• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Kampanye Pelaranagn Rokok Elektrik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Kampanye Pelaranagn Rokok Elektrik"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Pengantar Proyek Tugas Akhir

PERANCANGAN KAMPANYE

PELARANGAN ROKOK

ELEKTRIK

DK 38315/ Tugas Akhir Semester II 2010/2011

Oleh:

Andi Putra Pamungkas

NIM : 51907132

Program Studi

Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis sebagai penyusun telah berhasil menyelesaikan laporan sederhana ini.

Shalawat dan salam hanturkan kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, sahabatnya, beserta pengikutnya hingga akhir zaman.

Penulis menyusun laporan ini dengan tema rokok elektrik. Laporan ini menjelaskan tentang berbagai macam bahaya merokok dan pengaruh yang ditimbulkan oleh rokok elektrik. Laporan ini disusun dengan tujuan memberitahukan kepada para perokok bahwa rokok elektrik berbahaya bagi kesehatan.

Penulis menyadari bahwa tiada gading yang tak retak. Laporan yang penulis susun ini tak luput dari kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karenanya, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.

Akhir kata, semoga Laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Amin.

Bandung, 12 Juli 2011

(3)

DAFTAR ISI

1.2 Identifikasi Masalah ... 4

1.3 Fokus Masalah………...……….. ... 5

1.4 Tujuan Perancangan ... 5

BAB II PENGARUH ROKOK ELEKTRIK TERHADAP KESEHATAN 2.1 Rokok………... .. 6

2.1.1 Pengertian Rokok………...6

2.2 Rokok Elektrik………... 6

2.2.1 Pengertian Rokok Elektrik………... . 6

2.2.2 Perkembangan Rokok Elektrik ... 6

2.2.3 Kandungan Rokok Elektrik………... 8

2.3 Kesehatan ... 10

2.3.1 Pengertian Kesehatan ... 10

2.3.2 Dampak Rokok Terhadap Kesehatan………10

2.3.3 Bahaya Rokok Bagi Perempuan………... . 11

2.4 Masyarakat Pengguna Rokok Elektrik ... 12

(4)

2.4.2 Perilaku………... ... 13

2.5 Kampanye ... 13

2.5.1 Pengertian Kampanye ... 13

2.5.2 Jenis-Jenis Kampanye……… ... 14

2.5.3 Media Kampanye………... ... 15

2.5 Target Audiens………... . 16

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL 3.1 Strategi Perancangan ... 18

3.1.1 Strategi Komunikasi………... .. 18

3.1.2 Pendekatan Komunikasi ... 19

3.1.3 Strategi Kreatif………... 19

3.1.4 Strategi Media ... 22

3.1.5 Pertimbangan Dasar Penyebaran Media ... 25

3.1.6 Jadwal Penyebaran Media ... 26

3.1.7 Strategi Distribusi ... 27

(5)

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA KAMPANYE

PELARANGAN ROKOK ELEKTRIK

4.1 Poster………... ... 34

4.2 Banner Internet………... ... 36

4.3 Billboard………... ... 37

4.4 Spanduk………... ... 37

4.5 Flyer………... ... 38

4.6 Iklan Koran………... ... 38

4.7 Iklan Majalah………... ... 39

4.8 Ambient………... ... 40

4.9 Merchandise………... ... 41

DAFTAR PUSTAKA ... 44

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar III.7 Tipografi……….. 29

Gambar III.8 Ilustrasi Visual Kampanye……….. .. 30

Gambar III.9 Ilustrasi Visual Kampanye……….. .. 31

Gambar III.10 Ilustrasi Visual Kampanye……….. 31

Gambar III.11 Ilustrasi Visual Kampanye……….. 32

(7)

Gambar IV.25 Jam Dinding……….. ... 42

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kebiasaan merokok di Indonesia merupakan suatu

pemandangan yang sangat tidak asing. Kebiasan ini memang sudah

sangat melekat dan menjadi sebuah kebutuhan di masyarakat,

sampai–sampai dikeluarkan fatwa merokok. Merokok dianggap dapat

memberikan kenikmatan bagi si perokok, namun dilain pihak dapat

menimbulkan dampak buruk bagi perokok sendiri maupun

orang-orang disekitarnya. Setiap saat dapat dijumpai anggota masyarakat

merokok di tempat-tempat umum. Bahkan saat ini bukan hanya orang

dewasa saja yang merokok namun sudah banyak terlihat anak-anak

usia dini sudah mulai merokok. Keadaan ini menjadi hal yang sangat

biasa dan berujung pada kondisi yang sangat memprihatinkan. Para

perokok sudah mengetahui akan dampak buruk bagi kesehatan

mereka, namun masih saja aktivitas tersebut mereka lakukan.

Tingkat kecanduan yang sangat tinggi membuat kebiasaan ini sulit

untuk dihilangkan, terkadang mereka lebih baik memilih tidak makan

untuk hari ini dari pada tidak merokok sama sekali. Tak heran jika

industri rokok adalah industri terbesar di indonesia karena rokok

merupakan industri yang sangat diminati oleh masyarakat. Berhenti

(9)

dan ada juga yang mencoba mengurangi perlahan-lahan. Pendorong

utama untuk berhenti merokok harus berasal dari keinginan sendiri.

Saat ini beredar rokok elektrik atau “Electronic Nicotine

Delivery Systems” yaitu rokok yang beroperasi menggunakan tenaga

baterai. Namun tidak membakar tembakau seperti produk rokok pada

biasanya. Rokok ini membakar cairan menggunakan baterai dan

uapnya masuk ke paru-paru pemakai. Rokok yang selama ini

menggunakan gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas,

ternyata berkembang menggunakan tenaga baterai. Bentuknya

ENDS seperti batang rokok pada biasanya dan terdapat beberapa

tipe rokok elektrik, yang dibuat menyerupai rokok aslinya. Produk ini

dipasarkan dengan banyak nama diantaranya, rokok elektronik,

ecigarro, electro-smoke, green-cig, dan smartsmoker. Rokok ini

mengaku sebagai rokok yang lebih sehat dan ramah lingkungan

daripada rokok tembakau. Rokok ini khusus dibuat untuk para

perokok yang ingin berhenti setidaknya mengurangi merokok

tembakau dengan cara yang nyaman dan aman bagi tubuh.

