• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengembalikan Matahari ke Timur pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mengembalikan Matahari ke Timur pdf"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Ribut Achwandi | Komunitas Sogan

1

M ENGEM BALIKAN M ATAHARI KE TIM UR1

Ribut Achw andi

2

Sejak lam a kit a dihadapkan pada sebuah kenyat aan, bahw a peperangan ant ara bangsa Timur dan

Barat adalah sebuah perist iw a yang t idak semat a berkait an dengan polit ik dan ekonomi. Tet api,

me-lingkupi seluruh aspek kehidupan manusia. Dengan pongah, Barat m enganggap, m erekalah bangsa

yang paling beradab. M aka, apa yang mereka lakukan di bangsa-bangsa Timur adalah usaha unt uk

mem beradabkan manusia bangsa Tim ur. Lalu, apa ukuran yang mereka pakai? Adalah ilmu penget

a-huan.

Bangsa Barat mengklaim bahw a kebudayaan dan peradaban yang m ereka bangun adalah hasil

dari penemuan-penemuan ilmiah. M ereka merasa menjadi bangsa paling berilmu. M ereka bahkan

menulis sejarah perkem bangan ilm u penget ahuan mereka it u dengan begit u bangganya.

Sampai-sampai bangsa Timur pun dibikin t ak berkut ik dan har us mengakuinya sebagai sumber rujukan yang

benar. Alhasil, sejarah perkembangan ilmu penget ahuan yang kit a pelajari pun t idak lain adalah

seja-rah mereka. Bukan sejaseja-rah kit a.

Cobalah t engok, buku-buku kuliah, dikt at , bahkan lembar-lembar kerja dosen, at au

jurnal-jur-nal ilmiah di masa kini, sem uanya diaw ali dengan pandangan-pandangan filsafat Barat . Lalu, di m ana

filsafat kit a? Filsafat kit a t elah hangus dibakar oleh kebodohan kit a sebagai bangsa. Kit a t elan

men-t ah-menmen-t ah pandangan Baramen-t men-t erhadap filsafamen-t Timur yang m enganggap bahw a filsafamen-t Timur imen-t u

bu-kan filsafat , melainbu-kan sekumpulan t akhayul, mit os, cerit a fiksi yang mengada-ada dan tak ilmiah.

Padahal, jika kit a mengurai kembali sejarah filsafat Barat yang berakar dari filsafat Yunani

Ku-no, nasibnya just ru lebih parah dari bangsa Timur. Filsafat Yunani yang menjadi cikal bakal filsafat

Barat sem ula hanya sekumpulan mit os-mit os yang bahkan t idak memiliki dasar yang kuat.

Rasiona-lisme yang diusung oleh filsafat Yunani hanya berkut at pada soal objek mat eri (kebendaan).

Semen-t ara dunia meSemen-t afisik yang melipuSemen-t i keyakinan, jusSemen-t ru lim bung. Keyakinan aSemen-t au agam a m ereka Semen-t idak

mam pu m enjamah pada persoalan-persoalan yang krusial. M engapa? Karena di dalam keyakinan

mereka, penggambaran dew a-dew a Yunani t ak jauh beda dengan manusia, baik secara fisik maupun

perilakunya. Ada dew a yang suka kawin, sepert i Zeus. Ada yang suka berperang, sepert i Ares. Ada

ju-ga yang jadi makcomblang, sepert i dew a Cupid dan Aprodhit e. Dan masih banyak lagi.

Tet api, yang perlu diingat , bahw a perkem bangan filsafat Yunani t idak lepas dari peran

bangsa-bangsa Timur sebagai pendahulunya, sepert i M esir, M esopot amia, Sum eria, Babylonia, bahkan India

Kuno. Filsafat Yunani Kuno adalah bagian dari apa yang sudah dipelajari oleh bangsa-bangsa Tim ur.

Tet api, mereka mencoba mem perbaruinya. Sayangnya, pembaruan yang mereka lakukan

meninggal-kan apa yang dijadimeninggal-kan inti dari ajaran-ajaran Timur, yait u t ent ang spirit ualit as. Oleh sebab it u, t

idak-lah mengherankan cara berpikir bangsa Yunani pada masa it u hanya mendasarkan pada pemikiran

rasional. Apa yang mereka cerap dari pancaindera it ulah yang m enjadi bahasan di dalam filsafat

me-reka.

M elom pat ke era Renaissance, Barat kemudian m embangun kebudayaannya dengan

mengu-sung t ema kembali ke asal. Yait u kembali pada semangat Yunani set elah Barat mengalam i era

kege-lapan yang dimulai aw al abad masehi sampai abad pert engahan. M asa it u, di Eropa, t erjadi sebuah

pert ikaian. Orang-orang yang berada di baris keilmuan melaw an ot orit as gereja. M ereka

mengang-gap bahw a gereja adalah ot orit as yang m enghalang-halangi perkem bangan ilm u penget ahuan.

