• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI SEJARAH Perang Tondano Pattimura

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MATERI SEJARAH Perang Tondano Pattimura"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

B. MENGEVALUASI PERANG

MELAWAN PENJAJAHAN

KOLONIAL HINDIA BELANDA

O L E H K E L O M P O K 4 :

1 . M . A R I S E T I A W A N X I R P L A / 2 0 2 . P R I S K I L A N O V I A X I R P L A / 2 6 3 . R A M A G U N T U R X I R P L A / 2 7

(2)

PERANG TONDANO

PERANG TONDANO

PATIMURA ANGKAT SENJATA

PATIMURA ANGKAT SENJATA

PERANG PADRI

PERANG PADRI

KELOMPOK 4

EXIT

(3)

Perang Tondano yang secara historis telah berlangsung sejak tahun 1661, dan puncaknya terjadi pada tahun 1808-1809

PERANG TONDANO

Penyebab

:

Penyebab

:

1. Karena Implementasi politik pemerintah kolonial Hindia Belanda oleh para pejabatnya di Minahasa, terutama mobilisasi pemuda untuk

(4)

Perang Tondano dibagi menjadi 2 fase :

Perang Tondano dibagi menjadi 2 fase :

F ASE 1

:

F ASE 1

:

Terjadi pada tahun 1808-1809. Spanyol menyebarkan agama kristen ke masyarakat Tondano. Tetapi VOC dengan dipimpin Oleh gubernur Simon Cos berhasil menyingkirkan Spanyol. Dan kemudian VOC

memaksa orang Minahasa untuk menjual berasnya kepada VOC. Rakyat Minahasa menolak, Lalu VOC membendung Sungai Temberan. Sehingga

(5)

Perang Tondano dibagi menjadi 2 fase :

Perang Tondano dibagi menjadi 2 fase :

F ASE 1

:

F ASE 1

:

Lalu Simon Cos mengeluarkan Ultimatum yang berisi : 1. Orang orang Tondano harus menyerahkan para tokoh pemberontak ke VOC.

2. Orang Tondano harus membayar ganti rugi dengan menyerahkan 50-60 budak.

Rakyat Minahasa tidak menghiraukan, Lalu terjadi

(6)

Perang Tondano dibagi menjadi 2 fase :

Perang Tondano dibagi menjadi 2 fase :

F ASE 2

:

F ASE 2

:

Terjadi karena Jendral Daendels memerintahkan setiap pemimpin untuk merekrut pasukan. Dengan tujuan memerangi Inggris. Daendels memilih orang madura, dayak dan Minahasa. Setidaknya 2000 pasukan

Minahasa akan dikirim ke Jawa.

Tetapi Rakyat Minahasa menolak dan menyerang

Belanda. Gubernur Prediger mengepung danau tondano dan perkampungan Minawanua, terjadi peperangan dan genjatan senjata. Akhirnya Belanda menarik mundur pasukan karena kewalahan menghadapi rakyat

Minahasa.

BACK

(7)

Perang padri terjadi di Minangkabau, sumatera barat pada

tahun 1821-1837.

1. Perlawanan kaum padri terhadap dominasi pemerintahan

hindia belanda di Sumatera Barat.

2. Pertentangan kaum padri dengan kaum adat.

3. Kecurangan Belanda dalam melakukkan perjanjian

PERANG PADRI

Penyebab

:

(8)

Di Minangkabau terdiri 2 golongan muslim yaitu

kaum padri dan kaum adat.

PERANG PADRI

Kaum padri adalah orang

orang beragama islam yang

melakukkan pemurnian

pelaksanaan ajaran islam di

Minangkabau. Biasanya

menggunakan pakaian putih.

Kaum adat adalah orang

orang beragama islam

tetapi praktik dan

kebiasaan adat

(9)
(10)

Perang padri dibagi menjadi 3 fase :

Perang padri dibagi menjadi 3 fase :

F ASE 1

:

F ASE 1

:

Tahun 1821-1825. Bulan April tahun 1821 terjadi pertempuran antara kaum padri melawan Belanda dan kaum adat di dekat danau Singkrak. Belanda mengirimkan tentara nya dari Batavia yang

dipimpin Letkol Raaf dan berhasil menduduki BatuSangkar lalu mendirikan benteng yang

bernama Fort Van De Capellen. Kemudian Belanda mengadakan perjanjian yang disebut perjanjian

(11)

Perang padri dibagi menjadi 3 fase :

Perang padri dibagi menjadi 3 fase :

F ASE 2

:

F ASE 2

:

Tahun 1825-1830. Kaum Padri membatalkan

perjanjian dan terus menyerang Belanda.

Kemudian Belanda mengajak damai lagi dengan

dibantu Sulaiman Alfujri untuk membujuk tokoh

padri agar mau diajak damai. Tuanku Imam Bonjol

menolak ajakan damai. Sedangkan Tuanku Lintau

dan Tuanku Nan Raceh menerima ajakan damai

tsb.

