• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan penelitian metode comunicative dalam pengajaran bahasa inggris mahasiswa psikologi dan pendidikan islam fakultas tarbiyah IAIN syarif Hidayatullah Jakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan penelitian metode comunicative dalam pengajaran bahasa inggris mahasiswa psikologi dan pendidikan islam fakultas tarbiyah IAIN syarif Hidayatullah Jakarta."

Copied!
114
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENILITIAN

METODE CODUNICATIVE DAIAM PENGAJARAN IWWIA lNOOIUS

MABASISWA PSDIOLOOI DAN PMDmtw·ISLm

FAKULTAS TARBIYAH IAIN SYAR.lr llDAYA1'UIUH

jt

JAKAR1'A

Oleh:

NASIJ!l'UDJCN JALIL

F'A.KULTAS TARBlYAH

IAIN SY.i!\IUF HIDAYA'.rULLAH

LjaZbセarNta@

(2)

RINGKASAN HASIL PENELITIAN

METODE COMMUNICATIVE DALAM PENGAJARAN BAHASA INGGRIS

MAHASISWA PSIKOI,OGI DAN KEPENDIDIKAN ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH IAIN SYARIF HIDAYATULLAH

J

A K A R T A

(Ne.sifuddi:n Jalil:

1997, 110

halaman)

Dalam Metode Communicative semua unsur bahasa, baik

berupa ilmu bahasa, seperti !lbonetics, grammar dan

vocabu-セN@

maupun yang terdiri dari ketrampilan bahasa, seperti

listening, Jil.!!§ak:iJli, reading dan writing, dipelajari semua

oleh siswa. Hanya di;lam pengajarannya semua unsur bahasa

i tu disajikan sec;;ra terpadu dan tidak terdapat pemisahan

yang berarti, Selain itu, dalam metode communicative

ter-dapat prioritas utama atau kedua dalam pengajaran

unsur-unsur tersebut, misalnya mengutamakan kemampuan berbahasa

dari pada pengetahuan bahasa. Di samping itu, kebermaknaan

dalam penggunaan bahasa lebih diutamakan dari pada

struk-tur bahasanya, serta sistem bahasa dipelajari melalui

ke-trampilan bahasa.

Mengutamakan ketrampilan bahasa dan pengajaran bahasa

bersama dengan penggunaannya merupakan salah satu prinsip

-prinsip metode communicative, Dari itu, metode communicative

dapat dii terpretasikan bahwa tu:iuan utama mempelajari

baha-sa adalah untuk dapat digunakan berkomunikasi, baik secara

(3)

iv

8

ecara reseptif Htau pasif, aeperti listening dan reading.

Dalam pengajaran bahasa Inggris yang communicative perlu

ditunjang oleh perangkat yang serba i:;gmmunicatiR pula,

se-perti guru, siswa, kurikulum dan teksbook yang s;ommunicatiye.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh

keberhasilan pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan

metode communicative da.lam materi pelajaran reading

comwe-hension dan listening i<,omprecomwe-hension. Apakah metode

communi-catiye itu efektif' dan ef'esien digunakan dalam pengajaran

bahasa Inggris dallll memberi hasil yang memuaskan, sehingga

metode tersebut dapat digunakan terus dalam pengajaran

baha-sa Inggris .diilta tidak, apa kelemahannya dan bagaimana cara

mengatasinya,

Landasan teori dari penelitian ini diperoleh dengan

me-tode telaah kepustakaan (library research). Sedangkan untuk

memperoleh informasi dan data di lapangan digunakan metode

penelitian lapangan (field research). Dalam analisis dan

in-エ・イーイゥセエ。ウゥ@

data serta informasi yang telah terkumpul

diguna-kan metode analitik kritik (analytic critic). Dalam

pengum-pulan data digunakan teknik pengumpengum-pulan data observasi dan

komunikasi. Tekn:lk observasi dapa t dilakukan dengan

menggu-nakan catatan informal, daftar eek atau skala penelitian.

Sedangkan teknik komunikasi dilakukan dengan interviu,

ques-tiner atau latihan, test dan soal-soal. Data yang telah

ter-kumpul dioleh dengan menggunakan instrumen, sepeti tabel dan

(4)

v

Setelah diadakan penelitian selama enam bulan atau

sa-tu semester terhadap pembelajaran bahasa Inggris mahasiswa

Psikologi dan ifependidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN

Sya-rif H:Ldayatullah Jakarta pada semerter pertama tahun pertama,

dapat disimpulkan bahwa pengajaran bahasa Inggris dengan

me-nerapkan metode

ᆪNqNAAjNAAャャャNセセ@

memberi hasil yang memuaskan,

baik dari segi mata pelajaran, maupun dari segi waktu. Dari

segi mata pelajaran, semua rencana pengajaran yang telah

di-siapkan dapat diajarkan semua dan hasil juga memuaskan. Hal

ini dapat dilihat dari hasil pembelajaran yang diperoleh

ma-hasiswa baik perorangan maupun perkelompok. Nilai perorangan

dari mahasiswa yang paling tinggi mencapai nilai 100 (A).

Se-dengkan nilai perkelompok, secara umum untuk reading

compre-hension, mahasiswa Psikologi memperoleh nilai rata-rata

A

a tau 82 ,23 dan mahasiswa Kependidikan Islam mendapat nilai

rata--rata

B

a tau 76, 18. Untuk pe lajaran listening

comm;:eben-lil.iQn,,

mahasiswa Psikologi meraih nilai rata-rata 80,39 atau

A

da.n tnahasiswa Kependidikan Islam memiliki nilai rata-rata

67,93 atau

C.

Jadi secara lebih umum lagi, kemampuan bahasa

Inggris dari reading dan listening tersebut dimiliki oleh

ma-hasiswa Psikologi dengan nilai rata-ratanya 80,78

(A)

dan

ni-lai rata-rata inahasiswa Kependidikan Islam 7

I ,

76 (

B).

k・セヲ・ォエゥヲ。ョ@

dan keefesienan dari segi waktu di mana

peng-a.jaran grammar tidak membutuhkan waktu khusus karena

pengaja-rannya telah diintegrasikan dengan reading dan listening,

Apalagi kemampuan grammar mereka telah memiliki r=82,92

(5)

KATA PENGANTAR

A:Lhamdulillah peneliti ucapkan atas selesainya

peneli-tian yang dilakukan. Keberhasilan penelipeneli-tian ini sangat

di-tentukan oleh berbagai pihak yang telah banyak memberikan

bantuannya.

Pertama, terima kasih peneliti ucapkan kepada Bapak

Drs. Amru I1:hwan, M.A, yang telah bersedia menjadi

konsul-tan dan membimbing peneliti dalam melakukan penelitiannya,

Kemudian peneliti ucapkan tEirima kasih kepada Dekan

Fakultaa Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bapak

Porf. Dr. Salman Harun, yang telah memberi kesernpatan

kepa-da peneliti untuk melaksanakan penelitiannya,

Selanjutnya, terirna kasih peneliti disampaikan untuk

sernua staf Fakultas Tarbiyah dan staf Pusat Penelitian dan

Pengabdian pada Masyarkat IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta

yang telah rnembantu peneliti dalam urusan administrasi.

Terakhir peneliti ucapkan terirna kasih kepada semua

mahi•siwa Psikologi dan Kependidikan Islam ternpat saya

mela-kukan penelitian atas kesedj.aan mereka untuk di teliti dan

terima kasih juga kepada semua pihak atau orang yang telah

menolong peneliti dalam penelitiannya, baik secara langsung

ataupun secara tidal;j langsung,

Semoga Allah SWT rnembalas amal baik Bapak-Bapak dan

Saudara-Saudara sekalian, amin.

v:L

Peniliti

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

RINGKASAN HASIL PENELITIAN ...

iii

KATA peャセcZエantar@ .. . . . • . • • . . . • • .. . . . . • . • • • . . • .. . . • • . • . . . . . • vi

DAFTAR ISI ... " ••••...•.•..••.••••• II • • • • • • • • • • vii

BAB I

セ@

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah •••••••.••••••.•.••

B.. Permasalahan ••••...•..•... · • • . .

5

C. Tujuan Peneli tian ... 11 • • • • • • 8

D. Metodologi Penelitian ••••••••••••••••••••

9

BAB I I : KERANG'KA TEORI

A.

Prinsip-Prinsip Communicative Approach....

13

B. Metode Communicative •••••••••••••••••••••

24

C, Reading Comprehension...

24

D. Listen .. i.ng Comprehension , • • • • • • • • . • • • • • • • •

31

BAB III: ANALISIS DATA

BAB IV

A. Analisis Hasil Pembelajaran Reading

Compre-]1ension . . . • . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

37

B, Analisis Hasil Pembelajaran Listening

Com-prehension • . . . . . . . . . . . . . . .

59

C. Analisis Hasil Pembelajaran Bahasa Inggris

D. Analisis Hasil Test Grammar Buku Satu •••••

KESIMPlJLAN DAN SARAN

80

83

A. Kesimpulan . . . . • . . . .. . . . . . . . . . . . 88

B. Sa1 .. an-Saran • • • • • . • . • . . . . . . . . . . . . . . 90

DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • • • .. .. • • • . • • • • • • • • • • • • • • • . • • • • • • • 9 2

(7)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel

1 :

Hasil Filling Test Mahasiswa Psikologi

...