Keku-asaan gereja pun dibat asi dan dihabisi kalau perlu. M aka, saat it u, gereja t idak lagi memiliki

kekuasa-an at as perkem bkekuasa-angkekuasa-an ilm u penget ahukekuasa-an. Jika sebelumnya, set iap apa ykekuasa-ang menjadi pemikirkekuasa-an

o-rang per oo-rang it u dikaji dan dit ent ukan benar-salahnya lew at gereja, saat it u, siapa pun yang m

emi-liki pemikiran yang dianggap ilmiah menjadi t idak diharuskan t unduk pada ot orit as gereja. Alhasil,

perkem bangan ilm u penget ahuan menjadi begit u cepat . Dan sejak saat it u pula, Barat menjadi

1

Bahan materi disampaikan pada LKMM TDI Lembaga Kemahasiswaan STMIK Widya Pratama yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Desember 2014, di Kali Paingan, Linggoasri, Kabupaten Pekalongan.

2

(2)

Ribut Achwandi | Komunitas Sogan

2

nguasa ilmu penget ahuan. Sam pai sekarang, dampak dari perist iw a it u pun m asih dirasakan dalam

dunia ilmu penget ahuan.

Tet api, mari kit a t engok dengan kondisi di Nusantara, negeri gemah ripah loh jinaw i ini pada

masa yang sama. Di era sebelum Renaissance muncul, bangsa Nusant ara, pada abad ke 8 telah

ber-hasil m embangun sebuah m onumen ilm u penget ahuan, yang dinam ai Borobudur. Orang kelak

me-nyebut nya sebagai Candi Borobudur. Kat a Candi pada dasarnya bermakna bangunan. Sepert i kit a

menam ai bangunan megah dengan sebut an gedung. Borobudur pada hakikat nya adalah sebuah

ma-hakarya bangsa Nusant ara yang luar biasa megahnya. Ia t idak hanya m enjadi t empat sem bahyang

bagi penganut Buddha, tet api juga sebuah sist em kalender yang mem adukan t iga sist em, yait u

sis-t em solar (masis-t ahari), sissis-t em lunar (rembulan), dan sissis-t em assis-t ronomi (perbinsis-t angan).

Selain it u, baru-baru ini seorang pengam at dari Barat mengat akan pula bahw a Borobudur it u

semacam t ablet raksasa yang di dalamnya t erdapat panel-panel yang sangat lengkap. Set iap bagian

dan set iap reliefnya adalah dat a-dat a penting yang m engungkapkan kesemest aan (kosmos), baik

mi-kro kosmos (alam manusia) dan mami-kro kosmos (kesejagat an). Dikat akan pula, Borobudur t idak

ubah-nya sebuah sist em komput er yang menyimpan dat a-dat a pent ing. Ia sepert i sebuah chip dalam

uku-ran besar yang di dalam nya setiap relief it u t erhubung sat u sama lain melalui rumus-rumus t ert entu.

Hal ini t erlihat melalui pelet akan st upa dan relief yang saling berhubungan, sert a akurasi dalam

mem bent uk suat u segi empat yang simet ris. Oleh sebab it u, sang pakar ini mengat akan bahw a

pem-bangunan Borobudur past i t idak hanya berdasarkan pada int uisi (perasaan) t et api dilakukan dengan

t eknik yang t inggi. Pembangunan Borobudur memadukan unsur ilmu penget ahuan, t eknologi, dan

seni yang sangat t inggi.

Dalam pandangan yang lain, kait annya dengan keyakinan, Borobudur dianggap pula sebagai

salah sat u bangunan yang di dalam nya t erpahat ajaran-ajaran agam a Buddha. Boleh dibilang,

Borobudur it u semacam kit ab suci dalam bent uk bangunan. Sebagai kit ab suci, sudah past i apa yang

t erdapat di dalam nya adalah ajaran-ajaran agama Buddha. Dalam hal ini, bagian-bagian pada

Borobudur di bagi ke dalam t iga bagian pent ing yang menjadi ajaran agam a Buddha, yait u

Kamadhat u, Rupadhat u, dan Arupadhat u.