Beberapa temuan penelitian menjelaskan bahwa rokok elektrik

memiliki kandungan toksin dalam jumlah banyak yang sebetulnya isi

keseluruhan dari rokok ini adalah zat nikotin yang bervariasi apabila

di panaskan akan menghasilkan nitrotisme. Bahaya dari rokok elektrik

ini tentu saja masih ada, karena kandungan nikotin yang bervariasi

(10)

munculnya kanker. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)

melakukan pelarangan terhadap rokok elektrik karena efek yang

ditimbulkan lebih berbahaya dibanding rokok tembakau. China

sebagai penemu awal rokok ini pada tahun 2003 justru melarang

keberadaan rokok tersebut. Sampai saat ini produk rokok elektrik

dinyatakan ilegal karena belum mendapat sertifikasi dari pemerintah

Indonesia.

Di era yang serba canggih ini, rokok elektrik memiliki daya tarik

sebagai inovasi terbaru untuk para perokok yang terbiasa merokok

dengan tembakau. Sebagian masyarakat cenderung menggunakan

rokok ini karena rasa penasaran sebagai inovasi baru dengan

iming-iming sebagai rokok terapi, meskipun harganya kurang terjangkau.

Kehadiran rokok elektrik ini dinilai bisa menggantikan rokok tembakau

sebagai terapi. Selain hemat rokok elektrik menjadi alternatif bagi

para perokok aktif yang secara perlahan ingin berhenti dari kebiasaan

merokok tembakau. Pada tahun 2010 kurangnya informasi yang

menyatakan rokok ini tidak aman menjadi penyebab masyarakat

kurang pengetahuan atau wawasan terhadap rokok inovasi terbaru

ini. Berkembang tahun 2011 masyarakat mulai mengetahui rokok

elektrik berbahaya namun tidak mengetahui bahaya apa yang

ditimbulkan karena hanya sebatas isu. Dengan keadaan demikian

harus adanya upaya memberikan informasi ataupun media

(11)

menjadikan rokok ini solusi untuk tetap merokok dengan cara sehat.

Dengan begitu diharapkan tumbuh sebuah sikap untuk

mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum menggunakanya.

1.2 Identifikasi Masalah

Dari pernyataan terhadap latar belakang di atas, maka dapat di

identifikasikan masalahnya sebagai berikut :

 Kebiasaan merokok sudah melekat dan menjadi

pemandangan yang biasa, hampir setiap anggota

masyarakat berbagai usia merokok di tempat-tempat umum.

 Rokok elektrik mengaku sebagai rokok yang lebih sehat dan

ramah lingkungan dari pada rokok tembakau, setidaknya

mengurangi merokok tembakau dengan cara yang nyaman

dan aman bagi tubuh.

 Rokok elektrik memiliki kandungan zat nikotin bervariasi

yang dapat menimbulkan penyempitan pembuluh darah dan

penyebab munculnya kanker.

 Tidak tercantumya informasi produk pada kemasan rokok

elektrik yang sekarang kini beredar, termasuk sertifikasi izin

peredaran dari pemerintah.

 Kurangnya informasi dan pengetahuan membuat kehadiran

rokok elektrik ini dinilai bisa menggantikan rokok tembakau

sebagai terapi untuk berhenti dan mengurangi rokok

(12)

1.3 Fokus Masalah

Fokus masalah yang terlihat dalam pernyataan diatas adalah

rokok elektrik dijadikan solusi untuk berhenti merokok dengan cara

merokok. Rokok ini dianggap sebagai rokok yang lebih sehat dan

ramah lingkungan dari pada rokok tembakau.

1.4 Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan media ini adalah untuk menyadarkan

masyarakat untuk tidak mengkonsumsi rokok elektrik. Selain itu,

untuk menekan jumlah penyakit kanker pada masyarakat yang

disebabkan oleh nikotin. Media ini diharapkan dapat memberikan

informasi yang mendalam kepada masyarakat sehingga

menumbuhkan sebuah sikap cepat dari masyarakat agar

mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum mencoba rokok ini.

Dengan begitu masyarakat pengguna akan mengetahui apa dampak

(13)

BAB II

sebagainya. Merokok adalah menghisap gulungan tembakau yang

dibungkus dengan kertas (h.720).

2.2 Rokok Elektrik

2.2.1 Pengertian Rokok Elektrik

Rokok elektrik adalah rokok yang beroperasi menggunakan

tenaga baterai. Namun tidak membakar tembakau seperti produk

rokok biasa. Rokok ini membakar cairan menggunakan baterai

dan uapnya masuk ke paru-paru pemakai (Yani, 2010).

2.2.2 Perkembangan Rokok Elektrik

Rokok elektrik atau Elecronic Nicotine Delivery Systems

adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok tembakau menjadi rokok

modern. Rokok elektronik pertama kali dikembangkan pada tahun

2003 oleh SBT Co Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis

Beijing, RRC, yang sekarang dikuasai oleh Golden Dragon Group

Ltd Pada tahun 2004. Ruyan mengambil alih proyek untuk

(14)

Ruyan SBT Co Ltd dan nama mereka diubah menjadi SBT

RUYAN Technology & Development Co, Ltd. (Tamang, 2010)

Rokok elektrik menggunakan kepingan pintar/cerdas dan

sensor aerodinamis untuk mengendalikan asap yang dihasilkan

dan terdapat cairan berberat jenis rendah yang digunakan untuk

memproduksi uap dan aroma melalui transmisi penyalur super

mikro yang berbentuk saluran kecil berongga.

