• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN ASEAN DALAM PENANGGULANGAN PERDAGANGAN NARKOBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANAN ASEAN DALAM PENANGGULANGAN PERDAGANGAN NARKOBA"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN ASEAN DALAM PENANGGULANGANPERDAGANGAN

NARKOBA

Oleh: RIA ERILINA ( 05260059 )

International Relation

Dibuat: 2010-12-30 , dengan 7 file(s).

Keywords: Keamanan non tradisional, Peningkatan kerjasama, ASEAN Security Community

ABSTRAKSI

Perdagangan gelap narkoba menjadi salah satu ancaman keamanan non-tradisional di kawasan ASEAN yang terus meningkat. Hal ini menyebabkan negara-negara anggota ASEAN mempunyai keinginan untuk menanggulangi ancaman tersebut dengan melakukan pendekatan bilateral, trilateral dan multilateral. Peran aktif ASEAN dalam menghadapi permasalahan ini adalah operasi pemutusan jaringan pengedar narkoba, peningkatan sarana terapi, rehabilitasi korban narkoba, kultivasi ladang ganja, pembangunan rutan-rutan khusus narkoba, peningkatan kerja sama internasional dan penegakan hukum. Dalam upaya

menanggulangi lalu lintas perdagangan narkoba ASEAN memerlukan dorongan stabilitas dan kerjasama dengan ASEAN Security Community. Dengan kesesuaian aturan hukum dalam hubungan antar negara dengan prinsip dalam Piagam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara, maka tujuan ASEAN untuk memperkuat kerja sama dalam membangun lingkungan yang aman dan terjamin bebas dari narkotika dan obat-obat terlarang dapat tercapai.

ABSTRACT

Illicit drugs into one of the non-traditional security threats in the ASEAN region which continues to increase. This causes the ASEAN member countries have the desire to overcome these threats by doing approach, bilateral, trilateral and multilateral cooperation. Active role of ASEAN in dealing with this problem is drug dealers operating a network disconnection, improvement of therapy facilities, rehabilitation of drug addicts, marijuana cultivation fields, construction of special Rutan Rutan-drug, improved international cooperation and law enforcement. In an effort to tackle the drugs trade traffic ASEAN needs encouragement stability and cooperation with the ASEAN Security Community. Compatible with the rule of law in relations between countries with the principles in the Charter of the Association of Southeast Asian Nations, the goal of ASEAN to strengthen cooperation in building a safe and secure environment free from drugs and illegal drugs can be achieved.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja pekerja sosial dalam kegiatan rehabilitasi sosial korban penyalahgunaan narkoba adalah baik, dengan mengarahkan pasien

Adapun permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimanakedudukan United Nations On Drugs And Crime (UNODC) dalam penanganan kasus narkoba, bagaimana peran

Tulisan ini hendak melihat lebih jauh usaha-usaha Indonesia untuk mengatasi masalah penyalahgunaan narkotika yang telah mencapai tingkat ‘darurat narkoba.’ Tulisan

narkoba adalah rehabilitasi. Program ini adalah pilihan yang baik untuk korban,. khususnya mereka yang mempunyai kesulitan untuk menyesuaikan

Dalam pemaparan diatas, penulis mencoba melihat pengedar narkoba yang mana pelakunya adalah anak dibawah umur dari segi ia menjadi korban dan pelaku dalam pandangan

skripsi ini berjudul : "Peranan The United Nations Office On Drugs and Crime (UNODC) Dalam Kerjasama Penanganan Kasus Narkoba Dengan Negara-negara di Asean”. Dalam

banyak kita ketahui kejadian kekerasan dan penyiksaan hingga memakan korban dalam panti – panti rehabilitasi narkoba, menurut bagaimana respon brother dalam kejadian tersebut,

Berdasarkan hasil penelitian evaluasi efektifitas terapi static outing dalam meningkatkan motivasi pemulihan residen di Balai Rehabilitasi Narkoba Samarinda, dapat