• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORUM TEMATIK bidang ekonomi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "FORUM TEMATIK bidang ekonomi"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANA

AN TEMATIK

PEREKONO

MIAN 2017

Disampaikan dalam Musrenbang Tematik Yogyakarta, 17 Maret 2016

(2)
(3)
(4)
(5)

PENDEKATAN PEMBANGUNAN:

HOLISTIK, TEMATIK, TERINTEGRASI, DAN SPASIAL

Holistik- Tematik: Untuk mencapai sasaran prioritas nasional,

perlu koordinasi multi kementerian, yaitu antara lain Kementan,

Kemen PUPR, Kemen ATR, dan Kemen KLH, KemenPerdagangan

serta Pemerintah Daerah.

Integratif: Pencapaian Kedaulatan Pangan misalnya perlu

dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan produktiftas

lahan existing, menyetop konversi lahan produktif, reforma

agraria, pencetakan sawah baru, pengembangan pertanian

organik, pengendalian harga dan impor pangan, dan seterusnya

(kombinasi berbagai rogram/kegiatan).

(6)

Kehutana

n dan

Perkebuna n

Kelautan dan Perikanan

Ketahana

n pangan Koperasi

Pertani

an

Perindag Pariwisata Investasi

(7)

Kinerja Pembangunan

Daerah (1)

Nilai IKRAR DIY, 62,94 dan masuk urutan ke 3 setelah DKI Jakarta (65,18) dan Bali (63,64)

DKI Jakarta

DIY Kaltim

76,8

1

68,9

0

Rata-rata Nasional

DIY IPM Terbaik Kedua

DKI Jakarta

DIY Bali

DIY Indeks Kemiskinan Multidimensi Terendah Kedua

1

IPM

Indeks Kemiskinan

Multidimensi

Nilai

IKRAR

Pada skala nasional, tingkat kemiskinan DIY menempati rangking 9 dibandingkan wilayah lain (diatas rerata nasional) pada 2014

Posisi Daya Saing Nasional DIY Masuk Urutan Ke 18

(8)

DIY

0,413 Gini Ratio Tertinggi Kedua

Setelaj Papua

NTB

DKI

DIY

BAL

I

Ketimpangan Pendapatan DIY Tertinggi Kedua Setelah Papua

Nilai ICOR DIY tertinggi ke 3 setelah DKI yang menunjukkan

investasi/penanaman modal di DIY kurang efsien.

Memberikan pengaruh pada meningkatnya permasalahan transportasi di jalan termasuk kemacetan lalu lintas yang menyebabkan penurunan

kecepatan, tidak optimalnya

transportasi public.

Meningkatnya Konversi Lahan Kearah

Terbangun

Pengurangan Catchment

Area

Isu Pergeseran Budaya

Ratio

ICOR

(9)

Makro Ekonomi 2015

Tahun dasar 2000

Tahun dasar 2010

20114 2012 2013 2014 2015 4.5

5.16 5.32

5.5

DIY Nasional

1. Pertumbuhan ekonomi DIY sebesar 4.49 % lebih baik dibanding rata-rata nasional namun merupakan yang

terendah di regional Jawa-Bali-Nustra

2. Dari sisi pengeluaran,

pertumbuhan ekonomi DIY didorong oleh konsumsi

pemerintah & konsumsi rumah tangga

3. Perekonomian DIY masih ditopang tiga sektor utama, yaitu industri pengolahan, pertanian, serta akomodasi & makan minum

Pertanian; 10.7

Industri Pengln; 13.1

Konstruksi; 9.4 Perdagangan; 8.2

Transportasi ; 5.7 Akomodasi ; 10.2

Infokom; 8.1 Jasa Keuangan ;

4.0 Real Estate; 7.0 Adm Pem; 8.2

Jasa Pendidikan; 8.5

Lainnya; 6.9

Distribusi PDRB Menurut Lapangan

Usaha 2015 (%) :

Perekonomian DIY masih

ditopang oleh TIGA sektor

utama, yakni :