Kamadhat u adalah bagian t erbaw ah yang menggambarkan dunia haw a nafsu. Ini

menggam-barkan pula bahw a manusia yang hanya mengandalkan nafsu rendahnya akan menempat i

kedudu-kan t erbaw ah. M anusia yang demikian t idak ubahnya sepert i binat ang. Sedangkedudu-kan Rupadhat u

ada-lah dunia ant ara, art inya dunia yang teada-lah t erbebas dari belenggu nafsu. Posisi Rupadhat u t erlet ak

sat u lant ai di at as Kamadhat u dan sat u lant ai di baw ah Arupadhat u. Bagian ini menggambarkan

kehi-dupan manusia sebagaimana umumnya. Dalam pengert ian ini, kehikehi-dupan manusia yang t elah

men-capai pada usaha pengendalian nafsu unt uk menyeimbangkan kebut uhan mat eri dan rohani. Dari

si-ni, t ampak pula bahw a peranan mat eri masih dipandang pent ing guna mencapai pada kehidupan

ro-hani yang lebih baik. Dan Arupadhat u merupakan bagian t ert inggi. Arupadhat u secara harfiah diart

i-kan sebagai dunia t anpa w ujud. Arupadhat u melam bangi-kan pencapaian kesempurnaan hidup.

Kehi-dupan yang t idak lagi berorient asi pada nafsu dan m at eri, t et api diabdikan pada sikap kerohanian

yang mendalam unt uk mencapai nibana (nirwana). Pada bagian ini dipuncaki oleh st upa paling besar

yang melambangkan bahw a kehidupan nirw ana adalah kehidupan yang t ak t erjangkau oleh

rasiona-lit as akal. Nirw ana t idak dapat digambarkan secara gamblang. Tet api, ia harus diraih, karena di

da-lam nirw ana mengalir kebahagiaan yang t ak t erkira.

(3)

Ribut Achwandi | Komunitas Sogan

3

makanan? Apakah hanya akan mem buat kenyang at au ada manfaat lain, sepert i unt uk alasan

kese-hat an. Tet api jika kit a gunakan Superego, maka akan kit a pikirkan pula t ent ang kem ungkinan unt uk

berpuasa pada saat it u, karena dengan berpuasa kit a akan bisa m erasakan bet apa menderit anya

o-rang yang kelaparan dan juga menyehat kan. At au pula dengan pert imbangan lain, bahw a dengan

berpuasa kit a juga melaksanakan ajaran agama, harapannya kit a akan m endapat kan pahala.

Jelaslah, bahw a apa yang dit eorikan oleh Barat jauh lebih t ert inggal dari bangsa Timur. Teori

psikoanalisis yang digagas Sigmund Freud muncul di abad 20, sedangkan Borobudur muncul di abad

8. Dengan begit u, selisih ant ara keduanya adalah 1200 t ahun. Tidak hanya it u, konsep t ent ang Kam

a-dhat u, Rupaa-dhat u, dan Arupaa-dhat u jauh lebih kompleks. Konsep ini mam pu memasuki sendi-sendi

kerohanian. Sement ara konsep psikoanalisis hanya mendasarkan pada rasionalit as m odern yang

le-bih mem erhat ikan aspek mat eri. Karena, ilm u penget ahuan modern yang digelont orkan oleh Barat

lebih menghendaki pada ket erukuran. Sedang ukuran hanya berlaku pada hal-hal yang t ampak nyat a

(kebendaan). Sement ara, pada aspek spirit ualit as, filsafat Barat modern cenderung mengabaikannya

bahkan ada pula yang sengaja m erusaknya. Sepert i pandangan Niet zsche, Bert rand Russel, at au

bah-kan Karl M arx.

Pandangan ket iga t okoh it u, cenderung mem asukkan keyakinan ke dalam ranah sosiologi yang

berkait an dengan pembent ukan sist em sosial. Agam a dilihat sebagai cara lain dalam berpolit ik,

se-hingga agama seolah-olah menjadi produk dari kebudayaan. M engapa hal it u t erjadi? Ini semat a

krena ket iga t okoh ini mem andang agama dari apa yang dilakukan oleh pemuka agama, terut ama

a-gam a-aa-gama yang berlaku di Eropa. Tet api, mereka kurang cermat di dalam melihat aa-gam a sebagai

pokok ajaran. Dengan kat a lain, tindakan para pemuka agam a dianggap sebagai cerminan ajaran

a-gama. Padahal, hal it u belum t ent u benar.

Begit u kaya ilmu penget ahuan bangsa Timur. Ilm u penget ahuan Tim ur pada hakikat nya dijiw ai

oleh semangat kerohanian yang begit u kent al. Sangat berbeda dengan ilmu penget ahuan Barat yang

nyaris kehilangan akar kerohaniannya. M ereka memisahkan ilmu penget ahuan dengan agama.

Pada-hal, agam a juga mengajarkan t ent ang ilmu penget ahuan yang bahkan t idak diket ahui oleh bangsa

manapun.

Lalu, sejak kapan m asa kegemilangan Tim ur it u meredup? Jaw abnya, sejak ekspansi bangsa

Barat digencarkan, melalui imperealisme dan kolonialismenya. Pelayaran yang dilakukan

bangsa-bangsa Eropa sejak abad 13 m embaw a misi penyebaran ilmu penget ahuan. Bukan hanya mencari

sumber-sumber ekonomi.

