DEMAM BERDARAH
DENGUE
Pendahuluan
Demam Dengue atau
Demam berdarah Dengue → penyakit demam akut yg
disebabkan oleh virus Dengue
Den-1, Den-2, Den-3
dan Den-4
Perantara→ nyamuk
Epidemiologi
Jumlah kasus meningkat saat peningkatan
curah hujan
Daerah endemis bisa sepanjang tahun Pencegahan / pemberantasan DB/DBD:
Menguras tempat-tempat penampungan air Menutup tempat penampungan air
Mengubur/menyingkirkan barang bekas yg dpt
Source:
WHO Dengue Classification
DHF: Diagnosis, treatment, prevention and control, 2nd Edition. Geneva, WHO 1997
DF
DHF
1. Fever 2-7 days + + 2. Bleeding tendency
• Positive tourniquet test or
• Spontaneous bleeding
+/- +
3. Thrombocytopaenia
• ≤ 100,000/mm³
+/- + 4. Plasma leakage
• Pleural effusion /ascites/hypoproteinaemia
• ≥ 20% increase in HCT from baseline
Kemungkinan Dengue:
Demam dan 2 dari kriteria berikut: 1. Anoreksia dan mual
2. Ruam
3. Nyeri dan sakit
4. Leukopenia
5. Uji Torniquet positif
6. Munculnya/ditemukannya tanda peringatan
Tinggal di atau melakukan perjalanan ke
Fase dalam infeksi
Dengue:
1.
Fase demam Biasanya berlangsung 2-7 hari
Demam tinggi dapat menyebabkan: dehidrasi, kejang
demam (pd anak yg berusia muda), gangguan neurologi
2. Fase kritis
Defervescence dapat terjadi pada hari sakit 3-7 ditandai
suhu turun menjadi 37,5-380C atau lebih rendah dan menetap
Pasien dpt mengalami perbaikan atau perburukan Yg mengalami perbaikan→ Dengue tanpa tanda
peringatan
Yang mengalami perburukan → Dengue dengan tanda
Tanda peringatan → akibat peningkatan permebilitias kapiler
secara bermakna
Akibatnya: syok, distress pernapasan, perdarahan hebat,
gangguan fungsi organ berat
Kebocoran plasma → biasanya berlangsung 24-48 jam
3. Fase penyembuhan
Terjadi resorbsi cairan ekstravaskular secara bertahap →
tjd pd 48-72 jam berikutnya
Keadaan umum pasien membaik, status hemodinamik
menjadi stabil, diuresis membaik
Pada beberapa pasien timbul ruam klasik “pulau putih di
lautan merah”
Dapat terjadi hipervolemia, hematokrit dan leukopenia
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
40
Viraemia
Course of dengue illness: Febrile Critical Recovery Phases Shock
Bleeding ReabsorptionFluid overload Dehydrati
Serology and virology
Platelet
Hematocrit
IgM/IgG
Tanda peringatan:
1. Nyeri atau nyeri tekan pada perut
2. Muntah setiap kali minum atau makan
3. Akumulasi cairan (ascites/efusi pleura)
4. Perdarahan mukosa
5. Letargi, gelisah
6. Hepatomegali >2cm
Vaughn DW, Green S, Kalayanarooj S, et al. Dengue in the early febrile phase: viremia and antibody responses. J Infect Dis 1997; 176:322-30.
A
B
Tata laksana
1.
Dipulangkan (kelompok A)2.
Dirujuk untuk rawat inap (kelompok B)16
Pasien yang dapat dipulangkan /
diperbolehkan rawat jalan
Masih bisa makan/minum cukup BAK setidaknya setiap 6 jam
Tidak menunjukkan tanda peringatan apapun
Harus dievaluasi setiap hari → penurunan AL, darah
lengkap dan hematokrit sampai keluar dari fase kritis
Bila Hct stabil dapat dipulangkan → nasehat segera
kembali bila ada tanda peringatan
Apa yang dipantau?
KARTU PERAWATAN DI RUMAH
Apakah yg perlu dilakukan? 1. Tirah baring/istirahat cukup 2. Asupan oral cukup
• Susu, sari buah (hati-hati pada DM), larutan isotonik, cairan rumah tangga (kuah sayur, sereal)
• Hindari minum air putih saja menyebabkan gangguan elektrolit 3. Beri parasetamol
4. Kompres hangat
5. Cari tempat perkembangbiakan nyamuk di dalam/sekitar rumah musnahkan Apakah yg perlu dihindari?
1. Jangan minum obat penurun panas dg kandungan zat aktif ibuprofen, asam salisilat (aspirin), asam mefenamat (ponstan) atau steroid. Bila sedang minum obat-obat lain konsultasi kpd dokter
2. Tidak perlu antibiotik
Bila ditemukan salah satu tanda berikut, bawa segera ke RS terdekat 1. Perdarahan:
• Bintik-bintik merah / ruam pada kulit
• Perdarahan hidung atau gusi
• Muntah darah
• Feses berwarna hitam
• Perdarahan vagina / haid yg lebih banyak dari biasanya 2. Sering muntah, terus menerus, tiap kali minum atau makan 3. Nyeri perut hebat
4. Mengantuk, kebingungan (perubahan status mental) atau kejang 5. Kaki tangan lembab, dingin atau pucat
Indikasi rawat inap
Tersangka DBD
Terdapat tanda kegawatan/
peringatan
Pada pemantauan dijumpai
kadar Ht tinggi/ meningkat
dibanding sebelumnya
trombosit turun
Pasien dengan kondisi berikut:
Kondisi-kondisi lain yang menyertai dan
mungkin mengakibatkan tata laksana
lebih kompleks seperti: pasien bayi,
kehamilan, usia lanjut, obesitas, diabetes
mellitus, gagal ginjal, hipertensi, penyakit
hemolitik kronik dll.
