Heru Susetyo, SH. LL.M. M.Si. Ph.D Irwansyah, SH. MH.
Delila Stefanya Pusparani, SH.
BUKU SAKU
Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan
Keluarga Berencana pada Program-Program Partai
Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
BUKU SAKU
Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan
Keluarga Berencana pada Program-Program Partai
Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
Heru Susetyo, SH. LL.M. M.Si. Ph.D Irwansyah, SH. MH.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
KATA PENGANTAR
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera
Buku saku untuk partai politik dan (calon) anggota legislatif ini dibuat sebagai pedoman bagi parpol dan para caleg dalam memberikan pendidikan politik kepada para anggota dan konstituennya. Buku Saku ini dapat digunakan sebagai materi pelatihan/ pengkaderan maupun sebagai calon program dan muatan kampanye para calon anggota legislatif maupun calon kepala daerah.
Mengapa isu keluarga berencana dan pendewasaan usia nikah ini menjadi penting, karena ia adalah bagian dari masa depan Indonesia yang lebih baik. Proporsi penduduk yang baik dan keluarga yang dibangun secara berencana pada usia yang tepat, serta dengan memperhatikan aspek ketahanan keluarga, akan melahirkan generasi bangsa yang lebih baik serta berkualitas. Sayangnya, kedua isu di atas seringkali terlewatkan dalam program parpol maupun materi kampanye para caleg. Seolah-olah isu ini hanya isu sekunder dan cukup diperhatikan kaum poli-tisi perempuan saja. Padahal, masa depan Indonesia antara lain ditentukan dengan perhatian pada kedua aspek ini.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
Buku Saku ini adalah bagian dari program Direktorat Analis Dampak Kependudukan BKKBN tahun 2018 yang bermitra dengan akademisi dari perguruan tinggi (Universitas Indonesia) untuk penyelenggaraan penelitian dan proses FGD-nya. Terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah berkontribusi, utamanya BKKBN Pusat, BKKBN Propinsi Sumatera Utara, SKPD KB/ Kependudukan di Kota Medan, partai politik dan (calon) anggota legislatif Kota Medan, KPU Kota Medan, Bawaslu Kota Medan, PAHAM Indonesia Cabang Medan.
Terimakasih tak terhingga juga disampaikan kepada Saudara Irwansyah, SH. MH (Pengajar FH UISU Medan) dan Saudari Delila Stefanya Pusparani, SH. (Alumni FHUI) yang telah memberikan kontribusi tulisan yang signikan dan Saudari Yasmin Hasna Jamila (mahasiswi FHUI) yang
me-lay out buku saku ini. Semoga kontribusi sederhana ini bermakna banyak bagi pembangunan
kependudukan dan keluarga berencana di Indonesia.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
Salam Hangat
Heru Susetyo, SH. LL.M. M.Si. Ph.D Peneliti/ Penulis
Perempuan Asal Sragen Melahirkan 26 Kali
http://www.lensaindonesia.com/2012/06/14/perempuan-asal-sragen-melahirkan-26-kali-anak.html
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
DI SEKITAR KITA…
KASUS-KASUS
Anak SD (usia 13 tahun) Hamili Gadis SMP (13 tahun) di Tulung Agung Jakarta Timur
http://surabaya.tribunnews.com/2018/05/22/6-fakta-miris-siswa-sd-hamili-siswi-smp-ayah-ini-percobaan-burung-anak-saya-baru-sunat?page=4
12 Siswi SMP dalam Satu Sekolah Hamil
http://lampung.tribunnews.com/2018/10/02/satu-sekolah-ada-12-siswi-smp-hamil-temuan-lain-pkbi-lampung-mencengangkan
Bocah Usia 15 tahun Nikahi Pacarnya Usia 14 tahun
http://palembang.tribunnews.com/2018/04/15/ini-7-fakta-anak-smp-yang-berani-nikah-di-usia-14-tahun-mulai-alasannya-hinggajaminan-tak-hamil?page=3.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
1
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
2
Perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga amat sangat memerlukan partisipasi semua pihak, apakah keluarga itu sendiri, lingkungan, masyarakat sekitar, masyarakat luas, pihak swasta dan dunia usaha, masyarakat sipil, hingga pemerintah baik pusat maupun daerah. Salah satu aktor penting dalam perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga adalah para politisi, yang berhimpun dalam partai politik, di lembaga legislatif, maupun di eksekutif
