• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA TULIS Tentang KUTIPAN dan DAFTAR P

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KARYA TULIS Tentang KUTIPAN dan DAFTAR P"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

KARYA TULIS

BAHASA INDONESIA

“KUTIPAN DAN DAFTAR PUSTAKA”

DISUSUN OLEH

M. RAFIF RIDHANIF ALFARIZI

Kelas IX F

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena kami dapat menyelesaikan Karya Tulis ini. Penyusunan Karya Tulis ini disusun untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia tentang Kutipan dan Daftar Pustaka. Selain itu tujuan dari penyusunan Karya Tulis ini juga untuk menambah wawasan tentang pengetahuan bahasa secara meluas.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Tri Budiarta selaku dosen Bahasa Indonesia kami yang telah membimbing kami agar dapat

menyelesaikan Karya Tulis ini.

(3)

DAFTAR ISI

1.1 LATAR BELAKANG

... ... 1

1.2 TUJUAN KARYA TULIS

(4)

2.1.3. Prinsip-Prinsip Mengutip

... ... 3

2.1.4. Jenis Kutipan dan Cara Mengutip

... ... 4

2.1.5. Fungsi Catatan Perut

... ... 8

2.1.6. Catatan Akhir (Endnote)

... ... 9

2.2. DAFTAR PUSTAKA

... ... 10

2.2.1. Pengertian Daftar Pustaka

... ... 10

2.2.2. Fungsi Daftar Pustaka

... ... 10

2.2.3. Unsur – Unsur Daftar Pustaka

... ... 11

2.2.4. Sumber Informasi

(5)

2.2.5. Penyusunan Daftar Pustaka

... ... 13

2.2.6 Teknik Penulisan

... ... 15

2.2.7. Penulisan Pustaka Menurut Sumbernya

... ... 16

BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

... ... 20

3.2. SARAN

... ... 21

(6)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Daftar pustaka mungkin sudah pernah kita temukan ketika kita mulai belajar pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah. Sebagai pelajar, pembuatan daftar pustaka biasanya diberikan oleh guru Bahasa Indonesia sebagai sebuah tugas atau dalam sebuah ulangan. Dan pada tahap ini, mungkin kita tidak begitu tahu akan pentingnya sebuah daftar pustaka. Baru ketika kita mendapat tugas untuk menulis sebuah karya tulis kita akan sadar betapa pentingnya sebuah pengetahuan akan daftar

pustaka.

Dalam menyusun suatu karangan ilmiah, unsur yang tidak terlepas yaitu sumber/bahan karya ilmiah itu didapat. Berbagai banyak sumber dalam menyusun karangan ilmiah, selalu ada unsur dalam karangan tersebut, salah satunya dikutip, dan sumber yang didapatpunharus dicantumkan sumber menemukan data dengan menggunakan daftar pustaka dan catatan kaki.

Ada cara dan susunan dalam membuat kutipan, daftar pustaka dan catatan kaki yangharus diketahui dalam membuat karangan ilmiah. Dan unsur ini terkadang disepelekan oleh sebagian orang dalam menyusun karangan ilmiah. Penulis pada kesempatan kali ini akan menjelaskan tentang kutipan, daftar pustaka,dan catatan kaki, dimana terdapat membuaat/ mengambil kutipan, daftar pustaka, dan catatan kaki yang benar. Dimana pembahasan tersebut amatlah penting untuk menunjang mata kuliah Bahasa Indonesia.

1.2. TUJUAN KARYA TULIS

(7)

BAB II PEMBAHASAN

2.1. KUTIPAN

2.1.1 Pengertian Kutipan

Kutipan adalah pinjaman sebuah kalimat ataupun pendapat dari seseorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, kamus, ensiklopedia, artiket, laporan, majalah, koran, surat kabar atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan misal media elektronika seperti TV, radio, internet, dan lain sebagainya. Tujuannya sebagai pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan.

Bahan-bahan yang dimasukkan dalam sebagai kutipan adalah bahan yang tidak atau belum menjadi pengetahuan umum, hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak atau belum menjadi pendapat umum. Jadi, pendapat pribadi tidak perlu dimasukkan sebagai kutipan. Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya. Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut.