Industri Pengolahan

Pertanian

(termasuk

kehutanan, perkebunan, dan

perikanan)

(10)

Distribusi PDRB Tahun 2015: atas dasar pengeluaran

PDRB DIY 2015

:

menurut

pengeluaran

Postur penggunaan PDRB

2015masih didominasi oleh

konsumsi rumah tangga (67,7%)

Pertumbuhan impor DIY sangat

tinggi jauh melebihi pertumbuhan

ekspor. Hal ini berdampak pada

pertumbuhan net ekspor yang

mengalami kontraksi

Proporsi konsumsi pemerintah

hanya sebesar 16,7 % dengan

pertumbuhan 3,5%

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga

Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)

Ekspor Luar Negeri

Impor Luar Negeri 67,7%

30,5%

16,7%

6,2%

5,0%

(11)
(12)

Hub Jawa

Pendidika

n

Pariwisata

Jasa

Kesehata

n

Penerbanga

n

Jasa

Keuangan

Geostrategis DIY :

Pusat Pertumbuhan dan Pelayanan

Jawa Bagian Tengah Selatan

DIY

memiliki

peran

penting

dalam

mendukung

koridor ekonomi

Jawa,

sebagai

pusat

pertumbuhan di

bagian selatan.

DIY

memiliki

peran

penting

dalam

mendukung

koridor ekonomi

Jawa,

sebagai

pusat

pertumbuhan di

bagian selatan.

(13)

POTENSI YANG LAIN

Lingkungan,

keamanan, sosial &

politik stabil

Unik

Biaya hidup murah

Destinasi beragam

dan berdekatan

Masyarakat yang

(14)
(15)
(16)

2011 2012 2013 2014 2015

Jumlah Wisatawan Nusantara Jumlah Wisatawan Mancanegara

KONDISI PARIWISATA DIY

:

Perkembangan Kunjungan Wisawatan di DIY

:

Meningkat pesat

Perkembangan Lama Tinggal Wisatawan:

masih

belum mencapai target 2.30 hari

Perkembangan

kunjungan

wisatawan

yang

meningkat

256% dlm

kurun waktu 5

tahun terakhir

belum diikuti

dengan

peningkatan

Lama Tinggal

wisawatan

yang signifkan

20110 2012 2013 2014 2015 0.5

1.56 1.59 1.58

1.85

(17)

KONDISI INVESTASI di DIY

:

Nilai Investasi DIY yang tumbuh positif menunjukan

DIY memiliki daya tarik investasi dan iklim usaha

yang kondusif.

Namun demikian sebaran investasi masih belum

merata

20110 2012 2013 2014 2015 2,000,000,000,000

Investasi PMA + PMDN (Rp) KO

TA Y

Investasi PMA + PMDN di

DIY (Rp)

(18)

NILAI TUKAR PETANI di DIY

:

CAPAIAN NTP SUB-SEKTOR PERTANIAN PADA 2015 :

PERKEMBANGAN NTP & Unsur Pembentuknya pada 2015 :

DINAMIKA capaian NTP DIY 2011-2015 : cenderung menurun

Asumsi tahun dasar NTP 2012

TP

jan feb mar apr mei jun jul ags sept okt nov des

90

117.03 116.57 115.62

115.1 116.3 118.41

119.66 121.11 122.67 122.71

123.64 125.28

116.57 115.66 116.22 116.61 117.2 117.98 118.52 119.29 119.19 119.35 120.02 121.23

100.4 100.79 99.84

98.71 99.24 100.36 100.96 101.53

102.92 102.82 103.01

103.34

Indeks Harga Diterima Petani Indeks Harga Dibayar Petani NTP

2012 2013 2014 2015

100 101 102 103 104

103.74 103.7

102.2

(19)

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

“Komunitas negara ASEAN

memberlakukan

SISTEM PASAR TUNGGAL yang

TERBUKA dan

BEBAS utk perdagangan barang, jasa, investasi, modal, tenaga kerja yg

TERINTEGRASI

Tantangan DIY menghadapi

MEA

:

• Angkatan kerja berpendidikan rendah

• Adanya ketimpangan pembangunan wilayah yang cukup tinggi

• Pembangunan infrastruktur (terkendala pembebasan lahan) : kawasan industri dan bandara

• Perubahan iklim mengganggu produktiftas lahan & kelangsungan usaha pertanian

• Bukan basis industri besar

(20)

PENINGKATAN DAYA

SAING

SWASEMBADA

PANGAN

BERKELANJUTAN

PENINGKATAN &

PEMERATAAN

INVESTASI

ISU STRATEGIS YANG BERPENGARUH TERHADAP TEMATIK

PERENCANAAN TA 2016

D

E

OPTIMALISASI

DIVERSIFIKASI PRODUK

LOKAL BERKUALITAS

PENINGKATAN

KAPASITAS PELAKU

USAHA LOKAL

PENINGKATA

N PRODUKSI

PANGAN

STRATEGIS

IMPLEMENTA

SI PERLIND.

LHN.

PERTANIAN

PANGAN

BERKELANJU

TAN

PENYELESAIAN

PELABUHAN TANJUNG

ADIKARTO

PENGEMBANGAN

KAWASAN STRATEGIS

PARIWISATA

PERCEPATAN

KAWASAN INDUSTRI

Tematik Perencanaan

TA 2016 diharapkan

mampu

mendukung

pencapaian sejumlah

sasaran strategis (IKU

Pemda DIY), seperti :

pendapatan

per

kapita,

indeks

ketimpangan

(21)

KEGIATAN UNGGULAN SKPD

1. Jogja Kota Batik Dunia

2. Pengembangan Kawasan Industri Piyungan

3. Pengembangan Industri Logam Alumunium

4. Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan

Dalam Negeri

5. Penumbuhan dan Revitalisasi Koperasi

6. Inkubator Bisnis melalui Optimalisasi

PLUT-KUMKM

(Pusat Layanan Usaha Terpadu)

7. Destinasi Unggulan Pariwisata

8. Pelabuhan Tanjung Adi Karto

9. Optimalisasi Kelembagaan Nelayan (Koperasi

Nelayan)

10.

Penanganan Desa Rawan Pangan

11.

Penanganan lahan pertanian berkelanjutan

12.

Pengembangan Kawasan Ngipiksari

13. Pengembangan Tahura

14.

Pengembangan model desa kakao

15.

Pengembangan wana wisata budaya

(22)

PENINGKATAN DAYA SAING

DAERAH

(23)

OPTIMALISASI DIVERSIFIKASI PRODUK LOKAL BERKUALITAS :

Ekonomi Kreatif

PRODUK

LOKAL

BERKUALITAS

Nilai Tambah Daya Saing

Berkualitas Marketable

PERTANIAN

PERTANIAN

HUTBUN

HUTBUN

PERIKANAN

PERIKANAN

Pengembangan Desa Kakao, Sentra

Teh, Penanganan Produksi Hasil Hutan

Pengembangan Perikanan Budidaya

(Bibit) & Tangkap Pengembangan Komoditas

Horti (krisan, buah, biofarmaka) & Komoditas

Ternak Strategis

KETAHANAN

PANGAN

KETAHANAN

PANGAN

Pengembangan pangan segar dan

olahan lokal potensial secara

B2SA

IKM

IKM

Destinasi Wisata

Destinasi Wisata

Berbasis Wilayah (agropolitan,

minapolitan, agrowisata)

Produk Lokal (branding)

Peningkatan mutu produk: Standarisasi &

Sertfkasi (SNI, SVLK, dst)

Peningkatan produk pariwisata:

(24)

PENINGKATAN KAPASITAS PELAKU USAHA LOKAL

PELAKU

USAHA

Ekternal :

Internal :

