PENGEMBANGAN APLIKASI E-COMMERCE PADA
TOKO BATIK SHOP
Oleh :
NOVITA YUNIARTI
105091002810
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
PENGEMBANGAN APLIKASI E-COMMERCE PADA
TOKO BATIK SHOP
SKRIPSI
Oleh :
NOVITA YUNIARTI
105091002810
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
PENGEMBANGAN APLIKASI E-COMMERCE PADA TOKO BATIK SHOP
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Oleh
Novita Yuniarti
105091002810
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
PENGEMBANGAN APLIKASI E-COMMERCE PADA TOKO BATIK SHOP
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Oleh
NOVITA YUNIARTI
105091002810
Menyetujui,
Pembimbing I
Yusuf Durrachman, M.Sc, M.IT
NIP. 197105222006041002
Pembimbing II
Nida’ul Hasanati, ST, MMSI
Mengetahui,
Ketua Program Studi Teknik Informatika
Yusuf Durrachman, MSc, M.IT
PENGESAHAN UJIAN
Skripsi berjudul ”Pengembangan Aplikasi E-commerce Pada Toko Batik Shop” yang ditulis oleh Novita Yuniarti, NIM 105091002810 telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang Munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 1 Juni 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S1) Program Studi Teknik Informatika.
Jakarta, Juni 2010
Menyetujui :
Penguji 1
Herlino Nanang, MT
NIP. 197312092005011002
Penguji II
A’ang Subiyakto, M.Kom
NIP. 150 411 252
Pembimbing 1
Yusuf Durrachman, M.Sc, M.IT
NIP. 197105222006041002
Pembimbing II
Nida’ul Hasanati, ST, MMSI
Mengetahui :
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis
NIP. 196801172001121001
Ketua Program Studi Teknik Informatika
Yusuf Durrachman, M.Sc, M.IT
PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR
HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI
ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANA
PUN.
Jakarta, Juni 2010
ABSTRAK
Novita Yuniarti, Pengembangan Aplikasi E-Commerce Pada Toko Batik Shop dibimbing oleh Bapak Yusuf Durrachman, M.Sc, M.IT dan Ibu Nida’ul Hasanati, ST, MMSI.
Perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya
media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan
bisnis. E-Commerce merupakan media elektronik yang meliputi aktifitas transaksi perdagangan melalui sarana internet. Dengan memanfaatkan e-commerce, para penjual dapat menawarkan produknya secara lintas negara karena sifat internet tidak mengenal
batasan geografis dan transaksi pun dapat berlangsung secara real time. Metode yang digunakan dalam mengembangan aplikasi ini adalah metode pengembangan SDLC
(System Development Life Cycle) dengan model proses waterfall meliputi: analysis, design, code generation, testing dan support. Hasil dari skripsi ini adalah berupa aplikasi toko online yang berguna bagi Toko Batik Shop yang berhasil dibuat dengan
menggunakan Prestashop versi 1.2.5.0. Aplikasi ini memiliki tampilan katalog dan
tahapan checkout yang dapat mempermudah pelanggan dalam berbelanja dan bertransaksi. Selain itu, aplikasi ini menerapkan sistem internet dan memiliki basis data.
Diharapkan pada masa mendatang aplikasi ini mendapat pengembangan lanjutan untuk
akses ini melalui ponsel.
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul ...
Halaman Persetujuan pembimbing ...
Halaman Pengesahan ...
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...
1.2 Perumusan Masalah...
1.3 Pembatasan Masalah...
1.4 Tujuan…………...
1.5 Manfaat…………...
1.6.1 Metode Pengumpulan Data……….….
1.6.2 Metode Pengembangan Sistem………
1.7 Sistematika Penulisan... 5
6
7
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Sejarah Dan Istilah Internet…...
2.1.1 Sejarah Internet…...
2.1.2 Istilah Internet………..
2.2 E-commerce………
2.2.1 Definisi E-commerce... 2.2.2 Jenis-Jenis E-commerce... 2.2.3 Keuntungan-Keuntungan E-commerce... 2.2.4 Kegiatan yang Berhubungan dengan E-commerce... 2.2.5 Resiko dalam E-commerce... 2.3 Basis Data...
2.4 MySQL...
2.4.1 Definisi MySQL...
2.4.2 Keunggulan MySQL...
2.5 Analisis Sistem………..………..
2.6 PHP...
2.7 XAMPP...
2.8 CMS (Content Management System)... 2.7.1 Pengertian CMS...
2.7.2 Beberapa Jenis CMS...
2.9 Prestashop...
2.9.1 Pengertian Prestashop...
2.9.2 Manfaat Prestashop bagi pelanggan...
2.9.3 Manfaat Prestashop bagi pemilik toko online………..……
2.10 Toko Online... 2.12.2 Definisi Paypal... 2.13 Studi Sejenis...
26
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1Waktu dan Lokasi Penelitian...
3.2Metode Pengumpulan Data...
3.2.3 Studi Pustaka...
3.2.4 Kuesioner...
3.3Metode Pengembangan Aplikasi...
3.3.1 Analysis... 3.3.2 Design (Perancangan)... 3.3.3 Code Generation (Pengkodean)... 3.3.4 Test (Pengujian)... 3.3.5 Support (Pemeliharaan)...
46
4.1 Sekilas Tentang Batik Shop...
4.1.1 Profil Batik Shop...
4.1.2 Visi dan Misi Batik Shop...
4.1.2.1 Visi...
4.1.2.2 Misi...
4.1.3 Struktur Organisasi...
4.2 Pengembangan Aplikasi Batik Shop...
4.2.1 Analysis... 4.2.2 Design (Perancangan)... 4.2.2.1 Perancangan Context Diagram... 4.2.2.2 Data Flow Diagram (DFD)………... 4.2.2.3 Entity Relationship Diagram (ERD)... 4.2.2.4 Perancangan Database…………..……….
4.2.2.5 Perancangan Struktur Menu………
4.2.2.6 Perancangan Desain Halaman Home………..
4.2.2.7 State Transition Diagram (STD)……… 4.2.3 Code Generation (Pengkodean)... 4.2.3.1 Instalasi Prestashop...
4.2.3.2 Penggunaan Paypal... 4.2.3.3 Kebutuhan Sistem...
4.2.4 Test (Pengujian)... 4.2.4.1 Pengujian Mandiri...
4.2.4.2 Pengujian Lapangan...
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Simbol Dalam DFD... 22
Gambar 2.2 Simbol Dalam DFD... 23
Gambar 2.3 Simbol Dalam DFD... 25.
