• Tidak ada hasil yang ditemukan

REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH PA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH PA"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI

WILAYAH PASCABENCANA BANJIR

BANDANG WASIOR DI KABUPATEN

TELUK WONDAMA PROVINSI PAPUA

BARAT, 4 OKTOBER 2010

Oleh :

(2)

BANJIR BANDANG

WASIOR DI

KABUPATEN TELUK

WONDAMA

Dampak Bencana (pendahuluan)

Pasca gempa (Tanggap

Darurat)

Tahap Rehabilitasi Rekonstruksi

(3)

“Pemberitaan

Media perihal Berita

Banjir Bandang di

Kabupaten Wasior,

(4)

A. Dampak

Bencana

Banjir bandang di Kabupaten Teluk Wondama terjadi akibat turunnya hujan deras sejak 3 s.d 4 Oktober 2010 yang mengakibatkan 3 sungai di

Kabupaten Wondama meluap, yaitu :

1. Kali Sanduai

2. Kali Anggris

3. Kali Manggurai

Bencana Banjir bandang tersebut menyebabkan korban jiwa serta kerusakan dan kerugian di wilayah 2 kecamatan di Kabupaten Teluk Wondama yang meliputi:

1. Kecamatan Wasior:

a. Desa Wasior I, b. Desa Wasior II, c. Desa Rado, d. Desa Moru, e. Desa Maniwak, f. DesaManggurai dan g. Desa Wondamawi

(5)

Analisa awal yang dilakukan

oleh Kementerian Lingkungan

Hidup adalah akibat tingginya curah hujan yang memicu terjadinya longsor, yang kemudian menghanyutkan material seperti batu dan pohon beserta akarnya.

Analisa awalKementerian Kehutanan yang disampaikan pada rapat koordinasi

Kementerian/Lembaga pada 15 Oktober 2010, adalahterbawanya pohon beserta akarnya yang tercabut secara utuh tersebut dikarenakan kondisi lahan disekitar perbukitan di Wasior memiliki lapisan tanah

permukaan yang dangkal dan didominasi oleh bebatuan dan pasir.

(6)

Analisa awal yang dilakukan

oleh Kementerian Lingkungan

Hidup adalah akibat tingginya curah hujan yang memicu terjadinya longsor, yang kemudian menghanyutkan material seperti batu dan pohon beserta akarnya.

Analisa awalKementerian Kehutanan yang disampaikan pada rapat koordinasi

Kementerian/Lembaga pada 15 Oktober 2010, adalahterbawanya pohon beserta akarnya yang tercabut secara utuh tersebut dikarenakan kondisi lahan disekitar perbukitan di Wasior memiliki lapisan tanah

permukaan yang dangkal dan didominasi oleh bebatuan dan pasir.

(7)

Analisa awal yang dilakukan

oleh Kementerian Lingkungan

Hidup adalah akibat tingginya curah hujan yang memicu terjadinya longsor, yang kemudian menghanyutkan material seperti batu dan pohon beserta akarnya.

Analisa awalKementerian Kehutanan yang disampaikan pada rapat koordinasi

Kementerian/Lembaga pada 15 Oktober 2010, adalahterbawanya pohon beserta akarnya yang tercabut secara utuh tersebut dikarenakan kondisi lahan disekitar perbukitan di Wasior memiliki lapisan tanah

(8)

Berdasarkan data dan

informasi dari posko

BNPB per tanggal 22

Oktober 2010 :

Meninggal; 161

Luka Berat; 97

Luka Ringan;

3374

Korban Jiwa

Meninggal Luka Berat Luka Ringan

Berat; 977 Sedang;

378

Ringan; 279

Rumah Rusak

(9)

penilaian kerusakan

dan kerugian.

