MANAJEMEN
PERUBAHAN DAN
PENGEMBANGAN
MENGAPA BERUBAH
Berubah bukan karena yang lama ‘buruk’
atau’salah’ tetapi yang lama sudah tidak
relevan, tidak kontekstual,
Berubah supaya tidak menjadi korban
perubahan.
Berubah untuk ‘memegang kendali ‘ dalam
MANGAPA BERUBAH
‘Control your destiny or someone else will’
(Jack Welch)
‘Failure requires change, but so does
success’ (
Lester Thurow).
‘
Change before you have to’
(Jack Welch)
MANGAPA BERUBAH
Kalau perubahan di luar lebih cepat dari
perubahan dalam perusahaan, perusahaan
berada dalam bahaya.
APA YANG PERLU DIUBAH
Lingkup Perubahan
:
Aspek psiko-sosial atau aspek ‘jiwani’
organisasi( paradigma, visi, misi, budaya , ).
Aspek struktur dan proses teknis atau aspek
Systems
Staff Shared
Vision, Mission &
Values Leadership
Strategy Structure
Skill
MANAJEMEN PERUBAHAN
Manajemen Perubahan
terdiri dari dua perkataan “Manajemen dan Perubahan”.
Secara etimologis Manajemen
berarti pengelolaan, pengaturan atau pengendalian.
Sedang pengertian manajemen secara sederhana adalah proses mencapai tujuaan organisasi
Dubrin mengatakan manajemen adalah proses
menggunakan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuannya melalui fungsi perencanaan, pengambilan ke putusan, pengorganisasian, kepemimpinan dan kontrol
2. ORGANISASI DAN UNSUR-UNSUR MANAJEMEN
a. TUJUAN
# TUJUAN STRATEGIS
TERCAPAINYA KONDISI IDEAL ORGANISASI (VISI) # TUJUAN OPERASIONAL
ORGANISASI SECARA MAKSIMAL DAPAT MEWUJUDKAN TUGAS PO KOKNYA (MISI) YG TERARAH PADA KONDISI IDEAL ORGANISASI
@ SUMBER DAYA MATERIAL
@ SUMBER DAYA FINANSIAL
@ SUMBER DAYA MANUSIA.
@ SUMBER DAYA INFORMASI
@ SUMBER DAYA TEKNOLOGI
b. SUMBER-SUMBER
c. FUNGSI FUNGSI
1. PERENCANAAN (PLANNING)
2. PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
3. PELAKSANAAN (ACTUITING) : PENGARAHAN, BIMBINGAN, KOORDINASI DAN KOMUNIKASI
1) BANTUAN ORANG LAIN / KERJA SAMA
2) KERJA DALAM TIM (TEAM WORK)
3) JARINGAN KERJA (NET WORK) * INTERNAL
* EKSTERNAL
d. PROSES
e. SPESIFIKASI
1).ORGANISASI BERFUNGSI MAKSIMAL DENGAN PRODUKTIVITAS TINGGI.
2).TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT/KONSUMEN PADA ORGA NISASI TINGGI.
3).ORGANISASI SELALU MAMPU MEWUJUDKAN PERUBAHAN YANG POSITIF BAGI SEMUA PIHAK TERKAIT.
Manajemen dalam mendaya gunakan komponen-komponennya tersebut di atas bermaksud untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan organisasi, baik profit, non profit maupun vo- luntir.
Tujuan yang akan dicapai sebuah organisasi adalah kon disi yang lebih baik dari keadaannya sekarang. Oleh karena itu pada umumnya organisasi pasti
TUJUAN ORGANISASI : Organisasi Profit :
1. Tujuan Strategis : Mempertahankan dan mengem- bangkan eksistensi organisasi.
2. Tujuan antara : Produk yang berkualitas sesuai ke- inginan konsumen.
3. Tujuan operasional : Laba kompetitif secara berkelanjutan
Organisasi Non Profit adalah meningkatkan efesiensi, efektivitas dan kualitas hasil kerja di bidang masing- masing sebagai pemberian pelayanan pada masyarakat (public service).
Organisasi Voluntir adalah mewujudkan masyarakat yg bebas dari tekanan kondisi ekonomi dan tekanan fisik
PENGERTIAN PERUBAHAN
Berikutnya perubahan sebagai perkataan kedua diartikan sbb:
Perubahan secara sederhana berarti : melakukan sesuatu secara berbeda
perubahan merujuk pada terjadinya sesuatu yang berbeda
dari sebelumnya (Jeff Davidson)
perubahan bermakna melakukan sesuatu dgn cara baru,
mengikuti jalur baru, mengadopsi teknologi baru, menggunakan sistem baru, melaksanakan prosedur manajemen baru,melakukan reorganisasi, merger dll.