Gambar II. 1 Rokok elektrik

Rokok ini memiliki 2 macam produk yaitu :

1. Tipe black, kelengkapannya 1 baterai, 1 atomizer, 3

charger dan 10 refill.

(15)

2. Tipe exclusive box, kelengkapannya adalah 1 baterai,

1 atomizer, 2 charger dan 10 refill.

Gambar II. 3 Tipe exclusive box (sumber: www.toko nabil.com)

Rokok elektronik diakui sebagai rokok yang lebih sehat dan

ramah lingkungan daripada rokok biasa dan tidak menimbulkan

bau dan asap. Selain itu, rokok elektronik lebih hemat dari pada

rokok tembakau karena bisa diisi ulang. (Yani, 2010)

2.2.3 Kandungan Rokok Elektrik

Rokok elektrik memiliki kandungan toksin dalam jumlah

banyak yang sebetulnya isi keseluruhan dari rokok ini adalah zat

nikotin yang bervariasi, yaitu nikotin pelarut, propilen glikol,

(16)

menghasilkan nitrotisme. Larutan nitrotisme ini nantinya akan

menjadi penyebab munculnya penyakit kanker. (Pramono, 2010)

Menurut dr. Mukhtar Ihksan pada acara reportase siang di

Trans 7 (2010) bahwa rokok elektrik tidak memiliki 4000 bahan

kimia yang ada dalam rokok tembakau, namun rokok elektrik

masih mengandung satu zat yaitu nikotin plus plefer yang

ditambahkan dalam rokok tersebut. Bahaya nikotin masih ada

pada rokok tersebut karena nikotin dapat menimbulkan

penyempitan pembuluh darah, keluhan berdebar dan

peningkatan tekanan darah.

Rokok ini memiliki kandungan nikotin sebesar 6 mg.

Kandungan tersebut merupakan kandungan tertinggi dalam satu

refill. konsumsi 1 pc cartridge sekitar 150 hisapan, atau setara

dengan 10 batang rokok tembakau. Terdapat beberapa rasa

yang terkandung didalamnya seperti Marlboro, Sampoerna Mild,

Gudang Garam, Jarum, DjiSamSoe, Cofee, Chocolate, Virginia,

Camel. Lemon, Nanas, Apel, Anggur, Pisang, Strawberry,

(17)

Gambar II. 4 Refill (sumber: www.toko nabil.com)

2.3 Kesehatan

2.3.1 Pengertian Kesehatan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2009), Sehat

adalah keadaan baik sekujur badan serta baian-bagiannya,

bebas dari sakit atau penyakit, dalam keadaan waras,

mendatangkan kebaikan pada badan sembuh dari sakit baik

dalam keadaan biasa atau normal pikirannya. Kesehatan adalah

keadaan sehat, kebaikan keadaaan badan yang menyehatkan

(h.763).

2.3.2 Dampak Rokok Terhadap Kesehatan

Dampak rokok terhadap kesehatan menurut Satiti (2009) adalah:

1. Kanker paru-paru

Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi

saluran napas dan jaringan paru-paru. Pada saluran napas

(18)

mucus bertambah banyak (hiperplasia). Pada saluran napas

kecil, terjadi radang ringan hingga penyempitan akibat

bertambahnya sel dan penumpukan lendir. Pada jaringan

paru-paru, terjadi peningkatan jumlah sel radang dan

kerusakan alveoli. Hubungan antara merokok dan kanker

paru-paru telah diteliti dalam 4-5 dekade terakhir ini.

Didapatkan hubungan erat antara kebiasaan merokok

dengan timbulnya kanker paru–paru (h. 37).

2. Serangan Jantung

Terjadi penggumpalan darah pada arteri yang menyumbat

suplai darah pada jantung sehingga dapat mengakibatkan

serangan jantung (h. 38).

3. Impotensi

Racun nikotin yang terdapat di dalam rokok akan

mengendap dan menyumbat aliran darah, termasuk aliran

darah ke penis, sehingga dapat menyebabkan disfungsi alat

vital dalam berereksi (h. 39).

2.3.3 Bahaya Rokok Bagi Perempuan

a. Gangguan Kesuburan

Perempuan pecandu rokok mempunyai resiko hormonal,

karena rokok akan merusak sel telur dan menyebabkan

(19)

menurun 30 persen dibandingkan perempuan yang bukan

perokok (Satiti, 2009, h. 43)

b. Gangguan Kehamilan dan Janin

Jika perempuan yang sedang hamil menjadi perokok aktif

atau pasif maka kecepatan jantungnya akan bertambah 25

persen melebihi kecepatan semula. Selain itu, senyawa

kimia berbahaya yang terkandung di dalam asap rokok,

akan masuk ke dalam aliran darah ibu, yang selanjutnya

akan membawa pengaruh buruk bagi janin yang

dikandungnya (Satiti, 2009, h. 43).

2.4 Masyarakat Pengguna Rokok Elektrik

2.4.1 Anggapan Masyarakat

Rokok elektrik dianggap sebagai rokok yang lebih sehat dan

ramah lingkungan dari pada rokok biasa, setidaknya mengurangi

merokok traditional dengan cara yang nyaman dan aman bagi

tubuh. Kondisi yang berkembang saat ini bahwa masyarakat

memilih rokok ini karena bisa berhemat dari rokok tembakau.

