LAPORAN PERANCANGAN
TKA 490 – TUGAS AKHIR
SEMESTER A TAHUN AJARAN 2013 / 2014
Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Arsitektur
Oleh
FACHRUSY ALWAFI FAJRI
090406101
DEPARTEMEN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
LAPORAN PERANCANGAN
TKA 490 – TUGAS AKHIR
SEMESTER A TAHUN AJARAN 2013 / 2014
Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Arsitektur
Oleh:
FACHRUSY ALWAFI FAJRI
09 0406 101
DEPARTEMEN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Oleh:
FACHRUSY ALWAFI FAJRI
09 0406 101
Medan,Februari2014
Disetujui Oleh :
Pembimbing I Pembimbing II
Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc. Yulesta Putra, S.T, M.Sc.
NIP : 196201091987012001 NIP : 197209232002121001
Ketua Departemen Arsitektur
Ir. N. Vinky Rahman, M.T.
Nama : Fachrusy Alwafi Fajri
NIM : 09 0406 101
Judul Proyek Tugas Akhir : Drag Race Circuit
Tema : Arsitektur High Tech
Rekapitulasi Nilai :
Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan :
No. Status
Waktu Pengumpulan
Laporan
Paraf Pembimbing I
Paraf Pembimbing II
Koordinator TKA-490
1. Lulus Langsung
2. Lulus Melengkapi
3. Perbaikan Tanpa Sidang
4. Perbaikan Dengan Sidang
5. Tidak Lulus
Medan, Februari2014
Ketua Departemen Arsitektur, Koordinator TKA-490,
Ir. N.Vinky Rahman, MT. Wahyuni Zahrah, S.T., M.S.
NIP : 196606221997021001 NIP : 197308192000042001
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahirabbil‟alamin, segala puji dan syukur bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah melimpahkan rahmat-NYA sehingga saya dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini demi memenuhi persyaratan kelulusan.
Bermacam kesan baik-buruk ataupun suka duka yang telah saya lewati bersama teman-teman yang ikut serta dalam penyelesaian tugas akhir tersebut selama satu semester, dan mudah-mudahan bermanfaat.
Selesainya proses tugas akhir saya termasuk hadirnya laporan ini sangat di pengaruhi orang-orang yang ada di sekitar saya. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada:
1. Kepada orangtua saya Irma Wita, mama saya yang senantiasa mendoakan anak mu ini yang tiada henti,
2. Fachrul D.H, dan Fachri S.K, adik –adik saya yang sudah mau menjadikan saya sebagai abang kalian, walaupun sedikit support yang kalian berikan kepada abang mu ini, saya ucapkan terima kasih.
3. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc, dan Yulesta Putra, S.T, M.Sc, sebagai dosen pembimbing saya yang senan tiasa memberikan kritik dan arahan yang sangat bermanfaat untuk saya.
4. Seluruh dosen Arsitektur USU, yang selama ini telah meluangkan waktu mendidik dan mengarahkan saya untuk menjadi calon arsitek yang baik,
5. Teman-teman seperjuangan saya, Diary, Alfisha, Mahmudi, Alfarisi, Rahmat, Muktar, Arep yang telah memberi warna kehidupan di kehidupan saya singga saya dapat bertahan dan menyelesaikan laporan ini.
6. Dan teman-teman kelompok saya, Cepe, Roni, Yudistira, bg Panji. Selalu berusah bersama menyelesaikan tugas terakhir kita dengan baik.
7. Vicry, Willy, Amed, Biman, Kevin, Ares, Andre, Danu, David, dll. Peserta tugas akhir. Trimakasih telah menemani saya selama satu semester berjuang bersama. 8. Teman komunitas otomotif OCILICATION, yang sangat berperan penting dalam
judul tugas akhir saya, mudah-mudahan tugas akhir saya bisa terealisasi dan kita dapat meluapkan hobby kita bersama.
Terima kasih juga kepada seluruh piak yang terkait yang tidak bisa sayasebutkan satu persatu.
Saya menyadari laporan ini sangat jauh dari namanya kesempurnaan. Besar harapan saya sendiri dan para pembaca untuk dapat mengambil manfaat yang ada pada laporan ini.
Demikianlah, semoga tulisan saya ini dapat mewakili sedikit harapan saya beberapa bulan untuk menyelesaikan pendidikan sarjanaku. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekeliruan dalam tulisan, karena ini adalah awal mulanya menuju kesempurnaan.
Medan, februari 2014
Penulis
6.1. GAMBAR KERJA ... 54
6.2. PERSPEKTIF EKSTERIOR …... 54
DAFTAR PUSTAKA ... 59
LAMPIRAN ... 60
1. PERATURAN KEJUARAAN NASIONAL DRAG RACE ... 60
2. GAMBAR KERJA ... 91
DAFTAR GAMBAR
(GAMBAR 3.8) TAMPAK ATAS CYBERTECTURE EGG ... 34
(GAMBAR 3.9) CYBERTECTURE EGG ... 35
(GAMBAR 3.10) JACOB JAVIST CONVENTION CENTRE ... 36
(GAMBAR 3.11) STRUKTUR INTERIOR JACOB JAVIST ... 36
(GAMBAR 3.12) TAMPAK KESELURUHAN JACOB JAVIST ... 37
(GAMBAR 5.7) DENAH DAN STRUKTUR BANGUNAN ... 51
(GAMBAR 5.8) DETAIL STRUKTUR BANGUNAN ... 52
(GAMBAR 5.9) DETAIL STRUKTUR BANGUNAN ... 52
(GAMBAR 5.10) DETAIL STRUKTUR BANGUNAN ... 53
(GAMBAR 6.1) SUASANA TIKETING ... 55
(GAMBAR 6.2) SUASANA GARIS START ... 55
(GAMBAR 6.3) SUASANA TRIBUN ... 56
(GAMBAR 6.4) SUASANA GARIS START ... 56
(GAMBAR 6.5) SUASANA CIRCUIT ... 57
(GAMBAR 6.6) SUASANA TRIBUN ... 57
(GAMBAR 6.7) SUASANA INTERIOR PENGHUBUNG TRIBUN A-B ... 58
DAFTAR DIAGRAM DAN TABLE
(DIAGRAM 1.1) KERANGKA BERFIKIR ... 4
(DIAGRAM 2.1) ALUR KEGIATAN PENGGUNA ... 15
(DIAGRAM 2.2) ALUR KEGIATAN PENGUNJUNG ... 15
(DIAGRAM 2.3) ALUR KEGIATAN PESERTA ... 16
(TABLE 2.1) PENILAIAN KELAYAKAN SITE ... 13
(TABLE 2.2) KEBUTUHAN RUANG CIRCUIT SENTUL, BOGOR ... 18
(TABLE 2.3) KEBUTUHAN RUANG YAS MARINA BAY, DUBAI ... 19
(TABLE 2.4) KEBUTUHAN RUANG DRAG RACE ... 20
(TABLE 4.1) GRAFIK JUMLAH PESERTA DRAG RACE DI MEDAN ... 43
ABSTRAK
BalapDragmerupakankompetisidimanakendaraan tersebutbersainguntukmenjadiyang
pertama menyeberangi garisfinishdariawalberdiri, dandalamlintasanlurus. Populasi
penggemar dunia olahraga otomotif di Medan cukup besar. Akan tetapi Medan
belum mempunyai fasilitas cirkuit sendiri. Fenomena ini mengakibatkan banyaknya
para pecinta dunia balap yang menyalurkan hobinya di jalanan. Akibat dari itu maka
di butuhkanlah sebuah CircuitDrag Race yang nantinya dapat digunakan untuk para pembalap, pecinta otomotif dan penyelenggaraan acara otomotif di Medan. Dengan
menyongsong tema high tech architecture bangunan dapat memberikan suasana tekhnologi yang dapat di hubungkan dengan mobil balap. Dan juga dapat menjawab
masalah terhadap struktur-struktur bangunan yang dapat mendukung fungsinya.
Perancangan CircuitDrag Race memberikan kenyamanan pengguna dan juga dapat menggabungkan kegiatan antara exhibition, balap, dan juga reparasi kendaraan. Di
mana bangunan tersebut dapat memberikan suasana nyaman kepada para pecinta
otomotif dalam mengapresiasikan diri terhadap dunia otomotif.
ABSTRACT
Drag racing is acompetition in which the vehicle is competingto be the first across
the line from the start up, and in a straight path. The population of the automotive
world at enthusiasts in medan is quite large. But in medan has not had its own circuit
facilities. This phenomenon resulted in a number of races he was funneling lovers on
the road. The result of that then in need af a drag race circuit that will be in use for
the drivers, the auto lovers and motoring event organizer in the city of medan. With
the theme of the architecture to meet the high tech buildings can provide a
technology than can connect with race cars. And alsobe able to answer the problem
of building structures taht can support the funcion. The drag race circuit design
provides the convenience of the user and can also combine exhibition activities,
racing, and also repair the vehicle. Where the building can provide a comfortable
atmosphere to automotive lovers in the case up to the automotive world.