Gambar 2.4 Penentuan Alamat Pengiriman... 33
Gambar 2.5 Penentuan Kurir Pengiriman……….. 34
Gambar 2.6 Penentuan Cara Pembayaran... 34
Gambar 2.7 Layar Administrasi Katalog……….... 35
Gambar 2.8 Model pengembangan sistem dengan Waterfall... 38
Gambar 4.1 Struktur Organisasi... 53
Gambar 4.2 Workflow Sistem Yang Sedang Berjalan... 56
Gambar 4.3 Context Diagram Aplikasi Batik Shop... 59
Gambar 4.4 Flowchart Proses Pemesanan Batik Online... 62
Gambar 4.5 DFD Level 0... 63
Gambar 4.6 DFD level 1 Proses Pemesanan Barang... 64
Gambar 4.7 DFD level 1 (Proses Manajemen Data)……… 65
Gambar 4.8 DFD level 1 (Proses Konfirmasi Pemesanan)...……….. 66
Gambar 4.9 Entity Relationship Diagram……… 67
Gambar 4.10 Relationship Diagram………. 67
Gambar 4.11 Rancangan Struktur Menu Home... 71
Gambar 4.12 Desain Halaman Home... 73
Gambar 4.14 Desain halaman User... 74
Gambar 4.15 Desain halaman Produk Kategori... 74
Gambar 4.16 STD Halaman Home... 75
Gambar 4.17 STD Halaman Informasi... 76
Gambar 4.18 STD Halaman Kategori... 76
Gambar 4.19 STD Halaman user account... 77
Gambar 4.20 STD Halaman Search... 77
Gambar 4.21 Akses Back office……… 79
Gambar 4.22 Menu Back office……… 80
Gambar 4.23 Modul Payment………... 81
Gambar 4.24 Field Currencies………. 82
Gambar 4.25 Add new modules image enlarge……… 86
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN A ( Wawancara )
Wawancara dengan pihak toko Batik Shop ... A-1
Wawancara dengan pelanggan……….... A-2
LAMPIRAN B ( Formulir Kuesioner Uji Coba )……… B-1
LAMPIRAN C ( Hasil Perancangan Antarmuka )………. C-1
LAMPIRAN D ( Source Code )………. D-1
DAFTAR SIMBOL
A. Data Flow Diagram (DFD)
B. Entity Relationship Diagram (ERD)
Notasi Keterangan
Himpunan Entitas / Entitas E
Atribut a sebagai key
Himpunan Relasi / Relasi R
Link
E
a
C. Flowchart
Simbol Arti Kegunaan
Start off Simbol untuk menandakan permulaan
atau akhir dari suatu program
Manual Operation Operasi sistem secara manual
Proses Komputerisasi Proses secara komputerisasi
Decision Keputusan
Arsip Dokumen dalam bentuk file-file
Dokumen Dokumen dalam komputer
Arus Data Aliran data
D. State Transition Diagram (STD)
Nama Gambar Notasi Keterangan
Keadaan Sistem (State)
Setiap kotak mewakili suatu keadaan dimana sistem mungkin berada di dalam
state.
Perubahan Sistem
Untuk memungkinkan suatu keadaan dengan keadaan lain, digunakan jika
sistem mewakili transisi dalam perilakunya, maka hanya jika suatu
keadaan berubah menjadi keadaan
Kondisi dan Aksi
Untuk melengkapi STD, dibutuhkan dua hal tambahan, yaitu kondisi sebelum keadaan berubah dan aksi dari pemakai
untuk mengubah keadaan. Gambar disamping adalah ilustrasi dari kondisi dan
aksi yang ditampilkan di sebelah anak panah yang menghubungkan dua keadaan.
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1 Tabel User……….………. 68
Tabel 4.2 Tabel Type …..……… 68
Tabel 4.3 Tabel Gambar... 69
Tabel 4.4 Tabel Stok………...………… 69
Tabel 4.5 Tabel Tarif Pengiriman... 69
Tabel 4.6 Tabel Pemesanan... 70
Tabel 4.7 Tabel Detail Pemesanan... 70
Tabel 4.8 Tabel Konfirmasi Pemesanan... 70
Tabel 4.9 Tabel Pesan... 70
Tabel 4.10 Tabel Hasil Pengujian Mandiri………..……….. 90
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Batik Shop merupakan salah satu butik yang menjual
produk-produk batik, hingga saat ini proses penjualannya masih bersifat
konvensional dimana pembeli berhubungan secara langsung dengan
datang ke toko Batik Shop. Dengan demikian pembeli membutuhkan biaya
yang lebih besar dan waktu yang cukup lama untuk membeli produk batik
yang diinginkan, selain itu pembeli kurang mendapatkan informasi tentang
produk-produk baru yang dijual pada toko Batik Shop.
Dalam era perkembangan teknologi telekomunikasi dan komputer
saat ini, Internet merupakan media informasi yang dapat diakses secara
lintas negara karena sifat internet tidak mengenal batasan geografis. Untuk
mengatasi permasalahan tersebut diatas yaitu dengan mengembangkan
suatu sistem perdagangan yang menggunakan teknologi internet, yang
disebut dengan electronic commerce (e-commerce).
E-commerce sebagai salah satu bentuk aktifitas transaksi perdagangan melalui sarana internet. Dengan memanfaatkan e-commerce, para penjual dapat menawarkan produknya secara on-line sehingga memberikan kemudahan berbelanja, bertransaksi, dan pengiriman secara
media penjualan maka akan memperluas daerah pemasaran produk dan
memudahkan pembeli untuk memilih dan memesan produk tersebut
sehingga dapat meningkatkan omzet penjualan toko tersebut.
Untuk memberikan solusi atas masalah tersebut penulis mencoba
memberikan solusi dengan membangun aplikasi web e-commerce yang dapat diperbaharui dan berguna bagi pembeli untuk mengetahui informasi
penjualan produk yang dijual pada toko Batik Shop.
Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penulisan
ilmiah yang berjudul “Pengembangan Aplikasi E-Commerce Pada Toko Batik Shop”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka
permasalahan yang akan dibahas adalah “Bagaimana membangun sebuah aplikasi toko online pada Batik Shop yang mempunyai halaman administrator untuk melakukan perubahan informasi pada aplikasi”.
1.3 Pembatasan Masalah
Pada pembuatan aplikasi ini, penulis membatasi masalah yang akan
dibahas sebagai berikut :
a. Mengenai sistem penjualan, yaitu penjualan produk batik secara
b. Mengenai sistem transaksi, yaitu tahapan Check out yang terdiri atas tiga langkah yaitu penentuan alamat pengiriman, penentuan kurir
pengiriman dan penentuan cara pembayaran.
c. Mengenai sistem belanja, yaitu tersedia fitur shopping cart.
d. Sistem pembayaran yang digunakan dalam aplikasi ini yaitu
menggunakan transfer antar bank yang kemudian di validasi oleh
admin setelah pembeli mengkonfirmasi pembayaran. Selain itu
pembayaran juga dilakukan menggunakan Paypal, transfer antar bank
dan COD (Cash On Delivery).
e. Data produk yang digunakan dalam aplikasi ini merupakan sampling
data yang ada di Batik Shop dengan spesifikasi berdasarkan size (ukuran) M,L dan XL.
f. Tipe koneksi jaringan internet
g. Update produk baru dan informasi yang ada di Batik Shop.
1.4 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Membuat aplikasi toko online pada toko Batik Shop
2. Menjadikan Batik Shop online sebagai suatu alternatif media penyedia
informasi yang dapat memudahkan pembeli mendapatkan informasi
produk-produk batik..
3. Memberikan informasi kepada pengunjung tentang produk-produk
1.5 Manfaat
Berikut manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini sebagai
berikut :
1. Bagi Toko Batik Shop
b. Batik Shop dapat melakukan penjualan selama 24 jam dan
memperluas target pasar produknya, karena sifat internet yang
tidak mengenal batasan geografis.
c. Sistem penjualan melalui internet dapat memberikan peningkatan
kinerja perusahaan dalam hal penjualan barang.
d. Toko Batik Shop tidak perlu membuka cabang untuk pemasaran
produknya.
e. Membantu pembeli dalam mencari suatu informasi yang
dibutuhkan.
2. Bagi Pelanggan
a. Dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya bagi pelanggan, karena
transaksi dapat dilakukan tanpa harus datang ke toko.
b. Mempermudah pelanggan mendapatkan informasi yang terbaru
dan lengkap mengenai profil, produk, layanan dan jasa.
3. Bagi Penulis
a. Bertambahnya wawasan dan pengalaman penulis tentang
e-commerce dan hal lainnya yang berkaitan dengan metodologi
penulisan tugas akhir ini.
b. Dapat memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan kurikulum
tingkat akhir Program Studi Teknik Informatika Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
Jakarta.
1.6 Metodologi Penelitian
Dalam penulisan ini menggunakan beberapa metodologi yang
bertujuan untuk mempermudah pembuatan dan perencanaan sistem yang
baru sebagai berikut :
1.6.1 Metode Pengumpulan Data
Merupakan metode yang digunakan penulis dalam
melakukan analisis data dan menjadikannya informasi yang akan
digunakan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi.
a. Wawancara
Pada tahap wawancara, bertujuan untuk mengetahui sistem
yang dibutuhkan dari segi arsitektur aplikasi, teknologi yang
b. Observasi
Pada tahap observasi, merupakan kegiatan pengamatan dengan
meneliti dokumen-dokumen produk yang ada untuk pembuatan
aplikasi.
c. Studi Pustaka
Merupakan pengumpulan bahan-bahan yang berkaitan dengan
judul skripsi melalui membaca buku-buku dari perpustakaan
dan mencari referensi artikel dari internet.
d. Kuesioner
Penulis membagikan kuesioner uji coba aplikasi untuk
mengetahui sejauh mana aplikasi dapat dimengerti oleh calon
user.