39

Tabel

2

Hasil Filling Test Mahasiswa Kep. Islam

•••••

40

Tabel

3

;

Hasil Translation Test Mahasiswa Psikologi

42

Tab el

Lf

.

Hasil Translation Test Mahasiswa Kep, Islam

4.5

Tabel

5

Hasil Gabungan Filling dan Translation Test

Mahasiswa Psikologi

• • •

• • • •

• • • • • • • •

45

Tabel

6

.

Hasil Gabungan Filling dan Translation Test

Mahasiswa Kependidikan Islam

...

46

Tabel

7

.

.

Hasil Scanning Test Mahasiswa Psikologi

• ••••

48

Tabel 8

:

Hasil

ウ」セエョョゥョァ@

Test Mahasiswa Kep, Islam

••••

49

Tabel

9

.

.

Hasil Skimming Test Mahasiswa Psikologi

• ••••

51

Tab el

1 0:

Hasil Skimming Test Mahasiswa Kep. Islam

• •

52

Tabel

1 1 :

Hasil Gabungan Scanning dan Skimming Test

Mahasiswa Psikologi

• • • • • •

• • • • •

53

Tabel

12:

Hasil Gabungan Scanning dan Skimming Test

Mahasiswa Kependidikan Islam••••••••••••••••

54

Tabel

13:

Hasil Gabungan senma Test Reading Mahasiswa

Psikologi

• . . . • . . . . • . • . . . • . . .

56

Tabel

14:

Hasil Gabungan Semua Test Reading Mahasiswa

Kependidilran Islam .••••...•••• "...

57

Tabel

1'5;

Hasil Listening dengan Cassette

900

Mahasiswa

Psikologi ... , . . . . . . . . • 62

Tabel

16:

Hasil Listening dengan Cassette

900

Mahasiswa

Kependidikan Islam

• • • • • • • • • • • • • • • • • • a • • • • • • •

63

(8)

Lampirau 1 Hasil

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

. Test Filling dan

Translat-ion Mahasiswa Kependidikan Islam ••••••• 95

Lampir.:m 2 : Hasil Test Filling dan

Translat-Lampiran

3

Lampiran !1

Lampiran 5

Lampiran 6

Lampiran 7

ion Mahasiswa Psikologi •••••••••..•••••. 96

Hasil Test Scanning dan Skimming

Mahasiswa Kependidikan Islam

...

97

Hasil Test Scanning dan Skimming Mahasiswa

pウゥャセッャッァゥ@ . . . . . . .. . . . . . . . . . . .

98

Hasil Gabungan Test Reading Comprehension

Mahasiswa Psikologi dan Kependidikan Islam 99

Hasil Test Listening Comprehension dengan

Cassette 900, BBC dan TOEFL Mahasiswa

Ke-pendidika.n Islam . • . . . .. . . . . . . . . . . . . . 100

Hasil Test Listenlng Comprehension dengan

Cassette 900, BBe dan TOEFL Mahasiwa

Psi-ォッャッァェセ@ . • • .. . .. • . . . .. . . . . .. . • • • . . . . . 101

Lampiran 8 : Hasil Test Listening Comprehension

non-Casset te Mahasiswa Kependidikan I slam • • • 1 02

Lampiran 9 : Hasil .'l'est Listening Comprehension

non-Casset te Mah.asiswa Psikologi • • • • • • • • • • • • 1 03

Lampiran 10: Hasil Gabungan Test Listening Comprehension

deri.gan Hセ。ウウ・エ@ te • . • • • • . • . • • • • • • • • • • • .. • • • • 104

Lampiran 11 :: Hasil Pembelajaran Eahasa Inggris Mahasiswa

(9)

xi

Lampiran

12:

Cont oh Listening Text dari Cassette

900

106

Lampi ran

13:

Contoh Listening Text dari Cassette BBC

107

Lampiran

14:

Cont oh Listening Text dari Cassette TOEFL

108

Lampiran

15:

Cont oh Soal-Soal tentang Reading

(10)

B A B I

PENDAHULUAN

A.

I.atar

Belakang Masalah

Sejak beberapa tahun lalu hingga kimi pengajaran bahasa

Inggris di sekolah-sekolah di Indonesia masih menggunakan

pendekatan, met ode dan teknik s;ommynicat;!,ye ( Communj.qiti ve

Approech, Method and Techn;!,c1ue). Dalam met ode communicatiu-e

semua unsur bahasa, baik berupa ilmu bahasa, seperti

phonet-i£.a,

grammar, vocabulary dan culture, maupun yang terdiri

dari ketrampilan bahasa, seperti listening, speaking, セᆳ

:lJ!g, writing dan ditambah satu ketrampilan bahasa lagi

khu-sus bagi non-native speaker, yai tu translation, dipelajari

oleh siswa. Hany1;. dalam pengajarannya semua unsur bahasa i tu

disajikan secara terpadu dan tidak terdapat pemisahan yang

berar·ti. Selain itu, dalam piendekatan communicative terdapat

priori tas utama e.tau kedua dalam pengajaran unsur-unsur

ter-sebtit, misalnya mengutamakan kemampuan berbahasa dari pada

pengetahuan bahasa. Juga kebermalmaan dalam penggunaan

baha-sa lebih diutamakan dari pad.a struktur bahabaha-sa dan sistem

ba-hasa di.pelajari melalui teknik communicative (Lihat:

Finoc-chiaro dan Brumfi.t,

1983,

dalam J.C. Richards d.an T.s.

Rod-gers,

1988: 67--68).

Mengutamakan ketrampilan bahasa dari pengetahuannya dan

pengajaran bahasa dilakukan melalui penggunaannya

(11)

Q.Q.!!1-2

AAャゥャャQQ」。エゥカセ@

karena

ー・ョ、・ォZZゥ|ャ[セ@

£.Q.!!!.mynicative dalam metode

pe-ngajaran bahasa dapat diinterpretasikan bahwa tujuan utama

mempeilajari ·bahasa adalah untuk dapat digunakan

berkomunika-si, 'oaik s1,cara produktif atau aktif (speaking dan wr:!.ting),

ma.upun secara reseptif atau pasif (listening dan reading).

Dalam menerapkan pengajaran. baha.sa Inggris secara

communicat-ive

RNiャセ@

perlu didukung oleh perangkat yang serba

communi-cative pula, seperti guru, siswa, kurikulum dan textbook yang

.Q.QJlli!!unicative (Liha.t: H. Dougless Brown, dkk., 1993::

vii--xii).

Dalam usaha meng-communicative-kan pengajaran bahasa

Inggris di Jurusan Psikologi

、セエョ@

Kependidikan Islam pada

Fa-kultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif

Hidayatullah Jakarta, ada bidang-bidang yang dapat

di-£.Ql!l-municativ'll_-kan dellgan segera dan ada yang membutuhkan waktu

dan biaya untuk melakukan proses tersebut. Dari segi

penga-jaran oleh dosen dan pembelapenga-jaran oleh mahasiswa dapat

di-£.QQ!!!!Unica ti ve.-kan dengan segera, yai tu dengan menggunakan

pendekatan, metode dan teknik communicative. Akan tetapi

meng-communicatiye-kan kurikulum dan buku pegangan mahasiswa

dan dosen membutuhkan waktu dan biaya.

Salah satu ciri buku "English for IAIN Students" yang

menjadi buku pegangan dosen dan mahasiswa non-jurusan bahasa

Inggris di Fakultas Tarbiyah selama ini ialah adanya

pemisa-han yang sangat berarti antara grammar dan reading. Selain

itu, grammar ditulis di bagian awal buku tersebut yang

(12)

3

paling penting dan utama 、。ャセエュ@ proses pengajaran dan

pembe-lajaran bahasa Inggris, sehingga memadai dan tidaknya

baha-sa Inggr:l.s seseorang terukur dari segi penguabaha-saan セュNイオZN@

bahasa itu, Hal tersebut san1;,;at berbeda dengan prinsip

£Q!l!-muniJ<.tli]]!. yang l.ebih mengutamakn kemampuan penggunaan

baha-sa Hセャャ[ゥャャI@ dari pada penguasaan grammar, sehingga

pengaja-ran grammar dipadukan ke dala.m pengajapengaja-ran ketrampilan

baha-sa ( Finocchj_aro dan Brumfi t, 1983, dalam Richards dan Rod-·

gers, 1988:67--68, dan Brown, dkk., 1993:vii--xii).