ABSTRAK
BalapDragmerupakankompetisidimanakendaraan tersebutbersainguntukmenjadiyang
pertama menyeberangi garisfinishdariawalberdiri, dandalamlintasanlurus. Populasi
penggemar dunia olahraga otomotif di Medan cukup besar. Akan tetapi Medan
belum mempunyai fasilitas cirkuit sendiri. Fenomena ini mengakibatkan banyaknya
para pecinta dunia balap yang menyalurkan hobinya di jalanan. Akibat dari itu maka
di butuhkanlah sebuah CircuitDrag Race yang nantinya dapat digunakan untuk para pembalap, pecinta otomotif dan penyelenggaraan acara otomotif di Medan. Dengan
menyongsong tema high tech architecture bangunan dapat memberikan suasana tekhnologi yang dapat di hubungkan dengan mobil balap. Dan juga dapat menjawab
masalah terhadap struktur-struktur bangunan yang dapat mendukung fungsinya.
Perancangan CircuitDrag Race memberikan kenyamanan pengguna dan juga dapat menggabungkan kegiatan antara exhibition, balap, dan juga reparasi kendaraan. Di
mana bangunan tersebut dapat memberikan suasana nyaman kepada para pecinta
otomotif dalam mengapresiasikan diri terhadap dunia otomotif.
ABSTRACT
Drag racing is acompetition in which the vehicle is competingto be the first across
the line from the start up, and in a straight path. The population of the automotive
world at enthusiasts in medan is quite large. But in medan has not had its own circuit
facilities. This phenomenon resulted in a number of races he was funneling lovers on
the road. The result of that then in need af a drag race circuit that will be in use for
the drivers, the auto lovers and motoring event organizer in the city of medan. With
the theme of the architecture to meet the high tech buildings can provide a
technology than can connect with race cars. And alsobe able to answer the problem
of building structures taht can support the funcion. The drag race circuit design
provides the convenience of the user and can also combine exhibition activities,
racing, and also repair the vehicle. Where the building can provide a comfortable
atmosphere to automotive lovers in the case up to the automotive world.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG.
BalapDrag (Drag race)merupakankompetisidimanadua kendaraan berupa mobil atau sepeda motor bersainguntukmenjadiyang pertamamenyeberangi
garisfinishdariawalberdiri, dandalamgarislurus1. Ada 2 jenis drag race berdasarkan
panjang lintasan yaitu 402 meter (Internasional) dan 201 meter (Nasional).
DragmendapatkanpopularitasdiAmerika Serikatsetelah Perang Dunia II,
olahragaterustumbuhdalampopularitasdanmenyebar ke seluruh dunia,
adaratusandragstripsberoperasi, terutamadi negaramaju2.
Sementara itu, perkembangan dunia olahraga otomotif di Indonesia saat ini
menunjukkan peningkatan baik dari segi kuantitas saja, tetapi juga dari segi kualitas.
Hal ini dapat kita saksikan banyaknya event-event olahraga otomotif diselenggarakan
dalam skala nasional dan daerah. Di Indonesia perkembangan cabang-cabang
olahraga otomotif mulai menjadi tren khususnya bagi pecinta dunia balap baik
sebagai professional maupun sekedar menyalurkan hobi, bagi para pecinta dunia
balap di Indonesia saat ini untuk menuangkan hobinya telah tersedia sirkuit balap
bertaraf internasional yaitu Sirkuit Sentul di Bogor yang pernah menyelenggarakan
event bertaraf internasional (Grand Prix) dan dari pihak IMI (Ikatan Motor
Indonesia) pusat sendiri telah menyusun agenda balap mobil dan motor baik yang
berskala nasional ataupun daerah. Event-event balap ini yang kemudian menjadi
inspirasi timbulnya fenomena yang saat ini sering terjadi yaitu banyaknya para
pecinta dunia balap yang menyalurkan hobinya di jalan raya dengan memanfaatkan
jalan umum sebagai arena balap liar. Balap liar merupakan balap ilegalyang sangat
berbahaya dan tidak bertanggung jawab,kadang timbul di karenakan tidakadanya
sarana.
Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara dengan populasi penggemar
dunia olahraga otomotif yang cukup besar terlihat dari banyaknya event-event
olahraga otomotif dari berbagai cabang diadakan mulai dari tingkat lokal, daerah
maupun tingkat nasional. Akan tetapi di balik semua itu medan belum mempunyai
fasilitas cirkuit sendiri, ini dapat dilihat ketika event-event drag race diselenggarakan
di Apron Kelapa Sawit Lanud Polonia Medan dengan menggunakan sistemsewa
kepada yang bersangkutan. Dan khususnya di kota medan banyak pemuda yang
menuangkan hobinya khususnyaDrag Race dijalan raya. Salahsatu daerah yang sering dijadikan ajang balap liar seperti daerah Jl. Gagak hitam dan daerah Jl. Griya.
Balap liar merupakan balapan ilegal yang sangat berbahaya dan tidak bertanggung
jawab. Dan ini dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan warga disekitar
daerah tersebut. Akibat dari itu maka dibutuhkan sebuah CircuitDrag Race yang nantinya dapat digunakan untuk para pembalap liar, pecinta otomotif dan acara
otomotif di Medan.
Di kota medan dan sekitarnya juga sering menyelenggarakan acara yang
berhubungan denga otomotif salah satu acara yang pernah di selenggarakan di kota
medan seperti:Kejurnas Drag Race Seri I-V, Pameran otomotif, Djarum Black ModificationdanAccelera Auto Contest.(IMI,2014)
1.2.MAKSUD DAN TUJUAN.
Maksud dan tujuan dari studi kasus perencanaan dan perancangan Drag Race
Circuit ini adalahberkurangnya balap liar yang ada di kota medan,
untuk mengakomodir kebutuhan para pecinta otomotif dan penggemar olahraga
otomotif dalam satu lokasi yang layak dan terpadat pula fasilitas yang dapat
mendukung kegiatan yang berhubungan dengan dunia otomotif, bertujuan agar para
pecinta dunia otomotif yang dapat menyalurkan hobinya dan meningkatkan prestasi
para atlet balap baik dalam skala nasional maupun internasional.
1.3.SASARAN PENGUNJUNG.
Target sasaran pada proyek tersebut meliputi: Pembalap (racer), pengunjung
(pecinta otomotif) yang umumnya hadir pada acara yang diadakan, dan masyarakat
pada umumnya mulai dari lingkup terkecil yaitu pribadi kemudian lingkup keluarga
1.4.MASALAH PERANCANGAN.
Pertama, bagaimana merancang lingkungan dan bangunan yang sesuai dengan
judul yang diangkat dan maksud tujuan yang ingin dicapai demi menunjang
keberadaan fungsi bangunan sesuai dengan kasus proyek.Kedua, bagaimana
memahami dan menerapkan tema yang dipilih dan mewujudkannya pada lingkungan
dan bangunan melalui proses perancangan.Ketiga, pemilihan lokasi proyek
disesuaikan dengan peruntukan fungsi bangunan berdasarkan literatur dan tata ruang
pada kawasan lokasi.Keempat, bagaimana menciptakan kualitas potensi lingkungan
pada lokasi proyek sebagai kontribusi pengembangan dan fungsi kawasan sesuai
dengan tata ruang kota.Kelima, bagaimana pengolahan ruang dalam yang saling
berintegrasi antar berbagai fungsi kegiatan yang berbeda.Keenam, proyek merupakan
penggabungan dari berbagai fungsi ( olah raga, exhibition, dan hiburan).
1.5.PENDEKATAN.
Beberapa pendekatan masalah yang dapat dilakukan untuk pemecahan masalah
dalam proses perancangan Drag Race Circuit ini adalah. Studi pustaka atau studi literatur yang berkaitan langsung dengan judul dan tema yang dipilih untuk
mendapatkan informasi dan bahan berupa literatur yang sesuai dengan materi
laporan, untuk memperkuat fakta secara ilmiah. Kedua, studi banding terhadap
proyek dan tema sejenis dengan melakukan pendekatan perancangan dengan melihat
keadaan yang sudah ada. Sumber dapat berupa buku, majalah, internet dan
sebagainya. Dan studi lapangan mengenai kondisi sekitar site/lokasi perancangan dan
lingkungan fisik yang berhubungan dengan kasus proyek untuk mendapatkan
data-data yang akurat dari lokasi perancangan.
1.6.LINGKUP/ BATASAN PERENCANAAN.
ditentukan berdasarkan studi banding beberapa proyek sejenis serta berdasarkan data
yang didapat dari studi literatur.
1.7.KERANGKA BERFIKIR.