Di Nusant ara, kolonialisme bangsa-bangsa Eropa t elah berpengaruh besar t erhadap

peruba-han sist em budaya yang selanjut nya berhasil pula mengubah sist em sosial. Perubaperuba-han it u t erutama

sekali t erjadi sejak kolonialisme bangsa Belanda yang mampu memengaruhi penguasa-penguasa

lo-kal. Kerajaan-kerajaan di Nusant ara pada abad 15 sat u per sat u dapat dit undukkan dengan cara yang

sangat halus, yait u melalui kerja sama perdagangan. Tet api, lambat laun kerja sama it u sampai pula

pada upaya mereka mengubah sist em budaya dan sistem sosial.

Apa yang m embuat demikian? Adalah t ema yang mereka usung, yait u modernisasi. Bangsa

Ba-rat menganggap bahw a budaya Timur, budaya Nusantara it u kuno, t idak njamani. Lalu, set elah m

e-reka menganggap demikian, mee-reka menaw arkan sist em budaya masyarakat modern yang merujuk

pada sist em budaya Barat . Langkah it u sebagai kelanjut an dari proyek yang dikembangkan oleh

Charles Darw in lew at t eori Evolusinya. Bahw a bangsa-bangsa di luar Eropa adalah bangsa yang t

er-t inggal jauh dari kemajuan bangsa Eropa. Anggapan ier-tu er-t ampaknya m engabaikan sisi sejarah bangsa

Timur yang sebenarnya t elah m aju sejak sebelum Barat muncul sebagai bangsa unggul sepert i

seka-rang ini.

(4)

pa-Ribut Achwandi | Komunitas Sogan

4

ling kini, maka bagaimana mungkin budaya akan t erbent uk? Jelasnya, modernisasi hanyalah sebuah

reaksi sosial yang t imbul at as hal-hal yang t erjadi pada kekinian. Dengan demikian, budaya modern

t idak ubahnya sebuah euforia, sepert i sorak-sorai penont on di dalam st adion saat menyaksikan

per-t andingan sepak bola yang dari m eniper-t ke meniper-t selalu berubah-ubah reaksinya karena permainan

yang dilakoni para pemain bola pun berubah-ubah.

Sement ara budaya, m emiliki pola yang t erat ur. Budaya lebih memandang kehidupan sebagai

sesuat u yang berharga, maka apa pun yang t erjadi pada kehidupan akan dipelajari dengan saksama.

Selanjut nya, hal-hal yang dipelajari it u dimaknai. Kemudian dari pemaknaan kehidupan it u

disusun-lah sist em nilai yang pada akhirnya akan dijadikan pengajaran yang dit urunkan pada generasi

beri-kut nya. Begit ulah semest inya budaya. Bukan sekadar euforia yang hanya let upan-let upan reaksi

se-saat .

Di sisi lain, t ampaknya ada salah pengert ian di dalam memahami m odern sebagai budaya.

Se-bab, apa yang digagas bangsa Barat t ent ang m odern bukanlah cult ure (budaya) melainkan civilizat

i-on (yang diindi-onesiakan menjadi peradaban). Penerjemahan ist ilah civilizatii-on ke dalam bahasa

In-donesia inilah yang t ampaknya pat ut dicurigai. Istilah civilizat ion berasal dari kat a civil. Kat a civil

ber-art i sipil at au yang berhubungan dengan penduduk, pemerint ahan sipil, dan sikap sopan. Ist ilah

civili-zation baru digunakan di Eropa bersaman dengan gelombang Revolusi Sosial dan Revolusi Indust ri,

t epat nya pada abad 18. M aka, bisa jadi civilizat ion at au saya menyebut nya sivilisasi adalah sebuah

sist em sosial yang dibangun unt uk merunt uhkan kekuasaan m onarki. Dalam hal ini, sivilisasi

berupa-ya m enempat kan setiap anggot a masberupa-yarakat sebagai manusia merdeka dengan t ujuan unt uk t erlibat

di dalam pengembangan ilmu penget ahuan, t eknologi, seni, hukum dan sem ua aspek kehidupan di

dalam masyarakat .

Dari it u dapat kit a pahami, bahw a modernisasi menghendaki set iap individu memiliki hak yang

sama di dalam membangun sebuah sist em kehidupan bermasyarakat . Tet api, di sisi lain, modernisasi

pada akhirnya juga menjadikan tiap individu saling berbent uran. M odernisasi menjadi ajang

perebu-t an kekuasaan yang perebu-t erkadang jusperebu-t ru mencipperebu-t akan kekacauan.

