rata dibagi banyaknya data pengamatan. c. Deviasi Standar, yaitu akar kuadrat dari variansi. b. Analisis Bivariat, yaitu analisis yang digunakan untuk melihat ada, tidaknya hubungan antara dua variable dan seberapa kuat hubungannya

(14)

POPULASI DAN SAMPEL

Jembatan Jarak antara Populasi dan Sampel

Desain Sampel

1. Teknik penarikan sampel Probabilita

adalah teknik penarikan sample yang medasarkan diri pada prinsip bahwa setiap elemen populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi anggota sampel. Artinya setiap elemen populasi diperlakukan a. Membentuk kerangka sample (misalnya daftar nama anggota populasi). b. Memberi nomor setiap unsur dalam kerangka sample secara acak. c. Pemilihan unsur untuk menjadi anggota sample dapat dilakukan

dengan cara undian atau table angka random.

2. Acak sistematis (Systematic Random Sampling)

Prasyarat utama adalah tersedianya kerangka sample yang telah disusun secara acak, teknik ini juga digunakan untuk penelitian yang homogen Langkah:

a. Menyusun kerangka sample secara acak, tidak boleh ada pola-pola atau pengelompokkan tertentu, misalnya berdasarkan Rw, atau berdasarkan

fakultas., dan lain sebagainya.

b. Tentukan sampling interval (k = N/n), k = sampling interval, N = jumlah

populasi, n = jumlah sample.

c. Tarik sample dari daftar kerangka sample berdasarkan k.

3. Stratifkasi (Stratifed Random Sampling)

(15)

strata, dan dari homogenitas setiap strata). c. Tarik sample secara acak dengan acak sederhana atau sistematis.

4. Cluster (area sampling).

Biasanya digunakan dalam populasi yang besar. Caranya dengan membagi populasi penelitian berdasarkan cluster atau tingkatan. Cluster merupakan unit yang berisi sampling elemen atau target akhir penarikan sampel. Oleh karena itu sampling unit dan elemennya dapat berbeda, sampling unitnya dapat berupa cluster yang ditentukan oleh peneliti sedangkan sampling elemennya adalah target akhir dari penarikan

sample. Langkah:

a. Tentukan jumlah tahap / cluster yang akan dijadikan kerangka sampel

dari cluster terluas sampai tersempit.

b. Menyusun kerangka sample dari masing-msing tahap secara acak. c. Memilih anggota sample dari masing-masing tahap atau cluster secara

acak dan sederhana.

Note: Membuat desain sample dengan lebih banyak cluster akan jauh lebih baik, karena elemen dalam masing-masing cluster cenderung homogen sehingga menarik sedikit saja sudah cukup. Sedangkan jika kita menarik lebih banyak elemen dari sedikit cluster maka sampel kita akan cenderung homogen, dan variasi yang ada dalam populasi belum tentu terwakili.

2. Teknik penarikan sampel non-probabilita

merupakan teknik penarikan sampel jika peneliti sama sekali tidak dapat menyusun kerangka sampel atau pada masalah-masalah tertentu dimana

kerangka sampel tidak mungkin untuk dibuat.

1. Accidental

Jika populasi penelitian relative homogen, namun peneliti tidak mungkin untuk menyusun kerangka sampel. Peneliti memilih responden yang tersedia dan mudah untuk diperoleh, contohnya seorang reporter stasiun TV yang melakukan wawancara kepada warga yang kebetulan lewat didepannya.

2. Quota

Digunakan untuk populasi yang relative homogen, dan peneliti sulit untuk menentukan kerangka sampel. Yang dilakukan peneliti adalah megelompokkan responden dalam beberapa kategori. Contohnya membagi populasi penelitian berdasarkan laki-laki dan perempuan kemudian menentukan jatah masing-masing kategori, misalnya laki-laki

20 perempuan 30.

PENELITIAN KUALITATIF

Karakteristik

1. Melandaskan pemahaman akan realitas atau gejala sosial berdasar konteksnya.

2. Menekankan pada kajian kasus, subjek yang diteliti dianggap unik dan khas.

(16)

pentingnya peneliti melakukan klarifkasi data.

4. Membangun teori dari bawah.

5. Menjelaskan dan memahami gejala dan penekanan pada proses dan jalinan peristiwa, bahwa satu peristiwa dijelaskan dengan peristiwa lainnya, salah satunya melalui kronologi peristiwa. 6. Mengintepretasikan data adalah menerjemahkan data dengan memaknainya secara signifkan dan koheren dengan merujuk pada cara

pandang subjek yang dikaji.