Proses penyelesainan proyek yang berpengaruh terhadap penyelesaian dari awal
sampai akhir perancangan desain. (Diagram 1.1)
Diagram 1.1 .Kerangka berfikir. Drag Race Circuit
Studi literatur yang mendukung
Lokasi yang sesuai.
1.8.SISTEMATIK LAPORAN.
BAB I. PENDAHULUAN
Menjelaskan secara garis besar yang menjadi dasar perumusan perancangan
yang meliputi : latar belakang, maksud dan tujuan, masalah perancangan,
Pendekatan, lingkup dan batasan proyek, kerangka berpikir, dan sistematika
pembahasan.
BAB II. DESKRIPSI PROYEK
Berisi tentang pembahasan mengenai terminologi judul, tinjauan umum,
tinjauan proyek, tinjauan fungsi, dan studi banding proyek sejenis.
BAB III. ELABORASI TEMA
Menjelaskan tentang pengertian tema yang diambil, interpretasi tema,
keterkaitan tema degan judul, dan studi banding tema sejenis.
BAB IV. ANALISA PERANCANGAN
Berisi analisa secara fisik, meliputi lokasi, eksisting, tata guna lahan, potensi,
dan kondisi site, dan analisa secara non fisik, meliputi analisa kegiatan, pengguna,
jumlah pengunjung, bentuk, dan deskripsi besaran ruang.
BAB V. KONSEP PERANCANGAN
Berisi konsep perancangan hasil analisa komprehensif yang digunakan
sebagai alternatif pemecahan masalah.
BAB VI. GAMBAR PERANCANGAN
BAB II
DESKRIPSI PROYEK
2.1.
JUDULJudul yang menjadi usulan proyek adalah Drag Race Circuit, menurut Wallace Gordon Parksatau di sebut Wally Parks yang juga sebagai penemu
perlombaan Drag Race (1913)'' Drag race adalah kombinasi dari banyak hal hobi, rekreasi, bisnis besar, ilmu pengetahuan, tantangan dan perang salib,'' tulisnya dalam
The New York Times pada tahun 1969.Dan, seperti yang ia katakan,'' ada sesuatu
yang hampir tak terlukiskan dalam menonton fenomena pemanasan ban''.3
Drag race (juga dikenal dengan sprints) dimana dua peserta yang di
tempatkan di belakang garis startdan juga terdapat lampustart. Setelah lampu start
menyala dua pembalap memacu motor atau mobilnya melewati dua lintasan lurus,
dimana waktu tempuh mereka di catat dan di hitung, Pembalap dengan catatan waktu
paling singkat melewati garis finis adalah pemenangnya.4Circuit adalah jalan yang di pakai untuk perlombaan.5
Berdasarkan pengertian di atas, maka Drag Race Circuit adalah tempat atau
sarana untuk melakukan balapan menggunakan lintasan lurus dengan kendaraan
berupa mobil maupun sepeda motor.
2.2.
PEMILIHAN TAPAK DAN LOKASIPada proyek ini, Drag Race Circuit merupakan sebuah tempat yang
memadukan olahraga, komersil dan exhibition. Untuk itu milihan lokasi yang tepat untuk mendukung fasilitas tersebut.
3
http://www.nytimes.com/2007/10/04/sports/othersports/04parks.html?_r=0 4http://id.wikipedia.org/wiki/Balap_motor
5
2.2.1.
KRITERIA PEMILIHAN SITEArea site yang dipilih merupakan daerah yang strategis, sesuai dengan
keriteria site yang di butuhkan. Site yang dipilih berada di luar kota medan, tetapi
sangat mudah dijangkau dari kota Medan . provinsi Sumatra Utara memiliki
beberapa daerah yang dikembangkan secara bersamaan, yaitu medan, Binjai, Deli
Serdang dan Karo atau biasa di sebutMebidangro. Dikarenakan jarak tempuh antara keempat kota ini berdekatan, maka sering terjadi interaksi baik dalam hal
perdagangan, kegiatan industri, maupun tingginya laju komuter.
Sesuai dengan draft perancangan peraturan daerah kabupaten Deli Serdang
mengenai rencana tata ruang wilayah tahun 2007-2027, rencana pengembangan
sistem perkotaan di kabupaten Deli Serdang berupa pengembangan kawasan yang
termasuk dalam kriteria kawasan perkotaan berdasarkan rancangan peraturan
pemerintah tentang pengelolaan dan penataan ruang kawasan perkotaan, yaitu
wilayah bagian barat mencakup kecamatan Sunggal, wilayah bagian tengah
mencakup kecamatan Tanjung Morawa, Percut Sei Tuan, Patumbak dan Deli Tua
dan wilayah bagian timur mencakup kecamatan Lubuk Pakam dan Beringin.
Rencana struktur ruang dan pola ruang wilayah Kabupaten Deli Serdang
diwujudkan melalui kegiatan pemanfaatan ruang yang meliputi program, kegiatan
dan tahapan pelaksanaan. Indikasi program utama dari kegiatan pemanfaatan ruang
yaitu program pengembangan struktur ruang yang meliputi:
1. Pengembangan WP I, terdiri dari;
a. Program Pengembangan kegiatan pemerintahan, perdagangan dan jasa
permukiman perkotaan terutama di Kecamatan Lubuk Pakam yang
merupakan ibukota dari Kabupaten Deli Serdang.
b. Program Pengembangan Fasilitas Pembentukan Ruang, meliputi;
- Peningkatan fasilitas pemerintahan
- Peningkatan fasilitas pendidikan dapat melakukan merjer (penggabungan) atau penambahan fasilitas
- Peningkatan fasilitas Perguruan Tinggi
- Pengembangan sentra industri
- Peningkatan pelayanan jaringan utilitas sebagai pendukung perkembangan perkotaan.
2. Pengembangan WP II, meliputi;
a. Program Pengembangan Kegiatan industri, permukiman, agromarinepolitan,
pendidikan, kesehatan, olah raga dan pertanian, serta kawasan sekitar
Bandara Kuala Namo.
b. Program Pengembangan Fasilitas Pembentuk Ruang, meliputi :
- Pembangunan Kawasan Industri dan komersial di Percut Sei Tuan
- Pengembangan sentra industri menengah-besar dan industri kecil (home industry)
- Pembangunan Bandara Internasional Kuala Namo
- Pembangunan pusat pergudangan, packaging dan ekspedisi
- Peningkatan fasilitas kegiatan pertanian
- Peningkatan sarana dan prasarana wilayah
- Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan olahraga.
- Peningkatan sarana dan prasaran kesehatan 3. Pengembangan WP III, meliputi;
a. Program Pengembangan Kegiatan pertanian (agropolitan), permukiman,
pendidikan dan distribusi pertanian.
b. Program Pengembangan Fasilitas Pembentukan Ruang, meliputi :
- Pengembangan sentra agropolitan
- Peningkatan fasilitas kegiatan pertanian
- Pengadaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pertanian
- Peningkatan fasilitas pendistribusian hasil pertanian berupa mobil.
- Pembangunan dan Peningkatan pelayanan jaringan jalan.
- Pembangunan Pasar
- Peningkatan fasilitas Perguruan Tinggi. 4. Pengembangan WP IV, meliputi;
a. Program pengembangan kegiatan perdagangan, jasa, permukiman dan
industri.
- Pengambangan sentra perdagangan dan jasa
- Penambahan dan peningkatan fasilitas perdagangan berupa pasar, toko dan
pertokoan.
- Peningkatan sarana dan pelayanan jaringan utilitas.
- Peningkatan sarana dan prasarana penunjang industri. 5. Pengembangan WP V, meliputi;
a. Program Pengembangan Kegiatan pertanian (agropolitan) dan pariwisata
(agrowisata)
b. Program Pengembangan Fasilitas Pembentukan Ruang, meliputi :
- Pengembangan sentra agropolitan
- Pengembangan sentra pariwisata
- Peningkatan fasilitas kegiatan pertanian
- Pengadaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pertanian
- Pengembangan objek-objek wisata
- Pembangunan fasilitas akomodasi berupa penginapan dan restoran untuk
mendudukung kegiatan pariwisata.
- Pembangunan dan Peningkatan pelayanan jaringan jalan.
- Peningkatan pelayanan sarana dan jaringan utilitas
Berdasarkan ketentuan yang di tetapkan dalam RTRW di atas, maka WP yang
tepat untuk membangun Drag Race Circuitadalah WP II, yaitu untuk meningkatkan sarana dan prasarana olahraga.
2.2.2.
PEMILIHAN LOKASI2.2.2.1.