2.1.2. Fungsi Kutipan

Fungsi kutipan diantaranya : 1. Sebagai landasan teori. 2. Penguat pendapat penulis. 3. Penjelasan suatu uraian.

4. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.

(8)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengutip, diantaranya : 1. Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu.

2. Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan.

3. Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori.

4. Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung.

5. Penulis mempertimbangkan jenis kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan.

2.1.3. Prinsip-Prinsip Mengutip

Dalam mengutip kita harus menyebutkan sumbernya. Hal itu dimaksudkan sebagai pernyataan penghormatan kepada orang yang pendapatnya dikutip, dan sebagai pembuktian akan kebenaran kutipan tersebut. Ada beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam mengutip, yaitu :

1. Penulis jangan terlalu banyak mengutip sehingga tulisan yang disusun menjadi suatu himpunan kutipan. Ingat mengutip hanya menjadi bukti penunjang pendapat penulis.

2. Kutipan dianggap benar jika penulis menunjukkan tempat atau asal kutipan sehingga pembaca dapat mencocokkan kutipan dengan sumber aslinya.

3. Kutipan hendaknya diambil seperlunya agar tidak merusak uraian sebenarnya.

4. Kutipan yang panjang sebaiknya dimasukkan dalam lampiran. 5. Menghilangkan bagian kutipan diperkenankan dengan syarat bahwa

penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna. Cara:

 Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi.

 Menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis (dari magin kiri sampai ke margin kanan).

(9)

[ sic].Sic berasal dari kata latin sicut yang berarti “dengan demikian”, “jadi..”, “ seperti itu”.

7. Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya. Bila penulis terpaksa harus membuat perubahan atau tambahan, maka kata-kata tambahan itu harus dicetak lain – tebal, miring, atau renggang- dan diberi catatan kaki yang menyatakan bahwa huruf yang dicetak lain itu adalah dari penulis, bukan teks asli. Contohnya :

‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.’

Pengutip tahu bahwa dalam kalimat itu ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.

Cara memperbaikinya:

 ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’

 ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang.’ [Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.

2.1.4. Jenis Kutipan dan Cara Mengutip

Menurut jenisnya kutipan dapat dibedakan menjadi :

1. Kutipan langsung

Adalah pinjaman pendapat dengan mengambil secara lengkap atau persis kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sumber teks asli. Cara penulisannya sebagai berikut :

Kutipan yang panjangnya kurang dari 4 baris :

 Diketik seperti ketikan teks.

 Diawali dan diakhiri dengan tanda petik (“ “).

 Jarak antar baris kutipan dua spasi.

 Sesudah kutipan selesai, langsung ditulis di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan itu diambil (Penulis, Tahun:Halaman).

Kutipan yang terdiri dari 4 baris atau lebih :

(10)

 Dimulai 5-7 ketukan dari batas tepi kiri sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan.

 Kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi.

 Sumber rujukan ditulis langsung sebelum teks kutipan.

 Apabila pengutip memandang perlu untuk menghilangkan

beberapa bagian kalimat, pada bagian itu diberi titik sebanyak tiga buah.

 Di belakang kutipan diberi sumber kutipan.

 Kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip.

 Bila pengutip ingin menghilangkan satu kalimat atau lebih, maka pada bagian yang dihilangkan tersebut diganti dengan titik-titik sepanjang satu baris.

 Apabila pengutip ingin memberi penjelasan atau menggarisbawahi bagian yang dianggap penting, pengutip harus memberikan

keterangan. Keterangan tersebut berada diantara tanda kurung, misalnya: garis bawah oleh pengutip.

 Apabila penulis menganggap bahwa ada satu kesalahan dalam kutipan, dapat dinyatakan dengan menuliskan symbol (sic!) langsung setelah kesalahan tersebut.

Kutipan langsung ditampilkan untuk mengemukakan konsep atau informasi sebagai data. Titik-titik sepanjang satu baris menandai penghilangan sebuah kalimat, titik-titik sebanyak tiga menandai penghilangan kata, dan (sic!) menandai adanya kesalahan dalam kalimat.

