• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II Landasan Teori Inventory

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB II Landasan Teori Inventory"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Perusahaan

2.1.1 Definisi Perusahaan

Menurut James M. Reeve et. al. (2009: 2) dalam bukunya Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia (Ed. 1) bahwa usaha atau perusahaan (business) adalah “suatu organisasi dengan sumber daya dasar (input), seperti bahan baku dan tenaga kerja, digabung dan diproses untuk menyediakan barang atau jasa (output) untuk pelanggan.”

2.1.2 Jenis-Jenis Perusahaan (Usaha)

Setiap jenis usaha memiliki karakteristik yang unik. Terdapat tiga jenis usaha yang bertujuan mencari keuntungan, yaitu (Reeve James M et. al., 2009: 3): 1. Usaha Jasa

Usaha jasa (service businesses) menyediakan jasa untuk pelanggan. 2. Usaha Dagang

Usaha dagang (merchandising businesses) menjual produk yang diperoleh dari pihak lain ke pelanggan. Perusahaan seperti ini disebut peritel, yang mempertemukan produk dan pelanggan di suatu tempat.

3. Usaha Manufaktur

(2)

2.2 Persediaan (Inventory)

2.2.1 Definisi Persediaan (Inventory)

Persediaan merupakan salah satu investasi modal yang dimiliki perusahaan. Pada umumnya setiap perusahaan menggunakan sebagian besar uangnya untuk membeli persediaan. Oleh karena itu, persediaan memegang peranan penting dalam kelangsungan proses produksi.

Dalam Standar Akuntansi Keuangan-Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK-ETAP) yang diatur oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) (2009: 52), persediaan adalah aset untuk dijual dalam kegiatan usaha normal; dalam proses produksi untuk kemudian dijual; atau dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakan dalam proses produksi atau pembelian kerja. Dari pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa persediaan merupakan aset yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan usaha normal dalam perusahaan dagang maupun dalam perusahaan manufaktur yang membutuhkan proses produksi.

(3)

2.2.2 Fungsi Perlunya Persediaan Bagi Suatu Perusahaan

Menurut Zulian Yamit (2003: 6) dalam bukunya “Manajemen Persediaan

mengemukakan bahwa terdapat empat faktor yang dijadikan sebagai fungsi perlunya persediaan, yaitu:

1. Faktor Waktu

Faktor waktu, menyangkut lamanya proses produksi dan distribusi sebelum barang jadi sampai ke tangan konsumen. Waktu selama proses produksi ini diperlukan oleh perusahaan untuk membuat skedul produksi, mengolah bahan baku, pengiriman bahan baku, pengawasan bahan baku, produksi dan pengiriman barang jadi ke konsumen. Oleh karena itu, perusahaan memerlukan persediaan untuk memenuhi kebutuhan selama waktu tunggu (lead time).

2. Faktor Ketidakpastian Waktu Datang Dari Supplier

Faktor ketidakpastian waktu datang dari supplier, menyebabkan perusahaan memerlukan persediaan. Ketidakpastian ini biasanya menghambat proses produksi sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman ke pihak konsumen, hal ini biasanya terjadi karena persediaan bahan baku terikat pada

supplier, persediaan dalam proses terikat pada konsumen. 3. Faktor Ketidakpastian Penggunaan

(4)

4. Faktor Ekonomis

Faktor ekonomis, kejadian ini terjadi karena adanya keinginan perusahaan untuk mendapatkan alternatif biaya yang rendah dalam memproduksi atau membeli item dengan menentukan jumlah yang besar dengan tujuan untuk memperoleh potongan harga, sehingga biaya pembelian dan biaya transportasi per unit akan menjadi lebih rendah.

2.2.3 Tujuan dan Fungsi Persediaan

Dalam perusahaan seperti perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang memiliki persediaan, tujuan dan fungsi persediaan itu sendiri menurut Freddy Rangkuti (2002: 7) dalam bukunya “Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang

Bisnis” adalah seperti diuraikan di bawah ini: 1. Batch Stock/Lot Size Inventory

Persediaan yang diadakan karena membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat ini.

2. Fluctuation Stock

(5)

3. Anticipation Stock

Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan atau penjualan atau permintaan yang meningkat.

Tujuan persediaan seperti diuraikan di atas, yaitu dengan adanya persediaan, maka perusahaan dapat melakukan efisiensi produksi dan penghematan biaya angkut serta untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan atau tidak beraturan dan atau untuk mengatasi jumlah permintaan konsumen yang telah diramalkan sebelumnya.

Menurut Freddy Rangkuti (2002: 15) dalam buku “Manajemen Persediaan

Aplikasi di Bidang Bisnis”, fungsi utama persediaan yaitu: 1. Fungsi Decoupling

(6)

2. Fungsi Economic Lot Sizing

Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, risiko, dan sebagainya).

3. Fungsi Antisipasi

Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasional inventories).

Dari uraian di atas fungsi persediaan, yaitu untuk menghindari keterlambatan barang, hilangnya barang dan dengan adanya persediaan, maka operasional perusahaan dapat terus berjalan sehingga pelayanan terhadap konsumen dapat terus berjalan dan pelayanan terhadap konsumen dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

2.2.4 Jenis Persediaan

Menurut Freddy Rangkuti (2002: 14) dalam bukunya “Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis” menjelaskan jenis-jenis persediaan antara

(7)

1. Persediaan Bahan Mentah (Raw Material)

Persediaan bahan mentah (raw material), yaitu persediaan barang-barang berwujud, seperti besi, kayu serta komponen-komponen lainnya yang digunakan dalam proses produksi.