1.6.2 Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan yang penulis gunakan untuk
pengembangan aplikasi yaitu metode pengembangan SDLC
(System Development Life Cycle) dengan model proses Waterfall yang pertama kali dikenal oleh Winston Royce yang
dipublikasikan pada tahun 1970 yang kemudian dikemukakan oleh
Pressman (Edisi 5 tahun 2001 : 28). Berikut tahapan-tahapannya :
a. Analysis (Analisis), yaitu merupakan tahap awal dimana dilakukan proses pengumpulan data, identifikasi masalah,
usulan pemecahan masalah dan analisis kebutuhan sistem yang
b. Design (Perancangan), yaitu melakukan perancangan agar dapat menyediakan layanan yang diharapkan. Pada tahap ini
dilakukan pembuatan Context Diagram, Data Flow Diagram (DFD), Entity Relational Diagram (ERD), perancangan database, perancangan struktur menu serta perancangan layar aplikasi.
c. Code Generation (Pengkodean), yaitu melakukan penerapan hasil rancangan ke dalam bentuk yang dapat dibaca dan
dimengerti oleh komputer.
d. Test (Pengujian), yaitu program harus diuji coba yang
difokuskan pada aktivitas pemastian bahwa semua perintah
yang ada telah dicoba dan fungsi eksternal untuk memastikan
bahwa dengan masukan tertentu suatu fungsi akan
menghasilkan keluaran sesuai dengan yang dikehendaki.
e. Support (Pemeliharaan), yaitu merupakan kegiatan pemeliharaan terhadap data-data pada aplikasi yang harus
dilakukan secara rutin.
1.7 Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan skripsi ini, pembahasan yang penulis sajikan
terbagi dalam lima bab, yang secara singkat akan diuraikan sebagai
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang, perumusan
masalah, pembatasan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada Bab ini membahas secara singkat tentang teori-teori
yang diperlukan dalam menunjang penulisan skripsi.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab ini akan dijelaskan metode-metode yang
digunakan penulis yang berhubungan dengan judul skripsi
ini.
BAB IV PEMBAHASAN
Dalam bab ini berisi tentang pembahasan mengenai
pengumpulan data yang penulis lakukan disertai analisis
dan pengembangan aplikasi kios informasi menggunakan
metode pengembangan piranti lunak System Development Life Cycle tipe waterfall
BAB V PENUTUP
Bab ini adalah bab terakhir yang menyajikan kesimpulan
serta saran dari apa yang telah diterangkan dan diuraikan
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Sejarah Dan Istilah Internet 2.1.1. Sejarah Internet
Sejarah internet bermula ketika beroperasinya jaringan
ARPANET pada tahun 1969. Jaringan ARPANET pertama
tersebut hanya menghubungkan empat host komputer dan besar
bandwitdh-nya hanya 50kbps. Untuk lebih jelas, berikut ini
diuraikan timeline perkembangan internet sejak berdirinya sampi
dekade 90-an menurut sejarah dunia :
- Tahun 1967–1970 Lawrence G. roberts dari machusetts of
technology (MIT) mempresentasikan rencana pembangunan
ARPANET.
- Tahun 1968 proposal ARPANET dibuat untuk memulai proyek
tersebut.
- Tahun 1970 Host ARPANET mulai menggunakan NPC
(Network Control Protocol).
- Tahun 1971-1988 Roy Tomlinson dari BNN menciptakan
progam E-mail.
- 1975 steve walker membuat mailling list.
- 15 maret 1985 Syimbolic.com tercatat sebagai domain pertama.
- 1988 Internet Relay chat (IRC) diciptakan oleh Jarkko
Oikrane.
- 1986 National Science Foundation (NSF) Backbone dibentuk.
- 1996 Internet World Expo.
- 2003 doc type xhtml, W3C, CSS, RSS, ATOM, blogs.
- 2006 & WEB 2.0 World Expo.
Sedangkan sejarah internet di Indonesia berawal dari :
- 1992 Berawal dari BPPT – UI – LAPAN.
- Terbentuk Paguyuban mengenai teknologi packet radio sebagai
basis untuk network regional.
- 1994 Indointernet sebagai ISP komersial pertama.
- 1996 paling tidak 20 ISP komersial & 40 ISP menunggu ijin operasi.
- 2004 Telah lebih dari 20 ISP, dan koneksinya telah bertambah banyak seperti dial up, Lease line, ADSL, Cable, Handphone
atau GPRS, WI FI.
2.1.2 Istilah Internet
Secara harfiah, internet (kependekan dari 'inter-network')
ialah rangkaian komputer yang berhubung menerusi beberapa
rangkaian. Sedangkan Internet (huruf 'I' besar) ialah sistem
komputer umum, yang berhubung secara global dan menggunakan
communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan
kaedah ini dinamakan internetworking.
Internet merupakan jaringan rangkaian komputer
networking dengan rangkaian komputer lain di seluruh dunia.
Internet berguna untuk kita berkomunikasi dan bertukar informasi,
file, data, suara, gambar dan sebagainya antara individu dan
manusia diseluruh dunia. Internet adalah sebuah sistem komunikasi
global yang menghubungkan komputer-komputer dan
jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia.
Setiap komputer dan jaringan terhubung secara langsung
maupun tidak langsung ke beberapa jalur utama yang disebut
internet backbone dan dibedakan satu dengan yang lainnya
menggunakan unique name yang biasa disebut dengan alamat IP 32
bit. Dengan internet memperoleh berbagai informasi apa saja
dimana saja dan kapan saja. Komputer dan jaringan dengan
berbagai platform yang mempunyai perbedaan dan ciri khas
masing-masing (Unix, Linux, Windows, dan Mac) bertukar
informasi dengan sebuah protokol standar yang dikenal dengan
nama TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
TCP/IP tersusun atas 4 layer (network access, internet, host-to-host
transport, dan application) yang masing-masing memiliki
2.2 E-Commerce
Teknologi e-commerce telah lama digunakan di Internet yaitu berawal dari EDI (Electronic Data Interchange). E-commerce secara umum dapat diartikan sebagai proses transaksi jual beli secara elektronik
melalui media internet.
2.2.1 Definisi E-commerce
Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpaung e-commerce atau yang lebih dikenal dengan e-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan "get and deliver" (
http://r-marpaung.tripod.com/ElectronicCommerce.doc diakses tanggal 20
Desember 2009).
Menurut David Baum, pengertian e-commerce adalah: “ E-Commerce is a dynamic set of technologies, applications, and business process that link enterprise, consumers, and communities through electronic transactions and the electronic exchange of goods, services, and information”.
E-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi, dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan,
konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan
perdagangan barang, pelayanan, dan informasi yang dilakukan
Proses yang ada dalam e-commerce adalah sebagai berikut :
1. Presentasi elektronis yaitu pembuatan website untuk produk
dan layanan.
2. Pemesanan secara langsung dan tersedianya tagihan.
3. Otomasi account pelanggan secara aman. 4. Transaksi pembayaran dilakukan secara online.
Adapun karakteristik dari e-commerce adalah sebagai berikut :
1. Terjadinya transaksi antar dua belah pihak
2. Adanya pertukaran barang, jasa dan informasi
3. Internet merupakan medium utama dalam proses atau
mekanisme perdagangan tersebut.
4. Transaksi tanpa batas.
5. Produk barang tak berwujud
( http://www.nofieiman.com , diakses tanggal 20 Desember 2009).