Tet api, apakah bangsa Timur t ak kalah modern dengan bangsa Barat ? Sebenarnya, bangsa

Ti-mur jauh lebih m odern dari bangsa Barat . Di Nusant ara, bangsa ini t elah digem bleng sekian rat us

a-bad lam anya, dengan kondisi masyarakat yang plural (majem uk). Nusant ara adalah t empat

bertemu-nya sem ua bangsa di dunia, sehingga bangsa Nusant ara adalah bangsa yang beraneka ragam. Tet api,

kekuasaan di masa lalu, terut ama di era sebelum kedatangan bangsa Eropa, t elah mampu mencipt

a-kan sist em masyarakat yang m ampu mengakomodir seluruh bangsa.

Di era kejayaan Kalingga (kerajaan t ua di pesisir ut ara Jaw a abad 7), kekuasaan dibangun

un-t uk menjam in kehidupan m asyarakaun-t lebih baik. Hukum dijalankan dengan sangaun-t un-t egas. Bahkan,

da-lam sebuah prasast i dikisahkan pula put ra Rat u Shim a harus dipenggal kakinya karena kakinya

me-nyent uh kot ak perhiasan yang berada di t engah jalan. M ulanya, seorang saudagar dari Tiongkok

mendengar kabar, bahw a di Jaw a ada kerajaan yang sangat masyhur. Kerajaan it u menerapkan

sis-t em hukum yang kesis-t asis-t, sehingga kehidupan di sana begisis-t u aman dan damai. Tidak ada sasis-t u pun w

ar-ga yang berani melaw an hukum. Unt uk menguji kebenaran kabar it u, sang saudaar-gar senar-gaja m

ele-t akkan peele-ti yang berisi perhiasan di ele-t engah jalan. Selama ele-t iga ele-t ahun peele-ti iele-t u ele-tak bergeser dari ele-t

em-pat nya. Tak sat u pun ada yang berani memindahkannya. Tet api, karena dirasa mengganggu jalan,

sang put ra mahkot a pun m emindahkan pet i it u dengan menendangnya. Kejadian it u dilaporkan

ke-pada Rat u Shima, sehingga Rat u pun menghukum sang put ra mahkot a dengan m emot ong kakinya.

Di sisi lain, apa yang m em buat hukum di negeri Kalingga begit u t egas, t idak lain karena m

ere-ka memiliki dasar kit ab undang-undang hukum yang jelas. Kit ab it u bernama Kalingga Dharmasast ra.

Kit ab it u berisi 174 pasal yang memuat pasal-pasal pidana dan perdat a. Kit ab it u merupakan kit ab

hukum yang didasari oleh hukum dalam ajaran agama Hindu.

(5)

kepemim-Ribut Achwandi | Komunitas Sogan

5

pinan jika ada sat u pun w arga negaranya yang berlaku t idak jujur, karena it u art inya ia t idak berhasil

mem impin negeri Kalingga.

Sedemikian hebat nya sang Rat u ini memimpin negeri Kalingga, sampai-sampai kabar it u t

erde-ngar oleh Ut sman bin Affan, khalifah ketiga set elah m asa kepemimpinan Abu Bakar dan Umar bin

Khat ab. Pada masa it u pula, Ut sman bin Affan m engirimkan ut usan M uaw iyah bin Abu Sufyan

kepa-da Rat u Shima. Tikepa-dak lain, misi Ut sman bin Affan akepa-dalah mengislamkan kerajaan Kalingga. Tet api,

dalam proses negosiasi it u, M uaw iyah bin Abu Sufyan just ru t erkagum dengan sist em hukum yang

berlaku di Kalingga, karena sudah m enerapkan syariat yang diajarkan Islam . Sang ut usan ini kembali

ke M ekah dan memberit akan perihal it u. Lalu, negosiasi kem bali dilakukan dengan mengubah

pro-posalnya, yait u m enyempurnakan ajaran t auhidnya. Negosiasi ini baru berhasil pada masa

kekuasa-an Jay Shim a, put ra skekuasa-ang Rat u Shim a. Jay Shim a akhirnya m asuk Islam diikut i oleh para pejabat

kera-jaan yang bernama Rakyan Sancang, seorang pangeran dari Tarumanegara. Tidak main-m ain,

masuk-nya Rakyan Sancang ini juga diikut i upayamasuk-nya membant u pasukan Ali bin Abi Thalib dalam pert em

pu-ran menaklukkan Cyprus, Tripoli, dan Afrika Ut ara, sert a membant u mendirikan kekhalifahan di Ipu-ran,

Afganist an, dan Sind.

Tet api, fakt a ini t idak mungkin kit a dapat kan dari t ulisan-t ulisan sarjana sejarah Barat at au

sar-jansarjana didikan Barat. M engapa? Barat takut jika semangat Timur menyala kembali. M ereka t

a-kut jika it u terjadi, mereka akan kembali t erperosok pada sit uasi yang sama di era kegelapan. Karena

sebenarnya mereka t ak memiliki kebudayaan. Oleh sebab it u, set iap ada gerakan kebangkit an dari

bangsa Timur, seperti yang pernah dilakukan oleh Tiongkok beberapa w akt u lalu, selalu dit

umbang-kan melalui kekuat an polit ik ekonomi. Begit u pula yang t erjadi di Irak, Iran, dan beberapa negara

Ti-mur Tengah lainnya, yang berupaya mengusung semangat kult ur mereka, selalu dit umbangkan lew at

embargo ekonomi, kebijakan polit ik dunia, dan berbagai macam isu yang berkait an dengan Hak Azasi

M anusia.