Menurut pemakai Wawan Juniawan (2010) menjelaskan bahwa

faktor lain yang mendorong untuk menggunakan rokok elektrik,

juga dipicu oleh ketidaktahuan bahaya yang ditimbulkan,

Pemakai beranggapan lebih hemat, praktis dan aman bila

(20)

2.4.2 Perilaku

Menurut pengguna Tarmawan (2011) bahwa perilaku orang

pengguna rokok elektrik cenderung berlebihan dalam

menggunakan rokok tersebut sehingga menimbulkan sakit di

bagian kepala. Rokok ini bisa sampai diperlakukan layaknya

sebuah mainan yang tanpa sadar menghisap terus menerus

tanpa habis, karena dalam 1 catridge rokok ini sama dengan

menghabiskan hampir 10 batang rokok tembakau. Sedangkan

menurut pengguna Suryaman (2011) cenderung menggunakan

keduanya baik elektrik maupun tembakau.

2.5 Kampanye

2.5.1 Pengertian Kampanye

Menurut Venus (2009, h.9) kampanye adalah kegiatan

komunikasi yang dilakukan secara terlembaga. Penyelenggara

kampanye umumnya bukanlah individu melainkan lembaga atau

organisasi. Lembaga tersebut dapat berasal dari lingkungan

pemerintahan, kalangan swasta atau lembaga swadaya

masyarakat (LSM). Terlepas siapa pun penyelenggaranya,

kampanye selalu memiliki tujuan yang telah ditetapkan

sebelumnya. Tujuan tersebut sangat beragam dan berbeda

antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.

(21)

komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek

tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara

berkelanjutan pada kurun waktu tertentu’’. Pada definisi ini

kampanye harus mengandung empat hal yakni pertama tindakan

kampanye yang ditujukan untuk menciptakan efek atau dampak

tertentu, kedua jumlah khalayak sasaran yang besar, ketiga

biasanya dipusatkan dalam kurun waktu tertentu dan yang

keempat melalui serangkaian tindakan komunikasi yang

terorganisasi.

2.5.2 Jenis-Jenis Kampanye

Jenis-jenis kampanye pada prinsipnya adalah

membicarakan motivasi yang melatarbelakangi

diselenggarakanya sebuah program kampanye. Motivasi tersebut

pada giliranya akan menentukan kearah mana kampanye akan

digerakan dan apa tujuan yang akan dicapai. Menurut Charles U.

Larson (1992) membagi jenis kampanye dalam tiga katagori

yakni: product oriented campaigns, candidate oriented campaigns

dan ideologically or cause oriented campaigns.

Kampanye rokok elektrik termasuk dalam kategori

ideolagically or cause oriented campaigns. Jenis kampanye ini

berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan

seringkali berdimensi perubahan sosial. Karena itu kampanye

(22)

kampanye yang ditujukan untuk menangani masalah-masalah

sosial melalui perubahan sikap dan prilaku publik yang terkait.

2.5.2 Media Kampanye

Dalam kampanye, media cenderung ditempatkan sebagai

saluran komunikasi utama karena hanya lewat media inilah

khalayak dalam jumlah yang besar dapat diraih. Disamping

kemampuanya dalam melipatgandakan penyebaran informasi,

media juga memiliki kemampuan untuk mempersuasi khalayak.

Menurut Klapper (Mcqueil, 1987) membedakan enam jenis

perubahan yang mungkin terjadi akibat penggunaan media dalam

proses kampanye yakni:

 Menyebabkan perubahan yang diinginkan

 Menyebabkan perubahan yang tidak diinginkan

 Menyebabkan perubahan kecil (baik dalam bentuk maupun intensitas)

 Memperlancar perubahan (diinginkan atau tidak)

 Memperkuat apa yang ada, dan

 Mencegah perubahan

Dalam program kampanye ini perubahan yang diinginkan adalah

masyarakat tidak lagi menggunakan rokok ini. Diharapkan

(23)

2.6 Khalayak Sasaran

Khalayak memerlukan pendekatan yang berbeda, mulai dari

desain pesan, cara meyampaikanya hingga siapa komunikator yang

cocok menyampaikan pesan tersebut. Ini artinya segmentasi atau

pengkelompokan perlu dilakukan dalam menentukan khalayak

sasaran kampanye. Segmentasi dapat diartikan sebagai

pengelompokan khalayak kedalam kategori-kategori tertentu

berdasarkan ciri-ciri umum yang dimiliki baik secara geografis,

demografis maupun psikografis.

Dari segi geografis, khalayak dikelompokan bedasarkan lokasi

tempat tinggal mereka misalnya apakah khalayak tinggal di kawasan

pedesaan, perkotaan atau kota metropolitan. Dari aspek demografis

khalayak umumnya dikelompokan bedasarkan karakteristik sosial

ekonomi seperti usia, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan,

pekerjaan, ukuran keluarga, hingga status sosial mereka. Sementara

aspek psikografis meliputi gaya hidup, minat, motivasi, hingga

pendapat-pendapat mereka tentang berbagai isu tertentu bedasarkan

sikap, keyakinan dan nilai yang dimiliki.

Untuk memilih khalayak sasaran yang tepat, maka

permasalahan rokok ini hanya membatasi target sasaran yang telah

dianalisa sebelumnya. Berikut adalah penjabaran dari khalayak

(24)

BERDASARKAN DEMOGRAFIS

 Kewarganegaraan : Indonesia

 SES : menengah & menengah atas

BERDASARKAN GEOGRAFIS

 Wilayah : Bandung

 Lokasi : Perkotaan, industri perdagangan

 Kepadatan : Perkotaan, metropolitan penuh keramaiaan

BERDASARKAN PSIKOGRAFIS

 Gaya hidup : mewah, glamour

 Kepribadian : Berteman, mementingkan kualitas dan mutu

BERDASARKAN BEHAVIORISTIK

 Mementingkan manfaat

 Memiliki kesiapan membeli

 Sikap terhadap produk sangan positif

 Selalu mengikuti perkembangan

(25)

BAB III

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

3.1 Strategi Perancangan

Strategi perancangan yang akan dibuat dalam kampanye

sosial rokok elektrik ini membutuhkan sebuah pesan yang akan

disampaikan dengan beberapa bentuk strategi, sebagai berikut:

3.1.1 Strategi komunikasi

Strategi kampanye yang dilakukan dalam kampanye ini

menggunakan pendekatan secara persuasif atau ajakan,

himbauan maupun peringatan kepada pengguna rokok tersebut

a. Tujuan Komunikasi

Dalam pembuatan perancangan kampanye sebagai media

informasi tujuan komunikasi sangatlah penting agar kampanye

yang disampaikan dapat tepat sasaran, adapun tujuannya

adalah masyarakat mampu mengerti dan memahami pesan

apa yang disampaikan dalam kampanye tersebut.

b. Pesan Utama Komunikasi

Pesan yang ingin disampaikan yaitu “bahwa rokok elektrik

memiliki pengaruh berbahaya terhadap kesehatan tak jauh

seperti rokok pada biasanya seperti penyakit kanker dan

penyempitan pembuluh darah yang bisa berujung pada

(26)

dijadikan sebuah solusi untuk tetap merokok dengan cara

yang hemat, sehat dan aman bagi tubuh oleh masyarakat”.

c. Materi Pesan

Dalam penyampaiannya, perancangan ini memerlukan

materi yang akan disampaikan sebagai pesan dari kegiatan

kampanye. Adapun materi yang akan disampaikan adalah

bahwa bahaya rokok elektrik sama saja dengan rokok biasa

yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit kanker dan

berujung pada kematian. Adapun materi lain yang akan

disampaikan adalah tentang bahaya yang berujung pada

kepedulian masa depan kelurga dan anak kelak.

3.1.2 Pendekatan Komunikasi

Pendekatan komunikasi pada media perancangan ini sangat

penting untuk mempengaruhi pemikiran dan perilaku. Pendekatan

bahasa ini yang disesuaikan dengan sasaran, yaitu

menggunakan bahasa Indonesia yang sederhana, ringan,

dimengerti dan mudah dipahami.

3.1.3 Strategi Kreatif

Agar informasi mencapai tujuan yang diharapkan maka

pesan yang disampaikan harus efektif dan kreatif. Kampanye

tersebut mengkampanyekan suatu hal yang kreatif dengan

memberikan informasi kepada khalayak dan pesan yang

(27)

ini perlu dilakukan karena kekhawatiran tidak dapat dimengerti

oleh masyarakat pengguna.

a. Pendekatan Verbal

Pendekatan verbal yaitu pendekatan secara lisan

maupun visual yang dilakukan dalam mengkampanyekan

kepada para pengguna rokok elektrik. Pendekatan yang

dilakukan dengan cara pendekatan emosional. Pesan yang

ingin disampaikan adalah mengajak para pengguna agar

menyayangi keluarga mereka, masa depan anak dan

orang-orang yang mereka sayangi karena rokok ini sama bahayanya

dengan rokok biasa yang dapat menyebabkan timbulnya

kanker. Salah satu yang memadai untuk dijadikan tagline

adalah Rokok Elektrik Sama Bahayanya”.

b. Gagasan visual

Gagasan visual berawal dari pemahaman verbal yang

mengunakan pendekatan secara emosional dan pemahaman

tagline. Berawal dari pesan yang ingin disampaikan yaitu

bahaya rokok elektrik sama bahayanya yang dapat

melumpuhkan masa depan keluarga. Maka visualisasi yang

digunakan adalah sebuah keluarga seperti anak dan istri atau

orang-orang yang mereka sayangi. Visualisasi tersebut

(28)

pengguna terhadap orang-orang yang disayangi seperti istri

dan anak.

Tahapan komunikasi visual tersebut dimulai dari tahapan

memperkenalkan (awareness) dengan objek visual yang di

tampilkan adalah sebuah gambar mengenai bahaya apa yang

akan ditimbulkan bila menggunakan rokok tersebut. Tahapan

komunikasi kedua adalah mengajak (persuasive) dengan

melakukan pendekatan emotional yang berisikan ancaman dan

ajakan. Ancaman tersebut berupa gambaran dimana ada

beberapa objek visual yang akan di tampilkan merupajkan

gambaran kedekatan pengguna dengan keluarganya seperti

perayaan ulang tahun sebuah keluarga dan seorang anak

yang sedang tersenyum lepas saat mereka bercanda. Dari

setiap gambar tersebut memiliki cara ajakan yang

berbeda-beda sesuai dengan apa yang ditampilkan. Semua visualisasi

diambil dari sudut pandang subjektif atau sudut pandang

pengguna sebagai target.

c. Pendekatan visual

Pemilihan objek visual secara slice of life. Menurut

Rhenald Kasali (1992) slice of life yaitu pendekatan yang

mempergunakan penggalan dari kegiatan sehari seperti

(29)

Pendekatan ini dilakukan karena para pengguna cenderung

akan mengabaikan pesan kampanye yang disampaikan bila

menampilkan fakta untuk itu diperlukan pendekatan emosional.

3.1.4 Strategi Media

Media merupakan alat bantu atau sarana yang digunakan

untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak

sasaran dengan perencanaan yang sistematik dan berharap

mendapatkan tanggapan atau respon dari penerima pesan. Strategi

media dibagi dua. Media utama dan media pendukung, media

pendukung digunakan untuk menyokong efektivitas media utama.

a. Pemilihan Media

Pemilihan media berfungsi untuk membatasi media yang

akan digunakan dalam perancangan kampanye agar tidak

terlalu luas dengan pertimbangan disesuaikan dengan

kepentingan sasaran utama kampanye dalam menyampaikan

pesan kepada khalayak sasaran yang dirancang secara

persuasif agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan

mudah dan tepat.