2.2.2 Jenis-Jenis E-commerce
Secara umum, kita dapat mengklasifikasikan e-commerce menjadi 2 (dua) jenis yaitu :
a. Business to Business (B2B)
Business to Business e-commerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange (EDI). Sistem ini relative masih sangat mahal dan standar yang digunakan
Adapun karakteristik yang terdapat dalam B2B ini adalah
antara lain :
1. Trading Partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Sehingga jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun
sesuai kebutuhan dan kepercayaan (trust).
2. Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala
3. Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk
mengirimkan data.
4. Model yang umum digunakan adalah per-to-per, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua belah pihak. ( http://www.cert.or.id/~budi/articles/1999-02.pdf , diakses tanggal 20 Desember 2009).
b. Business to Costumer (B2C)
Business to Costumer e-commerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk mendekati consumer pada saat
ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti
misalnya dengan menggunakan konsep portal. Adapun
karakteristik B2C adalah sebagai berikut :
1. Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke
2. Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khayalak ramai.
Sebagai contoh, karena sistem web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis web. 3. Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand).
Consumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
4. Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis web) dan processing (bussines procedure) diletakan di sisi server ( http://www.cert.or.id/~budi/articles/1999-02.pdf , diakses tanggal 20 Desember 2009).
2.2.3 Keuntungan-Keuntungan E-commerce
Beberapa bentuk keuntungan e-commerce yang dapat diperoleh dari pelaksanaannya antara lain adalah sebagai berikut :
a. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih
menjanjikan, yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi
tradisional.
f. Meningkatkan Supplier Management. g. Memperpendek waktu produksi.
h. Meningkatkan Value Chain (mata rantai pendapatan).
2.2.4 Kegiatan yang Berhubungan dengan E-Commerce
Banyak sekali hal yang dapat dilakukan melalui e-commerce, namun pada umumnya orang menganggap e-commerce sebagai kegiatan seperti kita membeli sebuah buku di toko online,
padahal e-commerce tidak sesempit itu. E-commerce masih luas dan masih banyak bidang-bidang lain yang harus dikembangkan.
Ketepatan, kemudahan dan kecepatan menjadi ciri utama dari e-commerce.
Ada beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan e-commerce, antara lain sebagai berikut :
a. Perdagangan online melalui www (PC-Personal Computer) merupakan hal yang paling umum.
b. Transaksi online bisnis antar perusahaan.
c. Internet banking yang saat ini sedang berkembang di Indonesia, dimana kita dapat mengakses semua kegiatan yang
berhubungan dengan perbankan.
d. TV interaktif, dimana melalui ini kita dapat melihat daftar
acara, internet secara interaktif.
2.2.5 Resiko dalam E-commerce
Meskipun e-commerce merupakan sistem yang menguntungkan karena dapat mengurangi biaya transaksi bisnis
dan dapat memperbaiki kualitas pelayanan pada pelanggan, namun
e-commerce dan semua infrastrukturnya akan mudah sekali disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Dari segi pandangan bisnis, penyalahgunaan dan kegagalan
sistem yang terjadi adalah antara lain sebagai berikut :
1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan
seorang penipu yang berasal dari dalam atau dari luar
mentransfer sejumlah uang dari rekening yang satu ke rekening
lainnya, atau telah menghancurkan / mengganti semua data
finansial yang ada.
2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Pada umumnya
banyak organisasi maupun lembaga yang menyimpan data
rahasia yang sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka.
Gangguan yang timbul dapat menyingkap semua informasi
rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan
dapat mengakibatkan kerugian yang besar.
3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan.
Bergantung pada pelayanan elektronik dapat mengakibatkan
gangguan selama periode waktu yang tidak dapat diperkirakan.
aliran listrik secara tiba-tiba, atau jenis gangguan lainnya yang
tidak terduga.
4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak.
Pihak luar mendapatkan akses yang sebenarnya bukan menjadi
haknya dan dia gunakan hal itu untuk kepentingan pribadinya.
5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Kepercayan
konsumen terhadap sebuah perusahaan/lembaga/institusi
tertentu dapat hilang karena berbagai macam faktor, seperti
informasi yang tidak sesuai dengan barang yang sesungguhnya
misalnya mutu barang yang ditawarkan di internet dengan mutu
barang yang dikirimkan berbeda.
Berdasarkan semua hal diatas, maka untuk melakukan atau
menyusun kegiatan e-commerce tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak sekali faktor yang harus diperhatikan dan
dipertimbangkan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan para
pelanggan atau konsumen.
2.3 Basis Data
Basis data terdiri dari dua kata, yaitu basis dan data. Basis dapat
diartikan sebagai tempat penyimpanan sedangkan data adalah representasi
fakta dunia nyata yang mewakili suatu obyek yang direkam dalam bentuk
pengaturan data dan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan
dalam pengambilan kembali data.
Basis data digunakan untuk menyimpan, memanipulasi dan
mengambil data hampir semua tipe perusahaan termasuk bisnis,
pendidikan, rumah sakit, pemerintahan dan perpustakaan.
Basis data dapat menghindari adanya data redudancy. Data redudancy adalah duplikasi data dimana beberapa file memiliki data yang sama sehingga menyebabkan pemborosan kapasitas media penyimpanan.
Dengan menggunakan basis data, perubahan, penambahan dan
penghapusan suatu data lebih mudah dilakukan. Basis data juga
mendukung pengaksesan suatu resource secara bersama-sama oleh lebih
dari sebuah aplikasi.
Sistem basis data ini lebih dikenal dengan istilah DataBase
Management System (DBMS). DBMS adalah sistem penyimpanan dan
pengambilan data yang mengijinkan beberapa aplikasi untuk mengakses
2.4 MYSQL
2.4.1 Definisi MySQL
MySQL adalah salah satu jenis database server yang sangat terkenal, disebabkan MySQL menggunakan bahasa SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses database. MySQL merupakan
RDBMSyang telah lama dipakai oleh kalangan pemrograman web,
terutama dilingkungan Linux. Dulunya MySQL hanya berjalan
pada platform Linux tetapi pada saat sekarang telah tersedia MySQL untuk platform sistem operasi Windows 98/ME/NT/2000/XP. MySQL mendapat penghargaan sebagai
database terbaik untuk server Linux Versi Linux Magazine tahun 2001 dan tahun 2002, dan sebagai database favorit tahun 2000. Lisensi MySQL terdiri dari dua lisensi yaitu :
a. Free License
MySQL bersifat free license di bawah GNU yang berarti bebas digunakan, dimodifikasi source code programnya dengan catatan harus dipublikasikan ke pemakai.
b. Comercial License
Pemakai harus membayar sejumlah biaya kepada MySQL AB
sebagai pemegang hak cipta, sesuai dengan jenis layanan yang
tersedia. Biasanya lisensi ini dikenakan untuk keperluan
2.4.2 Keunggulan MySql
MySQL mempunyai kelebihan dapat diakses oleh banyak
bahasa pemrograman sebagai frontend. MySQL merupakan database server yang ideal untuk segala ukuran dengan daya kemampuan kecepatan tinggi dalam melakukan proses data, multi user dan query. MySQL mempunyai ukuran file yang lebih kecil dibanding dengan database lainnya.
2.5 Analisis Sistem
Analisis sistem pada tingkat teknik pertama, disebut sebagai model
analisis yang menggambarkan serangkaian model representasi dari sistem
yang akan dibangun (Pressman, 2002). Model analisis meliputi :
2.5.1 Context Diagram (CD)
Context Diagram merupakan sebuah diagram aliran data yang memfokuskan pada aliran data dari dan ke dalam sistem, serta
memproses data-data tersebut. Komponen-komponen dasar dari
setiap program komputer yang digambarkan secara mendetail, dapat
digunakan untuk menganalisis keakuratan dan kompetensi sistem
(Kendall dan Kendall, 2003).
