PERENCANA
AN TEMATIK
PEREKONO
MIAN 2017
Disampaikan dalam Musrenbang Tematik Yogyakarta, 17 Maret 2016
PENDEKATAN PEMBANGUNAN:
HOLISTIK, TEMATIK, TERINTEGRASI, DAN SPASIAL
Holistik- Tematik: Untuk mencapai sasaran prioritas nasional,
perlu koordinasi multi kementerian, yaitu antara lain Kementan,
Kemen PUPR, Kemen ATR, dan Kemen KLH, KemenPerdagangan
serta Pemerintah Daerah.
Integratif: Pencapaian Kedaulatan Pangan misalnya perlu
dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan produktiftas
lahan existing, menyetop konversi lahan produktif, reforma
agraria, pencetakan sawah baru, pengembangan pertanian
organik, pengendalian harga dan impor pangan, dan seterusnya
(kombinasi berbagai rogram/kegiatan).
Kehutana
n dan
Perkebuna n
Kelautan dan Perikanan
Ketahana
n pangan Koperasi
Pertani
an
Perindag Pariwisata InvestasiKinerja Pembangunan
Daerah (1)
Nilai IKRAR DIY, 62,94 dan masuk urutan ke 3 setelah DKI Jakarta (65,18) dan Bali (63,64)
DKI Jakarta
DIY Kaltim
76,8
1
68,9
0
Rata-rata Nasional
DIY IPM Terbaik Kedua
DKI Jakarta
DIY Bali
DIY Indeks Kemiskinan Multidimensi Terendah Kedua
1
IPM
Indeks KemiskinanMultidimensi
Nilai
IKRAR
Pada skala nasional, tingkat kemiskinan DIY menempati rangking 9 dibandingkan wilayah lain (diatas rerata nasional) pada 2014
Posisi Daya Saing Nasional DIY Masuk Urutan Ke 18
DIY
0,413 Gini Ratio Tertinggi Kedua
Setelaj Papua
NTB
DKI
DIY
BAL
I
Ketimpangan Pendapatan DIY Tertinggi Kedua Setelah Papua
Nilai ICOR DIY tertinggi ke 3 setelah DKI yang menunjukkan
investasi/penanaman modal di DIY kurang efsien.
Memberikan pengaruh pada meningkatnya permasalahan transportasi di jalan termasuk kemacetan lalu lintas yang menyebabkan penurunan
kecepatan, tidak optimalnya
transportasi public.
Meningkatnya Konversi Lahan Kearah
Terbangun
Pengurangan Catchment
Area
Isu Pergeseran Budaya
Ratio
ICOR
Makro Ekonomi 2015
Tahun dasar 2000
Tahun dasar 2010
20114 2012 2013 2014 2015 4.5
5.16 5.32
5.5
DIY Nasional
1. Pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 4.49 % lebih baik dibanding rata-rata nasional namun merupakan yang
terendah di regional Jawa-Bali-Nustra
2. Dari sisi pengeluaran,
pertumbuhan ekonomi DIY didorong oleh konsumsi
pemerintah & konsumsi rumah tangga
3. Perekonomian DIY masih ditopang tiga sektor utama, yaitu industri pengolahan, pertanian, serta akomodasi & makan minum
Pertanian; 10.7
Industri Pengln; 13.1
Konstruksi; 9.4 Perdagangan; 8.2
Transportasi ; 5.7 Akomodasi ; 10.2
Infokom; 8.1 Jasa Keuangan ;
4.0 Real Estate; 7.0 Adm Pem; 8.2
Jasa Pendidikan; 8.5
Lainnya; 6.9
Distribusi PDRB Menurut Lapangan
Usaha 2015 (%) :
Perekonomian DIY masih
ditopang oleh TIGA sektor
utama, yakni :
•
Industri Pengolahan
•
Pertanian
(termasuk
kehutanan, perkebunan, dan
perikanan)
Distribusi PDRB Tahun 2015: atas dasar pengeluaran
PDRB DIY 2015
:
menurut
pengeluaran
•
Postur penggunaan PDRB
2015masih didominasi oleh
konsumsi rumah tangga (67,7%)
•
Pertumbuhan impor DIY sangat
tinggi jauh melebihi pertumbuhan
ekspor. Hal ini berdampak pada
pertumbuhan net ekspor yang
mengalami kontraksi
•
Proporsi konsumsi pemerintah
hanya sebesar 16,7 % dengan
pertumbuhan 3,5%
Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)
Ekspor Luar Negeri
Impor Luar Negeri 67,7%
30,5%
16,7%
6,2%
5,0%
Hub Jawa
Pendidika
n
Pariwisata
Jasa
Kesehata
n
Penerbanga
n
Jasa
Keuangan
Geostrategis DIY :
Pusat Pertumbuhan dan Pelayanan
Jawa Bagian Tengah Selatan
DIY
memiliki
peran
penting
dalam
mendukung
koridor ekonomi
Jawa,
sebagai
pusat
pertumbuhan di
bagian selatan.
