• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi dan Tingkat Pemahaman Masyarakat Menengah Atas Kota Medan Terhadap Lembaga Penjamin Simpanan (LPS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Persepsi dan Tingkat Pemahaman Masyarakat Menengah Atas Kota Medan Terhadap Lembaga Penjamin Simpanan (LPS"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang pemilihan topik, yaitu perlunya memahami persepsi dan tingkat pemahaman masyarakat menengah atas Kota Medan terhadap Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Latar belakang ini dikaitkan dengan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan dan peran LPS dalam menjaga stabilitasnya, khususnya setelah krisis moneter 1998. Selanjutnya, diuraikan perumusan masalah yang fokus pada tingkat pemahaman masyarakat, tujuan penelitian untuk mengungkap tingkat pemahaman tersebut dan wawasan masyarakat terhadap fungsi LPS, serta manfaat penelitian bagi pengembangan informasi, pembelajaran, dan penelitian selanjutnya. Bagian ini penting secara pedagogis karena memberikan konteks dan justifikasi riset, mengajarkan mahasiswa pentingnya landasan teoritis yang kuat dalam penelitian.

1.1 Latar Belakang

Sub-bab ini menjelaskan secara rinci konteks historis dan teoritis yang melatarbelakangi penelitian. Dijelaskan peran bank dalam perekonomian, pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan, dan dampak negatif dari krisis kepercayaan. Pembahasan mencakup peran LPS dalam membangun kembali kepercayaan dan mencegah krisis perbankan. Secara pedagogis, sub-bab ini memperkenalkan mahasiswa pada isu-isu ekonomi makro dan mikro yang relevan, serta mengajarkan pentingnya riset yang berlandaskan pada konteks sosial-ekonomi.

1.2 Perumusan Masalah

Sub-bab ini merumuskan pertanyaan penelitian secara spesifik dan terukur. Rumusan masalah difokuskan pada tingkat pemahaman masyarakat menengah atas Kota Medan terhadap LPS dan bagaimana pemahaman tersebut bervariasi antar kecamatan. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa pentingnya merumuskan masalah penelitian yang jelas, terarah, dan terukur, menjadi dasar dalam proses penelitian selanjutnya. Ini penting dalam membentuk kerangka berpikir ilmiah.

1.3 Tujuan Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan tujuan penelitian secara eksplisit. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat dan untuk membuka wawasan mereka tentang fungsi dan peran LPS. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa untuk mendefinisikan tujuan penelitian yang sejalan dengan rumusan masalah dan dapat dicapai melalui metode penelitian yang tepat. Ini merupakan bagian penting dari metodologi penelitian.

1.4 Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menguraikan manfaat penelitian bagi berbagai pihak, termasuk kontribusi informasi, pembelajaran mahasiswa, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa untuk mengidentifikasi dampak dan kontribusi potensial dari penelitian mereka, yang penting dalam konteks publikasi dan aplikasi hasil riset di dunia nyata.

II. Tinjauan Teoritis

Bab ini menyajikan kerangka teoritis yang mendukung penelitian, meliputi konsep persepsi, jenis-jenis persepsi, faktor-faktor yang memengaruhi persepsi, dan ruang lingkup LPS. Penjelasan konsep persepsi meliputi definisi, karakteristik, dan jenis-jenisnya (visual, auditori, peraba, penciuman, pengecapan). Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi dijelaskan secara detail, baik internal (pengalaman, motif, minat, harapan, sikap, pengetahuan) maupun eksternal (kondisi stimulus, lingkungan). Ruang lingkup LPS dibahas meliputi bentuk dan status, fungsi, tugas, wewenang, visi, misi, nilai-nilai, simpanan yang dijamin, pengajuan klaim, dan klaim yang tidak layak dibayar. Bagian ini penting secara pedagogis karena memberikan landasan teoritis yang komprehensif dan mendukung metodologi penelitian.

2.1 Pengertian Persepsi

Sub-bab ini mendefinisikan persepsi dan menjelaskan berbagai teori persepsi dari berbagai sumber. Pembahasan mencakup aspek-aspek penting seperti persepsi sebagai proses kognitif, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi, dan perbedaan persepsi antar individu. Ini penting secara pedagogis karena memberikan pemahaman mendalam tentang konsep persepsi dan bagaimana hal itu relevan dengan penelitian.