Selama buku bahasa Inggris yang disusun berdasarkan

prinsip··prinsip £..QJ!l!!!Unicative belum ada, buku "English for

IAIN Students" yang sudah dipakai selama ini dapat terus

digunakan dengan mengadakan modifj_kasi dalam cara

penyajian-nya. Salah 1>atu caranya ialah dengan mernberi waktu yang

le-bih banyak pada pengajaran ketrampilan bahasa dan

mengga-bung;lc;,i:1n penga,jaran grammar.: ke dalam pengajaran ketrampilan

bahasa. Mata pelajaran yang dapat mendukung teraplikasinya

ketrampilan bahasa yang ada di dalam buku "English for IAIN

Students" hanya pelajaran reading comprehension. Walaupun

pelajaran reading menurut latihan yang tersedia baginya

ha-nya untuk tujuan .re2ding

m

セーイ・ィ・ョウゥッョ@ saja, namun

da-pat juga digunakan untuk pelajaran ketrampilan bahasa

lain-nya, seperti writtng,

m!s.;i.,n,g,

listening dan il;:.anslation,

Ketramp:i.lan translat,.;ion dapat dilakukan dengan

menter-terjemahkan bahan bacaan dalam bahasa Inggris ke dalam

(13)

4

ketrampilan

ュセイョオャゥウ@

(!!riting) dapat dilaksanakan dengan cara

meringkas bahan bacaan oleh mahasiswa atau dengan mengajukan

beberapa pertanyaan oleh dosen kepada mahasiswa dan mereka

memberi jawaban tertulis dengan lengkap. Dari jawaban

maha-siswa secara tertulis itu dapat juga dipelajari grammar-nya,

apakah mereka telah dapat menggunakannya dengan baik dan

be-nar atau belum. Dari tulisam mereka juga dapat dipelajari

ketepatan kosa kata yang mereka gunakan dan sesuai dengan

kultur bahasa Inggris. Unsur-unsur bahasa seperti tersebut

dapat dipelajari. juga ji.ka mahasiswa memberi jawabannya

da-lam bent.uk lisan. Ketrampilan berbicara (speaking) dapat

di-aplikasikan dengan menggunakan teknik tanya-jawab dalam

ba-hasa Ing;gris antara dosen dan mahasiswa atau antara sesama

mahas.iswa tentang persoalan yang sedang dipela,jarl. dari

sua-tu bahan bacaan, Kegiatan speaking dapat juga dilakukan

de-ngan cara mahasiswa disuruh mengambil kesimpulan dari suatu

bahan bac:aan dengan menggunakan bahasa Inggris, Dalam

kegia-tan speaking, selain dapat untuk meningkatkan kemampuan

me-nyimak ( listeni.11g), dapat juga dipelajari

fil:ill!l!lliil:

dan

Y.Q.-cabularY yanr:i; digunak1m oleh mahasiswa. Sedangkan

ketrampi-1.an mendengar atau menytmak (listening) dari buku "English

for IAIN Studenti>" dapat dilakukan dengan menggunakan

tek-nik membacakan teks bacaan dari buku tersebut oleh dosen

ke-pada mahasiswa tanpa melihat tulisan dari teks bacaan itu.

Kemudian dosen dapat mengajukan beberapa pertanyaan mengenai

(14)

5

H. perm9sa1ahan

Pene1itian diaclakan karena adanya suatu permasa1ahan

yang memerlukan so1usinya. Permasalahan itu timbul di

anta-ranya karena adanya ketidak sesuaian antara apa yang

dii-nginkan atau seharusnya (das Sollen) dengan apa yang

terja-di dralam kenyataannya ( das Sein). Tujuan utama pengajaran

bahasa Inggris bagi mahasiswa menurut Communiqitive

An-.

proach ialah agar mereka minimal dapa:l: membaca buku-buku

bacaan yang berbahasa Inggris tingkat tinggi (advanced)

ka-rena mereka tela.h mempelajari bahasa Inggris tingkat dasar

( elE•mirntary) di Sekolah Lanjutan 'ringkat Pertama ( SLTP) clan

bahasa Inggris tingkat menengah (intermediate) di Sekolah

Lan,jutan Ttngka t Atas ( SLTA). Se lain dapat membaca, mereka

juga diharctpkan daJ>a t menulis, berbicara, menyimak clan

men-te:r j•emah mj_nimal ti.ngkat ke trampilan tingkctt dasar karena

yan,g demikian i t u merupakan konsekwensi dari

prinsip-prin-sip NgッュュオョZゥN」。セ@ Alll;t:.Qrui.b.. Akan tetapi pada kenyataannya

pelajaran bahasa yang diajarkan tidak seperti yang

diingin-kan, yaitu hanya mengajarkan &ulmmar clan reading saja.

I(EladjJlg yang diC1.j.,;rkcin pun hanya sampai tingkat

intermedi-ate karena mintermedi-ateri bacaannya telah disederhanakan dari teks

aslinya. Dari itu, Apa yang menjadi tujuan pengajaran

baha-sa Inggr:Ls bagi. mahas:Lswa dapat terpenuhi jika

pengajaran-nya dilakukan secara utuh dan terpadu, yaitu dengan

menggu-nakan metode conununicati ve, yakni menerapkan

(15)

6

Selain itu, materi pelajaran yang dia;iarkan tidak hanya

ter-ikat pada apa yang ada dalam buku

11

English for IAIN

Stu-dents",

1 •

Identifi!ia.Qi Masalah

Ada beberapa hal yang dapat diidentifikasikan sebagai

masalah, sebagaimana yang tersebut di bawah :Lni,

a, Bahasa Inggris yang diajarkan pada semester pertama masih

pacla tingkat

・ャ・セ@

( dasar) dan yang diajarkan pada

tingkat atau semester dua masih pada tingkat intermediate

Hュ・イョセョァ。ィIL@

belum sampai pada tingkat adYSJ.!:!Q.fill. (tinggi).

b, Ketrampilan (skill) bahasa yang diajarkan hanya satu

sa-ja; yaitu baca

HセゥョァI@

yang telah disederhanakan dari

teks aslinya, Sadi tidak rnemberikan teks bacaan menurut

apa adanya

セイョ@

pad a mahasiswa.

c. Porsi untuk pengajaran ilmu bahasa (grammar) lebih besar

dari porsi untuk ketrampilan bahasa

Hセ、ゥョァIN@

Yang

seha-rusnya, menurut Communicative Approach 1.ebih besar porsi

ketrampilan bahasa dari pada porBi ilmu bahasa.

d. Pengajaran &r;:ammru;, masih dipisahkan sece,ra tersendiri dan

tidak diintegraBikan ke dalam pengajaran ketrampilan

ba-hE1.1>a, seh:Lngga tidak se jalan dengan tun tu tan

Communicat-ZANNNyjセN@

Approach.

e. Keberhastlan pengajaran bahasa Inggris dengan menggunakan

(16)

7

yang g:ommunicative pula yang sal1ng terkait, seperti

ku-rikulum, texbooks ,. dos en dan mahasiswa.

2. l:fil!!Qataaan Masalah

Walaupun ada beberapa masalah yang dapat dicarikan

so-lusinya tapi karena serba keterbatasan rnaka permasalahannya

dibatasi hanya pada penggunaan metode communicative dalam

pengajaran bahasa Inggris dalam rnateri reading

comprehen-fi.iQn, clan listening £.Qmprehension bagi mahasiswa Psikologi

dan Kependj.dikan Islam dengan menggunakan buku "English for

IAIN Students" dan mata pelajaran tambahan lainnya.

Meski-pun memperioritaskan materi reading comprehension dan

lis-ゥセョゥァァ@ comprehension., namun dalam proses pengajarannya di

dalarn kelas tidaklah dapat terlepas dari pengetahuan dan

ke-trampilan bahasa lainnya.

Langkah yang di tempuh, an taranya, dengan

mengintiegrasi-kan pelajilran grammar ke dalam pelajaran ketrampilan bahasa

sehingga tidak ada pemisahan secara khusus antara ilmu

baha-sa dan ketrampilan bahabaha-sa. Pelajaran tambahan lain yang

di-maksucl ialah terutama pelajaran ketrampilan bahasa, seperti

セNャャ[ゥNイオセL@

mi.;i.M

clan trans.l,a:ti.rul;. Untuk pelajaran J::fu2.cling,

diberikan pelajaran reading tingkat advanced. Jika materi

reading itu dikutip dar1 buku, misalnya, maka tidak diubah

atau disederhanakan dari teks aslinya. Jadi, kutipan bacaan

terse but sama seperti teks bacaan aslinya, walaupun teks

(17)

8

3.

Perumusan Masalali

Permasalahan yang telah dipilih dan dibatasi tersebut

dapat dirumuskan seperti tersebut di bawah ini:

"Seberapa jauhkah keberhasilan pelaksanaan metode

.Q.Q.!.!!-municati ve dalam pengajaran bahasa Inggris dalam materi

reading comprehension dan lisJi.!ill;i.,ng

セッュキ・ィ・ョウゥッョ@

bagi

ma-hasiswa ,furusan Psikologi dan Jurusan Kependidikan Islam

F'almltas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN)

Sya-rif Hidayatullah Jakarta?",

C. llJjuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah

meto-de _£Qmniunicative yang digunakan dalam pengajaran bahasa

Inggris tersebut di atas efektif dan efesien di dalam

pelak-sanaannya serta m.emberi hasil yang memuaskan seperti yang

diharapkan, Sebaliknya jika tidak efektif dan efesien dan

tidak memberi hasil seperti yang diharapkan, maka perlu

di-cari 'kelemahannya atau kendalanya serta didi-cari juga jalan

untuk pemecahan dan mengatasi permasalahannya.

