JAWABAN UJIAN AKHIR SEMESTER AUDITING DAN ASTESTASI
Disusun untuk Memenuhi Ujian Akhir Semester Auditing dan Astestasi
Oleh :
Kelas Reguler II Joint Program Angkatan 26
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA
1. What are Mark's options?
Mark memiliki beberapa pilihan. Pertama, dia bisa menuntut dari George bahwa ia mengungkapkan rencana tentang bagaimana ia akan terus di perusahaan selama lebih dari satu tahun. Rencana harus diungkapkan secara memadai dalam laporan keuangan dan jika rencana yang memadai, Mark bisa mengungkapkan pendapat wajar tanpa pengecualian dengan catatan menarik perhatian ke faktor yang meringankan. Kedua, jika masalah kelangsungan tidak diselesaikan untuk kepuasan Mark maka ia harus meminta George untuk memberikan catatan dalam laporan keuangan yang mengungkapkan hal-hal yang menimbulkan keraguan tentang asumsi kelangsungan. Jika pengungkapan yang memadai, maka George harus memberikan pendapat wajar tanpa pengecualian tetapi harus menambahkan paragraf yang menarik perhatian catatan dalam laporan keuangan.
Ketiga, jika George menolak untuk membuat pengungkapan yang memadai dalam laporan keuangan, Mark harus mengungkapkan baik memenuhi syarat atau pendapat yang merugikan. Apakah itu akan menjadi opini yang memenuhi syarat atau pendapat yang merugikan akan tergantung pada hasil prosedur tambahan yang dilakukan oleh Mark untuk memeriksa bukti yang berkaitan dengan akan asumsi perhatian
2. How might a going-concern explanatory paragraph become a "self-fulfilling prophecy" for Surfer Dude?
concern dikhawatirkan akan terjadi seperti kasus Enron dan Worldcom karena kurangnya independensi seorang auditor. bank tidak akan memberikan pinjaman kepada George jika mereka meragukan kelangsungan bisnisnya
3. What potential implications arise for the accounting firm if they issue an unqualified report without the going-concern explanatory paragraph ?
Seperti yang sudah saya bahas pada jawaban no 2 jika Mark tidak mengeluarkan opini audit mengenai going concern karena kurangnya independensi Mark sebagai seorang auditor maka Mark melanggar kode etik sebagai seorang auditor dimana Independensi seorang auditor menjadi sangat untuk diterapkan. Karena jika independensi seorang auditor tidak ada akan menjadi seperti yang terjadi pada Enron dan Worldcom. Selain itu kredibilitas sebuah auditor dalam mengaudit akan dipertanyakan dikemudian hari jika dikemudian hari perusahaan tersbut bangkrut dan tentu saja hal ini mempengaruhi kredibilitas auditor tersebut
4. Discuss the importance of full and accurate auditor reporting to the public, and describe possible consequences for both parties if the going-concern explanatory paragraph and footnote are exclude how might mark convince goerge that a going-concern report is in the best interests of all parties involved ?
Laporan Audit merupakan sarana untuk mengkomunikasikan pekerjaan audit dan temuan audit yang diberikan tim audit kepada organisasi audit. Laporan audit memiliki manfaat yang besar bagi pengguna laporan audit seperti kreditur dan investor. Oleh sebab itu, laporan audit yang lengkap dan akurat sangat dibutuhkan. Hal-hal yang penting dalam membuat laporan audit adalah sebagai berikut:
A Lengkap.
B Akurat. menyajikan hasil audit secara netral dan menghindari kecenderungan berlebihan atau terlalu menekankan kinerja yang kurang
D. Meyakinkan.
Laporan audit harus menjawab tujuan dilakukannya audit, temuan disajikan secara persuasive dan kesimpulan serta rekomendasi disusun secara logis berdasar fakta yang disajikan.
E Jelas.
Laporan audit harus mudah dibaca dan dipahami. Laporan harus ditulis dengan bahasa yang jelas dan sederhana mungkin.
F Ringkas.
Laporan audit sebisa mungkin dibuat ringkas tidak lebih panajng dari yang diperlukan untuk mendukung pesan. Jika terlalu rinci dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas laporan audit tersbut dan menyembunyikan maksud pesan yang ingin disampaikan dalam laporan tersebut.
tersebut dengan membuat upaya mengevaluasi rencana manajemen. Bagaimana cara Mark meyakinkan George: Sebagai seorang auditor Mark harus memegang teguh kode etik, Mark harus memberikan penjelasan kepada George mengenai going concern perusahaan tersbut dan menjelaskan dampak apabila Mark tidak mengeluarkan opini going concern tersbut. Selain itu hal ini mungkin dapat membuka mata George sebagai bagian dari manajemen untuk merevaluasi rencana manajemen sehingga jika ada kemungkinan Mark dapat mempertimbangkan kembali opininya.
5. How appropriate is it for an audit partner to have a friendly personal relationship with client ?
Hubungan istimewa yang terjadi diantara Mark dan George dalam konteks antara klien dan auditor dirasa tidak etis jika dilihat dari sudut pandang kode etika auditor. Dimana dalam SPAP (IAI, 2000: 220.1) Auditor diharuskan bersikap independen artinya tidak mudah dipengaruhi karena ia melakukan pekerjaan umum. Jika terjalin hubungan yang terlalu dekat antara klien dan auditor dikhawatirkan auditor dalam menjalankan tugasnya tidak obyektif sehingga dapat merugikan beberapa pihak sebagai pengguna laporan audit tersebut. Untuk mencegah hal tersbut maka dibuatlah aturan mengenai auditor hanya boleh mengaudit pada perusahaan yang sama paling lama 5 tahun berturut-turut (Kep.Menteri Keuangan no.432 tahun 2002).
6. What factors should motivate Mark to be objective in his decision, despite his personal concern for his friend ?
7. In your opinion, what should Mark do ?
Sudah jelas bahwa seharusnya Mark harus bersikap professional sebagai seorang auditor dimana dia harus independen dalam mengambil opini audit. Jika Mark dalam mengaudit memang menemukan beberapa temuan yang mempengaruhi pandangan Mark mengenai going concern perusahaan George maka Mark tetap harus mengeluarkan opini audit wajar tanpa pengencualian dengan paragraph penjelasan tentang going concern perusahaan tanpa harus melihat hubungan istimewa yang terjadi diantara mereka.
Beberapa hal yang tercantum dalam aturan etika yang dapat mengindikasikan adanya pertentangan kepentingan yang dihadapi oleh auditor sektor publik adalah:
1. Adanya tekanan dari atasan, rekan kerja, maupun auditan di tempat kerja (instansinya). 2. Adanya tekanan dari pihak luar seperti keluarga atau relasi.
3. Adanya tuntutan untuk bertindak yang tidak sesuai dengan standar atau aturan.
4. Adanya tuntutan loyalitas kepada organisasi atau atasan yang bertentangan dengan kepatuhan atas standar profesi.
5. Adanya publikasi informasi yang bias sehingga menguntungkan instansinya.