DIY
memiliki
peran
penting
dalam
mendukung
koridor ekonomi
Jawa,
sebagai
pusat
pertumbuhan di
bagian selatan.
POTENSI YANG LAIN
Lingkungan,
keamanan, sosial &
politik stabil
Unik
Biaya hidup murah
Destinasi beragam
dan berdekatan
Masyarakat yang
2011 2012 2013 2014 2015
Jumlah Wisatawan Nusantara Jumlah Wisatawan Mancanegara
KONDISI PARIWISATA DIY
:
Perkembangan Kunjungan Wisawatan di DIY
:
Meningkat pesat
Perkembangan Lama Tinggal Wisatawan:
masih
belum mencapai target 2.30 hari
Perkembangan
kunjungan
wisatawan
yang
meningkat
256% dlm
kurun waktu 5
tahun terakhir
belum diikuti
dengan
peningkatan
Lama Tinggal
wisawatan
yang signifkan
20110 2012 2013 2014 2015 0.5
1.56 1.59 1.58
1.85
KONDISI INVESTASI di DIY
:
Nilai Investasi DIY yang tumbuh positif menunjukan
DIY memiliki daya tarik investasi dan iklim usaha
yang kondusif.
Namun demikian sebaran investasi masih belum
merata
20110 2012 2013 2014 2015 2,000,000,000,000
Investasi PMA + PMDN (Rp) KO
TA Y
Investasi PMA + PMDN di
DIY (Rp)
NILAI TUKAR PETANI di DIY
:
CAPAIAN NTP SUB-SEKTOR PERTANIAN PADA 2015 :
PERKEMBANGAN NTP & Unsur Pembentuknya pada 2015 :
DINAMIKA capaian NTP DIY 2011-2015 : cenderung menurun
Asumsi tahun dasar NTP 2012
TP
jan feb mar apr mei jun jul ags sept okt nov des
90
117.03 116.57 115.62
115.1 116.3 118.41
119.66 121.11 122.67 122.71
123.64 125.28
116.57 115.66 116.22 116.61 117.2 117.98 118.52 119.29 119.19 119.35 120.02 121.23
100.4 100.79 99.84
98.71 99.24 100.36 100.96 101.53
102.92 102.82 103.01
103.34
Indeks Harga Diterima Petani Indeks Harga Dibayar Petani NTP
2012 2013 2014 2015
100 101 102 103 104
103.74 103.7
102.2
MASYARAKAT EKONOMI ASEAN
“Komunitas negara ASEAN
memberlakukan
SISTEM PASAR TUNGGAL yang
TERBUKA dan
BEBAS utk perdagangan barang, jasa, investasi, modal, tenaga kerja yg
TERINTEGRASI
Tantangan DIY menghadapi
MEA
:
• Angkatan kerja berpendidikan rendah
• Adanya ketimpangan pembangunan wilayah yang cukup tinggi
• Pembangunan infrastruktur (terkendala pembebasan lahan) : kawasan industri dan bandara
• Perubahan iklim mengganggu produktiftas lahan & kelangsungan usaha pertanian
• Bukan basis industri besar
PENINGKATAN DAYA
SAING
SWASEMBADA
PANGAN
BERKELANJUTAN
PENINGKATAN &
PEMERATAAN
INVESTASI
ISU STRATEGIS YANG BERPENGARUH TERHADAP TEMATIK
PERENCANAAN TA 2016
D
E
OPTIMALISASI
DIVERSIFIKASI PRODUK
LOKAL BERKUALITAS
PENINGKATAN
KAPASITAS PELAKU
USAHA LOKAL
PENINGKATA
N PRODUKSI
PANGAN
STRATEGIS
IMPLEMENTA
SI PERLIND.