Potts dan La Marsh mengatakan perubahan merupakan per geseran dari
keadaan sekarang menuju keadaan yg diingin kan di masa depan di lingkungan suatu organisasi.
Wagner dan Hollenback mengatakan perubahan adalah tindakan memperbaiki
Richard L Daft mengatakan Perubahan adalah adopsi suatu perilaku atau gagasan baru oleh organisasi atau penyesuaian bentuk dan format organisasi agar dapat bertahan (survive) dengan kondisi yang lebih baik di da- lam lingkungan tertentu.
Stephen P Robbins mengatakan bahwa banyak konsep, teori dan pengertian serta interpretasi terhadap istilah perubahan yang masih diperdebatkan, tetapi kecende- rungan sekarang ini istilah pengembangan organisasi
(organizational development / OD) sering digunakan utk menunjukkan proses mempersiapkan dan mengelola
proses perubahan organisasi.
Perubahan diartikan sebagai suatu kondisi baru yang
berbeda dari kondisi sebelumnya yg terjadi di lingkung an sebuah organisasi.
Dalam manajemen perubahan kondisi baru harus meru pakan kondisi yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Perubahan suatu kondisi itu dpt terjadi di luar campur ta
ngan manusia seperti perubahan alam. Sedang perubah an yang menjadi fokus perkuliahan ini adalah perubah karena campur tangan manusia (manajemen) yang terja di dalam organisasi
Dengan demikian sebagai kesimpulan awal :
Perubahan diartikan sebagai suatu kondisi baru yang
berbeda dari kondisi sebelumnya yg terjadi di lingkung an sebuah organisasi.
Dalam manajemen perubahan kondisi baru harus meru pakan kondisi yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Perubahan suatu kondisi itu dpt terjadi di luar campur ta
ngan manusia seperti perubahan alam. Sedang perubah an yang menjadi fokus perkuliahan ini adalah perubah karena campur tangan manusia (manajemen) yang terja di dalam organisasi
Dengan demikian sebagai kesimpulan awal :
Manajemen Perubahan menurut Potts dan LaMarsh
adalah proses yang berlangsung sistematis dalam menerap kan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlu kan untuk mempengaruhi perubahan pada SDM yg akan terkena dampak dari proses perubahan tersebut.
Manajemen perubahan adalah proses mendorong dan mengendalikan perubahan, baik yang bersumber dari faktor internal maupun faktor eksternal organisasi
Manajemen Perubahan adalah proses pengambilan ke- putusan untuk menghasilkan sesuatu yang baru melalui cara kerja baru yang berbeda dari sebelumnya.
II. SPEKTRUM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PERUBAHAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
PENJARINGAN DATA/INFOR MASI
OPERASIONALI SASI KEPUSAN PERUBAHAN
DATA /
INFORMASI OPE RASIONAL
ANALISIS KUANTITATIF / KUALITATIF
ALTERNATIF
PERUBAHAN KEPUTUSAN PERUBAHAN
UMPAN BALIK (FEED BACK)
Analisis Data untuk menghasikan alternatif perubahan sebagai keputusan dalam manajemen perubahan terdiri dari:
a. Analisis informasi secara kualitatif (keputusan uncertinity)
(tanpa data kuantitatif dan diolah secara rasional yang menghasilkan dua atau lebih alternatif keputusan,bersifat spekulatif dan tdk diketahui tingkat keakuratannya).
b. Analisis semi kuantitatif
(karena data kuantitatif tdk cukup dan dilengkapi dgn informasi kualitatif yg
menghasilkan dua atau lebih alternatif keputusan beresiko (risk), setiap alternatif keputusan sebagai rencana perubahan yang diperoleh diketahui kekurangan dan
kelebihan masing-masing dan tugas manajer adalah memilih alternatif yg paling kecil resiko/ kekeliruannya utk ditetapkan sebagai keputusan perubahan yang akan
dilaksanakan.)
c. Analisis kuantitatif
Manajemen Perubahan dalam pengambilan keputusan untuk suatu perubahan berhadapan dgn empat dimensi organisasi berupa SDM yg menggerakan dan melaksana kan kegiatan di dalammya.
1. Dimensi Material (aset yang dimiliki)
(termasuk investasi sebagai penghambat, karena perubahan berarti banyak yang tidak sesuai dan tidak dapat digunakan. Sebalik banyak dana (investasi) yang diperlukan untuk menggantinya)
2. Dimensi Intelektual.
(Organisasi adalah kerjasama dua orang atau lebih di dalam sebuah wadah. Setiap SDM memiliki cara berpikir dan kemampuan intelektual yg berbeda-beda, sehing ga apabila tidak dapat disatukan akan menjadi sumber kega- galan suatu perubahan di lingkungan sebuah organisasi).