2. SDM

3. Modal

4. Produksi

5. Mutu

6. Manajerial

1. Ekonomi Makro

2. Pasar Global

3. Moneter /

Fiscal

4. Iklim Usaha

5. Asosiasi

bisnis

1. Iptek

6. Iptek

8. Kebijakan

Pemerintah

7. Jaringan/Network

Faktor-Faktor yg Berpengaruh

Terhadap Kinerja Pelaku Usaha Lokal

Arah Kebijakan

1. Penguatan kemampuan Internal UKM: Sistem Produksi, SDM, Modal, Mutu, Manjerial

2. Penciptaan Iklim usaha yang kondusif

(25)

PENCAPAIAN SWASEMBADA

PANGAN BERKELANJUTAN

(26)

PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN STRATEGIS

• Komitmen menuju kemandirian/kedaulatan pangan

• Fokus pada komoditas strategis : PADI, JAGUNG, DAGING, & GULA

• Mendukung kebijakan swasembada pangan pada 2017/2018

• Perbaikan manajemen penyuluhan dengan kemitraab bersama TNI (Tindaklanjut kesepakatan KASAD dengan Kementan)

PADI

JAGUNG

DAGING/IKAN

GULA

EKSTENSIFIKASI &

INTENSIFIKASI

EKSTENSIFIKASI &

INTENSIFIKASI

DISHUTBUN

DISTAN & DISLAUTKAN

• Ketercukupan BENIH/BIBIT yang berkualitas

• Kecukupan pupuk yang berimbang

• Penanggulangan OPT pada wilayah rentan (Sleman Barat)

• Perbaikan jaringan irigasi

• Pengembangan lahan sawah (Kulon Progo ?)

• Pengembangan HMT

• Penggemukan Ternak

• Pengembangan Perikanan (Budidaya & TANGKAP)

• Perbaikan bibit tebu

• Bongkar ratoon

/peremajaan tanaman

• Perluasan areal

• Penataan varietas

• Perbaikan kinerja rendemen PG

(27)

IMPLEMENTASI PERLIND. LHN. PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

Perlindungan Lahan

Pertanian Pangan

Berkelanjutan

INTEGRATED FARMING

CORPORATE FARMING

KOMITMEN PEMKAB

Pemberdayaan SDM

Pertanian

Komitmen Kepala Daerah

Penyusunan PERDA PLP2B

Review RTRW atau Penegasan dalam

RDTRK

Pengembangan kawasan Integrated

Farming (IF) pada sentra pertanian

berbasis komoditas

Pengembangan demplot

Memerlukan dukungan kebijakan dan

komitmen politik yang kuat

Pelatihan SDM Potensial Muda

Pemberian fasilitas modal lunak yang

terjangkau

Dukungan lembaga keuangan yang

pro-petani

Penguatan kelembagaan pertanian

perdesaan

(koperasi/gapoktan/KUD/...)

KEBIJAKAN & STRATEGI OPERASIONAL :

• UU No 41/2009 ttg PLP2B, UU No 19 Tahun 2013 ttg Perlindungan & Pemberdayaan Petani

• Perda DIY No 10 Tahun 2011 tentang PLP2B, Perda Gunungkidul Nomor 23 Tahun 2012 ttg PLP2B

(28)

PENINGKATAN & PEMERATAAN

INVESTASI

(29)

PEMERATAAN INVESTASI:

Mendorong pusat-pusat pertumbuhan di Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo yang ditopang dengan terwujudnya konektivitas antar wilayah

KAWASAN SERMO-

MENOREH-SUROLOYO

KAWASAN

KASONGAN-TEMBI KAWASAN

GLAGAH-TRISIK

KAWASAN PARANGTRITIS-DEPOK-KUWARU KAWASAN BARON-SUNDAK

KAWASAN SIUNG-

WEDIOMBO-SADENG

KAWASAN KARST WONOSARI

JALUR JALAN LINTAS SELATAN BANDARA

INTERNASIONAL

KAWASAN INDUSTRI -SENTOLO -PIYUNGAN

PERTAMBANGAN PASIR BESI

PELABUHAN & MINAPOLITAN

(30)