LHN.
PERTANIAN
PANGAN
BERKELANJU
TAN
PENYELESAIAN
PELABUHAN TANJUNG
ADIKARTO
PENGEMBANGAN
KAWASAN STRATEGIS
PARIWISATA
PERCEPATAN
KAWASAN INDUSTRI
Tematik Perencanaan
TA 2016 diharapkan
mampu
mendukung
pencapaian sejumlah
sasaran strategis (IKU
Pemda DIY), seperti :
pendapatan
per
kapita,
indeks
ketimpangan
KEGIATAN UNGGULAN SKPD
1. Jogja Kota Batik Dunia
2. Pengembangan Kawasan Industri Piyungan
3. Pengembangan Industri Logam Alumunium
4. Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan
Dalam Negeri
5. Penumbuhan dan Revitalisasi Koperasi
6. Inkubator Bisnis melalui Optimalisasi
PLUT-KUMKM
(Pusat Layanan Usaha Terpadu)
7. Destinasi Unggulan Pariwisata
8. Pelabuhan Tanjung Adi Karto
9. Optimalisasi Kelembagaan Nelayan (Koperasi
Nelayan)
10.
Penanganan Desa Rawan Pangan
11.
Penanganan lahan pertanian berkelanjutan
12.
Pengembangan Kawasan Ngipiksari
13. Pengembangan Tahura
14.
Pengembangan model desa kakao
15.
Pengembangan wana wisata budaya
PENINGKATAN DAYA SAING
DAERAH
OPTIMALISASI DIVERSIFIKASI PRODUK LOKAL BERKUALITAS :
Ekonomi Kreatif
PRODUK
LOKAL
BERKUALITAS
Nilai Tambah Daya Saing
Berkualitas Marketable
PERTANIAN
PERTANIAN
HUTBUN
HUTBUN
PERIKANAN
PERIKANAN
Pengembangan Desa Kakao, Sentra
Teh, Penanganan Produksi Hasil Hutan
Pengembangan Perikanan Budidaya
(Bibit) & Tangkap Pengembangan Komoditas
Horti (krisan, buah, biofarmaka) & Komoditas
Ternak Strategis
KETAHANAN
PANGAN
KETAHANAN
PANGAN
Pengembangan pangan segar dan
olahan lokal potensial secara
B2SA
IKM
IKM
Destinasi Wisata
Destinasi Wisata
Berbasis Wilayah (agropolitan,
minapolitan, agrowisata)
Produk Lokal (branding)
Peningkatan mutu produk: Standarisasi &
Sertfkasi (SNI, SVLK, dst)
Peningkatan produk pariwisata:
PENINGKATAN KAPASITAS PELAKU USAHA LOKAL
PELAKU
USAHA
Ekternal :
Internal :
2. SDM
3. Modal
4. Produksi
5. Mutu
6. Manajerial
1. Ekonomi Makro
2. Pasar Global
3. Moneter /
Fiscal
4. Iklim Usaha
5. Asosiasi
bisnis
1. Iptek
6. Iptek
8. Kebijakan
Pemerintah
7. Jaringan/Network
Faktor-Faktor yg Berpengaruh
Terhadap Kinerja Pelaku Usaha Lokal
Arah Kebijakan
1. Penguatan kemampuan Internal UKM: Sistem Produksi, SDM, Modal, Mutu, Manjerial
2. Penciptaan Iklim usaha yang kondusif
PENCAPAIAN SWASEMBADA
PANGAN BERKELANJUTAN
PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN STRATEGIS
• Komitmen menuju kemandirian/kedaulatan pangan
• Fokus pada komoditas strategis : PADI, JAGUNG, DAGING, & GULA
• Mendukung kebijakan swasembada pangan pada 2017/2018
• Perbaikan manajemen penyuluhan dengan kemitraab bersama TNI (Tindaklanjut kesepakatan KASAD dengan Kementan)
PADI
JAGUNG
DAGING/IKAN
GULA
EKSTENSIFIKASI &
INTENSIFIKASI
EKSTENSIFIKASI &
INTENSIFIKASI
DISHUTBUN
DISTAN & DISLAUTKAN
• Ketercukupan BENIH/BIBIT yang berkualitas
• Kecukupan pupuk yang berimbang
• Penanggulangan OPT pada wilayah rentan (Sleman Barat)
• Perbaikan jaringan irigasi
• Pengembangan lahan sawah (Kulon Progo ?)