2. Persediaan Komponen-Komponen Rakitan (Purchased Parts/Components) Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased parts/components), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain, dimana secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.

3. Persediaan Bahan Pembantu atau Penolong (Supplies)

Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies), yaitu persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi.

4. Persediaan Barang Dalam Proses (Work In Process)

Persediaan barang dalam proses (work in process), yaitu persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi. 5. Persediaan Barang Jadi (Finished Goods)

Persediaan barang jadi (finished goods), yaitu persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual atau dikirim kepada pelanggan.

(8)

atau pelengkap, dan komponen-komponen lain yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan.

2.2.5 Sifat Persediaan

Menurut Sukrisno Agoes (2000: 189) dalam buku “Auditing” sifat persediaan adalah:

1. Biasanya merupakan aktiva lancar (current assets), karena masa perputarannya biasanya kurang atau sama dengan satu tahun.

2. Merupakan jumlah yang besar, terutama dalam perusahaan dagang dan industri.

3. Mempunyai pengaruh yang besar terhadap neraca dan perhitungan laba rugi, karena kesalahan dalam menentukan persediaan pada akhir periode akan mengakibatkan kesalahan dalam jumlah aktiva lancar dan total aktiva, Harga Pokok Penjualan (HPP), laba kotor dan laba bersih, taksiran pajak penghasilan, pembagian deviden dan laba rugi ditahan, kesalahan tersebut akan terbawa ke laporan keuangan periode berikutnya.

2.2.6 Sistem Pencatatan Persediaan

Menurut Weygandt, Kimmel, dan Kieso (2011: 202-203), ada dua sistem yang dikenal dalam pencatatan persediaan, yaitu:

1. Sistem Periodik

(9)

menghitung HPP, yang pada gilirannya dipakai guna menyusun laporan keuangan. Kelemahan dari sistem ini, yaitu apabila jumlah persediaannya banyak sekali cara ini sangat mahal. Sistem ini cocok diterapkan pada perusahaan yang jenis dan jumlah persediaannya tidak banyak. Sistem ini tidak bertentangan dengan ketentuan perpajakan karena penilaian persediaan dalam sistem ini berdasarkan penghitungan yang benar. Akan tetapi, cara ini tidak praktis dan ekonomis.

2. Sistem Perpetual

Perusahaan mencatat secara detail harga pokok dari setiap persediaan barang dagang yang dijual dan dibeli. Perusahaan menentukan HPP setiap kali transaksi penjualan terjadi. Sistem ini dapat menyajikan keterangan mengenai persediaan dan HPP secara terus menerus tanpa penghitungan fisik. Hal ini dapat dilaksanakan karena setiap transaksi yang berhubungan dengan persediaan selalu dicatat sedemikian rupa sehingga akun persediaan senantiasa menyajikan saldo persediaan secara fisik (stock opname).

2.2.7 Harga Pokok Penjualan

Beban pokok usaha Harga Pokok Penjualan (HPP) diakui menggunakan pendekatan kausalitas, yaitu mengaitkan beban secara langsung dengan penghasilan. Oleh karena itu, HPP diakui pada saat persediaan itu dijual.

(10)

1. Sistem Periodik

Setiap pembelian dicatat dalam akun “Pembelian” dan penjualan dicatat dalam

akun “Penjualan”. Perusahaan tidak mencatat secara detail harga pokok dari persediaan barang dagang yang dimiliki. Persediaan dan HPP tidak dapat diketahui sewaktu-waktu. Persediaan dihitung dengan melakukan perhitungan fisik (stock opname) pada setiap akhir periode. Hasil penghitungan tersebut dipakai untuk menghitung HPP.

2. Sistem Perpetual

Setiap pencatatan dilakukan secara terus menerus dimana setiap pembelian dan penjualan barang dagang dicatat dalam akun “Persediaan”. Perusahaan mencatat secara detail harga pokok dari setiap persediaan barang dagang yang dijual dan dibeli. Perusahaan menentukan HPP setiap kali transaksi penjualan terjadi. Sistem perpetual menyajikan informasi mengenai persediaan dan HPP setiap saat tanpa melakukan perhitungan fisik (stock opname).

Dalam UU PPh Nomor 36 Tahun 2008, sistem pencatatan persediaan tidak diatur secara jelas. Selama sistem dapat menunjukkan kebenaran pencatatan maka ketentuan perpajakan dapat menerimanya.

Menurut Wild dan Kwork (2001: 201-220), penilaian persedian barang dagang dibagi atas berikut:

1. Specific Identification Method.

2. Cost Flow Method (First-in, First-out (FIFO) dan Average-cost).

(11)

2.2.8 Metode FIFO

Metode masuk-pertama dan keluar-pertama (First in First out-FIFO) ini berasumsi bahwa persediaan yang pertama kali dijual adalah persediaan yang pertama kali dibeli. Dengan demikian, biaya atas persediaan yang dibebankan sebagai HPP berasal dari persediaan yang dibeli pertama kali. Adapun metode

FIFO dengan sistem perpetual yangdigunakan untuk menghitung nilai persediaan akhir, disajikan dalam kartu persediaan yang dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Kartu Persediaan Menggunakan Metode Perhitungan Biaya FIFO

Diterima Dikeluarkan Persediaan

Tgl. Jml

Biaya Per Unit ($) Total Biaya ($) Jml Biaya Per Unit ($) Total

Biaya Jml

Biaya Per Unit ($) Total Biaya ($) Saldo ($)

