• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode pendekatan psikologi dalam mengurangkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Metode pendekatan psikologi dalam mengurangkan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

METODE PENDEKATAN PSIKOLOGI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Umum

Iwan Aji Santa Nim. 06.20301.00090

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

Psikologi

I. Definisi Psikologi

Psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: psyche = jiwa dan logos =

kata, dalam arti bebas psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang

jiwa/mental. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena

sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi

dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya,

sehingga Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang

mempelajari tingkah laku dan proses mental.

Berbicara tentang hal jiwa, terlebih dahulu kita harus dapat membedakan

antara nyawa dengan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang adanya tergantung

pada hidup jasmani dan menimbulkan perbuatan badaniah (organic behavior),

yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar. Misalnya : instink, reflek,

nafsu dan sebagainya. Jika jasmani mati, maka mati pulalah nyawanya.

Sedangkan jiwa adalah daya hidup rohaniah yang bersifat abstrak, yang

menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi

(personal behavior) dari hewan tingkat tinggi manusia. Perbuatan pribadi ialah

perbuatan sebagai hasil proses belajar yang dimungkinkan oleh keadaan jasmania,

rohania, social dan lingkungan. Proses belajar ialah proses untuk meningkatkan

kepribadian (personality dengan jalan berusaha mendapatkan pengertian baru,

nilai-nilai baru, dan kecakapan baru, sehingga ia dapat berbuat yang lebih sukses

dalam menghadapi kontradiksi-kontradiksi dalam hidu[. Jadi jiwa mengandung

(3)

Ilmu jiwa berdasarkan atas renungan-renungan untuk mencari jawaban :

Apakah jiwa itu ? Dari mana asalnya ? Bagaimana sifatnya ? Di mana

tempatnya ? Apa tujuannya ? Kemana perginya dan seterusnya, disebut Ilmu jiwa

kehikmatan atau Ilmu jiwa metafisis.

Bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain seperti : ilmu pasti, ilmu alam

dan lain-lain, maka ilmu jiwa dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang

serba kurang tegas, sebab ilmu ini mengalami perubahan, tumbuh, berkembang

untuk mencapai kesempurnaan. Karena sifatnya yang abstrak, maka kita tidak

dapat mengetahui jiwa secara wajar, melainkan kita hanya dapat mengenal

gejalanya saja.

II. Obyek Pembahasan Psikologi

Setiap ilmu pengetahuan mempunyai obyek tertentu dalam

pembahasannya. Obyek ilmu tumbuh-tumbuhan misanya mempercakapkan

tentang tumbuh-tumbuhan. Obyek ilmu hewan ialah dunia hewan. Obyek ilmu

falak ialah matahari, bulan, bintang dan seterusnya.

Demikian pula ilmu jiwa juga mempunyai obyek, yaitu jiwa. Seperti yang

di jelaskan di atas bahwa jiwa itu sampai saat ini masih belum diketahui. Ia

bersifat abstrak, tidak dapat dilihat, didengar, dirasa, dicium, ataupun diraba

(4)

III.Fungsi Ilmu Psikologi

Psikologi memiliki tiga fungsi sebagai ilmu yaitu:

 Menjelaskan

Yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku

itu terjadi. Hasilnya penjelasan berupa deskripsi atau bahasan yang bersifat

deskriptif.

 Memprediksikan

Yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan

mengapa tingkah laku itu terjadi. Hasil prediksi berupa prognosa, prediksi

atau estimasi.

 Pengendalian

Yaitu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan.

Perwujudannya berupa tindakan yang sifatnya prevensi atau pencegahan,

intervesi atau treatment serta rehabilitasi atau perawatan.

IV. Pendekatan Psikologi

Tingkah laku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda, dalam

psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan yaitu :

1. Pendekatan neurobiologist

Tingkah laku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan

sistem syaraf. Pendekatan neurobiologis berupaya mengaitkan perilaku yang

terlihat dengan impuls listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta

menentukan proses neurobiologi yang mendasari perilaku dan proses mental.

2. Pendekatan perilaku

Menurut pendekatan perilaku, pada dasarnya tingkah laku adalah respon

(5)

R atau suatu kaitan Stimulus - Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek

tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson

kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti B.F.Skinner, dan melahirkan

banyak sub-aliran.

3. Pendekatan kognitif

Pendekatan kognitif menekankan bahwa tingkah laku adalah proses

mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai,

membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Individu

menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas

stimulus yang datang.

4. Pendekatan psikoanalisa

Pendekatan psikoanalisa dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini

bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar.

Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti

keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan

tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk

dipuaskan.

5. Pendekatan fenomenologi

Pendekatan fenomenologi ini lebih memperhatikan pada pengalaman

subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan

individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan

segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmad, Psikologi Umum, Surabaya: PT Bina Ilmu.

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan pengaruh kemiskinan kultural terhadap feminisasi kemiskinan, International Labour Office (2004) menyatakan bahwa kaum wanita miskin lebih

Kajian bertujuan untuk melihat perubahan diversiti komuniti semut kanopi dan semut daun sarap di hutan fragmen E, Kalabakan, Tawau dan hutan dara, OG2 di Lembangan Maliau selepas

Perbandingan proses dan hasil pada sistem pengenalan pola wajah yang dibuat harus memiliki fungsi sebagai pembanding antara metode Eigenface untuk digunakan sebagai acuan untuk

(14) JENIS-JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.. JENIS PENERIMAAN NEGARA

Tulisan ini hendak memberikan legal problem solving terhadap permasalahan penumpukan perkara pidana di Indonesia yang hingga saat ini belum mampu terpecahkan,

Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia

(2010).Changing Model of Nursing Care from Individual Patient Allocation to Team Nursing in the Acute Inpatient Environment... Team Supervision in Multidisciplinary

Begitu juga dengan sifat-sifat yang telah disepakati atau kesesuaian produk untuk aplikasi tertentu tidak dapat disimpulkan dari data yang ada dalam Lembaran Data Keselamatan