Dari it u, hasil pene li tian

ケ。ョQセ@

dilakukan ini tent u

membari suatu manfaat yang berarti dan berguna, dan yang

sekaligus menjadi suatu pemasukan yang positif dan

memba-ngun terhadap proses belajar dan mengajar bahasa Inggris

(18)

9

(I AHi) Syari f Hid a ya tullah Jakarta, kh ususnya mahasiswa

Fa-kul ta8 Tarbiyah.

D. セエッ、ッQッァゥ@ Penelitian

1. Metode Pe!J&ll..YJi!.!1

Landamrn teori dari peneli tian ini diperoleh dengan

menggunakan met.ode telaah kepustakaan (library research).

Sedangkar1 untuk memperoleh informasi dan data di lapangan

digunakan met ode pene li tian la pang an (field research). Dalam

analisis dan interpretasi data serta informasi yang telah

terkumpul digunakan met ode anali tik kri tik (analytic i:;;i:i tic).

2. t・ォセ@ Pengumpulan セ@

Dalam pengumpulan data dJ.gunakan teknik pengumpulan

data observasJ. dan komunikasi. Teknik observasi dapat

dila-kukan dengan rnenggunakan catatan l.nformal, daftar eek atau

sk9la penel:itian. Sedangkan teknik komunikasi dapat

dilaku-kan dengan menggunadilaku-kan interviu (wawancara) dan angket

(questioner) atau latihan, test dan soal-soal dari mata

pe-lajaran. Data yang telah terkumpul diolah dengan

mengguna-kan instrumen, seperti tL,bel atau grafik,

5.

Poll.1!lafil. dfill セ・ャ@

'Populasi yang menjadi objek penelj.t:ian terdiri clad.

masing-masing satu kelas mahasiswa Jurusan Psikologi dan

Kependiclika.n Islam pada. semester pertama dalam tahun

perta-ma Fakultas Tarbiyah Institut Agaperta-ma Islam Negeri (IAIN)

(19)

セMMMカョuk@

IAIN

I

PERP1'ST·\KAAN

J 'f{i\_li'fA

/

__________

, , , , , . _ . ,

____

, 10

sebanyak

38

orang dan mahasi.swa Kependidikan Islam ber

jum-lah seki tar 34 orang, ,J adi semua mahasiswa yang menjadi

po-pulaE:i penelitian ber jumlah sebanyak 72 orang.

Mereka semua sebanyak 72 orang sekaligus di,jadikan

se-bagai. sampel peneli.tian karena kepada mereka diajarkan

baha-sa Inggris dengan menggunakan metode communicative dalam

ma-ta pelajaran reading comprehension dan listening

_g,omprehen-セN@ Dari itu, sampel penelitiannya mencapai 100

%

dari

jumlah populasj_nya.

4.

Bi dang Peneli tian

Bi dang masalah yang di tell.ti dalam peneli tian ini

meli-puti dua variabel besar, yaitu read;i.!lg comprehension dan

listening £_prnpreheni;:ion, Bidang reading £.Q!!LP.rehension yang

diteli ti terdiri atas normal re01ding yang termasuk di

dalam-nya 1ranslation dan rapid reading yang mencakup teknik

mm-!ping dan scanning. Sedangkan. bidang listening comprehension

yang diteliti terd·iri atas listEming comprehension dengan

menggunakan cassette dan dengan membacakan teks bacaan

kepa-dii mahasiswa.

Baik pada

lllll:Jrual

readirrg maupun pada rapid reading

di-gunakan materi bacaan tingkat menengah, terutama untuk

pe-lajaran translation, dan materi bacaan tingkat tinggi untuk

§.himmimg dan rn.ning, Akan tetapi dalam listening

compre-hension tanpa イョウ・エエセN@ digunakan materi bacaan tingkat

(20)

11

digunakan 1na.teri-materi pelajaran rekaman yang terdiri dari

cassette 900 sebagai materi l:Lste1i;!.J:l£ dasar, cassette BBC:

セャ・@

Y•;iu Meet sebagai materi ]J.stenina; menengah dan

Q.,1.§.-sette

ヲャNNN。セセ@ tセゥャ@

sebagai materi listening tingkat

ting-gi.

5. Laporan

ャャセ@

Penelitian

Proses terakhir dari kegiatan penelitian ini melaporkan

hasil penelitian. Dalam laporan, basil penelitian ini

dikla-sifikasill:an menjadi empat bab.

Bab pertama menyajikan latar belakang masalah;

permasa-lahan yang meliputi identifikasi masalah, pembatasan masalah

dan perumusan masalah; tujuan penelitian; dan metodelogi

pe-nelitian yii.ng mencakup met ode pepe-nelitian, teknik

pengumpu-lan data, populasi dan sampel·penelitian, bidang penelitian

dan laporan basil pene li t:ian.

Sedangkan prinsip-prinsip Communicative Approach,

me-tode communicative

dan ketrampilan bahasa diuraikan dalam

bab dua. Ketrampilan bahasa yang dimaksud hanya meliputi

dua aspiik, yaitu

セ」ャ[ゥNjZャNァ@ セNッューイ・ィ・ョウゥッョ@

dan l:Lstening

compre-hension.

Bab ketiga menjelaskan analisis dan interpretasi

ten-tang data•ilata dan informasi yang diperoleh di dalam

peneli-tian yang telah dilakukan tenta.ng reading comprehension dan

listening Q.Q.i!!lJI:ehension. Pembahasan tentang ha.sil

(21)

12

イセ[UQA[AゥLオNァ@ yang terdapat ェセョウャ。エゥッョ@ di dalamnya dan rapid セᆳ

.1.n.g yang tercakup di dalamnya §kimming dan scanning.

Sedang-kan hasi.l penelitian dari listening comprehension meliputi

analisis tentang l;lsten:lng dengan menggunakan ca§sette dan

ャゥウセ⦅ァ@ tanpa menggunakan cassette, yakni dari teks

baca-an.

Kesimpulan dari analisis dan interpretasi data-data dan

informa.si dari penelitian yang tel.ah diuraikan dalam bab

se-belumnya serta saran-saran ten tang met ode communicg:1 ti ve

da-lam pengajaran bahasa Inggris, khususnya untuk pembelajaran

bahasa Inggris bagi mahasiswa Psikologi dan Kependidikan

Islam Fakul tas Tarbiyah, di tulis dalam bab empat,

Selain daftar kepustakaan, laporan hasil penelitian ini

dilengkapi juga dengan sejumlah lampiran-lampiran.

Lampiran-lampiran tersebut terdiri de.ri Lampiran-lampiran tentang grafik dari

hasil penelitian tentang l:f.lidjng .Q_Q]!prehension dan li.stening

c.om;pJ::ftbfillaiJm. ,Juga lampiran tentang contoh test dari

(22)

B A B II

K E R A W G K A T E 0 R I

A. frins:ip-Prinsip Communicat:Lve Approach

Commynicati ve A Pproach yang menjadi landasan pem:Lkiran

dalam pengajaran bahasa Iuggris akh.ir-akhir ini mempunyai

prinsip-prinsip tertentu, sebagaimana yang dikemukakan oleh

Finocchiaro dan Brum fit ( 1983) dalam buku "A.J2oroaches and

Methods

ill

Qセ@ Teaching:

A

Description anq

tn.a..l:L!ii.il."

oleh Jack C. Richards clan Theodors

s.

Rodgers (1988:67--68),

seperti tersebut di bawah ini.

1. セャャャNョLァ@

1a

セ@

.

.!3u::amount

1ha!l..

structure

(Kebermaknaan lebih diutamakan dari pada struktur bahasa)

Setiap bahasa digunakan rnenurut sistem b:ahasa itu

sen-diri, yai tu dengan pola a tau susunan yang rnernpunyai makna

bagi penggunanya, Ucapan kata. yang digunakan dalam

pembica-raan selalu disusun dengan cara-cara tertentu atau

diran-cang untuk menyatakan arti yang sama bagi semua pemakai

ba-hasa tersebut, C:ontohnya di dalam baba-hasa Inggris, kita

meng-ucapkan kata ,the .l;!ook; ki ta tahu bahwa ki ta sedang

membica-rakan sebuah buku yang Id ta sebutkan tadi, Akan tetapi kata

.ill

bQQ!£i member:L artj. lebih dari sebuah buku. Ferbedaannya

terdapat pada uca.pan /s/ yang ada pada contoh kedua

(Finoc-chiaro dan Bonomo, 197.3:

3).

Selain itu, arti sebuah kata juga ditentukan oleh

kon-teks Nセゥエ。オ@ situasi dimana kata itu digunakan. Contohnya kata

(23)

14

ィセ@ mempunyai arti yang berbeda-beda sesuai dengan

kontek-nya, Lihatlah perbedaan arti kata セ@ sesuai dengan kontek

kalimatnya.

l

セ@ (mempunyai)

.a

book. セ@

hru:i

(makan)

J.J.!.!.lQh.

She h1J.§. h_i!,,2. (minum) tea. You have (memperoleh) a gooq

§!du-_gatio1},.