2.5.2 Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram merupakan teknik analisis data terstruktur yang merepresentasikan proses-proses data di dalam
Gambar 2.1 Simbol Dalam DFD 2.5.3 Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut Fathansyah (2001), Entity Relationship Diagram merupakan diagram yang berisi komponen- komponen himpunan
entitas dan himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi
dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta yang
ditinjau. Berikut ini merupakan simbol-simbol yang digunakan
Gambar 2.2 Simbol Dalam ERD 2.5.4 STD (State Transition Diagram)
Alat perancangan menurut Yourdon (1989: 259) merupakan
penggambaran suatu benda atau seseorang pada waktu, bentuk
keberadaan tertentu, ataupun kondisi tertentu, seperti state transition diagram yang menggambarkan suatu benda menunggu kondisi Misalnya, menunggu pengisian kata kunci (password) dan menunggu instruksi berikutnya.
Menurut Yourdon (1989: 259-265), State transition diagram (STD) merupakan modelling tools yang menggambarkan sifat ketergantungan pada waktu dari sistem. Pada awalnya hanya
digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang memiliki sifat
high speed data acquisition, dan military command and control system.
Pengertian lain dari state transition diagram adalah model keadaan dari sebuah objek dan kejadian-kejadian yang
menyebabkan objek tersebut berubah dari satu keadaan ke keadaan
yang lain (Hoffer, 1996: 462). Terdapat dua macam kerja sistem
ini, yaitu:
1. Passive : Sistem ini melakukan kontrol terhadap lingkungan, tetapi lebih bersifat memberikan reaksi atau menerima data
saja. Contoh, suatu sistem yang tugasnya mengumpulkan atau
menerima data melalui sinyal yang dikirimkan oleh satelit.
2. Active : Sistem melakukan kontrol terhadap lingkungan secara aktif dan dapat menerima data serta memberikan respon
terhadap lingkungan sesuai dengan program yang telah
ditentukan. Contoh, sistem komputer yang ditempatkan pada
peluru kendali.
Beberapa simbol yang digunakan untuk membuat state transition diagram. Yaitu:
a. State, disimbolkan dengan segi empat. simbol state
b. Transition state atau perubahan state disimbolkan dengan panah berarah.
c. State adalah kumpulan keadaan atau atribut yang mencirikan seseorang atau suatu benda pada waktu
tertentu atau kondisi tertentu. Contoh, menunggu
pemakai mengisi password, menunggu perintah berikutnya, menunggu nada panggilan dan lainnya.
d. Condition adalah suatu event pada lingkungan eksternal yang dapat dideteksi oleh sisem. Contoh, sebuah sinyal
interrupt atau data. Hal ini akan menyebabkan perubahan terhadap state dari state menunggu X ke state menunggu Y, atau memindahkan aktifitas X ke aktifitas Y.
e. Action adalah yang dilakukan sistem bila terjadi perubahan state atau merupakan reaksi terhadap kondisi. Aksi akan menghasilkan keluaran atau
tampilan.
f. Display pada layar menghasilkan output. Berikut gambar dari kondisi dan aksi:
2.6 PHP
PHP adalah sebuah bahasa pemrograman yang didesain agar dapat
disisipkan dengan mudah ke halaman HTML. PHP memberikan solusi
sangat mudah dan dapat berjalan di berbagai jenis platform. Pada awalnya memang PHP berjalan di sistem UNIX dan variannya, namun kini dapat
berjalan dengan lancar di lingkungan sistem operasi Windows. Suatu nilai
tambah yang luar biasa karena proses pengembangan program berbasis
web dapat dilakukan lintas sistem operasi.
Dengan luasnya cakupan sistem operasi yang mampu menjalankan
PHP dan ditambah begitu lengkapnya function yang dimilikinya (tersedia lebih dari 400 function di PHP yang sangat berguna) tidak heran jika PHP semakin menjadi tren di kalangan programmerweb.
Penemu bahasa pemrograman ini adalah Rasmus Lerdorf, yang
bermula dari keinginan sederhana Lerdorf untuk mempunyai alat bantu
dalam memonitor pengunjung yang melihat situs web pribadinya. Inilah sebabnya pada awal pengembangannya, PHP merupakan singkatan dari
Personal Home Page tools, sebelum akhirnya menjadi Hypertext Preprocessor.
2.7 XAMPP
XAMPP adalah perangkat lunak gratis yang mendukung banyak
sistem operasi dan merupakan kompilasi dari beberapa program.
Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang
penterjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan
Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat system operasi
apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam
GNU General Public Lisensi dan bebas, merupakan web server yang
mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang
dinamis.
Aplikasi server web yang tersedia secara gratis dan disebarkan
dengan lisensi open source. Apache tersedia bagi bermacam-macam sistem
operasi, seperti UNIX (FreeBSD, Linux, Solaris, dan lainnya) dan
Windows NT/95/98. Apache mengikuti standar protokol Hypertext Transport Protocol, yaitu HTTP 1.1, apache mendukung PHP dan interaksi dengan database MySQL, apache dapat digunakan oleh client
dengan berbagai browser seperti mozilla firefox, netscape, dan internet
explorer.
2.8 CMS ( Content Management System ) 2.8.1 Pengertian CMS
CMS ( Content Management System ) CMS adalah sebuah sistem yang memberikan kemudahan kepada para penggunanya dalam mengelola
dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya
CMS ( Content Management System ) terdiri dari dua elemen: a) Aplikasi manajemen isi (Content Management Application [CMA]). b) Aplikasi pengiriman isi (Content Delivery Application [CDA]).
Elemen CMA memperbolehkan manajer isi yang mungkin tidak
memiliki pengetahuan mengenai HTML ( HyperText Markup Language ) untuk mengatur pembuatan, modifikasi, dan penghapusan isi dari suatu
situs web tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang webmaster.
Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi yang
sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pemilik situs web
untuk meng-update situs web tersebut. Banyak jenis CMS, mulai dari yang
berbayar (commercial) sampai yang gratis (open source).
2.8.2 Beberapa jenis CMS
Setelah memahami definisi CMS, ada baiknya mengenal
macam-macam CMS. Banyak jenis CMS, mulai dari yang berbayar (commercial) sampai yang gratis (open source). CMS yang berbayar menawarkan kestabilan dan performa yang lebih baik, hal ini wajar saja mengingat
untuk membuat CMS berbayar diperlukan biaya dan keahlian profesional.
Sedangkan sifat CMS gratis yang open source membuat pengembangan
CMS ini semakin mudah karena bisa dilakukan oleh setiap orang atau
komunitas.
Dalam bahasan kali ini, penulis hanya akan menyampaikan jenis
Diantara CMS open source yang banyak dipakai adalah sebagai
berikut :
1. Drupal adalah content management system dan blogging engine yang pertama kali dikembangkan oleh Dries Buytaert sebagai sebuah sistem
bulletin board. Sekarang ini Drupal banyak digunakan oleh
website-website yang memiliki traffic tinggi dan memiliki tingkat penanganan
sebuah website yang hirarki yang kompleks.
2. Mambo pada awalnya disebut Mambo Open Source atau MOS adalah free software atau open source content management system yang digunakan untuk membuat dan memanagement website melalui sebuah
interface yang simple. Sekarang ini mambo banyak dipilih dan
digunakan karena kemudahan yang diberikan untuk
mengoperasikannya. Seperti hampir semua CMS yang digemari
mambo memiliki kemampuan templating atau kemampuan untuk
mengganti tampilan website tanpa harus melakukan upload atau
perubahan content. Mambo menyediakan fasilitas dan komponen-komponen seperti shopping cart (menggunakan komponen-komponen virtue
mart), photo gallery, forum, pools, calendars website searching, multi
bahasa dan lain-lain.
3. Joomla, kata Joomla diambil dari sebuah kata dari suku Swahili yaitu
Jumla yang berarti “menjadi kesatuan” bisa dikatakan memiliki
kemampuan sama dengan Mambo, karena CMS ini code awalnya
Mambo juga dapat digunakan di sebagai Plugin Joomla begitu juga
sebaliknya. Kemampuan memilih plugin yang tepat untuk setiap
release yang dipilih memalui proses riset mengindari terjadinya konflik
atau crash karena banyak plugin memerlukan penyesuaian disetiap versinya.