Kondisi sosial seperti tinggal di rumah
Jika menolak mondok, kepada
orangtua dianjurkan untuk:
Membujuk anak untuk minum lebih banyak
Berikan parasetamol 10-15 mg/KgBB/dosis dapat diulang setiap 4-6 jam
Kompres hangat jika perlu
Hindarkan pemberian obat aspirin atau anti infamasi
non steroid (Ibuprofen)
Tanda tangan surat penolakan
Mengamati tanda bahaya, jika ditemukan segera
Kelompok B: pasien yg harus
dirujuk untuk rawat inap
Kelompok pasien dg salah satu gambaran
berikut:
1. Adanya tanda peringatan
2. Kondisi-kondisi lain yg menyertai: pasien bayi, kehamilan, usia lanjut, obesitas, DM, gagal ginjal, hipertensi, dll
3. Masalah sosial tinggal di rumah sendirian, tinggal jauh dari fasilitas pelayanan
Tatalaksana
Cek Hct untuk perbandingan sebelum mulai terapi cairan Infus cairan isotonik RL, NaCl 0,9%
Mulai dengan 3 cc/kg/jam
Dapat ditingkatkan sesuai dg respon klinis
Nilai kembali status klinis → Monitor Hct
Bila ada perburukan vital sign, Hct naik cepat → tambahkan
kecepatan cairan menjadi 5-10 cc/kg/jam selama 1-2 jam → nilai kembali status klinis dan monitor Hct
Kurangi cairan IV bertahap saat menuju akhir fase kritis
ditandai:
Pemantauan oleh tenaga
kesehatan:
1. Vital sign dan perfusi perifer (setiap 1-4 jam)
2. Urin output (setiap 4-6 jam)
3. Hematokrit (setiap sebelum dan sesudah
pemberian cairan kemudian setiap 6-12 jam)
4. Kadar gula darah
Kelompok C: pasien yg harus
membutuhkan tatalaksana darurat
Syok kompensata:
Resusitasi IV cairan kristaloid 10-15 cc/kg/jam selama 1 jam Nilai ulang kondisi pasien
Bila kondisi membaik → cairan IV diturunkan bertahap
Bila tanda utama belum stabil (syok tetap ada) → periksa Hct Bila Hct meningkat atau masih tinggi → ulangi bolus kedua
dg kristaloid 10-20 cc/kg/jam selama 1 jam → bila ada perbaikan turunkan bertahap
Bila Hct menurun (<40% pada pasien anak) → menunjukkan
adanya perdarahan → berikan transfusi darah secepatnya
Mungkin diperlukan tambahan bolus kristaloid atau koloid
Syok hipotensif
Tatalaksana harus lebih agresif
Resusitasi IV dg kristaloid 20 cc/kg → bolus → diberikan
selama 15 menit /secepatnya → untuk mengeluarkan pasien dari kondisi syok secepat mungkin
Jika kondisi membaik → beri kristaloid atau koloid 10
cc/kg/jam selama 1 jam → kemudian dikurangi bertahap
Bila tanda utama tidak stabil (masih terdapat syok) → cek Hct Bila Hct meningkat dibanding sebelumnya → ganti cairan dg
koloid 10-20 cc/kg sebagai bolus kedua selama 0,5 – 1 jam. Setelah dosis ini kurangi kecepatan infus bertahap
Jka Hct menurun (<40% pada pasien anak) → indikasi adanya
Penilaian hemodinamika
Parameter Sirkulasi stabil Syok kompensata Syok hipotensif
Tingkat kesadaran Sadar penuh Sadar penuh Syok dapat
terlewatkan bila anda tidak
menyentuh pasien
Perubahan status mental, gelisah, melawan
Waktu pengisian kapiler
Cepat (<2 detik) Lambat (>2 detik) Sangat lambat, kutis marmorata
Ekstremitas Ekstremitas hangat
dan merah muda Perifer dingin Ekstremitas lembab dan dingin Volume nadi perifer Volume baik Lemah, cepat,
dangkal Lemah atau tidak teraba Denyut jantung Denyut jantung
menurut usia
Takikardi Takikardi berat dg bradikardi pada syok lanjut
Tekanan darah TD dan tekana nadi normal menurut usia
Tekanan sistolik normal, tek diastolik meningkat
Tekanan nadi menyempit
Hipotensi postural
Tekanan nadi menyempit (<20 mmHg)
Hipotensi
Tekanan darah tidak terukur
Frekuensi
Kriteria memulangkan
pasien
Bebas demam 24 jam tanpa obat antipiretik
Nafsu makan membaik Tampak perbaikan klinis Hematokrit stabil
Tiga hari setelah renjatan