Tlilt.Y:

.hru!Ji

ha.11

(mengalami) ,a trouble, We had (merasa)

セN@ The teacher ;\ill.

flli.fil.g (

men,yuruh)

him

read the 12.QQk.

l

had

lliill. (

bermimpi) £l. dreain. Let !!ill. have ( memberi) fill

.!l.fil:lY

reply. J_,et;_ 1!.§. セ@ ( menyimpan) y.Qur money. Cont oh lain ialah

kata §tress yang berarti penyakit tertentu dalam konteks

ke-sehatan, yang berarti suatu pengertian yang dianggap

pen-ting dala.m konteks isi pidato, dan yang berarti penekanan

pada suku kata tertentu dalam konteks bahasa.

Walau demikian, kebermaknaan suatu ujaran atau

pembica-raan ti.dak tergantung pada arti kata perkata. Akan tetapi

kehermaknaan itu tergantung pada seluruh persepsi pendengar

atau pembaca pada ucapan, intonasi, tata bahasa, dan makna

dari suatu si.tuasi atau suatu budaya (Finocchiaro dan Bono-mo,

1973:3).

Dengan kata lain, kebermaknnan suatu ujaran terdiri

da-ri kombinasi sistem ucapan, tata bahasa, kosa kata dan

buda-Ya suatu bahasa yilng tercermin di dalamnya (Fj_nocchiaro dan

Bonomo,

1973

:42), Dari itu, jelas1ah bahwa suatu

pembicara-an dapat dimengert:i. dengpembicara-an baik hpembicara-anya jika pola-pola ucappembicara-an,

tata bHhasa, sistem kosa kata .dan makna budaya sama-sama

di-pakai oleh pembicara dan pendengar dalam bahasa lisan, a tau

(24)

(Finoc-15

chiaro dan Bonomo,

1973:7).

Selain itu, di dalam proses

be-la jar--mengajar, seorang guru harus membuat setiap materi

pelajaran tidak saja sistimatis praktis bagi pembentukan

suatu kebiasaan dengan latihan-latihan (]lli.bit formation),

tetapl juga penggunaan bahasa dengan penuh kebermaknaan

da-lam aktivitas berkomunikasi sebagaimana yang digunakan oleh

penutur aslinya (native speaker) (Finocchiaro dan Bonomo,

1973:24).

,Tadi di dalam metode communicative mempelajari

keber-maknaan suatu ujaran atau tulisan lebih diutamakan dari pa·"

da mempelajari struktur-struktur bahasa yang tidak selalu

mengandung kebermaknaan.

2 •. Contextuab.zation

1£i

a.

Basic Promise

(Kontekstualisasi merupakan pemikiran dasar)

Pada uraian kebermaknaan di atas telah diuraikan bahwa

konteks atau situasi turut.menentukan arti suatu kata. Dari

itu, kontekstualisasi sangat diperlukan untuk menentukan

dan memper jela s arti suatu ka·ta a tau kalima

t.

Kon teks ialah

keadaan atau situasi di mana suatu peristiwa terjadi, Lebih

je QセQウ@ lagi, kon teks ialah kata a tau kalirna t lain yang ada pada sebelum ateu E.esudah kata citau kalirnat untuk

memperje-las arti suatu kata l'tau kal:imat tersebut (Hornby,

1980:

184).

Konteks dalam ujaran ialah bentuk-bentuk kalimat atau

kata dalam ungkapan a tau pembicaraan yang saling berkai tan

(25)

me-nolong memberikan arti ungkapan-ungkapan itu dengan jelas

( F1nocchiaro dan Bonomo, 1973:24).

Suatu kata atau kalimat dapat memperjelas makna kata

atau :><alimat lainny.:i jika kata atau kalimat itu digunakan

16

di dalam situasi tertentu atau menerangkan suatu situasi

rena situasi tersebut dapat menentukan arti suatu bentuk

ka-ta a ka-tau kalimat. Sj_ tuasi :Lal.ah hubungan anka-tara unsur-unsur,

peristiwa atau benda-benda yang ada di seki tarnya dengan

ba--hasa yang digunakan untuk memaparkan unsur-unsur, peristiwa

a tau benda-benda terse but (Finocchiaro dan Bonomo, 19'73:

282).

Yang menjad1 tujuan utama d1 da.lam berkomunikasi adalah

saling ー・ョQセ・イエゥ。ョ@ atau adanya kebermaknaan karena tanpa

sa-ling pengertian tidak akan terjadi komunikasi yang

sesung-guhnya. Pengertian di dalam berkomunikasi akan jelas jika

ungkapan-ungkapan di dalamnya saling mendukung dalam

memper-jelas apa yang menjadi tujuan di dalam berkomunj_kasi

(kon-tekstual1sasi), Tujuan di dalam berkomun1kasi akan lebih

je-1.as lagi jika bahasa yang digunakan sesuai dengan apa yang

diungkapkan oleh bahasa i tu ( si tualisasi) • <radi di cla lam

me-tode communicative kontekstualisasi yang termasuk di

dalam-nya situalisasi menjadi pikiran dasar dalam proses belajar

dan mengajar bahasa. Dengan kata lain dapat diungkapkan

bah-wa di dalam pendekatan, metocle dan teknik pengajaran bahasa

(26)

17

3.

Learni.ng

セ@ .t..Q

i&fillnunica.U

(Bela jar bahasa untuk berl{omunikasi)

Tujuan dari kebermaknaan dan kontekstualisasi adalah

untuk dapat berkomunikasi dengan tepa.t dan baik kerena

ber-komunikasi adalah tujuan uta.ma dari mempelajari dan

mengua-sai suatu bahasa. Hal ini sesuai dengan definisi bahasa itu

sendiri, yaitu bahasa adalah suetu sistem dari simbol-simbol

vokal yang dengannya semua orang yang berada di dalam satu

budaya atau orang dari budaya lain yang telah mempelajari

sistem budaya tersebut dapat berkomunikasi atau

berinterak-si (Finocchiaro dan Bonomo,

1973:3).

Ungkapan berkomunikasi dan beri.nteraksj_ yang telah

di-sebutkan memberi arti saling memahami dan saling berbi.cara;

mendengar dan menjawab atau mengadakan reaksi terhadap

per-kataan yang didengar, Ungkapan-ungkapan tersebut juga

membe-ri arti kemampuan berbicara tentang sesuatu (pemembe-ristiwa) yang

telah terjadi pada waktu lampau, atau yang sedang terjadi

sekarang, atau yang akan terjadi pada suatu krtika nanti

(Finocchiaro dan Bonomo,

1973: 6).

Berkomunikasi dengan bahasa lisan berarti memahami dan

mengadakan reaksi terhadap pembicaraan seseorang. Reaksi

a tau jawaban i tu mungJ{in berbentuk pernya ta an; pertanyaan;

persetujuan atau tidak menyetujui; melaksanakan petunjuk;

menjaWi'lb pertanyaan dalam bentuk kal:i.mat posi tif a tau

nega-ti.f; atau menggunakan apa yang disebut dengan formula,

(27)

18

jawaban dari Thau!L..Y.Ql! boleh dengan ungkapan You' re welcome

atau .J22ll.!.1 mention

ii•

Dalam masyarakat yang dapat membaca

dan menulis, komunikasi dapa t juga dilakukan dengan membaca

dan menulis ide-ide atau pesan-pesan dari atau dengan

baha-sa tulibaha-san ata u bahabaha-sa cetak (Finocchiaro dan Bonomo, 1973:

6).

Dengan demikian, mempelajari bahasa menurut metode

com-municative ialah bertujuan untuk dapat berkomunikasi dengan

baha.sa lisan, se perti berbicara dan mendengar, a tau dengan

baha.sa tulisan, seperti membaca dan menulis, a tau juga ber-·

komunikasi dengctn orang asing dengan menggunakan bahasa

ter-jemahan.

4. Gommunicati ve Competence

!l.fil.

Lipguistic Competence

(Kernampuan berkomunikasi bukan kemampuan ilmu bahasa)

Karena tujuan pengajaran bahasa dalam Communicative

AP.J2!:.Q.<!.fo:h adalah untuk berkomunj_kasi, maka kemampuan bahasa

yang d:Lkembangk,in adalah kemampuan berkomun:Lkasi

(ketrampi-lan bahasa), bukan kemampuan ten tang ilmu bahasa, se pert:L

&!::2.!!l!ttru::. Kemampuan yang dirnaksud adalah kemampuan yang

dimi-liki oleh pembicara atau pendengar untuk memahami dan

mem-produksi bahasa-bahasa ucapan (Finocchiaro dan Bonomo, 1973:

276) atau memahami dan memproduksi bahasa l:ulisan.

Sebalik-nya, kemampuan tentang bahasa ialah kemampuan secara umum

mempeJ.a ,jari dan mengern:iJ. semua ungkapan-ungkapan bahasa yang

(28)

menggu-19

nakannya (Finocchiaro dan Bonomo,

1973 :9).