4. Wordpress, CMS ini cocok sekali digunakan untuk website berbasis
news atau berita. Kesederhanaan administrator sidenya membuat CMS
ini sangat fasih digunakan untuk pemula sekalipun. Kemampuan
templatingnya sangat digemari juga karena sangat mudah dimengerti.
Mengejutkan ketika sekarang wordpress dengan pluginsnya yang
berkembang pesat sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan CMS
corporate bahkan digunakan sebagai simple shoping cart. Kelebihan
lain dari CMS ini sangat mudah dioptimasi menjadi sebuah website
yang search engine friendly dengan tag sistemnya, friendly url, custom
meta, auto ping, sitemap dan rss-nya. Penggunaan CMS ini sangat
disarankan untuk website berskala kecil atau website berbasis berita
dan weblog.
5. Oscommerce, singkatan dari Open Source Commerce adalah online store-management software. Oscommerce cenderung lebih spesific
kepada penggunaan CMS sebagai e-commerce dimana menyediakan
segala fasilitas standar dan fungsionaliti.
6. Prestashop, bagi yang berniat untuk mempunyai toko online, dapat
Prestashop sudah terbilang canggih karena dengan Prestashop dapat
berjualan online dengan biaya yang cukup murah, dan administrasi
yang mudah. Prestashop menyediakan fitur-fitur yang memudahkan
pelanggan dalam berbelanja, memudahkan pemilik toko online dalam
menjalankan operasional toko, dan memudahkan admin dalam
mengkonfigurasi toko online.
Untuk meningkatkan keamanan bagi para pelanggan online, bisa
melengkapi toko online dengan fitur keamanan SSL, atau
menggunakan layanan checkout yang disediakan oleh penyedia jasa checkout dunia yang sudah terpercaya.. Pertama kali melihat tampilan depan yang sederhana tetapi cukup komplit. Pengoperasiannya cukup
mudah bagi pengunjung ataupun administrator untuk mengikuti
navigasi pada saat pencarian katalog produk.
7. Magento, satu lagi pilihan aplikasi platform e-commerce yaitu Magento Open Source eCommerceEvolved. Magento bisa menggeser
pendahulu-pendahulunya seperti OsCommerce, Joomla dengan
Virtuemart-nya. Magento merupakan pemenang Best Commerce di SourceForge 2008. Walaupun proses instalasinya terhitung masih
cukup sulit, tapi fitur, user interface bisa diandalkan dan lumayan
keren. ( http://alipha.net/category/blogger/ diakses pada tanggal 2
2.9 Prestashop
2.9.1 Pengertian Prestashop
Prestashop adalah salah satu solusi jualan online yang
memiliki fitur-fitur yang cukup lengkap, mudah dipahami,
sederhana, gampang, siap pakai, bisa di-instal dengan mudah
dalam web hosting, dan tentu saja gratis.
2.9.2 Manfaat Prestashop bagi pelanggan
Dalam menilai sebuah situs toko online, yang paling
penting bagi pelanggan adalah kemudahan dalam berbelanja secara
online. Kemudahan ini adalah faktor utama (selain keamanan) yang
membuat pelanggan berbelanja secara online. Apalagi bagi
masyarakat Indonesia yang belanja online-nya belum membudaya,
faktor kemudahan ini tidak boleh diabaikan. Kemudahan ini harus
disediakan oleh toko online dalam beberapa hal yaitu :
a. Memudahkan sebuah produk ditemukan.
b. Memudahkan memperoleh informasi detil sebuah produk.
c. Memudahkan pelanggan menyelesaikan belanja.
d. Memudahkan pelanggan melakukan transaksi.
Sebagai fitur standar sebuah mesin toko online, Prestashop
juga menyediakan shopping cart atau kereta belanja sebagai salah satu fitur utama untuk berbelanja online. Pelanggan bisa
sebelum melakukan pembayaran. Dalam berbelanja online, proses
mulai membayar ini disebut dengan checkout.
Secara garis besar, proses checkout terdiri atas tiga langkah: penentuan alamat pengiriman, penentuan kurir pengiriman, dan
penentuan cara pembayaran. Prestashop menyajikan
langkah-langkah tersebut secara jelas sehingga memudahkan pelanggan
menyelesaikan belanjanya. Sebelum bisa melakukan
langkah-langkah tersebut seorang pelanggan harus terdaftar terlebih dahulu
dengan cara registrasi ke toko online tersebut yang bisa dilakukan
sendiri.
1. Penentuan alamat pengiriman
2. Penentuan kurir pengiriman
Gambar 2.5 Penentuan Kurir Pengiriman
3. Penentuan cara pembayaran
Gambar 2.6 Penentuan Cara Pembayaran
2.9.3 Manfaat Prestashop bagi pemilik Toko online
Prestashop juga menyediakan kemudahan-kemudahan bagi
pemilik toko online. Tugas utama pemilik toko adalah
memasukkan data-data produk ke dalam katalog yang akan
ditampilkan dalam toko online. Tugas ini dimudahkan oleh
Prestashop melalui layar administrasi katalog. Gambar berikut ini
Gambar 2.7 Layar Administrasi Katalog
Produk biasanya dikelompokkan dalam kategori tertentu
untuk memudahkan pelanggan menemukan produk tersebut. Sama
seperti halnya sebuah toko swalayan yang mengelompokkan
barang-barang dengan ciri khas atau hubungan tertentu dalam
lokasi yang sama atau berdekatan. Prestashop menyediakan
mekanisme berupa kategori dan tagging untuk memfasilitasi pengelompokan ini.
Modul pengiriman dan pembayaran biasanya berbeda
antara satu negara dengan negara lain. Prestashop menyediakan
fasilitas untuk menambahkan modul pengiriman dan pembayaran
yang sesuai dengan negara tertentu. Fasilitas ini tersedia melalui
penambahan modul yang khusus dibuat untuk keperluan tersebut.
Misalnya di Indonesia TIKI cukup banyak dipakai sebagai kurir
pengiriman, maka modul pengiriman TIKI bisa dibuat dan
ditambahkan ke dalam Prestashop.
Layar administrasi juga menyediakan informasi yang
dan statistik toko. Statistik toko ini sangat bermanfaat karena
menyediakan informasi seperti jumlah pengunjung toko, jumlah
pelanggan yang telah terdaftar, produk yang paling laku, pemasok
yang produknya paling laris. Statistik dalam Prestashop bisa
membantu pemilik toko merencanakan strategi dagangannya ke
depan agar lebih untung.
Pada prestashop terdapat istilah menu, kategori dan fitur.
Menu merupakan penuntun fasilitas yang tersedia, untuk
mengarahkan user dalam memlilih proses yang akan dieksekusi.
Pada halaman menu admin prestashop terdiri dari catalog, costumers, orders, payment, shipping, stats, modules, employees, preferences, tools.
Kategori merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk
membantu menjelajahi topik-topik terkait. Pada kategori terdapat
sub kategori yang menjelaskan produk secara lebih spesifik. Fitur
adalah sejenis teknologi atau identik dengan kemajuan teknologi.
Pada prestashop memiliki fitur web yaitu dynamic ajax yang berfungsi sebagai teknik untuk mengembangkan aplikasi web yang
2.10 Toko Online
2.10.1 Definisi Toko Online
Toko online adalah tempat memajang barang dagangan di
internet. Saat ini toko online di Indonesia mulai berkembang pesat.
Semakin banyak yang menggunakan internet untuk membeli dan
menjual barang ataupun jasa. Toko online di Indonesia memang
sangat cocok sekali karena letak geografis indonesia yang
kepulauan, memungkinkan untuk membeli barang tanpa perlu
datang ke tempat penjual.
Sangat besar manfaat dari toko online, yang pertama tak
perlu datang ke toko untuk memilih barang yang ingin dibeli.
Kedua dari segi keuangan, bila jarak jauh misal jakarta-kalimantan
akan menghemat ongkos perjalanan di ganti dengan biaya kirim
yang tentunya akan lebih murah dari pada datang ke tempat toko
itu. Dengan toko online target pasar produk pun lebih luas, tidak
hanya di seluruh Indonesia saja tetapi juga bisa menjangkau di
seluruh dunia.