2.1.1 Jenis-Jenis Persepsi

Sub-bab ini mengklasifikasikan jenis-jenis persepsi berdasarkan indera yang terlibat. Penjelasan mencakup persepsi visual, auditori, peraba, penciuman, dan pengecapan. Ini penting karena menunjukkan kompleksitas persepsi dan bagaimana berbagai indera berkontribusi pada pembentukan persepsi secara keseluruhan. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa untuk berpikir secara sistematis dan komprehensif.

2.1.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Sub-bab ini mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi persepsi, baik internal (psikologis) maupun eksternal (lingkungan). Pembahasan mencakup aspek seperti pengalaman, motif, minat, harapan, sikap, pengetahuan, kondisi stimulus, dan lingkungan. Ini penting secara pedagogis karena memberikan kerangka kerja untuk memahami mengapa persepsi dapat berbeda antar individu dan bagaimana konteks berpengaruh terhadap persepsi.

2.2 Ruang Lingkup Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Sub-bab ini memberikan gambaran komprehensif tentang LPS, termasuk bentuk dan status hukumnya, fungsi, tugas, wewenang, visi, misi, nilai-nilai, dan mekanisme penjaminan simpanan. Pembahasan meliputi jenis simpanan yang dijamin, prosedur pengajuan klaim, dan kondisi-kondisi yang menyebabkan klaim ditolak. Secara pedagogis, sub-bab ini memperkenalkan mahasiswa pada aspek-aspek penting dari lembaga keuangan dan regulasi perbankan.

2.3 Hipotesis

Sub-bab ini merumuskan hipotesis penelitian berdasarkan kerangka teoritis yang telah dijelaskan. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji secara empiris. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa bagaimana merumuskan hipotesis yang dapat diuji dan bagaimana menghubungkan teori dengan data empiris. Ini merupakan langkah penting dalam proses penelitian ilmiah.

III. Metodologi Penelitian

Bab ini menjelaskan secara detail metode penelitian yang digunakan, termasuk jenis penelitian, lokasi dan waktu penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional variabel, penentuan populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel, jenis data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS untuk uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, dan analisis crosstab. Bagian ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa prinsip-prinsip metodologi penelitian yang baik, validitas, dan reliabilitas data.

3.1 Jenis Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan jenis penelitian yang dipilih, yaitu deskriptif. Alasan pemilihan jenis penelitian ini dijelaskan secara rinci. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa bagaimana memilih metode penelitian yang sesuai dengan tujuan dan rumusan masalah penelitian.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan lokasi dan waktu pelaksanaan penelitian. Pemilihan lokasi dan waktu penelitian dijelaskan dengan alasan yang tepat. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa tentang pentingnya perencanaan yang tepat dalam penelitian.

3.3 Ruang Lingkup Penelitian

Sub-bab ini membatasi fokus penelitian dan menjelaskan variabel yang akan diteliti. Penjelasan ini penting agar penelitian terarah dan tidak meluas. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan pentingnya mendefinisikan ruang lingkup penelitian yang terukur dan spesifik.

3.4 Definisi Operasional

Sub-bab ini memberikan definisi operasional variabel-variabel yang diteliti, sehingga memastikan pemahaman yang konsisten tentang konsep-konsep kunci dalam penelitian. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa untuk mendefinisikan variabel-variabel penelitian dengan jelas dan terukur.

3.5 Populasi dan Sampel

Sub-bab ini menjelaskan populasi dan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian. Pemilihan teknik sampling dijelaskan dengan alasan yang tepat. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa tentang teknik pengambilan sampel dan bagaimana memilih teknik yang tepat untuk penelitian.

3.6 Teknik Pengumpulan Data

Sub-bab ini menjelaskan teknik pengumpulan data yang digunakan, seperti kuesioner, wawancara, observasi dan studi pustaka. Alasan pemilihan teknik pengumpulan data dijelaskan secara rinci. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa untuk memilih teknik pengumpulan data yang tepat untuk penelitian.