Contoh kutipan langsung

Anderson and Clancy (1991:12) memberi pengertian biaya adalah sebagai berikut: “Cost is an exchange price, or a sacrifice made obtain a benefit”. Dalam pendapat tersebut Anderson dan Clancy menyatakan bahwa biaya adalah nilai tukar atau suatu pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu keuntungan.

2. Kutipan tidak langsung

(11)

sumber yang dikutip) untuk dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun oleh pengutip menjadi ikhtisar atau intisariberdasarkan apa yang dikutipnya.Adapun cara peraturan dalam pembuatannya adalah sebagai berikut:

 Kalimat-kalimat yang mengandung kutipan ide tersebut ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana teks biasa.

 Semua kutipan harus dirujuk.

 Kutipan di integrasikan dengan teks.

 Kutipan tidak diapit tanda kutip.

 Sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau sesudah kalimat-kalimat yang mengandung kutipan.

 Apabila ditulis sebelum teks kutipan, nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka masuk ke dalam teks, diikuti dengan tahun terbitan diantara tanda kurung.

 Apabila ditulis sesudah teks kutipan, rujukan ditulis di antara tanda kurung, dimulai dengan nama akhir sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka, titik dua, dan diakhiri dengan tahun terbitan.

Contoh kutipan tidak langsung

Anderson and Clancy (1991:12) Dalam pendapat tersebut

Anderson dan Clancy menyatakan bahwa biaya adalah nilai tukar atau suatu pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu keuntungan atau “Cost is an exchange price, or a sacrifice made obtain a benefit”.

3. Kutipan pada catatan kaki, kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskipun kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kutip, dikutip seperti dalam teks asli.

4. Kutipan atas ucapan lisan, harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretarisnya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasukkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau tidak langsung.

5. Kutipan dalam kutipan, kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan terdapat kutipan. Dapat dilakukan dengan dua cara:

 Bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, kutipan dalam kutipan dapat mempergunakan tanda kutip tunggal atau tanda kutip ganda.

(12)

memakai tanda kutip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip tunggal.

6. Kutipan langsung pada materi, kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan hingga penghentian terdekat (dapat berupa koma, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan penjelas siapa yang berbicara. Contoh:

Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa Indonesia banyak mengambil dari kosa kata bahasa Sansekerta.”

Contoh-contoh kutipan :

Isu Millenium Bug atau yang lebih dikenal dengan istilah Y2K berpengaruh besar terhadap peningkatan penjualan komputer. Di Indonesia, sejak kwartal pertama tahun 1999, penjualan komputer mengalamai peningkatan hingga 50-200%. Menurut Ir. Budi Prasetyo, M.Com dari perusahaan distributor komputer merek Dell, penjualan Personal Computer (PC) Wearnes meningkat sebesar 55%

dibandingkan angka penjualan tahun sebelumnya (Bisnis Indonesia, 2 Mei 1999: 40).

Peningkatan yang sama juga dialami oleh perusahaan komputer Compaq, yaitu berkisar 50-57% pada akhir bulan Maret 1999

sebagaimana diutarakan oleh Direktur PT Compaq Computer Indonesia, B.T. Lim,

“peningkatan penjualan komputer Compaq sebesar 200% selama tiga bulan pertama tahun 1999 disebabkan oleh kegiatan komputerisasi untuk menghadapi Y2K dan segmen bisnis layanan” (Atmadi dan Purwito 1999:12)

2.1.5. Fungsi Catatan Perut

Catatan perut dalam teks memiliki fungsi sebagai : 1. Menunjukkan sumber kutipan.