Total nilai kerusakan

dan kerugian tercatat

Rp 280,58 miliar

termasuk dampak

terhadap kemanusiaan

Rumah; 107,43

Infrastruktur; 101,47 sosial; 11,96

ekonomi; 14,11

lintas sektor; 29,88

Nilai Kerusakan dan Kerugian Akibat Banjir Bandang (Milyar)

(10)

B. Tahap Tanggap

Darurat

Kementrian/Lembaga yang terlibat:

1. TNI

2. Kepolisian Republik Indonesia,

3. pemerintah provinsi,

4. Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama

BNPB menyediakan alokasi pendanaan tanggap daruratsenilaiRp. 13,5 milyaruntuk :

1. Penanganan korban dan pengungsi,

2. Pembangunan hunian sementara,

3. Serta dukungan kebutuhan tanggap darurat lainnya.

Alokasi pendanaan tanggap darurat tersebut disalurkan melalui :

1. Pemerintah provinsi,

2. Pemerintah kabupaten,

3. TNI,

4. Serta kementerian/lembaga terkait lainnya,

(11)

Pemulihan Awal

Pemulihan awal merupakan :

kegiatan penanganan pasca bencana

transisi yang dilaksanakan setelah berakhirnya kegiatan tanggap darurat

sebelum dimulainya kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi

. Kegiatan

pemulihan awal difokuskan pada pemulihan terhadap fungsi dan layanan

dasar masyarakat.

Untuk itu BNPB pada tahun 2010 telah merencanakan kegiatan dan

alokasi pendanaan bagi pelaksanaan pemulihan awal dengan total

kebutuhan pendanaan mencapai

Rp. 12,9 milyar

.

Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan pemulihan awal meliputi :

1.

Sektor perumahan,

2.

Sektor Infrastruktur

3.

Sektor sosial :

4.

Sektor ekonomi produktif :

(12)

Pemulihan Awal

________

Ruang lingkup

pelaksanaan kegiatan

pemulihan awal

Sektor

P

erumaha

n

kegiatan pembersihan puing dan lahan perumahan dan permukiman,

pemulihan struktur sosial masyarakat,

sosialisasi dan

pendampingan ketrampilan pertukangan,

bantuan peralatan dan

perlengkapan pertukangan,

(13)

Pemulihan Awal

________

Ruang lingkup

pelaksanaan kegiatan

pemulihan awal

Sekto

r

Infr

astr

uktur

pembersihan infarstruktur

sarana dan prasarana

publik,

serta pembangunan

infrastruktur sementara

(14)

Pemulihan Awal

________

Ruang lingkup

pelaksanaan kegiatan

pemulihan awal

Sekto

r

S

osial

Pemulihan layanan

pendidikan dan layanan

kesehatan,

Bantuan tenaga pelaksana

layanan pendidikan dan

kesehatan,

(15)

Pemulihan Awal

________

Ruang lingkup

pelaksanaan kegiatan

pemulihan awal

Sekto

r

Ek

on

omi

Pro

duk

tif

Bantuan kegiatan ekonomi

masyarakat bidang

kelautan dan perikanan,

(16)

Pemulihan Awal

________

Ruang lingkup

pelaksanaan kegiatan

pemulihan awal

L

intas

Sekto

r

pemulihan layanan

(17)

C. Tahap

Rehabilitasi

Rekonstruksi

____________

Kerugian Infrastruktur

Hasil penilaian

kebutuhan rehabilitasi

dan rekonstruksi

pasca bencana

banjir bandang Wasior, Kabupaten

Teluk Wondama mencapai

Rp.140, 92

milyar

. dengan kebutuhan

pemulihan

terbesar pada sektor

infrastruktur transportasi

Darat, laut dan udara yang mencapai

Rp. 75, 63 milyar atau

sekitar 53,67%

dari total kebutuhan pemulihan

.

No Sektor/Subsektor Nilai

Kebutuhan

Sumber Pendanaan

APBN APBD Prov Kab/KotaAPBD PemerintahNon

1 Perumahan 14.735,44 14.735,44

2 Infrastruktur 94.987,50 24.742,50 54.745,00 15.500,00

3 Sosial 8.910,44 8.190.44 720,00

4 Ekonomi 7.974,24 5.891,24 2.083.00

5 Lintas Sektor 14.321,79 11.130,09 966,20 2.225,50

Total 140.929,42 64.689,72 55.711,20 20.528,50

Transpor tasi; 82,12 Energi;

7,45 Air & Sanitasi;

8,05

Sumber Daya Air;

3,85

Kerugian Infrastruktur (Milyar)

Transportasi Energi

(18)

Tahap Rehabilitasi

Rekonstruksi

Kerangka kerja rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Kabupaten Teluk Wondama. Berdasarkan perkiraan kerusakan dan kerugian serta pengkajian

kebutuhan pemulihan pascabencana di wilayah Kabupaten Teluk Wondama, maka

strategi pemulihannya adalah:

1. Rehabilitasi dan rekonstruksi, dengan ruang lingkup pemulihan, meliputi:

1. perumahan,

2. prasarana publik yang terdiri dari : sub-komponen transportasi jalan

raya,transportasi laut, transportasi udara, energi, air dan sanitasi, infrastruktur sumber daya air;

3. sektor sosial yang terdiri dari sub-komponen : pendidikan, kesehatan dan agama; perekonomian masyarakat dan; lintas sektor yang terdiri dari sub-komponen lingkungan hidup, pemerintahan, ketertiban dan keamanan, serta keuangan dan perbankan.