Feb. 1 800 6,00 4.800 4.800

4 200 7,00 1.400 800

200

6,00 7,00

4.800

1.400 6.200

10 200 8,00 1.600 800

200 200 6,00 7,00 8,00 4.800 1.400

1.600 7.800

11 800 6,00 48.00 200

200

7,00 8,00

1.400

1.600 3.000

12 400 8,00 3.200 200

600

7,00 8,00

1.400

4.800 6.200

20 200

300 7,00 8,00

1.400

2.400 300 8,00 2.400 2.400

25 100* 8,00 800 400 8,00 2.400 2.400

28 600 9,00 5.400 400

600

8,00 9,00

3.200

5.400 8.600 Keterangan: *Retur ke gudang

(12)

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi 2.3.1 Definisi Sistem

Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu Jerry FitzGerald et. al. (Jogiyanto, 2005: 1). Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process) dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).

2.3.2 Definisi Informasi

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Di dalam dunia bisnis kejadian-kejadian nyata yang sering terjadi adalah perubahan dari suatu nilai yang disebut dengan transaksi (Jogiyanto, 2005: 8).

2.3.3 Definisi Sistem Informasi

(13)

2.3.3.1Definisi Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen (Management Information System atau sering dikenal dengan singkatan MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen (Jogiyanto, 2005: 14). SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi. MIS tergantung dari besar-kecilnya organisasi dapat terdiri dari sistem-sistem informasi sebagai berikut ini (Jogiyanto, 2005: 15):

1. Sistem informasi akuntansi (accounting information systems), menyediakan informasi dari transaksi keuangan.

2. Sistem informasi pemasaran (marketing information systems), menyediakan informasi untuk penjualan, promosi penjualan, kegiatan-kegiatan pemasaran, kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan lain sebagainya yang berhubungan dengan pemasaran.

3. Sistem informasi manajemen persediaan (inventory management information systems).

4. Sistem informasi personalia (personnel informastion systems). 5. Sistem informasi distribusi (distribution information systems). 6. Sistem informasi pembelian (purchasing information systems). 7. Sistem informasi kekayaan (treasury information systems).

8. Sistem informasi analisis kredit (credit analysis information systems).

9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (research and development information systems).

(14)

2.4 Program Aplikasi

Program aplikasi adalah sebuah program komputer yang ditujukan untuk pemakai agar bisa berinteraksi dengan suatu database (basis data). Program dapat dibuat menggunakan peranti pengembangan seperti Delphi, Visual Basic, Visual C#, Java ataupun PHP (Abdul Kadir, 2010: 4).

2.5 Bagan Alir (Flowchart)

Flowchart adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam program atau prosedur sistem secara logika (Jogiyanto, 2005: 795). Bagan alir digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Pada waktu akan menggambar suatu bagan alir, analisis sistem atau pemrogram dapat mengikuti pedoman-pedoman sebagai berikut (Jogiyanto, 2005: 795).

1. Bagan alir sebaiknya digambar dari atas ke bawah dan mulai dari bagian kiri dari suatu halaman.

2. Kegiatan di dalam bagan alir harus ditunjukkan dengan jelas.

3. Harus ditunjukkan dari mana kegiatan akan dimulai dan di mana akan berakhirnya.

4. Masing-masing kegiatan di dalam bagan alir sebaiknya digunakan suatu kata yang mewakili suatu pekerjaan, misalnya: “Persiapkan” dokumen, “Hitung”

gaji.

(15)

6. Kegiatan yang terpotong dan akan disambung di tempat lain harus ditunjukkan dengan jelas menggunakan simbol penghubung.

7. Gunakanlah simbol-simbol bagan alir yang standar.

Ada lima macam bagan alir (flowchart), yaitusebagai berikut ini (Jogiyanto, 2005: 796):

1. Bagan Alir Sistem (System Flowchart)

Bagan alir sistem (system flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem (Jogiyanto, 2005: 796).

2. Bagan Alir Dokumen (Document Flowchart)

Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir formulir (form formulir) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya. Bagan alir dokumen ini menggunakan simbol-simbol yang sama dengan yang digunakan di dalam bagan alir sistem (Jogiyanto, 2005: 800). Adapun simbol-simbol dari bagan alir dokumen dapat dilihat pada Tabel 2.2 (Jogiyanto, 2005: 801).

Tabel 2.2 Simbol Bagan Alir Dokumen

Simbol Keterangan

(16)

Simbol Keterangan

Simbol dokumen Menunjukkan dokumen input dan output

baik untuk proses manual, mekanik atau komputer.

Simbol kegiatan manual Menunjukkan pekerjaan manual.

Simbol simpanan offline File non-komputer yang diarsip urut angka (numerical).

Simbol simpanan offline File non-komputer yang diarsip urut huruf (alphabetical).

Simbol simpanan offline File non-komputer yang diarsip urut tanggal (cronological).

Simbol kartu plong Menunjukkan input/output yang menggunakan kartu plong (punched card).

Simbol proses Menunjukkan kegiatan proses dari operasi program komputer.

Simbol operasi luar Menunjukkan operasi yang dilakukan di luar proses operasi komputer.

Simbol pita magnetic Menunjukkan input/output yang menggunakan pita magnetik.

N

A

(17)

Simbol Keterangan

Simbol hard disk Menunjukkan input/output

menggunakan hard disk.