Alternatif site 1Lokasi lahan terletak di persimpangan Jln. Williem Iskandar dan Jln. Skip.(
Kab. deli serdang Kec. Percut sei tuan). Lihat pada gambar 2.1. Batas-batas tapak
pada sisi utara berbatasan dengan Jln. Williem iskandar, pada batas timur Jln. Skip,
batas pada sisi selatan berbatasan dengan lahan kosong dan batas pada sisi barat
S
I
T
E
Potensi lahan terletak ± 4 km dari pusat kota dan posisi lahan berada pada
kawasan komersil dan wisata kota, kondisi jalan pada daerah tersebut memiliki
tingkat kepadatan transportasi pada jam tertentu terutama pada sore hari. Kepadatan
tersebut tidak mengakibatkan kemacetan yg berarti. Kondisi tapak lokasi memiliki
kontur tanah yang datar yang dapat memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan
proyek drag race.
Berdasarkan tata ruang wilayah pengembangan daerah Kec.Percut Sei
Tuanbertujuan mengembangkan kegiatan industri, pemukiman, agromarinepolitan,
pendidikan, kesehatan, olahraga, dan pertanian, serta kawasan sekitar Bandara Kuala
Namo.
Gambar 2.1 .Alternatif site 1
Sumber: Google map
2.2.2.2.Alternatif site 2
Lokasi lahan terletak pada Jln. Cemara (Kab. deli serdang Kec. Percut sei
tuan). Lihat pada Gambar2.2. Batas- batas pada sisi utara berbatasan dengan gerbang
tol H. Anif dan ada sisi timur berbatasan dengan tol H. Anif, di sisi selatan
berbatasan dengan Jln. Pancing, pada sisi bagian barat berbatasan dengan SPBU
cemara. Lahan tersebut adalah lahan perkebunan warga sekitar.
Potensi Lahan terletak ± 7km dari pusat kota, pada sekitar lahan memiliki
akses angkutan umum. Kondisi lalulintas di daerah tersebut ramai lancar, lahan
berada di persimpangan jalan dan kondisi tanah datar. Posisi lahan berada pada
daerah komersil.
Berdasarkan tata ruang wilayah pengembangan daerah Kec.Percut Sei
Tuanbertujuan mengembangkan kegiatan industri, pemukiman, agromarinepolitan,
pendidikan, kesehatan, olahraga, dan pertanian, serta kawasan sekitar Bandara Kuala
Namo.
Gambar 2.2 .Alternatif site 2
Sumber: Google map
U 2.2.2.3.Alternatif site 3
Lokasi lahan terletak pada Jln. Taman Pahlawan V. .(Kec. Medan polonia).
Lihat pada gambar 2.3. Batas-batas tapak wilayah tersebut pada sisi utara berbatasan
dengan Jln. Taman pahlawan V dan di sisi timur berbatasan dengan Jln. Padang golf/
Komp. Malibu dan di sisi selatan berbatasan dengan LANUD dan batas pada sisi
barat berbatasan dengan bandara polonia. Lahan tersebut di bangun bandara polonia
yg telah di nonaktifkan.
Kecamatan Medan Poloniam merupakan kawasan di pusat kota, kawasan ini
merupakan kawasan bandara polonia dan permukiman. Ketersediaan lahan
pengembangan sangat terbatas. Namun dengan adanya rencana pemindahan bandara
polonia ke Kuala Namo, maka kawasan polonia akan dikembangkan menjadi
kawasan CBD. Perkiraan jumlah penduduk pada tahun 2030 berjumlah 81.298 jiwa
dengan kepadatan sekitar 90 Jiwa/Ha.
Potensi Lahan terletak ±2 km dari pusat kota, lokasi lahan berada pada
kawasan kegiatan perdagangan dan bisnis. Kondisi lalu lintas pada daerah tersebut Gambar 2.3 .Alternatif site 3
Tabel 2.1 .Penilaian kelayakan site.
ramai lancar, pada daaerah tersebut sedikit angkutan umum yang menuju lokasi
tersebut.
2.2.3. HASIL PENILAIAN PEMILIHAN SITE.
Berdasarkan table 2.1 site yang baik untuk proyek Drag Race Circuit adalah alternatif site 1 yang terletak pada Jln. Williem Iskandar/ Jln. Skip. (Kab. Deli
Serdang Kec. Percut Sei Tuan).
2.3. KONDISI DI SEKITAR LOKASI.
Dari table 2.1 telah di tetapkan lokasi proyek drag race circuit terletak di Jln. Williem Iskandar/ Jln. Skip. (Kab. Deli Serdang Kec. Percut Sei Tuan). Berikut ini
adalah merupakan hasil foto eksisting di sekitar lokasi proyek drag race circuit.
2.4. TINJAUAN FUNGSI
Fungsi proyek Drag Race Circuit dapat di pengaruhi dalam beberapa aspek yaitu dapat dilihat dari pengguna dan kegiatan yang bertujuan untuk penyelesaian
desain.
JL. WILLIAM ISKANDAR
JL. SK IP JL.
PA NC IN G
SITE JL. WILLIEM ISKANDAR
U
2.4.1. DESKRIPSI PENGGUNA.
Ada pun pengguna bangunan Drag Race Circuit digolongkan menjadi tiga yaitu pengelola,pengunjung, peserta.
2.4.1.1.Pengelola.
Pengelola adalah pegawai yang bekerja untuk mengurusi masalah admnistrasi
di Drag Race Circuit.(diagram2.1).
2.4.1.2.Pengunjung.
Pengunjung adalah masyarakat kota medan serta wisatawan lokal dan wisata
mancanegara. Pengunjung berasal dari semua kalangan umur dari anak-anak,
dewasa, orang tua.(Diagram2.2)
Diagram 2.1 . Alur kegiatan pengguna.
DATANG
2.4.1.3.Peserta.
Pesertaadalah orang yang ikut serta atau mengabil bagian, misal: (dalam
kongres, seminar, lokakarya, dan pertandingan). (Diagram2.3)
2.4.2. DESKRIPSI KEGIATAN.
Deskripsi kegiatan yang timbul pada Drag Race Circuit adalah sebagai berikut:
Penyelenggaraan event-event drag race, kegiatan workshop dan pameran yang berhubungan dengan dunia otomotif, reparasi dan seting kendaraan dan juga
bertujuan menciptakan suasana kekeluargaan terhadap sesama pecinta otomotif.
2.5. STUDI BANDING FUNGSI SEJENIS 2.5.1. CIRCUIT SENTUL, BOGOR.
LokasiBabakan Madang - Bogor, Jawa BaratIndonesiaTahun: 2013. Sirkuit
Internasional Sentul adalah sebuah sirkuit balap yang terletak di desa Sentul,
kecamatan Babakan Madang, kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia (gambar 2.5).
Sirkuit ini sering digunakan untuk menyelenggarakan balap motor serta ajang Asian
F3 dan tercatat pernah menjadi penyelenggara MotoGP hingga akhir tahun 1997.
DATANG PERSIAPAN
PARKIR
PULANG LATIHAN/
BALAPAN
ISTIRAHAT DISKUSI
PERSIAPAN PULANG
Usahadalam membangun sirkuit Formula Satu kedua
di Asia setelah Jepang adalah di Indonesia, sekitar 15 tahun yang lalu ketika Hutomo
Mandala Putra - putra presiden Republik Indonesia kala itu H.M. Soeharto -
mempelopori pembangunan sebuah sirkuit diSentul.Dengan panjang 4,12 kilometer,
Sirkuit International Sentul diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai salah
satu negara penyelenggara Formula Satu, hingga akhirnya pada tahun 1997, krisis
moneter di Asia menyebabkan hal tersebut menjadi tidak mungkin dilaksanakan.
Rampung pada tahun 1994, fasilitas yang ada kini telah sedikittertinggaloleh
perkembangan zaman, hingga menyebabkan ia tidak cocok untuk menyelenggarakan
ajang yang super cepat sekelasF1.Namun, sirkuit ini tetap cocok bagi pembalap
untuk berkompetisi di ajang Asian Formula 3 Super Series. Setelah diadakan
beberapa perbaikan di beberapa bagian sirkuit untuk mencapai standar yang
ditetapkan FIA untuk menyelenggarakan balapan seperti A1 Grand Prix, yaitu
tingkat 2 (tingkat 1 adalah standar untuk menyelenggarakan balapan sekelas F1)
maka sirkuit sentul akhirnya dapat menyelenggarakan A1 Grand Prix selama dua
musim (2005-06 dan 2006-07).
Fasilitas circuit sentul:
-Lintasan Grand Prix (ilustrasi kanan atas)
-Motocross, Autocross dan Sirkuit Go-Kart (ilustrasi kanan atas) Gambar 2.5 . Circuit sentul bogor.