3. Dimensi Emosional
(Dimensi ini terkait dgn konsep diri (har- ga diri) dan hubungan sosial yg sudah dibangun, sehingga jika perubahan dilakukan terdpt karyawan yg kehilangan po sisinya, atau keahliaannya menjadi tdk diperlukan dll. akan menimbulkan respon negatif atau penolakan dan rusaknya hubungan sosial yg sudah dibangun dengan susah payah).
4. Dimensi spiritual
TUJUAN MANAJEMEN
PERUBAHAN
Menciptakan perubahan yg bermanfaat bagi
kelangsungan hidup organisasi, karena dengn perubahan organisasi menjadi dinamis dlm
menghadapi perkembangan dan kemajuan zaman yg berisi berbagai tantangan, baik dari dlm maupun luar organisasi.
Sebaliknya tanpa perubahan organisasi menjadi
statis dan akan kehilangan daya saingnya yang bagi organisasi profit dapat mengancam eksis- tensinya.
Dengan kata lain tanpa perubahan bagi organisasi
TUJUAN MANAJEMEN PERUBAHAN
SECARA LEBIH KHUSUS
adalah :
1. Meningkatkan kemampuan organisasi. 2. Meningkatkan peranan organisasi.
3. Melakukan penyesuaian secara internal dan eksternal 4. Meningkatkan daya tahan organisasi.
5. Mengendalikan suasana kerja.
6. Mewujudkan kondisi organisasi yang lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Di lingkungan organisasi profit muara tujuan manajemen
TANTANGAN LINGKUNGAN ABAD XXI
TERHADAP MANJEMEN PERUBAHAN
Dalam Era Globalisasi dan Era Perdagangan Bebas yang akan berlangsung sepanjang abad XXI yg sifatnya sangat di namis
akan terjadi berbagai perubahan di lingkungan semua organisasi. Perubahan itu sangat besar pengaruhnya dan mengharuskan
organisasi melakukan perubahan internal dan yg terkait dgn kondisi eksternal sebagai usaha mengantisipasinya.
Organisasi baik profit mapun non profit dan voluntir tidak dpt
TANTANGAN BERAT YANG DIPREDIKSI MENGHARUSKAN
ORGANISASI MELAKUKAN MANJEMEN PERUBAHAN DI ABAD XX!
antara lain adalah :
1. Globalisasi
yg membawa berbagai perubahan lingkungan yang sangat cepat (rapid change) mengharuskan organisasi melaksanakan Manajemen Perubahan sbb
a. Perubahan Nilai-Nilai
yg menyebabkan terjadi perubahan pola hidup terutama berupa peningkatan dan perkem- bangan keinginan dan kebutuhan manusia dlm mengkon sumsi barang atau jasa, yg mengharuskan
dilakukannya manajemen perubahan utk meningkatkan kinerja SDM dalam menghasilkan produk yang berkualitas..
b. Perubahan dan perkembang ilmu pengetahuan dan teknologi
yg berpengaruh langsung pada proses produksi, jumlah dan kualitas produk. Kondisi ini mengharuskan di lakukannya manajemen perubahan untuk mengadaptasi perubahan dan perkembangan tersebut melalui SDM di dalam organisasi.
c. Perubahan konsep struktur organisasi
yang produktif berupa strutur organisasi yang flat, mengharuskan organisa si melakukan manajemen perubahan untuk meninggalkan struktur organisasi lini dan staf yang birokrasinya sa ngat tinggi, dan sangat besar pengaruhnya pada kemam puan SDM untuk melakukan perubahan,
d. Perubahan dan perkembangan konsep manajemen dan pengimplementasiannya, mengharuskan dilakukan manajemen perubahan dgn memilih dan melaksakan konsep manajemen yang paling efektif dan efisien dalam memberdayakan SDM untuk mencapai tujuan organisasi. Misalnya merubah
TANTANGAN BERAT YANG DIPREDIKSI MENGHARUSKAN
ORGANISASI MELAKUKAN MANJEMEN PERUBAHAN DI ABAD XX!
2. Persaingan yang semakin ketat dan berat mengancam eksistensi dan perkembangan organisasi,
yang mengharuskan organisasi melaksanakan manajemen
perubahan untuk meningkatkan kemampuan bersaing SDM pada semua jenjang dan bidang kerja di dalam organisasi.