'rentu yang menjadi tujuan utama dalam mempelajari

baha-s<1 ialah agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan

meng-gunakan bahasa asing (Inggris) sesuai dengan perkembangan

usia dan tingkat pendidikannya. Mereka harus mampu memahami

pesan-pesan yang di.ucapkan di dalam bahasa Inggris dan harus

mampu secara spontan mengucapkan atau menggunakan

ungkapan-ungka,pan untuk menjawab pesan-pesan terse but dengan tepa t

dan juga harus dapat menyatakan keinginan, kebutuhan atau

hasratnya tanpa harus dirangsang terus oleh oengajar atau

pembimbing. Mereka harus dapat membuat dan menggunakan

ung-kapan-ungka pan terse but yang dipadukan dengan sis tern ucapan,

tata bahasa dan kosa kata dalam situasi budaya bahasa yang

digunakan secara normal seperti yang digunakan oleh penut ur

aslinya ( fセゥョッ」」ィゥ。イッ@ dan Bonomo,

1973: 10).

5 • E.J:.te ct

i.yg_ .Q.Ql!l.rn;i.catlye

(Berkomunikasi secara efe\\ti.f)

Kemampuan berkomunikas:i yang dimaksud bukanlah dapa t

berkomunikasi dengan cara menghapal model-model percakapan,

misa:,nya • . !1kar1 teta pi berkornunikasi dengan car a

mengembang-kan kemampuan yang ada sehingga seseorang dapat memahami

ujaran atau bacaan dan dapa.t mengungkapkan a.tau menuliskan

pikiran atau keingj_nannya dengan tidak harus persis sama

kata atau ucapan sel'.'ta susunannya seperti yang

(29)

エセセ@ dapot :ne11den.p;:3:r, rnemlL;ica, menl1] "is cian i:·(·r·::,,j_care. 、・セQNァZ・ョ@

kemampuan yang

QZゥZャュゥャゥォゥイQケセセL@ 「オセ。ョ@ je11gan ZセZセgYャNセョ@ ウaェSセ@

fi • ヲQNQャヲゥャセ@ セゥNm@ fl.£.l:JL o

tahlli..

Ln n g

ua

Ii:!/. (Bahasa yang lancar d11n wajar1

1)alam ー・ョLAセヲエuョaZZゥᄋョ@ bnha.sr-i d:i. d:il;;:m l:>erk:1mu?1ikar3i yar:g

dJ-オエLSュN[ZセォQSMイQ@ a.dalclh ス\[LQセセQNイQイQ」[Zセイ。ョ@ d.1lam menggunnkann:rB dan

(;evJ;:1jr:1-ran da.lam pi'1nggun.<wnnya walaupun irn(;evJ;:1jr:1-rang teli.ti, y;ikni ku ..

rang memenuhi kriteria kebenaran ヲッイョセャL@ seperti dalam tata

bahasanya. Dari ltu, yang menjadi tujuan utama dalam metode

c qnnnunj-£.;:> .. t i YJl. '1dal£1h da pat menggunakan baha sa da lam ber

bi-cara atau menul.i.s dengan wajar dan lancar walaupun masih

terdaik-,t ウセ、ゥォエエ@ kesalahan dari i5egi :formalnya, seperti

men-jawab Jes, yang seharusnya YeA

I

il.!!l., dari pertanyaan f,re

J!:.Q!!. .c.J. student.?;,tau te;eperti ungkapan He wi.shes that he wao3

;Lu .;J11ralJam JWIV, vnng seharwmya He &she.§. J;hc<i he were in

セ[オイ[。}[NᆪlQ@ Jlilll• Demild.an rmla llalnya dengan dapat memah&mi

ba-hasa dengan lancar dalam men:lengar at au membacn.

'?

Tu.

.QJ;H!1llllll!.:i cat

t;

JJ:.QJJl

:irn .. a

Be gi. n n i

rur

(Eelajar berkon1uniknsi Rejak dnrj_ 9wal)

lJnln'.n ュゥZセᄋエッ、・@ NsセqNュセョョュェN⦅qNァェ[⦅ェ⦅|ZLエ@ 'Nalttu untuk bel.'.;1j.:1r

berKo-mun:ikcisi セ@ baik yang ber8j_fat. r·eseptif sepert._l mendengar dan

membaca, at,'JUF.m ypng bersi:f;11t produktif sepsrti berbi.cnra

dan rr.anul:Ls, tidak di ba l;asi 1iada wakt u-wak Lu tertent u .sa ja.

Misalny0, seteJ ih melakukan .dr:Lll. 111tnu berlatih dAlrnlu

(30)

te-?1

tapi i:;ebaliknya, berkomunikasi dapat diajarkan sejak awal

pertemua!l. chi di pada pertemuan pertarna da pat langsung

ter-jad:L p:ros1E1s komunikasi, seperti berbicara, membaca,

menyi-mak セエ。オ@ rnenulis,

8,

⦅QNQLセNイQQゥョァ@ 1inp;ui_;;:tic §ystem through Communication

(Belajar sistem bahasa melalui komunikasi)

Mempelajar:L sistem bahcisa, yaitu seperangkat kumpul11n

dan urutan bunyi dan kata-kata yang terdapat di dalam pola

yang mempunyai arti ( l'inocchiaro clan Bonomo, 1073: ?83),

se-perti sistem bunyi, sistern tata bahasa dan sistem kosa

k;i-ta ( }j_nocchiaro da.n Bonomo, 19'7_3: 15), dalam met ode

cornrnuni-」。エゥNGセ@ tid11.klah di.pelajari secara mandiri, yakni dipelajari

sistem bahasanya saja yang terpisah dari ketr;impilan b11hasa

(mendengar, mernbaca, menulis dan berbicara), Jadi tidak

di-ajarkan tata buny.i saja, tata bahasa saja, citau koE111 kata

sa,ia t1rnpa dikombinasi_kan dengan ketrampj_J,,n bahasa. Mrnn

エ・エョスセ@ semua ウェNウゥセ・ュ@ bahasa terset1ut dipelRjari melalui

mem-pelnjari ketramoilan bahasa. Dari_ itu, sistem bahasa dan

ketrampilan bahasa keduanya dipelajar:L secara terpadu,

ti--dal1 dipisah- pi1;ah a.tau sendj.r:L-Bendiri.

9 ,

.Q.Ql!ll!t.'il hen si

lt1

e

Promi.ati2rl

( Uca pan yang cla pat dimengert.i)

Uca:oa:n yang di1;unakan di dalam berkomunikasi ha.:·uslah

ucapan yang dapat dipahami a:au dimengerti :lrang lain

(31)

sipem-22

bicara non-Inggrj.s itu sendiri, asalkan tidak sampai

mengu-bah arti. Contoh yang mengumengu-bah arti seperti kata ..f.QJ::k/fc:k/

yang artinya sendok garpu diucapkan menjadi pork /pc :k/

yang artinya daging babi. Dari itu, ucapan orang yang

meng·-gunakan bahasa Inggris tidaklah harus persis sama seperti

ucapa.n penutur aslinya, misalnya ucapan /th/ pada kata time

diuca,pkan / t / tanpa .a!illirated (tanpa bunyi /h/) seperti

uca-pan penutur aslinya, sehingga kata エゥセ@ diucapkan menjadi

/taim/ yang seharusnya diucapkan /thaim/. Walau demikian

ke-du.a ucapan itu mempunyai arti yang sama, yaitu waktu (tidak

berbeda artinya).

1 0. セ。、ェNョァ@ .ar!J;J. ュエZセ@ from the Fi.rst

w

(Membaca dan menulis diajarkan sejak hari pertama)

Dalam metode gommunicative mempelajari ketrampilan

ha-ha.sa seperti mendengar, berbicara, menulis dan membaca,

ti-dak diloeda··beti-dakan. Misalnya, titi-dak diajarkan mendengar dan

berb:l cara terlebih dahulu, setelah it u baru dia jarkan

memba-C<1 dan menulis. 'ridak juga diajarkan membaca terlebih

dahu-lu clan setelah :Ltu diajarkan menulis, Akan tetapi yang mana

saja dari ke,tr9mpilan bahasa itu clapat diajarkan pada

hari-hari pertama be la ,jar,

11 • .,:,tudenti;;..' Native, k1nguag§_ ;la セNャャAFNNゥャN@

(Bahasa sj.swa -non Inggris- dapat digunakan)

Dalam proses belajar dan mengajar bahasa Inggris tidak

(32)

23

boleh saja menggunakannya. Boleh menggunakan bahasa siswa

tersebut hanya dalam keadaan tertentu saja, yaitu jika

ti-dak ュ・ョゥセァオョ。ォ。ョ@ bahasa sisv1a, mereka tidak akan mengerti

apa yang sedang rnereka pelajari. Oleh karena itu, boleh

menggunakan bahasa siswa di dalam kelas hanya pada waktu

dip,irlukan saja dan digunakan untuk menerangkan suatu

in-struksi atau informasi penting yang tidak dapat dimengerti

oleh mereka jika diterangkan d.alam bahasa Inggris (

Finocchi-aro dan Bonomo, QYWSセRTMᄋMRGNゥI@

12. Language セ@ Created, through 'rrial and

Em

(Bahasa digunakan melalui latihan dan perbaikan)

Banyak cara mempraktekkan bahasa yang sedang

dipelaja-rj_. Ada yang mempraktekkannya dengan cara mengulang-ulang

dan menghapalnya, ada dengan rnenerapkan kaedah umum pada

si-tuaB:l yang baru dan ada dengan cara yang lebih baik, yaitu

deng;an menggunakannya dalam kelas atau d:L luar kelas dan

memperbaiki kesalahannya (J;,rial and error) (Finocchiaro dan

Bonomo,

1973:23).