1. Media Utama

Poster

Poster merupakan media lini atas yang juga termasuk

media luar ruang, poster dapat ditempatkan atau dipasang

(30)

disampaikan dapat cepat tersampaikan kepada khalayak

sasaran, penggunaan poster sebagai media utama dalam

kampanye ini di karena:

 Visualisasi yang menarik

 Tingkat keterbacaan tinggi

 Mempunyai jangkauan dan penempatan yang luas

 Berfungsi sebagai media pemberi informasi dan

pengingat

Banner Internet

Banner internet merupakan media yang dapat dengan

cepat sampai kepada khalayak karena produk rokok

elektrik di perjual belikan di internet. Visualisasi yang

ditampilkan pada banner ini dengan bergerak-gerak atau

animasi sehingga menarik untuk dilihat.

2. Media Pendukung

Media-media yang bersifat menunjang atau melengkapi

media utama dalam perencanaan kampanye ini. Adapun

media-medianya berupa:

billboard

Sama halnya dengan poster dan spanduk tetapi

ukuran billboard yang besar tersebut dapat dengan jelas

(31)

Spanduk

Spanduk merupakan media yang digunakan dalam

menyampaikan pesan informatif dan persuasif yang

sifatnya mendukung dan menguatkan pesan kampanye.

Dalam kampanye ini pemilihan media spanduk sebagai

pesan persuasif akan adanya pesan yang dimunculkan.

Flyer

Flyer biasa dibagikan dan ditebar di jalan sehingga

memudahkan khalayak mendapatkan media tersebut.

Selain itu flyer dapat mencakup informasi pemahaman

detail mengenai pesan kampanye .

Iklan Koran

Iklan pada media cetak surat kabar, sebagai media

dalam kampanye yang sangat mudah dijangkau oleh

khalayak yang berlangganan koran tersebut.

Iklan Majalah

Iklan pada media cetak majalah sebagai media dalam

kampanye yang sangat mudah dijangkau oleh khalayak

yang berlangganan koran tersebut.

c. Ambience Media

Ambient media sebagai sarana penyampaian pesan

yang dipasang di sekitar tempat umum yang menggunakan

(32)

isi pesan yang disampaikan. Ambience media berfungsi

sebagai pengingat tentang kampanye rokok elektrik. Karena

media bersifat aplikatif yang ditempatkan di tempat umum

seperti mall, rumah makan, sekolah, perkantoran dan tempat

umum lainnya. adapun medianya berupa:

 Stiker yang ditempel pada cermin toilet pria didalam

sebuah mall.

 Neon box yang dipasang didepan escalator naik dan

turun.

d. Media Gimmick

Sebagai media pelengkap yang mengingatkan tentang

kampanye tersebut saat berlangsung, karena bersifat

aplikatif, adapun medianya adalah:

• Kalender, mouse dan jam dinding

3.1.5 Pertimbangan Dasar Penyebaran Media

Pertimbangan dasar penyebaran media dilakukan

tahap-tahap penyebarannya dari media utama sampai media-media

pendukung, yang didasarkan pada kemampuan daya

jangkauannya luas dan efektif penyebaran media dikategorikan

pada beberapa pertimbangan, yaitu:

a. Geografis

(33)

merupakan daerah sasaran utama dari khalayak sasaran

kampanye.

b. Lokasi Penyebaran Media

Lokasi penyebaran media difokuskan di beberapa

tempat di kota Bandung seperti di mulut escalator dalam

sebuah mall, restoran dan di tempat perhentian kendaraan

lampu merah jalan kota.

3.1.6 Jadwal Penyebaran Media

Jadwal penyebaran media dilakukan dalam 6 (enam)

bulan, dengan berbagai pertimbangan yang disesuaikan dengan

kebutuhan khalayak sasaran dan dibagi kedalam 3 tahap mulai

dari memperkenalkan (awareness), mengajak (persuasive)

sampai pada tahap mengingatkan (reminding). Berikut dibawah

(34)

3.1.7 Strategi Distribusi

a. Pertimbangan dasar distribusi.

Agar pesan yang ingin disampaikan lebih dapat

menjangkau sasaran. Dalam kampanye ini penyebaran

distribusinya langsung kepada khalayak sasaran berupa

merchandise serta media lainnya disesuaikan dengan khalayak

sasaran.

b. Jalur distribusi

 Geografis : Kota Bandung

 Lokasi penyebaran : jl. Dago ( jalur car free day )

 Jadwal penyebaran : Pada hari tembakau

3.2 Konsep Visual

Konsep visual yang dipakai dalam perancangan media

kampanye mengenai rokok elektrik terdiri dari beberapa penjelasan

konsep mengenai, format desain, tipografi, ilustrasi dan juga warna.

3.2.1 Format Desain

Format desain yang digunakan pada media poster adalah

menggunakan format portrait dan landscape karena akan

memberikan ketegasan dalam informasi kepada target dan

(35)

3.2.2 Layout

Pengembangan tata letak di setiap media bervariasi agar

tidak jenuh dan dinamis. Layout dibuat dengan memadukan

berbagai macam unsur grafis yang meliputi warna, bentuk,

ilustrasi dan tipografi menjadi satu kesatuan. Layout disesuaikan

dengan media yang akan dibuat dengan mengedepankan kesan

fleksibel dan dinamis. Dengan penempatan headline yang

disesuaikan dengan posisi visual tiap-tiap ilustrasi supaya

terkesan tidak kaku. Sedangkan untuk caption dan logo

penempatanya posisinya sama pada berbagai media.

