Pengaruh Pematahan Dormansi Terhadap Kemampuan Perkecambahan Benih Angsana (Pterocarpus Indicus Will)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dan sejalan dengan Sutopo (2004) yang menyatakan bahwa Perlakuan mekanis umumnya digunakan dalam pematahan dormansi biji untuk memecahkan dormansi benih yang
Rekapitulasi hasil sidik ragam perlakuan konsentrasi ethephon menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap peubah kadar air benih, daya berkecambah, kecepatan tumbuh,
informasi terkait dengan morfologi benih, teknik pematahan dormansi yang paling sesuai untuk benih kemenyan dan peluang keberhasilannya secera generatif. Dengan diketahuinya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih dengan H 2 SO 4 berpengaruh nyata terhadap kecambah normal, laju perkecambahan, benih yang belum tumbuh dan
Penelitian menunjukkan Interkasi perlakuan pada variabel pengamatan persentase dan kecepatan berkecambah tidak berbeda nyata dalam pematahan dormansi benih ketapang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman benih dengan H2SO4 berpengaruh nyata terhadap kecambah normal, laju perkecambahan, benih yang belum tumbuh dan
Dormansi benih aren dapat dipatahkan bila masing-masing diberi perlakuan skarifikasi dengan kertas amplas (daya berkecambah = 46,95%, kecepatan berkecambah = 41,82
Hasil penelitian pada percobaan kedua menunjukkan bahwa berat benih tidak berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah, kecepatan tumbuh dan nilai perkecambahan benih Kayu