'.l"ria], and Error adalah metode pemecahan masalah dengan

mengadakan uji-coba (lat:Lhan atau test) sehingga kesalahan

dapat diperbaiki (Hornby,

1980:9;,5).

Dalam trial and iu:ror

tidaklah diperbaiki set:Lap kesalahan yang dilakukan siswa

( F'i.nocchtaro dan Bonomo,

1973:

225) , Akan tetapi dibiarkan

sa ja sebagia:n kesalahan siswa terse but dan tidak diperbaiki

(33)

21f

dan Bo11omo,

1973:19h),

Tidak dernikian halnya dengan セョァァ。ᄋ@

pan bahwa bahasa adalah sebagai suatu habit yang mana

kesa-lahan si.swa dalam menggunakan bahasa tidak boleh terjadi

se-diki t pun ( Finoc chi.aro dan Brum pit,

1988:

68).

B .. Met ode .Q.Qmmunicati

ve

Metode communicative ialah prosedur pengajaran bahasa

(Inggri.s) yang menerapkan pr:l.nsip-prinsip Communicative

fill-QrO.<Jch terse but di. atas. Dari itu, Metode Communicati VEt

di-rancang be.rdasarkan pada kegunaan bahasa yang menjadi ciri

utama dalam pendekatan cornmuqi.cati

ve.

Me tode Communicative

jugB merupakan wadah penjabaran atau pengej,,went.1han dari

prinsi p·-prinsip Communicative .A ooroach. Se bagai

konsekwen-:3inya, met ode cornmun.icatiVEt yang berla.ndaskan pada

pendeka-tan 」PQョュオョゥ」ゥゥ|QLQjャセ@ di dalam kelas diaplikasikan dengan

rneng-gunakan teknik yang communicative pula, yai tu

teknik-teknik pengajaran bahasa Inggris yang men.erap]{an

prinsip-prinsip セョュケョゥ」。エゥカセ@ Afilroach di atas. Dengan demikian,

met ode COl!!llll!ll.icaii v:g_ menci})taki;1n suasana akt:i.f dan

mernben--tuk mahasiswa akti.f ualam ber1>."!hasa Inggris,

c.

Read:i.ng Comprehension

NセsNhッイョ「ケ@ (

1980:698)

dalam kamus "Oxford .&dvanced

Learner' !a DictionrrY of (µrren

t.

English" menerangkan bebera

-pa pengertian membaca (reading), seperti terse but di bawah

(34)

')

,.

( __ )

1). Melihat pada tul.isan atau media cetak dan memahami

ar-tinya.

2). Mengucapkan di dalam hati atau dengan vocal kata-kata

di dalam euatu ォ。イ。ョァ。セL@ buku atau lainnya.

3).

BerasumBi dan menemukan pengertian clari ape yang

diba-ca

Q

4), Memiliki ilmu pengetahuan yang diperoleh dari buku atau

lainnya.

Dari pengertian arti kamus tersebut, membaca (reading)

itu m€1mpunyai dur< arti. Pertama membaca berarti memahami

is:L atau pengert].an suatu tacaan. Kedua membiica mempunyai

arti melafalkan teks bacaan secara vokal atau di. clala.m

ha-t:i.

Membaca menurut para ahli bahasa juga mempunyai

bebe-rapo. pengertian. Menurut White ( 1 G82 :22) proses membaca i tu

terdiri dari due tingkatan, Tingkat pertama ialPh rnengenal

hubungan antarCJ tulisan dan ucapannya. Cara in:L merupalrnn

l.angkah awal dnl.am mernpela;jari bacaan dengan mengucapkannya

dengan agak keras untuk menunjukkan kemampuan pembar:a dalam

rnela.falkan bacaannya. Langkah kedua ialah memahani :Lsi

biJ-caan. Pemahaman ini me1iputi pengenalan terhadap arti

wac11-na, mengetahui tujuan penulis clan mencari arti yang

tersern-buny;:i. a tau yai:g terc;irat, sebagaimana yang diny'lta!:rnn di

ba\\'ah ini:

(35)

going beyond what is written to guess at hidden, un-stated or implied meaning." (White, 1982: 22) •

Lebih lanjut dinyatakan oleh Tinker dan Mc Cullough

26

( 1962:12) bahwa membaca sebagai suatu proses yang kreatif.

Membaca meliputi pengenalan terhadap simbol-simbol yang

エ\セイエオャゥウ@ yang berfungsi sebagai perangsang untuk mengingat

kembali arti yang telah diperoleh melalui pengalaman masa

J.alu dan pemantapan a.rti 'baru melalui pengola.han

konsep-konsep yang telah dimiliki oleh pembaca. Kesimpulan dari

pemahaman disusun menjadi suatu pemikiran yang sesuai

de-ngan tujuan yang diinginkan oleh pembaca. Susunan seperti

itu dapat mengantar kepada suatu wawasan atau suatu

t:Lnda-kan, atau juga kepada kegiatan baru yang menggantikan

kegi-atan lama dalam perkembangan individu atau masyarakat,

se-bagaimana dikemukakan di bawah ini.

"Heading involves the recognation of printed or writ-ten symbols which serve as stimuli for the recall of m1:ianing built through past experience, and the cons truc-tion of new meanings through manipulatruc-tion of concepts already possessed by the reader. The resulting meanings are organized into thought processess according to. the purposes adopted by a reader. Such an organization leads to modified thought and for behavior, or else leads to

QQQセキ@ behavior which take10: its place, either in personal

or in social development. (Tinker dan Mc Cullough, 1962:

i' 2)

Berdasarkan pada pengertian membaca yang tel.ah

(36)

27

proses mengenal arti, pemahaman dan berpikir, maka t:Ldaklah

dinamakan membaca jika hanya melafalkan kata-kata yang

ter-tulis tanpa. mengetahui maksud dan arti dari ter-tulisan itu.

Langkah-l<ingkah dalam proses membaca secara terperinci

d:Ljelaskan oleh Gray ( 191+8

:35--37),

Membaca, yang merupakan

sua tu. ke giatan, meliputi em pat langk.ah yang berbeda, yai tu

persepsi kata, pemnhaman, reaksi dan integrasi. Persepsi

ka-ta mencakup dua proses yang saling berhubungan: kemampuan

mengenal simbol.-si.mbol tulisan dan kemampuan rnemahami

mak•-sud dari pikiran pengarang yang menggunakan kata-kata itu.

Perna.ha.man terdiri dari kema mpuan un tuk mengetahui arti,

me-nyusun arti tersebut menjadi sebuah ide yang saling

berhu-bungan dan menernukan :i.de pengarang. Reaksi adalah tindakan

penilaian terhadap ide-ide yang diungkapkan oleh pengarang

tentang ketepatan, mu.tu a.tau bobotnya menurut apa yang

di-ketahui oleh pernbaca, dan atas dasar reaksi ini pembaca

me-nerirna atau menolalc ide pangarang itu. Langkah yang

tera-khir i.al£1h integrasi yang meliputi lrnmampuan mempertautkan

ide clan konsep dari bacaan dengan pengalaman pembaca

sehing-ga menj.adi bagian dari pensehing-galarnan dan pengetahuannya (Gray,

!91fll ::35--37).

:'lar:L uraian di. atas dap1.1t dipahami bahwa membaca

ada-lah kemampuan menemukan fakta, ide dan peristiwa di clalam

bahar:a t.ulis untui'; dikai tkan dengan pengcilaman mnsr4 l;olu,

u11t11l·; d.iE'Valuas·L ,-1 __ イエセlョケ。@ ser;uai dcngnn kebutuhar1 pembnccl

(37)

29

da11g sa,ja (normal reading). Pada tingkat tinggi, membaca

ti-d<1.lk dilafalkan dan tidak lamban. Pemahaman bacaan tidak

de-ngan mede-nganalisis struktur bahasanya lagi. Akan tetapi

pema-haman dilakukan dengan membaca cepat (Rapid reading) yang

menggunakan teknik .!il.!simming dan scanninv,;.

Dari segi kecepatannya, membaca itu terbagi menjadi

membaca lCJmban (slow reading), membaca normal (normal

read-irul:.2.

dan membaca cepat (RaPid reading). Membaca lamban

dila-kukan pada tingka

t

awal dan di.lakukan juga )Jada membaca

un-tuk pemahaman tap:i. dengan mempelajari struktur bahasa.

Mem-baca normal biasa dilakukan pada tingkat menengah dan

ting-gi yang dilakukan dengan membaca seluruh bahan bacaan

de-ngan kecepatan sedang. Membaca normal biasa dilakukan untuk

memahami isi ba,caan atau m1:1ncari informasi dalam ba.han

baca-an. Yang dimaksud dengan membaca cepat ialah tidak membaca

seluruh materi bacaan tetapi yang dibaca hanya

kalimat-ka-limat tertentu sa,ja dengan menggunakan §.kimmiM dan

scan-n;Lng. Menurut Coman dan Heavers

(1993:50)

skimming ialah:

"P<issing quickly over an entire selection to get a general

idea. or gist of its contents." Dala.m keterangan lain

dinya-talrn:n:

(38)

30

Dari ungkapan di atas tersebut dapat dimengerti bahwa

illi:iJ!J.ming itu adalah usaha untuk mencari ide utama atau arti

bacaan Becara umum dengan hanya membaca kata-kata lrnnsi dan

kal:Lrnat-kalimat tertentu dengan cept1t, Sedangakn scanning

rnenurut mereka ialah ''glancing at a selection for a specific

piece of informat:Lon, and stopping when you find it." Dalam

ke terangan lain dikatakan ·:

"When you want to find specific information in a text,

we scan the text, searching for the words which give us

the :Lnforrnation we need."