2.10.2 Manfaat Toko Online
Manfaat dari sebuah toko online antara lain : • Pelanggan dari berbagai penjuru daerah bahkan dunia.
• Promosi non stop 24 jam.
• Prestise bisnis meningkat karena akan setara dengan
• Dapat menjadi side income , karena bisa dikerjakan paruh
waktu/fleksibel.
• Biaya promosi murah karena tidak perlu mencetak brosur,
cukup iklankan via email, banner, maupun iklan baris.
2.11 Waterfall Model
Untuk mengembangkan aplikasi dibutuhkan metode atau model
pengembangannya, salah satunya adalah model waterfall. Metode Waterfall adalah sebuah metode pengembangan aplikasi dengan pendekatan sekuensial.
Pendekatan model ini terlihat mengalir menurun seperti air terjun
(waterfall) yang dikembangkan oleh Pressman melalui beberapa tahap. Penggunaan istilah waterfall pertama kali dikenal oleh Winston Royce pada tahun 1970.
Dalam Pressman (2001 : 28), metode ini bisa juga disebut dengan
linear sequential model, menggunakan pendekatan sistematis dan sekuensial dalam pengembangan aplikasi, dimulai melalui proses analisis,
desain, pengkodean, ujicoban dan pemeliharaan. Model waterfall tersusun atas aktivitas- akivitas berikut ini :
a. Analysis (Analisis)
Merupakan tahap awal dimana dilakukan proses identifikasi masalah,
usulan pemecahan masalah dan analisis kebutuhan sistem yang
difokuskan untuk pembuatan piranti lunak.
b. Design (Perancangan)
Pada Tahap selanjutnya dilakukan pembuatan model dari perangkat
lunak. Maksud pembuatan model ini adalah untuk memperoleh
pengertian yang lebih baik terhadap aliran data dan kontrol,
proses-proses fungsional, tingkah laku operasi dan informasi-informasi yang
terkandung di dalamnya. Terdiri dari aktivitas utama pemodelan
proses, pemodelan data dan desain antarmuka
c. Code Generation (Pengkodean)
Tahap pengkodean yaitu melakukan penerapan hasil rancangan ke
dalam bentuk yang dapat dibaca dan dimengerti oleh komputer. Pada
tahap ini hasil dari perancangan mulai diterjemahkan ke dalam bahasa
d. Test (Pengujian)
Testing adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan
merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi desain dan
pengkodean. Ada 2 (dua) metode pendekatan pengujian, pendekatan
pertama adalah blackbox testing dan yang kedua adalah whitebox testing. Black box testing menyinggung ujicoba yang dilakukan pada interface software. Walaupun didesain untuk menemukan kesalahan,
ujicoba blackbox digunakan untuk mendemonstrasikan fungsi software yang dioperasikan; apakah input diterima dengan benar dan ouput yang
dihasilkan benar; apakah integritas informasi eksternal terpelihara.
White box testing didasarkan pada pemeriksaan detail prosedural. Alur logikal suatu software diujicoba dengan menyediakan kasus ujicoba
yang melakukan sekumpulan kondisi dan/atau perulangan tertentu.
Status dari program dapat diperiksa pada beberapa titik yang bervariasi
untuk menentukan apakah status yang diharapkan atau ditegaskan
sesuai dengan status sesungguhnya.
e. Support (Pemeliharaan)
2.12 Paypal
2.12.1 Sejarah Paypal
Perusahaan Paypal (Paypal corp.) seperti yang dikenal
sekarang adalah penggabungan antara perusahaan Confinity dan
X.com pada tahun 2000. Confinity didirikan pada desember 1998
oleh Peter Thiel dan Max Levchin, awalnya sebagai alat
pembayaran Palm Pilot dan sebagai perusahaan kriptografi (ilmu
pembacaan sandi, tulisan-tulisan atau angka-angka rahasia).
Sedangkan X.com didirikan oleh Elon Musk pada maret 1999,
yaitu perusahaan penyedia jasa perencanaan keuangan.
2.12.2 Definisi Paypal
PayPal adalah salah satu alat pembayaran (Payment procesors) menggunakan internet yang terbanyak digunakan didunia dan teraman. Pengguna internet dapat membeli barang
secara online, lisensi software original, keanggotaan situs, urusan
bisnis, mengirim dan menerima donasi/sumbangan, mengirim uang
ke pengguna PayPal lain di seluruh dunia dan banyak fungsi
lainnya dengan mudah dan otomatis menggunakan internet atau
mobile. ( http://www.paypalindonesia.com ).
PayPal juga melindungi penjual dari pengembalian uang
atau komplain yang tidak benar dari pembeli sesuai pembuktian.
Perlindungan untuk penjual dirancang untuk melindungi penjual
mempunyai catatan bukti pembayaran dan deskripsi transaksi,
setiap pembelian dan pembayaran menggunakan PayPal selalu ada
catatan bukti pembayarannya di account PayPal pengirim dan
penerima uang, sebagai bukti jika benar telah terjadi pengiriman
uang antara keduanya.
Dari sini bisa diambil kesimpulan menggunakan PayPal
lebih aman dari alat pembayaran online lain bagi pengirim dan
penerima uang karena ada bukti pembayaran dan catatan deskripsi,
serta dapat melakukan komplain yang benar jika terjadi sesuatu
atau terhindar dari komplain yang salah.
2.13 Studi Sejenis
Terdapat banyak peneliti yang membahas penelitian tentang
e-commerce (Wibisono, 2004 , Muttaqin, 2009, Jesmika, 2009, Amianco, 2006 , Henrik, 2006, Linda, 2006). Penulis mengutip beberapa studi penelitian yang ada, antara lain : Perancangan Sistem
Penjualan berbasis Web Pada PT. Kreasi Cipta Trijaya Mandiri. (Haryadi, 2001) Skripsi ini ditulis dengan tujuan untuk merancang sistem penjualan berbasis web yang merupakan salah satu kegiatan dalam e-commerce bagi PT. Kreasi Cipta Trijaya Mandiri meliputi penyajian informasi
produk-produk hardware dan software komputer, informasi tambahan yang
ditampilkan ke dalam halaman website perusahaan serta adanya formulir
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode analisis dan perancangan. Analisis dilakukan dengan meninjau
langsung sistem yang berjalan dan mengidentifikasi kebutuhan sistem
pada perusahaan. Hasil analisis kemudian diterapkan dalam perancangan
sistem yang dibutuhkan.
Penelitian yang lain berjudul Integrasi Aplikasi E-commerce Multi Client Services Berbasis Web (Putra, 2001 ) yang mengemukakan bahwa teknologi web services memungkinkan penggabungan aplikasi dan
layanan dari prototype system yang berbeda yang berada pada aplikasi
penyedia data jasa dan produk komputer. Dukungan IDE besar seperti
Netbeans 6.0 untuk JAX-WS merupakan nilai utama pemilihan teknologi
JAX-WS. Integrasi Netbeans dengan Sun GlassFish V2 sebagai server
aplikasi pada sistem ini, memungkinkan dikembangkannya sistem dengan
lebih leluasa dan lebih cepat yang terbukti sangat dibutuhkan dan
bermanfaat dari banyak vendor produk dan jasa komputer.
Penelitian lainnya yaitu Perancangan dan Pembuatan E-commerce pada toko souvenir “X” Berbasis Web ( Budiono, 2009 ) , tugas akhir ini merancang dan membuat sebuah website yang dapat diakses online 24 jam
lewat internet oleh para costumers, sehingga transaksi yang terjadi dapat
lebih mudah dan cepat diselesaikan. Selain itu, diharapkan dengan adanya
website ini, maka Twinkle Gift Shop dapat semakin memenuhi kebutuhan
Penelitian lainnya yaitu aplikasi web e-commerce perusahaan
furniture Nina Gallery (Riki Zufli, 2005), tugas akhir ini mengembangkan website Nina Gallery dengan melakukan pengembangan dengan
memberikan form pemesanan dan metode pembayaran menggunakan VCC
(Visual Credit Card) sehingga transaksi yang terjadi dapat lebih mudah dan aman dilakukan oleh pelanggan. Metode penelitian yang digunakan
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian
Waktu penelitian ini dilakukan selama 2 minggu, mulai tanggal 20
Oktober 2009 sampai dengan 3 November 2009 yang berlokasi di Batik
Shop yang bertempat di Jl. H. Mas Mansur desa bendan Gg.XVII No. 18A
Pekalongan.