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
3
Untuk dapat menentukan ketertarikan pemilih kepada pasangan calon dalam pilkada, antara lain diukur melalui kualitas program kerja yang ditawarkan karena program kerja itu akan menjadi kebijakan pemerintah daerah setelah pasangan calon menjadi kepala daerah denitif. Penilaian terhadap program kerja merupakan sesuatu yang penting, mulai dari tujuan, tahapan-tahapan yang dilakukan, implementasi yang dijalankan dan mampu mewujudkan kebijakan atau tidak. Penyampaian informasi berupa program kerja dan kebijakan pasangan calon kepada konstituen menggunakan media pidato kampanye secara langsung atau tidak langsung.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
4
Firmanzah (2010) mengkaji tipologi pe-milih dalam pilkada akan cenderung secara obyektif memilih partai politik atau kontestan calon yang memiliki ke-pekaan terhadap masalah & kejelasan program. Partai politik pengusung calon kepala daerah yang arah kebijakannya tidak jelas akan cenderung tidak dipilih. Sementara itu, pemilih yang lebih me-mentingkan ikatan ideologi suatu partai atau seorang calon (kontestan) akan lebih menekankan aspek-aspek subyek-titas yang mempengaruhi pemilih.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
5
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
6
Their role as elected representatives makes them more effective, by providing a 'reality check' on policy and decision-making. Political leadership within government department represents the crucial element of democracy, which separates government departments from the mere function of administration. The role of ministers, as politicians, is therefore a noble and necessary element of governance. Politicians can bring a range of skills and attributes to public policy, including decisiveness; ideological cohesiveness; political understanding; leadership; partnership; communication; the ability to balance interests; accountability; legitimacy and insights from their experience as representatives.
PERAN PARTAI POLITIK DAN POLITISI
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
7
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
8
Salah satu amanat dari UU Nomor 52 Tahun 2009 adalah mewujudkan pendu-duk tumbuh seimbang dan berkualitas. Pemerintah kemudian menetapkan kebi-jakan keluarga berencana.
Keluarga berencana memberikan kemung-kinan bagi pasangan untuk mengatur jarak kelahiran, sehingga orang tua dapat meng-optimalkan pertumbuhan anak. Laporan dari PBB menyajikan bahwa perencanaan kelahi-ran anak memiliki manfaat positif bagi perempuan, yaitu salah satunya perempuan dapat menuntaskan pendidikannya terlebih dulu sebelum hamil dan fokus mengurus anaknya. Kemudian, dampak positif lainnya adalah penggunaan alat kontrasepsi dalam program Keluarga Berencana juga dapat mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mengurangi jumlah aborsi, dan menurunkan angka kematian dan kecacatan terkait komplikasi kehamilan dan persalinan.
KELUARGA BERENCANA DAN KETAHANAN KELUARGA
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
9
Program Keluarga Berencana (KB) yang dilaksanakan sejak awal tahun 1970-an berhasil mengubah paham keluarga besar menjadi keluarga kecil. Keberha-silan ini ditandai dengan penurunan Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate - TFR) dimana sebelum ada program KB, rata-rata perempuan Indonesia memiliki lima atau enam orang anak (TFR 5,6) bahkan di beberapa provinsi di luar Jawa TFR mencapai 7 atau 8 orang anak; kini keluarga Indonesia pada umumnya hanya mempunyai dua atau tiga anak saja (BPS, 2011).
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
10
Ketahanan keluarga mencakup kemam-puan keluarga untuk mengelola sumber daya dan masalah untuk mencapai kesejahteraan (Sunarti, 2001), kemam-puan untuk bertahan dan beradaptasi terhadap berbagai kondisi yang senantiasa berubah secara dinamis serta memiliki sikap positif terhadap berbagai tantangan kehidupan keluarga (Walsh, 1996).