2. Catatan penjelas.

(13)

Contoh catatan perut dalam teks yang memuat tigafungsi di atas : Dari hasil penelitian yang banyak dilakukan belakangan ini berkaitan dengan kemunculan teknologi VoIP, Bill Machrone menyatakan “. . . fitur VoIP akan membuat John Dvorak sangat tertarik: nomor telepon yang akan selalu mengikuti, selama saya tersambung dengan

internet.(Machrone, 2005: 53)

Untuk penulisan sumber kutipan nomor urut persamaan atau rumus matematika,reaksi kimia, dan lain-lainnya ditulis dengan angka latin di dalam tanda kurung [..] danditempatkan didekat batas tepi kanan. Penomoran persamaan angka depan sesuai nomorbab, kemudian diberi titik dan dilanjutkan dengan nomor berupa angka latin.

Unsur-unsur catatan perut :

Gaya dan urutan dalam menuliskan unsur-unsur dalam catatan kaki ada bermacam-macam. Akan tetapi yang akan digunakan di sini dan tidak menyimpang dari pedoman penulisan yang disusun oleh Jurusan Teknik Informatika UKDW serta telah luas penggunaannya yang terdiri atas :

 Nama belakang pengarang.

 Tahun penerbitan

 Nomer halaman.

2.1.6. Catatan Akhir (Endnote)

(14)

Dari petikan artikel di atas, kata atau kalimat yang diberi tanda

superscript akan dibuatkan penjelasannya dengan mengunakan Endnote, tata cara penulisannya adalah sebagai berikut:

 Kutipan atau penjelasan yang berasal dari seorang pengarang, dalam Endnote yang dituliskan cukup: Nama Pengarang, Tahun, dan Halaman yang dipakai rujukan.

Endnote ditulis dalam 1 spasi dan diletakkan pada akhir dari karya ilmiah sebelum Daftar Pustaka.

Dengan penulisan catatan perut seperti contoh-contoh di atas, maka pada halaman setelah bab uraian harus diletakkan endnote yakni halaman yang menyebutkan sumber acuan seperti contoh di bawah ini

Catatan :

[1] “Y2K dan Bisnis Komputer” dalam Bisnis Indonesia, 2 Mei 1999, hlm.4.

[2] Atmadi, Della Tri dan Yulianti Purwito (1999). Tantangan Bisnis Komputer di Abad XXI. Jakarta : Cipta Kreasi Andalan.

[3] Lightmore, A.H (1998), Concepts of Calculus Vol. 1. New York : Jackand Witts, hlm. 14.

2.2. DAFTAR PUSTAKA 2.2.1. Pengertian Daftar Pustaka

Definisi daftar pustakaatau bibliografi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah daftar yang mencantumkan judul buku, nama pengarang, penerbit dan sebagainya yang ditempatkan pada bagian akhir suatu karangan atau buku dan disusun berdasarkan abjad. Daftar sendiri didefinisikan sebagai catatan sejumlah nama atau hal yang disusun berderet dari atas ke bawah. Menurut Gorys Keraf (1997 :213) yang dimaksud dengan daftar kepustakaan atau bibliografi adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan yang tengah digarap. Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

(15)

pustaka dan pustaka berikutnya diberi jarak satu setengah spasi. Baris pertama rata kiri dan baris berikutnya menjorok ke dalam.

2.2.2. Fungsi Daftar Pustaka

Daftar pustaka memiliki beberapa fungsi, diantaranya :

 Untuk memberikan informasi bahwa pernyataan dalam karangan itu bukan hasil pemikiran penulis sendiri, tapi hasil pemikiran orang lain yang penulis.

 Untuk memberikan arah bagi para pembaca buku atau karya tulis yang ingin meneruskan kajian atau untuk melakukan pengecekan ulang terhadap sumber aslinya.

 Untuk memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap penulis buku atau karya tulis yang dirujuk terhadap hasil karyanya yang turut menyumbang peranan dalam penulisan karya tulis yang kita tulis.

 Menjaga profesionalitas kita (jika kita sebagai seorang penulis karya tulis) terhadap tulisan yang kita buat.

 Untuk melihat kebenaran bahan yang dikutip.

Tentu saja penyusunan sebuah daftar pustaka harus

mengedepankan asas kemudahan. Oleh karena itu, diterbitkanlah sebuah format atau cara penulisandaftar pustaka.