Lalu, bagaimana dengan bangsa Indonesia yang dulunya dikenal sebagai Nusant ara? Nasibnya

sama dengan m ereka yang ingin bangkit . Era Soekarno yang menggelorakan sem angat Nusant ara

di-gem pur dengan berbagai isu polit ik, sampai pada akhirnya dit umbangkan melalui perist iw a ’65.

Begi-t u pula di era SoeharBegi-t o, Begi-t eruBegi-t ama saaBegi-t menjelang masa akhir kekuasaannya, SoeharBegi-t o yang kem

udi-an diudi-anggap menelikung Am erika dudi-an Sekut unya pun diringkus. Apalagi di era Habibie yudi-ang berjaludi-an

singkat . Harus diket ahui, keberadaan Habibie di Indonesia bagi Barat adalah ancaman. Karena Barat

t idak menghendaki ada orang cerdas dan berani yang muncul ke publik di negeri-negeri Timur.

Begi-t u pula dengan Gus Dur, yang dianggap BaraBegi-t sebagai sosok fenomenal yang membahayakan bagi

Barat . M aka Gus Dur pun harus lengser. Di era M egawat i, tampaknya Barat t ampak w as-w as. M

engi-ngat , M egaw at i adalah put ri dari sang Proklam at or, sang Put ra Fajar. M aka pemerint ahan M egaw at i

pun dibikin t idak banyak berkut ik. Demikian juga dengan pemerint ahan SBY. Barat kala it u begit u

berhat i-hat i mendekat i SBY, sampai akhirnya Barat bisa sedikit mengendalikan Indonesia dari jauh.

Lalu, bagaimana dengan era kepemimpinan sekarang? Era Jokow i. Kit a akan saksikan apakah benar

akan ada revolusi ment al at au just ru jauh dari harapan? Semua sangat bergant ung dari kemauan kit a

sebagai generasi masa kini unt uk mengubah keadaan.

Pengalaman m asa lalu sebagai bangsa jajahan t ak boleh lepas dari ingat an. Tet api, bukan

berart i kit a harus mew arisi w at ak bangsa terjajah, melainkan m ew arisi semangat Nusant ara, bangsa

penjelajah yang dulu kala mampu menguasai 2/ 3 w ilayah dunia. Dari belahan barat benua Amerika

bagian selat an sampai ke w ilayah M adagaskar. Penguasaan it u t idak dijalankan dengan imperealisme

maupun kolonialisme, melainkan dihasilkan dari not a kesepahaman (M oU) yang dinamai Amukt i

Palapa.

(6)

Ribut Achwandi | Komunitas Sogan

6

kekerabat an dunia yang dijalankan dengan cara yang damai, t anpa peperangan, t anpa

menumpah-kan darah rakyat .

Inilah yang kemudian dit iru oleh Barat dengan m endirikan Liga Bangsa-bangsa (LBB) yang

ke-mudian berubah m enjadi Perserikat an Bangsa-bangsa (PBB). Tet api ada perbedaan mendasar, yakni

cara-cara yang dilakukan Barat sebelum m unculnya gagasan LBB maupun PBB. Barat mencipt akan

perang di mana-mana, lalu Barat sendiri yang mengakhiri perang dengan dalih bahw a perang t elah

menciderai sendi-sendi kemanusiaan. Kemudian, mereka seolah-olah t ampil sebagai pahlaw an

ke-manusiaan, penyelamat dunia. Sungguh, ini adalah sandiw ara polit ik yang menurut saya paling

ko-nyol dilakukan oleh sebuah bangsa. Ingin t ampil sebagai pahlaw an, tet api dengan cara-cara yang t

i-dak manusiaw i.

Kini, seiring berjalannya w akt u, Barat terus mencokolkan kekuasaan mereka lew at

perkemba-ngan ilmu penget ahuan dan teknologi. Dan lagi-lagi, kit a dipaksa t unduk lew at kemalasan kit a unt uk

berbuat . Kit a dididik unt uk sekadar menjadi bangsa konsumen. M asyarakat user yang hanya bisa

menggunakan t anpa m ampu mencipt akan. Sist em pendidikan kit a t idak lain hanyalah hasil impor

dari Barat . Begit u pula dengan t eori-t eori yang kit a pelajari adalah barang dagangan Barat yang

dijual kepada kit a lalu hanya dibeli t anpa kit a m au memfilt ernya. Hingga pada akhirnya, kit a t ak

sadar bahw a mat ahari yang dulu t erbit dari t imur, sudah berpindah di barat . Kit a silau memandang

Barat seolah-olah sebagai cahaya t erang yang menerangi dunia. Kit a silau memandang Barat sebagai

pencerahan. Bahkan, kit a harus berkeringat karena dit empa cahaya mat ahari yang t elah diam bil oleh

Barat . Kit a menjadi bangsa budak. Ya, bangsa Barat t elah merebut mat ahari Timur dengan begit u

dahsyat nya. Dimulai dari angka nol!