(12)

Perang padri dibagi menjadi 3 fase :

Perang padri dibagi menjadi 3 fase :

F ASE 2

:

F ASE 2

:

Isi Perjanjian Padang :1. Belanda Mengakui kekuasaan pemimpin padri di batusangkar , saruaso, Bukittinggi, Agam, Padang Guguk Sigandang.

2. Kedua belah pihak tidak akan saling menyerang.

3. Kedua belah pihak akan melindungi para pedagang dan orang dalam perjalanan.

(13)

Perang padri dibagi menjadi 3 fase :

Perang padri dibagi menjadi 3 fase :

F ASE 3

:

F ASE 3

:

Belanda bertekad mengakhiri perang padri, setelah dapat memadamkan perang diponegoro. Tindakan yang dilakukkan Belanda adalah mendatangkan pasukan yang dipimpin Letnan Elout dan Mayor Michael dengan tugas pokok menundukan kaum padri yang berpusat di

Ketiangan dekat Tiku. Selain itu Belanda juga mengirim Sentot Ali Basa Prawirodirjo dengan 300 prajurit

bersenjata. Kemudian dikeluarkan Plakat Panjang yaitu pernyataan yang isinya tidak ada lagi peperangan antara belanda dan kaum padri.

BACK

(14)

PATIMURA ANGKAT SENJATA

LATAR

BELAKA

NG

LATAR

BELAKA

NG

Maluku merupakan penghasil rempah-rempah

bagaikan “Mutiara dari Timur” yang senantiasa

diburu oleh orang–orang Barat.

(15)

PATIMURA ANGKAT SENJATA

Diadakan pertemuan rahasia di Pulau Haruku, pulau yang dihuni

orang Islam dan pada tanggal 14 Mei 1817 di Pulau Saparua, pulau

yang dihuni orang Kristen, tempat pertemuannya sering disebut

Hutan Kayuputih.

Sebagai perlawanan dipercayakan kepada pemuda yang bernama

Thomas Matulessy yang terkenal dengan gelarnya Pattimura.

(16)

1. Dimulai dengan mengahancurkan kapal – kapal Belanda di Pelabuhan. 2. Terjadi pertempuran antara pejuang Maluku yang dipimpin Pattimura

dengan pasukan Belanda yang dipimpin Residen Van Den Berg. Pertempuran ini dimenangkan oleh pejuang Maluku dan berhasil membunuh Residen.

3. Pejuang Maluku menggagalkan pasukan bantuan untuk Belanda yang dikirim dari Ambon, bahkan berhasil membunuh Mayor Beetjes yang memimpin pasukan ini.

4. Pattimura memusatkan perhatian untuk menyerang Benteng Zeelandia tetapi gagal, karena telah diperketat oleh komandan Groot.

Gerakan Perlawanan Patimurra

(17)

1. Belanda mengerahkan semua kekuatannya termasuk bantuan dari

Batavia untuk merebut kembali Benteng Duurstede. Agustus 1817

Saparua diblokade.

2. Pada bulan November para pembantu Pattimura dalam

memperjuangkan Maluku ditangkap oleh Belanda.

3. Belanda mengadakan sayembara kepada siapa saja yang

menangkap Pattimura akan diberikan 1.000 gulden. Setelah enam

bulan memimpin perlawanan akhirnya Pattimura tertangkap. Pada

16 Desember 1817 Pattimura dihukum gantung di alun – alun

Kota Ambon.

Akhir Perlawanan Patimurra

Akhir Perlawanan Patimurra

BACK

(18)

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAANNYA

Follow :D

@prskll_

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAANNYA

Referensi

Dokumen terkait

(2) Bentuk istilah dalam proses pembuatan wayang kulit di Dusun Karangasem, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta adalah istilah yang berupa bentuk dasar,

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufik, hidayah, serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENERAPAN HAZARD

Desain penelitian ini adalah deskriptif – analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 37 responden pasien gagal ginjal kronik yang menjalani

Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 115, pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota antara lain memberikan

Maka dari itu penulis mengkombinasikan kedua metode tersebut yaitu metode Enkripsi dan metode Kombinasi untuk melihat manakah cara yang lebih efisien digunakan

yang diinginkan oleh pengguna jasa, akan tetapi pihak wedding organizer tidak dapat memenuhi hal yang diperjanjikan tersebut karena terdapat hambatan yang.. dialami oleh pihak

Fungsi dekripsiRound menerima input teks terenkripsi yang telah dibagi 2 (teksKiri dan teksKanan) dan kunci utama master_key. Elemen senarai master_key yang diacu adalah

Sosialisasi terkait PPI pada saat rapat ruangan dimasing-masing unit Sesuai dengan jadwal rapat