Simbol diskette Menunjukkan input/ouput menggunakan

diskette.

Simbol drum magnetik Menunjukkan input/output

menggunakan drum magnetik.

Simbol keyboard Menunjukkan input/ouput menggunakan

keyboard.

Simbol input/output Simbol input/output (input/output symbol) digunakan untuk mewakili data

input/output.

Simbol display Menunjukkan output yang ditampilkan di monitor.

Simbol hubungan komunikasi Menunjukkan proses transmisi data melalui channel komunikasi.

Simbol garis alir Menunjukkan arus dari proses.

(18)

Simbol Keterangan

Simbol penghubung Menunjukkan penghubung ke halaman yang masih sama atau ke halaman lain.

3. Bagan Alir Skematik (Schematic Flowchart)

Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah, bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-gambar ini memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya (Jogiyanto, 2005: 802).

4. Bagan Alir Program (Program Flowchart)

Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir sistem (Jogiyanto, 2005: 802). Bagan alir program dibuat menggunakan simbol-simbol yang dapat dilihat pada Tabel 2.3.

Tabel 2.3 Simbol Bagan Alir Program

Simbol Keterangan

(19)

Simbol Keterangan

Simbol proses Simbol proses digunakan untuk mewakili suatu proses.

Simbol garis alir Simbol garis alir (flow lines symbol) digunakan untuk menunjukan arus dari proses.

Simbol penghubung Simbol penghubung (connector symbol) digunakan untuk menunjukkan sambungan dari bagan alir yang terputus di halaman yang masih sama atau di halaman lainnya.

Simbol keputusan Simbol keputusan (decision symbol) digunakan untuk suatu penyeleksian kondisi di dalam program.

Simbol proses terdefinisi Simbol proses terdefinisi (predefined process symbol) digunakan untuk menunjukkan suatu operasi yang rinciannya ditunjukkan di tempat lain.

Simbol persiapan Simbol persiapan (preparatian symbol) digunakan untuk memberi nilai awal suatu besaran.

Simbol titik terminal Simbol titik terminal (terminal point symbol) digunakan untuk menunjukkan awal dan akhir dari sutau proses.

5. Bagan Alir Proses (Process Flowchart)

(20)

2.6 Diagram Arus Data

2.6.1 Definisi Diagram Arus Data

Ide dari suatu bagan alir untuk mewakili arus data dalam suatu sistem bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1967, Martin dan Estrin memperkenalkan suatu algoritma program dengan menggunakan simbol lingkaran dan panah untuk mewakili arus data. E. Yourdan dan L. L. Constantine juga menggunakan notasi simbol ini untuk menggambarkan arus data dalam perancangan program. G. E. Whitehouse tahun 1973 juga menggunakan notasi semacam ini untuk membuat model-model sistem matematika. Penggunaan notasi dalam diagram arus data ini sangat membantu sekali untuk memahami suatu sistem pada semua tingkat kompleksitasnya seperti yang diungkapkan oleh Chris Gane dan Trish Sarson. Pada tahap analisis, penggunaan notasi ini sangat membantu sekali di dalam komunikasi dengan pemakai sistem untuk memahami sistem secara logika. Diagram yang menggunakan notasi-notasi ini untuk menggambarkan arus dari data sistem sekarang dikenal dengan nama diagram arus data (data flow diagram atau DFD).

DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik di mana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik di mana data tersebut akan disimpan (misalnya

(21)

dengan terstruktur dan jelas. Lebih lanjut DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik (Jogiyanto, 2005: 700).

2.6.2 Simbol-Simbol DFD

Beberapa simbol yang digunakan di DFD untuk maksud mewakili (Jogiyanto, 2005: 700):

1. Kesatuan Luar

Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Sistem akan menerima input dan menghasilkan output kepada lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan suatu kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.

Suatu kesatuan luar dapat disimbolkan dengan suatu notasi kotak yang dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1 Notasi Kesatuan Luar Model Yourdan/De Marco 2. Arus Data

(22)

nama arus data

Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. Nama dari arus data dituliskan di samping garis panahnya. berikut simbol dari suatu arus data dapat dilihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.2 Notasi Arus Data Model Yourdan/De Marco 3. Proses

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Untuk physical data flow diagram (PDFD), proses dapat dilakukan oleh orang, mesin atau komputer, sedang untuk logical data flow diagram (LDFD), suatu proses hanya menunjukkan proses dari komputer. Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut-sudutnya tumpul. Adapun simbol proses yang digunakan penulis dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3 Notasi Proses Model Yourdan/De Marco 4. Simpanan Data

Simpanan data(data store)merupakan simpanan dari data yang dapat berupa sebagai berikut ini:

a. Suatu file atau database di sistem komputer. b. Suatu arsip atau catatan manual.

(23)

d. Suatu tabel acuan manual. e. Suatu agenda atau buku.

Simpanan data di DFD dapat disimbolkan dengan sepasang garis horisontal paralel yang menutup di salah satu ujungnya. Adapun simbol simpanan data yang digunakan penulis dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Gambar 2.4 Notasi Data Store Model Yourdan/De Marco

2.6.3 Pedoman Menggambar DFD

Pedoman untuk menggambar DFD adalah sebagai berikut ini (Jogiyanto, 2005: 713-714):

1. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar yang terlibat di sistem. 2. Indentifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar. 3. Gambarlah terlebih dahulu suatu diagran konteks (context diagram). DFD

merupakan alat untuk structure analysis. Pendekatan tersrtuktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan

(24)

level 2 dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi. Suatu context diagram selau mengandung satu dan hanya satu proses saja (sering kali diberi nomor proses 0). Proses ini mewakili proses dari seluruh sistem. Context diagram ini menggambarkan hubungan input atau

output antara sistem dengan dunia luarnya (kesatuan luar).