Gambar III. 6 Layout

3.2.3 Tipografi

Jenis tipografi yang digunakan dalam perancangan media

ini menggunakan tipografi sesuai kebutuhan dalam kampanye

untuk berkomunikasi. Jenis tipografi yang digunakan

mempertimbangkan suasana yang di bangun sesuai dengan

(36)

Gambar III. 7 Tipografi

3.2.4 Ilustrasi

Ilustrasi adalah gambar yang berupa bentuk sketsa, image

atau foto yang kemudian disederhanakan untuk melengkapi

kebutuhan visual. Gagasan visual dalam kampanye ini

menggunakan ilustrasi dan penggabungan beberapa unsur

menjadi sebuah karakter visual utuh. Ilustrasi gambar yang

digunakan dalam rancangan media ini adalah menggunakan

ilustrasi fotografi seperti:

 Bahaya rokok elektrik

Ilustrasi ini menggambarkan bahaya rokok elektrik dengan

menggunakan objek visual kabel charger rokok hingga

berbentuk sebuah paru-paru. Kesan yang dibangun dari

(37)

Gambar III.8 Ilustrasi visual kampanye

 Perayaan hari ulang tahun

Ilustrasi perayaan ini merupakan moment berharga bagi

pengguna dimana perayaan ini dilakukan setiap tahun oleh

sang istri dan anak, disini menceritakan bahwa keluarga

sangat membutuhkan dan peduli sekali pada sosok seorang

ayah meskipun keadaan sudah tak sebaik dulu saat ayah

masih sehat. Dua kue kecil menandakan bahwa keluarga

telah melakukan penghematan untuk biaya pengobatan

(38)

Gambar III. 9 Ilustrasi visual kampanye

 Anak-anak

Ilustrasi ini menceritakan tentang seorang ayah yang ingin

mengetahui cita-cita seorang anak yang akan digapai saat

besar nanti mengingat saat ini ayah bisa terkena penyakit

dan mungkin tak dapat mengetahui apa dia saat besar

nanti.

(39)

 Bingkai

Ilustrasi bingkai digunakan untuk memberikan kesan bahwa

sudut pandang gambar berada pada sudut pandang

subjektif atau sudut pandang pengguna.

Gambar III. 11 Ilustrasi visual kampanye

3.2.5 Warna

Warna memiliki daya tarik yang kuat dan menciptakan makna

tersendiri, warna dapat dipengaruhi gaya, trend, dan pengalaman

estetis. Warna juga dapat membangkitkan rasa takjub, bosan,

ataupun semangat pada objek. Warna yang digunakan dalam

perancangan media ini adalah warna-warna gelap yang mengikuti

warna dari setiap karakter ilustrasi. Warna-warna berikut

digunakan karena agar memberikan sebuah kesan mencekam dan

(40)
(41)

BAB IV

MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI

KAMPANYE PELARANGAN ROKOK ELEKTRIK

4.1 Poster

Media poster adalah salah satu media dengan menyampaikan

sebuah pesan dalam bentuk visual dan lebih informatif tentang

kampanye pelarangan rokok elektrik. Poster ini akan di tempatkan di

tempat-tempat umum seperti mall dan tempat makan atau café.

Pendekatan kreatif yang dilakukan adalah pendekatan emosional

yang menghubungkan antara pengguna dan orang yang mereka

sayang seperti anak dan istri.

Untuk visualisasi poster yang pertama ini menggunakan visual

seorang anak yang tertawa lepas seakan tiada beban dengan

headline sayangi diri anda dan keluarga”. Poster ini menceritakan

tentang cita-cita yang ingin digapai seorang anak dan sang ayah ingin

mengetahui cita-cita tersebut dengan tetap bertahan hidup

menghindari penggunaan rokok elektrik agar tetap hidup sehat sampai

sang anak besar nanti. Material yang digunakan adalah Art paper 260

gr dengan ukuran 33.0 cm x 52.5 cm teknis cetak offset separasi,

glossy matte teknis cetak, bingkai dan stand bingkai menggunakan

material kayu. Poster ini ditempatkan depan pintu foodcourt atau

(42)

Gambar IV. 13 Poster I

Untuk poster yang kedua memperlihatkan keluarga kecil seperti

anak dan sang istri. Gambar ini menceritakan tentang kepedulian

mereka terhadap ayahnya yang selama ini menjadi tulang punggung

keluarga. Berupa gambar perayaan ulang tahun yang

menggambarkan kedekatan mereka. Ajakan ini menggunakan

headline “hindari rokok elektrik sekarang” maksudnya adalah jangan

sampai sang ayah terserang penyakit dan tak bisa menafkahi

keluarganya kembali dan jangan sampai mengecewakan anak dan

istri yang selama ini selalu berada disamping dan sangat peduli.

Material yang digunakan adalah sticker (21.0 cm x 29.7 cm) teknis

(43)

Gambar IV. 14 Poster 2

4.2 Banner internet

Dalam banner ini terdapat sign rokok yang tersilang oleh

sengatan listrik dan terdapat headline bertuliskan “rokok elektrik

berbahaya bagi kesehatan” . Format yang digunakan adalah flash

dengan ukuran 720 x 500 pxl. Teknis yang digunakan program

software macromedia flash.

(44)

4.3 Billboard

Media billboard adalah salah satu media yang dalam

penyampaian sangat jelas dan singkat, karena dipasang di jalan

besar untuk itu perlu penempatan yang tepat. Billboard ini akan

ditempatkan tepat di depan perhentian lampu merah sehingga

memudahkan pengendara untuk memahami pesan yang

disampaikan. Material yang digunakan dengan polyskin ukuran 6 x

2.5 m dengan teknis cetak digital.

Gambar IV. 16 Billboard

4.4 Spanduk

Media spanduk ini akan ditempatkan di tempat parker rumah

makan atau mall yang akan banyak di kunjungi oleh pengendara

yang akan memarkirkan kendaraannya sebelum singgah ke tempat

yang mereka kunjungi. Material yang digunakan adalah flexi dengan

(45)

Gambar IV. 17 Spanduk

4.5 Flyer

Media ini akan ditempatkan di bingkai poster dengan sebuah

kotak sebagai keterangan atau pesan yang bisa terbagikan kepada

rekan temannya yang lain. Jempol sebelah kiri sengaja dibuat agar

pada saat di baca seperti memegang dua tangan. Material Art paper

160 gr dengan ukuran 14 x 20.5 cm dengan teknis produksi cetak

digital.

