• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efek Pendidikan Kesehatan terhadap Perawatan Diri pada Pasien Gagal Jantung: Kajian Pustaka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Efek Pendidikan Kesehatan terhadap Perawatan Diri pada Pasien Gagal Jantung: Kajian Pustaka"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

EFEK PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERAWATAN DIRI PASIEN GAGAL JANTUNG: KAJIAN PUSTAKA

Azizah Khoiriyati

ABSTRAK

Penyakit gagal jantung merupakan sindrom kompleks yang berhubungan dengan peningkatan angka kematian, hospitalisasi dan rendahnya kualitas hidup. Pendidikan kesehatan merupakan komponen yang penting untuk meningkatkan outcome pada pasien gagal jantung karena perawatan diri merupakan hal yang mendasar untuk mencapai outcome yang optimal pada pasien gagal jantung. Tujuan dari penulisan ini untuk review tentang pendidikan kesehatan tentang prinsip dasar menajemen gagal jantung yang dapat meningkatkan perilaku perawatan diri pasien gagal jantung. Pencarian literatur dari beberapa publikasi artikel dan jurnal dari database elektronik MEDLINE dari tahun 2000–2011. Kata kunci yang digunakan adalah beberapa kombinasi yang terdiri atas “self care”, “health education”, “education”, heart failure”. Hasilnya adalah ada 4 kunci pendidikan manajemen perawatan diri untuk pasien gagal jantung yang terdiri atas komponen self assessment yang dilakukan setiap hari dan membuat perencanan, menghindari konsumsi garam, latihan dan dukungan pengobatan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok. Penerapan model perawatan diri Orem sangat efektif untuk pasien dengan gagal jantung. Simpulan dari penulisan review ini adalah pendidikan kesehatan yang berkelanjutan dan follow up secara periodik dapat meningkatkan perilaku perawatan diri pada pasien gagal jantung. Saran dari penulisan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber referensi baik bagi perawat maupun mahasiswa keperawatan mengenai pendidikan kesehatan tentang perawatan diri pada pasien gagal jantung.

Kata Kunci: Gagal jantung, Pendidikan kesehatan, Perawatan diri

ABSTRACT

Heart failure is a complex syndrome associated with increased mortality, hospitalization, and poor quality of life. Health education is essential component to improve outcomes for patients with heart failure, as self care is fundamental to achieve optimal outcomes for heart failure patients. The purpose of the literature review is to know whether health education about basic principles of management of heart failure can improve self care behaviors of patients with heart failure. Literature searching was conducted of several publications and journal articles from electronic MEDLINE from 2000 – 2011. The key words used were “self care”, “ health education”, “education”, “heart failure”. There were four key self care management education for patient with heart failure comprising the components: daily self assessment, avoiding excessive salt intake, exercise, and treatment support are conducted by individual or groups. Applications of Orem’s self care model is very effective for patients with heart failure. Conclusion of this review is an ongoing health education and periodic follow up can improve self care behaviors in patients with heart failure. Suggestion of writing is expected to be one source of reference for both nurses and nursing students about health education regarding self care in heart failure patients.

Referensi

Dokumen terkait

KARTU INVENTARIS BARANG (KIB) E ASET TETAP LAINNYA.

Mereka akan berupaya meneruskan pembeliannya terhadap suatu produk apabila memperoleh kepuasan dari produk yang telah dikonsumsinya, di mana kepuasan ini sebanding atau lebih

Adapun hasil penelitian ini yaitu, (a) Faktor menjadi preferensi siswa memilih SMK NEGERI 1 BANKINANG adalah diprioritaskan pada suatu bidang pekerjaan, (b)

Alhamdulillah puji syukur atas kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

Analisis selanjutnya adalah pengaruh gerak ragam struktur terhadap gempa, dimana arah gaya geser gabungan dari analisis dinamik ini dapat menjelaskan peranan

(2) Indikator Kinerja Utama sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini merupakan acuan kinerja yang digunakan oleh masing-masing unit kerja di lingkungan Badan

Kanker merupakan penyakit kompleks yang terjadi pada jaringan dan organ ketika kerusakan genetik pada sel menyebabkan mutasi pada onkogen atau gen supresor tumor yang

Dari beberapa penelitian terdahulu yang telah dikemukakan di atas maka dapat kami simpulkan bahwa konsumen dalam membeli produk di perusahaan ritel maka konsumen