• Tidak ada hasil yang ditemukan

Smt 4 PG365 Kode Etik Psikologi sdh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Smt 4 PG365 Kode Etik Psikologi sdh"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

MK Kode Etik Psikologi / PG365 1

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

Silabus

1. Identitas mata kuliah

Nama mata kuliah : Kode Etik Psikologi

Nomer kode : PG365

Jumlah sks : 2 sks

Semester : 3 (tiga)

Kelompok mata kuliah : MKBS - wajib Program Studi/Program : Psikologi/S1

Status mata kuliah : Mata kuliah teori (wajib dasar)

Prasyarat : -

Dosen : Sri Maslihah, S.Psi, Psi.

Ifa H. Misbach, S.Psi, Psi

Dra. Ardanti Widayastuti, Psi.

2. Tujuan

Setelah lulus mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memahami pengertian dan ruang lingkup kode etik psikologi; hubungan kode etik dengan peran, norma, dan nilai dalam suatu masyarakat; pengertian dan fungsi suatu profesi; organisasi ikatan profesi psikologi; asas-asas pokok kode etik prikologi serta tuntutannya.

3. Deskripsi isi

Mata kuliah ini menyajikan pengertian dan ruang lingkup kode etik psikologi; hubungan kode etik dengan peran, norma, dan nilai dalam suatu masyarakat; pengertian dan fungsi suatu profesi; ikatan profesi psikologi; asas-asas pokok kode etik prikologi dan tuntutannya; proses pengambilan keputusan etis; sejarah perkembangan psikologi di Indonesia; tuntutan ter-hadap peranan psikologi di Indonesia; sejarah, kedudukan, dan peran organisasi profesi psikologi di Indonesia; Anggaran Dasar HIMPSI; perijinan praktek di Indonesia.

4. Pendekatan pembelajaran

(2)

MK Kode Etik Psikologi / PG365 2

5. Evaluasi

Keberhasilan mahasiswa dalam perkuliahan ini ditentukan oleh prestasi yang bersangkutan dalam:

- Kehadiran dan artisipasi di kelas - Studi kasus

- Presentasi kelas - UTS

- UAS

6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan

Pertemuan 1 : Orientasi Perkuliahan

Pertemuan 2 : Pengertian dan ruang lingkup kode etik psikologi

Pertemuan 3 : Hubungan kode etik dengan peran, norma dan nilai dalam suatu masyarakat

Pertemuan 4 : Pengertian dan fungsi suatu profesi serta Ikatan Profesi Pertemuan 5 : Asas-asas pokok kode etik psikologi dan tuntutanannya

Pertemuan 6 : Proses pengambilan keputusan etis

Pertemuan 7 : Sejarah Perkembangan psikologi di Indonesia Pertemuan 8 : UTS

Pertemuan 9 : Tuntutan terhadap peranan psikologi di Indonesia Pertemuan 10 : Sejarah, kedudukan, dan peran organisasi profesi

psikologi di Indonesia; Pertemuan 11 : Anggaran Dasar HIMPSI Pertemuan 12 : Perijinan praktek di Indonesia. Pertemuan 13 : Studi kasus penyimpangan profesi

Pertemuan 14 : Studi kasus penyalahgunaan wewenang profesi Pertemuan 15 : Studi kasus batasan antar profesi

Pertemuan 16 : UAS

7. Daftar buku

Buku utama:

Referensi

Dokumen terkait

Mata kuliah ini menyajikan materi berkenaan dengan berbagai perspektif tentang kelompok; pengaruh sosial terhadap individu dan kelompok; kate- gorisasi sosial dan

Dalam perkuliahan ini dibahas mengenai: kerangka kerja umum psikologi lintas budaya; hubungan dan kedudukan psikologi lintas budaya dengan di- siplin ilmu lain; ruang

(3) Pelanggaran kode etik psikologi adalah segala tindakan Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi yang menyimpang dari ketentuan yang telah dirumuskan dalam Kode Etik Psikologi

MACAM- MACAM KODE ETIK KODE ETIK SUMBER DAYA MANUSIA KODE ETIK SUMBER DAYA MANUSIA Peran administratif Peran konstribusi Peran agen perubahan Peran mitra strategis KODE

(3) Pelanggaran kode etik psikologi adalah segala tindakan Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi yang menyimpang dari ketentuan yang telah dirumuskan dalam Kode Etik

3) Apabila Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi telah melakukan layanan Psikologi sesuai prosedur yang diatur dalam Kode Etik dan tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah ilmiah

Kode Etik Psikologi BAB III tentang kompetensi, pasal 7 ayat 2 berbunyi “Psikolog dapat memberikan layanan sebagaimana yang dilakukan oleh Ilmuwan Psikologi serta secara khusus dapat

Makalah ini membahas tentang kode etik profesi hukum, meliputi pengertian, fungsi, peran, penerapannya pada profesi advokat, hakim, jaksa, dan notaris, studi kasus pelanggaran kode etik, dan