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
11
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
12
Hasil Sensus Penduduk (SP) di Indonesia pada 2010 menunjukan bahwa kenaikan laju pertumbuhan penduduk Indonesia adalah 1,49 persen, atau naik 0,04 persen dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia pada periode 1990-2000. Pada tahun 2010-2017 laju pertumbuhan penduduk per tahun telah mencapai angka 1,34 persen.
TOTAL FERTILITY RATE
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
13
TOTAL FERTILITY RATE IDEAL
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
14
Kasus pernikahan usia anak di Indonesia jarang atau sangat sedikit muncul ke permukaan, akan tetapi sesungguhnya kasus tersebut banyak terjadi. Riset yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan UNICEF menunjukan bahwa korban utama dari adanya pernikahan usia anak adalah kaum perempuan. Pernikahan usia anak bagi perempuan mengakibatkan r e n d a h nya p e n c a p a i a n t i n g k a t pendidikannya, karena anak perempuan cenderung tidak melanjutkan sekolah setelah mereka menikah.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
15
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
16
Perkawinan Usia Anak melanggar beberapa hak asasi manusia yang dijamin oleh Konvensi Hak Anak (KHA), di antaranya adalah:
1. Hak atas pendidikan
2. Hak untuk hidup bebas dari kekerasan dan pelecehan 3. Hak atas kesehatan
4. Hak untuk dilindungi dari eksploitasi
5. Hak untuk tidak dipisahkan dari orang tua mereka
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
17
MENGAPA NIKAH USIA DINI TIDAK DIANJURKAN
Fenomena kawin muda di daerah-daerah di Indonesia selain memiliki konsekuensi kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sosial juga memiliki pengaruh terhadap kehamilan di usia anak yang penuh risiko, baik dari segi kesehatan sik maupun emosional. Alasan mengapa hamil di usia muda memiliki banyak risiko adalah:
Pertama, calon ibu muda umumnya be-lum memiliki emosi yang stabil; Kedua, kematangan alat reproduksi perempuan muda belum sempurna sehingga
belum berfungsi secara optimal; Ketiga, terjadinya pendarahan dan infeksi, karena otot rahim yang dimiliki oleh perempuan muda masih terlalu lemah untuk berkontraksi;
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
18
Isu program Pendewasaan Usia Perkawinan dan Keluarga Berencana membutuhkan adanya perhatian khusus dari legislator dan partai politik. Pasalnya, program-program tersebut selama ini memiliki kesulitan mendapatkan penganggaran dari APBD. Padahal isu mengenai kependudukan memiliki peran penting terhadap pembangunan daerah dan pembangunan Indonesia. Isu mengenai program Pendewasaan Usia Perkawinan dan Keluarga Berencana akan menggambarkan bagaimana para calon legislatif dan partai politik mengerti dan memiliki rasa sensitif yang tinggi terhadap permasalahan yang terjadi di masyarkat, utamanya permasalahan mendasar mengenai kependudukan.
PENGARUH PARTAI POLITIK
DALAMPENDEWASAAN USIA NIKAH
&KB
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
19
Khususnya untuk Kota Medan, menurut hasil Sensus Penduduk tahun 2010, Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang merupakan daerah yang mempunyai penduduk paling banyak jumlahnya. Kota Medan dengan luas kurang lebih 265 km2 atau 0.37% dari luas wilayah Sumatera Utara mempunyai penduduk 2.109.339 jiwa (16.8% dari penduduk Sumatera Utara) dan Kabupaten Deli Serdang dengan luas wilayah 2.486 km2 berpenduduk 1.789.243 jiwa.
PROBLEM KEPENDUDUKAN KOTA MEDAN
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
20
Secara normatif, eksistensi Partai Politik diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 (selanjutnya disebut UU Parpol), sedangkan eksistensi keluarga berencana dan ketahanan keluarga diatur berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
DASAR HUKUM
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
21
Permasalahan hukum dalam keluarga sangat berhubungan dengan kualitas penduduk. Kualitas penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek sik dan nonsik yang meliputi derajat kesehatan, pendidikan, pekerjaan, produktivitas, tingkat sosial, ketahanan, kemandirian, kecerdasan, sebagai ukuran dasar untuk mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang bertakwa, berbudaya, berkepribadian, berkebangsaan dan hidup layak.