Pada tahap penelitian kualitatif menunjukkan pola non linier atau cylical. Artinya tahapan dalam penelitian kualitatif tidak bergerak dalam satu garis lurus melainkan dalam pola melingkar yang memungkinkan peneliti untuk mengulang langkah-langkah yang telah diambil dan bahkan dimungkinkan kembali mengulangnya beberapa kali sampai dirasakan

optimal telah dicapai.

Pertanyaan Penelitian

1. Menentukan pertanyaan yang umum yang kemudian diturunkan atau dijabarkan ke dalam sub-sub pertanyaan untuk semakin memperjelas

fokus penelitian.

2. Pertanyaan penelitian harus sesuai dengan jenis penelitian, penelitian kualitatif lazimnya berangkat dari pertanyaan APA dan BAGAIMANA. 3. Formulasi atau rumusan pertanyaan penelitian secara tidak langsung menyebutkan hubungan sebab akibat. Untuk membedakan dengan penelitian kuantitatif hindari kata-kata seperti: mempengaruhi (afect), dampak (impact), menyebabkan (cause), menentukan (determine),

berkaitan (relate).

4. Pertanyaan akan berkembang bahkan berubah sejalan dengan

perkembangan penelitian..

5. Pertanyaan penelitian sebaiknya menggunakan pertanyaan terbuka.

Peran teori dalam Penelitian Kualitatif

1. Siapa dan apa saja sumber data atau informasi yang diwawancarai data atau yang diamati, apa individu, kelompok, institusi, dll. 2. Hal apa yang akan diwawancarai dan atau diamati.

Pengumpulan data

(17)

melakukannya?.

2. Tahap fokus: memfokuskan perhatian pada bagaimana proses berlangsungnya suatu denomena social tertentu, termasuk factor yang melatar belakanginya. Mis: bagaimana mereka melakukannya?. 3. Tahap selektif atau hipotesis, peneliti menekankan pada hal-hal pengecualian atau hal yang merupakan konsekuensi dari suatu fenomena sosial tertentu. Mis: siapa saja yang tidak melakukannya. mendeskripsikan sekelompok orang yang melakukan interaksi.

Hal yang perlu diperhatikan:

1. Amati kejadian sehari-hari yang biasa atau luar biasa dalam setting alami.

6. Pandang data secara holistic maupun secara individual dalam konteks

sosial masing-masing.

7. Kembangkan empati dengan orang yang diteliti. 8. Perhatikan aspek-aspek kebudayaan yang eksplisit maupun yang tidak. 9. Jangan paksakan sudut pandang sebagai orang luar. masyarakat dan setting, sebelum memutuskan mana yang masuk dalam wilayah penelitian atau tidak, serta tidak terlalu terfokuskan perhatian

pada peran peneliti.

2. Memilih Site

Site adalah konteks tempat terjadinya suatu fenomena atau aktivitas, Site

(18)

5. Disclosure Peneliti harus memutuskan sampai seberapa jauh ia akan terbuka mengenai penelitian yang dilakukan ataupun keberadaanya sebagai peneliti. Keterbukaan peneliti dapat membangun kepercayaan sehingga

membuat ia mudah untuk diterima.

6. Gatekeepers

Orang yang memiliki otoritas formal atau informal yang mengontrol akses

untuk memasuki site.

7. Memulai penelitian

Peneliti harus menentukan bagaimana ia akan menampilkan dirinya

terhadap orang-orang yang akan diteliti.

8. Membangun Raport.

Raport dibangun dengan menjaga hubungan baik terhadap masyarakat yang ditelitinya, dengan membentuk kepribadian yang baik dimata masyarakat dan membangun kepercayaan masyarakat yang diteliti.

9. Pengertian

Pengertian dan empati akan membuat peneliti semakin mudah diterima

oleh masyarakat. sudah ada, mambuat peran baru, atau memodifkasi peran yang sudah ada. penelitian, termasuk metodologi yang digunakan, sehingga berupaya

mempengaruhi jalannya penelitian.

13. Tingkat keterlibatan peneliti

a. Partisipasi total, peneliti secara total terlibat dalam hubungan dengan anggota masyarakat yang diteliti baik secara fsik maupun emosional.

1. Observasi, peneliti harus mampu mengetahui suatu kejadian baik yang

terlihat nyata maupun tidak.

2. Pengamatan, meliputi semua kejadian di lapangan baik yang khusus

maupun kejadian sehari-hari..

3. Perhatikan detil, peneliti harus memperhatikan secara detil untuk

mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya.

(19)

memperhatikan bahasanya, cara bicara, idiom, dan intonasi yang digunakan. Peneliti harus mendengar apa yang dikatakan dan makna

yang terkandung didalamnya.