2.2.3. Unsur – Unsur Daftar Pustaka

Unsur-unsur daftar pustaka agar tidak ada kesulitan dalam penyusunan daftar pustaka, tiap penulis harus mengetahui pokok-pokok mana yang harus dicatat. Pokok yang paling penting yang harus

dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah:

1. Nama penulis atau nama pengarang, yang dikutip secara lengkap.

 Apabila nama penulis terdiri lebih dari satu kata, maka nama yang paling belakang diletakkan di depan.

Misal : nama penulis Sultan Takdir Alisyahbana maka di tulis dalam daftar pustaka :

(16)

 Apabila penulisnya ada 2 penulis, maka yang dibalik cukup nama penulis yang pertama saja.

Misal : nama penulis Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto maka di tulis dalam daftar pustaka :

Ekosusilo, Madyo dan Bambang Triyanto. 1995.Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Semarang: Dahara Prize.

 Apabila penulisnya lebih dari 2 penulis, maka yang ditulis cukup nama penulis yang pertama saja dan diberi singkatan dkk. (dan kawan-kawan) atau et.al.

Misal :

Ghiselli E. et al 1981. Measurement Theory for The

Behavioral Sciences. San Francisco: WH. Freeman and Company

 Apabila dalam sebuah daftar pustaka terdapat dua atau lebih buku yang ditulis oleh penulis yang sama, maka pengurutannya berdasarkan tahun terbitnya, dan nama penulis cukup ditulis sekali dan selanjutnya digantikan dengan garis.

 Pemisahan antara nama belakang dan nama depan menggunakan tanda koma (,).

 Setelah unsur nama penulis diakhiri tanda titik (.). 2. Judul buku, termasuk judul tambahannya.

 Semua huruf pertama dari tiap kata ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata tugas.

 Jika daftar pustaka diketik dengan komputer, maka judul ditulis dengan huruf miring. Jika ditulis tangan, maka diberi garis bawah.

 Pemisahan antara judul buku dengan tahun terbit menggunakan tanda titik.

3. Data publikasi seperti tahun terbit, tempat terbit, nama penerbit, cetakkan ke-berapa, nomor jilid, dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut.

a. Tahun terbit

(17)

 Apabila buku tersebut tidak diketahui tahun terbitnya, maka cukup ditulis dengan t.t. (tanpa tahun).

b. Tempat terbit

 Cukup menyebutkan kota lokasi penerbit buku.

 Pemisahan antara unsur tempat terbit dengan nama penerbit menggunaka titik dua (:).

c. Nama penerbit

 Cukup menuliskan nama perusahaan penerbitnya.

 Setelah unsur nama penerbit diakhiri tanda titik(.).

4. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, jilid, nomor dan tahun.

Berikut ini contoh pembuatan tahun dalam daftar pustaka Informasi dari sebuah buku :

Tahun Penerbitan : 1988

Judul Buku : Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia Penulis : Sabarti Akhadiah

Kota diterbitkan : Jakarta

Penerbit : PT. Gelora Aksara Permata

Maka dalam daftar pustaka kita tuliskan seperti di bawah ini : Akhadiah, Sabarti. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Gelora Aksara Permata.

2.2.4. Sumber Informasi

Dalam penulisan daftar pustaka pasti penulis mendapatkan sumber informasi yang dapat dijadikan sebagai penulisannya, sumber informasi tersebutbiasanya :

 Sumber informasi yang ditulis adalah sumber yang relevan yang dibaca, diacu dalam penelitian/laporan.

 Tidak semua sumber informasi mempunyai dasar ilmiah yang dapat diandalkan dan dipercaya.

(18)

 Jika sumber primer tidak berhasil didapatkan, sumber sekunder dapat digunakan. Penulisannya sbb : Menurut penulis1 1990 dalam penulis2 1995, pernyataan.

 Usahakan selalu menggunakan sumber yang terbaru.