PERMASALAHAN KEPENDUDUKAN DI SUMATERA UTARA
Kondisi kesehatan di Provinsi Sumatera Utara berdasarkan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKP) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Sumatera Utara dan Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2009-2013, adalah mencapai:
(1) Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup;
(2) Angka Kematian Ibu Melahirkan sebesar 275 per 100.000 kelahiran hidup; (3) Angka prevalensi Gizi Buruk dan Kurang pada balita yaitu 20%; dan
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
22
Dalam hal lain, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara per 31 Oktober 2016, korban pengguna narkoba di Sumatera Utara sebanyak 350.000 jiwa, dengan usia dari 10 tahun sampai dengan 59 tahun, rangkin ke 3 di Indonesia, dan rangkin 1 peredaran narkoba adalah Jakarta.
INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI SUMUT
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
23
Sedangkan jumlah penduduk miskin Sumatera Utara berdasarkan data BPS per September 2016, adalah sebanyak 1.452.550 orang (10,99%) dari 13.216.401 orang. Berdasarkan Harian SIB tanggal 6 Mei 2016, sekitar 30 % sampai dengan 35 % remaja melakukan perkawinan dini.
JUMLAH PENDUDUK MISKIN
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
24
Secara khusus tujuan khusus Partai Politik adalah:
a. meningkatkan partisipasi politik anggota dan masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan;
b. memperjuangkan cita-cita Partai Politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan
c. membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
PERAN PARTAI POLITIK
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
25
Pasal 11 UU Parpol No. 2 tahun 2008 : : Partai Politik berfungsi sebagai sarana:
a. Pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
b. Penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat;
c. Penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara;
d. Partisipasi politik warga negara Indonesia; dan
e. Rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
26
Satu tantangan bagi caleg dan parpol di wilayah manapun adalah tidak sekedar mendulang suara sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan kursi eksekutif maupun legislatif, namun juga bagaimana partai dapat melahirkan program-program dan kampanye-kampanye yang berkualitas serta penting bagi konstituennya dan masyarakat pada umumnya.
PROGRAM DAN KAMPANYE CALEG DAN PARPOL YANG SEHAT
DAN KOMPREHENSIF
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
27
Titi Anggraini (2018), Ketua Perkumpulan Perludem, menyebutkan bahwa cara memilih caleg yang baik adalah pemilih bisa mulai mengenali caleg yang dirasa Sejalan dengan aspirasi politik pemilih secara pribadi. Sedangkan untuk mengetahui aspirasi politik secara pribadi, pemilih bisa mengidentikasi hal yang menjadi kebutuhan pribadi dan masyarakat dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara.
KIAT MEMILIH CALEG YANG BERKUALITAS
Pemilih harus memahami apa yang menjadi kebutuhan pemilih dan kebutuhan masyarakat. Setelahnya, pemilih dapat mencermati program dan gagasan yang ditawarkan oleh caleg. Langkah tersebut harus diimbangi dengan pengamatan rekam jejak calon. Jangan sampai, program yang ditawarkan hanya berupa janji tanpa adanya realisasi. Bahkan, pemilih juga harus cermat terhadap kasus hukum yang mungkin saja menjadi rekam jejak caleg. Dengan begitu, pemilih punya banyak pertimbangan dalam menentukan pilihannya.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana
pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
28
Tantangan dan hambatan Parpol dan (calon) anggota legislatif dalam pengarusutamaan keluarga berencana dan pendewasaan usia nikah antara lain :
TANTANGAN DAN HAMBATAN
1. Kesadaran dan pemahaman caleg yang bervariasi terhadap urgensi keluarga berencana dan pendewasaan usia nikah.
2. Sistem manajerial dan kaderisasi dalam tubuh partai politik yang belum terselenggara baik.
3. Pendidikan politik dan proses transfer pengetahuan yang belum komprehensif dalam lembaga parpol.
4. Komunikasi antara pemangku kepentingan di tingkat Kementerian/ Lembaga di tingkat pusat maupun daerah dengan partai politik di daerah yang belum terjalin baik.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
Bakran Suni, Program Kerja Calon Kepala Daerah dan Tipologi Pemilih dalam Pilkada, artikel pada Jurnal Ilmu Administrasi Negara, Vol. 12 No. 2n 2 Januari 2013. Badan Pusat Statistik, Statistik Indonesia: Statistical Yearbook of Indonesia 2018, Jakarta, Badan Pusat Statistik, 2018. .
