• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pematahan Dormansi Terhadap Kemampuan Perkecambahan Benih Angsana (Pterocarpus Indicus Will)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Pematahan Dormansi Terhadap Kemampuan Perkecambahan Benih Angsana (Pterocarpus Indicus Will)"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2  Struktur Selulosa
Gambar 4  Buah bersayap (a), buah tidak bersayap (b), benih (c) Angsana yang  digunakan dalam penelitian
Tabel 1  Persentase kadar air benih Angsana
Gambar 5  Proses perkecambahan benih Angsana
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dan sejalan dengan Sutopo (2004) yang menyatakan bahwa Perlakuan mekanis umumnya digunakan dalam pematahan dormansi biji untuk memecahkan dormansi benih yang

Rekapitulasi hasil sidik ragam perlakuan konsentrasi ethephon menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap peubah kadar air benih, daya berkecambah, kecepatan tumbuh,

informasi terkait dengan morfologi benih, teknik pematahan dormansi yang paling sesuai untuk benih kemenyan dan peluang keberhasilannya secera generatif. Dengan diketahuinya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih dengan H 2 SO 4 berpengaruh nyata terhadap kecambah normal, laju perkecambahan, benih yang belum tumbuh dan

Penelitian menunjukkan Interkasi perlakuan pada variabel pengamatan persentase dan kecepatan berkecambah tidak berbeda nyata dalam pematahan dormansi benih ketapang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih dengan H2SO4 berpengaruh nyata terhadap kecambah normal, laju perkecambahan, benih yang belum tumbuh dan

Dormansi benih aren dapat dipatahkan bila masing-masing diberi perlakuan skarifikasi dengan kertas amplas (daya berkecambah = 46,95%, kecepatan berkecambah = 41,82

Hasil penelitian pada percobaan kedua menunjukkan bahwa berat benih tidak berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah, kecepatan tumbuh dan nilai perkecambahan benih Kayu