Perlu disadari, bahw a penemuan angka nol, angka t erakhir yang dit em ukan dalam dunia

mat emat ika, berasal dari Tim ur. Bukan Barat ! Sekali lagi, bukan Barat!

Sejarah penemuan angka nol dim ulai dari bangsa Sumeria yang meninggali kaw asan sungai

Tigris dan Efrat . Tet api, mereka t idak menganggap nol sebagai angka, melainkan sebagai sim bol.

Begit u juga dengan bangsa M esopot amia, Babylonia, dan Persia. M ereka menganggap nol bukan

sebagai angka. Barulah di India, pada abad 4-5 masehi, nol dimasukkan ke dalam sist em angka. Ada

dua sist em angka yang berkembang di India w akt u it u, yait u angka Brahma dan Gupt a. Sist em angka

ini dicipt akan melalui ajaran agam a Hindu. Sist em angka Brahma dikenal India sebelum abad 4

masehi, dan angka Gupt a baru dikenal pada abad 4 masehi. Sist em angka Brahma menganggap nol

it u t idak ada at au kosong. Tet api pada sist em angka Gupt a nol dianggap ada. Oleh Brahmagupt a,

seorang pendet a Hindu, angka nol kemudian dim aknai sebagai angka. Tet api, di dalam

pengoperasian sist em hit ung t ampak muncul kekacauan, t erut ama pada pembagian 0 dengan 0.

Brahm agupt a m enyat akan bahw a 0 + 0 = 0, 0 – 0 = 0, 0 x 0 = 0, dan 0 : 0 = 0.

Tiga sampai empat abad kemudian, angka nol ini dipelajari oleh Al Khaw arizmi, seorang

pene-mu aljabar berkebangsaan Persia. Dalam hal ini, Al Kharizm i berhasil m emecahkan sist em hit ung

angka nol yang sempurna. Bahw a, 0 + 0 = 0, 0 – 0 = 0, 0 x 0 = 0, 0 : 0 = Error, 0 + 1 = 1, 0 - 1 = -1, 0 x 1

= 0, 1 x 0 = 0, 0 : 1 = 0, 1 : 0 = ~. Penemuan ini menggem parkan dunia m at ematika. Dan ket ika angka

nol dikenalkan pada bangsa Barat , Barat m enolaknya. M engapa? Karena pada m asa it u, ot orit as

gereja merasa t erganggung dengan penemuan angka nol. Otorit as gereja ket ika it u bahkan

menganggap angka nol sebagai angka sial, angka set an. M engapa? Karena mereka menganggap

angka nol akan merusak paham t rinit as. M ungkin anggapan it u t idak keliru, sebab dasar hukum

hit ungan angka nol Al Khaw arizmi dimulai dari pem ikiran t auhidnya sebagai seorang M uslim. Dimulai

dari kalimat t auhid laailahaillallah (t idak ada Tuhan, selain Allah). Tidak ada Tuhan maka art inya nol

(0), selain Allah m aka art inya hanya ada sat u yait u Allah (1). Art inya, selain Allah it u adalah makhluk.

Dan nilai m akhluk it u sam a yait u nol, karena yang ada hanya sat u yait u Allah. M aka ket ika 0 : 1 = 0.

Art inya, makhuk it u jika dibandingkan dengan Allah, t idak ada apa-apanya. Dan ket ika 1 : 0 = ~.

Art inya, Allah di hadapan m akhluk it u M aha Segalanya.

(7)

Ribut Achwandi | Komunitas Sogan

7

pernah belajar di Arab. Tet api, ia t idak menggunakannya dalam w ilayah filsafat , melainkan hanya

digunakan di bidang hit ungan perdagangan. Lalu, m uncullah sat uan 10, 100, 1000 dan set erusnya.

Juga muncul pecahan desimal 0,1, 0,01, 0,001, dan set erusnya.