Craig J., “Replacement Level Fertility and Future Population Growth,” https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7834459.
Dede Kartini, et.al., Konsistensi antara Program Partai dengan Kebijakan Publik di Kabupaten Bandung (2011-2015), artikel pada Jurnal Ilmu Pemerintahan, Vol. 1 No. 2 Oktober 2015.
Edmund Conway, 50 Gagasan Ekonomi yang Perlu Anda Ketahui, Jakarta, Esensi Erlangga Group, 2015.
Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Ed. Ke-5, Jakarta, : Erlangga, 1993.
Helmi Karim, “Kedewasaan Untuk Menikah,” dalam Chuzaimah T. Yanggo dan Haz Anshary, Problematika Hukum Islam Kontemporer, Cet. II, Jakarta, Pustaka Firdaus, 1996. .
Nur Fadhilah dan Khairiyati Rahmah, “Rekonstruksi Batas Usia Perkawinan Anak dalam Hukum Nasional Indonesia,” de jure, Jurnal Syariah dan Hukum, Vol. 4 No. 1, Juli 2012.
Risa Ruri Indraswari dan Risni Julaeni Yuhan, “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penundaan Kelahiran Anak Pertama di Wilayah Perdesaan Indonesia: Analisis Data SDKI 2012,” Jurnal Kependudukan Indonesia, Vol. 12 No. 1, Juni 2017. .
Robert Kaye and Paul Richards,The Role of Politicians, a Discussion Paper,
available at http://www.civilservant.org.uk/library/2015_GovernUp_Role_of_Politicians.pdf
Sri Moertingsih Adioetomo dan Elda Luciana Pardede, ed. Memetik Bonus Demogra Membangun Manusia Sejak Dini. Jakarta, Rajawali Press, 2018.
Sunarto HS, “Permasalahan penduduk di Indonesia dan Cara-cara Pemecahannya,” Cakrawala Pendidikan Jurnal Ilmiah Pendidikan, Edisi 3 Tahun ke-3, 1983.
Buku Saku Pendewasaan Usia Nikah dan Pengarusutamaan Keluarga Berencana pada Program-Program Partai Politik dan Calon Anggota Legislatif di Indonesia
The World Bank, “Fertility Rate, Total (Births per Woman),” https://data.worldbank.org/indicator/sp.dyn.tfrt.in. A
Craig J., “Replacement Level Fertility and Future Population Growth,” https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7834459. A
Yanita Debora, “Nasib Program Keluarga Berencana di Ujung Tanduk,” https://tirto.id/nasib-program-keluarga-berencana-di-ujung-tanduk-csoP. A
TribunJakarta, “Ini Penyebab Program Keluarga Berencana Gagal,” http://wartakota.tribunnews.com/2018/02/20/ini-penyebab-program-keluarga-berencana-gagal, .
A
BKKBN Perwakilan Jawa Timur, “Pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan,” http://jatim.bkkbn.go.id/pentingnya-pendewasaan-usia-perkawinan/ A
Palembang Baru, “Komisi IX DPR RI dan BKKBN Sosialisasikan Program Keluarga Berencana,” http://palembangbaru.com/komisi-ix-dpr-ri-dan-bkkbn-sosialisasikan-program-keluarga-berencana/,
A
Andi Juandi, “DPR Dorong Kampung KB di Lumajang,” https://elshinta.com/news/155679/2018/09/15/dpr-dorong-kampung-kb-di-lumajang A
Jatimtimes, “BKKBN dan DPR RI Gelar Integrasi Kampung KB di Kedungwungu,” https://www.jatimtimes.com/baca/162194/20171122/153245/bkkbn-dan-dpr-ri-gelar-integrasi-kampung-kb-di-kedungwungu/
A
BeritaManado, “BKKBN Apresiasi Komisi IX DPR RI, Gelar Sosialisasi KB di Maesan,” https://beritamanado.com/bkkbn-apresiasi-komisi-ix-dpr-ri-gelar-sosialisasi-kb-di-maesaan/ .
A