Gambar IV. 18 Flyer

4.6 Iklan Koran

Dalam media iklan koran ini menggunakan gambar sebuah sign

larangan merokok elektrik. Dengan silang berbentuk kilatan listrik

untuk membedakan dengan rokok-rokok pada biasanya. Material

(46)

media koran yang digunakan) dengan ukuran 15.5 x 19.5 cm teknis

produksi cetak offset separasi.

Gambar IV. 19 Iklan koran

4.7 Iklan majalah

Dalam media iklan majalah ini menggunakan objek visual yang

sama dengan flyer yang memberikan keterangan yang lengkap

tentang bahaya rokok elekrik. Material yang digunakan Artpaper 210

gr dengan ukuran 19.0 x 30 cm teknis cetak digital.

(47)

4.8 Ambient

Neon box

Visualisasi untuk bagian depan neon box ini adalah sebuah kabel

rokok elektrik yang membentuk paru-paru. Kabel tersebut seakan

keluar dari neon karena teknisnya dibuat dengan memanfaatkan

sambungan kabel lampu yang keluar dari neon yang tersambung

pada listrik. Maksudnya disini bahwa rokok ini bekerja

menggunakan tenaga listrik yang disimpan dalam baterai dan

memiliki bahaya menimbulkan kanker. Material yang digunakan

adalah plat alumunium 0.35 dengan ketebalan 1mm, besi siku-siku

dengan ketebalan 2 mm dan neon. Ukuran neon box 38 x 59 cm.

Media ini akan ditempatkan di mulut escalator mall.

Gambar IV. 21 Ambient I

Cermin

Dalam media ambient cermin ini akan menggunakan sebuah visual

bingkai yang seakan dipegang oleh mereka sendiri dan sambil

(48)

bertuliskan: “aku takkan melihat wajahku sendiri bila saat itu aku

masih menggunakannya”. Material yang digunakan adalah sticker

dengan ukuran 120 x 80 cm teknis cetak digital printing. Media ini

akan ditempatkan pada cermin toilet pria.

Gambar IV. 22 Ambient II

4.9 Merchandise

Kalender

Material yang digunakan adalah art paper 260 gr dengan ukuran

14.5 x 21.0 cm, teknis produsi cetak digital printing.

(49)

Mouse dan mouse pad

Untuk desain paru-paru dan tagline pada mouse menggunakan

material sticker. Ukuran mouse 10 x 5.5 cm.

Gambar IV. 24 Mouse

Jam dinding

Untuk desain angka dan tagline menggunakan material sticker

cutting dengan ukuran diameter 33 x 33 cm.

(50)

Stand

Material yang digunakan adalah plat alumunium 0.35 dengan

ketebalan 1mm. Fiber 3 mm. Ukuran stand 150 x 80 cm diameter

30 cm. Media ini akan ditempatkan event hari tembakau nasional

yang akan dilaksanakan oleh BBKPM.

(51)

DAFTAR PUSTAKA

Buku :

 Kasali, Rhenald. (1992). Manajemen Periklanan Konsep dan aplikasinya Di Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti

 Satiti, Alfi. (2009). Strategi Rahasia Berhenti Merokok. Jakarta: Datamedia

 Tim Pustaka Phoenix, (2009). Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: PT Media Pustaka Phoenix  Trans 7, (2010). Berita Kita. Diakses pada tanggal 14 juli 2010

http: w.w.w. youtube.com

 Tamang, Basri. (2010). Distributor Rokok Elektrik Indonesia.

(52)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : Andi Putra Pamungkas

Tempat / tanggal lahir : Bandung, 8 Januari 1988

Umur : 23 tahun

Agama : Islam

Alamat : Jl. Sriwijaya II Gg XI RT 05/RW 10 No. 3

Bandung 40253

Jenis kelamin : Laki-Laki

Status : Belum Menikah

PENDIDIKAN

1. SDN lengkong Besar 105 Bandung 2. SMPN 34 Bandung

3. SMAN 18 Bandung 4. UNIKOM Bandung

Demikian Daftar Riwayat Hidup yang saya buat dengan sebenarnya.

Gambar

Gambar II. 4 Refill (sumber: www.toko nabil.com)
Gambar III. 5 Jadwal media
Gambar III. 6 Layout
Gambar III. 7 Tipografi
+7

Referensi

Dokumen terkait

Media yang digunakan adalah kampanye kepada anak-anak sekolah dasar swasta di Bandung melalui kegiatan sekolah ekstrakurikuler dan dibantu dengan poster-poster pendukung, flyer,

sosial hidup sehat untuk mencegah penyakit cacingan pada anak. adalah potret disesuaikan dengan media yang akan digunakan. Penempatan ilustrasi mewakili hampir keseluruhan

Pengarahan pesan visual yang akan digunakan pada Perancangan Media Komunikasi Visual ini adalah dengan menggunakan konsep gaya desain American post modern/

Bentuk media yang digunakan pada media informasi ini adalah poster dan brosur, media tersebut berisikan informasi panduan praktis yang akan disampaikan kepada

Melalui konsep ini, media poster akan menyampaikan pesan bahwa olahraga dapat dilakukan dimana saja dengan menempatkan poster yang menampilkan maskot dengan

Media utama yang digunakan pada kampanye ini adalah sebuah event donor darah yang diberi nama “Saudarah”, event ini menjadi media utama kampanye tersebut karena event

Pengarahan pesan visual yang akan digunakan pada Perancangan Media Komunikasi Visual ini adalah dengan menggunakan konsep gaya desain American post modern/

Media utama yang akan ditampilkan adalah poster seri yang merujuk pada acara yang akan digunakan untuk melengkapi strategi perancangan kampanye sosial ini..