Jika demikian, bangsa Tim ur, sejak dulu t erus m emimpin dalam hal perkembangan ilmu

penget ahuan dan t eknologi. Tet api, semangat it u t erus dilemahkan. Sebagai generasi bangsa Timur,

semest inya semangat ini kit a nyalakan kembali. Dengan cara apa? M ari kit a t engok pengalam an

bangsa Jepang. Diakui at au t idak, salah sat u bangsa Timur yang cukup cerdas di dalam menanggapi

dan menyikapi perubahan zaman. M ereka m emodifikasi paham modernisme yang diusung Barat

dengan t et ap mempert ahankan ket im urannya. Filsafat Timur yang mereka punya dijadikan bekal

dalam mengusung kehidupan spirit ual mereka. Sement ara modernit as yang diam bil dari Barat

sebat as pada hal-hal yang bersifat mat erinya.

Kini t inggal pekerjaan rumah bagi kaum int elekt ual, bagaimana kemudian spirit Nusant ara

menjadi esensi kehidupan bagi bangsa Nusant ara. Kaum int elekt ual perlu membuat kajian-kajian

mendalam mengenai ilmu penget ahuan yang t elah dimiliki oleh bangsa Nusant ara guna menem ukan

kembali spirit Nusant ara. Saya yakin, spirit Nusant ara akan bangkit kembali. Sebab bagi saya, spirit

Nusant ara adalah keniscayaan. Spirit Nusant ara berakar dari pemaknaan hidup dan penghormat an

pada set iap pribadi sebagai individu yang unik dengan dasar pemahaman yang komprehensif at as

a-jaran-ajaran agam a. M aka, t idak m engherankan jika spirit Nusant ara dijiw ai oleh landasan pemikiran

ke-bhineka-an. Sepert i m at ahari yang m emberi t erang pada semua bangsa t anpa mem bedakan

asal-usulnya.

Sumber bacaan:

Adian, Donny Gahral. 2001. M atinya M et afisika Barat . Jakart a: Komunit as Bam bu.

Diamond, Jared. 2014.

Collapse: Runt uhnya Peradaban-peradaban Dunia (dit erjemahkan oleh

Damaring Tyas Wulandari Palar). Jakart a: Gramedia.

Eliade, M ircea. 2002. M itos Gerak Kembali yang Abadi, Kosmos dan Sejarah. Dit erjemahkan oleh Cuk

Anant a dari buku The M yt h of t he Et ernal Ret urn or, Cosmos and Hist ory (1991). Yogyakart a:

Ikon Teralit era.

Kusum ohamidjojo, Budiono. 2009.

Filsafat Kebudayaan: Proses Realisasi M anusia. Yogyakart a:

Jalasut ra.

M aksum , Ali. 2012. Pengant ar Filsafat dari M asa Klasik Hingga Postmodernisme. Yogyakarta: Ar Ruzz

M edia.

Noerhadi, Toet y Herat y. 2013. Aku dalam Budaya: Telaah Teori dan M etodologi Filsafat Budaya.

Jakart a: Gramedia.

Rendra, W .S. 2008. M embela M asa Depan: Kumpulan Orasi. Jakart a: Burungmerak Press.

Sunyot o, Agus. 2013. At las Wali Songo. Depok: Pustaka Iiman.

Suseno, Franz M agnis. 2001a. Et ika Jaw a: Sebuah Analisis Falsafi t entang Kebijakan Hidup Jawa.

Jakart a: Gramedia.

Takw in, Bagus. 2003. Filsafat Timur: Sebuah Pengantar ke Pemikiran-pemikiran Timur. Yogyakart a:

Jalasut ra.

Toynbee, Arnold. 2004. Sejarah Umat M anusia: Uraian Analit is, Kronologis, Narat if, dan Komparatif

(dit erjemahkan oleh Agung Prihant oro dkk). Yogyakart a: Pustaka Pelajar.

Referensi

Dokumen terkait

Ricky Isai Widianto : Analisis Periklanan Terhadap Citra Merek Sepeda Motor Honda Pada Mahasiswa Manjemen..., 2005.. Universitas Sumatera Utara Fakultas Ekonomi.. Program

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis strategi bauran pemasaran pada PT Bank Sumut Cabang Iskandar Muda Medan dalam meningkatkan jumlah nasabah.. Adapun metode penelitian

Ade Firly Kayadu: Analisa Pengaruh Tingkat Suku Bunga Dan Inflasi Terhadap Jumlah Deposito Pada..... Ade Firly Kayadu: Analisa Pengaruh Tingkat Suku Bunga Dan Inflasi Terhadap

[r]

Increasing the Tenth Year Students’ Reading Comprehension Achievement by Using Jigsaw IV Technique at MA Darussalam Jember in the 2009/2010 Academic Year; Ummi Zakiyah ,

In her rhetoric of significance, Abu Jaber presents her questions on identities, longing for home, self- discovery, and cultural transmission.. Thisrhetorical

Sebenarnya di lokasi ini terdapat potensi air baku yang dapat diolah menjadi sumber air minum masyarakat melalui sistem perpipaan dan gravitasi, Cuma jaraknya yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi siswa pada mata diklat keselamatan dan kesehatan kerja, dengan sumbangan sebesar