3. Konsep dan realisasi perdagangan bebas,
ternyata diikuti dengan masuknya modal dan SDM asing, yg harus diantisipasi dgn manajemen perubahan untuk membina dan
SEBAB-SEBAB DILAKUKANNYA PERUBAHAN
menurut Stoner dan Freeman sekurang-kurangnya ada tiga sebab
dilakukannya peru- bahan yang harus dikelola sbb :
1. Adanya perubahan lingkungan yang mengancam eksistensi dan pengembangan organisasi.
2. Adanya perubahan lingkungan yang menawarkan peluang-peluang baru untuk mempertahankan dan mengembangkan organisasi serta
meningkatkan kesejahteraan anggota organisasi.
3. Struktur dan kondisi organisasi menghambat adaptasi perubahan lingkungan misalnya birokrasi yang berlapis-lapis.
Griffin menyatakan ada dua kekuatan yang men dorong organisasi
melakukan perubahan, sbb:
1. Kekuatan internal atau dari dalam organisasi antara lain bersumber dari perlunya strategi baru, metode kerja baru dan adaptasi teknologi baru atau perbaikan sikap SDM dll
SEBAB-SEBAB DILAKUKANNYA PERUBAHAN
Coffey mengemukakan beberapa faktor yang menyebabkan organisasi melakukan perubahan, al sbb:
1. Perkembangan teknologi,
terutama berkenaan dgn teknologi informasi dan komunikasi. 2. Kondisi ekonomi nasional dan internasional
yang berpengaruh terhadap pelaksanaan fungsi-fungsi organisasi seperti fungsi produksi, rekrutmen SDM berkualitas dll.
3. Persaingan Global yang semakin ketat dan berat
yang berpengaruh pada kemampuan mempertahankan dan mengembangkan organisasi.
4. Politik Dunia
yang berpengaruh pada pemerintahan pd tingkat nasional dan domistik yang akhirnya berpenga- ruh pada organisasi, baik profit maupun non profit.
5. Perubahan Sosial dan Demografi
DORONGAN UNTUK BERUBAH
1. Dorongan EksternalDorongan eksternal yang mendorong organisasi untuk mengadakan perubahan berasal dari lingkungan umum organisasi.
Misalnya : Adanya aturan baru dalam produksi dan persaingan, politik, hukum baru, keputusan pengadilan, dan sebagainya akan mempengaruhi organisasi. Disamping itu, berbagai dimensi seperti teknologi, ekonomi dan sosiokultural juga mempengaruhi organisasi untuk melakukan perubahan.
2. Dorongan Internal
Pada dasarnya dorongan internal berasal dari dalam organisasi itu sendiri.
Misalnya : adanya revisi strategi organisasi oleh manajemen puncak, akan menghasilkan perubahan organisasi.
Dorongan internal lainnya mungkin direfleksikan oleh dorongan eksternal. Misalnya, sikap pekerja terhadap pekerjaannya akan bergeser, seiring bergesernya nilai sosiokultural. Akibatnya mereka menuntut suatu perubahan dalam jam kerja, atau perubahan
JENIS PERUBAHAN
Secara umum ada dua jenis perubahan dalam organisasi.
1. Perubahan Terencana
Perubahan terencana adalah perubahan yang dirancang dan diimplementasikan
secara berurutan dan tepat waktu sebagai antisipasi dari peristiwa di masa mendatang.
tergantung pada kondisi lingkungan yang dihadapi: a) Perubahan Terencana, untuk
melakukannya perlu melewati 4 fase yaitu: • Fase ekslorasi; dimana tiap organisasi berusaha menggali dan memutuskan apakah akan membuat perubahan spesifik atau tidak. • Fase perencanaan; menyangkut pemahaman masalah dan cara tiap
organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam melakukan perubahan. • Fase tindakan; tiap organisasi mulai mengimplementasikan
perencanaan perubahannya berdasarkan keadaan sekarang dan keadaan akan datang, menciptakan peraturan yang tepat dan mengevaluasi hasil implementasi tersebut. • Fase integrasi; berkaitan dengan konsolidasi dan stabilisasi perubahan setelah sukses diimplemenasikan, berkaitan dengan penguatan prilaku serta feedback individu. b. Pendekatan Darurat, menekankan pada lima gambaran organisasi yang dapat
mengembangkan atau menghalangi keberhasilan perusahaan, yaitu:
2. Perubahan Reaktif
LANGKAH-LANGKAH KOMPREHENSIF
DALAM PROSES PERUBAHAN
Ada tujuh langkah komprehensif yang ditempuh
dalam proses perubahan organisasi. Langkah-langkah tersebut yaitu:
1. Mengenali kebutuhan akan perubahan 2. Menetapkan tujuan perubahan
3. Mendiagnosis apa yang menyebabkan perlunya
dilakukan perubahan
4. Memilih teknik perubahan yang sesuai untuk
mencapai tujuan