• Pengembangan HMT
• Penggemukan Ternak
• Pengembangan Perikanan (Budidaya & TANGKAP)
• Perbaikan bibit tebu
• Bongkar ratoon
/peremajaan tanaman
• Perluasan areal
• Penataan varietas
• Perbaikan kinerja rendemen PG
IMPLEMENTASI PERLIND. LHN. PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN
Perlindungan Lahan
Pertanian Pangan
Berkelanjutan
INTEGRATED FARMING
CORPORATE FARMING
KOMITMEN PEMKAB
Pemberdayaan SDM
Pertanian
•
Komitmen Kepala Daerah
•
Penyusunan PERDA PLP2B
•
Review RTRW atau Penegasan dalam
RDTRK
•
Pengembangan kawasan Integrated
Farming (IF) pada sentra pertanian
berbasis komoditas
•
Pengembangan demplot
•
Memerlukan dukungan kebijakan dan
komitmen politik yang kuat
•
Pelatihan SDM Potensial Muda
•
Pemberian fasilitas modal lunak yang
terjangkau
•
Dukungan lembaga keuangan yang
pro-petani
•
Penguatan kelembagaan pertanian
perdesaan
(koperasi/gapoktan/KUD/...)
KEBIJAKAN & STRATEGI OPERASIONAL :
• UU No 41/2009 ttg PLP2B, UU No 19 Tahun 2013 ttg Perlindungan & Pemberdayaan Petani
• Perda DIY No 10 Tahun 2011 tentang PLP2B, Perda Gunungkidul Nomor 23 Tahun 2012 ttg PLP2B
PENINGKATAN & PEMERATAAN
INVESTASI
PEMERATAAN INVESTASI:
Mendorong pusat-pusat pertumbuhan di Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo yang ditopang dengan terwujudnya konektivitas antar wilayah
KAWASAN SERMO-
MENOREH-SUROLOYO
KAWASAN
KASONGAN-TEMBI KAWASAN
GLAGAH-TRISIK
KAWASAN PARANGTRITIS-DEPOK-KUWARU KAWASAN BARON-SUNDAK
KAWASAN SIUNG-
WEDIOMBO-SADENG
KAWASAN KARST WONOSARI
JALUR JALAN LINTAS SELATAN BANDARA
INTERNASIONAL
KAWASAN INDUSTRI -SENTOLO -PIYUNGAN
PERTAMBANGAN PASIR BESI
PELABUHAN & MINAPOLITAN
PENYELESAIAN PELABUHAN TANJUNG ADIKARTO
PELABUHAN
BEROPERASIONAL
• HAMBATAN ALAM bisa diatasi Pelabuhan bisa disinggahi kapal hingga 30 GT
• Aktiftas perikanan dan pengolahan ikan mulai bermunculan
• KELEMBAGAAN
PELABUHAN sudah bisa berjalan
• Fasilitas Pelabuhan sudah memadai
• Optimalisasi jalan masuk pelabuhan sudah teratasi
PENGEMBANG
PENGUATAN BREAKWATER
INSENTIF AKTIFITAS PERIKANAN OPTIMALISASI
KAPAL 30 GT PEMBERDAYAA
N SDM PERIKANAN
KELEMBAGAAN PELABUHAN
Kebijakan : Perda Nomor 16 tahun 2011 tentang RZWP3K; dan Kepmen KKP Nomor 8 Tahun 2012 ttg Pelabuhan Perikanan
PARIWISATA
Mengembangkan destinasi unggulan di kawasan Pantai Selatan, Perbukitan
Menoreh dan Geopark Gunungsewu
KAWASA N
GLAGAH-TRISIK
KAWASAN PARANGTRITIS-DEPOK-KUWARU
KAWASAN KARST WONOSARI KAWASAN
KASONGAN-TEMBI
KAWASAN BARON-SUNDAK
KAWASAN
SIUNG- WEDIOMBO-SADENG KAWASAN
SERMO- MENOREH-SUROLOYO
Bandara Udara
Stasiun
Borobudu
r
Prambanan
JJLS
Pengembang
an destinasi
pariwisata
harus
didukung
dengan
peningkatan
Pengelola belum ada??