PENYELESAIAN PELABUHAN TANJUNG ADIKARTO

PELABUHAN

BEROPERASIONAL

• HAMBATAN ALAM bisa diatasi Pelabuhan bisa disinggahi kapal hingga 30 GT

• Aktiftas perikanan dan pengolahan ikan mulai bermunculan

• KELEMBAGAAN

PELABUHAN sudah bisa berjalan

• Fasilitas Pelabuhan sudah memadai

• Optimalisasi jalan masuk pelabuhan sudah teratasi

PENGEMBANG

PENGUATAN BREAKWATER

INSENTIF AKTIFITAS PERIKANAN OPTIMALISASI

KAPAL 30 GT PEMBERDAYAA

N SDM PERIKANAN

KELEMBAGAAN PELABUHAN

Kebijakan : Perda Nomor 16 tahun 2011 tentang RZWP3K; dan Kepmen KKP Nomor 8 Tahun 2012 ttg Pelabuhan Perikanan

(31)

PARIWISATA

Mengembangkan destinasi unggulan di kawasan Pantai Selatan, Perbukitan

Menoreh dan Geopark Gunungsewu

KAWASA N

GLAGAH-TRISIK

KAWASAN PARANGTRITIS-DEPOK-KUWARU

KAWASAN KARST WONOSARI KAWASAN

KASONGAN-TEMBI

KAWASAN BARON-SUNDAK

KAWASAN

SIUNG- WEDIOMBO-SADENG KAWASAN

SERMO- MENOREH-SUROLOYO

Bandara Udara

Stasiun

Borobudu

r

Prambanan

JJLS

Pengembang

an destinasi

pariwisata

harus

didukung

dengan

peningkatan

(32)

Pengelola belum ada??

Lahan belum dibebaskan??

Dokumen Perencanaan:

Studi Kelayakan (FS) dan

Masterplan

PERCEPATAN KAWASAN INDUSTRI

Pengembangan

Kawasan Industri

Piyungan

Pengembangan

Kawasan Industri

Sentolo

Kawasan industri Piyungan

dikembangkan dalam satu

hamparan kawasan industri

dan dikelompokkan menjadi

kawasan inti seluas 122,900

ha dan kawasan penyangga

seluas 213,016 ha.

Untuk pengembangan

awal Kawasan Industri

Sentolo adalah seluas

70,2 Ha, jenis industri

yang direncanakan yaitu

Aneka Industri (AI) yang

bersifat low polutan

(33)

Kegiatan Investasi Tetap Memperhatikan Kawasan

Lindung demi Menjamin Keberlanjutan Ekologi Lingkungan

MANGROVE:

di Pasir Mendit,

Poncosari,

Tirtohargo

KAWASAN KARST:

menjadi satu

kesatuan dengan

Geopark

Gunungsewu

GUMUK PASIR:

telah ditetapkan sebagai

Geoheritage

SUAKA MARGASATWA

PENYU :

P. Bugel, P. Trisik, P.

Patehan, P. Kukup, P.

Sepanjang

SEMPADAN PANTAI:

Konsistensi harus

ditegakkan agar tidak ada

bangunan tetap berada di

kawasan sempadan pantai

yang dapat merusak

(34)
(35)

K

Pertumbuhan ekonomi meningkat

Pertumbuhan ekonomi meningkat

KETERPADUAN ANTAR SEKTOR DALAM SKEMA PENGEMBANGAN EKONOMI YANG BERKUALITAS DAN BERKELANJUTAN

P

Kesehatan INSENTIF

K

PERAN SERTA MASY.