2. Relokasi permukiman, dengan memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Teluk Wondama. Sebagai lokasi

permukiman baru, harus memenuhi persyaratan Standar Pelayanan Minimal sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 534/KPTS/M/2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan

(19)

Tahap Rehabilitasi

Rekonstruksi

____________

Kerugian Infrastruktur

Berdasarkan

strategi pemulihan

, maka rancangan jadwal pelaksanaan

(20)

D. Kebijakan dan

Organisasi

___________

Pendanaan

Pendanaan penanggulangan bencana sudah diatur dalam

Peraturan Pemerintah nomor 22 Tahun 2008

tentang

Pendanaan

dan Pengelolaan Bantuan Bencana

.

Yang dimakasud dengan

Dana penanggulangan bencana

adalah

dana yang digunakan bagi penanggulangan bencana pada

tahap prabencana, saat tanggap darurat dan/atau

pascabencana.

Dana penanggulangan bencana berasal dari:

a. APBN,

(21)

Kebijakan dan

Organisasi

___________

Mekanisme dan

Kelembagaan Rehabilitasi

dan Rekonstruksi

Segera setelah masa tanggap darurat diumumkan oleh Pemerintah, maka pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi segera dimulai.

Dengan pertimbangan bahwa fungsi pemerintah daerah tidak terpengaruh oleh kejadian bencana banjir bandang ini, maka

pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Wasior dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama,

berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian / Lembaga terkait lainnnya.

Selama tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan bertugas memberikan arahan kebijakan secara umum, sedangkan sektor terkait di tingkat nasional

memberikan arahan dan bantuan teknis kepada pemerintah Provinsi Papua Barat, dan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama bertugas melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi sesuai pedoman operasional yang disusun.

(22)

Kebijakan dan

Organisasi

___________

Mekanisme dan

(23)

Kebijakan dan

Organisasi

___________

Berdasarkan jenis

kegiatannya :

Mekanisme Rehabilitasi

dan Rekonstruksi

Nonbantuan Langsung

(24)

Kebijakan dan

Organisasi

___________

Berdasarkan jenis

kegiatannya :

Mekanisme Rehabilitasi

dan Rekonstruksi

Pembangunan Gedung

Milik Pemerintah, Prasarana

(25)

Kebijakan dan

Organisasi

___________

Berdasarkan jenis

kegiatannya :

Kerangka Koordinasi

Perencanaan

Penanggulangan Bencana

dengan Sistem

Perencanaan

(26)

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perumahan di wilayah yang terkena dampak bencana gempa bumi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah dilaksanakan dengan

1. Implementasi sistem multi-agen disesuaikan dengan lingkungan penyelenggaraan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang diimplementasi oleh BPBD DIY. Ruang lingkup

Berdasarkan pertimbangan perencanaan yang telah diuraikan sebelumnya, ruang lingkup rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi dalam kerangka pemulihan kehidupan masyarakat

Maksud pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah untuk monitoring dan evaluasi perkembangan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bidang sosial ekonomi di Kabupaten Karo yang

Rencana  Aksi  Rehabilitasi  dan  Rekonstruksi  Pascabencana  Gempabumi  Yapen  - Waropen Provinsi Papua Tahun 2010 - 2011, merupakan acuan bagi pemerintah, pemerintah

• Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) Hibah Dari Pemerintah Pusat Kepada Pemerintah Daerah Dalam Rangka Bantuan Pendanaan rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana..2. Pengembangan

Untuk menjaga kesinambungan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NAD dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara, telah disusun rencana kegiatan oleh 6 (enam)

"BATU MAWE DI TELUK WONDAMA Mawe Stone in Wondama Bay", Jurnal Penelitian Arkeologi Papua dan Papua Barat, 2019 Publication global.udn.com Internet Source ddd.uab.cat Internet