2.2.5.Penyusunan Daftar Pustaka

Penyusunan daftar pustaka dan penunjukannya pada naskah mengikuti salah satudari tiga sistem berikut :

a. Nama dan Tahun (Name and Year System). Daftar pustaka disusun secara abjad berdasarkan nama akhir penulis dan tidak dinomori. Penunjukan pada naskah dengan nama akhir penulis diikuti tahun penerbitan. Contohnya : Sistem Harvard (author-date style)

Buller H, Hoggart K. 1994a. New drugs for acute respiratory distress syndrome.New England J Med 337(6): 435-439.

Buller H, Hoggart K. 1994b. The social integration of British home owners intorench rural communities. J Rural

Studies10(2):197–210.

Dower M. 1977. Planning aspects of second homes. di dalam Coppock JT (ed.), Second Homes: Curse or Blessing? Oxford:

Pergamon Pr. Hlm 210–237.

Grinspoon L, Bakalar JB. 1993. Marijuana: the Forbidden Medicine. London: Yale Univ Press.

Palmer FR. 1986. Mood and Modality. Cambridge: Cambridge Univ Press.

b. Kombinasi Abjad dan Nomor (Alphabet-Number System). Pada sistem ini cara penunjukannya dalam naskah adalah dengan memberikan nomor sesuai dengan nomor pada daftar pustaka yang disusun sesuai abjad. c. Sistem Nomor (Citation Number System). Kutipan pada naskah diberi

nomor berurutan dan susunan daftar pustaka mengikuti urutan seperti tercantum pada naskah dan tidak menurut abjad. Contohnya : Sistem Vancouver (author-number style)

(1) Prabowo GJ, Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med.2005;337:435-9. (2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the Forbidden

(19)

(3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural Neurology and Neuropsychology. Ed ke2. New York: McGraw-Hill; 1997. (4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod

1994; 20: 355-6.

(5) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986. Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Pr; 1992. hlm 1-42.

(6) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan. Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga; 1995. hlm 8-21.

Penyusunan bibliografi juga harus memperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :

a. Nama pengarang diurutkan menurut alfabet, nama yang dipakai dalam urutan itu adalah nama keluarga.

b. Bila tidak ada pengarang, maka judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan alfabet.

c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, maka untuk referensi yang kedua dan seterusnya , nama pengarang tidak perlu diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketukan.

d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. Tetapi jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi.

e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak 3 atau 4 ketikan. (Gorys Keraf, 1997 : 222).

2.2.6.Teknik Penulisan

Ada beberapa cara atau teknik penulisan daftar pustaka, sebagai berikut :

 Cara Penulisan Daftar Pustaka Textbook (1)

(20)

b. Kumpulan karangan beberapa penulis dengan editor : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul karangan . Bab diikuti kata “dalam” atau “in”, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), nama editor, edisi, nama penerbit, tempat penerbit (kota)

 Cara Penulisan Daftar Pustaka Textbook (2)

a. Buku yang ditulis/dibuat oleh lembaga : nama lembaga, tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), edisi dan volume, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.

b. Buku terjemahan : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul buku (cetak miring atau garisbawahi), penerjemah, nama penerbit, tempat penerbit (kota), halaman yang dibaca.

 Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Disertasi/Tesis (1)

a. Artikel yang disusun oleh penulis : nama penulis (disusun balik), tahun terbit, judul artikel, nama majalah/jurnal (cetak miring atau garisbawahi), volume majalah/jurnal diikuti tanda “:”, halaman yang dibaca.

b. Artikel yang disusun oleh lembaga : nama lembaga, tahun terbit, judul artikel, nama majalah/jurnal (cetak miring atau garisbawahi), volume majalah/jurnal diikuti tanda “:”, halaman yang dibaca.

 Cara Penulisan Daftar Pustaka Jurnal dan Disertasi/Tesis (2) a. Kelompok Karya Tulis yang dipresentasikan dalam

seminar/konferensi/simposium : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul Karya Tulis, nama forum penyajian (cetak miring atau garisbawahi), kota, bulan dan tanggal penyajian. b. Kelompok disertasi/tesis : nama penulis (disusun balik), tahun

terbit, judul disertasi/thesis (cetak miring atau garisbawahi), tempat penerbitan (kota),universitas, kata “disertasi” atau “tesis”.

 Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Internet

a. Kelompok Karya Tulis/informasi dari Internet (apabila ada nama penulis) : nama penulis (disusun balik), tahun penyajian, judul Karya Tulis/informasi, alamat Internet.

(21)

2.2.7.Penulisan Pustaka Menurut Sumbernya

Menurut sumbernya penulisan pustaka dibedakan dalam beberapa jenis, berikut merupakan macam-macam pustaka, cara penulisannya beserta contohnya :

a. Pustaka dalam bentuk buku dan buku terjemahan - Buku

Penulis. Tahun. Judul buku (harus ditulis miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada). Nama penerbit. Kota penerbit.

- Buku terjemahan

Penulis asli. Tahun buku terjemahan. Judul buku terjemahan (harus ditulis miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada), (diterjemahkan oleh : nama penerjemah). Nama penerbit terjemahan. Kota penerbit terjemahan. - Artikel dalam buku

Penulis artikel. Tahun. Judul artikel (harus ditulis miring). Nama editor. Judul buku (harus ditulis miring). Volume (jika ada). Edisi (jika ada). Nama penerbit. Kota penerbit.

b. Pustaka dalam bentuk artikel dalam majalah ilmiah

Penulis. (Tahun, bulan tanggal). Judul artikel. Nama Majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya), Volume, Jumlah halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal akses]

Contoh :

Goodstein, C. (1991, September). Healers from the deep.American Health [CD ROOM], 60-64. Tersedia: 1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/Article 08A [13 Juni1995]

c. Pustaka dalam bentuk artikel dalam seminar ilmiah - Artikel dalam prosiding seminar

Penulis. Tahun. Judul artikel. Judul prosiding Seminar (harus ditulis miring). Kota seminar.

- Artikel lepas tidak dimuat dalam prosiding seminar

Penulis. Tahun. Judul artikel. Judul prosiding Seminar (harus ditulis miring). Kota seminar. Tanggal seminar.

(22)

Penulis. Tahun. Judul skripsi. Skripsi/Tesis/Disertasi (harus ditulis miring). Nama fakultas/program pasca sarjana. Universitas. Kota

e. Pustaka dalam bentuk laporan penelitian

Peneliti. Tahun. Judul laporan penelitian. Nama laporan penelitian (harus ditulis miring).Nama proyek penelitian. Nama institusi. Kota.

f. Pustaka dalam bentuk artikel dalam surat kabar

Penulis. (Tahun, bulan tanggal). Judul artikel. Nama surat kabar (harus ditulis miring). halaman. Tersedia: alamat di internet [tanggal akses] Contohnya :

Cipto, B. (2000, April 27). Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat [online], halaman 8. Tersedia: http://www.pikiran-rakyat.com [9 Maret 2000]

g. Pustaka dalam bentuk dokumen paten

Penemu. Tahun. Judul paten (harus ditulis miring). Paten negara. Nomor. h. Pustaka dalam bentuk jurnal

Penulis. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [Jenis media], Volume (terbitan), halaman. Tersedia: alamat di inetrenet. [tanggal di akses]

Contohnya :

Supriadi, D. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision

System in Indonesia: Some Recent Initiatives. DalamEducation Policy Analysis Archives [Online], vol 7 (7), 12 halam. tersedia: http:

//epaa.asu.edu/epaa/v7n7.html [17 maret 2000] i. Pustaka dalam bentuk artikel dalam internet

Penulis. (Tahun). Judul. (edisi). [jenis media]. Tersedia: alamat di Internet [tanggal di akses] (tidak diperkenankan melakukan sitasi artikel dari internet yang tidak ada nama penulisnya).

Contoh :

Thomson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online].

Tersedia: http://www.ed.uiuc.ed/EPS/PESYearbook/1998/thomson.html [30 Maret 2000]

(23)

Penulis. Tahun. Judul artikel. Nama majalah (harus ditulis miring sebagai singkatan resminya). Nomor. Volume. Halaman

- Artikel majalah ilmiah versi online

(24)

- Artikel dari email

Pengirim (alamat e-mail pengirim). (Tahun, bulan tanggal). Judul pesan (harus ditulis miring). E-mail kepada penerima [alamat e-mail penerima].