Sapro

BKPPBKPP

HUTBUNHUTBUN

LAUTKANLAUTKAN

PENDIDIKA

ESDM PERINDAGKOP PERINDAGK

OP PARIWISATAPARIWISATA

Perguruan Tinggi,

Lemlit

LSM, DLL

LSM, DLL

Pemberdayaan Petani untuk REVITALISASI

PERTANIAN

DISTANDISTAN

SOSIA

Perlindungan & Pemberdayaan

Perluasan lap kerja

Perluasan lap kerja

Disparitas Wilayah semakin Berkurang

Disparitas Wilayah semakin Berkurang

Pendapatan masy meningkat

Pendapatan masy meningkat

APBD

APBN

APBN

BAPPED

A

GUBERNUR

GUBERNUR

Kelembagaan, Modal, Pendidikan

SKPD yg menangani

bidang pertanian

Support K/L sangat diperlukan :

RENAISANS YOGYAKARTA

(36)

Pelaku Utama-Usaha Pembangunan Sektor Pertanian

Pelaku Utama-Usaha Pembangunan Sektor Pertanian

Petani &

Nelayan

Pembanguna n Wil PESISIR

Optimalisa si Produksi

Pemb. Infrastruktur

Pertanian

Ketahan an Pangan

Penguatan SDM, Lembaga, & Permodalan

Sosial Kearifan Lokal

Kearifan Lokal

Peningkatan Kompetensi

Peningkatan Kompetensi

Tanaman Pangan

Kebijakan Strategis

Pembangunan Pertanian

Kehutanan

Kehutanan

Mendukung SWAEMBADA

(37)

KONSEP

KEMADIRIAN PANGAN

PENINGKATAN PENANGANAN DAERAH RAWAN

PANGAN

PENINGKATAN PENANGANAN DAERAH RAWAN

PANGAN

PENINGKATAN KETERSEDIAAN &

CADANGAN PANGAN

PENINGKATAN KETERSEDIAAN &

CADANGAN PANGAN

PENGANEKARAGA MAN KONSUMSI &

KEAMANAN PANGAN

PENGANEKARAGA MAN KONSUMSI &

KEAMANAN PANGAN

PENINGKATAN DISTRIBUSI & AKSES PANGAN

PENINGKATAN DISTRIBUSI & AKSES PANGAN

PEMBERDAYAAN PENYULUH

PEMBERDAYAAN PENYULUH

Ketahanan Pangan

Berkelanjutan

( Mandiri & Berdaulat

)

Ketersediaan informasi, pasokan harga, & akses

pangan

Peningkatan kapasitas penyuluh

Program untuk pemenuhan layan SKPD dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah (termasuk program prioritas dan

program pendukung lainnya)

Outcome :

Keters

(38)
(39)

d

Aspek Kewilayahan Fokus pada Kemiskinan

Mengintegrasi

kan rencana

pembangunan

ekonomi pada

kecamatan

miskin dengan

mengoptimalk

an potensi

lokal yang

dapat di

kembangkan

melalui

kreatiftas

(40)

KULON

PROGO:

1. Kokap

2. Sentolo

GUNUNGKIDUL:

1. Gedangsari

2. Karangmojo

3. Ngawen

4. Nglipar

5. Patuk

6. Playen

7. Ponjong

8. Semin

9. Saptosari

10.Wonosari

BANTUL:

1. Dlingo

2. Imogiri

3. Jetis

Titik-titik Kantong

Kemiskinan di DIY yang

menjadi Sasaran

Pembangunan Lintas Sektor

Tahun 2017

(41)

PEWILAYAHAN KOMODITAS

Sleman

Salak

Sapi Perah

Krisan

Jamur

Kambing PE

Gunungkidul

Ubi Kayu

Durian

Jambu Kristal

Kambing

Bligon

Ayam buras

Bantul

Bawang merah

Biofarmaka

Pisang

Cabe

Jamur

Kambing Bligon

Itik

Kulonprogo

Bawang merah

Biofarmaka

Cabe

Krisan

Kambing PE

Durian

(42)

POLA PENANGANAN KEMISKINAN

:

Keterpaduan Program

MASYARAKAT SEJAHTERA

Penanggulangan Kemiskinan melalui : Bansos, Pemberdayaan masy & UMKM

Investasi, Penanaman Modal, Infrastruktur, Tenaga Kerja Produktif, Kesiapan Sosbud

Strategi RENAISANS YOGYAKARTA :