-Hotel internasional bintang tiga -Bungalow
-Lapangan golf internasional -Pusat rekreasi
2.5.2. CIRCUIT YAS MARINA, DUBAI.
Sirkuit yas marina merupakan sebuah sirkuit balap mobil formula 1 yang
berada di abudhabi, uni emirat arab. Sirkuit ini memiliki panjang 5,5 km dan dapat
di bagi menjadi 2 rute yang lebih kecil 3,1 km dan 2,4 km, yang dapat beroperasi
secara serentak. Ada beberapa circuit yang di miliki yas marina bay yaitu:
(gambar2.16)
Circuit formula, Circuit gokart, Cirkuit drag
Paddock Scrutineering Lahan Parkir VIP Grha Perlengkapan
S P B U Landasan
Helikopter
P M K Pusat Kesehatan
Menara Kontrol Room Media &
Press Center
Grha Istirahat
Pembalap
Main Stand
Sub Stand Victory Tower Gerbang Utama Gerbang Samping
Pembangkit Listrik Hospitality Suites cottage Lahan Parkir
Kapasitas penonton yang dapat di tampung bekisar 50.000 penonton, juga memiliki
fasilitas tribun tertutup dan juga tribun VIP ber-AC.
Fasilitas marina bay circuit:
Sekolah
balap
mushollah Lounge bar atm Toilet
Kantor tiket hotel Paddock club tribun Titik
informasi
Akses
penyandang
cacat
Terowongan
pejalan kaki
Pertolongan
pertama
R. media
centre
Bar makanan
ringan
Fire station Layar lebar Retail Area piknik tribun
Pit stop exhibition showroom Menara
control
helipad
2.6. DESKRIPSI KEBUTUHAN RUANG.
Gambar 2.6 . Circuit yas marina, dubai.
Sumber: Google, circuit yas marina dubai
Table 2.4 . Kebutuhan ruang drag race circuit medan.
Ruang adalah yang berbatas atau terlingkup oleh bidang. Ruang secara konstan
melingkupi keberadaan kita. Sebuah bidang yang mendapat perluasan dengan
perbedaan arah dari arah asalnya pun dapat dikatakan sebagai ruang. Proyek drag
race membutuhkan beberapa ruang yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan yang
terhubung di dalamnya.
2.6.1. KEBUTUHAN RUANG
Dari data studi banding fungsi sejenis di atas dapat di simpulkan kebutuhan
ruang terhadap proyek Drag Race Circuit.(table2.4)
KEBUTUHAN
RUANG KEGIATAN ZONA PENGGUNA
FASILITAS UTAMA
Hall Penerima Tempat berkumpulnya
para pengunjung Public
Pengunjung Circuit Drag Arena perlombaan Private peserta Pit stop Tempat mempersiapkan
kendaraan untuk balapan Private peserta
public
Fire statition Pemadaman di arena
circuit Private pengelola
Tribun vip
Menyaksikan
perlombaan secara
exclusive
Private pengunjung
pengelola
R. Tiketing Pembelian tiket Public pengunjung
pengelola
Bengkel Reparasi kendaraan Publik
pengelola
pengunjung
peserta
R. Bahan bakar Pengisian bahan bakar
bagi pembalap Private peserta
PENGELOLA
R. Direktur Bekerja Private pengelola
R.Wakil
Direktur Bekerja Private pengelola
R.Sekretaris Bekerja Private pengelola
R. Pegawai Bekerja Private pengelola
R. Security Menjaga keamanan Private pengelola
R. Rapat
Diskusi dalam
pengelolahan drag race circuit.
Private pengelola
FASILITAS PENDUKUNG
Exhibition hall Penyelenggaraan
pameran yang Public
pengunjung
berhubungan dengan
otomotif
pengelola
Retail Penjualan sprepart Public
Pengunjung
ATM Centre Pengambilan uang Public
pengelola R. Genset Pembangkit listrik Private pengelola
Gudang penyimpanan Semi
public pengelola
Parkir Peletakan kendaraan Public pengelola
pengunjung
Parkir VIP Peletakan kendaraan khusus
Semi
public
peserta
BAB III
TEMA
3.1.
LATAR BELAKANG PEMILIHAN TEMA.Perencanaan dan perancangan bangunan dengan memanfaatkan potensi
lingkungan yang ada dalam upaya mewujudkan wadah kegiatan balap dan
exhibition memerlukan suatu pendekatan arsitektural yang baik dan tepat.
Dalam hal satu prinsip teori dan bentuk bangunan yang mendukung
penerapan arsitektur high-tech, menurut Colin Davis, bangunan high-tech umumnya
memiliki pelapis yang tipis dan lebar atau besar untuk menunjukkan kepada dunia
luar aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Pada umumnya penampilan
bangunannya secara keseluruhan adalah ringan, biasanya dengan sebuah kombinasi
kurva yang dramatis dan garis-garis lurus. Prinsip ini menjadi bahan pemikiran
dalam menciptakan dan mengembangkan penampilan bentuk bangunan. Bagaimana
keinginan menampilkan suatu bangunan yang dapat mewakili fungsi Medan Drag Race Circuit. Dimana nantinya di harapkan mempunyai suasana tersendiri bagi pengguna terutama pengunjung dan dapat memberikan suatu kesan yang
berhubungan dengan karakter teknologi.
Arsitek sebagai koordinator dari banyak disiplin yang terlibat dalam proses
kontruksi saat sekarang ini adalah kunci preservasi antara lingkungan dan bangunan
dimana medan membutuhkan wadah drag sirkuit atau disebut drag strip sebagai
tempat penyalur hobi dan acara yang berhubungan dengan otomotif. Perencanaan
3.2.
PENGERTIAN TEMA.Tema yang di terapkan pada Drag Race Circuitini adalah Arsitektur High
Tech. Adapun pengertian dari Arsitektur High Tech, adalah:
3.2.1.
PENGERTIAN ARSITEKTUR.Arsitektur berasal dari bahasa latin „Architecture’ dan bahasa yunani yaitu
„arkhi’yang berarti ketua dan‟tekton’ yang berarti pembangunan, tukang kayu, orang yang memimpin pembangunan.
Menurut kamusbahasa indonesia:ar·si·tek·tur /arsitéktur/ n :seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, jembatan, dsb.Metode dan gaya
rancangan suatu konstruksi bangunan.
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan.Dalam artian
yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan
lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan
perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain
perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses
perancangan tersebut.
Menurut James C. Snyder, Anthony J. Catanesse, dalam buku pengantar
arsitektur, bahwa: arsitektur : lingkungan buatan yang mempunyai bermacam-macam
kegunaan melindungi manusia dan kegiatan-kegiatannya serta hak miliknya dari
elemen, dari musuh, dan dari kekuatan-kekuatan adikodrati, membuat tempat,
menciptakan suatu kawasan aman yang berpenduduk dalam dunia fana dan cukup
berbahaya, menekankan sosial dan menonjolkan status.
3.2.2.
PENGERTIAN HIGH TECH.High dalam bahasa indonesia berarti tinggi. Tinggi disini maksudnya adalah
suatu yang mengacu pada modernisasi dan hal baru.
dalam suatu pemecahan dalam perancangan. Masalah perancangan dapat berupa
masalah struktur, serta pemakaian bahan material yang mendukung.
High tech dalam arsitektur mempunyai arti yang berbeda dengan high tech dalam industri, high tech dalam industri berarti elektronik, komputer, chip silikon,
robot, dan sebagainya. Dalam arsitektur, high tech berarti suatu style bangunan
tertentu. Arsitek yang memplopori style ini adalah Richard Rogers, Norman Foster,
Nicholas Grimshaw dan Michael Hopkins.
Dalam arsitektur, rancangan High Tech meliputi penggunaan material yang
berhubungan dengan industri High Tech tahun 1980-an dan 1990-an, seperti space frame, metal cladding serta material dari bahan komposit. Bangunan High Tech umumya memiliki pelapis yang tipis dan lebar atau besar untuk menunjukkan kepada
dunia luar aktivitas yang berlangsung di dalamnnya. Pada umumnya penampilan
bangunannya secara keseluruhan adalah ringan, biasanya dengan sebuah kombinasi
kurva yang dramatis dan garis-garis lurus. (Davis, Colin. High Tech Architecture). salah satu pertimbangan High Tech di masukkan ke dalam post modernisme adalah karena pada prakteknya sekarang ini, HighTech bukan hanya merujuk pada fungsi (merupakan ciri khas dari modernisme) sebagai rujukannya melainkan juga
pada nilai estetika dari teknologi yang di terapkan pada bangunan misalnya
bangunan-bangunan hi-rise sekarang ini menggunakan material baja dan kaca, bukan beton yang lebih murah dan praktis dalam fungsi dan penggunannya. Dalam bukunya
the languange of post-modrenisme Architecture, Jenk menginstalkan post modren sebagai dual-coding, yaitu makna ganda atau makna dua arah. Yang dia terjemahkan
bahwa bentuk desain tidak seharusnya di pahami oleh si perancang saja tetapi juga
harus di pahami oleh masyarakat umum sebagai pemakai atau pengamat. Arsitektur
Post Modren merupakan kombinasi antara teknik modren dengan suatu yang lain
(biasanya dengan bangunan tradisional) agar arsitektur dapat berkomunikasi dengan
masyarakat pemakai, dengan prinsipnya:
Komunikasi
Pluralisme
Hal yang dapat di pelajari adalah bangunan High Tech pada dasarnya memiliki keseimbangan antara fungsi dan simbolisme.