5. Argot, Yaitu terminology dan simbol-simbol tertentu yang akan timbul

pada masyarakat yang telah berinteraksi lama.

Catatan Lapangan

Catatan lapangan (feld notes) adalah alat untuk menyimpan data. Catatan lapangan berisi deskripsi konkret atas proses dan konteks sosial. Jenis:

1. Jottes Notes, catatan yang dibuat ditempat penelitian. 2. Direct Observation notes, catatan yang dibuat langsung setelah peneliti

meninggalkan tempat penelitian.

3. Research Inference, Catatan mengenai interpretasi atau peneliti

terhadap makna suatu kejadian.

4. Catatan analisis, peneliti menuliskan rencana, taktik, etika, keputusan procedural, ataupun kritik pribadi mengenai keputusan yang diambil benar-benar menggambarkan situasi di tempat penelitian. Validitas berarti alat ukur yang digunakan peneliti benar-benar mengukur apa yang

harus di ukur.

a. Ecological Validity, tingkat kesesuaian antara penggambaran dunia sosial oleh peneliti dengan masyarakat yang ditelitinya, valid jika suatu fenomena muncul tanpa pengaruh kehadiran peneliti. b. Natural History, deskripsi detil mengenai penelitian yang dilakukan, valid jika orang luar melihat dan menerima site lapangan serta tindakan

yang diambil peneliti.

c. Member Validitation, peneliti membawa kembali hasil penelitiannya kepada yang diteliti, valid jika anggota masyarakat yang diteliti mengenali dan mengerti deskripsi peneliti dan menilainya sebagai gambaran dunia

sosial mereka.

d. Competent Insiden, kemampuan orang luar untuk berinteraksi secara

(20)

2. Reliabilitas, menyangkut masalah konsistensi: a. Internal, menyangkut masalah apakah data yang diperoleh sejalan dengan segala yang sudah diketahui tentang orang atau kejadian yang bersangkutan.

b. Eksternal, masalah kesesuaian data dengan data yang diperoleh dari

sumber lain.

a. Deskriptif, digunakan untuk mempelajari setting dan orang yang ada didalamnya.

b. Pertanyaan yang dibuat berdasarkan konsep yang telah dibuat peneliti sebelumnya.

c. Pertanyaan kontras, yang dibangun berdasarkan pertanyaan konseptual. Bertujuan untuk melakukan analisa sehigga difokuskan pada persamaan dan perbedaan yang disebutkan nara sumber. 7. Informan, orang yang memberi keterangan, dan seorang informan yang baik akan mengetahui dengan baik budaya daerahnya dan menyaksikan kejadian ditempatnya, terlibat secara mendalam dengan kegiatan yang ada ditempat penelitian, orang yang dapat meluangkan waktu bersama peneliti, dan orang yang “nonanalitas” dalam pengertian orang yang tidak analistis namun mengetahui dengan baik situasi daerahnya. 8. Meninggalkan lokasi, penelitian akan berakhir dengan sendirinya jika

(21)

1. Proses analisa data akan dilakukan secara bersamaan dengan proses pengumpulan data, proses interpretasi data, dan juga penulisan. 2. Saat melakukan proses analisa data, peneliti akan melakukan proses

reduksi dan interpretasi data.

3. Proses analisa data akan memperlihatkan beberapa bentuk presentasi data yang dapat memudahkan pembaca untuk memahami kompleksitas

gejala yang diteliti.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan pengambilan data, dilakukan analisis univariat dengan membuat tabel distribusi frekuensi untuk variabel- variabel yang diteliti serta dilakukan

Analisis data dengan menampilkan analisis univariat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, grafik fan tabel silang, analisis bivariat dengan chi-square Hasil: 32,6%

Setelah pengambilan data, dilakukan analisis Univariat dengan membuat tabel distribusi frekuensi untuk variabel-variabel yang diteliti serta dilakukan analisis

Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisa univariat, yaitu analisis data dalam bentuk distribusi frekuensi dan dihitung persentasenya, yaitu umur

Analisis data menggunakan analisis univariat yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi dari tiap-tiap variabel dan analisis bivariat yaitu analisis yang dilakukan untuk

Analisis data menggunakan analisis univariat yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi dari tiap-tiap variabel dan analisis bivariat yaitu analisis yang dilakukan untuk

Lampiran dalam karya tulis ilmiah dapat berupa surat keterangan, artikel melalui fotocopy koran atau majalah, daftar pertanyaan wawancara, angket, tabel yang tidak termasuk

Penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk melihat gambaran distribusi frekuensi dari setiap variabel yang diteliti yaitu perilaku, pengetahuan dan motivasi