3.7 Teknik Analisis Data

Sub-bab ini menjelaskan teknik analisis data yang digunakan, seperti uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, dan analisis crosstab. Penjelasan ini penting karena menunjukkan bagaimana data yang dikumpulkan akan diolah dan diinterpretasikan. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa tentang teknik analisis data yang sesuai untuk penelitian.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini menyajikan temuan penelitian dan interpretasinya berdasarkan kerangka teoritis. Statistik deskriptif disajikan untuk menggambarkan karakteristik responden dan gambaran umum Kota Medan. Hasil analisis data kuantitatif, termasuk uji validitas dan reliabilitas kuesioner, serta analisis deskriptif dan crosstab, diuraikan secara detail. Pembahasan menghubungkan temuan dengan teori-teori yang telah dibahas sebelumnya dan memberikan interpretasi yang komprehensif. Kesimpulan menjawab rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Bagian ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa bagaimana menyajikan dan menginterpretasikan data penelitian secara sistematis dan ilmiah.

4.1 Statistik Deskriptif

Sub-bab ini menyajikan gambaran umum data demografis responden dan karakteristiknya yang relevan dengan penelitian. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa bagaimana menyajikan data secara ringkas dan informatif.

4.2 Analisis Data

Sub-bab ini menyajikan hasil analisis data, meliputi uji validitas dan reliabilitas instrumen, analisis deskriptif mengenai tingkat pemahaman masyarakat terhadap LPS, dan analisis hubungan antar variabel. Pembahasan mencakup interpretasi temuan berdasarkan kerangka teoritis yang telah diuraikan sebelumnya. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa bagaimana menganalisis dan menginterpretasikan data penelitian secara kritis dan sistematis.

4.3 Pembahasan

Sub-bab ini membahas hasil temuan dan menginterpretasikannya berdasarkan teori-teori yang telah dipaparkan sebelumnya. Penjelasan menghubungkan temuan dengan konteks sosial-ekonomi Kota Medan dan implikasinya terhadap pemahaman masyarakat terhadap LPS. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa bagaimana menghubungkan temuan penelitian dengan teori-teori yang relevan dan memberikan interpretasi yang bermakna.

V. Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi kesimpulan penelitian yang menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan. Kesimpulan disusun secara ringkas dan jelas berdasarkan temuan penelitian. Saran diberikan berdasarkan temuan penelitian, yang dapat bermanfaat bagi berbagai pihak, termasuk LPS dan pemangku kepentingan lainnya. Bagian ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa untuk menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran-saran yang relevan dan konstruktif.

5.1 Kesimpulan

Sub-bab ini merangkum temuan utama penelitian dan menjawab rumusan masalah. Kesimpulan disusun secara singkat, padat, dan jelas. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa bagaimana menyusun kesimpulan yang tepat dan ringkas berdasarkan temuan penelitian.

5.2 Saran

Sub-bab ini memberikan saran-saran yang relevan berdasarkan temuan penelitian. Saran ini dapat ditujukan kepada berbagai pihak yang terkait, seperti LPS, pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat umum. Ini penting secara pedagogis karena mengajarkan mahasiswa bagaimana memberikan saran yang konstruktif dan bermanfaat berdasarkan temuan penelitian.

Gambar

Tabel 3.1.Sampel Penelitian
Tabel 4.1Penduduk Kota Medan Yang Bekerja Menurut Pendidikan Yang
Tabel 4.2
Gambar 4.1Karakarakteristik Responden Berdasarkan Jenis Ke
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian di dalam rumusan masalah dapat dibagi dua yaitu bagaimana perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank BUMN sebelum dan sesudah adanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat Kota Medan, Kecamatan Medan Petisah terhadap produk-produk perbankan syariah yaitu produk mudharabah dan

Untuk itu diperlukan pemaparan tentang norma yuridis terhadap hubungan dan kedudukan lembaga penjamin simpanan dengan bank, tanggung jawab lembaga penjaminan simpanan

Hasil dari penelitian ini adalah: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan Persepsi Nasabah mengenai Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terhadap Minat Menabung Nasabah pada

bagi nasabah.. milyar rupiah) yang tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. sedangkan ia sudah mempercayai lembaga perbankan untuk

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009 tentang Lembaga Penjamin Simpanan (UULPS), LPS

Kemudian di dalam rumusan masalah dapat dibagi dua yaitu bagaimana perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) bank BUMN sebelum dan sesudah adanya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)

Untuk itu diperlukan pemaparan tentang norma yuridis terhadap hubungan dan kedudukan lembaga penjamin simpanan dengan bank, tanggung jawab lembaga penjaminan simpanan