Berdasarkan sejumlah penjabaran diatas dapat di tarik sejumlah kesimpulan, sebagai
berikut:
Bangunan High Tech pada dasarnya memiliki keseimbangan antara fungsi dan simbolisme
Konsep Arsitektur High Tech seperti rangka baja, kabel, yang di tunjukkan agar terjadi ruang dalam yang memiliki fleksibilitas maksimal.
Arsitektur High Tech meletakkan performance yang proposional antara aspek arsitektur, struktur, dan mekanikal.
Secara ringkas dapat di katakan bahwa pengertian arsitektur High Tech adalah:
1. Arsitektur yang mempunyai karakteristik material kaca dan baja.
2. Pada pokoknya mengikuti ekspresi “kejujuran” suatu keagungan yang di
tampilkan melalui kejelasan material yang di gunakan di produksi secara masal.
3. Biasanya membubuhkan ide-ide tentang produk industri.
4. Digunakan oleh industri-industri lainya tidak hanya sebagai bangunan namun
sebagai sumber imajinasi. Meletakkan fleksibilitas pengguna sebagai prioritas.
Konsep arsitektur High Tech seperti rangka baja, kabel, zona service dan utilitas yang dieksposeditujukan agar terjadinya ruangan dalam yang memiliki
fleksibilitas yang maksimal.
3.3.
INTERPRETASI TEMA.Eksponen HighTech seperti pionir-pionir modernisme. Arsitektur HighTech melihat arsitektur sebagai sebuah cabang teknologi industri. Berharap bangunan menjadi penentu terhadap penampilan dengan kriteria yang sama seperti alat-alat kehidupan sehari-hari, fungsional, dan efisien, tidak bersifat artistik atau simbolik. Berikut merupakan beberapa ciriArsitektur HighTech:
Penggunaan material kaca dan metal.
Harus merupakan kejujuran ekspresi bangunan.
Mengandung ide-ide yang di dapat dari produksi industri.
Menggunakan industri, kecuali industri bangunan sebagai sumber teknologi dan informasi.
3.4.
KETERKAITAN TEMA DENGAN JUDUL.Drag Race Circuitmenggunakan tema HighTech karena Drag Race Circuitini mengaplikasi teknologi-teknologi canggih yang menunjang fungsi di dalamnya.
Prinsip-prinsip arsitektur HighTech nantinya menjadi bahan pemikiran dalam menciptakan dan mengembangkan penampilan bentuk bangunan. Bagaimana
kenginan menampilkan suatu bangunan yang dapat mewakili fungsi Dragrace itu sendiri. Dimana nantinya diharapkan mempunyai suasana tersendiri bagi dapat
memberikan suatu kesan yang berhubungan dengan karakter teknologi.
3.5.
STUDI BANDING TEMA SEJENISStudi banding tema sejenis merupakan studi banding bangunan yang telah ada
yang menggunakan tema yang sama. Bertujuan untuk pembelajaran pada proyek
drag race circuit berikut adalah beberapa bangunan yang uga menggunakan dengan
tema yang sejenis yakni:
3.5.1.
CIRCUIT OF THE AMERICASBangunan circuit of the Americas di desain oleh Miró Rivera arsitek,yang
terletak di Austin, TX, Amerika Serikat. Di bangun pada tahun 2013 dengan luas
keseluruhan 27 ha, luas bangunan 5.000 m². Pada struktur bangunan circuit of the
berbasis di austin miro rivers adalah para perancang bangunan sirkuit,
berfasilitas formula 1 grand prix yang pertama di bangun di amerika serikat.
Bangunan ini memiliki tinggi 251 kaki(gambar3.1 dan 3.2), yang di sebut menara
observasi grand plaza. Yang memiliki 6.500 kursi.Dan juga memiliki panjang
lintasan ± 3,4 mil.
Gambar 3.1 .Circuit of the americas
Sumber: Google, circuit of the americas
Gambar 3.2 .Suasana circuit of the americas
Sumber: Google, circuit of the americas
Gambar 3.3 .Suasana circuit of the americas
Desain arsitektur utama fasilitas menggabungkan konsep racecars. Secara
visual juga menggabungkan antara spanduk, baliho, dan desain grafis. Arsitek
membawa mereka pendekatan inovatif untuk sistem struktural: daripada yang
tersembunyi di balik façade bangunan mereka yang diartikulasikan dan menjadi
bagian penting dari desain. Bahan struktur bangunan adalah penggunaan dari tabung
baja merah. Tabung cascade di sisi menara observasi untuk membentuk kanopi untuk
tahap Amphitheater dan juga bingkai Grandstand utama(gambar3.3).Menggugah
mobil sport dan gerakan, elemen ini hubungan struktur yang bersama-sama
menciptakan pengalaman visual yang konsisten.
Menara observasi berfungsi sebagai inti dari kompleks, yang befungsi untuk memberikan pandangan keseluruhan area di sekitarnya. Menara, latar belakang yang
dramatis untuk Amphitheater, menyediakan sebuah visual ke Grand Plaza dan juga
berfungsi sebagai titik acuan untuk penonton di seluruh situs.Platform pengamatan di
atas berkapasitas hingga 75 orang dan fitur kaca pagar dan lantai kaca.
Menara observasidan Austin360 Amphitheater berfungsi sebagai latar
belakang berkesan untuk sirkuit Grand Plaza.Plaza 27 hektar, yang berbatasan
dengan jalur di tiga sisi, terletak di jantung kota sirkuit dan mendefinisikan
pengalaman umum kompleks untuk kebanyakan pengguna. Pengunjung memasuki
plaza mereka disambut oleh hardscaped plaza dan rumput yang mengandung kolam Gambar 3.4. Ticketing circuit of the americas
yang mencerminkan sekitar 16.000 meter persegi. Dengan kolam renang
mencerminkan di satu ujung dan menara dan amfiteater yang lain, hubungan ini
menciptakan suasana dramatis saat kedatangan. Plaza berisi berbagai zona lanskap
yang melampirkan ruang dan menentukan daerah-daerah yang unik dari
aktivitas. Plaza lokasi di dalam busur trek menangkap energi balap seperti kecepatan,
kebisingan, dan kegembiraan. Setiap sisi trek juga dapat di nikmati oleh pengunjung,
meningkatnya pengalaman tentang trek.
Sepanjang sisi utara kawasan pejalan kaki adalah rumput untuk
mengakomodasi berbagai acara sepanjang tahun, termasuk pertandingan sepak bola
dan festival musik. Jembatan penyeberangan, memberikan akses bagi pengunjung ke
area lain dari komplek sirkuit.Gedung-gedung di kawasan pejalan kaki membuat
boulevard teralis tertutup, yang berfungsi sebagai titik pertemuan penting bagi
pengunjung dan juga dapat menikmati banyak kegiatan Grand Plaza.Pada akhir
pejalan kaki ini, pengunjung akan menemukan sebuah jembatan penyeberangan,
yang menghubungkan pengunjung untuk trek oval dan jembatan lain, yang
memungkinkan pengunjung tidak selisih arus pengunjung.
Dan bangunan ini juga menyediakan tempat duduk untuk lebih dari 9.000 penonton
pada tiga tingkat. Tingkat dasar rumah kantor dan konsesi, sedangkan yang kedua
lantai berisi fasilitas, termasuk 6,500 kaki persegi-lounge dan ruang acara. Lantai
tiga host lounge kedua dan 29 suite pribadi.
Sistem modular yang terdiri dari beberapa komponen yang dapat diatur sesuai
3.5.2.
CYBERTECTURE EGG , MUMBAI.Bangunan Cybertecture egg terletak di India, Mumbai. Bangunan tersebut
berfungsi sebagai perkantoran, bangunan tersebut memiliki luas keseluruhan 6.676m²
dan luas bangunan sebesar 4.025m². Cybertecture egg memiliki 14 lantai dan 3 lantai basement.
James Law Cybertecture International telah merancang sebuah bentuk baruarsitektur, ditandai oleh bahan berwujud baru teknologi, multimedia, kecerdasan
daninteraktivitas. Vijay Associate (Wadhwa Developers) ialah konsultan yang
ditunjukoleh James Hukum Cybertecture International. Konsultan ini mengkhususkan diridalam desain dan strategi pembentukan proyek Cybertecture,
untuk merancangsebuah bangunan „luar biasa‟ di Mumbai , India .Plot C70 dari
Kurla Kompleks Bandra, Mumbai, merupakan hal baru'Manhattan' dari India dan
saat ini merupakan plot mahal sebagian besar lahan dinegara ini.