Pernyataan di atas menjelaskan bahwa scanning itu

ada-lah cara cepat untuk memperoleh suatu informasi tertentu

yang diinginkan dari suatu bacaan hanya dengan melihat

de-ngan cepat kata-kata atau kalimat-kalimat yang memberi

in-formasi yang dimaksud dan berhenti membaca setelah

rnempero-leh informasi tersebut.

Wallace ( 1980:9) menyfJtak.3n bahwa membaca itu sesuai

dengan tujuannya terbagi tiga: membaca un tuk mempe la jari

bahasa, membaca untuk mencari informasi dan membaca untuk

hiburan. Yang men.iadi tujuan utama dalam membaca untuk

mem-pela jari bahasa ialah untuk rnemmem-pelajari pengetahuan tentang

bahasa, bukan untuk memperoleh informasi dari bacaan itu.

Yang menjadi tu.iuan utama d1 dalam membaca untuk inflilrmasi

ialah untuk memperoleh informasi. yang ada dalam suatu teks

bacaan. Yang menjadi tujuan dalam membaca untuk hiburan

(39)

31

n.

Listening C-Qmm:ehension

1 • セイエZゥNN。ョ@ Listening

Berbicara tentang ]..tstening sebagai ketrampilan untuk

berkomunikasi, kata listening dan hearing mempunyai arti

yang berbeda, seperti disebutkan di bawah ini:

Listening is more than hearing.

We hear with no conscious effort. To listen we have to

put forth some effort. We hear a noise, but we listen to

detect the source of it, We hear a voice, but we have to

listen to understand the ideas i t is expressing. One

might say that hear w:L th our ears but we listen with our

minds ('rbe Macmillan EngJ.ish Series, 1957:104).

Dapat dimengerti dari pernyataan tersebut bahwa

listen-ing lebih komplek dari hearj11g. Dapat dikatakan bahwa

lis-1..!zl!ing itu aktif karena dal&.m listening seseorang harus

men-dengar (hearing) dan mengidentifikasi berbagai unsur ujaran.

Sebaliknya, hearj.ng dapa.t dianggap pasif karena. ィ・。イゥセァ@

ha-nya menerima suara. Angga pan seperti ini se jalan Eiengan

ar-ti listening yang cliungkapkan oleh Rivers (1980:16):

"Lis-teni.ng is not a passive skill, nor even, as has been

tra-di.t:Lonally believed, a receptive skill", Selanjutnya ia

me-nyata.kan:

Listening i.s not pas Bi ve but an active process of

con-structing a message from a stream of sounds with what

(40)

32

D.i dalam J..istet1.ing terdapat beberapa proses yang

men-cakup mendengar (Jlearing), mengenal (recognizing) dan

mema-hawi ( 」ッューイ・ィ・セャGャ⦅ァI@ bahasa ujaran. Pada proses pertama

heax::!.ng, seorang penyimak mene.rima gelombang-gelombang

sua-ra yang sampai ke telinganya. Kemudian dalam proses kedua

sipenyimak mencari tahu tentang suara apa yang didengarnya

dan mengidentifikasi unsur-unsurnya. Proses ketiga penyimak

berusaha. memehami arti dari ujaran yang didengar i tu.

Di. lain pihak beberapa peneli ti menyatakan ada empat

proses di dal.'lm lii;;tening, yaitu mendengar (hearing),

mema-hawi. (gnderstanding), mengevaluasi .(evaluating) dan

menga-dakan respon ( respondi.ng). Mendengar merupakan suatu proses

yang menerima gelombang suara yang terdiri atas kata-kata

dan kalj_mat yang di. terima oleh telinga dan mengenalinya.

Kemudian dalam pemahaman,arti kata-kata dan kalimat yang

telah didengar itu dipahami sesuai dengan situasi yang

di-dengarnya. Selanjutnya setelah memahami ujaran, arti yang

telah di.peroleh dievaluasi apakah inforrnasi yang di.dengar

itu diterima atau ditolak. Proses terakhir adalah merespon

セェ。イ。ョ@ yang telah didengar dengan memberi informasi

tarnba-tan, reaksi bodi, ekpresi rnuka a tau reaksi ujara n (Greene,

971 : 153) •

Tambahan lagi ten tang langkcih-langkah yang terdapa t

セャ。ュ@ li.stening :lalah proses rnemilih (selecting) ide-ide

mting, menghubungkau (relating) ide-ide itu dengan

(41)

menyu-33

sun li:embali (re-.Q.I:.ganizing) ide-ide itu sehingga

si.pende-ngar dapat mengungkapkan kembali ide-ide tersebut dengan

jelas dengan caranya sendiri (The Macmillan English Series,

1957:102).

Unsur-unsur suara yang harus diidentifikasi menurut

Howatt dan Dakin (1975:93) meliputi sistem bunyi, sistem

tata bahasa dan sistem kosa kata, seperti tersebut di bawah

ini:

A very simple analysis of listening would give it four

headings: understanding a speaker's accent, or

pronun-ciation, understanding his grammar, recognizing his

vo-cabulary and being able to grasp the meaning of what he

says,

2. ll.ne>re:r.arn Listening

Menurut lfowa tt dan Dald.n ( 1975: 91+--95) ada dua jenis

QNQNᄃNセュゥョァL@

yaitu extensive J.istenj,ng dan intensive

listen-ing. Extensiye listening merupakan praktek listening y_ang

bersifat bebas yang mana siswa mendengarkan secara mendasar

jalannya suatu cerita atau mempelajari sesuatu dari rekaman

yang didengar. Jenis ketrampilan listening ini baik

diberi-kan kepada siswa untuk memperluas pengalaman kebahasaan

me-reka di luar s:Llabus. Seh:Lngga meme-reka lebih sering mengenal

kata-kata dan prase yang belum pernah didengar atau ditemui

dalam bacaan. Tujuan penga,ja.ran extensive listening untuk

memberi lebih banyak kesempatan kepada siswa untuk

(42)

34

cara sealami mungkin. Sedangkan j_ntensi ve listening adalah

praktek listening secara lebih mendalam yang sangat berhu- .

btmgan dengan pela jaran yang dtpelajari siswa di sekolah

atau di rumah. Latihan intensive listening terbagi dua:

la-tihan untuk memahami arti bacaan secara mendalam (listening

comprehension) dan latihan untuk mempelajari unsur-unsur

bahasa tertentu (listening

.iQJ;:

language).

Bagi Smith (1971 :73) listening dibagi menjadi empat

tipe, yaitu attentiye, appreciatiye, analytical dan

margi-na],. listenj,ng. Attentive listening adalah ketrampilan

de-ngan pen uh p'O!rhatian dari pendengar sehingga rin tade-ngan

un-tuk mendengar baik berupa pisik, psikis atau pengalaman

ha-rus dih:llangkan atau dikurangi. Pendengar hanya terfolrns

pada perhatiannya terhadap apa yang eledang d:i.dengarnya.

llIJ.-ーイ・」ゥN。セ@

Listening adalah tipe mendengar yang digunakan

ketika mendengar drama, cerita atau puisi. Listening tipe

ini tidak seserius

。エエ・ョエゥセ@

Gambar

Tabel  5  di  atas  menjelasiwn  bahwa  kemarnpuan  menterje- menterje-mah  menterje-mahas:i.swa  Psikologi  telah  baik  (  B)  dengan  nilai   rata-ratanya  78,81  derigE.n  nilai  terendah  65  (C)  ケイNセァ@ diperoleh  oleh  satu  orang  mahasiswa  (  02,
TABEL  1  CJ

Referensi

Dokumen terkait

KA YU rotan adalah material terbaik sebagai pengganti tulang manusia karena struktur kayu rotan memiliki rongga di bagian dalam sehingga darah, serabut saraJ, dan materi lain

[r]

[r]

Dengan ini diberitahukan kepada sudara, apabila dikuasakan harus disertai dengan surat kuasa atau surat tugas dari direktur kepada penerima kuasa atau penerima tugas dan

Single-mode dapat membawa data dengan bandwidth yang lebih besar dibandingkan dengan multi-mode fiber optik, tetapi teknologi ini membutuhkan sumber cahaya dengan

Puji syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini tepat pada waktunya, dalam usaha memenuhi

Dalam kisah Mahabharata, terdapat Senjata Pusaka yang diberikan oleh para dewa kepada manusia yang disebut dengan Astra. Manusia yang telah dianugerahi Astra tersebut

Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu menyumbangkan wacana baru dalam bidang psikologi pendidikan terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan siswa ditinjau