Contohnya :

Musthafa, Bachrudin (musthafa@indo.net.id). (2000,

April 25). Bab V Laporan Penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi [supriadi@indo.net.id].

- Artikel umum

(25)

BAB III PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

Kutipan adalah pinjaman sebuah kalimat ataupun pendapat dari seseorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, kamus, ensiklopedia, artiket, laporan, majalah, koran, surat kabar atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan misal media elektronika seperti TV, radio, internet, dan lain sebagainya. Tujuannya sebagai pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan.

Kutipan terdiri dari : 1. Kutipan langsung 2. Kutipan tidak langsung

Catatan kaki yaitu sumber atau istilah yang harus dijelaskan.

Daftar pustaka (bibliografi) merupakan sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang

mempunyai pertalian dengan sebuah karangan. Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya.

Cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut :

1. Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih dahulu, baru nama depan)

2. Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.) 3. Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring).

Setelah judul buku diberi tanda titik (.).

4. Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua (:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik. 5. Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama

pengarangnya, maka sumber ditulis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di antara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.

(26)

Perlu diperhatikan bahwasanya dalam pembuatan Daftar Pustaka Ada 7 (tujuh) hal, diantaranya :

1. Daftar pustaka tidak diberi nomor urut. 2. Nama penulis diurut menurut abjad.

3. Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis mencantumkan gelar.

4. Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir dari tulisan.

5. Masing-masing sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi. 6. Jarak masing-masing sumber bacaan dua spasi.

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Paramita Dwitya. 2006. Bahasa Kuliah. Jakarta. PT.Macana Jaya

Tanjung S. 1988. Bunga Rampai. Jakarta: PT.Intan Pariwara

http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18343/Kutipan.ppt

http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19582/Bibliografi.pptx

http://blog.atmasetya.com/yang-dimaksud-dengan-kutipan.html

http://eziekim.wordpress.com/2010/12/25/kutipan-dan-daftar-pustaka/

http://id.wikipedia.org/wiki/Kutipan

http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/citation.pdf

http://main.man3malang.com/download//Pelajaran/Sastra_(Indonesia,_Arab,_Ingg ris_dll)/BI-daftar_pustaka.pdf

http://myth90.blogspot.com/2010/12/kutipan-daftar-pustaka.html

Referensi

Dokumen terkait

Kutipan yang berasal dari karya ilmiah yang tidak/belum diterbitkan, cara penulisannya sebagai berikut: nama pengarang, koma, judul karangan ilmiah dengan diapit tanda petik

Bilamana pustaka yang dikutip ditulis oleh tiga orang, nama dari semua (tiga) penulis itu dicantumkan semua pada saat kutipan itu dimuat pertama kali dalam teks, untuk

Kutipan yang diambil dari skripsi, tesis magister atau disertasi doktor yang tidak diterbitkan caranya adalah dengan menulis nama penulis skripsi, tesis atau

Adapun cara menulis sumber kutipan langsung adalah ditulis dengan menyebut nama akhir pengarang, tahun terbitan, dan nomor halaman yang dikutip.. 3.4.1.2 Kutipan

Kutipan dalam teks ditulis diantara kurung buka dan kurung tutup yang menyebutkan nama akhir penulis, tahun dengan koma, dan nomor halaman jika dipandang perlu. 3) Jika pada

Kutipan Kurang dari 40 Kata 4 Baris Kutipan langsung yang kurang dari empat baris atau kurang dari 40 kata 4 baris ditulis di antara tanda kutip “...” sebagai bagian terpadu dalam

MLA Style Modern Language Asociation Jika panjang kalimat yang dikutip tidak lebih dari 4 baris Cara menuliskan: Kutipan langsung pendek dituliskan menjadi satu dalam paragraf karya

Cara Menulis Daftar Pustaka dengan Mengambil Satu Artikel dari Buku Kumpulan Artikel Nama penulis artikel ditulis di depan diikuti tahun penerbitan, judul artikel yang diapit oleh