Konsultan ini telah dipilih untuk proyek yang unik dan inovatif yang
akanmenjadi gedung perkantoran pertama dengan berbentuk telur, menampung
13lantai dan menyediakan ruang yang cukup untuk ruang kerja.Gedung perkantoran
"Cybertecture" akan membawa bersama-sama iconicarsitektur, desain lingkungan, sistem cerdas, dan teknik baru yang sama untukmembuat kagum-inspirasi untuk kota
Mumbai dan untuk India di abad ke-21.
Gambar 3.5 .Cybertecture egg.
KONSEP PERANCANGAN .
“Ekosistem yang Berkelanjutan”
Desain gedung Cybertecture ini menganut sistem intelijen provokatif di India dengan kantor yang berbentuk telur cybertecture. Konsep bangunan initerinspirasi
dengan melihat dunia seperti halnya planet sebagai sebuah ekosistemyang
memungkinkan kehidupan berkembang. Konsepnya ialah bangunan ini seolah-olah
seperti planet bumi, di mana mempertimbangkan dunia sebagai
ekosistemberkelanjutan adalah berasal dari cybertecture terpadu yang berkembang untukmemberikan bangunan terbaik penghuni ruang saat bekerja dalam
gedung.(Gambar 3.6). Hal barulainnya ialah adanya serangkaian inovatif sistem
seperti 'kesehatan cybertecture' didalam kamar mandi yang dirancang untuk melacak
kesehatan penghuni termasuktekanan darah dan berat badan. Data yang dikumpulkan
dapat diambil dan dikirimke dokter jika dianggap perlu.
Seperti semua bangunan masa depan, dengan bangunan seluas 32.000 m2
.Cybertecture Egg akan menjadi ekosistem yang berkelanjutan dan ramahlingkungan karena menggunakan panel photovoltaicdan turbin angin surya di atas atap.Sistem
Pendinginan atau Penghawaan bangunanberbentuk telur ini akan didapat dari sebuah
tamantinggi yang terdiri dari vegetasi alami.(gambar3.6). Elemen pentinglainnya
adalah konservasi air fitur yang ada karenadikendalikan menuju greywater, daur
ulang sistem irigasi dan lansekap.
Gambar 3.6 .Fasade cybertecture egg.
GUBAHAN MASSA SERTA PENYELESAINNYA .
“Telur Berbentuk Bangunan”Analogi dengan bentuk bangunan ini seolah -olah seperti bentuk planet yangindah untuk Mumbai, dan membuat ekosistem
Cybertecture baru bagi orang-orangyang akan menggunakan gedung ini.Bentuk dasar bangunan ini ialahtelur (Gambar 3.7). Menganalogikan sebuah telur
menjadibangunan yang mewadahi dari suatu kegiatan.Bila dipikir secara logika
bagaimanakahstruktur bangunan ini bila berbentuk telur??Bila dibentuk persis seperti
telur jelasmenurut saya susah sekali. Maka sangperancang membuat bentuknya
tidakseperti telur seutuhnya, pada salah satu sisi dibuat flat sedangkan sisi
satunyadibuat seperti telur (lengkung). Selain karena sulit juga karena
penyesuaianterhadap jalan sehingga terlihat lebih estetis dan memiliki sisi
kompleksitas(membuat lebih efisien dalam mengolah tapak).
Massa bangunan ini hanya teridir dari 1 massa, tidak seperti
bangunankonvensional lain yang memiliki banyak massa sehingga pada siteplan
terlihat rumitdan luas. Akan tetapi bangunan ini malah memilih untuk memiliki 1
massa dengancatatan memiliki ekosistem yang sama luasnya seperti bangunan
bermassa banyak.Dengan memiliki 13 lantai dan ruang yang luas serta minimnya
penggunaan sekatmassif membuat bangunan ini seperti gedung yang hidup, bekerja
nonstop tanpa henti. Justru karena perancangan massa bangunan ini minim
sehinggamenimbulkan kenyamanan tersendiri seolah-olah berada di dunia
lain.Karena arsitektur bangunan ini menggunakan pendekatan tema Hi-Techmaka
dirancang dengan menggunakan komputer, dengan teknik membuatbangunan
kualitas yang sangat tinggi dan kecanggihan geometrik. Bangunan iniseperti permata
untuk Central Business District of Mumbai baru. Bangunan iniberstruktur inovatif
Bentuk bulat suatu planet
bentuk telur yang teranalogikansebagai
ekosistem Gambar 3.7 .Konsep massa cubertecture egg.
yang berasal dari kulit telur menciptakan 30m bentanglantai. Iinovatif Cybertecture
Technologies memberdayakan orang untuk bekerjadalam cara yang lebih baik.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERANCANGAN .
Apa yang menyebabkan dimulainya struktur bangunan ini?Konsep struktur
bangunan ini adalah menciptakan sesuatu yang belumpernah dilakukan dalam
arsitektur konvensional, menciptakan sebuah strukturdalam bentuk sebuah shell yang
mampu mendukung pelat lantai tanpamembutuhkan kolom. Hal ini akan
memungkinkan ruang komersial tidak memilikipenghalang untuk menggunakan
ruang dan menjadi fleksibel. Solusi struktur datangdari studi geometri dan sifat,
dimana kita bisa melihat bentuk simetris suatu organikdapat memungkinkan untuk
stabil dan menarik lebih mirip dengan kecantikan alamdari arsitektur. Dan sekarang
Cybertecturemerupakan jawabannya karena sedikit keluardari lingkup arsitektur.
Dalam sketsa awal, imajinatif konsepyang menganalogikan bangunan ini
sebagaisebuah planet yang "mendarat" ke bumi danmengalami reformasi dari bola
menjadibentuk oval telur.(gambar3.8). Perancang memilikikomitmen untuk
menciptakan Cybertecture dimana insinyur tidak berpikir dengan caraarsitektur konvensional, tetapi menanamkanpengetahuan lain kedalam proyek darirekayasa
menjadi kenyataan. Seperti teknik penerbangan yang memungkinkanuntuk
memberikan manfaat ruang terbuka dan terus membangun sampai tidakseperti
bangunan lainnya.Struktur bangunan seperti ini belum pernah dibangun untuk Gambar 3.8 .Tampak atas cybertecture egg.
gedungperkantoran di dunia. Ini berarti akan membutuhkan teknik baru, alat
danmetodologi dari manufaktur teknologi dalam setiap tahap-tahap
pembuatanproyek. Ada tim kerja yang terintegrasi sangat dekat antara klien, tim
desain dankontraktor. Ini terlihat sebagai suatu pendekatan desain terpadu yang
diperlukanuntuk sebuah proyek inovasi tersebut dan kompleksitas yang akan
dicapai.Menurut sumber yang ada, diperkirakan bangunan ini akan selesai di
akhirtahun 2010 dan dimulai pada tahun 2009 kemarin. Ini merupakan yangpertama
untuk Bangunan Kantor Cybertecture di dunia, dan India akan menjadilokasi yang akan memelihara beberapa arsitektur baru di masa depan.
HASIL AKHIR PERANCANGAN.
Pelat lantai rata-rata sekitar 30.000 m2rencana terbuka untuk standar
kelasinternasional yang luar biasa dengan langit-langit yang tinggi lebih dari 3
meterketinggian yang jelas. Sebagian besar kolom ruang bebas luar biasa yang di
ruangkantor lain saat ini tidak tersedia.Bentuk telur yang dipilih miring pada salah
satu sudut sehingga membuatbahasa visual yang kuat serta untuk mengurangi
keuntungan suryabangunan. Dengan menggunakan bentuk "Telur", bangunan ini
memiliki luaspermukaan sekitar 10-20 % kurang dibandingkan dengan bangunan
konvensional.Bangunan ini dominan berbingkai struktur baja dengan inti beton
danbasement.
Komposisi dan penempatan baja berpresisi dengan node diagrid bajapadat
yang tidak membutuhkan perlindungan kebakaran karena massa baja
yangtinggi.(gambar3.9). Yaitu 14 lantai di ketinggian 62m dengan 3 ruang bawah
tanah. Bagiankantilever dari telur memiliki bentang lebih dari 40m. Sekitar 30.000 Gambar 3.9 .Cybertecture egg.
m2 per lantai merupakan ruang kantor terbuka. Diagrid strukturalnya adalah salah
satu jenis unikdi dunia, dan menggunakan node baja solid untuk menciptakan
struktur tahan api.Bangunan ini seperti habitat palsu (seperti ekosistem makhluk
hidup baru)yang dapat mengurangi penggunaan tenaga surya bangunan, lalu ada
taman langitatau biasa disebut dengan roof garden di atas bangunan (meminimalisir
panas daripermukaan) . Panel PV akan dipasang di atas gedung dan turbin angin di
roof gardenakan menghasilkan listrik. Sebuah sistem penyaringan air juga akan
dimasukkan kedalam bangunan untuk mendaur ulang air limbah untuk pembilasan
dan tujuanirigasi.
3.5.3.