Lahan belum dibebaskan??
Dokumen Perencanaan:
Studi Kelayakan (FS) dan
Masterplan
PERCEPATAN KAWASAN INDUSTRI
Pengembangan
Kawasan Industri
Piyungan
Pengembangan
Kawasan Industri
Sentolo
Kawasan industri Piyungan
dikembangkan dalam satu
hamparan kawasan industri
dan dikelompokkan menjadi
kawasan inti seluas 122,900
ha dan kawasan penyangga
seluas 213,016 ha.
Untuk pengembangan
awal Kawasan Industri
Sentolo adalah seluas
70,2 Ha, jenis industri
yang direncanakan yaitu
Aneka Industri (AI) yang
bersifat low polutan
Kegiatan Investasi Tetap Memperhatikan Kawasan
Lindung demi Menjamin Keberlanjutan Ekologi Lingkungan
MANGROVE:
di Pasir Mendit,
Poncosari,
Tirtohargo
KAWASAN KARST:
menjadi satu
kesatuan dengan
Geopark
Gunungsewu
GUMUK PASIR:
telah ditetapkan sebagai
Geoheritage
SUAKA MARGASATWA
PENYU :
P. Bugel, P. Trisik, P.
Patehan, P. Kukup, P.
Sepanjang
SEMPADAN PANTAI:
Konsistensi harus
ditegakkan agar tidak ada
bangunan tetap berada di
kawasan sempadan pantai
yang dapat merusak
K
Pertumbuhan ekonomi meningkat
Pertumbuhan ekonomi meningkat
KETERPADUAN ANTAR SEKTOR DALAM SKEMA PENGEMBANGAN EKONOMI YANG BERKUALITAS DAN BERKELANJUTAN
P
Kesehatan INSENTIF
K
PERAN SERTA MASY.
Sapro
BKPPBKPP
HUTBUNHUTBUN
LAUTKANLAUTKAN
PENDIDIKA
ESDM PERINDAGKOP PERINDAGK
OP PARIWISATAPARIWISATA
Perguruan Tinggi,
Lemlit
LSM, DLL
LSM, DLL
Pemberdayaan Petani untuk REVITALISASI
PERTANIAN
DISTANDISTAN
SOSIA
Perlindungan & Pemberdayaan
Perluasan lap kerja
Perluasan lap kerja
Disparitas Wilayah semakin Berkurang
Disparitas Wilayah semakin Berkurang
Pendapatan masy meningkat
Pendapatan masy meningkat
APBD
APBN
APBN
BAPPED
A
GUBERNUR
GUBERNUR
Kelembagaan, Modal, Pendidikan
SKPD yg menangani
bidang pertanian
Support K/L sangat diperlukan :
RENAISANS YOGYAKARTA
Pelaku Utama-Usaha Pembangunan Sektor Pertanian
Pelaku Utama-Usaha Pembangunan Sektor Pertanian
Petani &
Nelayan
Pembanguna n Wil PESISIR
Optimalisa si Produksi
Pemb. Infrastruktur
Pertanian
Ketahan an Pangan
Penguatan SDM, Lembaga, & Permodalan
Sosial Kearifan Lokal
Kearifan Lokal
Peningkatan Kompetensi
Peningkatan Kompetensi
Tanaman Pangan
Kebijakan Strategis
Pembangunan Pertanian
Kehutanan
Kehutanan
Mendukung SWAEMBADA
KONSEP
KEMADIRIAN PANGAN
PENINGKATAN PENANGANAN DAERAH RAWAN
PANGAN
PENINGKATAN PENANGANAN DAERAH RAWAN
PANGAN
PENINGKATAN KETERSEDIAAN &
CADANGAN PANGAN
PENINGKATAN KETERSEDIAAN &
CADANGAN PANGAN
PENGANEKARAGA MAN KONSUMSI &
KEAMANAN PANGAN
PENGANEKARAGA MAN KONSUMSI &
KEAMANAN PANGAN
PENINGKATAN DISTRIBUSI & AKSES PANGAN
PENINGKATAN DISTRIBUSI & AKSES PANGAN
PEMBERDAYAAN PENYULUH
PEMBERDAYAAN PENYULUH
Ketahanan Pangan
Berkelanjutan
( Mandiri & Berdaulat
)
Ketersediaan informasi, pasokan harga, & akses
pangan
Peningkatan kapasitas penyuluh
Program untuk pemenuhan layan SKPD dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah (termasuk program prioritas dan