3.2 Metode Pengumpulan Data
Dalam penulisan skripsi ini penulis mendapatkan berbagai data
yang diibutuhkan melalui beberapa metode, diantaranya :
3.2.1 Wawancara
Penulis melakukan wawancara kepada Sitti Salamah selaku
pemilik toko Batik Shop dan sales manager Risya Hisyanti di toko
Batik Shop pada tanggal 20 Oktober 2009. Tujuan penulis
melakukan wawancara adalah untuk mengetahui sistem yang
dibutuhkan oleh Batik Shop dari segi arsitektur aplikasi, teknologi
yang digunakan serta pemanfaatannya apakah bermanfaat bagi
Batik Shop untuk ke depan nanti. Berdasarkan hasil wawancara
Shop memerlukan aplikasi toko online yang dapat memperluas
target pasar produknya. (Terlampir pada halaman lampiran A).
3.2.2 Observasi
Guna mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan sistem
(system requirements) penulis melakukan pengumpulan data dengan cara observasi di Batik Shop pada tanggal 20 Oktober 2009
sampai dengan 3 November 2009. Penulis mengumpulkan data
mengenai produk yang ditawarkan oleh Batik Shop berupa
dokumentasi–dokumentasi gambar produk koleksi batik untuk
mengkonfigurasi katalog dalam membangun aplikasi toko online.
Selain itu, penulis melakukan pengamatan terhadap beberapa
aplikasi yang terkait dengan judul penelitian penulis yaitu dengan
mengamati beberapa contoh aplikasi toko-toko online yang ada
sebagai perbandingan.
3.2.3 Studi Pustaka
Pengumpulan data dengan cara membaca buku dan literatur
lainnya yang dapat dijadikan acuan berkaitan dengan penelitian
untuk mengembangkan sistem yang baru.
3.2.4 Kuesioner
Penulis membagikan kuesioner uji coba aplikasi untuk
3.3 Metode Pengembangan Sistem
Dalam pengembangan aplikasi e-commerce ini penulis memilih untuk menggunakan metode pengembangan System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall yang pertama kali dikenal oleh Winston Royce yang dipublikasikan pada tahun 1970 yang kemudian dikemukakan
oleh Pressman (2001 : 28). .
Berikut alasan penulis menggunakan model waterfall :
1. Aplikasi yang penulis coba kembangkan ini bukanlah sistem dengan
skala teramat besar.
2. Aplikasi ini lebih cocok dikembangkan dengan proses yang terstruktur
dan sekuensial.
Siklus SDLC ini dijalankan secara berurutan, mulai dari tahap awal
sampai akhir. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang
(review), terutama dalam langkah analisis dan desain untuk memastikan bahwa tahapan tersebut telah dikerjakan dengan benar dan sesuai dengan
harapan. Jika tidak maka tahap tersebut perlu diulangi lagi atau kembali ke
tahapan sebelumnya. Tetapi kadang-kadang ada beberapa langkah yang
dapat dilakukan secara bersamaan, hal ini dilakukan untuk mempercepat
mendapatkan hasil yang diinginkan.
Berikut akan diuraikan proses secara garis besar mengenai
(design), pengkodean (code generation), pengujian (testing), dan pemeliharaan (support).
3.3.1 Analysis (Analisis)
Pada tahap ini, penulis melakukan beberapa aktivitas, yaitu
identifikasi masalah, usulan pemecahan masalah dan analisa
kebutuhan sistem. Pemodelan ini diawali dengan mencari
kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke
dalam bentuk software.
Di dalam analisis sistem terdapat tiga langkah dasar yang
harus dilakukan, yaitu antara lain :
1. Identifikasi masalah, yaitu mengidentifikasikan masalah yang
didapat dalam aktivitas pengumpulan data sebelumnya.
2. Usulan pemecahan masalah, yaitu mengusulkan pemecahan
masalah yang telah diidentifikasi sebelumnya.
3. Software Requirement, yaitu menganalisis kebutuhan software. Berdasarkan identifikasi masalah di atas yang akan
dikembangkan secara rinci.
3.3.2 Design (Perancangan)
Tahap berikutnya adalah perancangan, pada tahap ini
penulis mulai melakukan pemodelan berdasarkan hasil analisis.
Perancangan menentukan bagaimana suatu aplikasi menyelesaikan
apa yang harus diselesaikan. Pada tahap ini dilakukan pembuatan
Maksud pembuatan model ini adalah untuk memperoleh
pengertian yang lebih baik terhadap aliran data dan kontrol,
proses-proses fungsional, tingkah laku operasi dan informasi-informasi
yang terkandung di dalamnya. Proses ini meliputi beberapa hal,
yaitu: Context Diagram, Entity Relationship Diagram (ERD), Data Flow Diagram (DFD), Perancangan struktur menu, Perancangan layar, State Transition Diagram (STD) dan perancangan database.
Penjelasan tersebut antara lain:
1. Context Diagram, yaitu diagram aliran data yang memfokuskan pada aliran data dari dan ke dalam sistem, serta memproses
data-data tersebut.
2. Entity Relationship Diagram, yaitu teknik analisis data terstruktur yang merepresentasikan proses-proses data di dalam
organisasi.
3. Data Flow Diagram, yaitu diagram yang berisi komponen- komponen himpunan entitas dan himpunan relasi yang
masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut.
4. Perancangan struktur menu, yaitu menggambarkan struktur dari
menu-menu yang terdapat di aplikasi Batik Shop yang penulis
kembangkan.
5. Perancangan layar, yaitu menggambarkan rancangan
6. State Transition Diagram (STD), yaitu menggambarkan peralihan layar dari menu tertentu ke menu tertentu lainnya
yang terdapat di aplikasi.
3. Perancangan database, menggambarkan hubungan antar tabel
basis data.
3.3.3 Code Generation ( Pengkodean )
Tahap berikutnya yang dilakukan adalah pemrograman atau
coding. Pada Tahap ini merupakan hasil transfer dari perancangan ke dalam bahasa pemrograman yang telah ditentukan lalu diuji
coba dan jika lulus uji coba maka sistem akan diinstal dan di
operasikan.
3.3.4 Test ( Pengujian )
Pada tahap ini dilakukan pengujian masing-masing fitur dan
fungsi untuk mengetahui apakah aplikasi dapat bekerja dengan
semestinya. Pengujian dilakukan dengan menguji coba aplikasi
secara mandiri dan lapangan. Penulis melakukan testing mengenai
apakah fitur-fitur aplikasi sudah berjalan dengan semestinya atau
tidak. Pengujian yang penulis lakukan dengan menggunakan
3.3.5 Support ( Pemeliharaan )
Pada tahap ini, merupakan tahap yang perlu dijalankan
b. Data Flow Diagram level 1 (Proses Pemesanan Barang)
yang merupakan pengembangan dari proses 3.0.
c. Data Flow Diagram level 1 (Proses Manajemen Data) yang merupakan pengembangan dari proses 4.0 seperti
pada gambar dibawah ini.
d. Data Flow Diagram level 1 (Proses Konfirmasi
Pemesanan yang merupakan pengembangan dari proses
5.0.
Gambar 4.8 DFD level 1 (Proses Konfirmasi Pemesanan)
4.2.2.3 Entity Relationship Diagram
Gambar 4.9 Entity Relationship Diagram
Relationship diagram hubungan relasi antar tabel perancangan website e-commerce ini ditunjukkan pada Gambar 4.10.