JACOB JAVITS CONVENTION CENTRE.Jacob javist convention centre di desain oleh IM Pei, bangunan tersebut terletak di New York City pada tahun 1980-1986 dengan luas bangunan seluas
170.000m². Pada bangunan ini menggunakan struktur baja dan space frame, dengan Gambar 3.10 .Jacob javist convention centre.
Sumber: Google, Jacob javist convention centre.
Gambar 3.11 .Struktur interior Jacob javist convention centre.
menggunakan material kaca secara keselurahn pada eksterior bangunan tersebut.
Jacob K. Javits Convention Center , atau Pusat Javits adalah pusat konvensi
besar yang terletak di Eleventh Avenue , antara jalan-jalan ke-34 dan ke-40, di sisi
barat Manhattan di New York , Amerika Serikat . Ini dirancang oleh arsitek James
Ingo Freed dari IM Pei dan mitra. The revolusioner space frame structure dimulai
pada tahun 1980 dan selesai pada tahun 1986 dan dinamai Amerika Serikat
Senator Jacob Javits K. , yang meninggal tahun itu. The Center dioperasikan dan
dipelihara oleh New York City Convention Center Operasi Perusahaan .
Pusat konvensi memiliki ruang seluas 1.800.000 kaki persegi (170.000
m2 ) dan memiliki 840.000 kaki persegi (78.000 m 2 ) dari total ruang
pameran. Perencanaan dan membangun sebuah pusat konvensi di sisi barat
Manhattan telah memiliki sejarah panjang dan kontroversial, ]termasuk upaya
dimulai pada awal 1970-an untuk menghasilkan pengembangan West
Side megaproyek.
Eksterior raksasa ini, lima blok bangunan lama merupakan kumpulan dari
bentuk bujursangkar, semua dibentuk oleh kerangka modul baja prefabrikasi
dilengkapi dengan kaca bening.(gambar3.12). Struktur didukung oleh pilar-pilar baja
tubular yang menyerupai gelas sampanye chunky. Pada ujung selatan nya ada yang
spektakuler lobby 150-kaki-tinggi, dijuluki istana kristal Juga terletak di dalam pusat
1,8 juta kaki persegi.. sebuah auditorium 2.500 kursi dan ruang pameran dan ruang
pertemuan.
Gambar 3.12 .Tampak keseluruhan jacob javist convention centre.
BAB IV
ANALISA
4.1. DATA STANDART CIRCUT DRAG TINGKAT NASIONAL
Luasan circuit drag untuk 2 mobil taraf nasional: panjang area pemanasan ban 50m, area balap panjang 201m, area pengereman 200m. Total panjang cirkuit
451 m.
Luasan circuit 2x(6/mobil) =12 + (1 batas antar circuit) =13m
total luas keseluruhan:
P X L= 451 X 13 =5.863m2
DETAIL A :
Area pemanasan
ban
Area balap Area
pengereman Area safety
A
Lampu start
Peletakan lampu star berjarak 7m dari garis
start
Jarak min antara circuit dan tribun berjarak 1,5m
Luasan circuit drag = 5.863m2= 0,6 ha Gambar 4.1. Standart circuit drag race.
4.2. ANALISA SITE
4.2.1. ANALISA MATAHARI
Arah matahari bergerak dari sisi kanan side (timur) menuju ke sisi kiri site
barat. tingkat radiasi tinggi terletak pada tengah site.
Peletakan circuit berdasarkan analisa matahari. Circuit di letakkan mengarah
ke utara dan selatan. Agar sinar matahari tidak menyilaukan para pembalap. Dan
untuk penonton yg terletak
di sebelah kiri dan kanan circuit di
beri seperti knopi yang dapat menghalangi silau matahari terhadap penonton
.(gambar4.3dan 4.4).
Gambar 4.3. Analisa matahari.
Gambar 4.5. Analisa jaringan jalan. 4.2.2. ANALISA JARINGAN JALAN
Tingkat kemacetan pada area site tidak begitu menggangu sirkulasi menuju ke site.
1. Pada area ini tingkat kemacetan terjadi sering di sore hari, di karenakan arus kendaraan dari arah jl. Pancing dan arah jl. Tuasan. Dan juga kemacetan di
karenakan ukuran jalan mulai mengecil untuk menuju ke jl. cemara.
2. Pada daerah ini tingkat kemacetan sangat rendah di karenakan di sini bukan merupakan jalan protokol.
3. Di daerah ini tingkat kemacetan di perkirakan ramai lancar, di karenakan ruas jalan tersebut lebih besar di bandingkan di persimpangan jl. Williem iskandar
dan jl. Pancing.
4. Daerah ini sama dengan daerah pada no.2 tingkat kemacetan sangat rendah di karenakan di sini bukan merupakan jalan protokol.
IN
Akses dua jalur
U
JL. WILLIAM ISKANDAR
JL . SK JL.
PA N CI
SITE 1
3
Peletakan akses masuk ke dalam site di letakkan di jl. Williem iskandar. Agar
pengunjung yang dari arah jl. Pancing menuju jl. Williem iskandar langsung bisa
masuk ke area site tanpa melewati jl. Ikip.Peletakan akses keluar di letakkan di jl.
Ikip. Ketika salah satu pengunjung keluar site dan ingin menuju ke jl. Williem
iskandar lebih mudah.
4.2.3. TATA GUNA LAHAN
Drag race circuit terletak di kawasan yang di peruntukkan untuk sarana dan
prasarana pendidikan dan olahraga berdasarkanperancangan peraturan daerah
kabupaten deli serdang, (WP II).
1
2
4
3
Gambar 4.8. Konsep analisa view ke bangunan.
U
PEMUKIMAN
PENDIDIKAN
PERKANTORAN
KOMERSIL JL. WILLIAM
JL . S JL.
P A N
SITE
4.2.4 ANALISA VIEW KE DALAM
Tinggi bangunan pada bagian depan max 15,82m.sudut pandang manusia 37º.
Dari data di atas mendapatkan konsep agar dapat melihat bangunan secara
keseluruhan dengan sudut pandang manusia sekitar 37 º. Dan diperolehlah ketinggian
bangunan dengan jarak 21m sekitar 15,82m. Bangunan juga dapat menjadi
landmark kawasan itu sendiri.
4.3. ANALISA FUNGSIONAL 4.3.1. ANALISA JUMLAH PESERTA
Berdasarkan data yang di peroleh dari pihak IMI-sumut (ikatan motor
indonesia), jumlah pesertayang mengikuti perlombaan drag race di kota medan
dalam kurun 3 tahun terakhir
adalah: (table4.1)
Berdasarkan table di atas, dapat di hitung rata-rata kenaikan jumlah peserta
yang ikut serta dalam acara drag race dengan persamaan :
Dari persamaan di atas, maka jumlah peserta yang ikut serta dalam drag race adalah
sebesar :
table 4.1. Grafik jumlah peserta drag di medan.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap pihak IMI-sumut jumlah pengunjung
pada setiap penyelenggaraan event drag race lanud medan di perkirakan ± 2000
pengunjung/event.
4.4. ANALISA KEBUTUHAN RUANG
Berdasarkan hasil analisa aktivitasserta perhitungan yang pada data yang di
atas, maka di peroleh program runag dan besaran ruang sebagai berikut.
4.4.1. KEBUTUHAN DAN LUASAN RUANG
NAMA
RUANG
KEBUTU
HAN
RUANG
JUMLAH STANDART KAPASITAS LUAS
(m²)
K
TOTAL KESELURUHAN 23098,2
m2
Jadi, total luas seluruh kebutuhan ruang adalah sebesar 23098,2 m2
Kererangan sumber:
DA : Data Arsitek
Asumsi : Asumsi dan pengamatan studi
IMI :Ikatan Motor Indonesia 4.4.2. FASILITAS PARKIR
Parkir mobil
Di asumsikan sebanyak 60% menggunakan mobil ke drag race circuit.
=60% x ( jmlh pengelola + jmlh pengunjung)
=60% x (50 + 4000)
=2430 : 4 = 605,5= 605 slot mobil
605 x (luas besaran parkir mobil)
= 605 x 15 m2
= 9075 m2
Di asumsikan sebanyak 20% pengunjung menggunakan motor untuk pergi ke drag
race circuit.
=20% x (jmlh pengunjung + jmlh pengelola)
= 20% x (4000 + 50)
= 810 : 2 = 405 slot parkir
405 x (luas besaran parkir motor)
= 405 x 2 m2
= 810 m2
Parkir bus
Di asumsikan sebanyak 10% pengunjung menggunakan motor untuk pergi ke drag
race circuit.
= 10% x (4000 + 50)
= 405 : 58 = 6,9 = 7 slot parkir
7 x (luas besaran parkir)
= 7 x 50 m2
= 350 m2
TOTAL LUAS KESELURUHAN SITE
Total luas bangunan = 23098,2m2
total luas parkir mobil = 9075 m2
total luas parkir motor = 810 m2
total luas parkir bus = 350 m2
TOTAL =33333,2 m²