program pendukung lainnya)
Outcome :
Keters
d
Aspek Kewilayahan Fokus pada Kemiskinan
•
Mengintegrasi
kan rencana
pembangunan
ekonomi pada
kecamatan
miskin dengan
mengoptimalk
an potensi
lokal yang
dapat di
kembangkan
melalui
kreatiftas
KULON
PROGO:
1. Kokap
2. Sentolo
GUNUNGKIDUL:
1. Gedangsari
2. Karangmojo
3. Ngawen
4. Nglipar
5. Patuk
6. Playen
7. Ponjong
8. Semin
9. Saptosari
10.Wonosari
BANTUL:
1. Dlingo
2. Imogiri
3. Jetis
Titik-titik Kantong
Kemiskinan di DIY yang
menjadi Sasaran
Pembangunan Lintas Sektor
Tahun 2017
PEWILAYAHAN KOMODITAS
Sleman
Salak
Sapi Perah
Krisan
Jamur
Kambing PE
Gunungkidul
Ubi Kayu
Durian
Jambu Kristal
Kambing
Bligon
Ayam buras
Bantul
Bawang merah
Biofarmaka
Pisang
Cabe
Jamur
Kambing Bligon
Itik
Kulonprogo
Bawang merah
Biofarmaka
Cabe
Krisan
Kambing PE
Durian
POLA PENANGANAN KEMISKINAN
:
Keterpaduan Program
MASYARAKAT SEJAHTERA
Penanggulangan Kemiskinan melalui : Bansos, Pemberdayaan masy & UMKM
Investasi, Penanaman Modal, Infrastruktur, Tenaga Kerja Produktif, Kesiapan Sosbud
Strategi RENAISANS YOGYAKARTA :
PROGRAM Sektor Pertanian :
Fasilitasi sarpras, pinjaman modal, pembangunan
kawasan pertanian, pemberdayaan pesanggem,
fasilitasi teknologi tepat guna, fasilitasi kapal, fasilitasi perikanan budidaya,
bantuan ternak, fasilitasi P3A, bantuan gapoktan &
pokdakan
PROGRAM Ketahanan Pangan
Pengembangan desa mandiri pangan, pengembangan pangan lokal yang B2SA, penguatan lumbung pangan,
penanganan desa rawan pangan
PROGRAM Sektor Kesehatan
Jamkesos, jamkesda, Posyandu, jambanisasi, penanganan gizi buruk, poskesdes, puskesmas
PROGRAM Sektor Ketenagakerjaan
Pelatihan keterampilan, BLK, perlindungan tenaga kerja, padat
karya, bantuan lansia, bantuan distabilitas/cacat, PNPM, TMMD,
gotongroyong
PROGRAM Sektor Perindustrian & UKM
Bantuan permodalan, bantuan koperasi, perlindungan konsumen,
fasilitasi magang, pengembangan sentra industri kreatif, revitaslisasi
pasar
PROGRAM Sektor Infrastruktur
Perbaikan irigasi, penguatan jalan, fasilitasi air bersih, lantainisasi, P2KP,
pengembangan kawasan strategis
PROGRAM Sektor Pendidikan
BOS, Kejar-Paket, Beasiswa, Pendidikan Kesetaraan, bursa Kerja,
Pemberantasan Buta Aksara
PROGRAM Sektor Bud-Par
Fasilitasi pokdarwis, bantuan kesenian, promosi wisata, fasilitasi destinasi,
fasilitasi cagar budaya
Fokus di Wilayah
Miskin
Delapan desa percontohan pengurangan kemiskinan &
rawan pangan
“ Kep Gub DIY : 434/KEP/2012 “
• Desa Jagalan, Banguntapan, Bantul
• Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul
• Desa Dadapayu, Semanu, Gngkidul
• Desa Pundungsari, Semin, Gngkidul
• Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kln Progo
• Desa Hargorejo, Kokap, Klnprogo
• Desa Wukirharjo, Prambanan, Sleman
Sekian,Terimakasih
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
(BAPPEDA) Daerah Istimewa