• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN YURIDIS TENTANG PERMOHONAN IZIN KAWIN BAGI SEORANG YANG BELUM BERUMUR 21 TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KAJIAN YURIDIS TENTANG PERMOHONAN IZIN KAWIN BAGI SEORANG YANG BELUM BERUMUR 21 TAHUN"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Didalam Pasal 42, yang disebut anak sah yaitu anak yang dilahirkan didalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah, sedangkan yang disebutkan pada Pasal 43 ayat 1, seorang

Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 mewajibkan bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, saat ini banyak

“KAJIAN YURIDIS TANGGUNG JAWAB WALI TERHADAP ANAK YANG BELUM DEWASA MENURUT UNDANG-UNDANG NO.1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN ” adalah benar-benar hasil karya

Pelaksanaan Permohonan izin poligami pada Pengadilan Agama Padang telah sesuai dengan Undang-undang Perkawinan yaitu pasal 4 ayat 1 yang menyatakan bahwa seorang suami

Menyatakan ketentuan Pasal 2 huruf (g), Pasal 9 ayat (1), Pasal 10, Pasal 14, Pasal 21 ayat (1), pasal 23 ayat (1), Pasal 40 dan Pasal 42 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang

Dalam praktek nantinya masyarakat akan menafsirkan bahwa dengan memenuhi pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sudah cukup untuk

1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan pasal 47 ayat 1 menyebutkan bahwa anak adalah seorang yang belum mencapai umur 18 tahun atau

2.2.1.5.1.2.3 Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 dua puluh satu tahun harus mendapat ijin kedua orang tua Pasal 6 ayat 2.21 2.2.1.5.2 Menurut