2.7 Basis Data (Database) 2.7.1 Konsep Basis Data

McFalden et al (1999) (Adi Nugroho, 2011: 5) dalam Modern Database Management menyebutkan bahwa data adalah fakta-fakta tentang segala sesuatu di dunia nyata yang dapat direkam dan disimpan pada media komputer. Sedangkan basis data adalah kumpulan terorganisasi dari data-data yang berhubungan sedemikian rupa sehingga mudah disimpan, dimanipulasi, serta dipanggil oleh pengguna (Adi Nugroho, 2011: 5).

2.7.2 Model Data

(25)

1. Model E-R

Model E-R (ERD) adalah suatu model yang digunakan untuk menggambarkan data dalam bentuk entitas, atribut dan hubungan antarentitas. Huruf E sendiri menyatakan entitas dan R menyatakan hubungan (dari kata relationship). Model ini dinyatakan dalam bentuk diagram. Itulah sebabnya model E-R acapkali juga disebut sebagai diagram E-R (Abdul Kadir, 2009: 30).

Model R melibatkan sejumlah notasi. Beberapa notasi dasar dalam model E-R dapat dilihat pada Tabel 2.4 (Abdul Kadir, 2009: 31).

Tabel 2.4 Notasi pada Model E-R

Simbol Keterangan

Entitas

Atribut

Hubungan

Kardinalitas hubungan

a. Entitas

(26)

31)). Entitas dapat berupa sesuatu yang nyata ataupun abstrak (berupa suatu konsep). Secara lebih rinci, Hoffer, dkk, (2005) menjelaskan bahwa entitas dapat berupa seseorang, sebuah tempat, sebuah objek, sebuah kejadian atau suatu konsep. Sebuah entitas dinyatakan dengan kata benda dan ditulis dengan huruf kapital (Abdul Kadir, 2009: 31).

b. Atribut

Setiap entitas dinyatakan oleh sejumlah atribut. Atribut adalah properti atau karakteristik yang terdapat pada setiap entitas. Setiap atribut dinyatakan dengan kata benda. Supaya konsisten, Hoffer, dkk. (2005) menggunakan huruf kapital untuk setiap awal kata dan huruf kecil untuk yang lain. Jika atribut menggunakan lebih dari satu kata, antar kata dipisahkan oleh karakter garis bawah ( _ ) (Abdul Kadir, 2009: 32). c. Hubungan

Hubungan (relationship) menyatakan keterkaitan antara beberapa tipe entitas.

(1) Jenis hubungan

(27)

(a) Hubungan one-to-one

Menyatakan bahwa setiap entitas pada entitas A paling banyak berpasangan dengan satu entitas pada tipe entitas B. Begitu pula sebaliknya.

(b) Hubungan one-to-many

Menyatakan bahwa setiap entitas pada entitas A bisa berpasangan dengan banyak entitas pada tipe entitas B. Sedangkan setiap entitas pada B hanya bisa berpasangan dengan satu entitas pada tipe entitas A.

(c) Hubungan many-to-one

Menyatakan bahwa setiap entitas pada entitas A paling banyak berpasangan dengan satu entitas pada tipe entitas B dan setiap entitas pada tipe entitas B bisa berpasangan dengan banyak entitas pada tipe entitas A.

(d) Hubungan many-to-many

Menyatakan bahwa setiap entitas pada suatu tipe entitas A bisa berpasangan dengan banyak entitas pada tipe entitas B dan begitu pula sebaliknya.

(2) Kekangan kardinalitas

(28)

dkk. (2002), hal seperti itu disebut dengan istilah rasio kardinalitas atau pemetaan kardinalitas.

Untuk menentukan jangkauan kardinalitas dalam hubungan dengan lebih cepat, terdapat dua jenis kekangan kardinalitas yang diterapkan dalam hubungan, yaitu:

(a) Kardinalitas minimum

Kardinalitas minimun adalah jumlah tersedikit suatu instans dari suatu tipe entitas yang dapat dikaitkan dengan setiap instans pada tipe entitas lain. Dalam hal ini jumlah minimumnya dapat berupa 0 atau 1.

(b) Kardinalitas maksimum

Kardinalitas maksimum adalah jumlah terbanyak dari instans suatu tipe entitas yang dapat dikaitkan dengan setiap instans pada tipe entitas lain. Nilainya dapat berupa 1 atau banyak.

2. Model Relasional

(29)

2.7.3 Normalisasi

2.7.3.1Definisi Normalisasi

Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel yang menunjukkan entitas sekaligus relasinya. Melalui normalisasi, akan didesain

database relasional menjadi suatu set data yang memenuhi kriteria berikut ini (Ema Utami, 2008: 32):

1. Memuat semua data penting yang dapat disediakan oleh database. 2. Memiliki redudancy data yang sesedikit mungkin.

3. Akomodasi multi value untuk tipe data yang diperlukan. 4. Mengijinkan update data yang efisien dalam database. 5. Terhindar dari bahaya kehilangan data yang tidak dikenal.

2.7.3.2Tujuan Normalisasi

Tujuan utama dari normalisasi (umumnya minimal sampai pada level normalisasi ketiga), adalah mencegah terjadinya insertion anomaly, deletion anomaly dan update anomaly.