PROGRAM Sektor Pertanian :

Fasilitasi sarpras, pinjaman modal, pembangunan

kawasan pertanian, pemberdayaan pesanggem,

fasilitasi teknologi tepat guna, fasilitasi kapal, fasilitasi perikanan budidaya,

bantuan ternak, fasilitasi P3A, bantuan gapoktan &

pokdakan

PROGRAM Ketahanan Pangan

Pengembangan desa mandiri pangan, pengembangan pangan lokal yang B2SA, penguatan lumbung pangan,

penanganan desa rawan pangan

PROGRAM Sektor Kesehatan

Jamkesos, jamkesda, Posyandu, jambanisasi, penanganan gizi buruk, poskesdes, puskesmas

PROGRAM Sektor Ketenagakerjaan

Pelatihan keterampilan, BLK, perlindungan tenaga kerja, padat

karya, bantuan lansia, bantuan distabilitas/cacat, PNPM, TMMD,

gotongroyong

PROGRAM Sektor Perindustrian & UKM

Bantuan permodalan, bantuan koperasi, perlindungan konsumen,

fasilitasi magang, pengembangan sentra industri kreatif, revitaslisasi

pasar

PROGRAM Sektor Infrastruktur

Perbaikan irigasi, penguatan jalan, fasilitasi air bersih, lantainisasi, P2KP,

pengembangan kawasan strategis

PROGRAM Sektor Pendidikan

BOS, Kejar-Paket, Beasiswa, Pendidikan Kesetaraan, bursa Kerja,

Pemberantasan Buta Aksara

PROGRAM Sektor Bud-Par

Fasilitasi pokdarwis, bantuan kesenian, promosi wisata, fasilitasi destinasi,

fasilitasi cagar budaya

Fokus di Wilayah

Miskin

Delapan desa percontohan pengurangan kemiskinan &

rawan pangan

“ Kep Gub DIY : 434/KEP/2012 “

• Desa Jagalan, Banguntapan, Bantul

• Desa Tamantirto, Kasihan, Bantul

• Desa Dadapayu, Semanu, Gngkidul

• Desa Pundungsari, Semin, Gngkidul

• Desa Pagerharjo, Samigaluh, Kln Progo

• Desa Hargorejo, Kokap, Klnprogo

• Desa Wukirharjo, Prambanan, Sleman

(43)

Sekian,Terimakasih

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

(BAPPEDA) Daerah Istimewa

Referensi

Dokumen terkait

Mewujudkan konsep perancangan Action Figure Center yang mewadahi fungsinya yang dapat membantu pengunjung merasakan suasana imajinatif melalui pengolahan ruang dalam dan fasad

Pusat film animasi di Yogyakarta ,dimana merupakan sentral kegiatan yang berkaitan dengan perfilman khususnya animasi,kegiatan di sini adalah : Tempat produksi film animasi (

Kami prihatin dengan kegandaan arti yang dapat meremehkan keefektifan kerja UU, dan, jika sebuah pemerintah memegang kekuasaan di Timor Leste, yang kurang berkomitmen

Kendati negara-negara bagian boleh memiliki konstitusi sendiri, kepala negara sendiri, parlemen sendiri, dan kabinet sendiri, yang berdaulat dalam negara serikat adalah

Data Primer, yakni novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata yang menceritakan tentang persahabatan tiga orang anak yaitu Ikal (Andrea Hirata), Arai, dan Jimbron. Mereka

ICBP memiliki indikator Stoc osc ,Macd dan Rsi mengindikasikan pola Uptrend, ICBP belum berhasil menembus Resistance di level harga 8775 sehingga terbuka peluang untuk menguji

dikeluarkan oleh perusahaan untuk pembelian obat-obatan. 14) Biaya Internet, adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk. pembiayaan speedy, yaitu sebesar

Berdasarkan tabel 5 dapat diketahui bahwa total skor tertinggi dalam uji organoleptik berdasarkan tekstur pada jus tempe dan modifikasinya terdapat pada jus tempe