• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendugaan Data Curah Hujan dengan Metode Cokriging

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pendugaan Data Curah Hujan dengan Metode Cokriging"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

Referensi

Dokumen terkait

Data hujan harian ini kemudian ditransformasikan menjadi intensitas hujan jam-jaman menggunakan metode mononobe untuk menghitung debit puncak dengan metode rasional.. Hasil

Pendugaan debit puncak dengan cara ini menggunakan data curah hujan harian selama 20 tahun untuk dianalisis secara bertahap mulai dari Parameter Statistik, Distribusi Frekuensi,

Hal ini sesuai dengan pernyataan Sosrodarsono dan Takeda (2003), yang mengatakan bahwa Lengkung Intensity Duration Frequency (IDF) ini digunakan dalam menghitung debit puncak

19 AVHRR Dengan Data Curah Hujan Lapangan. Pengolahan curah hujan menggunakan citra NOAA-19 AVHRR dan curah hujan lapangan memberikan hasil nilai yang berbeda.Citra NOAA AVHRR

[r]

Pendugaan debit puncak dengan cara ini menggunakan data curah hujan harian selama 22 tahun untuk dianalisis secara bertahap mulai dari Parameter statistik, Distribusi frekuensi,

[r]

Dengan menggunakan metode rata-rata aljabar, metode normal ratio, dan metode Inversed Square Distance hasil perhitungan data hujan harian satu tahun, data hujan kumulatif