1. Insert Anomaly

Insert anomaly merupakan kesalahan penambahan data ke dalam database. Untuk sebuah database yang sudah normal, penambahan data hanya perlu ditambahkan ke satu tempat dalam database (tabel). Namun untuk database

(30)

dari manusia itu sendiri bisa menyebabkan penambahan data yang diperlukan manjadi hilang.

2. Delete Anomaly

Delete anomaly merupakan kesalahan dalam menghapus data yang ada di dalam database. Untuk database yang sudah normal, penghapusan data hanya dapat menghapus data dari sebuah tabel saja dalam database. Untuk database

yang belum normal, penghapusan data bisa menyebabkan penghapusan data dari beberapa tabel di dalam database, jika terjadi kesalahan dari manusia itu sendiri, penghapusan data yang demikian bisa dimungkinkan penghapusan data tambahan yang diperlukan menjadi hilang padahal data tersebut juga harus dihapus.

3. Update Anomaly

Update anomaly merupakan kesalahan dalam mengubah data, baik dalam hal penambahan, penghapusan atau keduanya.

2.7.3.3Definisi Formal Bentuk-Bentuk Normalisasi 1. Bentuk Normalisasi Pertama (1NF)

Suatu tabel dikatakan dalam bentuk normal pertama apabila:

a. Tidak ada baris data yang terduplikat atau berulang dalam tabel.

b. Setiap sel memiliki nilai tunggal artinya tidak ada perulangan group atau

array.

c. Data dalam kolom (atribut dan field) memiliki tipe data sejenis.

(31)

2. Bentuk Normalisasi Kedua (2NF)

Tabel dalam keadaan 2NF apabila tabel sudah dalam keadaan 1NF dan semua atribut yang bukan kunci, bergantung pada semua kunci dalam tabel. Dengan kata lain, 2NF bertujuan untuk menghilangkan ketergantungan parsial.

3. Bentuk Normalisasi Ketiga (3NF)

Tabel dalam keadaan 3NF apabila tabel dalam keadaan 2NF dan dalam tabel tersebut tidak ada ketergantungan transitif. Artinya sebuah field dapat menjadi atribut biasa pada suatu relasi tetapi menjadi kunci pada relasi lain. Setiap atribut yang bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key.

4. Bentuk Normalisasi Boyce-Codd (BCNF)

Tabel dalam keadaan 3NF dan setiap determinan merupakan kunci kandidat. Determinan adalah suatu atribut/field atau gabungan atribut di mana beberapa atribut lain bergantung pada atribut tersebut. Pada tahap BCNF, harus menghilangkan kunci kandidat yang bukan merupakan determinan.

5. Bentuk Normalisasi Keempat (4NF)

Tabel dalam keadaan BCNF dan tidak ada ketergantungan multi value. 6. Bentuk Normalisasi Kelima (5NF)

Tabel dalam keadaan 4NF dan setiap ketergantungan join dalam tabel merupakan akibat dari kunci kandidat tabel.

7. Bentuk Normalisasi Domain-Key (DKNF)

(32)

2.7.4 Kamus Data

2.7.4.1Definisi Kamus Data

Kamus Data (KD) atau Data Dictionary (DD) atau disebut juga dengan istilah systems data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan KD, analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. KD dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Pada tahap analisis, KD dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, KD digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. KD dibuat berdasarkan arus data yang ada di DAD. Arus data di DAD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. Keterangan lebh lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DAD secara lebih terinci dapat dilihat di KD (Jogiyanto, 2005: 725).

2.7.4.2Isi Kamus Data

(33)

1. Nama Arus Data

Karena KD dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DAD, maka nama dari arus data juga harus dicatat di KD, sehingga yang membaca DAD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang suatu arus data tertentu di DAD dapat langsung mencarinya dengan mudah di KD.

2. Alias

Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya.

3. Bentuk Data

Bentuk dari data ini perlu dicatat di KD, karena dapat digunakan untuk mengelompokkan KD ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem. 4. Arus Data

Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di KD supaya memudahkan mencari arus data ini di DAD.

5. Penjelasan

Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di KD. 6. Periode

Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. 7. Volume

(34)

8. Struktur Data

Struktur data menunjukkan arus data yang dicatat di KD terdiri dari item-item data apa saja.

2.7.4.3Mendefinisikan Struktur Data

[image:34.595.117.517.482.753.2]

Struktur dari data terdiri dari elemen-elemen data yang disebut dengan item data, sehingga secara prinsip struktur dari data ini dapat digambarkan dengan menyebutkan nama dari item-item datanya. Nama dari item data saja yang dicatat di KD tidaklah cukup, masih diperlukan informasi lainnya dari struktur data tersebut, seperti misalnya informasi tentang apakah item data tersebut pasti ada atau hanya bersifat optional (dapat ada dan dapat tidak ada). Biasanya untuk menunjukkan informasi-informasi tambahan ini di KD dipergunakan notasi-notasi yang dapat dilihat pada Tabel 2.5 (Jogiyanto, 2005: 730).

Tabel 2.5 Notasi-Notasi untuk Mendefinisikan Struktur Data

Notasi Arti

= Terbentuk dari (is composed) atau terdiri dari (consist of) atau sama dengan (is equivalent of)

+ AND

[ ] Salah satu dari (memilih salah satu dari elemen-elemen data di dalam kurung

bracket ini)

Notasi Arti

| Sama dengan simbol [ ]

M{ }M Iterasi (elemen data di dalam kurung brace

beriterasi mulai minimum N kali dan maksimum M kali

( ) Optional (elemen data di dalam kurung

parenthesis sifatnya optional, dapat ada dan dapat tidak ada)

(35)
[image:35.595.114.512.416.579.2]

Walaupun notasi untuk menggambarkan suatu struktur data ini cukup populer dan banyak dibahas di buku-buku dan cukup mudah bagi analis sistem, tetapi kenyataannya notasi ini tidaklah begitu mudah bagi pemakai sistem untuk memahaminya. Kekurangan lainnya dari penggunaan notasi ini adalah tidak menjelaskan tipe dari item datanya (apakah numerik, alphanumerik, alphabetik, logical dan lain sebagainya), tidak menjelaskan lebar dari datanya (maksimum berapa digit atau berapa karakter) serta tidak menjelaskan jangkauan nilai data yang diijinkan. Keterangan-keterangan ini sangat perlu dalam tahap perancangan sistem, terutama dalam perancangan database. Untuk mengatasi kekurangan-kekurangan ini, maka dalam membuat kamus data dapat digunakan formulir yang dapat dilihat pada Gambar 2.5 (Jogiyanto, 2005: 731).

Gambar 2.5 Formulir untuk Membuat Kamus Data

Nama file data : Tipe file :

Panjang Record : Media file :

Penjelasan : Field Kunci :

Struktur data : No.

Urut

(36)

2.8 Microsoft Visual Basic

2.8.1 Mengenal Microsoft Visual Basic

Microsoft Visual Basic adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk pengembangan dengan memanfaatkan keistimewaan konsep-konsep antar muka grafis dalam Microsoft Windows. Aplikasi yang dihasilkan Visual Basic berkaitan erat dengan windows itu sendiri sehingga dibutuhkan pengetahuan bagaimana cara kerja Windows (Taryana Suryana, 2009: 1).

Dalam pemrograman visual banyak istilah dan konsep untuk menyebut sesuatu yang membentuk sebuah aplikasi. Istilah-istilah tersebut memiliki arti yang sama dalam lingkungan pemrograman visual lainnya, seperti misalnya objek,

property dan event.

2.8.2 Ruang Kerja Microsoft Visual Basic 6.0

[image:36.595.147.477.524.744.2]
(37)

Dalam Gambar 2.6 terdapat beberapa jendela windows yang aktif diantaranya (Taryana Suryana, 2009: 4):

1. Windows Property

Windows Property dalam Visual Basic 6.0 ini merupakan mekanisme normal yang menjelaskan atribut-atribut dari objek. Setiap Objek Visual Basic

memiliki property tertentu yang settingnya mengontrol tampilan dan ulah dari objek dalam suatu aplikasi.

2. Windows Form

Sebuah form adalah area tampilan yang berhubungan dengan sebuah jendela yang akan dilihat ketika aplikasi berjalan. Ketika memulai sebuah proyek baru,

Visual Basic menciptakan sebuah form kosong dan memberinya judul Form1. Pada saat mendesain suatu aplikasi maka form merupakan canvas tempat menggambarkan berbagai bagian aplikasi. Dalam form ini dapat ditempatkan kontrol untuk keperluan aplikasi.

3. Windows Project

Pada dasarnya project adalah sekumpulan form, module, class dan file sumber yang membentuk sebuah aplikasi. Jadi, Windows Project merupakan windows

(38)

menampilkan Windows Form (View Form) dan menampilkan window kodenya (Tombol View Code).

4. Windows Layout Form

Windows Layout Form adalah Tampilan perumpamaan form di dalam layar. 5. ToolBar

Toolbar merupakan kumpulan tombol-tombol yang mempunyai tugas untuk pengaksesan terhadap aplikasi yang berada di bawah kendalinya dengan cepat. 6. Toolbox

Windows ini berisi kontrol-kontrol atau objek-objek yang akan ditempelkan pada form sebagai element program aplikasi.

2.9 MySQL

2.9.1 Definisi MySQL

MySQL dikembangkan oleh sebuah perusahaan swedia yang pada saat itu bernama TcX Data Konsult AB, dan pada akhirnya berubah nama menjadi MySQL

AB. Sekitar tahun 1994-1995, Michael Widenius atau disebut “Monty ” yang adalah pengembang satu-satunya di TcX membuat database MySQL untuk mengembangkan aplikasi Web Client. Dengan berlandaskan pada aplikasi UNIREG dan ISAM yang dibuat sendiri, dia memutuskan untuk mencari antarmuka SQL

yang sangat tepat untuk ditempelkan di atasnya.

MySQL adalah DataBase Managament System (DBMS) yang

(39)

dijadikan program induk turunan bersifat close source (komersial) (Deni Sutaji, 2012: 40).

MySQL sebenarnya merupakan turunan dari salah satu konsep utama dalam basis data sejak lama, yaitu SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basis data terutama untuk proses seleksi, pemasukan, pengubahan dan penghapusan data yang dimungkinkan dapat dikerjakan dengan mudah dan otomatis (Deni Sutaji, 2012: 40).

2.9.2 Keunggulan MySQL

Berikut adalah beberapa keunggulan dari MySQL, diantaranya (Deni Sutaji, 2012: 40-41):

1. Portability

Dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi, diantaranya: Windows,

Linux, FreeBSD, Mac OS X Server, Solaris, Asigma. 2. Open Source

Didistribusikan secara gratis di bawah lisensi dari General Public License

(GPL). 3. Multi User

Dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan. 4. Performance Tuning

(40)

5. Column Type

Memiliki tipe data yang sangat kompleks, seperti: signed/unsignedinteger, float, double, char, varchar, text, blob, date, time, datetime, timestamp, year

dan enum.

6. Command dan Function

Memiliki operator dan fungsi penuh yang mendukung select dan where dalam

query. 7. Security

Memiliki beberapa lapisan sekuritas seperti tingkat subnet mask, hostname,

privilege user dengan sistem perijinan yang mendetail serta password yang terenkripsi.

8. Scalability dan Limits

Mampu menangani basis data dalam jumlah besar, dengan jumlah field lebih dari 50 juta, 60 ribu tabel dan 5 milyar record. Batas indeks mencapai 32 buah per tabel.

9. Localization

Dapat mendeteksi pesan kesalahan (error code) pada klien dengan menggunakan lebih dari 20 bahasa.

10. Connectivity

(41)

11. Interface

Memiliki antarmuka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API.

12. Clients dan Tools

Dilengkapi dengan berbagai tool yang dapat digunakan untuk administrasi basis data sekaligus dokumen petunjuk online.

13. Struktur Tabel

Memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani alter table, dibandingkan dengan PostgreSQL ataupun Oracle.

2.9.3 Koneksi Visual Basic 6.0 dengan Database MySQL

Untuk menghubungkan bahasa pemrograman Visual Basic 6 dengan

databaseMySQL dibutuhkan sebuah koneksi. Adapun script koneksi model string

tersebut adalah sebagai berikut (Bunafit Nugroho, 2013: 28-29). Option Explicit

Public Koneksi As New ADODB.Connection Public Rs_Barang As ADODB.Recordset Public strSQL As String

'Membuat Koneksi dengan Database MySQL Public Sub BukaDatabase()

Set Koneksi = New ADODB.Connection Koneksi.CursorLocation = adUseClient Koneksi.ConnectionString = "" _

& "DRIVER={MYSQL ODBC 5.1 DRIVER};" _ & "SERVER=localhost;" _

& "DATABASE=tokodb;" _ & "UID=root;" _

& "PWD=;" _ & "OPTION=" 'Membuka Koneksi On Error Resume Next

If Koneksi.State = adStateOpen Then Koneksi.Close

Set Koneksi = New ADODB.Connection Koneksi.Open

(42)

Koneksi.Open End If

'Jika koneksi gagal, pesan error ditampilkan If Err.Number <> 0 Then

MsgBox "Koneksi MySQL gagal", vbCritical, "Error" Else

'Jika koneksi berhasil, bisa menampilkan pesan

MsgBox "Koneksi MySQL sukses", vbInformation, "Koneksi Sukses"

End If End Sub

2.10 XAMPP

XAMPP adalah paket program berbasis Web, di dalamnya berisi; Software Apache, PHP dan database MySQL. XAMPP adalah paket Web programming, di sana telah tersedia toolsphpMyAdmin yang hanya berjalan di sisi server Web untuk mengakses database MySQL (Bunafit Nugroho, 2013: 1). Berikut adalah paket – paket XAMPP:

1. Apache

Aplikasi Web server. Tugas utama Apache adalah menghasilkan halaman Web

yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat

halaman Web.

2. MySQL

MySQL merupakan aplikasi database server. Perkembangan dari SQL yang

merupakan kepanjangan dari Structured Query Language. SQL itu sendiri

merupakan bahasa yang digunakan untuk mengolah database.

3. PHPMyAdmin

(43)

2.11 Crystal Report

Crystal Report merupakan program yang terpisah dengan program

Microsoft Visual Basic 6.0, tetapi keduanya dapat dihubungkan (Linkage). Membuat Laporan dengan Crystal Report hasilnya lebih baik dan lebih mudah, karena pada Crystal Report banyak tersedia objek-objek maupun komponen yang mudah digunakan (Madcoms, 2010: 234).

2.12 Pengujian

2.12.1 Definisi Pengujian

Pengujian adalah serangkaian kegiatan yang dapat direncanakan di muka dan dilakukan secara sistematis (Roger S. Pressman, 2010: 550).

(44)

Strategi untuk pengujian perangkat lunak berorientasi objek dimulai dengan pengujian yang menjalankan operasi-operasi di dalam kelas dan kemudian beralih ke pengujian berbasis thread untuk integrasi.

Aplikasi Web diuji dalam banyak cara yang sama seperti sistem OO. Namun, pengujian dirancang untuk menjalankan isi, fungsionalitas, antarmuka, navigasi, dan aspek kinerja dan keamanan aplikasi Web.

2.12.2 Pandangan Internal dan Eksternal Dari Pengujian

Pendekatan pengujian pertama kali membutuhkan pandangan eksternal dan disebut pengujian kotak hitam (black-box testing), dan yang kedua, membutuhkan pandangan internal yang disebut pengujian kotak putih (white-box testing) (Roger S. Pressman, 2010: 586-587).

Gambar

Tabel 2.1  Kartu Persediaan Menggunakan Metode Perhitungan Biaya FIFO
Tabel 2.2  Simbol Bagan Alir Dokumen
gambar-gambar
Tabel 2.4  Notasi pada Model E-R
+4

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar

Suatu proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data

Proses merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, atau computer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses, untuk dihasilkan arus data yang akan keluar

Suatu proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data

Suatu proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data

Process / Proses, Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk

Suatu proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin, atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk menghasilkan arus data